We Are The Last Chapter 1

Processed with VSCOcam with c1 preset
Author : narayaaaaa
Judul Cerita : We Are The Last Chapter 1
Cast : Kim Woobin
Lee Jongsuk
Krystal Jung
Lee Min Ho
Genre : Fantasy,Family,Friendship
Length : Chapter

Semua terjadi begitu saja tanpa ada yang mengira sebelumnya. Siapa yang tau kejadian buruk akan mendatangimu? Bahkan disaat kau memiliki kenangan bahagia.

Waktu terus berputar berusaha memberi jawaban yang sebenarnya hingga kenangan pun memudar.

Semuanya tidak pernah terduga.

Pagi yang damai di Seoul menemani mulainya hari namja tampan bernama Kim Woobin. Bangun pukul 7 pagi,ia langsung membersihkan badannya dan mengenakan baju siap-siap untuk pergi kesuatu tempat. Tumben,Woobin bangun pagi dan sudah siap pergi entah kemana.
Mengendarai mobil sport hitamnya,Woobin melaju menuju suatu tempat daerah Busan. Laju mobilnya terlihat seperti terburu-buru padahal saat ini masih sangat pagi untuknya pergi dengan terburu-buru. Untuk apa Woobin pergi ke Busan?
Jongsuk. Jawabannya adalah Jongsuk. Woobin pergi ke Busan dimana Jongsuk berada. Pasti ada sesuatu hal yang penting sehingga membuat Woobin pergi dengan terburu-buru.
Akhirnya setelah sampai di Busan,Woobin keluar dari mobilnya dan membanting pintu mobil sangat keras,wajahnya menunjukkan bahwa dirinya dalam keadaan marah dan kesal entah apa yang terjadi.
“Ya! Suk-ah! Apa yang kau lakukan,brengsek! ” setibanya Woobin disuatu ruangan dan mendapati Jongsuk didalamnya,ia langsung berteriak memarahinya, “Kenapa kau selalu membuat masalah?! Ini bahkan masih pagi,bodoh!”
Ini adalah ruangan kantor polisi di Busan.
“Bisakah tenang dan jangan memarahiku dulu? Tolong dengarkan penjelasanku dulu,bodoh!” Jawab Jongsuk tak terima dirinya dimarahi oleh sahabatnya itu.
“Apa yang terjadi,hah? Jelaskan!”
“Tadi pukul 4,aku tak sengaja menabrak mobil seseorang saat aku diperjalanan pulang ke Seoul. Aku sudah meminta maaf pada sang pengendara mobil itu,namun tiba tiba segerombolan polisi datang dan menangkapku lalu membawaku kesini”
Apa yang dikatakan Jongsuk barusan seketika membuat Woobin tersenyum dan tertawa mengejek.
“Kau pikir aku bodoh? Bisakah kau kali ini tidak berbohong? Aku muak mendengar semua omong kosongmu”
“Berbohong? Aku tidak berbohong,ini kenyataan,Bin-ah”
“Ya! Aku bisa membaca pikiranmu,brengsek. Aku tau yang sebenarnya terjadi!” Ucap Woobin dengan nada berbisik.
“Lalu kenapa kau masih bertanya apa yang terjadi?”
“Aku baru saja bertemu denganmu dan membaca pikiranmu! Kenapa kau selalu menjengkelkan!” Katanya lagi masih dgn nada berbisik.
“Lee Jongsuk-ssi. Apakah pihak keluarga anda sudah tiba?”
Tiba-tiba seorang polisi datang dan memecahkan pertengkaran antara Woobin dan Jongsuk ini.
“Ah,lelaki yang berdiri didepanku ini adalah keluargaku” kata Jongsuk sambil menunjuk Woobin yang ada didepannya daritadi itu.
“Baiklah,bisakah kalian berdua ikut aku keruangan disana?”
Woobin dan Jongsuk mengangguk,mereka mengikuti polisi itu keruangan lain. Ternyata menuju ruangan intrograsi. Sebenarnya tidak aneh untuk mereka berdua masuk keruang introgasi seperti ini. Di Seoul,Jongsuk sangat sering membuat keonaran dan masalah sehingga ditangkap polisi dan membuat Woobin harus meninggalkan jam kelasnya untuk membantu Jongsuk bebas. Berada di universitas yang sama,tetap saja di saat Jongsuk sedang membuat onar,tidak pernah ada Woobin ditempat.
Selama berjam-jam berada di ruang introgasi  akhirnya Jongsuk akhirnya dinyatakan bebas dan harus membayar denda. Masalah uang bukanlah segalanya bagi kedua namja itu karena mereka bisa dibilang anak dari keluarga yang sangat terpandang dan sangat kaya.
