FF: The Wolf and not The Beauty (part 26)

The wolf and not the beauty

Tittle                          : The Wolf and not the beauty

Author                        : Ohmija

Cast                            : EXO

Genre                          : Fantasy, Friendship, Comedy, Action, School life

Summary                    : “Aku mohon, Luhan. Karena aku tidak ingin kehilangan lagi.”

Kembali pada kesadarannya, Sehun perlahan-lahan mencoba mencerna kata-kata Kai barusan. Apa dia bilang? Berubah? Apa dia sudah gila? Itu sama saja dengan dia yang mencoba untuk membunuh dirinya sendiri.

“Kau tidak akan melakukannya.”desis Sehun menggeleng tegas lalu berpaling kearah lain.

“Sehun, jika aku menjadi keturunan terakhir, kau tidak akan menderita lagi.”balas Kai bersikeras.

“Apa kau pikir aku akan membiarkanmu menderita?!”bentak Sehun menyambar kedua mata Kai dengan mata dinginnya. “Kau pikir aku akan membiarkannya?” Ia mengulangi. “Itu adalah keputusan paling gila yang pernah ku dengar! Kau berpikir ini hanyalah pertandingan basket yang dengan mudah bisa kau menangkan dengan kerja sama tim kalian! Kau tidak pernah menganggap ini adalah pertarungan serius! Kita—“

“Aku tidak pernah bercanda!”potong Kai sambil menghembuskan napas panjang, membuat suasana ketika kembali menegang. Yang lain, secara bergantian hanya terus memandang Kai dan Sehun, tergantung dari mana asal suara tanpa berani menyela.

“Ini adalah salahku. Jika aku tidak terlalu larut dalam luka lamaku, mungkin aku tidak akan mengenal Kyungsoo dan hidupnya tidak mungkin akan berubah seperti ini. Jika aku tidak memaksa Kris untuk mengubahku, mungkin aku dan teman-temanku akan menjalani hidup yang lebih baik.” Pria berkulit gelap itu mengacak rambutnya tanda frustasi. “Sekarang tidak hanya ibu Kyungsoo, tapi orang tua Baekhyun juga! Mereka diculik bahkan aku tidak mengetahui bagaimana nasib mereka sekarang. Yixing… Chen… mereka berubah menjadi pemburu dan kita telah membunuh Chen kemarin. Apa kau pikir aku akan bermain-main dengan hal seperti itu?!”tegasnya. Sehun menatapnya dengan ekspresi sama. “Aku hanya tidak ingin kau menderita lagi, Sehun. Tolong berhenti menangis dan menderita karena hal itu akan membuatku seratus kali lebih sakit. Aku hanya ingin kau hidup bahagia seperti dulu, seperti seorang adik kecil yang selalu kami jaga. Jika kau masih menjadi keturunan terakhir, kau tidak akan bisa berhubungan dengan Luhan selamanya!”

Ditempatnya Sehun tertegun.

Hati kecilnya sangat ingin bersama Luhan. Walaupun ruang memory-nya kosong bersama pria itu, sama sekali tidak meninggalkan serpihan-serpihan yang bisa membantunya untuk mengingat-ingat hal yang lain. Dia semakin ingin menjaga pria mungil itu setelah mengetahui jika dia adalah sahabatnya.

Kenyataan memang bertentangan dengan takdir. Karena nyatanya, mereka berdua adalah dua kutub berlawanan yang tidak akan pernah bisa bersatu. Tapi, terkadang ada hal-hal yang walaupun kalian tau itu adalah kesalahan, kalian sangat ingin melakukannya hanya untuk sekedar menjawab rasa penasaran juga kebahagiaan. Terkadang, hal-hal yang salah justru bisa meninggalkan pesan yang akan selalu diingat.

“Kau tidak bisa memutuskan hal seperti itu, Kai. Posisi itu akan berpindah padamu jika Sehun mati. Selama dia masih hidup, kau tidak akan bisa melakukannya.” Kris menyela, dia mulai muak dengan pertengkaran dua saudara ini. “Aku tidak bermaksud bahagia karena Sehun menjadi keturunan terakhir dan meremehkanmu, hanya saja ini tidak semudah yang kau bayangkan. Sehun telah mendapat pelatihan sejak kecil dan—“

“Ayah…”

Sehun bergumam pelan dengan ekspresi kosong. Hening. Seketika semuanya menoleh kearahnya dengan kening berkerut. Detik berikutnya, dengan tiba-tiba ia berdiri dari duduknya dan memerintahkan sesuatu pada Kris.

