Something Hidden Part 6

something hidden new

Author: SakuRaa (@_raraa84)

Title: Something Hidden (Chapter 6)

Cast:

-Byun Baekhyun (Baekhyun)

-Oh Sehun (Sehun)

-Kim Jongin (Kai)

-Park Chanyeol (Chanyeol)

-Do Kyungsoo (Kyungsoo)

-Kim Joon Myun (Suho)

Genre: Family, Brothership, Friendship, School Life.

Rating: General

Length: Chaptered

Note: It’s my Mega Project :v tolong komentar, like, dan sebagainya😀

Tetapi kadang yang dibutuhkan seseorang bukan karena besar atau kecil suatu tempat, melainkan dari kenyamanan tempat itu sendiri.

===================

Chapter 5:

https://koreadansaya.wordpress.com/2014/09/09/something-hidden-part-5/

(jangan males-males baca part sebelumnya, oke :v)

===========

“pasti ada sesuatu…” gumam Kai sambil mengerutkan dahinya, kakinya melangkah begitu saja mendekati rak buku-buku itu dan matanya mulai menyisiri judul-judul buku yang tertata rapi disana. Harus Kai akui, ayahnya selalu menata buku sesuai jilid, hingga Kai tak tahu apa yang mendasari pikirannya untuk mencari kearah sini. Tapi mungkin ini yang disebut dengan feeling.

Ia mulai mengambil sebuah buku tebal yang berjudul tentang ilmu hukum, mulai membukanya cepat, mungkin saja ayahnya menyimpan catatan, atau kertas didalamnya. Tetapi nihil. Kai mengembalikan buku itu dan mulai mencari buku lain, ia berpikir mustahil jika ia membuka semua buku di rak sebesar ini dalam waktu sekejap, sehingga ia tak bisa asal mengambil buku dan membukanya.

“buku yang sering dibaca, pasti tak berdebu, ayah tak mungkin meletakkan buku yang sering ia baca di rak atas, pasti ditengah-tengah…” gumam Kai pelan.

Ketika matanya menyisiri rak buku tengah-tengah, yang tingginya hampir setara dengannya, ia tertarik dengan sebuah buku sedikit tebal berwarna biru tua. Pandangan Kai seakan menyelidik, tangannya dengan ragu mengambil buku itu dan tangannya tak merasakan debu yang tertempel disana.

Kai memperhatikan sampul depan buku itu, “Moonlight?… Apakah ayah suka baca novel juga?” pikirnya. Karena sedari tadi Kai hanya menemukan buku-buku sejarah, hukum, bisnis, dan sebangsanya.

Ketika Kai baru mencoba membuka buku itu, dan… plukk, sesuatu terjatuh dari dalam buku membuat mata dan tubuhnya mengikuti arah jatuhnya sesuatu itu. ia berjongkok dan ternyata yang jatuh adalah sebuah foto, dan ia mengambil selembar foto yang jatuh dari buku bersampul biru tua itu.

“siapa ini?”

Kai mengamati foto hitam putih seorang wanita muda, berumur sekitar 20 tahun-an, berambut sebahu dan penampilannya terlihat sangat sederhana dengan balutan dress bunga-bunga kecil ditubuhnya.

Kai seakan teringat sesuatu, sehingga ia langsung merogoh saku celana seragamnya, ia mencocokkan foto itu dengan sebuah foto hitam-putih juga yang ia ambil dari dompetnya, tetapi ia semakin mengerutkan dahinya, seakan segala pertanyaan sedang menumpuk diotaknya dan ia butuh jawaban.

“ini bukan foto ibuku… lalu ini foto siapa?”

*

Sehun dan Baekhyun tiba dikamar asrama mereka pukul 19:00 malam, ketika itu Sehun merasa tenaganya hampir habis dan seluruh badannya terasa sakit, sehingga ia langsung menjatuhkan tubuhnya keatas kasur Baekhyun, dan Baekhyun hanya menggeleng-gelengkan kepalanya sambil berjalan kearah kamar mandi.

Sehun sudah tak peduli dengan Baekhyun karena matanya saat ini sangat berat, memang Sehun bukanlah orang yang terbiasa bekerja keras seperti ini sebelumnya, sekolah dari pagi, lalu dilanjutkan bekerja hingga malam bukanlah tipe kebiasaan Sehun.

