Crazy Without You Part 5

Crazy Without You

Tittle     : Crazy Without You

Author   : Ohmija

Cast  : Donghae SJ, Yoona SNSD, Sehun EXO

Support Cast    : The Rest members SUJU, SNSD, EXO

Genre : Romance, Family, Friendship, Comedy

Summary    :“Sehunnie, apa Siwon ahjussi itu adalah ayahmu?”

Siapa pria itu?

Sejak tadi, hanya pertanyaan itu yang terlintas di pikiran Donghae. Ia mengubah posisi tidurnya untuk yang kesekian kali, lalu kembali memikirkan hal yang sama. Akh, kenapa dia tidak juga bisa melupakan pertanyaan itu?

Donghae mulai kesal. Ia menepis selimutnya karena dia benar-benar tidak bisa tidur. Ia menoleh ke kiri, kearah Leeteuk yang sudah berada di alam mimpi. Tidurnya sangat pulas.. Akhirnya, ia memutuskan untuk pergi ke ruangan Eunhyuk.

Sudah bisa ditebak, ruangan itu masih terdengar berisik walaupun ini sudah jam 2 pagi. Kyuhyun pasti tidak memakai headsetnya lagi. Donghae membuka pintu kamar itu lantas terkejut karena mendapati Eunhyuk yang ternyata masih terjaga. Sedangkan Kyuhyun sibuk dengan star craftnya, Eunhyuk lebih fokus dengan laptopnya.

“Berhenti menonton video porno, Hyuk-ah.”

Eunhyuk terkejut, buru-buru ia menutup layar laptopnya seperti maling yang sedang tertangkap basah.

“Bisakah kau ketuk pintu dulu?!”cetusnya melotot pada Donghae.

Donghae hanya menyeringai sambil menutup pintu yang ada dibelakangnya. Kyuhyun sama sekali tidak menoleh bahkan bereaksi atas kedatangannya. Sudahlah. Lupakan saja dia dan tinggalkan dia sendiri.

Pria berwajah tampan itu menjatuhkan diri diatas ranjang, disamping Eunhyuk. Eunhyuk menatap sisi wajahnya dengan kening berkerut sambil meletakkan laptopnya kesisi lain. Jika sesuatu terjadi pada Donghae, dia adalah orang pertama yang akan mengetahuinya.

“Ada apa?”tanyanya terus menatap Donghae.

“Mungkin kau sudah lupa bagaimana wajah Sehun saat dia kecil.” Donghae menghela napas panjang, tidak menoleh. “Tapi dia sangat mirip dengan anak itu.”

“Tunggu… maksudmu… anak Yoona adalah anak yang kau lihat waktu itu? Yang membuatmu mengingat Sehun lagi.”

Donghae mengangguk lemah, “Dia juga bernama Sehun.”

“Donghae… walaupun dia memiliki nama yang sama dengan anakmu tapi kau tau jika Sehunmu sudah—“

“Aku tau, Eunhyuk.”potong Donghae. “Aku mencoba untuk melupakannya.”

Eunhyuk menghela napas panjang, merasa putus asa dengan sahabatnya yang masih tenggelama dalam masa lalunya.

“Dan ingatlah jika anak itu sudah memiliki orang tua.”

Donghae tidak bersuara apapun, matanya menerawang kearah depan. Pikirannya berkecamuk hebat. Mengingat Sehun datang bersama seorang pria tadi. Apa dia adalah pacar Yoona, calon ayah baru untuk Sehun? Atau dia justru mantan suaminya?

“Astaga Donghae hyung!” Kyuhyun berbalik dan langsung terkejut begitu ia mendapati Donghae sudah berada diatas ranjangnya. “Sejak kapan kau ada disana? Kau mengagetkanku!”rutuknya menghusap-husap dadanya sendiri.

“Bodoh. Kau terlalu terpaku dengan game-mu.”cibir Donghae kesal. “Bukankah kau akan pergi ke China bersama Zhoumi? Kenapa kau tidak bersiap-siap?”

“Kau pikir bagaimana aku bisa beristirahat dengan tenang jika aku akan berpisah dengan Seohyun sangat lama?” Kyuhyun cemberut.

“Astaga, kau berlebihan. Kalian akan bertemu kembali saat SM Town.”decak Donghae geleng-geleng kepala.

“Yaah, dia memang seperti itu akhir-akhir ini. Tiada henti membicarakan Seohyun sampai aku ingin muntah mendengarnya.”sahut Eunhyuk membuat Kyuhyun melotot kearahnya.

Ia mendengus, “Kalian seperti itu karena kalian tidak memiliki pasangan. Jika kalian merasakannya, kalian juga akan menjadi sepertiku.”

“Cih, gaya bicaramu angkuh sekali, Cho Kyuhyun. Aku akan mendapatkan wanita baru secepatnya.”seru Eunhyuk tidak mau kalah.

