Mifologia part 4

Mifologia_editor

Title                 : Mifologia

Author             : Magnae Yehet

Cast                 : Member EXO

Genre              : Fantasy, Brothership, School Life and Action

Rating             : G

Length             : Chaptered

“KAU JUGA BERHENTI MEMANGGILKU BAOZI!!!”

“Oi? Memangnya aku memanggilmu Baozi tadi?”

“Tentu saja.”

“Ouh! Aku reflek saja. Mianhae kalau begitu.”

Sementara ke-9 rekan mereka itu tertawa melihat kelakuan Suho dan Xiumin, Xiumin sendiri pun cemberut mendengar jawaban tanpa dosa yang dilontarkan Suho.

“Suho? Sejak kapan kau tahu mengenai ‘The Power of Twelve Bijuu’? Kata Lee Sonsaengnim, kita bisa tanyakan ini padamu dan juga Xiumin.” Ucap Kris

“Hm? Benar juga. Tidak lama, mungkin baru-baru ini? Kan Xiumin?”

“Ne. Baru-baru ini kami menemukan buku itu. Bahkan aku sudah membacanya sampai 12 kali, dan saat aku mau membaca yang ke-13 surat pindahan kemari itu dibacakan kepada kami berdua. Kan Suho?”

“Nde. Kau benar sekali. Tapi aku merasa aneh dengan angka 12 dan diri kita semua.”

“Aneh? Maksudnya?” tanya Lay

“Ne, aneh. Entah kenapa aku merasa bahwa kita itu terhubung dengan angka 12. Apalagi dengan buku yang kau sebut tadi Kris, kurasa kita berdua belas terlibat di dalamnya secara tidak langsung.”

“Hey! Tentu saja kita terlibat dengan buku yang tadi disebutkan Kris. Bukankah penampakan Juuichibi no Kando dan Juunibi no Shinen yang memang Jichurikinya telah kita ketahui sebagai sosok Kai dan Luhan? Dengan adanya, ke-2 hewan legenda itu bahkan bisa dibilang mereka adalah pasangan hewan legenda terkuat itu membuktikan jika kita berdua belas merupakan 10 Jinchuriki yang tersisa setelah Kai dan Luhan.” Ucap panjang lebar Kyungsoo

Itu membuat Chen segera menjitak mulus kepala Kyungsoo. PLETAK!

“Aww! Appo! Kim Chen? Apa yang kau lakukan huh?”

“Tentu saja memukulmu. Apalagi?”

“Issh. Maksudku apa alasanmu memukulku?”

“Memangnya apalagi huh? Kau sok tahu Kyungsoo.”

“Ya! Itu kan teoriku. Suka-sukaku kan mau bagaimana menyebutnya? Daripada kau yang tidak melakukan apa-apa?”

“Ahh! Sudah, sudah, jangan bertengkar lagi. Seperti anak kecil saja. Lebih baik kita segera menemui Lee Sonsaengnim dan menanyakan apa sebenarnya yang terjadi pada Kai dan Luhan, bagaimana?” putus Suho dengan bijak

“Baiklah, kita kesana.”

.

.

.

\(^_^)/

.

.

.

At Lee Sonsaengnim place.

Disana terdapat 10 orang anggota kelompok EXO dengan ditemani dengan Lee Sonsaengnim. Ke-11 orang ini tampak sedang berpikir keras tentang apa yang baru saja mereka alami. Tentang ‘hewan legenda’.

“Lee Saem?” tanya Suho

“Ne?”

“Jadi…apa yang akan kita lakukan sekarang? Atau lebih tepat-”

“Pertanyaan yang lebih tepat adalah apa yang terjadi pada kita berdua belas Saem?” tanya Kyungsoo

Semua orang disana menatap terkejut ke arah Kyungsoo. Kyungsoo yang biasanya selalu diam ketika terjadi sesuatu kali ini berubah drastis. Melontarkan pertanyaan yang memang sedari tadi mereka tanyakan di hati mereka.

“Bukankah itu yang ingin kalian tanyakan? Banyak sekali pertanyaan dalam diri kita Saem. Dan yang kami inginkan ketika kami sampai disini adalah sebuah jawaban dari pertanyaan kita.” Sambungnya

“Ya. Meskipun begitu Kyungsoo kau pun tidak boleh banyak berharap jika beberapa pertanyaanmu itu tidak terjawab. Kau harus berusaha menemukan jawabanmu sendiri.” Jawab Lee Sonsaengnim

“Yah. Aku tahu itu.”

