Confused Game Chapter 2 ”YUPITER”

Title: Confused Game(Chapter 2)”YUPITER”

Author: Park Min Seul

Genre: Adventure, Brothership, Friendship, Fantasy, Sad, Angst, Little romance

Length: Chapter

Cast:

  • Baekhyun as Cerres
  • Chanyeol as Phoenix
  • Kris as Titan
  • Tao as Theon
  • Jongin as Apollo
  • O as Orion
  • Luhan as Polaris
  • Sehun as Virgo
  • Ivy as Juno(OC)
  • Akira as Vega(OC)
  • Stella as Demetra(OC)
  • Alec as Sculpter(OC)
  • Dimitri as Triton(OC)
  • Heracles as Oberon(OC)

Summary:

“Satu hal yang harus selalu kau ingat adalah, ia bukan hanya saudara kembarmu, ia adalah sahabat terbaikmu bahkan sejak kau masih dalam usia kandungan, jauh sebelum kau mengenal apapun dalam hidupmu kau lebih dulu mengenalnya, kau yang menjadi teman pertama baginya dan ialah teman pertama bagimu. Kalian selalu bersama, apakah harus dipisahkan oleh sebuah permainan konyol ini? Setidaknya itu yang kuketahui tentang kau dan Cerres.”

 

“Life is like a game, but you won’t ever think to play with a life”

 

 

~#~#~

…YUPITER…

SIING…

Suara berdesing terdengar lagi, kali ini lebih keras dengan cahaya putih menyelimuti suatu tempat dan untuk beberapa saat segalanya tertutupi oleh cahaya putih yang memancar itu.

BRUKK

Suara dentuman memenuhi tempat dengan nuansa biru-hitam yang terlihat seperti langit malam.

“Aduuh…”

“Ya ampun, sepertinya pendaratan ini kurang begitu mulus…”

“Oh….menyingkirlah dari tubuhku…!” Ujar Theon mendorong tubuh Cerres dari atas tubuhnya.

“Oh…punggungku…” Keluh Titan memegangi punggungnya.

“Kau tidak apa-apa?” Tanya Orion pada Juno dan membantunya berdiri, Juno hanya mengangguk kecil.

Kemudian mereka berdiri dan mulai merapikan pakaiannya.

“Hei….pakaian apa ini?” Vega menatap pakainnya bingung.

“Lihatlah…aku seperti seorang astronot sekarang!” Seru Cerres kegirangan.

“Astronot tanpa helm..” Gumam Triton terkekeh melihat tingkah Cerres yang begitu kekanakan.

“Tidak, ini lebih keren daripada astronot, aku terlihat lebih langsing dengan pakaian ini.” Vega mematut dirinya dengan pakaian yang melekat ditubuhnya.

“Semua perempuan berkata seperti itu.” Gumam Titan.

“Seperti apa?” Juno menanggapi.

“Yah.. bahwa ia lebih langsing dengan pakaian ini, atau terlihat lebih gemuk dengan pakaian itu…”

“Hahaha, itulah perempuan.” Virgo balas menanggapi.

“Ayolah, bahkan kalian para lelaki tidak pernah mengerti mengapa perempuan melakukan itu.” Gumam Demetra.

“Apa maksudmu?” Titan mengerutkan keningnya bingung.

“Sudahlah tak akan ada yang mengerti, bukan begitu Juno?” Tanya Demetra pada Juno yang berdiri di sisi Orion, ia mengangguk.

“Dan kurasa Orion juga mengerti bukan?” Demetra menelisik Orion yang kemudian tersenyum kecil.

“Aku memiliki seorang adik perempuan, karena itu aku mengerti.” Orion menyengir kuda menatap Titan dan Virgo yang hanya menatapnya penuh tanya.

“Hhhh…” Virgo mendengus malas.

“Sekarang yang terpenting adalah dimana kita dan tempat apa ini?” Tanya Apollo pada yang lainnya.

“Ini terlihat seperti….arena balap…” Gumam Polaris yang berdiri dalam rangkulan Virgo.

“sedikit seperti arena balap…dan sedikit seperti lintasan jet couster…” Tambah Oberon menatap lintasan yang membentang di depan mereka.

“Hei semuanya…kesini!!” Cerres memanggil yang lainnya , mereka berlari kearahnya.

“Wow…kendaraan jenis apa ini?” Sculpter begitu tertarik menatap jejeran kendaraan aneh yang memiliki beragam bentuk aneh lainnya.

“Haruskah kita mengendarai ini?” Umpat Theon yang sepertinya tidak terlalu tertarik dengan jejeran kendaraan itu.

