How Chanyeol!

poster how chanyeol...

How Chanyeol! Presented by Cicil! Park Chanyeol and Im Yoona! full of fluff and little bit comedy! Rated SU!

Already posted at 2deer.wordpress.com

{Chanyeol menyatakan perasaannya seperti…

Apa ya?}

Pada suatu siang, matahari berterik penuh senyuman, langit berbiru muda tampilkan keelokannya. Hari yang cerah. Tapi hanya Chanyeol seorang yang punya awan mendung penuh petir dan gerimis di atas kepalanya.

Dua sudut bibirnya positif melengkung ke bawah. Matanya suntuk seperti habis bangun tidur. Rambutnya tampak seperti sapu ijuk satu-satunya di dorm mereka. Punggungnya menurun dari tadi dan dia tampak tidak bersemangat sekali. What’s wrong Chanyeol?

Jawabannya adalah; “Hyung, Yoona marah padaku.” Oh, itu batin Joonmyun lega. Dia pikir Chanyeol ke sambar petir atau ada angin tornado menerjangnya sampai si happy virus mereka tampak begitu lusuh layaknya baju Yixing yang sudah ia pakai dua puluh kali.

Joonmyun kenal Im Yoona, sahabat perempuan terdekat Park Chanyeol. Dan mereka begitu lengket seperti permen karet yang sering Jongin buang sembarangan di lantai! Lengket sekali.

“Kenapa? Bukannya kemarin malam kau bilang akan menyatakan perasaanmu padanya?”

“Iya sih, rencananya begitu. Tapi aku lupa bawa catatannya yang kemarin aku pinjam. Lalu dia marah, dan bertindak seolah tidak melihatku!” Joonmyun mengusap-usap punggung Chanyeol, memberinya sedikit dukungan pasif. “Kalau begitu minta maaf padanya.”

Ah! Betapa kosongnya pikiran Chanyeol sampai dia tidak memikirkan cara minta maaf pada Yoona? Chanyeol menepuk jidatnya keras seraya cengiran cerah menguar dari bibirnya.

Ia bangkit berdiri, menyambar jaket di atas meja makan, dan mengikat tali sepatunya. “Terima kasih, hyung! Kau penyelamatku!” setelah simpulan terakhir selesai, Chanyeol segera menarik daun pintu, lalu keluar dari dorm mereka.

Joonmyun bersandar santai dengan senyum tipisnya, jadi kakak memang harus membantu dan dia senang sudah bisa memecahkan masalah mendungnya Chanyeol.

Satu menit…

Joonmyun menguap mulai kantuk.

Dua menit…

Kyungsoo datang menawarkan jus jeruk segar, yang dengan senang hati Joonmyun menyeruputnya.

Tiga menit…

Ceklek!

Suara pintu terbuka dan kepala Chanyeol beserta telinganya yang mirip Bambi itu muncul. “Hyung, aku tidak tahu di mana Yoona sekarang.” Joonmyun menutup matanya frustrasi, seraya berusaha memendam geram dalam lubuk hati karena…man! Joonmyun serasa ingin membenturkan kepalanya pada tembok bisa punya adik sepolos Chanyeol!

“Cari telfonmu dan hubungi dia sekarang!”

..:}0{:..

Kembali pada Chanyeol, dia tidak sebodoh itu juga, sih. Sepasang insan yang saling memendam rasa itu pun bertemu di sebuah café tempat Baekhyun magang sebagai penyanyi. Awalnya agak canggung, Yoona masih saja mengabaikan Chanyeol.

“Ada apa—“ perempuan itu bermaksud menanyakan tujuan Chanyeol mengajaknya kemari. Tapi…

“Aku mencintaimu,”

Detik-detik berlalu, seakan dunia hanya milik mereka berdua. Yoona hanya diam sambil bernafas, matanya membulat seperti Kyungsoo dan bibirnya memberi celah kecil terbuka. Ia melengos hebat akan pernyataan Chanyeol.

Semudah itukah menyatakan perasaannya?

Jangan lupa kalau Chanyeol memang selalu blak-blakan dan konyol dan idiot dan aneh dan entahlah orang menyebutnya apa. Dia pernah membicarakan Pak Kim—guru berkumis tebal dengan kepala botak—di depan orangnya sendiri. Atau pergi membeli es krim untuk seisi penghuni dorm—katanya—tapi dia hanya membawa pulang satu scup. Chanyeol sering salah mengikat tali sepatu lantas tersandung atau dia tidak akan mandi karena telat bangun.

“Chanyeol kau—“ serius?

“Ayo kita pacaran!” Yoona tertawa kecil, bahkan dia belum membalas pernyataan itu. Dan tidak ada kalimat-kalimat seperti, Maukah kau menjadi kekasihku yang terakhir? Atau mungkin, bisakah aku menjadikanmu pacarku?

Chanyeol menyatakan perasaannya seperti main-main.

Chanyeol menyatakan perasaannya seperti mau beli permen kapas.

Chanyeol menyatakan perasaannya seperti membawa ember kosong yang ringannya minta ampun.

Chanyeol menyatakan perasaannya seperti dirinya, yah, dia Chanyeol dan dia unik.

Bahkan sebagian besar pengunjung café agaknya menaruh perhatian pada mereka berdua—termasuk Baekhyun, dia berhenti bernyanyi sejenak—karena pekikan Chanyeol barusan.

Pria tinggi itu menatap Yoona penuh harap, dia tidak tahu kalau menunggu rasanya selama ini. Cepat, cepat, cepat!

Suasana sunyi, kemudian satu anggukan dari Yoona pun mengawali sorakan gilanya. Dia naik ke atas panggung, merebut mic Baekhyun dan bilang, “Im Yoona menjadi pacarku! Yeah!”

Selama itu masih Chanyeol, Yoona tidak akan pernah menjawab tidak.

a/n: sebenernya ini drabble berseri, dan akan terus berlanjut dengan kejadian-kejadian menyenangkan lainnya. Gak penasaran sama kehidupan Yoona dan Chanyeol setelah menjadi sepasang kekasih? Stay tuned ya!

4 thoughts on “How Chanyeol!

  1. Dessy berkata:

    Lanjutkan seriesnya kakak. Dasar park dobi o’oh, eh iya kak author aku suka bahasanya ringan.
    Buatlagi buatlagi kakak.
    Salam kenal kakak aku reader barumu dessy97L 🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s