Crazy Without You Part 6

Tittle     : Crazy Without You

Crazy Without You

Author   : Ohmija

Cast  : Donghae SJ, Yoona SNSD, Sehun EXO

Support Cast    : The Rest members SUJU, SNSD, EXO

Genre : Romance, Family, Friendship, Comedy

Summary    : “Dan aku harap kau tidak menyebarkan hal ini pada yang lain. Kau tau kan, aku tidak ingin memiliki skandal apapun denganmu. Jangan berharap banyak.”

“Kenapa dia tidak mengangkat panggilanku?” wanita cantik yang memeluk seekor anak anjing itu meletakkan ponselnya diatas meja dengan desahan napas panjang. Ia berdiri di dekat jendela kamarnya, sambil terus menerawang ke luar. Menatapi pemandangan malam kota Seoul yang terlihat sangat indah dari kamarnya.

“Fany-yah, kenapa kau belum tidur?”Taeyeon keluar dari kamar mandi sambil mengeringkan rambutnya dengan handuk.

Tiffany menggeleng pelan, “Aniyo…”

“Aku sangat lelah. Aku akan tidur sekarang.”

Tiffany langsung berbalik, “Taeyeonnie…” serunya membuat Taeyeon berhenti menarik selimut. Menurunkan anak anjing yag dipeluknya, Tiffany berjalan mendekati Taeyeon.

“Seseorang tidak menjawab panggilanku padahal aku telah berkali-kali menghubunginya.”

Salah satu alis Taeyeon terangkat,ia menatap Tiffany dengan ekspresi bingung, “Mungkin dia sibuk. Kau tau kan 2PM sedang sibuk menggelar konser di Amerika?”

“Aku tidak menghubungi Khunnie oppa.” Tiffany langsung menggeleng.

“Hah? Lalu siapa? Aku pikir kau menghubungi Nickhun oppa.”

“Tidak.”Fany menggeleng lagi. Kali ini ekspresinya berubah sedih. “Kau ingat tentang seorang oppa yang selalu aku ceritakan padamu?” Taeyeon berpikir sejenak lalu mengangguk. “Aku menghubunginya.”

“Siwon? Choi Siwon? Si CEO muda itu, Iya kan?”tebak Taeyeon. “Kenapa kau menghubunginya? Aku pikir kalian sudah tidak saling berhubungan lagi setelah kau menjalin hubungan dengan Khun oppa.”

“Kami memang tidak pernah berhubungan lagi namun beberapa hari lalu aku bertemu dengannya di perusahaan.”

“Perusahaan?”

“Yah, aku pikir dia berusaha bertemu denganku.” Tiffany mengendikkan kedua bahunya lemas. “Aku merasa dia berubah sekarang. Tidak seperti dulu lagi. Maksudku… saat ini dia terlalu berhati-hati saat bersamaku.”

“Eeyy, bukankah seharusnya begitu? Bagaimana jika fans mengetahuinya? Ini akan menjadi salah paham.”

“Tidak. Bukan begitu.” Tiffany langsung menggeleng sambil mengibaskan kedua tangannya.

“Fany, kau terlalu memikirkannya. Jika dia berubah, kenapa dia berusaha untuk menemuimu di perusahaan? Aku pikir dia sangat sibuk sehingga tidak bisa menjawab panggilanmu juga ingin melindungimu dari anti fans.”

Taeyeon mengatakannya penuh keyakinan membuat Tiffany melirik padanya sedikit lega, “Menurutmu begitu?”

“Tentu saja. Kau tau kan bagaimana mereka mengataiku dulu? Jika kau tertangkap bersama pria lain sedangkan pacarmu sedang berada di luar negeri, aku yakin mereka akan memandang burukmu.”

Tiffany cemberut. Ia langsung membanting tubuhnya di kasurnya sendiri sambil menarik selimut hingga menutupi seluruh badannya.

“Aku kesal! Jika dia menghubungiku, aku tidak akan mau menjawabnya! Kesal! Kesal!”

Taeyeon terkekeh geli sambil menggelengkan kepalanya melihat kekesalan sahabatnya itu. Dia memang selalu begitu.

“Jalja~ Hwang Miyoung.”

***___***

“Apa yang kau lakukan di rumahku?! Hah?!” Yoona memukul-mukul tubuh Donghae dengan bantal sofa membuat pria itu langsung terbangun karena kaget. “Apa yang kau lakukan?!”

“Astaga, Yoona-ssi!” Donghae yang masih mengantuk langsung membulatkan matanya begitu disadarinya Yoona telah ada di hadapannya. “Yoona-ssi, dengarkan aku dulu.”

Namun Yoona seperti tidak memiliki gendang telinga, ia terus saja memukuli Donghae sambil terus mengomel membuat Sehun juga menjadi bangun dari tidurnya.

“YOONA-SSI!” teriak Donghae tanpa sadar sambil mencekal kedua tangan Yoona, menghentikan serangannya yang terus membabi buta di tubuh Donghae. Yoona menghentikan pukulannya sambil membuang bantal ditangannya dengan kasar. “Dengarkan aku dulu.” Akhirnya Donghae melunak. “Aku tidak memiliki maksud apapun. Aku kebetulan lewat didepan sekolah Sehun dan tiba-tiba berpikir untuk menjemputnya karena kau berada di luar negeri.”

“Lalu kenapa kau masih berada disini hingga jam seperti ini?”seru Yoona masih kesal.

“Aku khawatir dia tidak memiliki apapun untuk dimakan jadi aku memasak. Tapi, sehabis makan siang, kami malah terlalu asik bermain sehingga kami lelah dan tertidur disini.” Donghae memasang tampang bersalah lalu menunduk. “Aku sungguh tidak bermaksud apapun.”

“Eoma, Donghae ahjussi memang menjemputku tadi. Dia juga menemaniku bermain dan menjagaku.”bela Sehun.

Yoona menghela napas panjang, “kenapa kau tidak meminta Siwon ahjussi untuk menemanimu?”