“Bawa mereka pergi dan lindungi Luhan!”

Pria bertubuh itu secepat mungkin bergerak dan meninggalkan ruang kantin. Yang lain berlari menuju kaca besar ruangan itu, melihat Sehun telah melompat tinggi dan menghilang dalam hitungan detik.

“Ada apa?!” Kai berbalik ke belakang, menatap Kris dengan mata melebar.

“Arthur.” Kris menjawabnya dengan mata yang terus menatap ke langit. “Dia ada disini.”

***___***

Sehun bergerak dengan cepat sampai ia bisa merasakan angin menampar wajahnya. Jantungnya berdegup sangat kencang dan tidak beraturan. Keringat dingin mulai membasahi pelipisnya.

Untuk apa dia kemari? Apa dia sudah mengetahui semua kekacauan ini? Dia pasti akan mencari Luhan dan membunuhnya!

Sehun bergerak menuju bukit yang terletak tepat di belakang sebuah gedung tinggi di pinggiran kota Seoul. Suasana malam itu berangin karena sebentar lagi musim dingin akan tiba. Jaket baseballnya berkibar-kibar diterpa angin hingga tak lama kemudian, dia sampai di atas bukit.

Sepasang mata kecilnya menyapu seluruh bagian dan menemukan seseorang dengan jubah hitam dan rambut panjang sebahu berwarna blonde –hampir menyerupai warna rambutnya sekarang- berdiri memunggunginya.

Seorang pria yang mempunyai postur tubuh hampir sepertinya, tidak menoleh sama sekali walaupun ia tau Sehun ada di belakangnya.

Firasatnya benar. Itu Arthur.

“Sudah, menyelesaikan tugasmu, pangeran?”suara baritonnya terdengar seperti suara Chanyeol namun sedikit lebih berat karena faktor usia. Sehun hapal benar suara itu.

Dad, aku dan Kai sedang mengumpulkan kekuatan untuk melawan Leo.”

“Leo?” gelak tawanya terdengar selanjutnya. “Dia adalah lawan yang terlalu mudah untukmu.” Kemudian, ia berbalik. Sinar rembulan yang menyusup dari celah-celah kecil rimbunan daun sedikit mempertegas bagaimana bentuk wajahnya 95% mirip dengan Sehun. Rahang tegas dan mata tajam.

“Bagaimana dengan pangerannya? Kau sudah menemukannya?”

Sehun menelan ludahnya, melicinkan tenggorokannya yang seketika terasa sangat cekat, “Kami…” sebisa mungkin ia menatap sepasang mata Arthur. “…sedang mencarinya. Yeaaah, dia belum di temukan.”

“Bukankah kau sudah bertemu dengan Kris? Tanya dia, dia yang membuang keturunan terakhir Theiss waktu itu.”

Sehun memandang kearah lain, “Yah, tentu… tapi, dad, kau tau jika jaman telah bergerak maju dan—“

SRRREEEEK

Tiba-tiba, Arthur bergerak maju. Ia mencengkram kerah baju Sehun dan mendorong tubuhnya pada batang pohon besar, menguncinya dengan cekalan dan menatap anak satu-satunya itu dengan mata merahnya.

“Jangan coba-coba membohongiku, Rouler.” Ia mendesis, memamerkan taring tajam yang mendekati wajah Sehun.

“Dad, aku…”

Arthur melepaskan cekalannya kasar, sekali lagi membuat punggung Sehun menabrak batang pohon dan kali ini berhasil mengoyak kain jaketnya.

“Suruh Kris menemuiku dan laporkan semuanya. Aku harap dia memiliki jawaban yang bagus saat bertemu denganku.”

***___***

Kris membawa teman-temannya meninggalkan ruang kantin menuju taman yang berada di depan kamar Luhan. Xiumin ada disana, keduanya terlihat sedang makan roti dari bingkai jendela. Pria tinggi itu menghela napas panjang lalu menoleh pada teman-temannya.

“Apa yang sedang terjadi? Kenapa Sehun tiba-tiba pergi?”tanya Kai menatap Kris serius.

“Kai, masalah kita kini bertambah rumit. Arthur ada disini.”

Detik itu juga mata Kai sontak membulat lebar, “Apa?!” ia terperangah.

