Crazy Without You Part 7

Crazy Without You

Tittle     : Crazy Without You

Author   : Ohmija

Cast  : Donghae SJ, Yoona SNSD, Sehun EXO

Support Cast    : The Rest members SUJU, SNSD, EXO

Genre : Romance, Family, Friendship, Comedy

Summary    : “Jadi, ahjussi suka atau benci pada oema?”

“Oppa akan menikah?” Tiffany bertanya sambil menatap lurus kearah Siwon.

Siwon mengangguk, sebisa mungkin menyembunyikan rasa sesak di dadanya di depan Tiffany. “Aku akan segera menikah, Tiffany.”

“Oh, sungguh?” Senyuman lebar tercipta di wajah cantik wanita itu. “Dan calon istri oppa adalah Yoona?” nadanya semakin bersemangat. “Waaah! Chukkae! Kalian berdua sangat cocok! Chukkae!” Tiffany melompat-lompat senang sambil bertepuk tangan. Senyumnya semakin lebar bersamaan dengan terciptanya eye smile di sepasang matanya.

Siwon hanya tertegun melihat ekspresinya yang terlihat begitu menggembirakan sedangkan Yoona, di tempatnya dia hanya menatap kearah Siwon dalam diam.

“Ya, Yoona. Im Yoona.”

Yoona berbalik ke belakang, Donghae muncul sambil menggandeng Sehun bersamanya membuat Siwon langsung mengerutkan keningnya bingung.

“Siwon ahjussi, annyeong!” Sehun melambaikan tangannya sambil tersenyum lebar.

Siwon semakin mengerutkan keningnya. Kenapa Sehun tiba-tiba berubah? Biasanya dia akan berlari kearahnya lalu memeluknya.

“Sehunnie, apa yang kau lakukan disini?” Siwon memaksa diri untuk tersenyum. “Ikut oema bekerja?”

Sehun mengangguk, “Karena ini akhir pekan.”serunya lalu menunjuk Donghae, “Ahjussi kenalkan, dia adalah—“

“Ahjussi sudah mengenalnya.”potong Siwon sambil menatap Donghae dengan tatapan tajam namun samar. Donghae mengerutkan keningnya, menunjukkan ekspresi yang sama lalu berpaling pada Yoona.

“Yoona, bukankah ini giliranmu untuk memeriksa kostum kami? Kami semua sudah menunggumu di ruangan.”

“Oh, benar. Baiklah.” Yoona menggaruk tengkuk belakangnya, menyadari jika terjadi kecanggungan diantara mereka semua.

“Kalau begitu Sehun ikut bersamaku. Aku akan menjaganya.”

Saat Donghae dan Yoona berbalik, tangan Siwon tiba-tiba terulur dan menahan lengan Sehun. Donghae melirik dari sudut matanya, dengan cepat mempertahankan lengan Sehun dalam genggamannya.

Yoona dan Tiffany sama-sama membulatkan mata mereka karena hal itu. Sepertinya mereka tidak menyukai satu sama lain.

“Aku rasa dia lebih menyukai di backstage.”sengit Donghae dingin, mengecam Siwon lewat matanya.

Siwon tersenyum tipis, masih menarik lengan Sehun, “Bagaimana kau tau? Kau tidak mengenalnya, kan?”

Hening.

Untuk seketika tempat itu berubah menjadi begitu mencekam bagi Yoona. Apa-apaan ini Lee Donghae? Kenapa dia mencari masalah dengan Siwon juga?

“H-hentikan…” Yoona buru-buru melepaskan cekalan keduanya lalu menarik Sehun padanya. Ia melingkarkan kedua lengannya di leher Sehun. “Aku pikir aku bisa menjaganya. Kalian tidak perlu khawatir.” Wanita itu tersenyum, entah pada siapa karena Donghae dan Siwon masih beradu dalam tatapan mata. “Kajja, Sehunnie.” Pada akhirnya, ia menggandeng lengan Sehun dan membawanya pergi dari sana.

Berada di tengah-tengah, Tiffany menatap keduanya bergantian lalu mendorong tubuh Donghae membuat pria itu mengalihkan tatapannya.

“Masuklah. Oppa harus ganti baju.”

Donghae terdiam sejenak. Tiffany mengangguk kemudian pria itu akhirnya berbalik pergi. Setelah punggungnya menghilang, Fany menatap Siwon sambil tersenyum.