“Secepatnya?” Donghae tertawa. “Ini sudah berlalu selama 2 tahun semenjak kau putus dengan Jieun. Kau tidak terlihat dekat dengan wanita manapun sama sekali.”

“Kau salah, hyung. Dia dekat dengan coordi noona dan make up artist kita.”timpal Kyuhyun membuat Donghae tertawa seketika.

Eunhyuk mendengus, ia meninju lengan Dongahe pelan, “Diamlah. Kau sendiri bagaimana? Kau masih belum bisa membuka hatimu untuk wanita lain.” Ia membela diri.

“Aku?” Donghae menunjuk dirinya sendiri. “Kau pikir begitu?” Ia menyeringai menatap Eunhyuk dan Kyuhyun bergantian.

“Tunggu… hyung, kau sudah mendapatkannya?!” Kyuhyun berpindah dari kursi ke pinggir ranjang tidurnya.

“Kalian ingat mantan pasanganku di WGM?”

“Kim Eunsoo?”ucap Kyuhyun. Donghae mengangguk.

“Dia menghubungiku lagi. Dan, Jaekyung… dia sering menelponku akhir-akhir ini. Serta Jihyun yang akan mengajakku makan siang bersama akhir pekan nanti. Dia juga bilang dia akan menonton SM Town bersama dengan member 4minutes lainnya.”

Mata Eunhyuk membulat, “Astaga, Lee Donghae. Lalu kau menerima ajakannya?”

Donghae menggeleng, “Tidak. Jika seseorang melihat kami, aku yakin akan terjadi skandal. Aku tidak menyukai skandal-skandal seperti itu.”

“Bodoh!” Eunhyuk memukul kepala Donghae pelan. Donghae meringis.

“Ya! Kenapa kau memukulku?!”

“Kenapa kau tidak menerimanya? Itu bukan skandal. Tapi ini memang sudah waktunya kau berkencan. Mau sampai kapan kau menyendiri, huh?!”

“Benar. Hyung, kau sangat bodoh. Kau selalu saja menutup hatimu untuk orang lain.” Kyuhyun menyahuti, “Jika seperti ini, kau akan terus menjadi laki-laki tua yang menyedihkan.”

Donghae seketika mendelik, “Apa maksudmu dengan menyedihkan?!” Ia melempar sebuah bantal kearah Kyuhyun. “Aku hanya belum menemukan seseorang yang tepat.”

“Jangan berlarut-larut terlalu lama.”seru Eunhyuk merangkul pundak Donghae. “Kau juga pantas bahagia.”

***___***

“Annyeong ahjussi. Terima kasih karena sudah mengantarku.” Sehun melambaikan tangannya lesu, wajahnya cemberut menatap Siwon.

Siwon mengulurkan tangan, mengacak rambut seorang anak yang sedang duduk disampingnya itu. “Ibumu akan kembali malam ini. Kenapa kau sangat sedih?” ia tersenyum.

“Arasseo.”seru Sehun tetap lesu.

“Dan… sepertinya ahjussi juga minta maaf karena tidak bisa menjemputmu sepulang sekolah. Siang nanti, ahjussi harus ke Busan untuk mengurus sesuatu.”

“Tidak apa-apa. Aku akan pulang sendiri dan pergi ke rumah Jongin.”

“Gwenchana?”

Sehun mengangguk mantap, “Tentu saja. Ahjussi bekerjalah dengan baik. Akhir pekan ini, aku harap kita bisa main bola.”

Siwon tersenyum lebar mendengar ucapan Sehun barusan, “Baiklah, Akhir pekan nanti, ahjussi akan bermain bola bersamamu.”

“Kalau begitu, aku pergi dulu. Terima kasih, ahjussi.”

***___***

Hari masih sangat pagi saat Donghae dan Kyuhyun tiba di gedung SM. Sejak kemarin, Kyuhyun terus merengek padanya agar menemaninya pergi ke perusahaan untuk bertemu dengan Seohyun sebentar. Sedangkan Eunhyuk menolak mentah-mentah dengan alasan dia ingin tidur karena Kyuhyun sudah membuatnya begadang semalaman.

“Dimana mereka? Tidak terlihat dimanapun. Ayo kita kembali.” Donghae menghusap-husap matanya yang masih menyipit. Setelah itu dia menguap beberapa kali menandakan jika dia masih mengantuk.

“Tentu saja. Kita masih di lantai satu. Ayo naik keatas, hyung!” Kyuhyun menarik lengan Donghae memasuki pintu lift. Dia bahkan kehilangan kesadarannya sekarang. Tidak begitu sadar jika dia hanya mengenakan celana jins serta kaus putih.