“Siwon ahjussi sedang memiliki pekerjaan di Busan.” Sehun menggeleng. “Eoma, jangan marah pada Donghae ahjussi lagi. Dia bahkan memasak dan mengajakku bermain. Dia juga membukakan kaus kakiku.”tambahnya lagi.

Yoona melirik Donghae, terkejut, “Kau membuka kaus kaki Sehun?”

“Karena Sehun selalu lupa untuk membukanyajadi aku yang melakukannya.”ucapnya masih tertunduk. “Kau pernah mengatakannya waktu itu.”

Yoona mengerjap, “Aku pernah mengatakannya?”

Donghae mengangguk pelan, “Yah, saat kau mengomeli Sehun.” Ia mengendikkan kedua bahunya lemas. “Baiklah. Kalau begitu aku pulang dulu. Sekali lagi, aku tidak bermaksud jahat padamu atau pada Sehun. Aku minta maaf.”

Donghae menghela napas panjang sekali lagi. Lalu meraih jaket dan kunci mobilnya. Dengan langkah-langkah lemas, bergegas meninggalkan rumah Yoona.

“Eoma, tapi Donghae ahjussi belum makan malam. Dia pasti sangat lapar karena telah menemaniku bermain seharian.”

Yoona hanya diam namun matanya terus menatap punggung Donghae.

“Eoma, Donghae ahjussi benar-benar tidak melakukan sesuatu yang buruk. Sebaiknya berikan dia makanan dulu.”seru Sehun lagi sambil menarik-narik ujung baju Yoona.

Yoona menghela napas, akhirnya menyerah. “Donghae-ssi..” menghentikan pria yang sedang memakai sepatunya itu menoleh. “Kau belum makan, kan? Makanlah dulu lalu pulang.” Yoona mengatakan itu secepat mungkin sambil berlalu, enggan menatap Donghae yang masih terlihat bingung.

Sehun tersenyum lebar, anak kecil itu berlari kearah Donghae dan menarik lengannya kembali ke dalam.

“Ahjussi, ayo makan bersama. Ayo ayo…”

Donghae mengerjap bingung, “Ehh?”

“Eoma akan memasak untuk kita! Ayo!”

Malam itu, di rumah sederhana itu, mereka bertiga pada akhirnya makan malam bersama saat jam sudah menunjukkan pukul 12 malam. Dalam hati, Donghae baru menyadari jika Yoona sebenarnya adalah sosok wanita yang penuh dengan perhatian. Walaupun suka mengomel, namun dia mengetahui dengan detil tentang anaknya itu. Sesekali menghusap sudut bibirnya saat butiran nasi tertinggal di sana, juga membenarkan jari-jarinya saat dia memegang sumpit.

Astaga, apa yang sedang aku pikirkan?

Donghae buru-buru menggelengkan kepalanya, menepis semua pikiran-pikiran yang tanpa sadar memenuhi kepalanya. Dia bahkan diam-diam menatap Yoona tadi.

“Ahjussi, kenapa?”ucap Sehun memperhatikan Donghae yang sibuk dengan dirinya sendiri.

‘”Oe? Aniyo, Sehunnie. Ahjussi hanya merasa pusing.”elaknya lalu melanjutkan memakan makanannya lagi.

“Sehunnie, cepat habiskan makananmu lalu pergi tidur. Kau bisa terlambat besok pagi.” Yoona menyela pembicaraan keduanya.

“Eoma mengantarku, kan?” Sehun memasang wajah cemberut, kesal karena Yoona jarang memiliki waktu untuknya.

Yoona menoleh, tersenyum sambil menghusap pipi Sehun lembut, “Eoma akan mengantarmu.” Membuat Sehun langsung tersenyum lebar.

***___***

“Senang berbisnis dengan anda. Terima kasih.”

Siwon membungkukkan tubuhnya pada seorang pria paruh baya yang merupakan rekan bisnisnya. Kemudian, ia berbalik, bergegas menuju mobilnya berniat untuk kembali ke Seoul. Pria berwajah tampan itu meraih ponselnya dengan tangan kiri sedangkan tangan kanannya memutar kunci.

Keningnya seketika berkerut saat melihat banyak panggilan yang ditujukan untuknya dan semua itu berasal dari Tiffany. Untuk sesaat ia merenung, detik berikutnya memutuskan niat awalnya untuk langsung kembali ke Seoul.

Siwon menghela napas panjang lalu keluar dari mobilnya. Malam sudah larut, angin juga mulai berhenbus cukup kencang. Siwon melepaskan jas dan dasinya, meninggalkan mereka di dalam mobil dan menuju sebuah pantai yang berada tak jauh dari restoran seafood yang digunakan untuk bertemu dengan klien-nya tadi.

Dua tahun lalu, bersama seseorang dia pernah menghabiskan waktu di tempat ini. Secara diam-diam melarikan diri dari kesibukan masing-masing dan memutuskan untuk menghabiskan waktu di tempat ini. Hanya untuk sekedar tertawa dan melepas penat.

Yah, dua tahun lalu saat dia mulai yakin pada perasaannya terhadap seorang gadis cantik. Saat ini, dia melepaskan semua perasaannya itu. Bertarung dengan rasa sakit di hatinya agar bisa melepaskan.

***___***

“Dia sudah tidur?”tanya Donghae pada Yoona yang baru saja menutup pintu kamar Sehun. Sejak tadi Donghae terus berdiri didepan pintu kamarnya untuk sekedar menunggu anak kecil itu terlelap.

Yoona mengangguk.

“Baiklah. Kalau begitu, aku pulang dulu. Sudah jam 1 malam.”

“Aku bertemu dengan Eunhyuk oppa tadi, dia mencarimu.”

“Benarkah? Ponselku kehabisan baterai. Terima kasih.”

Yoona tidak bersuara lagi. Ia mengantar Donghae hingga ke depan pintu pagar rumahnya. Pria itu, tidak seperti biasanya yang selalu mencari masalah.

Berdiri didepan pintu mobilnya, Donghae menatap Yoona sesaat. “Aku tidak akan berterima kasih karena kau sudah membuatkanku makanan. Aku anggap itu adalah imbalan karena aku telah menjaga anakmu seharian.”