“Bunga itu bukan untukku, kan?” ia menunjuk bucket bunga yang sedang di pegang oleh Siwon. Siwon terkejut. “Berikan padaku, aku akan memberikannya pada Yoona.”

Tiffany mengulurkan tangannya namun Siwon tidak bergerak. Pria tinggi itu menatap uluran tangan Tiffany, terdiam.

“Berikan.”

Tiffany menggoyang-goyangkan tangannya pada Siwon. Pria itu mengerjap, buru-buru ia tersenyum lalu mengangguk dan memberikan bunga itu pada Tiffany.

“Tolong berikan itu padanya.”

“Asalkan oppa harus berteriak dengan nyaring nanti.” Tiffany tersenyum lebar, menunjukkan ibu jarinya pada Siwon. “Bye oppa.”

Balas melambai pada wanita cantik yang bergerak menuju ruangannya itu. Siwon tersenyum kecut menatapnya.

Bukan. Bunga itu bukan untuk Yoona.

***___***

“Kenapa sih kau selalu mengundangnya? Apa karena dia adalah pacarmu jadi kau mengundangnya datang kemari? Ini bukan konsermu.” Donghae mengomel sepanjang jalan mereka menuju ruangan Super Junior membuat Sehun hanya bisa menghela napas sambil geleng-geleng kepala. Lagi-lagi bertengkar. “Karena dia kau jadi terlambat memeriksa kostum kami.”

“Aku tidak mengundangnya! Jangan bicara yang tidak-tidak!”balas Yoona ikut kesal.

Donghae membuka pintu ruangan, melanjutkan omelannya. “Lalu kenapa dia bisa kemari? Darimana dia tau jika bukan darimu?” membuat semua member langsung menatap mereka berdua dengan kening berkerut.

“Hai Sehunnie…” Baekhyun melihat Sehun lagi sambil tersenyum lebar, Sehun cemberut, menyembunyikan dirinya di belakang Yoona.

“Dia juga teman Tiffany unnie. Mungkin dia yang mengundangnya. Jangan bicara seenaknya dan jangan menuduhku.”

Donghae tertawa mendengus, “Waaah, temannya adalah wanita cantik. Kau harus berhati-hati karena mungkin saja dia jadi tertarik dengannya.” Pria itu melirik Yoona dengan cengiran menyebalkan membuat Yoona tidak bisa menahan amarahnya lagi.

“YA! Aku sudah muak denganmu! Muaaaaak!” Ia mengulurkan kedua tangannya, mencekik leher Donghae membuat semua member langsung berdiri. Eunhyuk dan Kibum menarik Yoona ke belakang, melepaskan tangannya.

“Yoona-yaa, apa yang kau lakukan?” Leeteuk juga menarik tubuh Donghae yang langsung memegangi lehernya yang terasa sakit.

“Astaga! Kau mau membunuhku, huh?! Kau mau membunuhku!”jerit Donghae lalu batuk beberapa kali.

“Yah, aku akan membunuhmu lalu memotong-motong tubuhmu dan menjadikannya makanan anjing!”

Heechul langsung menutup kedua telinga Baekhyun sedangkan Sungmin melakukannya pada Sehun, “Hentikan. Kalian bertengkar dan mengeluarkan kata-kata yang tidak sopan di depan anak kecil!”

Yoona menghembuskan napas keras-keras, melepaskan cekalan Eunhyuk dan Kibum dari tangannya. Benar juga. Ada Sehun dan Baekhyun disini. Mereka tidak boleh bertengkar.

“Baiklah. Kita bersiap-siap sekarang!”

***___***

Yoona tengah sibuk memeriksa pakaian Super Junior, seperti memperbaiki dasi mereka ataupun merapikan tatanan rambut walaupun dia bukanlah seorang perias. Sehun tengah sibuk memakan chocopienya di bagian pojok sedangkan Baekhyun sudah dibawa oleh orang tuanya menuju tempat duduk VIP Family penonton.

Satu-persatu memeriksa mereka, hingga pada akhirnya tibalah giliran Donghae. Kekesalan itu masih tidak hilang dari wajah keduanya. Mereka berdua memasang wajah ketus namun Yoona tetap berusaha bersikap professional.

“Pakai dulu dasimu, aku akan merapikannya nanti.”

“Aku tidak ingin pakai dasi.” Donghae membuang pandangan.

“Tapi kau harus memakainya. Yang lain memakainya.”