“aku sudah bilang padamu, kau tidak perlu ikut aku bekerja, kau bukan orang seperti ku.” Ucap Baekhyun sambil mengganti pakaiannya dengan kaos panjang berwarna merah maroon.

Sehun masih bisa mendengarnya dan ia ingin protes, tetapi ia merasa lebih baik ia memejamkan matanya untuk beberapa menit dan mengisi tenaganya kembali.

Baekhyun lalu duduk dikasurnya, sebelah Sehun, sebelum itu ia menyingkirkan tangan kanan Sehun yang terlentang hampir memenuhi seluruh kasur Baekhyun.

“kau bilang kau akan melanjutkan ceritamu tadi.” Ungkap Baekhyun yang membuat Sehun membuka matanya. Ia menghela napas sambil berusaha bangkit dan mengambil posisi duduk bersila dihadapan Baekhyun.

Ia menarik napas panjang, “baiklah… sebenarnya…”

“sebenarnya keluargaku berantakan, ayah dan Ibuku sering bertengkar, kakakku pergi dari rumah, ayahku dituduh sebagai mafia, dan ibuku… dia bersama laki-laki lain… aku tak pernah betah didalam rumahku sendiri, maka dari itu aku memilih tinggal disini.” ucap Sehun sambil menunduk.

Baekhyun sedikit tersentak dengan pengakuan Sehun, segala pertanyaan dibenaknya kali ini terjawab sudah, itulah sebabnya Sehun memilih diasrama dibandingkan dengan rumahnya sendiri, padahal Baekhyun yakin, dirumahnya pasti jauh lebih besar dibandingkan diasrama ini.

Tetapi kadang yang dibutuhkan seseorang bukan karena besar atau kecil suatu tempat, melainkan dari kenyamanan tempat itu sendiri.

Ia mendekatkan tubuhnya dan menepuk-nepuk pundak Sehun, “Sehun… bagaimana jika kau coba temui kakakmu? sekedar bertegur sapa, menanyakan kabar, … mungkin kau akan jauh lebih baik. Mungkin ayah atau ibumu sudah berubah, tetapi anak, sejujurnya mereka hanya lah korban…”

Ya, kau sangat salah jika menghubung-hubungkan orang tua dengan sikap atau watak anaknya, terkadang anak adalah cermin-an dari orang tua mereka sendiri, bukankah seoarang anak yang baru lahir itu bagaikan kertas putih yang belum ternoda? Yang menodai, yang memberi tulisan, itu adalah keluarga, dan lingkungan anak itu sendiri.

*

Seperti biasa, Kai, Chanyeol, dan Kyungsoo akan selalu pergi kekantin bersama, tetapi Chanyeol dan Kyungsoo menangkap ada gelagat aneh didalam diri Kai yang saat ini ditengah-tengah mereka, Chanyeol sedikit berisyarat dengan Kyungsoo seperti, apa-yang-terjadi-dengan-Kai? Dan Kyungsoo hanya mengangkat bahunya.

Kai sedari tadi hanya diam dan terlihat berpikir sesuatu, bagaimana tidak, ia kemarin baru saja menemukan sebuah foto seorang wanita yang ia yakini foto itu berbeda dari foto ibunya. Untuk apa Ayahnya menyimpan foto wanita itu? Kai terus bertanya. Tapi ia memilih untuk mencari tahu sendiri dan tak bertanya pada Ayahnya, jika iya mungkin ayahnya akan langsung menghentikan aksinya ini.

Dan ketika Kai melihat Jihyun dari kejauhan sedang berjalan berlawanan arah dengannya, ia semakin menunduk, hingga Jihyun berpapasan dengan Kai, tetapi Kai hanya menunduk diam dan Jihyun hanya berjalan tegak sambil sedikit tersenyum kearah Kyungsoo, dan Kyungsoo juga tersenyum kearahnya. Setelah itu, Jihyun mempercepat langkahnya.

Itu membuat Chanyeol semakin bingung. Kai bukan tipe orang yang akan menunduk ketika ia berjalan, dimanapun dan kapanpun.

Chanyeol menepuk pundak Kai, “ayolah Kai, apa yang salah denganmu hari ini, huh? Kau bukan tipe orang yang akan berjalan menunduk, kau akan mendongakkan kepalamu hingga beberapa derajat, iya kan?”