“Mwo?”

Astaga, dia mulai lagi…

“Jangan besar kepala dulu. Oke?” Ia tersenyum menyebalkan. “Dan aku harap kau tidak menyebarkan hal ini pada yang lain. Kau tau kan, aku tidak ingin memiliki skandal apapun denganmu. Jangan berharap banyak.”

“YA!”

Yoona sudah hampir saja memukul Donghae jika pria itu tidak segera mungkin masuk ke dalam mobilnya dan mengunci pintu. Dari balik jendela kaca, Donghae tertawa penuh kemenangan membuat Yoona semakin kesal.

“Ya! Besok kau pasti mati!”

Donghae melambaikan tangannya pada Yoona lalu menginjak pedal gas. Meninggalkan wanita yang sangat ingin memakannya hidup-hidup itu

***___***

“Kemana saja kau Lee Donghae?!”

Donghae yang baru saja bangun dari tidurnya dan bergegas untuk sarapan terkejut begitu mendengar teriakan Eunhyuk yang melengking di telinganya.

“Hyung, kemarin kami mencarimu seharian.”sahut Kibum.

“Darimana kau Lee Donghae?”tambah Leeteuk.

“Aku pergi ke rumah eoma.”elak Donghae sambil menjatuhkan dirinya diantara Sungmin dan Heechul.

“Sejak kapan kau berbohong padaku?”balas Eunhyuk. “Aku sudah menelpon eoma dan Donghwa hyung, mereka mengatakan kau tidak ada pulang ke rumah.”

Donghae menghusap-husap matanya, masih mengantuk. “Aku memiliki urusan penting.”

Semua pasang mata saling pandang kemudian menghela napas panjang bersamaan. Kenapa Donghae jadi tertutup seperti ini? Tidak biasanya dia melakukan hal ini. Dia adalah tipe orang yang akan membocorkan rahasianya pada siapapun, juga bercerita tanpa henti ketika dia memiliki masalah hingga membuat yang lain memilih kabur daripada mendengar rengekannya yang tiada henti itu.

Suasana pagi itu tidak seribut biasanya. Semuanya makan dengan khidmat karena salah satu pelopor membuat keributan, Lee Hyukjae sedang kesal dengan sahabatnya. Leeteuk juga enggan memperpanjang masalah ini. Sebaiknya mengajak Donghae bicara berdua nanti.

***___***

“Eunhyuk-ah… ya! Eunhyuk-ah…”

Donghae terus mengikuti langkah Eunhyuk dari lobby hingga ke lantai empat. Sejak kejadian tadi pagi, Eunhyuk tidak lagi bicara dengan Donghae dan mengabaikannya.

Mengejar langkah Eunhyuk di koridor, keduanya bertemu dengan Yoona yang dari berlawanan arah terus-menerus menatap ke arah dokumen yang dibawanya. Tidak fokus dengan jalan, Yoona hampir saja menabrak tubuh Eunhyuk jika pria itu tidak berhenti lebih dulu.

“Oe?!” Yoona terkejut. “Eunhyuk sunbae? Maaf, aku—“ Ia ridak melanjutkan kata-katanya begitu matanya menangkap sosok Donghae di belakang Eunhyuk.

“Harusnya kau melihat jalan, jangan terlalu fokus dengan dokumenmu. Kau bisa menabrak.”

Yoona tersenyum, sudah akan membalas ucapan Eunhyuk namun suara Donghae lebih dulu mendahului.

“Eunhyuk-ah, dengarkan aku dulu. Aku tidak bermaksud menutupinya Kemarin aku benar-benar memiliki urusan penting sehingga aku pulang larut malam. Ponselku kehabisan baterai jadi aku tidak bisa menghubungimu.”jelas Donghae namun tetap tidak di gubris oleh Eunhyuk.

Yoona pikir, dia mengetahui apa yang sedang terjadi dengan dua orang yang ada didepannya itu. Dari arah pembicaraan mereka, sepertinya mereka sedang membicarakan kejadian kemarin. Saat Donghae berada di rumah Yoona seharian. Tapi, kenapa itu jadi masalah?

“Eunhyuk-ah, bisakah kau bicara, huh?” Donghae mengatupkan kedua telapak tangannya di pipi Eunhyuk, memaksa pria itu unutk menatapnya. Membuat Yoona mencibir diam-diam karena prilaku Donghae terlihat sama seperti Sehun.

“Menjauhlah. Aku tidak ingin bicara denganmu.” Eunhyuk mendorong tubuh Donghae lalu melanjutkan langkahnya lagi.

“Eunhyuk-ah!”

Menatapi keduanya, Yoona merasa jika dia sedang melihat pertengkaran anak kecil. Sama seperti Sehun yang tidak mau bicara dengan Jongin ketika tanpa sengaja Jongin merusak bola kesayangannya.

“Apa yang terjadi dengan mereka?”gumamnya seorang diri. Masih menatapi punggung keduanya sampai menghilang, tanpa sadar Yoona mengembangkan senyum. Kenapa dia justru terlihat lucu?

***___***

SM Town akan digelar akhir pekan nanti. Oppa, kau harus datang yaa… ^^

Siwon tidak mengalihkan pandangannya pada layar ponselnya sejak beberapa saat lalu. Setelah seseorang mengiriminya pesan dan memintanya untuk datang di sebuah konser musik.

Sebenarnya, dia bukan tipe pria yang menyukai musik-musik Kpop, melainkan music Jazz yang dia anggap lebih bisa menenangkan pikiran dan dirinya. Namun, sejak gadis itu debut dan berubah menjadi superstar, dia mulai memaksanya untuk mendengarkan semua lagunya. Di kamarnya, dia hanya memiliki koleksi album SNSD.

Pria itu memutar-mutar ponselnya sembari berpikir. Haruskah dia datang? Atau lebih baik menghindar?