“Heechul hyung tidak.”balasnya pendek.

“Dia berbeda.”

“Aku tidak mau pakai dasi.” Donghae tetap bersikeras lalu berlalu pergi mendekati cermin dan memeriksa penampilannya.

Dari belakang, Eunhyuk mendekati Yoona karena dia melihat keduanya lagi-lagi adu argumentasi.

Pria itu berbisik, “dia tidak bisa memakai dasi. Mungkin dia malu mengatakannya.”

Yoona berbalik dengan mata melebar, menunjukkan ekspresi yang mengatakan ‘Sungguh?’ pada Eunhyuk. Eunhyuk mengangguk. Mengembalikan pandangannya pada Donghae, Yoona semakin mendengus dalam hati.

‘Dasar. Dia kan bisa mengatakannya padaku!’

Bersungut-sungut, Yoona menghampiri Donghae sambil membawa dasi di tangannya. Melihat Yoona dari pantulan cermin, Donghae berbalik dengan kening berkerut.

“Aku bilang aku tidak ingin—“

Yoona langsung melingkarkan dasi yang dibawanya tadi di leher Donghae membuat pria itu terkejut karena tanpa suara, wanita cantik itu juga memilinkan untuknya.

Ada sebuah serangan yang dirasakan Donghae pada jantungnya karena detaknya kini menjadi tak karuan dan bekerja sangat cepat. Ia bisa merasakan jika jantungnya terasa ingin copot dan melompat keluar.

Apa-apaan ini? Kenapa wajahnya sangat dekat?

“Nah, begini lebih bagus.” Yoona tersenyum lebar lantas menepuk-nepuk pundak Donghae lalu berbalik pergi, meninggalkan pria yang langsung menyembunyikan wajahnya karena merasa malu. Melirik sekilas pada cermin yang ada di depannya, wajahnya benar-benar berubah menjadi senada dengan warna tomat.

“Sehunnie, oema harus pergi. Kau mau ikut dengan oema atau tunggu disini?”

“Aku akan tunggu disini saja.”

“Baiklah.”

Ia menghusap kepala Sehun beberapa kali lalu meninggalkan ruangan. Para member sudah bersiap karena sebentar lagi konser akan di mulai. Sehun duduk seorang diri dengan tenang, memperhatikan seluruh ruangan yang dipenuhi dengan orang-orang asing.

Leeteuk dan Kyuhyun bersama-sama keluar, sudah bisa ditebak jika mereka akan menuju ruangan SNSD. Sementara Sungmin sibuk menelpon seseorang dan meninggalkan ruangan juga. Tersisa beberapa orang, merasa bosan karena Donghae menjadi pendiam, Eunhyuk ikut meninggalkan ruangan yang disusul oleh langkah Kibum di belakangnya.

“Sehunnie, kau tunggu disini dulu. Hyung, ingin keluar sebentar.”seru Heechul mendekati Sehun dan berjongkok di depannya.

“Baiklah. Ahjussi keluar saja. Aku akan menunggu oema disini.”

Mata Heechul sontak membulat, “Ahjussi? Sebenarnya, kau bisa memanggilku hyung.”

“Kata Eunhyuk ahjussi, aku harus memanggil semuanya ahjussi. Terutama denganmu.”

“Apa?”seru Heechul kaget, ‘Dasar anak itu, sialan’ rutuknya dalam hati. Kemudian ia berdiri, menoleh ke belakang, kearah Donghae. “Donghae-yaa, aku pergi dulu. Jaga anak ini.”. Donghae mengangguk tanpa suara membuat Heechul hanya mencibir. “Kenapa anak itu?” lalu meninggalkan ruangan begitu saja.

Setelah ruangan itu kosong, barulah Donghae bergerak. Ia berdiri menghampiri Sehun dan duduk disamping anak itu. Punggungnya sedikit membungkuk untuk menjajarkan wajah mereka.

“Apa yang sedang kau lakukan Sehunnie?”

“Aku sedang makan.” Sehun menunjukkan bungkus chocopie-nya pada Donghae.

“Eumm… Sehunnie, bolehkan ahjussi bertanya sesuatu?”

Sehun menoleh, “Tentang apa?”

“Apa orang itu benar-benar akan menikah dengan oema-mu?”

Kening Sehun berkerut, “Siwon ahjussi?” Donghae mengangguk. “Yah, dia akan menikah dengan oema nanti.”

“Kapan?”