“bukalah matamu… Kau terlalu menfokuskan diri untuk membenci seseorang, sampai-sampai kau tak tahu bagaimana cerita tentang dirimu sendiri… apakah pantas, jika kau mengomentari cerita orang lain, bahkan kau tak tahu cerita tentang kehidupanmu sendiri?”—Sehun

Kai menarik napas dalam dan menoleh kearah Chanyeol dan Kyungsoo, “aku rasa… ada suatu hal yang disembunyikan oleh Ayahku.”

*

“oke, jadi intinya, kau menemukan sebuah foto seorang wanita dan kau berpikir itu ada hubungannya dengan masa lalu keluargamu begitu?”

Kai hanya mengangguk. Kyungsoo menarik kesimpulan atas semua yang Kai ucapkan padanya, dan Chanyeol hanya menopang dagu dengan tangannya sambil mengerutkan dahi.

“dan… Sehun sepertinya tahu tentang masa lalumu?” tanya Chanyeol yang dibalas dengan anggukan ragu dari Kai.

“kau harus bertanya padanya, Kai.”

*

Entah langit yang saat ini benar-benar mendung padahal masih pukul 2 siang, atau gerakan angin yang datang entah darimana yang membuat Sehun melangkahkan kakinya ragu menuju sebuah bengkel besar diseberang jalan. Ia sedari tadi hanya mengintip dari balik pepohonan rindang, sambil mengamati bangunan Bengkel itu. tidak. Bukan bengkelnya, bukan mobil-mobil yang terparkir disana sambil berlumuran sabun, tapi ia lebih tertarik dengan orang yang memakai seragam berwarna biru dongker sambil membawa selang air, dan perlahan membasuh lumuran sabun dimobil berwarna silver itu.

Ia berniat berbalik, bukankah seharusnya ia ada di Café bersama Baekhyun untuk bekerja? Tapi ia sudah sejauh ini. ia juga tak tahu mengapa ia begitu tak sadar jika ia saat ini sudah ada didepan pria yang ia amati sedari tadi itu, sambil keringat dingin yang mengucur tubuhnya, ia merasa ini adalah keadaan yang paling canggung yang pernah mampir dikehidupan Oh Sehun.

“Luhan Hyung…”

Pria itu menoleh, matanya yang sedikit besar langsung tertuju pada Sehun, adiknya sendiri yang selama 3 tahun ia tak pernah mendengar kabarnya. Ia tak tahu sekolah Sehun dimana, apa Sehun masih tinggal dirumah yang pernah ia tinggalkan, atau hal kecil seperti apakah nilai matematika Sehun sudah tidak dicoret dengan Spidol Merah lagi sekarang.

Pria yang dipanggil Luhan itu merasa udara disekitarnya begitu menipis, darahnya berhenti mengalir, dan ia merasakan matanya memburam karena butiran-butiran air mata mungkin siap jatuh sekarang.

Ia segera menghambur dan memeluk Sehun dengan erat.

“Sehun… adikku…”

*

Disinilah mereka, Sehun dan Luhan. Di cafétaria didekat bengkel tempat Luhan bekerja, dengan se-cup coffee hangat, dan sedikit obrolan-obrolan singkat diantara mereka.

Sulit memang mengembalikan keakraban 2 orang kakak adik yang tak pernah bertemu selama lebih dari 3 tahun. Setidaknya sengaja atau tidak, sesekali Sehun menyempatkan diri untuk mampir ke bengkel tempat Luhan bekerja walaupun ia hanya mengintip dari balik pohon rindang diseberang bengkel. Dan ia tak pernah menyangka bahwa Sehun bisa kembali sedekat ini dengan kakakknya.

“jadi… bagaimana kabar Eomma sekarang?” tanya Luhan sambil membuka percakapan.

Sehun mengangkat bahunya. “aku tidak tahu…” “aku sudah tidak tinggal disana lagi.”

Mendengar hal itu Luhan lalu mengerutkan dahinya, “lalu kau tinggal dimana?”

“diasrama dekat sekolahku.” Jawab Sehun singkat, ia tak berani menatap langsung mata Luhan dan ia lebih memilih menunduk sambil menggoyang-goyangkan cup Coffee miliknya.

