Waiting is…

 PicsArt_1428926576224

Author: SakuRaa (@_raraa84)

Title: Waiting is…

Cast:

-Kim Jongin (Kai)

Genre: Brothership, Life, Slight! Comedy

Rating: General

Length: Oneshot

Note: Hai! Meluangkan waktu di detik-detik menjelang UN 😀  Nothing special but keep comment! 🙂

Summary:

“Ada satu hal yang paling dibenci oleh seorang Kim Kai.”

======

Menunggu adalah hal yang paling dibenci oleh Kai. Ia sangat benci itu, sungguh. Baginya, menunggu itu seperti membuang-buang waktu.

Seperti duduk dihalte depan sekolah dengan cuaca yang sangat tidak bersahabat, karena angin terus-menerus meniup memaksa masuk ketubuh Kai padahal ia sudah memakai jaket tebal. Ia sesering mungkin menggosok-gosokkan kedua tangannya menciptakan hangat dari dalamnya.

Menunggu itu membosankan.

Ia memandangi setiap kendaraan yang berlalu lalang, dan  terlintas dipikiran Kai untuk ingin menghitung setiap jumlah mobil berwarna putih, atau yang hitam yang lewat, tetapi Kai berpikir itu tidak penting-dan konyol.

Ini ke-2 kalinya ia menunggu dihalte ini. Ia ingat betul, Pertama, saat tahun ajaran baru, ketika ia tidak (belum) diperbolehkan membawa kendaraan pribadi kesekolah, maka dari itu ia harus menunggu bus jurusan rumahnya yang berjarak sekitar 8 km dari sekolahnya, dan itu menyebalkan.

Apalagi jika cuaca sangat panas karena pada saat itu musim panas. Dan ia lapar.

Dan, yang ke-2, hari ini. Salahkan mesin mobil nya yang tak mau menyala seperti seharusnya ketika jam menunjukkan pukul 7 kurang 15 menit PAGI, padahal jam pertama dimulai jam 7 tepat, dan Kai tak mau ketinggalan mengikuti Ulangan Matematika nya. Ia merutuki mobilnya, benar-benar mobil sialan.

Telat dan mengikuti ulangan susulan dikantor guru, dengan guru yang tak pernah menyempatkan diri untuk berkedip itu? Well, bukan Kai merasa grogi seperti ketika ia dipandangi oleh gadis-gadis ketika Kai berjalan sambil Headset terpasang ditelinga dengan gaya nya yang cool, Tidakkk. Ini bukan gadis, ini guru matemaika yang killer. bukankah itu menyebalkan?

Kai terpaksa memasang wajah memelas sebaik yang ia bisa kepada Kris yang terlihat baru keluar dari rumah dan pasti akan berangkat kuliah, ia memohon pada Hyungnya agar ia boleh menumpang di mobil Kris.

“ayolah Hyung, ku mohon agar kau membiarkan ku duduk di jok depan sebelahmu dan berhenti tepat didepan sekolah ku, yah kumohon.”

Kris hanya menatap Kai datar. Ia rasa ia mulai mual memandang ekspresi adiknya yang sedikit menjijikkan itu.

“Kau tahu Kai, jika aku mengantarmu sampai sekolah, itu artinya aku harus mengambil jalan memutar yang cukup jauh untuk sampai di Universitas ku, dan… salah sendiri kenapa kau bangun telat, sudah ya, bye” ucapnya santai sambil membuka pintu mobilnya dan mulai menyalakan mesin.

Kai mencegahnya. “Hyung, hyung! Kau boleh meminjam semua koleksi DVD ku, kau boleh meminjam headset kesayanganku, kau boleh meminjam celana pendekku, kau boleh meminjamnya, dan aku tak akan melarang, tapi please kali ini…”

Ugh, Kai benci mengatakan ini, tapi tak ada jalan lain, ia harus sampai disekolah 12 menit lagi. Dan Kris adalah penyetir mobil yang handal, dengan sedikit kecepatan tinggi tak masalah yang penting Kai tak tertinggal Ulangan itu yang menentukan hidup dan matinya.

Guru pelajaran itu kelewat disiplin dan Kai tak mau mengambil resiko.

Kris tampak menimang-nimang perkataan adiknya barusan, “bagaimana kalau gitar listrik mu?”

What? Itu adalah barang kesayangan Kai dan ia tak akan pernah mau meminjamkannya pada siapapun, termasuk Hyungnya. “Um… itu…”

Kris memandang arloji nya, “sekarang jam 7 kurang 10. Hm…” ucapnya sambil melirik Kai.

Kai mendengus, “OKE OKE. Kau boleh meminjamnya.”

” Asal tidak rusak…” Kai memelankan suaranya pada kalimat terakhir.