Anak kecil itu mengendikkan kedua bahunya, “Aku tidak tau.”

“Apa kau yakin dia adalah orang baik? Bagaimana jika dia adalah orang yang jahat.”

“Ani. Siwon ahjussi bukanlah orang jahat. Sejak kecil aku selalu bersamanya dan dia selalu baik padaku.”

“Sejak kecil?” Donghae kembali bertanya. “Jadi kalian sudah mengenal sangat lama? Kenapa oema mu tidak menikah dengannya sejak dulu?” Belum sempat Sehun menjawab pertanyaan Donghae, lebih dulu Donghae berseru sambil menggeleng. “Ah sudahlah, kenapa aku perduli?”

“Apa ahjussi membenci oema?” Kini giliran Sehun bertanya.

Donghae sedikit terkejut, “Tidak. Kenapa?”

“Lalu kenapa ahjussi selalu marah-marah dengan oema?”

“Masalah itu…” Donghae menghela napasnya lalu menunduk, “Karena oema mu sangat menyebalkan.”balasnya dengan suara pelan.

“Tapi ahjussi bilang ahjussi tidak membenci oema.”

“Ahjussi memang tidak membencinya. Hanya saja—“

“Apa itu artinya ahjussi menyukai oema?” Sehun memotong ucapan Donghae membuat Donghae langsung tersentak kaget dengan pertanyaannya. Tanpa sadar wajahnya berubah merah hanya karena pertanyaan dari seorang anak kecil. “Kenapa kau bisa mengatakannya? Tidak, ahjussi tidak menyukainya.”

“Karena kata oema, hanya ada dua perasaan di dunia ini. Suka dan benci. Oema menyuruhku untuk tidak membenci seseorang karena itu bukanlah hal yang baik.” Sehun menjelaskan seperti dia yang lebih dewasa dari Donghae, sedangkan Donghae duduk disebelahnya dan mendengarkannya dengan baik. “Jadi, ahjussi suka atau benci pada oema?”

Donghae terdiam. Semakin gugup karena dia tidak bisa menjawab pertanyaan sederhana Sehun. Dia tau, perasaan suka yang dimaksud oleh Sehun bukanlah perasaan suka yang dipikirkannya. Dia masih terlalu kecil untuk memikirkan hal-hal seperti itu. Tapi, kenapa dia tetap malu untuk menjawabnya? Jika dia tidak membenci Yoona, apa dia menyukainya? Tidak. Dia juga tidak menyukainya.

“Sehunnie, tidak semudah itu menjawabnya.”

“Kenapa? Aku menyukai ahjussi lalu aku akan mengatakan jika aku menyukai ahjussi. Kenapa sulit?”

Donghae merasa semakin frustasi, “Sehunnie, bagi orang dewasa, pertanyaan itu adalah pertanyaan yang rumit.”

“Kenapa ahjussi tidak mencoba bertanya pada oema? Mungkin oema bisa membantu ahjussi.”

Lagi-lagi Donghae terdiam. Astaga, anak ini… sebenarnya siapa yang mengajarkannya hal-hal seperti itu?

Donghae sudah membuka mulutnya namun tiba-tiba pintu ruangan terbuka, membuatnya menelan kembali kata-katanya. Bersama dengan Sehun, menoleh kearah pintu.

“Donghae-ssi, sebentar lagi giliranmu. Yang lain sudah berkumpul di dekat panggung.” Yoona muncul dan berjalan mendekati mereka berdua. “Sehunnie, ayo makan. Kau pasti lapar, kan?” Wanita itu mengambil lengan Sehun dan menggandengnya.

Ditempatnya, Donghae masih menunduk, tidak berani menatap Yoona, “Kenapa kau yang memanggilku?”

“Karena yang lain sudah mencoba menelponmu namun tidak kau angkat. Cepatlah, mereka sudah menunggumu.”

***___***

Konser sebentar lagi berakhir dan Yoona mengantarkan Sehun pada Siwon yang telah menunggunya di luar. Siwon sengaja meninggalkan konser lebih dulu untuk menghindari keramaian penonton nanti. Lagipula Yoona mengiriminya pesan jika Sehun sudah lelah dan sangat mengantuk.

“Oppa, tolong antarkan Sehunnie pulang. Setelah konser, aku harus mengurus beberapa dulu.”seru Yoona.

Siwon mengangguk, lalu menggandeng lengan Sehun, “Baiklah. Aku akan menunggumu di rumah.”