“Jadi bisakah aku mengetahui pertanyaan-pertanyaan kalian?”

“Tentu saja. Tapi biar Kyungsoo saja yang menjelaskannya. Kurasa Kyungsoo pun mengetahui semua pertanyaan kami.” Ucap Suho tersenyum

“Hem? Baiklah. Pertanyaan kita adalah ‘apa alasan kita berdua belas diharuskan pindah ke sekolah ini’?’apa yang terjadi pada Kai dan Luhan’? ‘lalu apakah kejadian seperti itu juga terjadi pada kita’? ‘apa alasannya’? ‘adakah teori yang bisa menjelaskan itu semua selain buku “The Power of Twelve Bijuu”?”

“Pertanyaan yang sangat menarik. Tapi untuk jawaban aku akan menyusun kata-katanya terlebih dahulu. Mungkin membutuhkan beberapa hari atau mungkin beberapa minggu. Apa kalian akan menunggu jawaban itu?”

“Tentu saja.” Jawab ke-9 member EXO kecuali Kyungsoo

“Tapi mungkin jawabanmu tadi kurang benar Saem. Mungkin jawaban yang lebih tepat adalah ‘aku bisa menjawabnya bahkan sekarang juga’, tetapi alasanmu tadi yang sebenarnya adalah menunggu beberapa hari atau beberapa minggu untuk kesembuhan dan kesadaran Kai serta Luhan supaya kau tidak perlu menjelaskannya 2 kali.” Jawab Kyungsoo

“Menakjubkan. Mengetahui alasan tersembunyi dibalik alasan palsuku tadi. Kau orang yang sangat teliti Kyungsoo.”

“Hm? Gomawo Lee Saem.”

“Lalu?” tanya Xiumin

“Ne? Xiumin?” jawab Lee Saem

“Lalu apa yang akan kita lakukan sekarang? Kita semua bahkan seluruh penghuni sekolah ini pun tahu jika buku ‘The Power of Twelve Bijuu’ itu bukanlah legenda belaka melainkan kejadian beberapa tahun silam. Ke-2 Bijuu terkuat telah muncul, di buku itu juga dijelaskan bahwa ada sebuah organisasi bernama Rassvet. Organisasi yang bertugas untuk menangkap ke-12 Bijuu, apa yang akan kita rencanakan sekarang?”

“Benar juga. Jika ke-2 Bijuu itu ada maka organisasi Rassvet itu pun benar-benar ada. Bisa-bisa Rassvet itu ada di sekolah ini dan melihat transformasi Kai dan Luhan. Untuk sementara ke-10 Bijuu lainnya kita anggap tidak ada karena siapa Jinchurikinya meskipun aku mengira kita bersepuluh belum tentu positif Jinchuriki ke-10 Bijuu.” Sambung Suho

“Justru sedari tadi itu yang kupikirkan Suho-ya? Xiumin-ah?”

“Begitu rupanya. Lebih baik kita awasi Kai dan Luhan lebih ketat dari biasanya dan juga kita jangan pernah membiarkan mereka berdua berjalan sendiri kemana-mana meskipun kita ada di sekolah ini sekalipun.” Usul Sehun

Ke-9 member EXO dan Lee Saem itu langsung melihat ke arah Sehun. Tampak tak percaya dengan usul yang diucapkan namja albino cadel itu.

“Kenapa melihatku seperti itu?”

“Apa ini benar Oh Sehun?” tanya Tao

“Tentu saja.”

“Kau bahkan tidak pernah begitu pada temanmu sendiri di sekolahmu dulu.”

“Wae? Apa itu masalah buatmu Huang Zi Tao?”

“Eum? Tentu tidak tapi aneh saja Sehun.”

“Aneh? Jadi maksudmu temanmu ini aneh begitu?”

“Bukan. Ahh! Bagaimana aku menjelaskannya? Intinya sikapmu tadi yang perhatian itu sangat langka. Kau adalah orang paling dingin dan paling cuek pada keadaan temanmu sendiri. Lalu sekarang?”

“Itu terserah padaku. Aku akan bersikap seperti itu jika aku merasakan bahwa seseorang itu sama seperti orang tuaku. Maksudku, memiliki sifat dan tindakan seperti orang tuaku. Kau tahu kan jika aku sangat menyayangi kedua orang tuaku?”