Kris hanya mengangguk-angguk “Oke naiklah, kau berhutang padaku, kids” Kai sebenarnya setengah hati meminjamkan gitar listrik hadiah dari ayahnya yang super mahal itu,tetapi setidaknya ia mendapat tumpangan kali ini dan sampai disekolah tepat waktu. Biarkan sajalah gitar elektrik kesayangannya dipinjam oleh Hyungnya, toh Kris tidak pernah merusak barang Kai yang telah  dipinjamnya. Mungkin Kai saja yang kelewat pelit.

Get ready, kita mengebut kali ini”

*

Dan lewat dari 40 menit waktu yang Kris janjikan untuk menjemput Kai, tetapi mobil sport merah milik Kris belum muncul juga dari pandangan Kai. Padahal Kai merasa hampir membeku dihalte ini. Uang jajan nya habis padahal bus sudah lewat berkali-kali didepannya dan berkali-kali juga ia acuhkan,

Kai bersumpah jika Kris sampai, ia akan mengomeli Hyung nya itu habis-habisan karena tak tepat waktu.

Tapi… siapa lagi yang akan memberi tumpangan gratis dikala pagi dan pada saat ia harus datang kesekolah tepat waktu seperti tadi pagi? Ketika mobil sialan nya itu ngambek tiba-tiba, dan sekeras apapun Kai memohon pada ayahnya, ia tak akan mendapat jatah mobil baru.

Kai lapar. Dan ia tanpa sadar memejamkan mata, hampir tertidur,

 

Tin tinn

 

Tapi sesaat suara klakson membuat Kai tersadar, ia tersenyum senang, akhirnya…

*

Aroma paper mint yang menyegarkan berhasil masuk kedalam paru-paru Kai, parfum mobil kesukaan Kris.

Baru 3 detik lalu Kai duduk dijok depan sebelah Kris, dan saat ini Kai menatap Hyungnya intens. “Hyung, kenapa lama sekali sih? Janjinya jam 2, ini sudah hampir jam 3, aku kedinginan dihalte tadi nih, apalagi sekolah sud—-”

“Makanlah.” Kris buru-buru menyodorkan kantong plastik berwarna oranye pada Kai, membuatnya berhenti mengoceh panjang-lebar.

Kai membukanya, dan ternyata isinya roti dengan brand favorit Kai, “Aku mampir ke toko roti kesukaan mu dekat kampus, Hyung pikir kau pasti lapar.” Ucapnya tanpa memandang kearah Kai yang duduk disebelahnya, ia tetap fokus kedepan.

Seat-belt mu, Kai.” Kris mulai menancap gas sambil melirik kearah kaca spion.

Dan Kai tersenyum memandang kantong plastik yang berada dipangkuannya. Matanya berkaca-kaca lalu mengalihkan pandangannya kearah Hyungnya itu, agar terlihat (sedikit) dramatis.

Merasa diperhatikan, Kris melirik Kai dan memandangnya dengan ekspresi jijik, “Ewh, Kai. Wajahmu menjijikkan.”

“Dan, berhenti menatapku!”

 

Kai tertawa, melihat reaksi Hyung nya itu,

“Thanks hyung

Kai memang cerewet, dan Kris sudah terlahir dengan wajah yang minim ekspresi. But who knows how deep heart of people?

But Kai knows well, how deep his Hyung’s heart

Menunggu tidak se-menyebalkan itu.

END

asdfghjkl-_- I tried to move on from Kris, Kris, Kris, but… I can’t.

I’m Baekhyun fans, but I more love Kris’s, Kai’s, Sehun’s fanfiction :v

It’s kinda be short, hehe(^.^) laptop rusak, dan kenapa aku nggak nyimpan fanfic ku di flashdisk, oh so damn-_-

Maaf kalo formatnya berantakan karena ngetik dihape :v ide terlalu deras membanjiri jadi tidak tahan lagi untuk tidak mengetik huehuehue(=w=) ready for UNAS 2015! 😀

See you next time! @_raraa84

17 thoughts on “Waiting is…

  1. rini berkata:

    huaa kak daebak. ohh kakak juga mw UN ya. Sma dong….
    tpi ini keren binggo, udah lama aku nyari FF yang castnya kris kai brothership .. ouuu…
    tpi kak klw udah UN, yg something hiddennya di lanjutkan ya..
    keep writing kak, and Fighting for your UN.

  2. raditripark berkata:

    aku suka narasimu thor~ aku suka pengimajinasianmu, cara menulismu dan semuanya~ dan aku lebih suka sama Kai nya .____. xp

    btw, sebenernya aku ga terlalu suka genre brothership tp tidak buat ffmu satu ini.. hhe

    sukaa >.< keep writing :33

  3. kaura berkata:

    action speak louder than words, every person have different style of the way she/he love dan aku suka karakter di siniii hohoo ^^

  4. Deenosa312 berkata:

    ceritamu menarik. aku juga suka fiction dengan cast Sehun atau Kai, dan keduanya.
    apalagi genre brothership, lebih seneng baca genre ini, karena berasa real life gitu.
    semangat buat kamu semoga bisa buat ff yang lebih seru. ^-^

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s