BRUUM

Semua menoleh kearah sumber suara. Cerres, hanya menyengir lebar memperlihatkan deretan giginya yang putih dan rapi dengan kedua matanya yang semakin menyipit, memperlihatkan ‘wajah tanpa dosa’-nya.

“Hehehe…aku hanya mencoba menekan sebuah tombol, lalu tiba-tiba ia menyala.” Ujar Cerres kembali, kali ini sambil menunjuk dashboard kecil kendaraan miliknya.

“Hhh…” Triton mendengus dan Theon mengatupkan mulutnya yang semula ternganga lebar.

“Kenapa aku harus bertemu dengannya…” Gumam Titan mengacak rambutnya dan disambut oleh tawa dari Polaris, Orion dan Virgo. Demetra hanya menggeleng dan tersenyum kecil. Kemudian mereka memilih kendaraan masing-masing. Berbeda dengan Phoenix yang masih terus menatap tajam ke arah orang itu.

“Hei..?” Seseorang menepuk bahu Phoenix.

“Hm?” Ia hanya berdehem kecil sambil menyilangkan kedua tangan di dadanya tanpa menoleh ke arah lawan bicaranya.

“Apa kau masih marah padanya?” Juno tersenyum menatap ke arah Phoenix. Ia hanya terdiam.

“Hhh…kau tahu? Sebesar apapun kesalahannya, sebesar apapun kebencianmu sekarang ini padanya dan seberusaha apapun kau mencoba tidak memperdulikannya. Ingatlah…ikatan antara kau dan dialah yang diatas segalanya. Bahkan aku yakin kasih sayangmu padanya jauh lebih besar melampaui kebencianmu padanya…”

“Tahu apa kau tentang betapa keras kepalanya dia dan seberapa bencinya aku padanya..!”

“Aku tahu karena aku memiliki seorang kakak…aku tahu aku menyayanginya.”

“Itu bukan urusanku.”

“Aku menyayanginya lebih dari apapun yang kumiliki, tentu bukan urusanku. Namun kau pasti tahu aturan dalam sebuah permainan, hanya ada satu orang pemenang. Kau yang menentukan, kau atau dia…setidaknya, buatlah segalanya menjadi lebih indah sebelum kau menyesal…kau pasti mengerti maksudku.” Ia hanya menunduk dalam.

“Satu hal yang harus selalu kau ingat adalah, ia bukan hanya saudara kembarmu, ia adalah sahabat terbaikmu bahkan sejak kau masih dalam usia kandungan, jauh sebelum kau mengenal apapun dalam hidupmu kau lebih dulu mengenalnya, kau yang menjadi teman pertama baginya dan ialah teman pertama bagimu. Kalian selalu bersama, apakah harus dipisahkan oleh sebuah permainan konyol ini? Setidaknya itu yang kuketahui tentang kau dan Cerres.” Juno menepuk kembali bahu Phoenix dan berjalan meninggalkannya yang masih berdiri mematung.
“Hei Phoenix!…bergegaslah.” Ujar Sculpter. Kemudian Phoenix menghampiri kendaraan terakhir miliknya yang kemudian menyalakan kendaraannya.
“Jadi…bagaimana selanjutnya..?” Gumam Theon bingung. Mereka semua terdiam dalam kebingungan.
“Ekhem…aku, tak tahu..” Cerres mengetuk-ngetukan jarinya pada setir kendaraannya.
“Hhh…apakah semua gamers di dunia seperti ini?” Gerutu Demetra menyilangkan kedua tangannya.
“Aku jadi bingung..” Gumam Triton menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
“Hahahaha….” Oberon tergelak melihat ekspresi aneh tribute lainnya itu.

KRSK

Sebuah layar hologram raksasa melayang di angkasa mengalihkan perhatian mereka.

“Welcome to the Yupiter. Here you will race with no rules. Don’t feel pity even with your own siblings and be the winner..”

Hologram itu menghilang, mereka memegang setir masing-masing dan menarik napas dalam.
“Juno..” Yang dipanggil menoleh.
“Tenang, jangan berpikiran untuk menempati posisi pertama. Walaupun ini adalah sebuah racing, namun pada hakikatnya mereka hanya ingin menyingkirkanmu, ingat itu.” Orion tersenyum kecil, Juno mengangguk. Kemudian memegang setir lebih erat lagi dan menarik napas dalam.