“Oema,”panggil Sehun sambil menghusap-husap matanya.

“Ada apa Sehunnie?”

“Aku tidak bertemu Donghae ahjussi. Bisakah oema mengatakan jika aku sudah pulang? Aku takut Donghae ahjussi akan mencariku.”

Yoona tersentak, ia menatap Siwon yang juga sedang menatapnya beberapa saat lalu buru-buru tersenyum dan memandang Sehun lagi.

“Baiklah. Oema akan menyampaikannya. Tunggulah oema di rumah dan jangan lupa untuk membuat susu jika kau ingin tidur.”

Sehun mengangguk-anggukan kepalanya. Siwon mengulurkan tangannya, menepuk pundak Yoona lalu pamt pulang.

Setelah keduanya pergi, Yoona berbalik dan berjalan masuk ke backstage konser. Terlihat semua member grup idola kembali dari panggung. Mungkin konser sudah selesai.

Lee Soo Man, pemilik SM Entertaiment terlihat hadir dan berdiri di ujung ruangan untuk menyambut anak-anaknya. Ia memberikan high five dan pelukan pada satu-persatu member yang datang. Mereka terlihat seperti sebuah keluarga dekat.

Yoona terus tersenyum menatap mereka membuatnya merindukan mendiang orang tuanya. Hingga tiba-tiba seseorang memeluknya membuatnya tersadar dari lamunanya.

“Yoona-yaa, kita melakukannya dengan baik!”

Heechul memeluknya sambil menepuk-nepuk punggung belakangnya. Yoona mengerjap beberapa kali lalu mengangguk.

“Yaah oppa, kita berhasil.”

“Yoona yaa, terima kasih atas kostumnya! Kau yang terbaik!” Tiffany dan Yuri juga memeluknya bergantian, serta member yang lain juga melakukan hal yang sama.

Ada perasaan bahagia yang dirasakan oleh Yoona karena semua orang membuatnya merasa jika dia adalah bagian dari keluarga ini. Saat semua usahanya dihargai dan orang lain menyukai karya-karyanya. Ini adalah pertama kalinya dia merasa nyaman dengan pekerjaannya dan semua orang yang dia temui. Penuh kasih sayang dan kekeluargaan.

Dan saat orang terakhir datang, senyum lebar Yoona luntur dari wajahnya seketika. Hal yang sama juga terjadi pada Donghae yang perlahan-lahan berjalan mendekati Yoona. Keduanya terlihat canggung satu sama lain dan tidak tau apa yang harus mereka lakukan untuk beberapa saat.

“Harusnya kalian berpelukan dan mengatakan ‘kau sudah bekerja keras’

Leeteuk mendorong tubuh Yoona kearah Donghae membuat wanita itu bergerak maju. Sedangkan Donghae yang ikut terkejut pada hal yang telah dilakukan oleh Leeteuk, menangkap tubuh Yoona dan tanpa sengaja memeluknya. Yoona buru-buru berdiri lalu melotot pada Leeteuk yang langsung kabur menuju ruangannya.

“Maafkan aku.”seru Yoona pelan merapikan rambut dan bajunya.

“Sudahlah. Mereka memang begitu. Tolong jangan marah atas perbuatan hyungku tadi.”

Hening beberapa saat. Tidak ada yang mengeluarkan suara sama sekali setelah itu.

“Sudah waktunya makan.” Donghae memecah keheningan diatara mereka.

Yoona mengangguk kikuk, “Yah, sudah waktunya.”

***___***

Para member grup idola mengambil kotak makanan mereka yang telah disediakan diatas meja. Beberapa staff, termasuk Yoona juga mengisi perut mereka karena sudah sangat kelaparan.

“Yoona-yaa…”

Yoona menoleh dan mendapati Jessica sedang melambai kearahnya. Ia tersenyum lalu berjalan mendekati sebuah meja yang telah terisi oleh Jessica, Sunny dan Kibum itu.

“Ayo bergabung bersama kami.”ajak Jessica.

Yoona mengangguk, “Gomawo unnie.”

“Kau sudah bekerja sangat keras Yoona.” Kibum menepuk pundak Yoona beberapa kali lalu menyumpitkan sesuatu ke dalam mulutnya.

“Aniyo oppa. Aku hanya mengerjakan tugasku.”balasnya sopan. “Ngomong-ngomong, dimana yang lain?”