***___***

Taeyeon benar-benar tidak mengerti kenapa netizen mampu mendapatkan informasi sangat cepat juga memiliki indra penglihatan lebih dari seorang FBI. Dengan cepat, mereka mampu mengetahui keregangan yang terjadi dalam hubungan Nickhun dan Tiffany.

Bagaimana mereka bisa tau tentang keduanya hanya dari mereka yang tidak malu-malu dan menunjukkan kode-kode hubungan mereka? Bagaimana mereka bisa berpikiran seperti itu?

Menghampiri sahabatnya yang sejak tadi memilih untuk bermain bersama binatang peliharaannya, Prince. Taeyeon menghampirinya. Hari itu, dorm tidak terlalu ramai karena beberapa member memiliki jadwal individu sedangkan keduanya, bersama dengan sang magnae, Seohyun tidak memiliki jadwal apapun dan lebih memilih berada di dorm.

“Fany-yaa…” panggil Taeyeon, duduk bersila di depan Tiffany.

“Hm?” Fany tidak menoleh.

“Bolehkah aku bertanya sesuatu?”

“Jika kau ingin bertanya tentang hubunganku, hubunganku memang sudah tidak sebaik dulu.” Fany tersenyum walaupun matanya masih menatap Prince. “Hubunganku memang sudah merenggang sejak beberapa bulan lalu.”

“Sudan mencoba membicarakannya dengan Khun oppa?” Taeyeon bertanya hati-hati.

Masih dengan senyumannya, Fany berkata dengan nada tenang, “Bagaimana bisa aku mengajaknya bicara sedangkan kami berdua terlalu sibuk dengan karir kami? Kami bahkan tidak pernah berada di satu kota yang sama.”

Taeyeon menatap sahabatnya itu merasa bersalah, “Fany-yaa…”

“Tidak apa-apa.” Senyumnya berubah menjadi senyum kecut. “Mungkin kami memang lebih cocok menjadi sahabat seperti dulu.”

“Harusnya kau tidak menyerah secepat itu.”

“Aku sudah berusaha namun tidak ada hasil yang memuaskan. Aku sudah memutuskan untuk menyerah.”

“Fany…”

“Tolong jangan katakan apapun untuk menghiburku.” Secepat mungkin Fany memotong ucapan Taeyeon. “Kau tau aku akan menangis jika mendengarnya.”

Taeyeon langsung menarik tubuh Tiffany dalam pelukannya. Fany adalah member yang paling cengeng dan gampang menitikkan air mata. Dia pasti menangis. Percuma jika dia berpura-pura kuat dan menyembunyikan semuanya dibalik senyumannya. Taeyeon akan tetap mengetahui itu.

***___***

“Kenapa harus aku yang melakukannya? Hiiih!” Yoona terus merutuk kesal karena dia harus berdiskusi dengan Super Junior tentang kostum panggung yang akan digunakan akhir pekan nanti. “Menyebalkan sekali. Pasti ada orang itu juga.” Terus berjalan ke depan, tak lama ia sampai di depan ruangan yang bertuliskan ‘Super Junior’ di pintunya.

Wanita itu mengambil napas terlebih dahulu, “Kau harus sabar, Im Yoona.”

Tangannya sudah terulur namun pintu yang akan dibukanya terbuka lebih dulu dari arah dalam membuatnya termundur satu langkah ke belakang.

Seorang pria yang membuka pintu ikut terkejut karena dia melihat Yoona sudah berdiri dibalik pintunya.

“Mau apa kau kemari?”sengitnya selalu menyebalkan,

“Aku ingin mendiskusikan tentang kostum. Sebelumnya aku sudah menghubungi Teuki oppa dan dia menyuruhku untuk kemari. Kalian semua lengkap, kan?”

“Mwo? Sejak kapan kau memanggil Teuki hyung dengan sebutan oppa? Kalian sama sekali tidak akrab!”cetus Donghae lalu menoleh ke belakang. “Hyung, apa kau membuat janji dengan orang ini?”

“Apa maksudmu dengan orang ini?” Yoona mendorong tubuh Donghae dan berjalan melewatinya.

“Oe? Yoona? Kau sudah datang? Apa kau sedang sibuk?”

“Aniyo oppa. Gwenchana. Tapi sepertinya kalian sedang tidak lengkap.”

“Yah, Kyuhyun sedang memiliki schedule di China tapi dia akan setuju dengan apa yang kita putuskan.”

“Woaah, Yoona-ssi.. ini pertama kalinya kita benar-benar mengobrol. Kau memang sangat cantik.”sahut Heechul tersenyum lebar membuat Yoona menyemburkan rona merah di pipinya.

“Cantik apanya? Dia sangat galak seperti nenek sihir.” Donghae berlalu melewati Yoona, bergabung bersama teman-temannya sambil mencibir.

Yoona hanya melirik pria itu sinis. Jangan membuat pertengkaran disini. Didepanmu sedang berdiri member-member Super Junior, serunya dalam hati.

“Kau bilang kau ingin ke kantin, kenapa tidak jadi?” Eunhyuk menatap sahabatnya yang kembali duduk disebelahnya itu.

“Tiba-tiba aku merasa kenyang.”

“Yoona-yaa, duduk lah. Maaf tidak ada sofa disini.Tidak apa-apa kan jika kau duduk diatas lantai?”

Yoona menggeleng, “Tentu saja tidak apa-apa, oppa.”

“Tunggu. Pakai ini.”

Kibum melepas jaketnya dan memberikannya pada Yoona untuk menutupi kakinya karena dia sedang mamakai rok.

“Terima kasih, Kibum-ssi.”

“Issh, ada apa dengan kalian? Benar-benar menggelikan. Tiba-tiba berubah menjadi baik hati.”cibir Donghae lalu menatap Leeteuk, “dan sejak kapan kalian menjadi sangat akrab begitu, hyung? Berhati-hatilah, Taeyeon bisa membunuhmu.” Ia memperingatkan namun dengan nada menuntut.

“Taeyeon yang memberikan nomon ponselnya padaku.”jawab Leeteuk tenang. “Kami sering mengirimi pesan dan mengobrol tanpa kalian tau. Aku sudah menganggapnya seperti adik sendiri,”

“Apa?! Jadi kalian berhubungan secara diam-diam?!”