Setelah pintu lift terbuka, Kyuhyun masih menarik lengan Donghae menyusuri lorong panjang menuju ruangan SNSD. Pria bertubuh tinggi itu mengetuk pintu yang berada paling ujung itu beberapa kali sambil menggandeng Donghae yang masih benar-benar mengantuk.

“Oe? Kyuhyun oppa? Donghae oppa?” Yuri sangat terkejut begitu melihat keduanya sudah berdiri di balik pintu ruangan. “Apa yang kalian lakukan disini?”

“Aku ingin mengembalikan dompet Seohyun. Semalam tertinggal di mobilku.”elak Kyuhyun langsung menerobos masuk, menyeret Donghae dibelakangnya.

“Astaga, Kyuhyun oppa! Apalagi yang kau lakukan disini?” Jessica berseru dengan ekspresi terkejut saat ia melihat Kyuhyun dan Donghae masuk.

Kyuhyun hanya meringis sambil terus berjalan menuju Seohyun yang tengah sibuk memeriksa kelengkapan barang-barang bersama Yoona. Sedangkan Donghae, menjatuhkan dirinya disebuah sofa, melanjutkan tidur.

“Seohyunnie, dompetmu tertinggal.”seru Kyuhyun memberikan sebuah dompet pada Seohyun.

Seohyun yang tengah sibuk lantas terkejut saat mendengar suara Kyuhyun. Ia menoleh, “Oppa?!”

“Hehehe… aku mengantarkan dompetmu.”

“Kau bisa memberikannya saat kita bertemu nanti. Pasport dan kelengkapanku ada di dalam tasku.” Seohyun menerima dompet itu, menatap Kyuhyun dengan sorot terharu.

Kyuhyun tersenyum, lantas membungkuk dan memajukan wajahnya ke telinga Seohyun, ia berbisik, “Sebenarnya ini hanya alibi.”bisiknya lalu memeluk Seohyun erat-erat membuat member lain langsung berteriak pada mereka berdua. Sedangkan disebelah mereka, Yoona tersenyum. “Jangan lupa menghubungiku setelah tiba. Jika ponselku tidak aktif, mungkin aku masih di perjalanan juga. Aku akan merindukanmu.”

Seohyun tersenyum sambil menepuk-nepuk punggung belakang Kyuhyun, “Arasseo oppa!”

Menguraikan pelukannya, Kyuhyun berbalik ke belakang dengan senyuman penuh kemenangan, “Temukan pasangan seperti aku, kalian pasti juga bahagia seperti Seohyun.” Ia melanjutkan seringaiannya, membuat member lain semakin keki.

“Seohyunnie sangat sial karena dia mendapatkanmu, oppa. Dia mengatakan itu saat dia mengigau.”cetus Taeyeon lalu tertawa.

“Ya! Diamlah. Aku akan memberitahu Teuki hyung jika pacarnya sedang menggodaku.”

“Apa?! Menggodamu?! Ya!”

“Kalian benar-benar berisik.” Tiba-tiba suara Donghae terdengar. Ia terbangun dari tidurnya sambil mengacak rambutnya kesal. “Aku tidak bisa tidur karena kalian.”

“Hyung, ayo pulang. Urusanku sudah selesai.”

Donghae bangkit dari sofa, matanya langsung terbuka lebar saat ia melihat Yoona. “Ya, kau? Kau belum pergi?”

Yoona ikut terkejut karena ia melihat Donghae. “Sebentar lagi kami akan pergi.”

“Lalu bagaimana dengan Sehunnie? Siapa yang menjaganya?”

“Sehunnie?” Seohyun menyahut. “Bukankah itu adalah anak eonni? Bagaimana Donghae oppa bisa mengetahuinya?”

Tidak hanya Seohyun namun yang lain seketika menatap keduanya dengan ekspresi ingin tahu. Bagaimana bisa Donghae mengetahui nama anak Yoona? Mereka pikir, keduanya tidak dekat.

Yoona tersentak, lantas menatap Donghae kesal karena dia telah mengatakan hal-hal seenaknya yang akan membuat yang lain berpikir yang tidak-tidak.

“Begini… kami…”

“Kemarin aku makan siang di rumahnya. Kami juga menjemput—“

“Ya!”bentak Yoona membuat Donghae mengerjap kaget.

“Kenapa kau berteriak padaku?”tanyanya bingung.

“Jadi, kalian makan bersama kemarin?”sahut Yuri.

“Tidak. Sebenarnya.. begini…”

“Mereka memang makan bersama karena Yoona ingin meminta maaf pada Donghae hyung.” Kyuhyun menjelaskan lalu berpaling pada Yoona, “Benar, kan Yoona-ssi?”

“B-benar.” Yoona tergagap kemudian ia buru-buru mengerjap untuk menormalkan ekspresinya. “Sudah waktunya. Sebaiknya kita segera pergi.” Wanita cantik itu kemudian berlalu, meninggalkan Donghae begitu saja yang masih kehilangan kesadarannya.

