FF: The Wolf and not The Beauty (part 24)

The wolf and not the beauty

Tittle                          : The Wolf and not the beauty

Author                        : Ohmija

Cast                            : EXO

Genre                          : Fantasy, Friendship, Comedy, Action, School life

Summary                    : “Dan apakah kau sengaja untuk melupakan sahabatmu, hah?! Kau tau jika Luhan adalah sahabatmu tapi kau justru menyuruhku untuk membencinya!”

BRAKK

Sehun membanting tubuh Kai yang seketika menabrak meja kelas dan membuatnya menjadi hancur.

“Cepat keluar!”perintah Kris pada semua murid laki-laki ataupun perempuan yang langsung menuruti ucapan Kris itu tanpa pikir panjang. Tao menutup pintu kelas dan menutup semua tirai jendela agar tidak ada yang melihat. Hal yang ia takutkan jika guru mengetahui tentang hal ini.

“Sehun, dengarkan aku—“

Kai berdiri, mencoba menjelaskan semuanya pada Sehun namun Sehun seperti buta dan tuli. Ia mendorong tubuh Kai dan memberikannya satu tinjuan lagi, kali ini tubuhnya menabrak meja-meja lain.

“Sehun! Dia saudaramu!” Kris memeluk tubuh Sehun dari belakang, berusaha keras menahan berontakan Sehun yang masih berada di puncak amarahnya.

“Sehun, sadarlah. Matamu berubah menjadi merah.” Tao memukul-mukul pipi Sehun namun Sehun terus saja menggeram marah.

“Sehun, aku minta maaf. Ini salahku. Hentikan. Kuasai dirimu sendiri. Aku akan menjelaskan semuanya. Ayolah… Rouler… kendalikan dirimu!”teriak Kris putus asa.

Tergopoh-gopoh, Kai kembali mencoba bangkit dan menghampiri Sehun yang masih dikunci dalam dekapan Kris. Ia mengulurkan tangannya dan menyentuh kedua pipi saudaranya itu, sorotnya menatap minta maaf.

“Kita pergi dari sini sebelum mereka mengetahuinya. Kau harus menenangkan dirimu dahulu.”serunya pelan.

“Sehun!”

Suara seseorang terdengar dari balik pintu sambil menggedor-gedor pintu itu. Kris dan yang lain kenal betul dengan suara itu. Suara Luhan.

“Sehun!”panggilnya lagi.

Sehun melepaskan dekapan Kris hingga ia termundur ke belakang. Rahangnya terlihat mengatup keras dan dia masih mengunci Kai dan Kris dalam bara kebencian, yang kapan saja bisa menghanguskan mereka disana. Amarahnya menggurak hebat, tanpa menyadari jika perlahan sosok aslinya mulai terlihat.

Dengan gerakan cepat, Sehun berlari dan melompat keluar dari jendela. Setelah Sehun menghilang, barulah Tao membuka pintu kelas, memperlihatkan Luhan yang masih berdiri disana dengan raut wajah khawatir.

“Dimana Sehun? Apa yang terjadi?”tanyanya, melupakan jika Tao adalah pihak musuh.

Tao tidak menjawab apapun, dia mundur beberapa langkah, membiarkan Luhan untuk bertanya pada Kris ataupun Kai yang lebih mengetahui tentang hal ini.

“Apa yang terjadi?”tanyanya lagi.

Kai menghela napas pelan, perlahan berjalan mendekati Luhan dan berdiri tepat disampingnya. Tanpa menoleh, ia berbisik sarat perintah, “Jangan mendekati kami, ataupun dia.” Kemudian pergi meninggalkan ruang kelas itu. Di belakang, Tao mengikutinya.

Menyisakan Kris yang tertinggal seorang diri disana, Luhan mengalihkan tatapannya pada sosok pria tinggi yang sedari tadi juga menatap lurus kearahnya. Sorotnya menuntut karena dia ridak mendapatkan jawaban apapun.

Namun, daripada bertanya tentang keberadaan Sehun ataupun yang sudah terjadi disana. Luhan menepis semua itu, ia menatap Kris lekat-lekat kemudian berseru pelan, “Siapa kau sebenarnya?”

***___***

“ARRRGHHH!”