“Tidak ada jalan lain selain pindah dari hotel Sehun. Kita juga harus menyembunyikan Luhan agar dia tidak bisa menemukannya.”

“Kris, begini… apa kita tidak bisa menjelaskan tentang—“

“Kai!”seru Kris nyaris membentak. “Kau sangat tau bagaimana wataknya. Dia sangat membenci semua keturunan Theiss.” Kemudian ia menatap Chanyeol, Baekhyun, Tao, Suho dan Kyungsoo satu-persatu. “Sebaiknya juga bawa mereka pergi. Karena jika dia mengetahui ada manusia yang mengetahui identitas kita, kita juga bisa mendapat masalah. Dan aku tidak menjamin tentang keselamatan mereka nantinya.”

“Hey, apa yang sedang kalian bicarakan sebenarnya?” Suho bergidik. “Kenapa membawa keselamatan kami? Siapa Arthur?”

Kris mengulurkan tangan, menepuk sebelah pundak Suho, “Kau memiliki tempat yang aman? Bawa mereka bersamamu.”

“Kris, tapi—“

“Aku akan menjelaskan semuanya nanti. Tapi, untuk saat ini tolong berada di tempat yang aman.”potongnya. “Aku akan mengurus disini dan mengurus Luhan.”

“Kris, aku tidak bisa meninggalkan Kyungsoo sendiri.”sahut Kai mengingat Kyungsoo adalah umpan yang paling diincar klan Theiss. “Aku harus terus mengawasinya.”

“Kita akan meninggalkannya sesaat, Kai.” Kris menghela napas panjang. “Karena aku yakin, Arthur pasti ingin bertemu kita.”

***___***

Sehun memasuki kamarnya dengan langkah-langkah panjang dan tergesa. Salah satu tangannya memegangi dadanya yang terasa sangat sakit, bercampur dengan keringat dingin yang membasahi permukaan wajahnya. Ia memucat. Rasanya seperti ingin mati saat pengaruh morfin itu hampir habis dan dia lupa jika dia harus meminumnya hari ini.

Sehun membungkuk, menarik sebuah kotak dari bawah kolong tempat tidurnya lalu membukanya tak sabaran. Ia membuka tutup botol dan meneguk cairannya dalam sekali teguk. Beberapa saat kemudian meringis kesakitan saat morfin itu bereaksi.

Ia menunduk dalam dengan punggung yang membungkuk. Untuk beberapa saat ia butuh waktu untuk menormalkan dirinya sendiri juga hasrat pemburunya. Setelah kesadarannya kembali, perlahan ia berdiri. Ini bukan saatnya berada di hotel dan berpikir tentang apa yang harus dia lakukan. Melainkan pergi sekarang dan menyelamatkan sahabat-sahabatnya. Rahang Sehun mengatup rapat, dengan kepalan di samping tubuh, ia meninggalkan kamarnya dan menuju rumah sakit.

***___***

Kai mengantar teman-temannya ke tempat persembunyian yang baru sedangkan Kris terus berada di rumah sakit untuk menjaga Luhan. Mereka memutuskan untuk berada di ruang bawah tanah rumah Suho untuk sementara, hanya untuk bersembunyi selama Kai, Kris dan Sehun menyelesaikan semuanya.

“Kai.” Kyungsoo langsung menahan lengan Kai begitu pria itu ingin pergi meninggalkan mereka. Kai menoleh. “Hati-hati.”

Pria berkulit gelap itu mengangguk lalu Kyungsoo melepaskan cekalannya dan membiarkannya pergi. Ada kekhawatiran di dalam hatinya saat menatap punggung pria itu hingga ia menghilang. Pandangannya tak juga berpaling selama beberapa detik setelah Kai menghilang. Tepukan dari Chanyeol di pundaknya adalah satu-satunya hal yang bisa mengembalikan kesadarannya.

“Tidak apa-apa. Percayalah dia akan kembali.”

Kyungsoo menoleh ke belakang, sedikit mendongak menatap wajah Chanyeol, “Aku percaya.”

“Aku tidak tau siapa Arthur itu dan bagaimana dia. Tapi sepertinya dia adalah orang yang menakutkan, dilihat dari bagaimana ekspresi ketiganya tadi.”sahut Baekhyun.