“Tidak begitu, Donghae.”balas Leeteuk.

“Ya! Apa kau tidak dengar, mereka hanya mengobrol. Bukan berhubungan secara diam-diam. Kata-katamu bisa membuat salah paham.” Sungmin memukul kepala Donghae pelan. Bisa-bisanya dia berpikiran seperti itu.

Yoona mencoba menahan-nahan kesabarannya dengan tidak memperdulikan kehadiran pria itu. Dia menunjukkan beberapa design dari tabletnya.

“Aku hanya memodifikasinya sedikit dari kostum kalian sebelumnya. Karena ini konser Encore, aku ingin kostumnya sedikit berbeda. Ada beberapa warna sebagai pilihan. Apa kalian suka?”

“Aku selalu memakai design yang paling berbeda. Bisakah kau memodifikasinya lagi untukku?”seru Heechul.

“Ah, sungguh? Maafkan aku, sunbae. Aku akan memodifikasinya lagi untukmu.”

“Tidak apa-apa.” Heechul tersenyum. “Dan kau bisa memanggilku oppa seperti Leeteuk. Bersikaplah dengan nyaman.”

“Donghae, bagaimana? Aku pikir design-nya bagus.” Eunhyuk menunjukkan tablet Yoona pada Donghae,

Donghae langsung membuang pandangan sambil cemberut, “Jelek.”

***___***

“Kau sudah datang?”

Sooyoung tersenyum lebar begitu melihat Yoona sudah ada di balik pintu rumahnya. Ia datang untuk menjemput Sehun.

“Nee unnie, apa aku mengganggu?”

“Tentu saja tidak. Ayo masuk.” Sooyoung menarik lengan Yoona, membawanya masuk ke dalam rumah membuat Sehun langsung melompat senang karena ibunya sudah datang.

“Eoma!”serunya memeluk Yoona.

“Apa kau bersikap baik?”

Sehun mengangguk, “Tadi aku dan Jongin bermain Tekken dan dia selalu kalah.”ucapnya pamer.

“Sungguh?”

Sehun mengangguk lagi, “Apa eoma pulang bersama Donghae ahjussi?”

Yoona seketika terkejut, “Mwo?! Kenapa kau bertanya seperti itu? Tentu saja tidak!”ucapnya tegas.

“Siapa? Donghae siapa?” Sooyoung datang bersama dengan nampan berisi dua gelas jus.

“Donghae ahjussi adalah—“

“Hanya seseorang yang menyebalkan.” Yoona memotong ucapan Sehun. Kemudian menghela napas panjang. “Aku sangat lelah, unnie.”

“Apa pekerjaanmu sangat berat?”tanya Sooyoung cemas.

“Tidak. Hanya saja… ahh… jika bukan karena Chayeong unnie, aku pasti sudah mengundurkan diri.“

“Ya, wae?”

“Aniyo.”jawab Yoona lemas. Kemudian, ia berpaling pada Sehun. “Sehunnie, akhir pekan nanti, apa kau mau ikut eoma bekerja?”

“Mwo? Kenapa aku harus ikut?”

“Eoma tidak bisa meninggalkanmu sendirian di rumah. Kau libur, kan? Eoma ingin mengajakmu menonton konser SM Town.”

Mendengar itu, Sooyoung langsung berseru nyaring, “Mwo? SM Town?!”

“Unnie, kau pasti ingin menontonnya, kan?”tebak Yoona karena mengetahui Sooyoung adalah fans TVXQ dan Super Junior. Sooyoung mengangguk semangat. “Tapi,suamimu pasti tidak mengijinkannya.”

“Ahh… kau benar juga…” Wajahnya berubah sedih.

“Unnie, sudahlah. Kau sudah menikah. Lupakan tentang idola-idolamu itu.”

“Yoona, apakah kau bisa meminta tanda tangan mereka? Tolonglah… aku adalah fans Yunho oppa dan Leeteuk oppa sejak dulu. Ayolaaah….”rengek Sooyoung mengguncang-guncang tubuh Yoona.

“Unnie…”

“Yoona, jebaaaal~~”

***___***

Sejak pagi hari, Yoona sudah berada di gedung SM untuk memeriksa kostum-kostum yang akan dipakai oleh artis-artis SM. Dia tidak membawa Sehun bersamanya karena anak itu masih tertidur lelap di rumah akibat begadang semalaman untuk menonton pertandingan sepak bola.

Artis-artis SM juga sudah berdatangan, mereka semua memastikan baju yang mereka pakai terlihat baik.

“Jika ada yang rusak atau kebesaran, tolong beritahu aku.“serunya pada semua member SNSD lalu berpindah ruangan menuju ruangan Super Junior.

“Annyeong haseo.”sapanya membungkuk sekilas lalu menghampiri Heechul yang berdiri paling dekat dengan pintu. “Oppa, apa bajunya terasa pas? Tidak kebesaran?”

“Tidak. Tenang saja.”

“Bagaimana denganmu Kibum oppa?” Ia berpaling pada Kibum.

“Jangan khawatir. Semuanya baik-baik saja.”

“Setelah ini, kami akan menuju tempat konser. Sampai bertemu disana.” Leeteuk menepuk pundak Yoona sambil tersenyum.

Yoona mengangguk, “Aku harus menjemput anakku lebih dulu baru menyusul kalian.”

***___***

Hari ini adalah hari paling sibuk bagi Yoona karena dia harus menangani dua grup besar sekaligus. Matahari sudah semakin meninggi dan dia harus segera mungkin menuju tempat konser. Sebelumnya, dia menyempatkan diri menjemput Sehun di rumah yang ternyata sudah bangun namun belum membersihkan dirinya. Anak kecil itu masih memakai piyama tidurnya sambil menonton televisi.

“Sehuniiiiee! Bukankah eoma bilang agar kau cepat mandi?! Eoma tidak memiliki waktu banyak. Cepat mandi!”omelnya membuat Sehun langsung melompat dan berlari ke kamar mandi. Sementara dia menyiapkan baju untuk Sehun dan peralatan yang akan dibawanya.