“Bisakah sekali saja kau terhindar dari segala keONARAN mu,Jongsuk-ah?” Kata Woobin seraya membuka pintu mobilnya dan menekankan kalimat “onar”.
“Ya! Aku tidak bisa mengendalikan kekuatanku dengan baik! Kau bahkan sibuk dan tak pernah mempunyai waktu untuk mengajariku mengendalikan kekuataan!” Jawab Jongsuk tak kalah marah.
Ya,Jongsuk dan Woobin memiliki kekuatan yang orang lain tidak punyai. Mereka berdua adalah keturunan dari Cendler,kelompok “orang-orang spesial” yang memiliki kekuatan dan mereka berdua lah salah satunya. Ayah Woobin dan Ayah Jongsuk juga adalah Cendler.
“Bukankah kau memiliki ayah? Bukankah ayahmu yang menurunkan kekuatan itu padamu? Harusnya kau meminta ayahmu untuk mengajarkanmu,bukan aku! Akupun masih harus mempelajari kekuatanku,bodoh!”
“Sudahlah aku muak mendengarkanmu berteriak padaku,itu merusak harga diriku juga batinku”
Seketika Woobin menghentikan laju mobilnya dan memasang wajah terkejut dan merasa bersalah karena sudah memarahi Jongsuk dan membawa kata “ayah”. Woobin benar-benar merasa bersalah.
“A-aaa.. Jongsukie,maafkan aku tidak bermaksud menyinggungmu. Aku benar-benar lupa. Mohon maafkan aku,aku merasa bersalah”
“Berisik. Aku ingin segera pulang. Bangunkan aku setelah sampai di Seoul nanti”
“Tapi-.. Jongsuk,maaf… “
Tak ada jawaban lagi dari Jongsuk,dia terlihat terlelap tidur di bangku sebelah Woobin. Jongsuk berada di Busan untuk training masa pemulihan kekuatannya yang lemah karena dia tidak bisa mengendalikan kekuatannya dengan baik. Busan adalah tempat terkumpulnya banyak para Cendler namun di Seoul pun tak kalah banyak. Dan tempat perlatihan pun berada diujung Busan.
Dan kejadian yang sebenarnya terjadi bukan sebuah tabrakan,Jongsuk bahkan tidak memakai mobilnya untuk pergi ke Busan,ia menggunakan bus. Sebenarnya,mantera kekuatannya yang meleset membuat salah satu mobil yang berada dijalanan tak sengaja hampir terbelah bagian belakangnya dan sang pemilik mobil melihat Jongsuk lalu melaporkannya.
Menjadi seorang Cendler bukanlah hal yang mudah,Cendler memiliki musuh abadi,mereka menyebut diri mereka dengan Magnom. Mereka selalu berusaha menghancurkan Korea Selatan dan juga menghancurkan para Cendler karena,beberapa ratus tahun lalu saat para Magnom mencoba untuk menghancurkan Korea Selatan dan mengambil alih,para Cendler menunjukkan jati diri mereka untuk yang pertama kalinya dalam sejarah. Mereka menggagalkan rencana buruk Magnom dan menyelamatkan masyarakat Korea Selatan. Namun setelah kejadian itu,tak ada terlihat lagi batang hidung para Cendler yang akhirnya para Magnom menyimpan dendam pada Cendler,saat ini para Cendler bersembunyi hingga waktunya “tiba”.
Perjalanan yang panjang dari Busan akhirnya Woobin dan Jongsuk tiba di Seoul. Jongsuk masih terlelap tidur sedangkan Woobin terlihat sangat lelah karena sedaritadi saat menyetir,dia terus aja menguap. Mungkin Woobin tidak tidur dgn cukup.
“Ya Jongsuk-ah! Cepat bangun! Aku akan mengantarkanmu ke apartementmu” ucap Woobin sambil membangunkan Jongsuk.
“Ya! Ya! Ya! Aku tidak ingin pulang ke apartement!” Jawab Jongsuk langsung terbangun dari tidur lelapnya.
“Lalu? Kau ingin pulang kemana?”
“Aku ingin menginap diapartementmu saja”
“Ayolah,aku ingin istirahat. Kau pulang saja ke apartementmu”
“Aku bilang aku tidak ingin pulang ke apartementku!”
“Tapi,Suk-ah..”
Belum menyelesaikan apa yang akan dia katakan,Jongsuk tiba-tiba membuka pintu mobil dan keluar dari mobil lalu masuk kedalam taksi yang saat itu berada tepat dibelakang mobil Woobin. Jongsuk pergi menggunakan taksi mendahului Woobin yang terkejut atas tindakan sahabatnya itu. Akhirnya ia menyerah,ia tidak ingin mengurus sahabatnya itu,ia memilih untuk pulang ke apartement miliknya dan istirahat. Tubuhnya benar-benar lemah ia butuh tidur.