“Oppa, aku pergi dulu. Jaga dirimu baik-baik. Donghae oppa, annyeong.” Seohyun melambaikan tangannya pada Kyuhyun dan Donghae lantas mengikuti member lain.

“Hyung, sebaiknya kita juga kembali ke dorm. Aku harus bersiap-siap.”

***___***

“Eunhyuk-ah…” Donghae memanggil Eunhyuk yang sedang asik menonton televisi. Eunhyuk hanya menoleh sekilas.

“Apa?”

“Kau lihat seorang pria yang pulang bersama Yoona kemarin?”

Eunhyuk berpikir sejenak, “pria tinggi dan berbadan kekar itu?”

Donghae mengangguk, “Yah, dia.”

“Kenapa?” Kini Eunhyuk menoleh menatap Donghae.

“Apa kau pikir dia adalah pacarnya? Dia juga terlihat sangat dekat dengan Sehun. Tapi… apa pria itu tidak terlalu tampan untuk wanita galak itu? Atau jangan-jangan dia buta?”

“Aku pikir dia adalah pacar Yoona. Lihat saja cara mereka berinteraksi, mereka seperti keluarga bahagia.”

“Tidak mungkin! Bagaimana bisa pria itu menyukai wanita seperti Yoona?!” Donghae langsung berseru, nadanya terdengar kesal.

“Kenapa? Yoona sangat cantik, tidak heran jika pria itu menyukainya.”

“Cantik?!” Donghae memekik. “Astaga, aku rasa kau juga buta.”

“Ya! Kenapa kau ini? Sebenarnya apa alasanmu penasaran dengan pria itu? Kau cemburu?!”

Mendengar pentanyaan Eunhyuk barusan, Donghae semakin terbakar emosi. “Cemburu?! Apa maksudmu cemburu?! Ya! Dia bukan tipeku sama sekali!”

Donghae melempar bantal kearah Eunhyuk lantas pergi menuju kamarnya. Ia menututp pintu seperti sedang membantingnya membuat Eunhyuk lagi-lagi terkejut.

“Astaga, kenapa dia?”decaknya sambil geleng-geleng kepala.

Donghae mendengus kesal, kenapa Eunhyuk bisa berpikiran seperti itu? Dia bahkan tidak terlihat dekat sama sekali dengannya. Bagaimana dia bisa cemburu?

Donghae melirik kearah jam dindingnya, hari sebentar lagi akan sore. Ini saatnya Sehun pulang sekolah. Yoona sedang tidak berada di Seoul, kira-kira siapa yang akan menjemputnya?

“Jangan-jangan pria itu?!” Donghae tiba-tiba berpikiran yang tidak-tidak. “Bagaimana bisa aku mempercayakan Sehun dengan pria itu?! Bagaimana jika dia pria jahat?! Aku harus menjemputnya sekarang sebelum pria itu!”

Donghae langsung meraih jaketnya begitu saja. Ia berlari keluar, mengambil kunci mobil yang tergantung di gantungan dinding khusus kunci milik member Super Junior.

“Ya! Lee Donghae, kau mau kemana?”

Bahkan ia tidak memperdulikan teriakan Eunhyuk yang memanggilnya. Tergesa-gesa, Donghae menuju parkiran dan memasuki mobilnya. Jika memang benar dia adalah pacar Yoona, bukan berarti dia adalah ayah yang baik untuk Sehun.

Member Super Junior itu melajukan mobilnya dengan cepat. Dia bukan penyetir yang baik. Dia bahkan sangat buruk dalam hal menyetir mobil. Tapi dia tidak boleh terlambat. Dia harus menjadi orang yang lebih dulu sampai disekolah Sehun.

Sesampainya di gedung sebuah sekolah terfavorit nomor dua di kota Seoul, setelah melewati beberapa rintangan di jalan raya – dia hampir saja menabrak mobil lain saat lampu merah –

Tempat itu masih sepi, apa semua murid sudah pulang? Donghae buru-buru keluar dari mobilnya dan berjalan mendekati satpam yang sedang berjaga-jaga di pintu gerbang.

“Permisi.”serunya. Seorang satpam laku-laku yang telah berusia lanjut itu menoleh dan langsung terkejut saat dia melihat Donghae.

“Kau? Bukankah kau…” ia mencoba mengingat-ingat. “Lee Donghae?!”

Bodohnya, Donghae baru menyadari jika dia tidak memakai topi ataupun masker untuk menutupi wajahnya.

“Ahjussi, maaf, Aku sedang buru-buru. Apakah murid-murid di sekolah ini sudah pulang?”

Satpam itu menggeleng, “Belum. Tapi sebentar lagi. Ada yang bisa saya bantu?”