Teriakan Sehun menggema di dalam ruang kamarnya setelah ia menghancurkan hampir seluruh barang sebagai bentuk melampiaskan amarahnya yang sudah tidak bisa ditahan lagi. Tidak memperdulikan jika lengannya sudah penuh goresan akibat tergores pecahan beling dari benda yang telah ia hancurkan.

Bercampur dengan amarah yang kemudian disusul dengan tangisan pilu yang keluar dari kedua sudut matanya. Sehun terhuyung mundur saat dirasakannya kakinya kehilangan kekuatan untuk menyanggah tubuhnya. Ia meluruh di lantai sambil menjambaki rambutnya kuat-kuat.

Saat episode-episode yang menghilang itu perlahan muncul ke permukaan. Kesadarannya menghilang dan kuasanya untuk menahan emosinya ikut pergi. Tertutupi dengan kesedihan serta luka-luka lama yang kembali ia rasakan.

Saat usaha-usahanya untuk mengingat lebih banyak tentang kenangan masa lalu, ia tidak menemukan apapun sebagai jawaban. Seperti terkurung dalam ruangan gelap yang tidak ada jalan keluarnya.

Hanya sebagian kecil ingatan yang diingatnya membuat dirinya semakin menderita. Ia ingin mengingat yang lain namun otaknya tidak mampu memberikan lebih banyak.

Keyakinannya akan Luhan yang pernah menjadi bagian dari hidupnya membuatnya semakin bertanya-tanya tentang siapa pria itu sebenarnya. Karena yang ia ketahui, Luhan adalah keturunan terakhir Theiss yang kehilangan ingatannya dan berpikir jika dirinya adalah manusia. Dia tidak mengingat apapun karena Arthur telah meminumkan ramuan penghilang ingatan padanya.

Dalam kesunyian yang sangat mendominasi ruangan luas itu, Sehun menangis, menumpahkan kekosongan di hatinya yang selama ini ia rasakan. Begitu dia menemukan siapa pemilik asli tempat itu dan menyadari jika semua itu berlawanan dengan takdir yang ia inginkan. Saat pikirannya semula berpikir jika itu adalah D.O yang kini dengan tiba-tiba berganti menjadi sosok lain. Sehun mengalami hari-hari yang bertambah berat. Dia tidak pernah membayangkan saat kenyataan sedikit terlihat, semua itu membuatnya semakin berantakan.

Bertarung dengan hatinya sendiri, Sehun menyerah karena dia sudah tidak memiliki kekuatan sama sekali. Dia lapar, namun hasratnya menginginkan sesuatu yang lain selain jejeran daging yang berada di dalam kulkasnya. Untuk menenangkan dirinya serta mengambil alih kembali kontrol atas dirinya.

Monster yang ada di dalam tubuhnya begitu kuat hingga membuatnya tertidur diatas lantai dengan air mata yang terus mengalir. Menyerah. Ia belum sepenuhnya yakin untuk melakukan hal itu apalagi harus berada di pihak yang berlawanan. Walaupun dia adalah monster, tapi dia belum siap untuk menyadarkan dirinya jika dia benar-benar seorang monster.

Dia ingin tidur. Untuk saat ini mungkin hanya itu jalan satu-satunya untuk memenangkan pertarungan dengan hatinya. Dia ingin melupakan semuanya sesaat. Daripada dia keluar, dan berubah menjadi monster yang sebenarnya.

***___***

Luhan langsung berdiri dan mendekati besi pembatas atap sekolah begitu ia melihat Kris dan Kai berlalu, melewati atap gedung sekolah yang paling tinggi dan bergerak dengan cepat. Detik itu juga, ia ikut berlari meninggalkan tempat itu dan secepat kilat menuju tembok belakang sekolah.

Ia berjalan diatas tumpukan material-material gedung yang telah dihancurkan lantas melompat dengan kedua tangan yang menggapai batas tembok. Kakinya ia naikkan keatas, memanjat tembok itu lalu melompat turun dan meninggalkan gedung sekolah.

Sialnya, Kris dan Kai sudah tidak terlihat lagi. Namun, firasat Luhan mengatakan jika keduanya berlari menuju arah timur.

Tidak mendapatkan jawaban apapun dari Kai serta Kris membuatnya semakin penasaran dengan apa yang telah terjadi dengan mereka, mungkin dengannya juga. Saat Sehun tiba-tiba memeluknya dan membuat keributan di kelas Kris tadi, dia yakin sesuatu telah terjadi pada pria itu.

