Game Lovers Chapter 1 ”MARS”

Title: Game Lovers(Chapter 1)”MARS”

Author: Park Min Seul

Genre: Adventure, Brothership, Friendship, Fantasy, Sad, Angst, Little romance

Length: Chapter

Cast:

  • Baekhyun as Cerres
  • Chanyeol as Phoenix
  • Kris as Titan
  • Tao as Theon
  • Jongin as Apollo
  • O as Orion
  • Luhan as Polaris
  • Sehun as Virgo
  • Ivy as Juno(OC)
  • Akira as Vega(OC)
  • Stella as Demetra(OC)
  • Alec as Sculpter(OC)
  • Dimitri as Triton(OC)
  • Heracles as Oberon(OC)

 

Summary:

“Siapa bilang aku melupakan pelajaran? Kau tahu persis bukan nilai-nilaiku?”

“Kau benar! Kau selalu menjadi yang pertama di kelas, aku tahu itu…tapi bukan itu yang kumaksud…!”

 

Life is like a game, but you won’t ever think to play with a life

 

 

~#~#~

…MARS…

“Oh ayolah…jangan seperti itu.” Seorang remaja lelaki berusaha menghibur remaja lelaki disebelahnya yang terlihat cemberut.
“Jangan hanya karena Eomma dan Appa tidak mau memberikan uang kau jadi seperti ini.” Ia masih mencoba menghiburnya dan kali ini merangkulnya.
“Eomma dan Appa pelit! Mereka tidak tahu apa-apa tentang permainan!” ia merengut kesal.
“Memang apa persisnya yang Eomma dan Appa katakan?” remaja lelaki yang lebih tinggi itu kini bertanya.
“Mereka bilang kita sudah terlalu banyak memiliki games dan permainan, mereka takut semua itu akan menggangu pelajaran!” Rahangnya mengeras, tanda bahwa ia begitu marah.
“yah..sudahlah mau bagaimana lagi? Kita tidak punya uang yang cukup walaupun kita memaksa.”
“Chanyeol-ah! Apakah kau tidak ingin memiliki games itu?”
“Aku mau, hanya saja…”
“Kalau begitu pikirkanlah caranya!”
“Tapi Eomma dan Appa melarang kita..”
“Aku tak peduli apa kata Eomma dan Appa, aku…Byun Baekhyun akan memiliki permainan itu.”
“Jangan terlalu memaksakan, atau nanti sesuatu yang tidak kita inginkan malah terjadi!”
“Hei! Buka matamu! Kita ini adalah seorang gamers! Dan hanya gamers sejatilah yang akan memiliki permainan itu!” kini ia berdiri dan mengepalkan sebelah tangannya.
“Ya, aku tahu itu…tapi kau harus ingat, ujan akhir hanya tinggal sebentar lagi, dan ketika kita melewati itu kita akan menjadi siswa tingkat 3! Kita juga tidak boleh melupakan pelajaran!” Remaja yang bernama Chanyeol itu terus mengingatkan.
“Siapa bilang aku melupakan pelajaran? Kau tahu persis bukan nilai-nilaiku?”

“Kau benar! Kau selalu menjadi yang pertama di kelas, aku tahu itu…tapi bukan itu yang kumaksud…!”
“Sudahlah Chanyeol-ah, dengarkan aku…STAR WAR. Itulah yang sejak lama kita incar, dan hanya ada 2 untuk Korea Selatan. Dan aku akan mendapatkan itu!” Kemudian ia berjalan pergi meninggalkan Chanyeol.
“Huft…” Chanyeol hanya menarik napas panjang.

~#~#~

STAR WAR, sebuah permainan yang dewasa ini tengah booming bagi kalangan para gamers dan memiliki slogan bahwa hanya gamers sejatilah yang dapat memiliki permainan itu. Hanya ada 11 untuk seluruh dunia dan hanya orang-orang kalangan ataslah yang mampu memilikinya.