Donghae menghela napas lega, “Tidak. Aku sedang menjemput seorang anak. Aku pikir aku terlambat. Kalau begitu terima kasih, ahjussi.”

Donghae sudah bergegas akan pergi namun satpam itu menahannya, “Sebelum kau pergi, bisakah aku berfoto denganmu?”

***___***

“Kenapa kau hanya sendiri?” Leeteuk melepas sepatunya, berganti menjadi sandal rumah dan berjalan mendekati Eunhyuk yang masih terpaku di sofa.

Eunhyuk menoleh ke belakang, “Oe? Kau sudah pulang hyung?”serunya. “Sungmin hyung sedang pergi dengan Saeun noona. Heechul hyung belum kembali dari jadwalnya. Dan Kibum, aku rasa dia sedang keluar bersama beberapa teman.”

“Lalu Donghae?” Leeteuk menjatuhkan diri disamping Eunhyuk.

“Tidak tau. Dia pergi begitu saja. Sepertinya sedang tergesa-gesa.”

“Tergesa-gesa? Dia memiliki jadwal hari ini?”

Eunhyuk menggeleng, “Mungkin Donghwa hyung atau ibunya menelpon.”

***___***

Donghae duduk bersandar di kursi kemudinya sambil terus menatap kearah gerbang sekolah yang masih saja sepi. Kedua tangannya terlipat didepan dada dan dia sedang mendengarkan sebuah lagu dari ponselnya.

Saat tiba-tiba bel sekolah berbunyi nyaring, Donghae langsung terlonjak. Ia duduk tegak sambil melepaskan headset-nya kasar. Ia memajukan tubuhnya, semakin menajamkan matanya kearah gerombolan anak-anak yang perlahan keluar.

“Sehunnie! Itu Sehunnie!” Donghae berseru heboh di dalam mobilnya hingga kepalanya terhantup kaca gantung mobilnya. “Aiiish…” ia meringis kesakitan.

Anak kecil berkulit putih itu semakin mendekati pintu gerbang namun Baekhyun tidak terlihat bersamanya seperti biasa. Donghae buru-buru keluar dari mobil, sambil berlari menghampiri Sehun dan mencekal lengannya. Sehun terkejut sambil menoleh.

“Ssst!” Donghae meletakkan jari telunjuknya di depan bibir. “Kau ingat aku, kan?”

“Donghae ahjussi?”

“Aku sedang menjemputmu, ayo ikut aku sebelum orang-orang melihatku.”

Sehun mengangguk mengerti, ia menoleh ke kanan dan ke kiri lantas berlari kecil mengikuti langkah Donghae menuju mobil. Setelah keduanya masuk, Sehun menatap Donghae dengan senyuman lebar.

“Ahjussi menjemputku?”serunya.

Donghae menoleh, menatap Sehun balas tersenyum. Ia mengulurkan tangan, mengacak rambut anak kecil itu gemas. “Kau sedang sendirian di rumah, kan? Ahjussi ingin menemanimu.”

“Jinjja?!” Ia melompat kegirangan. “Nde, oemaku sedang pergi ke Jepang karena pekerjaannya jadi aku sendirian di rumah. Awalnya aku berniat pergi ke rumah Jongin.”

Donghae seketika merasa kecewa, “Jadi kau ingin pergi ke rumah temanmu?”

“Tidak lagi.” Sehun menggeleng. “Bukankah ahjussi mau menemaniku?”

“Aigooo…. Kau baik sekali.” Donghae mengacak rambut Sehun lagi. “Baiklah. Ayo kita ke rumahmu terlebih dahulu.”

***___***

Ada kebahagiaan yang tanpa sadar dirasakan oleh Donghae saat ia bersama Sehun seperti sekarang. Tanpa disadarinya, sejak tadi ia rajin tersenyum mendengar semua cerita anak kecil berkulit seputih susu itu.

Dia bukanlah anak yang pemalu sebenarnya, melainkan seorang anak yang membuat orang lain mudah untuk menyukainya. Dia terbuka dalam berbagai hal. Sesekali ia juga cemberut saat menceritakan sesuatu yang menyebalkan disekolahnya. Dalam hal ini, Baekhyun termasuk.

Donghae hanya bisa tertawa geli ketika Sehun mengatakan jika Baekhyun sangat suka mengikutinya kemana-mana, juga kesal dengan beberapa senior perempuan yang sering berdiri di luar kelas untuk sekedar melihatnya.

Menghabiskan banyak cerita di jalan, tak lama mereka sampai di rumah Sehun. Anak kecil itu menarik lengan Donghae sambil berlari karena dia sudah tidak sabar untuk memperlihatkan sesuatu padanya.

“Ahjussi harus melihat sesuatu. Aku menyimpannya di kamarku.”