Beberapa menit kemudian, setelah Sehun selesai membersihkan dirinya, Yoona langsung memakaikan baju padanya dengan cepat karena dia sudah terburu-buru.

“Kau sudah menjadi murid SMP. Bagaimana bisa kau masih dipakaikan baju oleh eomamu?”

“Aku akan belajar memakai bajuku saat aku sudah SMU.”elak Sehun sambil terkekeh. “Eoma, apakah kita akan bertemu dengan Donghae ahjussi?”

“Kenapa kau sangat berharap bertemu dengannya?” Yoona langsung mencibir.

“Aku hanya ingin bermain lagi dengannya.”

“Sudahlah. Ayo cepat. Kita harus segera pergi.”

***___***

“Seohyunnie!”

Kyuhyun langsung memeluk Seohyun dari belakang saat ia melihat wanita cantik itu di backstage. Seohyun yang sedang asik mengobrol dengan seorang staff, terkejut bukan main mendapat pelukan itu.

Ia menoleh, “Oppa?”

“Aku benar-benar merindukanmu!” Kyuhyun semakin mengetatkan pelukannya di pinggang Seohyun.

“Kapan oppa kembali? Kenapa tidak menghubungiku?” Seohyun tersenyum lebar namun buru-buru melepaskan kedua tangan Kyuhyun dari pinggangnya.

Kyuhyun cemberut, “Kau selalu saja tidak mengijinkanku memelukmu di depan umum.”rutuknya membuat Seohyun langsung terkekeh.

“Aku belum siap untuk mempublikasikan hubungan kita, oppa.” Wanita itu kemudian menepuk punggung Kyuhyun beberapa kali. “Oppa pasti lelah, kan?”

“Tidak. Aku tidak lelah tapi haus.”balas Kyuhyun masih terdengar kesal.

“Haus? Mau aku ambilkan minum?”

“Isssh, bukan itu.”katanya. “Aku sangat merindukanmu sampai haus dan mau mati. Mengerti?” Kyuhyun mengetuk-ngetuk kening Seohyun. “Nona Seo, ayolah. Belajarlah peka pada perasaanku.”

“Mwo?” Seohyun menatap Kyuhyun dengan kening berkerut. Ia tidak mengerti.

Sampai akhirnya Jessica mengacaukan pertemuan itu. Ia melompat kearah keduanya, membuat Kyuhyun terkejut setengah mati lalu menarik lengan Seohyun pergi setelah puas melihat ekspresi kesal Kyuhyun yang seperti ingin memakannya.

Jessica terkekeh geli, “Kami harus rehearsal sekarang, Annyeong oppa.” Sambil terus menarik Seohyun pergi, Jessica melambaikan tangannya lalu menjulurkan lidah. Benar-benar puas melihat kekesalan Kyuhyun.

Kyuhyun menatap keduanya sampai hilang dengan perasaan dongkol, “Dasar menyebalkan!”

“Ya! Kyuhyun-ah!”

Kyuhyun mendengar seseorang memanggil namanya dan langsung menoleh kearah Kibum yang datang lalu merangkul pundaknya.

“Sudah datang? Ayo ke ruang tunggu. Kita harus bersiap rehearsal.”ucapnya tanpa mengetahui bagaimana masamnya ekspresi Kyuhyun.

“Aku tidak mau!” Ia mendorong tubuh Kibum. “Hissh, aku membenci rehearsal. Sampai mati aku membencinya!” Lalu pergi dengan langkah-langkah panjang meninggalkan Kibum yang hanya bisa terbengong-bengong di tempatnya.

“Kenapa dia? Kenapa membenci rehearsal?”

***___***

Taksi yang membawa Yoona dan Sehun akhirnya berhenti di depan sebuah tempat yang akan di gunakan untuk konser nanti sore. Keduanya melompat keluar, sambil bergandengan tangan berjalan ke bagian dalam.

Bagi Sehun, ini adalah pertama kalinya dia datang ke tempat seperti ini. Sama sepeti Yoona yang tidak begitu menyukai musik-musik dalam negeri, sejak kecil Sehun hanya menyukai game dan sepak bola. Tidak seperti teman-temannya yang mulai menyukai artis-artis idola. Sehun justru menyukai nama-nama seperti Christiano Ronaldo atau Karim Benzema.

“Sehunnie, kau harus bersikap baik, oke?” Yoona membungkuk. “Dan jangan pergi jauh-jauh dari eoma.”

“Arasseo, eoma.”

***___***

“Eoma, kenapa membawa anak ini kesini? Dengan siapa dia pergi?” Heechul berbicara dengan ibunya di telepon. “Mwo? Supir? Supir yang mana? Kalian memiliki supir? Eoma, jangan menghabiskan uang seenaknya.” Ia nyaris berteriak dengan mata yang membulat lebar. “Astaga, pecat saja! Pecaaaaaaat!”

Heechul langsung menjauhkan ponselnya dari telinga saat sebuah suara jauh lebih keras terdengar dari sana. Bahkan member lain, yang duduk tak jauh darinya bisa mendengar suara teriakan yang sudah bisa dipastikan dari ibunya itu. Mereka hanya terkekeh. Melihat pria yang memiliki wajah secantik wanita itu sedang berkelahi dengan ibunya adalah hal yang sudah sangat membosankan untuk di tonton.

“Eoma, jangan berteriak! Bagaimana jika aku tuli?!”balas Heechul. “Sudahlah. Cepat datang kemari. Anak ini pasti akan menyusahkanku!”

Klik.

Heechul memutus sambungan teleponnya secara sepihak lalu mengacak rambut Baekhyun kesal. Tindakannya itu justru membuat bibir lantih Baekhyun bersuara.

“Hyung, aku sudah susah payah mengatur rambutku. Jangan merusaknya.”omelnya membuat kakak kandungnya terkejut sedangkan member lain semakin terkekeh geli.

“Kenapa kau mengatur rambutmu, huh?” Ia kembali mengacaknya. “kenapa?”