Sesampainya Woobin di apartementnya,ia langsung menjatuhkan tubuhnya di kasur dan menyelimuti tubuhnya yang kedinginan dan tanpa menyadari,sudah ada seseorang disampingnya yang tak sadar ia peluk erat ibarat guling.
“Ya! Jauhkan tanganmu dari badanku,brengsek! Aku bukan guling!”
Saat itu juga Woobin terbangun dan terkejut mendapati yang ia peluk erat adalah Jongsuk yang tiba-tiba ada diapartementnya dan berada di kasurnya,Woobin benar-benar tidak menyadari keberadaannya.
“Ya! Kenapa kau ada disini?!”
“Bukankah sudah ku bilang aku ingin menginap dirumahmu?!”
“Aish,kau ini!”
Woobin frustasi menghadapi segala kekeras kepalaan Jongsuk,terpaksa akhirnya dia memilih untuk tidur di sofanya dan membiarkan Jongsuk tidur di kasurnya.
Sekarang pukul 12 siang dimana selayaknya orang-orang beraktivitas,tetapi kedua mahluk ini malah tergelak dalam mimpi mereka masing-masing. Mereka benar-benar tidak bisa mengikari fakta bahwa tubuh mereka sangat kelelahan.
Disaat Woobin dan Jongsuk terlelap tidur,ponsel Jongsuk berdering keras tanda ada telfon masuk. Jongsuk langsung terbangun dari tidur nya dan mengambil ponselnya dan mengangkat telfon yang masuk.
“Ne?”
“……”
“Aku dirumah Woobin. Aku sudah dimarahinya bisakah kau juga tidak memarahiku?”
“……”
“Tidak bisakah kali ini aku libur latihan? Aku akan berusaha mengendalikan kekuatanku sendiri”
“……”
“AKU BILANG AKU AKAN BERLATIH SENDIRI”
Teriakan yang ditimbulkan oleh Jongsuk seketika membangunkan Woobin dari tidur nya dan saat ia membuka mata ia melihat Jongsuk melempar ponselnya hingga pecah terpisah. Woobin langsung berdiri dan membaca apa yang ada di pikiran Jongsuk untuk mengetahui apa yang terjadi.
“YA! KAU PIKIR MEMBELI PONSEL BARU MUDAH?! JANGAN KARENA KAU MEMILIKI BANYAK UANG KAU SEENAKNYA SAJA MENGHAMBUR,BODOH!”
“Apa kau sudah selesai membaca pikiranku,pintar?” Jawab Jongsuk dengan nada mengejek,”Setelah membaca pikiranku,kau masih mementingkan ponselku?”
“Sekarang kutanya padamu,dari SIAPA kau mendapatkan ponsel yang sudah kau RUSAK ini?” Tanya Woobin membalikan keadaan. Pertanyaan yang dilempar Woobin kepada Jongsuk langsung membuatnya terdiam,”Ya Jongsuk-ah,aku tidak memperdulikan ponselmu. Aku hanya ingin memperingatkanmu. Ibumu bekerja keras untuk membelikanmu ponsel ini,kau bahkan bilang ponsel ini sangat berharga. Lalu apa yang kau lakukan pada ponselmu itu sekarang?” Ucap Woobin menurunkan nada bicaranya.
Jongsuk benar-benar terdiam mengingat dulu saat ia benar-benar menginginkan sebuah ponsel,ibunya berusaha sangat keras untuk membelikan Jongsuk ponsel dari hasil jerih payahnya. Meskipun keluarga Jongsuk sangat tajir,tidak pada ibunya. Tak sepeser uang pun ibunya dapat dari ayahnya.
Sudah lama kedua orang tua Jongsuk itu berpisah,karena tuntutan darah Cendler yang mengalir pada Jongsuk,hak asuhnya terpaksa berada pada ayahnya dan kini Jongsuk tidak mengetahui dimana ibunya berada karena sudah terpisah lama. Ia selalu sedih mengingat ibunya tidak punya apa-apa karena setelah kedua orang tuanya itu memilih untuk berpisah,segala yg ibunya punya yg berasal dari ayahnya itu diambil kembali dan ibunya pun tak punya apa-apa lagi,bahkan ibunya hanya seorang pembantu rumah tangga terakhir Jongsuk tau. Jika ia memiliki 1 permintaan penting,ia benar-benar ingin bertemu dengan ibunya setelah 10 tahun terpisah. Hanya itu.
“Jongsuk-ah,maafkan aku sudah berteriak padamu. Aku benar-benar ingin memperingatkanmu. Aku peduli padamu,juga tentang ibumu” Woobin meminta maaf dan memeluk sahabatnya itu menundukan kepalanya.