“Sehunnie, pelan-pelan…” Donghae berusaha menjajarkan langkahnya dengan lari Sehun yang terus menyeretnya masuk ke dalam rumah.

Anak kecil itu bahkan melepaskan sepatunya sesuka hatinya dan tidak membuka kaus kakinya. Saat menaiki tangga, hampir saja ia terpeleset lagi jika Donghae tidak segera menangkapnya. Masih dengan semangatnya yang membara, Sehun mengambil sebuah bola dari keranjang yang ada di bawah tempat tidurnya kemudian menunjukkannya pada Donghae.

“bola kaki?”

Sehun mengangguk semangat, “Siwon ahjussi membelikanku bola ini dari Brazil!”

Ekspresi Donghae seketika berubah, ia mengambil bola itu, “Dari Siwon ahjussi?”

“Iya, seseorang yang bersamaku kemarin. Saat dia bertugas di Brazil, dia membelikanku bola ini.”cerocosnya. “Ahjussi tau? Aku sangat menyukai Brazil. Jika aku sudah dewasa nanti, aku ingin pergi kesana.”lanjutnya tanpa memperdulikan suasana hati Donghae yang seketika memburuk.

“Sehunnie, apa Siwon ahjussi itu adalah ayahmu?” Donghae memajukan tubuhnya kearah Sehun, sedikit berbisik.

Sehun berpikir sejenak, “Oema bilang seperti itu.”

“Maksudmu?” Sorotnya semakin ingin tau.

“Siwon ahjussi adalah appaku.” Sehun mengangguk, mengalihkan perhatiannya pada hal lain.

“Eeeey, Sehunnie… beritahu aku.” Donghae menarik-narik ujung baju Sehun, merengek seperti anak kecil. Namun tiba-tiba telepon rumah berbunyi, membuat keduanya langsung menoleh bersamaan.

Dengan cepat, Sehun langsung berlari keluar menuruni anak tangga dan menuju ruang tengah.

“Yeoboseyo, jika mencari oema, oema sedang tidak ada di rumah.”anak kecil itu berseru.

“Ya, apakah seperti itu caramu menerima telepon?”

Mata Sehun seketika melebar, “Oema?!”

Donghae yang baru saja muncul lantas mendekatkan telinganya ke gagang telepon, “Adeul, apakah semuanya berjalan dengan lancar?”

“Yee oema. Aku baik-baik saja sekarang dan aku sedang—“

“Tolong jangan katakan aku ada disini.” Donghae berbisik sambil meletakkan jari telunjuknya didepan bibir. Kening Sehun seketika berkerut.

“Sedang apa Sehunnie?”

Suara Yoona membuat Sehun mengerjap bingung, matanya terus menatap Donghae yang kini mengatupkan kedua telapak tangannya memohon.

“Sedang… sedaang… aku sedang main playstation sekarang.”

“Main? Kau sudah mengganti seragammu?”

“Belum.”

“Ya, cepat ganti seragammu dan jangan lupa membuka kaus kaki. Jika kau lapar, pergilah ke rumah Sooyoung imo, oke? Oema akan pulang secepat mungkin.”

“Arasseo eoma.”

***___***

Donghae pikir sebaiknya tidak memberitahu Yoona tentang ini. Lagipula dia tidak memiliki alasan kenapa dia harus bersama Sehun sekarang. Apa mungkin dia hanya perlu mengatakan jika dia menyukai anaknya? Yoona pasti akan mengira Donghae memiliki niat lain dibalik itu.

“Ahjussi, aku lapar.”seru Sehun saat keduanya bermain plastation bersama.

Donghae menoleh, “kau lapar?”

Sehun mengangguk.

“Mau makan ramyeon? Ahjussi hanya bisa memasak itu.”

“Gwencaha. Eoma menyimpan ramyeon di lemari gantung itu.” Sehun menunjuk sebuah lemari gantung yang terletak di dapur.

Tanpa memerlukan waktu untuk berpikir, Donghae berdiri dan begitu saja berjalan menuju dapur. Ia membuka lemari gantung, mengambil dua bungkus ramyeon dari sana. Juga mengambil daging sapi dari kulkas.

“Ahjussi, kenapa ahjussi tidak mau memberitahu eoma jika ahjussi ada disini?”Tiba-tiba saja Sehun sudah duduk dikursi makan, memandang kearah punggung Donghae yang tengah sibuk memasak.

“Jika eoma mu mengetahuinya, dia pasti akan marah pada ahjussi.”

“Kenapa marah?” Sehun mengerutkan keningnya. Belum sempat Donghae membalas, Sehun sudah lebih dulu menjawab pertanyaannya sendiri. “Ahjussi benar, eoma sangat galak. Tidak hanya ahjussi tapi eoma juga memarahi semua orang.”

Seketika Donghae tertawa terbahak-bahak, “Benarkah? Dia juga memarahimu?”