“Huuuh, Taeyeonnie sedang makan di meja Super Junior bersama Teuki oppa. Seohyun juga di bawa pergi oleh Kyuhyun oppa. Yuri berada di meja Shinee dan yang lain, entahlah… kau lihat saja mereka.” Jessica berbalik ke belakang, menunjuk beberapa member SNSD yang sedang makan bersama grup lain.

“Kalian memang sangat dekat.”kata Yoona.

“Tentu saja. Sudah lebih dari 10 tahun kami melakukan hal ini bersama-sama. Mereka sudah seperti keluargaku.”sahut Sunny dibalas anggukan oleh Kibum.

“Yaaah, walaupun ada beberapa diantara mereka yang melewati batas kekeluargaan itu.” Kibum tersenyum kecil. “Tapi, selama mereka bahagia, aku menyetujuinya.”

“Lalu kapan oppa akan menyusul mereka?” Sunny menyenggol pundak Kibum dengan pundaknya sambil tertawa. “Aku tidak pernah mendengar skandal tentang oppa.”

“Jangan bicara tentangku. Lalu bagaimana denganmu? Kau juga tidak berkencan selama ini.”cibir Kibum.

“Aku berkencan!”

“Yah, kencan yang hanya bertahan selama beberapa bulan.” Kibum mengendikkan kedua bahunya. “Hentikan itu, kau sudah berada di umurmu untuk menikah.”

“Ya! Jangan menyinggung masalah umur di depan wanita. Itu tidak sopan!” Sunny memukul lengan Kibum kesal.

“Oppa, tidak sopan.”sahut Jessica membuat Yoona hanya tertawa. “Eo? Yoona, ku dengar kau akan menikah.” Ia memajukan tubuhnya mendekati Yoona sambil tersenyum. “Sungguh? Dan ku dengar calon suamimu sangat tampan. Uwaah, chukkae. Kau membuatku iri.”

Yoona yang sedang mengunyah makanannya nyaris saja tersedak begitu mendengar ucapan Jessica. Bagaimaa dia bisa tau? Apa Tiffany yang mengatakannya?

“Yoona-yaa, benarkah? Kau akan segera menikah?” Kibum ikut bertanya.

“A-aniyo, oppa.” Yoona tertawa gugup.

Tidak menyadari bagaimana suasana hati Yoona sekarang, Jessica terus mengoceh dengan nada menggebu-gebu, “Tiffany yang memberitahuku, dia bilang calon suamimu adalah sahabatnya. Kalau tidak salah namanya adalah Choi… eum… Choi…” ia memutar bola matanya, lupa siapa yang disebut oleh Tiffany tadi.

“Yoona!” Tiba-tiba Eunhyuk muncul, menepuk pundaknya membuat percakapan mereka terhenti begitu saja. Diam-diam, Yoona menarik napas lega. Bahkan dia sendiri belum memastikan tentang masalah ini. “Kau melihat Donghae?”

Yoona menggeleng, “Aniyo.”

“Bukankah tadi dia bersamamu?”

“Ani, kami tadi hanya—“

“Dia menghilang padahal sudah waktunya makan.” Eunhyuk menyela begitu saja. “Aku khawatir penyakit maagnya akan kambuh. Kau bantu aku berikan ini untuknya ya, aku harus menemui Lee Soo Man sonsengnim.” Ia memberikan kotak makan itu pada Yoona bahkan sebelum Yoona menyetujuinya. Begitu saja meninggalkan wanita itu tanpa sempat mengucapkan sepatah kata apapun.

Yoona melirik kearah Kibum yang tanpa sengaja juga sednag menatapnya, “Oppa, bisakah—“

“Aaah, aku sangat lapar. Aku rasa aku harus makan lebih banyak.” Dengan cepat Kibum menunduk dan menghabiskan makanannya sebelum Yoona sempat menyampaikan niatnya.

Berpaling pada Sunny dan Jessica, keduanya juga langsung menyibukkan diri mereka sendiri membuat Yoona hanya bisa menghela napas panjang. Ah, lagi-lagi berurusan dengan pria itu.

Bersungut-sungut dan dengan niat yang hanya setengah, Yoona beranjak dari tempatnya dan berjalan mencari Donghae. Bukankah tadi dia bilang dia ingin makan? Kenapa tiba-tiba menghilang? Merepotkan saja.

Yoona berkeliling mulai dari area panggung hingga backstage untuk mencari Donghae namun tidak menemukan pria itu dimanapun. Apa mungkin dia pulang?