~#~#~

At the night, South Korea

23.58pm

Seorang remaja lelaki berjalan mengendap-endap sepanjang koridor rumahnya, tepat tengah malam dimana semua lampu telah dimatikan, dan kebanyakan orang telah tertdur lelap dan tenggelam dalam selimut dan mimpi-mimpinya. Ia memasuki sebuah kamar dengan pintu kayu berpelitur dan terdapat ukiran dengan huruf-huruf hangul yang tersusun rapi membentuk sebuah kata ‘ 찬열’.

“Chanyeol-ah…ireona, chanyeol-ah.” Ia menggerak-gerakan sesosok tubuh yang yang terbaring dibalik selimutnya.

“Hmph….” Ia menggeliat kecil lalu menoleh ke arah seseorang yang membangunkannya, kedua matanya mengerjap-ngerjap.

“Baekhyun-ah? Waeyo?” Ia duduk dan kedua matanya menyipit sementara alisnya hampir menyatu.

“Sssst, kajja!” Dengan cepat ia menarik tangan Chanyeol.

“Waeyo?” Chanyeol terlihat bingung dengan tingkah laku saudara kembarnya itu.

“Sssst….!” Baekhyun menempelkan jari telunjuk ke bibirnya.

“Kau belum tidur?” Tanya Chanyeol, kali ini dengan nada lebih rendah. Kemudian Baekhyun menarik Chanyeol masuk ke kamarnya.

“Kenapa? Kenapa kau membangunkan aku?” Tanya Chanyeol dengan ekspresi mengantuk. Baekhyun menyibak selimut dikasurnya yang berhasil menghilangkan kantuk Chanyeol seketika.

“STAR WAR?!….Bagaimana kau??….”

“Sssst!!”

“Darimana kau mendapatkan ini?”Chanyeol berbisik.

“Sudahlah, kau tak perlu tahu…ayo kita bermain, hanya bisa malam hari.“ Seru Baekhyun menarik tangan Chanyeol duduk namun Chanyeol tetap berdiri.
“Darimana kau dapatkan ini?” Tanya Chanyeol kembali.

“Sudahlah itu tidak penting..”

“Dari mana kau dapatkan ini?!” Ulang Chanyeol, kali ini dengan intonasi yang lebih tegas dan serius.

“Eomma dan Appa.” Jawab Baekhyun singkat.

“Kau mencurinya!” Ujar Chanyeol.

“Ani…hanya saja..”

“Kau mencuri uang Eomma dan Appa hanya untuk ini?!” Hardik Chanyeol.

“Oh ayolah….” Baekhyun hendak memainkannya.

“Baekhyun-ah! Sebegitu sulitnya kah kau diberi tahu?!”

“Ssst…ini sudah malam.”Gerutu Baekhyun.

“Kau mencuri uang Eomma dan Appa!”

“Lalu? Apa yang akan kau lakukan ha?! Kau akan mengadukannya? Silahkan!” Ujar Baekhyun dan mencoa menyalakan permainan.

“Tidak boleh! Aku tidak mengizinkanmu!” Dengan cepat Chanyeol merampas permainan itu dan baekhyun tak kalah cepat menarik kembali permainan itu dari tangan Chanyeol, mereka memperebutkan permainan itu.

“Sudahlah kau diam!”

“Tidak, Eomma dan Appa tidak mengizinkan!”

“Chanyeol-ah, kita bukan anak kecil lagi!”
“tidak akan kuberikan!”

PIIIP….

Sesuatu berbunyi nyaring. START. Tanpa sengaja jemari mereka memulai permainan itu, terlihat seberkas cahaya dari banyak sisi yang lama kelamaan semakin memenuhi kamar itu, dalam waktu cepat kamar itu telah dipenuhi oleh cahaya terang yang entah darimana datangnya itu, sontak mereka melepaskan permainanitu begitu saja, kemudian beralih menutupi kedua mata mereka dari terangnya cahaya itu. Dan dalam hitungan detik, perlahan tubuh mereka seolah dialiri aliran listrik kecil…

“Baekhyun-ah….” Ujar Chanyeol ketakutan dan mencari sosok Baekhyun ditengah terangnya cahaya itu..

NGIIING…

Bunyi sebuah deru mesin terdengar disekeliling mereka, angin-angin berputar semakin cepat di ruangan itu.