Sehun mengangguk tanpa ragu, “eoma sangat cerewet.”

Donghae berbalik menghampiri Sehun lantas mencubit pipinya masih dengan sisa-sisa tawanya, “Tapi dia sangat menyayangimu, kan?” lalu ia berjongkok, membuka kaus kaki Sehun.

Sehun mengangguk-anggukkan kepalanya lagi, “Eoma sangat menyayangiku dan eoma adalah wanita paling cantik di dunia.”

“Cantik? Eeey… ada banyak wanita cantik diluar sana, Sehunnie.”

“Aniyooo.”seru Sehun tidak setuju. “Saat aku tidur bersama eoma, aku melihat wajahnya sangat dekat. Eoma benar-benar cantik. Saat eoma tertawa, eoma juga terlihat sangat cantik. Jongin bahkan mengakuinya.”

“Benarkah?” Donghae mengetuk-ngetukkan jari telunjuknya di dagu. “Tapi ahjussi tidak pernah melihat eoma mu tertawa.”

“Itu karena eoma dan ahjussi selalu bertengkar.”jawab Sehun.

Donghae hanya diam. Benar juga, setiap kali bertemu dengan Yoona, mereka selalu terlibat pertengkaran, bagaimana dia bisa melihat wanita itu tertawa?

***___***

“Eonni!” Seohyun melompat ke arah Yoona membuat wanita itu terkejut. “Eonnie sedang melamun?”

Yoona menggeleng, “Ani. Aku sedang merapikan baju-baju kalian.”

“Jangan khawatir, tersisa dua lagu setelah itu kita bisa pulang. Eonni pasti sudah merindukan Sehun, kan?”

Yoona hanya tersenyum kemudian mengangguk pelan, “Gomawo Seohyunnie.”

***___***

Hari sudah semakin larut saat Sehun dan Donghae pada akhirnya tergeletak begitu saja diatas ambal ruang tengah. Seharian bermain membuat mereka lelah bahkan lupa untuk makan malan. Setelah makan siang tadi, keduanya bermain bola bersama di halaman belakang, juga bermain playstation hingga akhirnya kelelahan.

“Sehunnie, bisakah ahjussi tidur sebentar? Ahjussi sangat lelah.” Donghae bergumam dengan mata tertutup, juga tanpa kesadaran yang penuh.

Tidak ada sahutan dari Sehun karena anak kecil itu telah terlelap dalam tidurnya. Selang beberapa detik berlalu, perlahan Donghae juga memejamkan matanya.

***___***

“Ponselnya tidak akrif. Asraga, kemana anak itu?”decak Eunhyuk kesal karena sejak tadi ia terus mencoba menghubungi Donghae.

Bukan sejak tadi, melainkan sejak tadi sore setelah kepergian Donghae. Awalnya ponsel pria itu masih aktif namun tidak ada sahutan apapun. Hingga akhirua ponselnya tidak bia dihubungi sama sekali sekarang. Kemana sebenarnya anak itu?”

“Apa Donghae membawa mobilnya, hyuk?”tanya Leeteuk. Ia meregangkan otot-otonya setelah latihan.

Eunhyuk mengangguk, “Karena itu aku khawatir. Anak itu buruk dalam hal mengendarai mobil.”

“Sudah menghubungi Donghwa hyung atau eoma?”

“Sudah. Mereka bilang Donghae tidak pulang ke rumah.”

“Hyung, mungkin Donghae hyung ke rumah teman. Atau… menemui Yunho hyung!”sahut Kibum yang langsung mendapat gelengan dari Heechul.

“Aku bertemu Yunho dan Changmin di depan.”

“Minhyukkie! Coba hubungi Minhyuk!”timpal Sungmin mengingat Donghae juga dekat dengan drummer CN Blue itu.

“Bukankah CN Blue memiliki jadwal di Hongkong?”balas Kibum membuat Eunhyuk semakin merasa frustasi.

“Astaga… kemana anak itu? Ini sudah jam 10.”

“Oe? Sebentar… aku harus keluar. SNSD sudah tiba, aku harus menyambut pacarku.” Leeteuk tersenyum tipis kemudian berdiri dan meninggalkan ruangan.

Sementara di ruangan SNSD, para member langsung saja menjatuhkan mereka di sofa empuk. Mereka semua lelah. Namun beberapa dari mereka juga mengeluarkan ponselnya untuk menghubungi seseorang. Seohyun juga langsung menghubungi Kyuhyun yang sedang berada di China sekarang.

“Ponselmu berbunyi, Yul.” Jessica menunjuk benda kecil yang sedang bergetar diatas meja itu. Saat membaca nama seseorang yang sedang menelponnya, matanya sontak membulat lebar. “Minhoo?!”

“Ssst!” Buru-buru Yuri meletakkan satu telunjuknya didepan bibir lalu menjauh dari Jessica.