“Jogieyo,” ia menyapa seorang staff laki-laki yang lewat. “Apa kau melihat Lee Donghae?”

“Donghae?” keningnya berkerut. “Aku tidak melihatnya.” Ia menggeleng lalu melanjutkan langkahnya lagi.

Yoona mengerang kesal, “Dasar pria brengsek, selalu merepotkanku!”

Wanita berkaki jenjang itu masih mencari Donghae di seluruh tempat namun ia tidak mendapatkan hasil apapun. Hingga pada akhirnya, saat ia berada di luar arena konser. Matanya menangkap sosok laki-laki sedang duduk seorang diri diatas rumput.

Kening Yoona berkerut ragu, “Apa itu dia?” namun memutuskan untuk mendekati pria itu. Teryata benar, itu dia. Ia hapal bagaimana bentuk punggung pria itu.

“Ya,” Yoona enggan menyapanya dengan sapaan halus. Hanya berjongkok disebelah pria itu sambil memberikan kotak makanannya.

Donghae menoleh, menatapnya dengan kening berkerut, “Apa?”

“Makananmu.” Yoona menggoyangkan kotak makanannya di depan Donghae. “Eunhyuk oppa menyuruhku untuk memberikan ini padamu.”

“Ha?” Kening Donghae semakin berkerut. Kemudian ia mengambil sesuatu dari sisi kirinya dan menunjukkannya pada Yoona. “Ini kotak makananku. Dia yang memberikannya padaku tadi.”

Yoona terkejut tak karuan mendengarnya, “Apa? Tapi dia menyuruhku—“

“Sudahlah. Dia pasti tidak mengetahui jika kau akan menikah.”

“Apa?”

Donghae tidak menjawab apapun setelahnya. Ia mengembalikan pandangannya ke depan, meninggalkan Yoona yang tenggelam dalam kebingungannya.

“Duduklah disini.” Tiba-tiba Donghae menarik lengan Yoona dan memaksanya untuk duduk disampingnya. Yoona terkejut namun tidak protes atas perlakuan Donghae barusan. “Kau bisa makan makanan itu jika kau mau.”

Yoona menatap sisi wajah Donghae, “Kau tidak makan makananmu?”

“Aku tidak lapar.” Ia menggeleng tanpa menoleh sedikitpun.

“Eunhyuk oppa bilang kau memiliki penyakit maag, sebaiknya kau makan.”

Donghae tersenyum kecil mendengarnya, “Apa kau sedang perhatian padaku?” membuat Yoona langsung cemberut kesal. “Apa kau benar-benar akan menikah?” Kali ini Donghae menoleh, bersamaan dengan Yoona yang juga memalingkan wajahnya kearahnya. “Kau akan menikah?” Ia bertanya sekali lagi.

“K-kenapa?”balas Yoona gugup.

“Tidak. Chukkae…” Donghae tersenyum membuat Yoona semakin tidak mengerti. “Bukankah sangat bahagia jika seseorang bisa menikah dan memiliki keluarga?”

“Kau juga bisa menikah jika kau mau.” Yoona membuang pandangannya kearah lain, tidak tahan jika dia harus bertatapan lebih lama dengan Donghae.

“Kau benar.” Donghae mengangguk-angguk. “Harusnya aku menikah.”suaranya terdengan semakin memelan. “Aku sangat menyukai anak-anak dan berharap aku bisa menjadi ayah dengan cepat. Aku ingin bermain dan mengajarkan anakku tentang sepak bola. Tapi, ternyata aku tidak cukup beruntung untuk hal itu.”

Yoona bisa merasakan jika ada sesuatu yang telah terjadi pada pria yang sedang duduk disampingnya itu. Karena ia pernah melihat bagaimana dia benar-benar berubah saat dia berada duantara anak-anak. Dibalik sikapnya yang kasar dan kekanak-kanakkan, terselip sifat penyayang dibaliknya. Donghae yang dilihatnya saat berada disamping Sehun dengan Donghae yang berada diatas panggung benar-benar berbeda. Terkadang, ia tidak bisa mengerti dengan hal itu.

“Kenapa? Apa ada yang terjadi?” Yoona bertanya hati-hati.

“Banyak hal yang telah terjadi.” Donghae memeluk kedua lututnya dan menopangkan dagunya diatasnya. “Banyak hal yang telah aku lewati.”