“Chanyeol-ah dimana kau!?” Teriak Baekhyun panik. Kini mereka beralih menutup kedua telinga mereka, deru mesin terdengar semakin keras, angin-angin terus berputar semakin kencang dan cahaya putih menutupi pandangan mereka.

“Baekhyun-ah!!” Teriak Chanyeol.

SIING

Sebuah suara desingan terdengar menyayat gendang telinga, dan perlahan-lahan cahaya putih itu memudar, anging-angin mulai tenang dan suara deru mesin perlahan menghilang. Dan mereka menghilang…

~#~#~

Baekhyun POV

Cahaya itu lama kelamaan menghilang, dan segalanya menjadi gelap. Tak ada satupun yang terlihat. Namun kemudian terdengar sebuah suara….Tolong?….Seruan meminta pertolongan juga derap langkah kaki orang yang berlari dan deru napas yang terdengar kelelahan. Seseorang membutuhkan pertolongan. Dan seberkas cahaya membuatku melompat kedalamnya, terihat olehku ia yang meminta pertolongan, dengan tubuh tinggi dan wajah yang kelelahan, dan ia terjatuh, tersandung oleh bebatuan tajam, dibelakangnya seekor ular raksasa tampak merayap begitu cepat, dan dengan cepat ia sudah berada di hadapan orang yang terjatuh itu. Ia sudah tidak sanggup berlari, perlahan-lahan ular itu mendekatinya, sosok itu menoleh ke arahku, tangannya menggapai-gapai memohon pertolongan…

Chanyeol! sosok itu adalah Chanyeol, mataku membesar, jantungku berdetak lebih cepat, aku berlari secepat mungkin menghampirinya dan keika aku semakin dekat, tiba-tiba ular itu menyerang Chanyeol dengan cepat..

“CHANYEOL…..!!”

 

~#~#~

 

“CHANYEOL…..!!” Aku terduduk dan terbangun, mimpi. Semua itu hanya mimpi. Aku berusaha mengatur nafasku lebih normal.

“Huft….”

“Hei, bisakah kau tidak membuat keributan ketika terbangun?…” Ujar seseorang, aku menoleh.

“WOAH..!!” Terlihat beberapa orang memandangku aneh. Siapa mereka?.

“Siapa kalian……”tanyaku yang kaget dengan kehadiran mereka.

“Kau tidak mengenal kami, bahkan tidak pernah bertemu kami sebelumnya.” Jawab seseorang diantara mereka. Mereka berjumlah 11 orang dan diantaranya terdapat 3 orang perempuan.

“Oh ayolah, sadarkan dulu pikiranmu..” Ujar seorang perempuan diantara mereka yang menyodorkan sebelah tangannya padaku dan membantuku berdiri.

“Hei dimana Chanyeol?” Aku bertanya pada mereka dan mereka menoleh ke suatu arah, Chanyeol duduk terdiam dengan menundukkan kepalanya.

“Dan siapa kalian semua?….mengapa kalian bisa berada dikamarku??” Ujarku penuh tanya.

“Kamarmu?…..ya ampun, apakah perbedaan dimensi membuat otakmu bermasalah?” Ujar seorang laki-laki berambut pirang dengan tinggi di atas rata-rata sambil mengetuk-ngetuk kepalaku yang membuatku jengkel.

“Apa yang sebenarnya terjadi?” Aku menggaruk kepalaku yang tidak gatal.

“STAR WAR, sebuah permainan tentang perang bintang, dimana kau harus menjadi yang paling cerdik dan kuat, agar kau menjadi pemenangnya, dan kini kau berada didalamnya.” Ujar seorang lelaki bermata bulat kemudian ia melemparkan senyum padaku.

“Maksudmu kamarku kini menjadi sebuah game? atau arena permainan? atau…”

“Kamarmu atau apapun itu……semuanya benar…” Jawab seorang perempuan bermata sipit.

“Lalu….apa?”

“Pertanyaan jenis apa itu?…..kaulah yang menjadi tribute-nya”Ujar seorang laki-laki dengan tubuh tinggi dan memiliki kulit seputih susu.

“Dan sepertinya temanmu belum bisa menerima kenyataan….” ujar seorang perempuan dengan tubuh mungil, ia menunjuk ke arah Chanyeol. Aku menghampirinya.