“Kalau tidak salah, Kris pernah menyebut nama itu. Arthur adalah nama ayah Sehun.” Suho menjatuhkan diri di atas ambal, mendekati perapian untuk menghangatkan tubuh.

“Ah! Yah… dia adalah ayah Sehun. Aku juga pernah mendengarnya.” Tao menyahuti, menyusul Suho dan duduk disampingnya. “Tapi, kenapa mereka ketakutan? Bukankah seharusnya mereka merasa aman karena kita telah mendapat satu bantuan lagi?”

“Sudahlah. Tidak usah dipikirkan.” Baekhyun akhirnya ingin mengakhiri percakapan ini segera mungkin. “Kita tunggu saja mereka kembali. Aku sangat lelah. Ingin tidur.” Kemudian melengos pergi, menuju kamar tidur.

Chanyeol menghela napas panjang lalu menepuk pundak Kyungsoo, “Kau juga harus istirahat.”

***___***

“Bagaimana?” Kris dan Kai menyambut Sehun dengan sebuah pertanyaan begitu ia kembali. Tidak perlu dijawab, karena robekan di jaket Sehun adalah sebuah jawaban yang membuat mereka bisa menyimpulkan semuanya.

“Astaga, apa yang harus kita lakukan?” Kris mengacak rambutnya frustasi.

“Sebaiknya kau temukan alasan yang baik ketika bertemu dengannya.” Ia menatap Kris serius lalu mengalihkan pandangannya pada Kai. “Dan kau, sebaiknya kau jaga teman-temanmu. Jangan sampai ayah tau jika mereka sudah mengetahui identitas kita.”

“Lalu kau?”

Sehun terdiam sejenak, ia menoleh kearah kanan, menatap seseorang yang sedang tertidur di kamarnya. “Aku akan menjaganya. Tidak perduli ayahku akan menentangku atau tidak.”

***___***

Hening dan gelap. Kesepian begitu mencekam dirinya ditemani dengan rasa bersalah yang teramat dalam untuk seseorang yang sedang tergeletak di depannya. Jika hanya untuk memisahkan dua orang, kenapa perbedaan itu diciptakan?

Semuanya terlihat samar diingatannya namun hatinya tetap tidak bisa berbohong. Walaupun mereka meminumkannya berpuluh-puluh botol ramuan penghilang ingatan sekalipun, mereka tetap tidak bisa menghapuskan perasaan.

Diatas semua hari-harinya yang terasa sangat sepi, ini pertama kalinya dia menemukan kenyamanan. Setelah selama ini tenggelam dalam kesendirian dan hari-harinya yang terasa kosong, ini pertama kalinya dia menemukan sebuah semangat.

Benar atau tidak, bahagia atau tidak, dia pikir hatinya selalu benar saat mengatakan jika Luhan adalah sahabat yang paling baik. Saat dia memutuskan untuk mengubah dirinya dari adik kecil menjadi sosok pemimpin, ini pertama kalinya dia merasakan beban itu berkurang dari kedua pundaknya.

Dia yakin, hatinya tidak akan pernah membohonginya.

“Apa yang harus aku lakukan sekarang?” Sehun berseru serak. “Ayah sedang mencarimu.”

Sebuah berlingan kristal bening tiba-tiba keluar dari sudut matanya, membentuk sebuah sungai kecil melewati pipi pucatnya. Rasa bersalah serta rasa takut kehilangan bergabung menjadi satu dan menyesakkan rongga dadanya.

Luhan tidak bersalah apapun, dia tidak mengetahui apapun. Dia bahkan telah menjadi seorang jarski. Apa itu masih belum cukup? Kenapa mereka masih mengikatnya sebagai keturunan terakhir klan Theiss? Kenapa Arthur masih membencinya?

Sehun tertunduk dalam-dalam bersamaan tangisnya yang terus keluar deras. Suara isakannya terdengar memilukan dan pundaknya bergetar. Kesedihan itu, tentang mereka yang ingin bersama namun tidak bisa bersama. Saat mereka sangat dekat namun dipaksa untuk menjauh.

Dia… sekuat apapun dirinya berdiri tegak dan berpura-pura kuat. Dia masih seorang adik kecil yang membutuhkan uluran tangan untuk membantunya berdiri. Masih menangis saat mereka mengalahkannya dalam permainan melempar bola salju.