“Donghae-ssi,”

“Jika kau telah menikah nanti, apa aku masih boleh bertemu dengan Sehun?” Donghae menatap Yoona sarat memohon. “Aku sangat menyukai anakmu.”

Yoona tertegun menatap sepasang mata sendu Donghae. Matanya itu, sorot pandangan yang tidak bisa membuat seseorang untuk menolak permintaannya.

“Aah, aku sangat kedinginan.”

Apa dia benar-benar Donghae? Kenapa dia mudah sekali untuk berubah? Beberapa saat lalu, dia sangat kesal dengan pria itu. Namun sekarang, hatinya justru merasa tidak tega. Terselip sesuatu yang membuatnya berpikir jika Donghae sebenarnya adalah anak yang baik. Hanya saja, terkadang dia tidak bisa mengekspresikan perasaannya dengan baik. Justru membuat orang kesal dengan perbuatannya.

Yoona menghela napas panjang setelah ia bertarung dengan hatinya sendiri. Tanpa suara, ia melepaskan kardigannya dan menyampirkannya pada punggung Donghae.

“Apa yang kau lakukan?” Alis Donghae terangkat satu melihatnya.

“Kau bilang kau kedinginan.”jawab Yoona pendek. “Makanlah ini, aku sudah kenyang. Aku pulang dulu.”

Wanita itu beranjak dari duduknya dan bergegas meninggalkan Donghae yang masih bingung. Ia menatap kotak makanan yang diberikan oleh Yoona untuk sesaat lalu tanpa kesadaran langsung berdiri dan mengejar langkah wanita itu.

“Yoona…”

Yoona berbalik, “Mwo?”

“Apa aku bisa menjemput Sehunnie besok?”

Yoona tersenyum, “Tidak perlu. Besok aku mendapat hari libur jadi aku akan menjemputnya sendiri.”

Bergegas melanjutkan langkahnya kembali, Donghae buru-buru menghentikannya lagi.

“Kalau begitu, bisakah aku ke rumah kalian?” Yoona menatap pria itu dengan kening berkerut membuat Donghae langsung salah tingkah. Apa yang telah aku katakan? “Aku… aku ingin mengembalikan kardiganmu.” Elaknya sambil menunjuk cardigan Yoona yang terampir di punggungnya.

Seketika Yoona tertawa lalu mengangguk, “Baiklah.”

Menatapi punggung wanita itu hingga ia menghilang. Ditempatnya, Donghae menyentuh dadanya. Jantungnya bergegup tak karuan. Membuatnya gugup lebih dari berada diatas panggung seorang diri.

Seulah senyum terlukis di bibirnya. Yah, dia memang merasa gugup namun ada kebahagiaan yang terselip dibaliknya. Ia melompat dan berteriak senang seorang diri di taman itu. Tidak menyadari jika dari lantai dua arena konser, Eunhyuk dan Leeteuk sedang menatapnya dengan senyum.

Donghae… sepertinya dia sudah kembali…

TBC

60 thoughts on “Crazy Without You Part 7

  1. pyrotechnicsloveyh berkata:

    huaaa akhirnya baca juga … aigooo semoga yoona punya perasaan dm hae oppa tpi masih penasaran apakah dlu hae sm yoona punya hubungan tp kok wktu ktmu gk ada yang ingat ? dan kpn hae nikah punya anak dan nikah sm siapa? mana anak hae sm kyk anak yoona lagi sehun. ditggu next part yooo

  2. D_Luhan berkata:

    Donghae mulai luluh ya🙂 Semoga Yoona juga punya perasaan sama ke donghae, huhu suka bgt momen HaeHun nya❤
    Next chapter eon, hwaiting ^_^

  3. Tya berkata:

    Bener” penasaran sma masa lalu donghae
    Btw, itu siwon msh suka fany yaa?
    Ahh, smoga aja iyaa
    Dan donghae, kau sdh mulai menyukai yoona yaaa??
    Semoga yoona jg punya perasaan yg sama

    Penasaran sama lanjutannya ><

  4. elyyoonaddictpyro85 berkata:

    Ehem…ehem….sepertinya bunga2 cinta mulai tumbuh diantara YoonHae…..ah…semiga saja s3makin baik kedepannya,,,,,,,,sehun adalah pemersatu hubungan mereka…..kayaknya emang dah diatur yah ama eunhyuk dan leeteuk oppa biar YoonHae bjsa berduaan ditaman….

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s