“Chanyeol, kau kenapa?” Tanyaku, ia berdecak dan menghembuskan nafas panjang.

“Hei…..?” Aku memegang kedua bahunya.

“Lepaskan…” Ia berkata malas dan menepis kedua tanganku, lalu menunduk menenggelamkan wajahnya pada kedua telapak tangannya. Aku menghembuskan nafas panjang dan berjalan menjauhinya, mengerti benar apa yang sedang ia rasakan.

Aku baru menyadari betapa anehnya ruangan ini, sebuah ruangan dengan dominasi warna abu-abu dan biru tua dengan banyak tombol dan beberapa kapsul yang tegak berdiri seolah menjadi tiang penyangga antara lantai dan atap ruangan ini.

“Apakah tidak ada pintu disini?” Tanyaku pada mereka yang diantaranya tengah mengobrol, salah satu dari mereka menggeleng.

“Hei, sebenarnya…darimana kalian berasal? Mengapa wajah kalian terasa begitu asing dimataku?”

“Hahaha, kau pasti berasal dari korea selatan.” Ujar seorang lelaki bermanik mata biru.

“Ya…lalu kau?”

“Permainan ini dijual untuk seluruh belahan negara di dunia, tapi tak semua negara menerimanya…..kenalkan, aku Dimitri dari Rusia.” Ia tersenyum.

“Aku Luhan dan ini Sehun, adikku…dari China.” Ujar seorang lelaki berambut coklat dengan adiknya yang memiliki kulit seputih susu.

“D.O dan ini Ivy, adik perempuanku, dari Inggris.”

“Tao, Hongkong.”

“Kris, Kanada.”

“Akira, Jepang.”

“Stella, Persia.”

“Alec, Amerika.”

“Heracles, Yunani.”

“Kalian datang dari banyak negara….kalian datang dari negara yang berbeda, lalu kenapa bahasa yang kalian gunakan sama?”

“Apakah kau tahu apa itu subtitle?” Tanya lelaki yang bernama Heracles itu. Aku hanya mengangguk pelan.

“Permainan ini memilikinya, otomatis menyesuaikan semua bahasa menjadi satu bahasa yang dimengerti satu sama lain.”

“Wow…keren, disini aku bertemu orang dari banyak negara sekaligus! Kenalkan aku Baekhyun dan ini kembaranku Chanyeol, kami datang dari Korea Selatan.” Aku memperkenalkan diri mereka hnya ber-Oo..mendengar perkataannku.

SIING

Suara desingn tajam sontak membuat kami semua menutup telinga. Dan dari dalam sebuah kapsul, cahaya putih bersinar begitu terang yang kemudian perlahan-lahan kembali normal dan terlihat sosok seseorang di dalamnya.

“Siapa itu?” Tanyaku.

“Pendatang terakhir, dan permainan akan segera dimulai….” Kami menghampiri kapsul itu kemudian D.O membukanya.

“Hhhh….” Sosok itu terjatuh tepat setelah D.O membuka pintu kapsul itu dan Alec menangkapnya, lalu D.O dan Alec membopongnya menjauh dari kapsul dan membaringkannya dilantai ruangan.

“Sepertinya ia terlalu banyak mendapat aliran listrik di tubuhnya…” Ujar D.O memegang denyut nadi orang itu.

“Huh?”Aku bergumam bingung.

“Sama sepertimu tadi..” Kris menjawab singkat, dingin sekali orang itu, membuat ia tampak begitu menyebalkan.

“Kau tertidur…?” Tanya Sehun menggerak-gerakan tangan orang itu.

“Tidak…” Ia melenguh kecil.

“Oh…”Sehun mengangguk.
“Siapa namamu?” Aku menyentuhnya dengan ujung jariku.

“Kim Jongin.” Jawabnya pelan, matanya mengedip sekali dan menelisik wajah-wajah asing dimatanya.

“Pasti kau berasal dari Korea!”Sontak aku berkata seperti itu.

“Oh apakah negaramu lama dalam mengimpor suatu barang? Kalian bertigalah Tribute yang terakhir datang.” Ujar Alec.