Lampu masih merah, beberapa detik kemudian menjadi kuning dan pada detik selanjutnya berubah menjadi hijau. Beriringan dengan sebuah suara besar seperti terompet yang terdengar memekakan telinga dan terdengar tanpa jeda, serentak semua kendaraan telah melaju dengan kecepatan tinggi melintasi lintasan yang lebih merupai lintasan jet couster itu. Susul menyusul, permainan tanpa peraturan itu terlihat gila. Sebuah mobil dengan gunting besar yang menjulur kearah tribute disebelahnya itu terlihat begitu ingin membunuh. Dalam pengaruh kecepatan tinggi dan deru angin kencang mengalahkan suara desingan gunting besar itu di udara.

“Hei..!!” Umpat Cerres pada racer disebelahnya yang tengah memburunya dengan gunting raksasa itu.
“Oops…maaf,” Ia tersenyum sarkastik kearahnya.
“Tapi tenang saja, aku tidak sedang mencoba membunuhmu!” Ujarnya sambil berteriak.
“Kau!” Umpatnya dan kembali menyeimbangkan kendaraannya sembari menatap arena.
“Cerres!” Panggilnya kembali dan ia pun menoleh.

DUARR

Sebuah letusan terdengar nyaring dari arah kendaraan Cerres. Ia limbung, mobil itu terus berputar disepanjang arena. Dan ia terpental dari mobilnya sendiri, terlempar kesepanjang arena permainan tanpa peraturan itu.

“Semoga kita bertemu kembali!” Ujar orang itu mengedipkan sebelah matanya pada Cerres yang telah terlempar ke arena.
“TITAN…..! KAU..!!” Umpat Cerres berteriak ke arah mobil dengan gunting raksasa itu yang terlihat semakin menjauh.
“Hei minggir!” Cerres berguling kesana kemari menghindari para racer yang masih jauh dibelakangnya tadi.
“Cerres!” Terdengar suara teriakan seseorang dan Cerres menoleh. Phoenix. I mengulurkan tangannya ke arah Cerres.
“Aaaaa!” Jerit Cerres yang kemudian berhenti setelah membuka edua matanya.
“Phoenix…sejak kapan kau bisa menyetir?” Tanya Cerres ketika menyadari Phoenix telah menariknya kedalam mobil yang dikendarainya. Ia tidak menjawab.
“Hei…apakah kau masih marah padaku?”
“Maafkan aku…aku benar-benar tidak tahu akan seperti ini jadinya.” Ujar Cerres mengoceh sendiri tanpa ada jawaban dari Phoenix.
“Maaf aku bukan saudara yang baik untukmu..” Gumam Cerres, Phoenix tersenyum kecil.
“Aku tidak akan pernah menyelamatkan saudara yang tidak baik padaku dan tidak berarti untukku.” Ujarnya tetap fokus pada lintasan.
“Apa?” Tanya Cerres yang tidak begitu mendengar.
“Tidak…hanya saja tanganku ingin menarikmu kesini ketika Titan mengahancurkan mobilmu dengan alat bodoh itu.” Ujar Phoenix datar. Cerres tersenyum kecil.
“Awas!” Cerres mendorong kepala Phoenix menunduk menghindari terbangnya onderdi milik racer di depannya.
“Huft!” Phoenix mengangkat kepalanya kembali.
“Hancur..” Gumam Cerres terbengong menatap serpihan mobil milik Theon

9 thoughts on “Confused Game Chapter 2 ”YUPITER”

  1. niza berkata:

    hmmmm mkin pnasaran…… kra” spa yg bkal mnang ???? Smoga gk smpai mbunuh…. Iiihhhhh

    Btw lnjut trus ne… D tnggu lohhhhh

    • park min seul berkata:

      aku itu anak boarding…jadi bakal agak lama updatenya…soalnya semua aku tulis dibuku baru diketik sambil diedit,…hehehe mian kalo nanti2 lama update ya:) gomawo udah mau baca:))

  2. Melisa berkata:

    Bagus thor critanya aku suka fantasiya bagus ,
    tapi sering bingung karena nama asli ganti smua bngung gimana bayangin nya cma bisa dibaca .. ._.v maaf ya kepanjangan
    Tpi bagus thor lanjut..
    Fighting.. ^.^9
    ^^

    • park min seul berkata:

      gomawo…ini ff debut, jadi maaf kalo gak sesuai hati…terus knp aku buat kayak gitu…soalnya di game2, kita bakal milih orgnya gitu kan, nah masing2 nama itu berhubungan sm karakter dan kekuatan…jadi mian ngerepotiiin bacanyaaa…:'(

  3. Vi Hun-Han berkata:

    Awalnya aku agak susah ngingatin nama2nya..
    Eehhh akhir nya bisa jga ngebedainnya..
    Aku suka ama jln critanya.. !!!
    Daebakk epep.. Next!!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s