“Ya. Baiklah, terserah kau saja.”

“Baiklah. Kurasa kita berdua belas harus segera ke ruangan Sungmin Sonsaengnim.”

“Ahh! Benar juga. Kita sekarang ada kelas Sungmin Sonsaengnim. Kalau tidak keberatan Saem, kita semua akan pergi ke kelas Sungmin Sonsaengnim.”

“Ya. Baiklah silahkan saja.”

“Kami permisi Saem. Anyeong.” Ucap Baekhyun

.

.

.

\(^_^)/

.

.

.

At Sungmin Sonsaengnim class.

Ke-10 anggota kelompok belajar EXO berada dalam kelas milik Sungmin Sonsaengnim. Di kelas ini, Sungmin Sonsaengnim yang berprofesi sebagai guru Seni namun bukan seni biasa melainkan seni yang bisa dihidupkan. Benar-benar menakjubkan.

“Baiklah. Disini sebagai pertemuan awal kita kan EXO? Lalu dimana 2 orang lainnya?” tanya Sungmin Saem

“Ne. Bukankah Saem sudah tahu jika 2 diantara kami itu habis bertransformasi? Jadi sekarang mereka berdua ada di dorm.” Jawab Suho

“Ah! Geurae. Lalu bisa kalian semua mengenalkan diri?”

“Oh! Baik Saem. Kim Suho imnida.”

“Kim Xiumin imnida.”

“Oh Sehun imnida.”

“Huang Zitao imnida.”

“Do Kyungsoo imnida.”

“Kim Chen imnida.”

“Zhang Lay imnida.”

“Byun Baekhyun imnida.”

“Park Chanyeol imnida.”

“Kris Wu imnida.”

“Hm? Begitu rupanya. Lalu 2 orang lagi itu siapa?”

“2 orang sisanya adalah Kim Kai dan Xi Luhan Saem.” Jawab Xiumin

“Baiklah. Untuk materi yang sekarang, kalian bisa menggambar sepuas kalian. Terserah kalian dan temanya bebas. Kalian bisa menggambar apa yang kalian pikirkan sekarang ataupun yang lainnya. Bisa?”

“Tentu Saem.”

“Baiklah. Silahkan kalian menggambar sementara disini saya harus keluar dulu karena kebetulan Lee Saem, pengawas kalian sedang membutuhkan saya. Dan satu lagi, setelah selesai menggambar tolong kalian ucapkan dengan sungguh-sungguh dan jelas kata ini ‘Activate Art’. Lalu lihatlah apa yang terjadi.”

“Baik Saem.” Jawab ke-10 EXO ini bersemangat

Sementara Sungmin Saem pergi meninggalkan kelas, ke-10 EXO itu langsung duduk dengan tenang posisi menggambar. Semuanya mulai menggambar apa yang ada di fikiran mereka sekarang. Beberapa saat kemudian, Sungmin Saem datang kembali ke kelasnya.

“Wah! Apakah masih belum selesai?” tanya Sungmin Saem sambil melihat ke arah 10 EXO dengan senyumnya dan berjalan menuju tempat duduknya.

“Belum Saem, tinggal sedikit lagi.” Jawab Kyungsoo mewakili yang lain

.

.

.

\(^_^)/

.

.

.

At EXO’s Dorm.

Dalam dorm tersebut tampak sangat lengang. Tidak ada yang menempati dorm tersebut karena para penghuni tengah mengikuti jadwal kelas mereka sementara 2 orang lainnya pun masih tertidur –lebih tepatnya pingsan- dengan pulasnya. Nafas mereka terdengar sangat teratur.

Sudah 10 jam mereka pingsan dan tertidur dengan pulas namun belum ada tanda-tanda dari mereka berdua untuk segera sadar. Mereka berdua itu adalah Kai dan Luhan.

Tiba-tiba, tampak sebuah pergerakan kecil dari tangan kanan Kai dan disusul dengan kerjapan dari kelopak mata Kai yang mulai membuka matanya. Dan saatnya tiba, kedua mata milik Kai terbuka dengan sempurna.

Kai masih dalam posisi tidur telentang dengan mata yang terbuka sempurna, masih memandang langit-langit dorm nya bingung. Berusaha menyatukan kepingan-kepingan ingatan yang tersisa sebelum dirinya tidak sadar.