Sehun terus menangis, di tumpahkannya seluruh air mata dan rasa sakitnya ke lantai. Kedua tangannya terus menggenggam tangan itu dengan kuat. Seperti takut kehilangan lagi. Seperti enggan untuk melepaskan lagi.

“Sehun?”

Ia tidak menyadari jika genggamannya terasa sangat kuat hingga membangunkan seseorang yang sejak tadi di genggamnya itu.

Sehun menatap Luhan melewati kelopak matanya yang menjadi sembab. Walaupun lampu telah di matikan dan ruangan menjadi gelap, Luhan sangat yakin jika yang sedang dilihatnya itu adalah Sehun. Tapi, apa yang dia lakukan disini?

“Sehun?” Luhan mengulangi ucapannya lagi.

“Luhan…”

Suara itu nyaris selirih hembusan angin. Namun Luhan bisa mendengarnya dengan jelas. Bahkan ketika terucap, ia bisa merasakan sesuatu yang memilukan saat Sehun mengeluarkan satu kalimat singkat itu dari keterbungkamannya selama ini. Satu kalimat yang menciptakan keheningan pekat.

Hanya sebuah nama dan mereka kini tenggelam dalam pikiran masing-masing. Hati Luhan tergerak, untuk seketika merasakan sebuah pukulan tepat di dadanya. Kepalanya tak mampu mengingat apapun namun dengan samar sebuah ingatan mencoba menyeruak keluar, membuat pusat keningnya terasa sangat sakit.

Sehun masih menatapnya dengan air mata yang belum mengering di pipinya. Menatapi seseorang yang sedang memijat pusat keningnya untuk menghilangkan rasa sakit itu.

“Luhan…” Terselip getaran hebat saat dia memanggil nama Luhan untuk yang kedua kalinya. Luhan menoleh, menatap pria berkulit pucat itu tidak mengerti. “Ikutlah denganku ke suatu tempat.”

“Kemana?” Kedua alis Luhan menyatu bingung.

“Ke tempat yang lebih aman. Aku berjanji akan menjagamu.”

“Sehun, apa yang sedang kau katakan?”

“Aku mohon.” Ia menatap Luhan sorot memohon. “Aku mohon, Luhan. Karena aku tidak ingin kehilangan lagi.”

“Sehun, aku tidak mengerti kenapa kau tiba-tiba berada disini dan mengajakku untuk pergi. Kau tau aku masih sakit dan—“

“Maka itu ayo pergi.”pintanya sekali lagi.

Luhan terdiam. Tidak mengatakan apapun, hanya matanya yang menatap Sehun penuh tanda tanya sedangkan Sehun terus memohon agar dia mau ikut bersamanya. Karena, jika memang takdirnya adalah pihak yang berlawanan dengan Luhan, ia akan mencoba untuk menerimanya mulai dari sekarang. Tapi, dia pikir seorang pemimpin harus melindungi semua orang. Tidak hanya kaumnya sendiri. Alasan itu yang ia gunakan untuk menenangkan hatinya yang terus gundah, setidaknya ia memiliki alasan yang tepat untuk menolak semua takdir itu.

Ini sudah lewat lebih dari beratus-ratus tahun lalu. Ia tidak ingin di bohongi dan menjadi orang bodoh lagi. Ia ingin melindungi Luhan seperti yang dulu selalu ia lakukan untuknya. Kali ini gilirannya. Walaupun harus… melawan klannya sendiri…

***___***

Kris pergi keatas bukit yang telah di beritahu oleh Sehun untuk menemui Arthur yang telah menunggunya. Dengan jantung yang berdebar-debar dan keringat yang mulai membasahi pelipisnya, dengan pelan ia menghampiri seorang pria dengan jubbah hitam itu.

“Paman…” suaranya nyaris bergetar saat mengucapkan kata itu.

Arthur berbalik, bersamaan angin dingin yang seketika menerpa tubuh Kris, membuatnya bergidik ngeri. Walaupun dia bukanlah pemburu, dia tetap terlihat sangat menakutkan.

“Apa yang ingin kau katakan padaku?”sengitnya dingin.

Kris menelan ludahnya susah payah lalu menunduk, tidak berani menatap kedua mata Arthur, “Aku telah menjaga Kai selama ini. Dia…. baik-baik saja.”

“Lalu bagaimana dengan Luhan?”

Kris tidak langsung menjawab pertanyaannya, mencoba menenangkan dirinya sendiri karena tubuhnya bergetar hebat. “Aku… tidak… pernah… melihatnya lagi selama ini. ” ia tergagap menjawabnya.