Baekhyun menepis tangan Heechul sambil cemberut, “Tentu saja untuk bertemu dengan SNSD noona.”jawabnya penuh percaya diri.

“Astaga, anak ini benar-benar…”

“Hey anak kecil, siapa yang kau sukai? Seohyunnie? Jangan berani-berani menyukainya!”sahut Kyuhyun.

“Tsk, kenapa memangnya? Apa hyung adalah pacarnya?”

“Tentu saja. Aku adalah pacar Seohyunnie!”

“Seohyun noona tidak pernah mengatakannya. Kau pasti berbohong. Sama seperti Heechul hyung yang terus mengatakan jika dia adalah pacar Sohee Wonder Girl.”

“YA!”teriak Heechul dan Kyuhyun bersamaan. Disertai dengan pukulan gulungan kertas yang mendarat mulus dikepala Baekhyun.

Donghae hanya geleng-geleng kepala melihat mereka. Anak itu, sama seperti Heechul yang selalu membuat ulah. Saat dia berbicara, dia seperti tidak memiliki penyaring.

“Kau mau kemana?”tanya Eunhyuk melihat Donghae beranjak dari duduknya.

“Mengambil minum.”

Pria itu meninggalkan keributan yang terjadi di ruangannya. Padahal biasanya dia sangat menyukai anak kecil, tapi kenapa berbeda pada Baekhyun? Terkadang, dia juga ingin memakannya seperti yang diinginkan Heechul.

“Ahjussi?”

Samar-samar, Donghae mendengar sebuah suara yang dia pikir, dia pernah mendengarnya disuatu tempat. Untuk beberapa saat, dia hanya terdiam.

“Donghae ahjussi!”

Begitu seseorang muncul dan berlari kearahnya dengan senyuman lebar sambil memamerkan gigi kelincinya, senyumnya ikut mengembang lebar. Anak itu, dengan sangat cepat melompat pada Donghae dan Donghae yang seperti kehilangan kesadarannya, begitu saja berjongkok dan memeluk tubuhnya erat.

Berjalan di belakangnya, Yoona memandang keduanya dengan kening berkerut namun juga dengan perasaan berbeda. Kenapa Sehun tiba-tiba menyukai Donghae? Dia bukanlah tipe anak yang mudah untuk bergaul dengan orang dewasa.

“Sehunnie! Kau datang untuk menonton?”

Sehun menguraikan pelukannya lalu menggeleng, “Ani. Aku hanya menemani eoma bekerja.” Membuat senyuman Donghae meluntur seketika. “Hehe.. aku juga ingin menonton ahjussi.”

“Eyyy…. Gojitmal.”

“Aniyo. Aku tidak berbohong.”

Donghae tersenyum lebar pada anak kecil berwajah tampan itu. Saat melihat Yoona berdiri dibelakangnya. Ia berdiri, sambil menggaruk belakang kepalanya, ia berseru kikuk, “Yoona-ssi, bisakah aku membawa Sehun ke ruanganku? Aku akan menjaganya sementara kau mengurus yang lain.”

Donghae langsung menarik lengan Sehun sebelum Yoona meberikan jawaban. Wanita itu sudah membuka mulutnya namun berubah menjadi senyum melihat pria bermata sendu itu merangkul pundak anaknya dengan akrab.

“Apa dia benar-benar Lee Donghae?”

***___***

“Ahjussi, apakah ahjussi benar-benar seorang artis?”tanya Sehun disepanjang perjalanan mereka menuju ruang tunggu Super Junior.

Donghae tersenyum menatap ke bawah, “Kenapa? Kau tidak percaya?”

“Ahjussi pasti sangat hebat. Ahjussi bisa menari dan bernyanyi.”

“Apa menurutmu itu hebat?”

“Tidak sehebat Christiano Ronaldo.” Ia menggeleng polos. “Ahjussi masih berada satu tingkat dibawahnya.”

Kening Donghae berkerut, “Kau menyukai Christiano Ronaldo? Kenapa?”

“Karena dia adalah pemain bola yang hebat.”

“Bagaimana jika aku mengubah profesiku? Jika aku menjadi pemain bola sepertinya, mana yang lebih hebat? Aku atau dia?”

Sehun memutar bola matanya sambil mengetuk-ngetuk telunjuknya di dagu, “Aku akan memikirkannya nanti. Tergantung bagaimana permainan kalian.”

Seketika Donghae tertawa terbahak-bahak, “Kau seperti Youngmin hyung.”

“Youngmin?” Sehun mendongak, menatap Donghae.

Donghae mengangguk, “Seorang pria tua yang cerewet dan menyebalkan.”

“Tapi, aku tidak cerewet dan menyebalkan.” Sehun menggeleng, menolak ucapan Donghae itu.

Donghae masih tertawa geli, “Tentu saja. Kau lebih baik darinya.”

Pria itu menggandeng tangan Sehun saat mereka sampai di depan sebuah pintu ruangan.

“Lihat, siapa yang ku bawa!” ia berteriak membuat seluruh member terkejut dan meraih kearahnya bingung.

Heechul mendengus, “Astaga, anak siapa yang kau bawa? Kenapa di ruangan ini terdapat banyak anak kecil?”desahnya kesal.

“Sehunnie!”

Sehun mengetahui benar suara cempreng yang menyakitkan telinga itu. Matanya mengarah ke kiri takut-takut, semoga perasaannya tidak benar. Namun, begitu menemukan sosok anak laki-laki bermata kecil melompat dari kursi dan berlari kearahnya dengan senyuman super lebar sampai matanya tidak terlihat, suasana hati Sehun langsung berubah menjadi buruk.

Apalagi saat anak itu memeluk tubuhnya –yang langsung di sambut dengan dorongan dari Sehun- Sehun berpindah tempat ke sisi kanan Donghae.

“Kenapa kau disini?”tanya Sehun dengan ekspresi yang buruk.

“Lihat, bahkan dia menolak bersamamu.”cibir Heechul namun tidak diperdulikan oleh Baekhyun.