Merasa tidak ingat, Kai mulai memalingkan wajahnya ke samping kanannya. Kedua matanya membulat ketika melihat seseorang yang tidak sadar di sisi kanannya. Dia adalah Luhan sahabat Kai.

“Lu?” lirih Kai

Tidak ada jawaban.

“Lu? Bangun Lu?”

Tidak ada jawaban.

Dan karena itu, Kai segera mendudukkan dirinya di pinggiran kasur. Sejenak ia meringis sambil memegang kepalanya karena terasa pusing. Merasa baikan, ia langsung berjalan menuju tempat tidur Luhan berusaha membangunkan Luhan.

Sambil mengguncang pelan tubuh Luhan, Kai bergumam “Bangun Lu? Sadarlah.”

“Lu?”

“Eunngh…” Luhan melenguh lirih dan Kai mendengarnya merasa senang

“Lu? Ireona Lu. Kau tidak apa-apa?”

Luhan mulai mengerjabkan kedua mata rusanya dan mendapati wajah Kai yang khawatir padanya. Kedua mata rusanya mulai mengerjab lagi beberapa kali berusaha menyesuaikan diri dengan keadaan cahaya di dorm mereka.

“Ka..i” lirih Luhan

“Ne Lu. Aku disini. Kau tidak apa-apa?”

“Kai? Tidak. Aku tidak apa-apa. Tenang saja.” Jawab Luhan sambil tersenyum, Kai yang melihatnya juga tersenyum sangat hangat.

“Dimana yang lain Kai?”

“Tidak tahu. Aku juga baru sadar sepertinya kau yang bangun paling lama. Kau tahu apa yang terjadi Lu?”

“Aniyo. Aku tidak ingat apa-apa, lebih baik kita susul mereka bagaimana?” tawar Luhan

“Tapi apa kau ti-”

“Aku tidak apa-apa Kai.”

“Baiklah. Kajja kalau kau tidak kuat menyandarlah pada bahuku.”

“Emm baiklah.”

Luhan mulai bangun untuk mendudukkan diri disamping Kai. Ia sedikit meringis merasakan kepalanya pusing. Kai langsung diterjang badai kepanikan.

“Kau tak apa-apa Lu?”

“Isss. Appo, tidak apa. Sudah mendingan.”

“Hhhh. Baiklah, kajja Lu.” Kai menggenggam tangan kanan Luhan yang sangat dingin, awalnya Kai terkejut bukan main merasakan tangan Luhan yang sangat dingin namun akhirnya ia terbiasa. Saat Luhan dan Kai berdiri, Luhan merasakan pusing di kepalanya sekali lagi dan limbung tapi akhirnya di tahan oleh Kai.

“Sudah kubilang kan Lu? Lebih baik kau istirahat saja, biar aku yang menyusul mereka.”

“Tidak perlu Kai, aku hanya sedikit pusing. Sini aku pinjam bahumu Kai.”

“Baiklah.” Bersamaan dengan kepala Luhan yang bersandar di bahu Kai

“Lebih baik?”

“Ya. Lebih baik.”

“Jadi dimana kita harus mencari mereka? Tidak mungkin kita mengelilingi seluruh kawasan sekolah bak kastil ini bukan?”

“Kita ke kelas Seni milik Sungmin Saem saja Kai. Entah kenapa aku ingin sekali menggambar sesuatu yang memenuhi pikiranku.”

“Seni? Baiklah. Kajja.”

Kai dengan Luhan yang bersandar pada bahu Kai mulai berjalan keluar dorm mereka menuju kelas Seni milik Sungmin Saem. Sebenarnya dari tadi Kai sangat khawatir pada sahabatnya Luhan. Pasalnya suhu tubuh Luhan sangat dingin bahkan sekarang menjadi lebih dingin. Serta kulitnya pucat seperti mayat.

Luhan memang termasuk namja yang memiliki daya tahan tubuh yang buruk bahkan beberapa kali jatuh sakit dan tidak masuk kelas atau tidak mengikuti pelajaran.

Mungkin ada hubungannya dengan mahkluk yang sudah bersamanya selama 17 tahun itu. Mungkin… ya mungkin saja…

.

.

.

\(^_^)/

.

.

.

At Sungmin Sonsaengnim class.

Tampak disana ke-10 kelompok EXO tengah menggambar dengan giatnya. Dan di depan mereka, terdapat Sungmin Saem yang tersenyum melihat pemandangan di depannya.