“Tunggu dulu…bukankah jumlah perainan itu hanya ada 11?tapi mengapa semuanya berjumlah 14 sekarang?” Aku mengabaikan Alec.

“Sepeti kau dan kembaranmu, permainan itu membawa siapa saja yang sedang bersamamu ketika memulai permainan itu. Juga sama seperti Luhan dan Sehun, kemudian D.O dan Ivy.” Heracles menjelaskan.

PIIP

Sebuah suara mengalihkan perhatian kami semua, kami menoleh kearah sesuatu yang seperti meja berbentuk lingkaran dengan 14 tombol disetiap sisinya yang ditengahnya terdapat sebuah bulatan kecil yang menampilkan sebuah cahaya hologram penginstruksi.

“Welcome to intro level, MARS..” Hologram itu mengeluarkan suara robot perempuan yang sepertinya akan memberi petunjuk pada kami.

“Apa itu?” Gumam Akira.

“Have a seat please.” Hologram itu memberi perintah selanjutnya, satu persatu dari kami mulai menempati kursi itu, begitu juga dengan Chanyeol yang berhasil menurut berkat bujukan Heracles karena ia yang sejak tadi hanya duduk diam.

“Apakah kau bisa berdiri?” Tanya D.O pada Jongin yang masih terbaring. Jongin mengangguk kecil mengiyakan, kemudian D.O membantunya berdiri, dibatu oleh Luhan dan mendudukannya di sebuah kursi, kemudian merekapun menduduki kursi masing-masing.

“Choose your name.”Komputer kembali memberikan perintahnya. Dan dihadapan kami telah tertera ratusan nama yang harus kami pilih.
“Woah ini keren!” Aku begitu tertarik dengan program ini.

“Mana nama yang cocok untukku?…” Gumam Tao.

“Aha..Sculpter!” Ujar Alec, lalu ia menekan tombol kuning dan nama Sculpter menghilang dari daftar pilihan. Tak lama satu persatu nama mulai hilang dari daftar pilihan, lalu aku menentukan pilihanku. Seperti ID Card, setelah kami selesai memilih, foto dan nama baru tertera ditengah layar hologram itu.

“Enter your password..”

“Password apa?” Tanyaku bingung.

“Apapun…kau yang menciptakannya.” Jawab Stella yang duduk di kursi sebelahku.

“Baiklah…” Ketika selesai memasukan pasword, mesin berbunyi semakin keras.

“Welcome for our tribute…” Dan sekali lagi layar hologram memperlihatkan foto kami dengan pakaian yang berbeda-beda setiap orangnya dengan nama baru dan kekuatan yang belum pernah aku ketahui keberadaannya sebelumnya.

“Baekhyun as Cerres,The Light. Chanyeol as Phoneix, The Flame. Kris as Titan, The Flying. D.O as Orion, The Earth. Tao as Theon, The Time Controller. Jongin as Apollo, The Teleport. Luhan as Polaris, The Telecins. Sehun as Virgo, The Wind. Ivy as Juno, The Healing. Akira as Vega, The Water. Stella as Demetra, The Frozen. Alec as Sculpter, The Runner. Dimitri as Triton,The Flexibelity. Heracles as Oberon, The Thunder. Welcome to the tribute and enjoy the game..”

“Keren…!” Ujar Tao riang yang kini bernama Theon dalam permainan ini.

“Now push the red button to go to next level.” Dan layar hologram itu menghilang.

“Semuanya, tekan tombol merah secara bersamaan, siap?” Oberon memberikan komandonya.

“Sekarang!” Serentak 14 tombol merah ditekan secara bersamaan. Dan sesuatu seperti menghisap kami semua, kami terhisap oleh sesuatu yang begitu kuat, tertarik dan terus tertarik. Dan kami menghilang…

~#~#~

TBC

6 thoughts on “Game Lovers Chapter 1 ”MARS”

  1. niza berkata:

    wahhhhh crita.y kren bgt…. Syang bkan exo cast utama.y ada Oc jga trnyata….. Nma mreka jga agak slit tu d lafalin but…. But it’s okay Hwaiting…….

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s