Arthur mengangguk-anggukkan kepalanya, “begitu?”

“Ya paman. Aku… hanya menjaga Kai.”

SRREEEEK

Dengan gerakan cepat Arthur bergerak menuju Kris dan mencekik lehernya sambil mendorong tubuhnya menuju batang pohon.

“Berani sekali kau membohongiku!” bentaknya. “Apa Sehun yang menyuruhmu untuk melakukannya, hah?! Apa dia yang memintamu untuk membohongiku?!”

“Paman… uhuk… tidak begitu…”

“Jangan coba-coba membohongiku atau kau akan bernasib sama dengan mereka yang sudah menghilang!”desisnya sarat ancaman sambil melepaskan tubuh Kris yang langsung meluruh ke bawah dan terbatuk-batuk.

“Bawa dia kemari! Aku tidak perduli dimana dia berada. Aku mau kau bawa dia ke hadapanku!”

Kris masih terbatuk-batuk sambil memegangi lehernya, “Paman, tapi aku tidak tau dimana keberadaannya.”

“Lalu siapa yang sedang kau jaga di rumah sakit itu? Kenapa kalian berlalu-lalang disana jika tidak ada sesuatu?” Arthur berbalik, menatap Kris dengan tatapan tajam. “Bawa dia walaupun kau harus bertarung melawan Sehun!”

***___***

Langkah-langkah tergesa Kai membuat semua orang langsung terbangun dari tidur mereka. Pria berkulit gelap itu, dengan gerakan cepat membangunkan Tao yang masih terlelap hingga ia terkejut dan langsung bangkit dari tidurnya.

“Kai, ada apa?!” tanya Chanyeol panik melihat wajah pucat Kai.

“Suho, apa tempat ini benar-benar aman? Kau bisa menjaminnya?” Kai tidak memperdulikan ucapan Chanyeol sama sekali. “Jika kau mempunyai tempat yang lebih aman cepat pergi kesana dan jangan kembali.”

“Ada apa? Apa yang sedang terjadi?”

Kai masih tidak memperdulikan pertanyaan itu, dia mencari Kyungsoo dan langsung mencekal kedua bahunya, “Pergilah dan cari tempat yang aman. Tidak perduli kau bisa membuat zmiana atau tidak, aku hanya berharap kau selalu aman!”

“Kai, sebenarnya apa yang sedang terjadi?” Kyungsoo menatap Kai bingung.

“Paman Arthur… dia ada disini. Tidak hanya Leo, jika dia mengetahui keberadaanmu, aku yakin dia juga akan mencarimu.”

“Tapi kenapa? Bukankah dia berada di pihak kita?” sahut Suho.

“Dia memang berada di pihak kita, tapi aku yakin dia akan menggunakan Kyungsoo untuk memancing Leo datang.”

Suho seketika menelan ludahnya, “Maksudmu… perang?” ia bertanya takut-takut.

Kai langsung mengangguk, “Perang akan di mulai sebentar lagi, Suho.”

TBC

49 thoughts on “FF: The Wolf and not The Beauty (part 26)

  1. Hilma berkata:

    Aigooo…
    Kasihan mereka,.
    Bukankah perang batin itu lebih menyakitkan?
    Semoga tidak ada yang perlu saling berkorban, semuanya akan baik2 saja…
    😢😭

  2. nina berkata:

    sumpah. arthur nyeremin bgt iia
    hiiiii……
    perang beneran sebentar lagi nih, ada arthur sih
    trs nasib luhan kyungsoo suho baek dkk gmn iia

  3. emaesa berkata:

    kasian sehun ..
    huaa bakal ada perang bntar lagi ,, suho dan kawan2 smoga bisa buat ramuan zmiana kkkkk
    di tunggu lanjutannya
    fighting

  4. Annisa Icha berkata:

    Deg-degan!
    Makin seru nih kaya’nya,tambah penasaran jadinya
    Kira-kira suho dkk berubah jadi werewolf gak ya?
    Ditunggu kelanjutannya…

  5. Kang Rae Hwa berkata:

    Omoooo Ini terlalu kejam bagi mereka. Authornim memang masternya FF kayak gini deh. Semoga tidak perlu aada yg pergi lagi kasian mereka udah cukup menderita. Lanjut thor, jebal jangan lamalama publishnya. Yang The Legend of Lordnya apa The Lorf Of Legend gitu haha juga gimana kabarnya pengen lanjutannya😉

  6. _Triaasih berkata:

    Ya ampunnnn.. Ini yg paling di tunggu2.. Keren, jadi berasa kurang panjang, itu tbc kenapa di situ coba, udah seru bgt..