Beberapa saat kemudian, terdengar sebuah ketukan di pintu kelasnya membuat Sungmin Saem ini memalingkan wajahnya ke arah pintu begitu pun dengan ke-10 anggota EXO.

“Masuklah.” Izin Sungmin Saem

CKLEK. KRIEET.

Pintu tersebut terbuka dan menampakkan wajah Kai yang tersenyum dan Luhan dengan wajah pucatnya bersandar pada bahu Kai. Pemandangan itu membuat ke-10 anggota EXO ini ternganga bukan main dan wajah bingung Sungmin Saem.

“Ternyata tebakanmu benar Lu.” Ucap Kai

“Benarkah?” Luhan mendongak sedikit dan menampilkan wajah pucatnya sambil tersenyum

“Benar bukan?”

“Yap. Kau benar Kai sepertinya tebakanku tadi benar.”

“Jadi Sungmin Saem? Perkenalkan aku Kim Kai dan yang bersandar padaku ini adalah Xi Luhan. Bolehkah kami masuk?”

“Oh! Kalian adalah Kim Kai dan Xi Luhan? Baiklah. Silahkan masuk kalian bisa menggambar sesuai dengan pikiran kalian. Tapi bolehkah aku bertanya Kai-sshi?”

“Kai saja Saem. Baiklah silahkan tanyakan saja.”

“Apa Luhan baik-baik saja Kai? Wajahnya seperti mayat kau tahu?”

“Emm? Entahlah Saem. Aku sudah bilang beberapa kali kepadanya untuk istirahat saja. Tapi ya kau tahu? Dia sangat keras kepala. Aku juga mengkhawatirkannya sedari tadi, kulitnya yang seperti mayat ditambah dengan suhu tubuhnya yang kelewat dingin dan lemas sehingga harus berjalan sambil bersandar padaku. Dia merasakan pusing yang amat sangat katanya.”

“Emm begitu? Luhan?”

“Ne?”

“Sebaiknya kau istirahat saja. Kau tampak seperti mayat hidup. Atau kau bisa menemui Ryeowook Saem supaya beliau bisa menyembuhkanmu.”

“Aku tidak apa Saem. Tenang saja.”

“Baiklah kalau begitu. Kalian berdua duduklah dan gambar sesuka kalian.”

“Baik Saem.”

Kai dan Luhan duduk berdampingan. Kali ini Luhan tampak duduk tegak disamping Kai sambil memegang peralatan lukisannya dan mulai menggambar sesuatu. Kai yang disampingnya hanya tersenyum melihatnya dan juga mulai menggambar –lebih tepatnya melukis- sesuatu.

“Kau tidak apa Kai? Luhan?” tanya Suho

“Kami tidak apa-apa Suho.”

“Kalian ingat sesuatu?” tanya Sehun yang tidak menolehkan sedikit pun ke arah Kai dan Luhan

“Apa? Entahlah. Aku tidak mengingatnya dengan jelas. Bagaimana denganmu Lu?”

“Aku seperti orang yang hilang ingatan sekarang. Aku tidak ingat sedikitpun tentang hal apa yang membuatku dan Kai tidak sadarkan diri.”

“Baiklah kalau begitu. Lebih baik kita tidak perlu memberitahu mereka dahulu tentang yang tadi. Biar Lee Saem saja yang menjelaskan.” Ucap Kyungsoo

“Hem. Kurasa itu ide yang bagus.” Ucap Kris

“Saem?”

“Ne Luhan?”

“Aku sudah selesai.”

‘Sudah? Secepat itu?”

“Ne. Memangnya mau berapa lama?”

“Tampaknya kau bertambah sehat sekarang. Tapi kenapa kulitmu sepucat itu?”

“Kulitku memang seperti ini Saem. Kedua orang tuaku adalah orang Albino, jadi putranya pun mengikutinya menjadi Albino tapi tampaknya bertambah parah ya? Seperti vampir.”

“Ya. Kau benar. Baiklah, apa kalian semua sudah selesai?”

“Sudah Saem.”

“Oke. Kita keluar sekarang dan bawa juga kanvas kalian bersama kalian.”

“Baik Saem.”

Di luar kelas sudah banyak siswa-siswi sekolah ini berhamburan keluar kelas menuju kelas selanjutnya. Dan tanpa disadari ada anggota Rassvet yang melihat 2 diantara 13 orang itu dengan tatapan tajam.