“bagaimana bisa aku tinggal bersama Ibu yang terlihat seperti orang depresi seperti itu? pergi bersama lelaki lain, tak memikirkan bagaimana nasib Ayah sekarang, Selingkuh bukanlah sebuah penyelesaian kan, Hyung?” tanya Sehun sambil berpaling.

Luhan sedikit kaget karena Sehun sudah berani mengutarakan pendapatnya sendiri, berbeda dari Sehun 3 tahun yang lalu yang hanya diam sambil mengintip dari balik pintu kamar jika Ayah dan Ibu mereka bertengkar.

“terkadang seseorang mempunyai caranya sendiri untuk menyelesaikan masalahnya.” Luhan tersenyum sebelum menyelesaikan kalimatnya. “sudahlah. Kau masih kecil, bagaimanapun dia tetap Ibu kita.”

“lalu… bagaimana dengan Ayah? Apa dia…”

Sehun langsung mengangguk, ia mengerti kearah mana Luhan akan berbicara. “ya… dia masih di Jepang, dan dia masih dianggap sebagai seorang Mafia…” mendengar itu raut wajah sedih langsung jelas di wajah Luhan, membuat Sehun terkadang menyesal karena tak mampu berbuat apapun untuk Ayahnya.

Sehun juga rasanya ingin menangis, dan ia memalingkan wajahnya kearah jendela disebelah kanan mereka. “memangnya apa yang bisa aku lakukan?” … Sehun merasa bertanggung jawab atas semua ini, Luhan tak ikut campur masalah apapun tentang Ayahnya, yang mengetahui adalah Sehun.

“kau tinggal pilih, kau yang pergi dari negeri ini, atau Sehun yang harus pergi? Jika kau ayah yang baik, kau akan melakukan apapun untuk menyelamatkan anakmu, iya kan?”

 

“Sehun, dengarkan Appa. Jangan pernah katakan apapun yang kau lihat, yang kau dengar waktu itu pada siapapun, mengerti? Ini demi kebaikan kita semua, Appa mohon, sayang. Kau mengerti kan?”

Sehun masih mengingat percakapan itu.

*

“permisi Tuan, ada yang ingin bertemu dengan tuan…” Tuan Kim hanya mengangguk walau matanya masih terfokus dengan kertas—kertas dihadapannya, hingga ia menyadari seseorang tengah menatapnya dengan tatapan tajam.

Tuan Kim sedikit terkejut, tapi sesaat ia menyeringai, “apa yang membawamu datang kesini Oh Sehun? Bukankah kau bisa membuat janji dulu? Begitu tiba-tiba…”

Sehun hanya memutar bola matanya malas dan langsung menarik kursi dan duduk dihadapan Ayah Kai. Rahangnya mengatup keras, dan ia berusaha menenangkan detak jantungnya yang naik-turun tak stabil. Jika Ayah Kai bukan orang hebat, bukan seorang Komisaris perusahaan-perusahaan terkenal, mungkin saat ini Sehun sudah memukulnya berkali-kali untuk membalaskan amarahnya selama ini yang ia pendam.

“aku selama ini sudah menepati janjiku, aku selama ini sudah patuh akan semua perintahmu, aku tak pernah membocorkan hal itu pada siapapun termasuk anakmu.”

Sehun melanjutkan kalimatnya, “sekarang bisakah kau kembalikan Ayahku ke Korea lagi?”

Ayah Kai yang mendengar itu langsung berpaling sambil sedikit tersenyum miring, sebenarnya Sehun tak yakin dengan apa yang ia lakukan saat ini, yang ia tahu hanyalah ia ingin Ayahnya kembali ke Korea, berada ditengah-tengah keluarga mereka, menjadi penengah segala masalah.

“a-aku mohon bersihkan namanya, dan kembalikan dia kesini, tidakkah kau belum puas selama ini sudah membuat Ayahku tersiksa di Jepang? Tidakkah kau puas sudah menuduhnya sebagai seorang mafia sedangkan aku yakin ayahku bukan orang seperti itu.”

Ayah Kai bangkit, ia berjalan kearah tirai jendela kaca ruangannya, ia menoleh sekilas kearah Sehun yang sedang menunggu jawabannya.