    Kasian sama kris di sini, dia kaya serba salah gitu, jangan sampe deh dia harus lawan sehun, kgak tega. Mbayangin sehun nglawan klan sendiri demi luhan y ampun..
    Perang mau di mulai y? Entah kenapa aku kangen leo disini/loh/..

    Ditunggu y klanjutannya, btw ini yg kemaren bilang suka karya eonni di twitter/abaikanini/😀

  7. cho hara berkata:

    Waaaaahhhh menegangkan sekali thorr.
    penasaran bagaimana perang akan terjadi, apakah leo brhsil mengubah luhan lagi?
    lnjut ya thor… fighthing!!!
    Jgn lupa sama the lords of legend dan growlnya dlnjutin yahh…

  8. Risya_Putri berkata:

    hiiiiii,, TBC Againn😦 ..
    aigoo,, paman arthur kejam banget sihh,, apa dy gk pernah punya sahabat yah?? sampe harus ngepisahin hunhan😥 ,,,,semoga perangnya baik2 (?) aja deh😀,, gak ada lg yg menderita,, khan kasihan merekanya..

    thor, FF Growl gimana kelanjutannya nih? always stay tuned di web ini buat nunggu kabar Growl and FF ini😀
    next chapternya jangan lama2 di publish yooo .. .

  9. nanako gogatsu berkata:

    ahhh.. Merinding bcanya,,, ternyta bapaknya sehun galak amat yaahh, gak sabar dgn lnjutannya,, mian oh mijja eonni aku baru bisa ngomen di part ini,,,:) semangat untk lnjutannya eonni,,🙂 oh ya ff yg the lord of the legends kpan lnjutannya muncul ama growl jg,, hehe😀 mian sekali lagi

  10. Oh Min Joo berkata:

    Huwaaaaaaa!!!😄 Perang woy perang!!!
    Next ahhhhhhh!!!😄 Ni ampe brp chap ? 30 kah?
    Arthur walopun baik tp dia jahat, ga suka -_-

    Udh ah, Next pokoknya!! Seru seru seru!!!😀
    THE LORDS OF LEGEND PLEASE!!!!!!!!!!! :3😦

  11. boloputri berkata:

    annyeong author naneun
    putri imnida bangapta. ak
    mau mengakui sesuatu di
    sini. sbnernya ak slma ini
    udh sering bgt jd siders di
    bnyak blog tp tdk di smua
    blog ak jd siders ak hanya jd
    siders di tmpt yg ff nya agak
    kurang mnyetuh dan
    tentunya oneshoot. tp kalau
    di tmpt yg berchapter apa lg
    crtanya seru macam punya
    author ak gg bakal diem. ya
    walaupun komen nya selalu
    terakhir setelah membaca tp
    stidaknya ak masih
    meminggalkan jejak hehehe
    mian chingu baru ninggalin
    jejak hbis dr kamrin sibuk
    baca ff km yg 12 force and 12
    knight *maaf kalau
    tulisannya salah* sumpah
    itu cerita nya nyetuh pisan
    sampe bkin nangis. ak jg
    suka sama ff yg half demon
    itu seru bgt. tp ada satu ff
    yg disini ak gg ngerti jln
    crtnya ya itu ff an wolf and
    azalea. ak engga paham bgt
    sama crtanya serius deh tp
    lumayan lah buat ngobatin
    rasa rindu ku sama uri deer
    luhan. hehehe mian kalau
    banyak kan ngomong
    btw ak jg jd siders itu karena
    ak selalu mengumpulkan ff
    nya dulu trus ak save page
    nnti kalau udh ada waktu
    baru di baca hehehe mian
    sekali lg

  12. Dwi Novitasari berkata:

    Ya Tuhan jika memang terjadi perang semoga perang antara klan Arthur welawan klan Theiss bukan sehun melawan kris. semoga sehun dkk baik-baik saja.
    Lanjut ya Kak……….Fighting =D