“Jungsoo oppa!” Tiba-tiba Sunny yang duduk didekat pintu bersorak nyaring saat melihat seseorang memasuki ruangan mereka.

Leeteuk tertawa, “Kalian sudah pulang? Pasti lelah, kan?”

“Eeey, tidak usah basa-basi. Kemana oppa tadi pagi? Kenapa tidak mengantar Taeyeon? Oppa sangat berbeda dengan Kyuhyun. Tsk.” cibir Tiffany.

Leeteuk meringis sambil menggaruk tengkuk belakangnya, “Jangan samakan aku dengan anak itu. Dia memang mengantar kalian tapi aku menyambut kalian saat kalian pulang.”elaknya langsung merangkul pundak Taeyeon.

“Taenggu, maafkan aku. Aku sangat lelah hingga tidak bisa bangun lebih pagi.”serunya.

Taeyeon melirik sinis lalu memukul pundak Leeteuk cukup kuat, “Itu sebagai hukuman karena oppa mengabaikanku hari ini.”

Leeteuk menghusap pundaknya masih tetap tertawa, “Tidak apa-apa asalkan aku bisa memelukmu sekarang. Maafkan aku, Taenggu.”serunya memeluk erat Taeyeon.

Melihat mereka, member lain tersenyum senang juga iri dengan hubungan mereka yang sudah berjalan selama bertahun-tahun itu. Mengingat bagaimana dulu para netizen memergoki mereka tengah berkencan didaerah Myeongdong dan setelahnya fans Super Junior benar-benar memaki Taeyeon habis-habisan.

Tidak ada yang mengkonfirmasi hubungan mereka setelah itu karena ini adalah pertama kalinya hubungan antara anggota sesama agensi terjadi. Namun, tepat di konsernya sendiri. Leeteuk membenarkan jika mereka memang benar-benar sepasang kekasih dan meminta maaf pada fans. Mengingat saat itu banyak yang menangis karena hal itu, Leeteuk benar-benar menyesal jika mengingatnya. Namun, dia berjanji akan melakukan yang tebaik. Juga meminta fans SNSD untuk percaya padanya jika dia bisa menjaga Taeyeon dengan baik.

Dibalik pengorbanan itu, saat ini pada akhirnya banyak yang menyetujui hubungan dua leader itu. Tingga menunggu Kyuhyun dan Seohyun yang hingga saat ini belum siap untuk mengonfirmasi hubungan mereka.

“Yoona-yaa, sebaiknya kau pulang sekarang. Anakmu pasti sudah menunggu. Kami juga akan kembali ke dorm sebentar lagi.”ujar Taeyeon.

Yoona yang tengah sibuk mengkoordinasi beberapa staf untuk merapikan baju-baju SNSD mengangguk, “Aku akan kembali lagi besok, eonniedeul. Terima kasih untuk hari ini.”

“Bukan kau, tapi kami yang harus berterima kasih. Kau sudah bekerja dengan keras.”

“Kalau behitu, aku pulang dulu. Leeteuk sunbae, aku pulang dulu.”

“Yee, hati-hati Yoona-ssi.”

Yoona membungkukkan tubuhnya sopan lalu berjalan meninggalkan ruangan SNSD. Begitu ia menutup pintu yang ada dibelakangnya, ia berpapasan dengan Eunhyuk yang kebetulan sedang lewat di koridor.

Yoona tersenyum lalu kembali membungkuk, “Annyeong haseo, Eunhyuk-ssi.”

“Yoona-ssi? Kau sudah kembali?”

Yoona mengangguk, “Apa kau mencariu Leeteuk sunbae? Dia ada di dalam.”

“Tidak. Aku sedang mencari Donghae.”

Kening Yoona seketika berkerut, “Donghae?”

“Yah, dia belum kembali sejak tadi siang. Aku sangat khawatir.”serunya panik. “Ah sudahlah. Kau mau pulang?”

“Nde. Aku mau pulang karena anakku sudah menungguku. Aku pulang dulu.”Yoona berbalik sambil kemudian berbisik pelan.

“Kemana orang itu?”

***___***

Yoona keluar dari taksi yang berhenti didepan rumahnya. Setelah membayar biayanya, kaki jenjangnya melangkah memasuki halaman rumahnya. Ruahnya terlihat sagat gelap karena lampu taman tidak dinyalakan. Saat dia membuka pintu, ia juga terkejut karena lampu ruang tau juga belum menyala.

“Sehunnie? Sehunnie?”serunya sambil meraba saklar lampu.

Begitu lampu menyala, detik itu juga Yoona langsung terperangah hebat melihat anaknya tengah tergeletak bersama seorang pria yang sangat dikenalnya.

“DONGHAE-SSI!”

TBC

52 thoughts on “Crazy Without You Part 5

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s