“Oh Sehun, kau tahu? ayahmu adalah orang yang cerdas, ia tak banyak bicara persis sepertimu, dan ia bisa saja menjadi potensi yang besar untuk menyaingiku. Yah tapi itu tak masalah, sebelum ia sedikit demi sedikit menggeser kedudukanku, menggeser kepercayaan orang-orang terhadapku. Kau pikir aku bisa diam? Oh tentu saja aku tidak tinggal diam. Aku tak akan pernah mau ada siapapun menghalangi jalanku.” Ucap Tuan Kim dengan nada tenang.

Ia lalu melirik kearah Sehun, “itu sudah jelas kesalahannya kan? Dia terlalu membahayakan posisiku…”

Sehun mengatupkan rahangnya rapat-rapat sambil menggelengkan kepalanya, matanya memanas seperti ada kilatan api dari sana, pundaknya naik turun tak seimbang dan tangannya mengepal keras. “kau…” gumamnya.

“dan tentang rahasia itu, jika kau berani membocorkan apa yang kau dengar waktu itu pada Kai… atau Baekhyun, aku tak segan-segan membuat Ayahmu itu pergi lebih jauh lagi dari Jepang… menjadikannya buronan polisi, dan aku membuat hidupnya, dan seluruh keluarga mu tak tenang disini…”

Tepat setelah itu suara ketukan pintu terdengar dan sesaat kemudian kepala Kai muncul dari pintu, matanya langsung menangkap sosok Sehun yang sedang duduk membuat Kai mengerutkan dahinya beserta segala macam pertanyaan langsung muncul diotaknya.

“Sehun…” gumamnya pelan.

Sehun menoleh kearah Kai, ia langsung bangkit dan menatap tajam kearah Ayah Kai yang sedang membelakanginya, Sehun berjalan kearah pintu sambil menatap Kai dan sengaja menyenggol pundak Kai dengan keras. “Aww…” rintih Kai sambil memegangi pundaknya.

Melihat Sehun yang sudah berjalan menjauh, tanpa pikir panjang Kai langsung mengejarnya, ia memanggil-manggil nama Sehun tetapi Sehun tak menghiraukannya, hingga Sehun yang sedang menunggu pintu Lift terbuka lalu Kai menarik kasar tangannya dan langsung dihempaskan oleh Sehun.

“Apa!” ucap Sehun sedikit membentak, membuat Kai berpikir bahwa ada sesuatu hal yang dibicarakan pada ayahnya membuat Sehun marah.

“aku hanya bertanya mengapa kau menemui ayahku?” tanya Kai dengan tatapan menyelidik, dan Sehun hanya menyeringai sambil memalingkan muka,

“bukankah dia ayahmu, mengapa kau tak tanyakan langsung padanya?” Sehun melihat Kai yang langsung tertunduk, “kau takut?” Sehun lalu melanjutkan langkahnya dan menghilang dibalik pintu Lift.

*

Kai tak mendapat jawaban dari Sehun dan ia bertanya langsung pada ayahnya, tetapi ayah Kai malah menjawab jika Sehun meminta bantuannya untuk mencari keberadaan ayahnya di Jepang. Jawaban itu membuat Kai berbalik kesal pada Sehun.

“untuk apa Sehun melakukan itu? jelas-jelas ayahnya seorang penjahat.”

“maka dari itu, ayah sangat melarangmu dekat dengan anak sepertinya, dia bukan sederajat lagi dengan kita, Kai.”

*

Sehun membanting pintu kamar asramanya dengan keras. Ia bersandar dibalik pintu dan menurunkan tubuhnya perlahan ke lantai, dengan pundak nya yang naik-turun tak stabil. ia menutup wajahnya dengan kedua tangannya sambil terisak.

Ia sebenarnya tak selemah ini. Tapi bagaimana? Keadaan lah yang membuatnya menyimpan semuanya sendiri, ia sudah muak dengan keluarganya dan ia memilih untuk bertahan hidup sendiri. Ia merasa ia tak mampu mengembalikan keluarganya seperti dulu lagi, ia tak bisa berbuat apapun. Ia menangis.

Sehun menangis hingga seseorang membuka knop pintu tapi tak bisa karena terhalang tubuh Sehun, hingga ia menyingkir dan langsung beranjak naik keatas tempat tidur nya.