Dia tidak akan terkejut saat mengetahui siapa sebenarnya mereka nanti, karena dia sudah menduganya sejak awal. Hanya saja, dorongan hatinya menyuruhnya untuk terus berada di samping Sehun. Dia sendiri tidak mengetahui apa alasannya, kenapa sejak kedatangan pria itu, hatinya jadi tidak karuan. Seperti ada yang mengganjal dan seperti dia pernah mengenal pria itu dulu.

Berlari tak tau arah, Luhan menghentikan larinya karena kepalanya terserang rasasakit yang hebat. Ia dengan cepat menyambar tiang halte dan berpegangan kuat-kuat. Nafasnya terengah serta tubuhnya membungkuk. Ia meringis menahan sakit dan memutuskan untuk duduk disana.

Demamnya belum sembuh, bertambah dengan sakit kepala yang ikut menyerangnya. Ia pikir ia tidak akan bisa menyusul Kai dan Kris untuk menemukan Sehun.

“Sial.”

***___***

Suho, Chanyeol, Baekhyun, Kyungsoo dan Tao lagi-lagi harus membolos satu mata pelajaran dan bersembunyi di gedung olahraga lama yang sedang berada dalam tahap renovasi. Mereka duduk berderet di pinggir lapangan, kecuali Chanyeol yang sesekali memantul-mantulkan bola basket namun tembakannya terus meleset.

Dia bahkan kehilangan kemampuan bermain basketnya saat pikirannya sedang kacau. Ia mendesah keras, mengacak rambutnya lalu melonggarkan dasi dengan wajah frustasi. Kris dan Kai memutuskan untuk pergi mencari Sehun serta melakukan hal-hal yang harus mereka lakukan. Dalam masalah ini, mereka sama sekali tidak memiliki andil untuk membantu.

“Hentikan Chanyeol. Sejak tadi tidak ada tembakanmu yang masuk. Kau hanya membuat kebisingan.”cetus Baekhyun.

“Apa yang terjadi sebenarnya?”gumam Tao, menerawang kearah lantai.

“Kenapa Sehun tiba-tiba lepas kendali seperti itu? Apa dia tidak menyadari jika Kai adalah saudaranya? Dia memukuli Kai hingga babak belur.”sahut Chanyeol, nada suaranya terdengar marah.

“Aku pikir ini tentang ingatannya.”jawab Tao. “Aku tidak yakin jika Kai ataupun Kris pernah mengatakannya, seingatku hanya Luhan dan Kai yang meminum ramuan penghilang ingatan itu karena mereka telah menjadi jarski. Sedangkan Sehun, dia adalah pemburu. Namun tadi, Sehun mengamuk dan mengatakan tentang ingatannya.”

“Apa mereka juga meminumkan ramuan penghilang ingatan untuk Sehun?”sahut Suho membuat yang lain langsung menoleh kearahnya.

“Mungkinkah?”tambah Baekhyun. “Tapi untuk apa? Percuma meminumkan ramuan penghilang ingatan untuk Sehun karena dia bukan seorang jarski.

“Benar juga.” Suho mengangguk, menggaruk belakang kepalanya bingung.

“Ada hal lain.” Suara lain kini berasal dari Kyungsoo, seluruh tatapan berpaling padanya. Ia menghela napas panjang, terus menatap lantai dengan tatapan kosong. “Mereka meminumkan ramuan penghilang ingatan itu karena Luhan.”

“Hah?!” sontak yang lain terkejut tak karuan mendengar ucapan Kyungsoo. “Apa maksudmu?”

“Luhan bukanlah musuh seperti yang kalian pikirkan selama ini. Dia adalah sahabat.” Kyungsoo tidak menoleh sedikitpun.

“Apa maksdumu Kyungsoo? Apa yang sedang kau katakan?”tanya Chanyeol langsung menjatuhkan diri didepan Kyungsoo.

Kyungsoo tidak bersuara apapun lagi. Ia semakin membungkuk, menekuk lututnya serta menopangkan kepalanya disana. Tidak ada yang bisa ia katakan karena nyatanya hal ini terjadi akibat kebohongan yang telah mereka ciptakan.

Tidak ada yang bisa dilakukan saat Sehun sudah berada dalam puncak amarahnya. Hanya berharap dia tidak kembali ‘buta’ dan menyadari siapa lawan dan kawannya.