“Tidak Woobin-ah. Maafkan aku,yang keras kepala. Aku lupa ini pemberian terakhir ibuku. Maafkan aku,aku memang bodoh”
“Aish,aku tau kau bodoh dan aku benar-benar benci melihat kau seperti ini. Aku akan membetulkan ponselmu. Sekarang pulanglah sebelum ayahmu mengacak-acak apartementku karna kau sudah bilang kau berada disini pada ayahmu”
“Ahh jinjja aku benar-benar bodoh! Baiklah aku akan pulang”
Akhirnya Woobin bisa istirahat dengan tenang karna Jongsuk sudah keluar dari apartementnya,sebelumnya ia lupa ia masih menggunakan pakaian pergi untuk tidur. Dan ia baru ingat,ia tidak bisa tidur nyaman dengan memakai pakaian pergi. Jadi selain karena tidur di sofa,ia tidur menggunakan pakaian tidur yang membuatnya tidak nyaman. Woobin pun akhinya mengganti pakaiannya dan segera kembali tidur.
Berbeda dengan Woobin yang kembali tidur,Jongsuk masih terdiam di mobilnya yang terpakir di apartement Woobin sejak beberapa hari yang lalu sebelum dirinya pergi ke Busan.
Jongsuk masih bingung untuk pulang kemana,ayahnya pasti akan memarahinya jika ia pulang kerumahnya bukan ke apartementnya. Tapi masalah besarnya,dia bisa saja pulang ke apartementnya tp bodohnya,ia lupa password kamarnya karena ingatannya bassicnya dihapus sementara oleh ketua Cedler,Jongsuk lupa untuk meminta mengembalikan ingatannya karena terlebih dahulu tertangkap polisi.
Setelah berfikir lama,Jongsuk akhirnya mengendarai mobilnya menuju apartementnya tidak perduli apa yang akan terjadi setelahnya.
Karna jarak antara apartement Woobin dan Jongsuk hanya terhalang 2 gedung,dalam 5 menit Jongsuk sudah sampai di apartementnya. Ia melewati pintu masuk dengan hati-hati berharap tak ada sosok ayahnya yang berada disini sekarang.
Jongsuk mendeketi lobby terlebih dahulu untuk meminta password kamarnya pada petugas. Karena petugas hapal betul bahwa Jongsuk memang pemilik salah satu kamar di apartement,tanpa basa basi mereka memberikan secarik kertas yang perlu ditanda tangan dan memberitahu password kamarnya.
Ia menarik nafas lega dan langsung pergi menuju kamarnya yang berada di lantai 4 itu. Setelah menemukan pintu kamarnya,ia memasukan kunci passwordnya dan akhirnya pintu itu terbuka. Bersamaan dengan terbukanya pintu,mulutnya pun terbuka menganga melihat sosok ayahnya sudah ada didepan matanya dengan tatapan marah.
“Mati aku..” Gumamnya dalam hati.
“Ya! Bagaimana bisa setelah dari Busan kau bukannya pergi ke rumah melainkan pergi ketempat orang lain?!” Selepas berdiri dari duduknya,ayah Jongsuk langsung mengeluarkan amarahnya.
“Mobilku berada di apartementnya! Aku harus mengambilnya disana namun tubuhku terlalu lelah akhirnya aku tidur sejenak disana. Apa itu salah? Kau ingin aku mati perlahan-lahan?!”
“Beraninya kau mengatakan hal seperiti itu pada orang tuamu?! Justru karena aku tau kamu lelah aku menyuruhmu pulang cepat dan aku akan menyuruh perawat untuk membuat tubuhmu tak lelah lagi!” Bentak sang ayah padanya dengan matanya yang memerah membuat orang yang melihatnya akan segera ketakutan,tp tidak untuk Jongsuk. Itu biasa.
“Tak perlu merasa perduli padaku. Jika pada kenyataannya tidak”
Tbc
Hai hai readers:) sebelum bener-bener minta maaf yah belum update yang Overdose,aku lupa dan malah bikin ff baru. Maaf bgt hehe,tar aku update lagi insyaallah hehe.
Jangan lupa kritik sama saran buat ceritanya ya di comment biar ceritanya bisa tambah bagus:)
Gomawooo

3 thoughts on “We Are The Last Chapter 1

  1. eunvejun berkata:

    seruuu ne ceritanya..
    minho sama krystal belum muncul yaaa dipart in ??
    terus dipart brapa mereka muncul..?
    hmmm minho sma krystal dri klan mana yaa kira2 ???

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s