“Sehun?” panggil Baekhyun yang muncul dari balik pintu, ia menemukan tubuh Sehun yang berbaring dikasurnya sambil membelakanginya, Baekhyun menutup pintu dan berjalan kearah tempat tidur.

“Sehun, mengapa kau tadi tak masuk kerja? Kau tahu kan kau baru beberapa hari bekerja, jangan sering membolos, kau tadi kemana?”

Tak ada sahutan. Sehun tak bergeming, dan Baekhyun mengira ia tertidur. Baekhyun lalu menghela napas panjang sambil merebahkan tubuhnya diatas kasur, ia merasa sangat lelah hari ini, matanya sangat berat dan akhirnya ia tertidur.

*

“hei kau!” teriak Sehun, Kai yang merasa mendengar suara Sehun langsung menoleh, “aku?” tanyanya sambil menunjuk dirinya sendiri.

Sehun hanya mengangguk dan sedetik kemudian ia melempar bola basket ditangannya kearah Kai dengan keras,

Dengan sigap Kai refleks menangkap bola itu sambil menatap Sehun aneh.

“ayo kita battle satu lawan satu” tantang Sehun tiba-tiba. Kai hanya mengerutkan dahinya, ia sudah tak begitu berurusan dengan Sehun karena ia juga masih kepikiran dengan foto perempuan yang ia temukan tempo hari. Dan sekarang Sehun mengajaknya battle bermain basket?

“kau ini kenapa?” tanya Kai keheranan, ia berjalan menuju kelasnya dan tiba-tiba Sehun memanggilnya dan langsung memberikan bola basket padanya, dan sekarang mengajaknya bermain basket, sungguh aneh.

Tapi Sehun hanya mencibir, “tak usah sok polos, Kai. Kau tak ada bedanya dengan ayahmu.”

Kai mulai geram, “maksudmu apa berbicara seperti itu?”

Sehun menyahuti, “kau takut?”

Kai tersenyum tipis, ia menoleh kekanan-kiri melihat murid-murid lain yang mulai memandangi mereka. Bagaimanapun juga Kai selalu menjadi pusat perhatian disekolah ini. “takut? Padamu?”

“jika kau tidak takut ayo kita lakukan.” Ucap Sehun mempertegas. Mungkin ini caranya melampiaskan segala kekesalannya kemarin pada ayah Kai, orang yang sudah membuatnya menangis karena keputus-asa’an.

“dengar Sehun, aku tidak tahu apa masalahmu, atau kau saat ini sedang tersambar angin darimana, tapi… ayo kita lakukan.” Kai segera melepas Blazernya dan meletakkannya disalah satu bangku.

*

Dikelas Reguler 10-5, kelas Baekhyun, seperti biasa selalu tenang. Para murid selalu menyempatkan membaca buku, mengerjakan tugas-tugas, atau hanya sekedar bercengkrama tentang topik-topik ringan, sambil menunggu setengah jam sebelum bel istirahat.

Begitu pula dengan Baekhyun, ia bersama ke-3 temannya yang lain sedang membaca buku-buku Biologi, karena besok akan diadakan ulangan harian. Walaupun pikiran Baekhyun masih bertanya-tanya, karena sewaktu ia bangun tadi sekitar pukul 06.20, ia sudah tidak menemukan Sehun dikasurnya atau diseluruh kamarnya, ia sedikit kesal, jika Sehun telat bangun, pasti Baekhyun-lah yang membangunkannya, tetapi disaat Baekhyun telat bangun, Sehun malah pergi lebih dulu dan akibatnya Baekhyun terlambat mengikuti jam pertama, tidak setia kawan! Gerutu Baekhyun.

Lamunan Baekhyun dibuyarkan oleh suara bass seorang lelaki yang baru masuk kekelasnya dengan suara sedikit terengah-engah. “Hei, hei, hei. Kalian tahu? si anak pemilik sekolah ini, Kim Kai, sedang battle bermain basket dengan anak yang bernama…

Sehun kalau tidak salah!”

Mendengar nama ‘Sehun’, Baekhyun sontak menoleh pada teman pembawa berita itu, “Sehun? Yang benar?”

“Kai? Battle basket?” “pasti seru…”

“kau yakin?”