Sehun sudah cukup menderita. Namun Kai dan Kris juga menderita. Mereka menyimpan semua ini sambil terus bertarung dengan rasa sakit. Karena, jauh di dalam lubuk hati mereka, Luhan masih memiliki tempat sebagai sahabat.

***___***

Kai memasukkan kode pengunci pintu ruangan Sehun dan langsung berlari ke dalam. Ia mencari Sehun ke seluruh ruangan namun tidak menemukannya. Hanya sempat terkejut saat melihat kamarnya begitu kacau berantakan.

“Sehun!”panggil Kai setengah berteriak, ia menyingkirkan pecahan guci dengan kakinya. “Sehun!”panggilnya lagi. “Sehun, kau dimana?!”

“Aku tidak mene—astaga….” Baru saja muncul, Kris terkejut bukan main mendapati kamar Sehun.

“Dia tidak ada disini…”seru Kai.

“Aku juga tidak menemukannya di perpustakaan.”balas Kris. “Apa yang telah dia lakukan dengan ruangan ini?”

“Aku yakin dia melampiaskan amarahnya disini.” Kai memandang keseluruh sudut ruangan. “Kris, ayo cari dia. Aku yakin dia sedang mencari Luhan sekarang.”

***___***

Sebuah dekapan menyambut saat tubuh itu meluruh ke depan. Berlawanan dengan suhu dingin di tubuhnya, ia merasakan kehangatan perlahan menjalar di tubuhnya melalui suhu tubuh pria itu.

Tubuhnya melemah, matanya juga telah terpejam. Mungkin dia sudah tidak bisa menahan rasa sakitnya lagi. Berjongkok di depan tubuh Luhan sambil mendekapnya, Sehun meletakkan kepalanya diatas pundak pria yang sedang pingsan itu.

“Jika kau masih sakit, kenapa masih berusaha mencariku?”lirihnya, salah satu tangannya menepuk-nepuk punggung Luhan. “Siapa dirimu sebenarnya? Kenapa kau melakukan ini padaku?”

Sebuah beningan air mata terjatuh saat Sehun mengerjap. Banyak hal yang ia rasakan saat itu. Sesak namun nyaman. Dia seperti kembali menemukan pegangannya yang telah lama hilang.

“Luhan, kenapa aku tidak bisa mengingatmu?”

***___***

“Apa yang harus kita lakukan sekarang? Aku sudah menghubungi Kris berkali-kali namun dia tidak menjawab panggilanku.” Tao berbalik, menatap teman-temannya.

“Ayo kembali ke hotel.”balas Suho.

“Kau yakin, Suho? Bagaimana jika mereka sedang bertengkar? Kita bisa bernasib seperti daging-daging beku yang ada di dalam kulkas.” Baekhyun memikirkan hal itu ngeri, mengingat mereka adalah manusia.

“Mereka tidak akan mungkin melukai kita.”sahut Chanyeol.

“Kris dan Kai mungkin. Tapi bagaimana dengan Sehun? Jika dia mengamuk, Kai dan Kris saja bisa menjadi babak belur, apalagi kita.”

“Baekhyun, hentikan berimajinasi, oke? Sehun tidak sejahat itu.” Tao menimpali sambil melotot kearah Baekhyun.

“Ayo kembali.” Kyungsoo bersuara lalu menoleh kearah Suho. “Sebaiknya kita selesaikan menterjemahkan buku itu. Mungkin di dalamnya ada petunjuk untuk membuat zmiana.”

“Tetap bersama, oke?” Chanyeol mengingatkan teman-temannya. “Walaupun ini siang hari, mereka mungkin saja menyerang kita. Sebaiknya kita naik bus daripada naik taksi. Keramaian adalah tempat yang aman sekarang.”

Semuanya mengangguk lalu meninggalkan gedung sekolah bersama.

***___***

Sepasang kelopak mata itu perlahan mengerjap, pandangannya buram namun perlahan-lahan menjadi jelas setelah ia mengerjapkan matanya berkali-kali. Ia menatap ke sekeliling, menyapu ruangan serba putih itu dengan ekspresi bingung. Dimana dia?

“Oh Tuhan, Luhan. Syukurlah kau sudah sadar.”

Luhan menoleh, keningnya semakin berkerut begitu ia melihat Xiumin telah duduk disampingnya.