“Kan sudah ku bilang jika hyungku adalah member Super Junior.”jawabnya tetap dengan senyum. “Aku kesini untuk menonton hyungku.”

“Kau bilang kau akan menonton SNSD, bukan menontonku.”sahut Heechul yang lagi-lagi tidak diperdulikan oleh Baekhyun.

“Apa kau Sehun?” Eunhyuk meninggalkan kursinya, menghampiri Sehun lalu berjongkok di depannya. Sehun mengangguk. “Kau tidak mengingatku? Kita pernah bertemu saat kau menjemput ibumu.”

Sehun memandang Eunhyuk sejenak lalu menggeleng, “Aku tidak ingat.” Membuat Eunhyuk menghela napas panjang yang disambut gelak tawa dari yang lain.

“Aigooo, lucu sekali. Siapa dia Donghae?”

“Dia adalah Sehun, hyung. Dia—“

“Anak Yoona.” Eunhyuk menyambung ucapan Donghae. Seketika yang lain membulatkan mata mereka lebar-lebar.

Kyuhyun menarik punggungnya dari sandaran kursi lantas duduk dengan tegak, “Anak Yoona? Stylist itu?” cetusnya terkejut. “Hyung, kenapa bisa bersamamu?”

“Aku pikir kalian membenci satu sama lain. Ternyata kalian justru sanagt dekat seperti ini.”goda Sungmin tersenyum pada Donghae.

Donghae langsung menggeleng sambil mengibaskan kedua tangannya, “Jangan salah paham. Aku hanya menyukai dia.” Ia menunjuk Sehun. Namun dibalas dengan sipitan mata semua member yang menatap Donghae curiga. Bukankah waktu itu mereka makan siang bersama juga?

“Ya! Hentikan!”cetusnya sebal lalu mendorong tubuh Eunhyuk yang melakukan hal yang sama dengan yang lain. “Jangan tersenyum seperti itu. Kau terlihat semakin jelek!” Donghae menggandeng lengan Sehun yang terlihat tidak mengerti apapun sambil menariknya keluar, meninggalkan ruangan itu.

Dekat apanya?! Aku bahkan membencinya.’

***___***

Yoona keluar dari ruangan SNSD setelah dia memastikan jika semua kostum telah cocok dan terlihat baik di tubuh mereka. Juga memastikan sepatu serta aksesoris yang akan mereka pakai nanti. Dia harus membuat Lee Sooman bangga dengan pekerjaannya. Apalagi karena pemilik SM itu akan menonton nanti sore.

Bergegas menuju ruang tunggu Super Junior, tiba-tiba langkahnya terhenti saat seseorang memanggil namanya. Ia menoleh kearah sumber suara yang ternyata berasal dari seorang pria bertubuh tinggi dan berwajah tampan sedang membawa sebucket bunga.

Matanya sontak membulat, “Siwon oppa?!”

Pria tinggi pemilik lesung pipi yang ternyata adalah Siwon itu tersenyum kemudian langsung memeluk Yoona, “Aku datang untuk menonton.”

Yoona membeku di tempatnya selama beberapa detik, berusaha meyakinkan penglihatannya jika pria itu memang Siwon. “Oppa… menyukai musik juga?” Ia mengerjap.

Siwon mengulurkan tangan, mengacak rambut Yoona, “Tidak. Aku datang karena—“

“Yoona-yaa, kau–”

Suara Tiffany menggantung di udara begitu matanya melihat Siwon sedang bersama dengan Yoona. Mereka… tersenyum satu sama lain.

“Oppa?!” Ia tersenyum lebar, berlari kearah Siwon lalu memeluk lengannya. “Oppa datang?! Akhirnya oppa datang!” Ia melompat-lompat girang.

Senyuman lebar Siwon seketika luntur, ia mengangguk pelan sambil tersenyum sedikit, “Yah, aku datang.”

“Aaahh… senang sekali. Gomawo~ aku senang oppa datang!” wanita itu menunjukkan eyesmile-nya pada Siwon. “Ngomong-ngomong, oppa mengenal Yoona juga?”

Yoona mengangguk, “Siwon oppa adalah—“

“Yoona adalah calon istriku.”

Dan pernyataan yang keluar dari mulut Siwon seketika bisa membuat ekspresi Tiffany berubah, tangannya yang memeluk lengan Siwon melunglai ke bawah. Juga membuat seseorang yang disebut namanya itu membelalakan matanya lebar-lebar. Yoona terperangah hebat di tempatnya, terkejut atas pengakuan Siwon tersebut.

Sedangkan tak jauh dari sana, seseorang ikut merasakan rasa keterkejutan itu. Tanpa sadar, ia bergumam, “Calon istri?”

TBC

 

 

 

 

 

59 thoughts on “Crazy Without You Part 6

  1. elsasndra berkata:

    Pas itu baru baca ini ff dan nunggu part 6nya dan ternyata udah ada. Duh nice ff thor❤ ff unni emang the best deh dari sixth sense , autumn, sama crazy without you. Aku suka pas yoonhaehun bareng, berasa keluarga bahagia xD. Masih agak penasaran ini sehun anak donghae yg dulu ilang+mati itu, atau anaknya yoona asli._.

    Keep writing authornim ^^ di tunggu part 7 sampai part terakhirnya eheheh

  2. dhsara berkata:

    huee, baru sempet bacaa.
    makin kesini makin bikin penasaran ihhh.
    ayahnya sehun donghae bukansihh?
    suka banget moment yoonhaehun makiin banyakin yaa, mereka berantem juga gapapa haha.
    baekhyun cocokdeh jadi adik heechul haha.
    ditunggu kelanjutannya yaa. xoxo

  3. niahh berkata:

    mian kgk komen di part 1 sma 5,soalnya mau sklain komen tpi maaf ya ;(
    ada sdkit bingung si sbnarnya sehun anaknya donghae or bkan,trus yoona sma siwon mantan suami istri?
    yaampun donghae sma yoona klo ribut lucu kkkk
    so sweet liat moment sehun donghae,tpi lanjuttt😉

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s