“Ayo kita lihat!”

terdengar sahutan dari beberapa murid perempuan dan mereka segera keluar kelas mencari tahu kebenaran berita itu.

teman sebangku Baekhyun, Min Seok, juga bergegas menutup bukunya sambil menarik begitu saja tangan Baekhyun, “Baekhyun! Ayo kita lihat juga!”

*

Baekhyun tak hentinya membuka mulutnya ketika ia memang benar-benar melihat Sehun dan Kai sedang tanding basket. hampir seluruh pinggir lapangan dipenuhi oleh murid-murid yang berdesakan ingin melihat 2 mantan sahabat ini sedang bertanding.

Baekhyun memperhatikan Sehun yang sedang duel memperebutkan basket dengan Kai, matanya menatap tajam, mulutnya mengatup keras, keringat bercucuran dimana-mana, dan berkali-kali Sehun mendorong Kai dengan menggunakan sikut atau badannya untuk mendapatkan bola. Sebenarnya apa yang terjadi dengan Sehun? tidak seperti biasanya. Pikir Baekhyun.

“itu tandanya dia sedang marah besar, dia akan melampiaskannya dengan cara seperti itu, beradu fisik tanpa harus saling pukul-memukul. Dan sasarannya kali ini adalah Kai.” Ucap seseorang yang berada tepat disebelah Baekhyun tiba-tiba. Baekhyun sontak menoleh sambil mengerutkan dahinya.

Pria itu juga menoleh kearah Baekhyun, “aku sudah mengenal Sehun sejak lama, aku mengenalnya dengan baik.” Ucap pria itu dengan sedikit senyum dibibirnya. Baekhyun hanya diam.

Dan akhirnya Sehun kembali memasukkan bola ke ring dengan sebelumnya ia menjatuhkan Kai dengan keras. Kai yang merasa kakinya sudah kram karena berbenturan langsung dengan lapangan berkali-kali, akhirnya menyerah. Untung saja bel masuk sekolah segera berbunyi sehingga Kai langsung dikerubungi oleh ke-2 temannya, termasuk pria yang berdiri disebelah Baekhyun tadi, ia membantu Kai berdiri. Murid-murid lain mulai bubar menuju kelas mereka masing-masing.

Sehun mendekati Kai dengan bola basket ditangannya, “kau sudah lihat sendiri kan? Dan… kau tak perlu menanyakan hal seperti itu lagi padaku… karena jawabanku akan tetap sama,

aku tidak tahu.”

ucap Sehun sambil berlalu, tetapi beberapa langkah ia kembali berbalik dan melemparkan bola basket pada Kai, tidak sekeras tadi, tetapi Kai dengan sigap menangkap bola itu.

*

(Coming soon in Next Chapter!)😀

“kau dulu tidak menjalani tes apapun saat masuk kesini?”

 

“tidak, aku tiba-tiba mendapat sebuah surat ber-kop Yongguk High School… itu saja” ucap Baekhyun ringan. Suho mengerutkan dahinya, ia ketua OSIS, ia pasti tahu bagaimana prosedur untuk masuk kesekolah ini. ‘Bagaimana mungkin?’

 

*

 

“kau pikir kau orang yang paling menyedihkan didunia ini? kau masih beruntung ayahmu masih ada untukmu, masih ada untuk memperingatkan dan memarahimu, lalu bagaimana dengan aku!”

 

*

“aku seperti buku yang terbuka, semua orang tahu rahasiaku sebelum aku memberitahunya, atau mengatahuinya…”

 

*

“kau egois… kau bahkan membandingkan dirimu sendiri dengan seorang wanita!”

 

*

Kai mendengar alunan suara piano yang sedikit samar ditelinganya, iramanya tenang, halus, tetapi memikat. Membuat otak Kai memerintahkan kaki-kakinya untuk melangkah sesuai arah datangnya suara itu.

 

 

“ada apa ini? Aku baru mendengarnya sekali, tetapi aku merasa sangat sedih…”

*

“kau belum mengenal Kai lebih lama dari ku.”

 

“dia mungkin bermasalah denganmu, Sehun. Bukan aku, dia baik padaku.”

*

 

“kau pikir orang lain peduli dengan masalahmu? Tidak. Tak seorangpun. Kau malah semakin menambah beban masalahnya…”

 

(See more in Chapter 7! :D)

 

*TBC*

Hai😀 berasa telat banget ya aku nge-post fanfic ini, maafin aku yang terlambat hampir sebulan -_- yah sebulan.