“Kau tidak apa-apa?”

“Aku dimana?” Luhan balas bertanya.

“Rumah sakit. Tekanan darahmu sangat rendah. Kau sakit?”

“Rumah sakit?” Mata Luhan melebar. “Kau membawaku kesini?”

Xiumin menggeleng, “Tidak. Pihak rumah sakit menghubungiku jadi aku datang.”

“Siapa yang membawaku kesini? Aku ada di halte bus sebelumnya.”

“Suster tidak mengatakan apapun padaku. Mungkin orang-orang disekitar sana karena kau pingsan tiba-tiba.” Jelas Xiumin, ia menumpahkan air mineral untuk Luhan. “Apa yang sedang kau pikirkan? Kau terlihat sangat depresi akhir-akhir ini.” Ia memberikan gelas air mineral pada Luhan.

“Aku tidak apa-apa.”jawab Luhan pendek.

Xiumin mengangguk-anggukkan kepalanya, tidak menyadari apapun, “Ngomong-ngomong dimana Yixing dan Chen? Kenapa dua orang itu belum juga kembali? Dasar, berlibur keluar negeri sambil menghabiskan uang orang tua mereka. Menyenangkan sekali.” Ia berkata seenaknya tanpa mengetahui jika Luhan sedang mempertahankan ekspresi normalnya.

“Jika kau mau, kau juga bisa pergi.”balas Luhan pelan.

Xiumin tertawa, “Aku? Bahkan untuk membayar biaya sekolah saja aku harus membantu orang tuaku dengan kerja paruh waktu. Aku bukan seperti kalian.”

Luhan hanya diam. Baru tersadar jika dia sama sekali tidak mengetahui apapun tentang sahabatnya itu. Jadi Xiumin bukan anak orang kaya seperti Chen dan Yixing? Jadi dia bekerja paruh waktu untuk membayar biaya sekolah? Selama mereka berteman, kenapa dia tidak pernah mengetahui hal itu?

Yah, dia memang berbeda dengan Chen dan Yixing yang suka memamerkan koleksi-koleksi mahal. Tapi, apakah keluarganya benar-benar sesusah itu hingga dia harus bekerja juga?

“Mungkin mereka terlalu asik dengan liburan mereka hingga lupa untuk pulang. Sudahlah, tidak usah menunggu.” Luhan memang menciptakan alasan seperti itu untuk membohongi Xiumin. Walaupun dia sendiri tidak mengetahui dimana keberadaan Chen sekarang. Mungkin, dia bernasib sama seperti Yixing.

Luhan menarik napas panjang, tersenyum dengan wajah pucatnya menatap Xiumin, “Pulanglah. Aku tidak apa-apa.”

“Ha? Tapi siapa yang akan menjagamu?”

“Aku akan menghubungi pelayanku nanti. Tenang saja.”

“Kau serius?” Xiumin masih terlihat ragu.

Luhan mengangguk, “Aku benar-benar tidak apa-apa.”

“Baiklah kalau begitu. Kau bisa hubungi aku jika kau membutuhkan sesuatu.” Pria berwajah bulat itu akhirnya setuju, lalu membereskan tas ranselnya. “Tapi… sebenarnya ada sesuatu yang ingin ku tanyakan padamu sejak kemarin-kemarin.”

Luhan mendongak, “apa?”

“Aku tidak tau ini benar adanya atau hanya sekedar perasaanku saja. Tapi akhir-akhir ini kau seperti berubah.”

Kening Luhan berkerut, “Berubah?”

“Kau tidak lagi mencari gara-gara dengan Kai. Tidak mengganggu Kyungsoo dan tidak lagi meladeni gadis-gadis yang menunggumu. Kau juga tidak pernah latihan sepak bola dan…” Xiumin menggantung ucapannya sejenak. “…beberapa kali aku mendapatimu sedang memperhatikan Sehun.”ucapnya takut-takut.

Melihat ekspresi Luhan yang seketika berubah menjadi kaku serta rahangnya yang mengatup keras. Xiumin buru-buru melanjutkan ucapannya.

“Bukan berarti aku tidak menyukai jika kau berubah menjadi anak yang baik. Sebenarnya, aku juga sudah lelah dengan permusuhan ini. Hanya saja… aku mengkhawatirkanmu…” ia menatap Luhan tulus lalu mengulurkan tangan dan menepuk salah satu pundak sahabatnya itu. “Cepat sembuh, oke? Aku tidak mau duduk seorang diri di dalam kelas tanpa kalian. Aku pulang dulu.”