“Baiklah. Sekarang kalian tirukan aku dan ucapkan ‘Activate Art’. Tirukan aku.”

“Activate Art.” Ucap mereka berdua belas

“Bagus. Sekarang mulai berkonsentrasi pada hasil lukisan kalian, bayangkan hasil lukisan itu pada benak kalian dan ucapkan ‘Activate Art’.”

“Activate Art.” Ucap mereka dengan konsentrasi penuh

‘Baiklah. Kita lihat apa yang kalian lukis. Apakah kalian bisa menghidupkannya? Setahuku seluruh penghuni di sekolah ini belum ada yang bisa menghidupkannya kecuali aku.’ Batin Sungmin Saem sambil tersenyum manis

Dan tepat saat itu, gambar milik Luhan pun keluar dari kanvas –meninggalkan kanvas- dan mulai berlari dengan lincahnya. Sungmin Saem yang melihatnya langsung terperangah dan senyum kemenangan mengembang, terpatri dengan jelas di wajahnya.

Lukisan milik Luhan yaitu seekor rusa dengan bulu putihnya dan beberapa surai rainbow-nya terlihat kontras dengan sinar matahari kala itu. Dengan ke-12 ekornya yang dipenuhi sulur perak dan emas yang membentuk ke-12 simbol milik ke-12 Bijuu yang lain. Sementara di kepalanya terdapat cahaya aurora emas miliknya dan di sekujur tubuhnya terpancar cahaya putih suci yang menyilaukan mata.

‘Ternyata buku The Power of Twelve Bijuu itu benar. Sosok Shinen adalah yang paling indah dan kekuatannya yang paling menakutkan. Pastas saja, anak ini terlihat lemas ternyata ia memendam kekuatan terbesar Bijuu.’

Lukisan hidup selanjutnya adalah Kai yaitu seekor serigala berbulu emas sedikit merah menyala. Dengan ke-11 ekornya yang terdapat simbol Teleporters. Kemudian milik Tao yaitu seekor harimau dengan warna kombinasi emas dan perak dengan 10 ekor miliknya.

Selanjutnya adalah lukisan milik Chanyeol dengan seekor rubah berekor 9 dan berbulu merah menyala layaknya api. Kemudian milik Kris yaitu seekor singa dengan bulu abu-abu sedikit perak dan ditambah ke-8 ekornya serta sayapnya.

Selanjutnya milik Kyungsoo yang berwujud kura-kura berwarna hijau dengan ke-7 ekornya. Selanjutnya adalah Chen yang terbang diatas mereka dengan wujud burung elang dan bulu emasnya yang menakjubkan. Serta dengan ke-6 ekor ganasnya.

Lukisan selanjutnya adalah milik Xiumin yang berwujud anjing berbulu putih tebal dan dikelilingi angin dingin kecil menyejukkan serta ke-5 ekor super dinginnya. Kemudian milik Lay yaitu seekor kuda putih dengan tanduk di kepalanya dan ke-4 ekor indahnya yang menawan.

Selanjutnya milik Suho yang berwujud seekor ikan paus biru dengan tanduk biru yang menghiasi kepalanya dan ke-3 ekor yang mengendalikan air. Yang selanjutnya adalah milik Baekhyun yang berwujud kucing putih dengan sayap putih menghiasi punggungnya. Yang terakhir milik Sehun berwujud rakun dengan ekor bercorak indah berwarna biru.

Ke-12 anggota EXO itu menatap takjub dengan hasil karya mereka. Merasa tak percaya dengan hasil yang mereka buat. Ternyata mereka sama-sama memikirkan ke-12 Bijuu.

“Ternyata kalian berdua belas itu adalah Jinchuriki dari ke-12 Bijuu itu. Kenapa disembunyikan?” tanya Sungmin Saem

“APA?! Kami hanya melukis apa yang kami pikirkan dan bukan melukis jati diri kami Saem. Bagaimana bisa kau berpikir begitu Saem?” tanya Suho

“Mungkin saja kan?”

“Ya. Itu…………mungkin saja.” Ucap Luhan

TBC.

5 thoughts on “Mifologia part 4

  1. junia angel berkata:

    wah mreka msih blumsdaa jga klu mteka adalah hewan legenda ^O^
    ksian Luhan kekuatanya ternyata bgtu bsar
    lnjut thor di tunggu next chapnya

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s