Aku kan udah bilang aku lagi kelas 9, 1 minggu yang lalu aku baru selesai UTS, berangkat pagi-pagi buta, belum lagi les sampai sore, padahal tugas selangit. (oke, abaikan :v)

Jangan bosen ya baca fanfic-fanfic ku ini :v jangan lupa kritik dan saran tetap ditunggu, bye.

@_raraa84 (maaf ya yang kemarin-kemarin dm aku, belum sempat aku bales .-.)

20 thoughts on “Something Hidden Part 6

  1. Hilma berkata:

    Aigoo.. Makin penasaran nih sama kelanjutannya…
    Appa Kai jahat banget. Kasihan Sehunnya…
    Ditunggu next chapternya chingu…

  2. Puti Hilma berkata:

    Wow.. Ceritanya makin bikin penasaran chingu.. Sebenarnya masalah ayah kai apa sih sma sehun? Sampai segitu jahatnya sama sehun
    Ditunggu lanjutannya ya chingu.. Keep writing!!
    Fighting! ^^

  3. rini berkata:

    TBC ohhh TBC..
    Lgi enak bca mlah muncul kta keramat/?
    Thor cpat lnjutin ya sbelum semester nih klw bsa lanjut ya..🙂
    Sumpah gua mw gorok tuh ayah Kai. Msa iya ngebiarin dua sahabt gitu di jarakin. Smpai nuduh orng smbrngan cuman gegara bisnis. Sehun smpai nangis gitu, dan kai baek tak mengetahui klw mrka bersudra. .
    Tpi thor daebak, cerita gini yg aku cri, ngak ada cintenye, cuma pershabatn gitu ahh..
    Lanjut ya thor jgn lma2 keep writing and Fighting!!!🙂

  4. kurnialyana berkata:

    Hai, kak. Maaf baru komen di chap 6 ini.
    Ceritanya bagus, penuh misteri lol.
    Sampe sekarang masih penasaran apa hubungannya Baekhyun sama Kai dan Sehun.
    Ditunggu chap selanjutnya~!!

  5. Rosepixylalala... berkata:

    Akhirnya nih ff ada lanjutanyaaa….
    aku mikir pa nih author kecapean karena les mulu kaya gue #nasibkelas9yabegini hiks..
    kann.. kakanya sehun itu luhan..
    kok ini ayahnya kai jahat bgt gitu sih, y ampunn.. perasaan ku yg buat ayah kai ngirim ayah sehun ke jepang bukan hanya karena saingan,, tapi tau sesuatu tentang kai sama cewe yg dibuku itu.. tebakanku sih foto perempuan yg di buku itu ibunya baek.. jadii.. #nihygauthorsapecoba_guecerewetbgt -_-
    dari pada kebanyakan cincong, ditunggu segera kelanjutannya y..🙂
    semangat juga buat belajarnya.. jgn kaya gue yg waktu padet bgt masih nyolong2 buat main lepi #jgncontohini😀

  6. littlecheonsasss berkata:

    Lama banget, yeah, ._. Saking lamanya sampe lupa cerita bagian sebelumnya :v.
    Itu appanya Kai jahat banget sih -_-. Mau untung sendiri! Aku kira Baek itu abangnya Sehun, eh, rupanya Luhan, ya..
    udah deh thor cepetan lanjut!

  7. CupuGirl berkata:

    ceritanya semakin menarik ya, semakin penasaraan dengan hubungan baekhyun dan kai ? di tunggu next chapter thor …. semangattt thor !!!!

  8. wikapratiwi8wp berkata:

    part 7 nya kapan saeng…???
    aiiisshhh jahat banget appanya kai…kan kasihan sama sehunnya…
    huaaaa ada luge…hehehe sehun luhan tuh…hunhan hunhan…hahaha udah nyangka dari awal kalo kakaknya sehun pasti luhan…gak ada yang bisa gantiin luhan emang kalo jadi kakaknya maknae…hehehehe fighting saeng…part 7 nya jangan lupa🙂 udah lebih dari 2 bulan kayaknya…

  9. Jung Han Ni berkata:

    wahh luhan jadi kakaknya sehun >< tapi kasian sama mereka berdua, apalagi luhan..
    appanya kai jahat banget sih
    keep writing!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s