  13. Cicil berkata:

    ini kok udah part 26 tapi muncul masalah baru lagi kaaakkkkk, makin banyak aja yah yang mau misahin ;_; terus kenapa juga si Arthur pake datenggg #pergikamuuuu# ngacauin aja kerjaannya😄 wkwkw, masalah ortu baekki sama kyungsoo aja belom selesai, belom lagi si Leo, eh bokapnya Sehun ngadain acara dateng” sama ngancem lagi-_-

    semuanya bikin pensaran dan makin pengen baca kelanjutannyaaa, keep writing yaaaa^o^)9

  14. sania kharisma berkata:

    Benci banget kalo ngeliat kata kata TBC >,<

    Tapi ga papa deh. Ceritanya makin seru dan main bikin penasaran
    Keep writing ya their. Aku nunggu chapter selanjutnya yg seperti nya bakalan makin seru dan menegangkan🙂
    Aku tunggu ya thor

  15. Puti Hilma berkata:

    Astagaa…
    Arthur datang!? Kyungso bisa jdi umpan utk leo!?
    Woaah.. Perang besar bakal di mulain nih
    Ckck masalahnya makin rumit skrg.

    Makin seru+keren authorrnim! Next chapter ditunggu ya.. Fighting!^^

  16. D_Luhan berkata:

    Ko berasa pendek ya eon ? atau perasaan aku aja hehe
    Arthur ajusshi please mengertilah tentang HunHan, mereka tidak akan bisa dipisahkan!!! :’)
    Luhan bahkan belum inget ttg masa lalunya, kesian sehun banyak terbebani :’)
    Daebak eon, ternyata uda sampe chapter uda 26, ga kerasa bahkan klimaksnya aja belum sampe😀 Hwaiting untuk next chap nyaaa eonni❤ Jangan lupa sama ff lainnya juga, aku kangen bgt The Lord Of Legend :')

  17. Azizah amatu zikrah berkata:

    Huwaa daebak thor, jebaal nextnya jgn lama lama thor, kok aku rasa ff ni kependekan ya? Hehehe panjangin dikit gpp kan thor? Keep writing thor ! 🙂 oh ya ff growl sama the lord of legend nextnya ditunggu bgt nih!

  18. Ren berkata:

    Tunggu thor, bukannya Arthur itu ayah nya Kai sm D.O yg udah meninggal di chap 13 yah?
    waktu perang sm klan Theiss.
    kenapa bisa muncul lagi?

  19. Hana berkata:

    Authornim..makasih sudah mengupdate inii… *peluk* *eh
    Wah wah..itu bapakny Sehun ternyata galak.. -_-”
    Sehunnie,tlg lindungi Luhan..jebal.. *abaikan
    Ceritanya makin seru..ditunggu update slanjutnya thor..
    Fighting!!!!

  20. izma hamballah berkata:

    kok makin tambah rumit aja?
    trus knapa ayahnya sehun tau semuanya? kan sehun awalnya hilang ingatan, gk tau mengenai luhan. kenapa disuruh menagkap luhan??misi sebenarnya apa sich? jdi bingung.
    ditunggu kelanjutanya aja deh..
    fighting!!

  21. Vi Hun-Han berkata:

    Gila !! Tu bapak rouler ada muncul yha?
    Wah wah wah.. Ceritanya makin seru dan menegangkan.. Author Daebakk..!! Epep nya jg Daebakk..!! Next nya jngan kelamaan yah..

  22. shintya berkata:

    Arggg gilaa
    Ceritanya makin tgang aja….
    Papa sehun serem amat sih -.-
    Hadeh apa yg bakal terjadi sama hunhan nihhhh
    Di tunggu lanjutannya thor
    Oh iya min kok library nya belum diupdate ya?

  23. sehunbee berkata:

    KREKK /Hp remuk/

    astaga ka, aku benar-benar ga bisa berenti bilang astaga…habis masalahnya datang silih berganti, kaya semut nemu gula/?

    Kemaren-kemaren Artur itu cuma muncul namanya doank, eh sekarang orangnya yang muncul bikin greget aja…ah elah /banting Hp/ #esmosikan gue…

    Ydh ah langsung cau ajja => Chapter 27

    Regards,

    Sehun’Bee

  24. ramon berkata:

    Perang? Luheen cepetan sadarlah biar bisa bantu bantu dikit. T-T
    Arthur kenapa ngeselin sih? kasian anaknya itu kehilangan sahabat malah suruh bunuh-bunuhan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s