Luhan terus membisu di tempatnya bahkan setelah pintu ruangan tertutup dan Xiumin yang telah meninggalkannya sendirian. Ia terpekur tanpa suara. Ucapan Xiumin tadi terus melayang-layang di pikirannya.

Apa dia benar-benar telah berubah?

Bersebrangan arah dari jendela kamar ruangannya yang membingkai sisi wajahnya disana, seseorang terus memperhatikan wajah mungil itu dari duduknya. Dia tersenyum lirih, berharap seseorang itu bisa segera pulih.

***___***

“Kalian masih belum menemukan apapun?”tanya Chanyeol bosan karena keadaan sangat sunyi senyap.

“Diamlah, Chanyeol. Jangan mengganggu konsentrasi mereka.”sahut Tao, dia terus duduk disamping Suho, ikut mengamati layar laptop.

“Baik. Terima kasih dan aku minta maaf atas kekacauan ini.” Baekhyun menutup pintu ruangan sesaat setelah beberapa pelayan keluar dengan membawa peralatan mereka. Sama halnya dengan Kris dan Kai yang sangat terkejut dengan keadaan ruang kamar Sehun, Kris meminta Baekhyun dan yang lain terus berada di kamar sedangkan mereka pergi mencari Sehun. Dia menghubungi service room dan meminta mereka untuk membersihkan kekacauan itu.

“Bahkan mereka mengaku ini adalah pertama kalinya mereka membersihkan kamar yang seperti ini. Sehun benar-benar…” Baekhyun berdecak sambil geleng-geleng kepala.

Chanyeol menoleh dari punggung sofa, “Sudah selesai?”

“Yeaah, mereka akan mengganti perabotannya secepat mungkin. Kris juga telah mengurus biaya ganti ruginya atas nama Sehun. Beruntungnya, pihak hotel tidak melaporkan hal ini pada polisi karena Sehun adalah tamu spesial.”

“Apa semua werewolf adalah keturunan kerajaan? Kenapa mereka semua sangat kaya?”

Baekhyun mengendikkan kedua bahunya lalu menjatuhkan diri disamping Chanyeol, “Mereka telah hidup selama beratus-ratus tahun, mungkin mereka juga telah bekerja selama itu. Tidak heran jika mereka kaya.”

Chanyeol mengangguk-angguk, “Kau benar juga…”

Tiba-tiba pintu terbuka, Kai dan Kris muncul dengan desahan napas keras. Wajah mereka terlihat sangat kusut.

“Ada apa?” Chanyeol dan Baekhyun bertanya serempak.

“Kami tidak menemukan Sehun ataupun Luhan dimanapun.”cetus Kai mengacak rambutnya frustasi. Kemudian ia menoleh pada Kris, “Apa Sehun membawanya pergi?”

“Tidak mungkin. Itu adalah tindakan gegabah.”

“Bukankah dia memang selalu begitu?”balas Kai cepat. “Argh, aku bisa gila jika terus seperti ini.”

“Tidak perlu mencariku. Aku tidak pergi kemanapun.”

Sehun muncul, seketika membuat semua orang terkesiap. Tidak terkecuali Suho dan Kyungsoo yang langsung menghentikan aktivitas mereka. Seluruh tatapan kini tertuju pada pria berkulit putih pucat itu.

Sehun berjalan melewati Kris dan Kai menuju kamarnya tanpa perasaan apapun. Kai dan Kris langsung mengikutinya.

“Darimana saja kau?!”bentak Kai dengan amarah yang sudah memuncak.

Sehun berbalik, membalas pertanyaannya dengan nada tenang, “Aku pikir aku tidak perlu memberitahukan kemana aku pergi padamu.”

“Sehun!”

“Berhenti membentakku. Aku sangat muak.” Nadanya masih terdengar tenang.

“Kau harus mendengarkan penjelasan kami dulu. Kami mempunyai alasan kenapa melakukan hal itu.”seru Kai berdiri berhadapan dengan Sehun, dibelakangnya, Kris terus memperhatikan semuanya. “Paman Arthur memang meminumkan ramuan penghilang ingatan padamu. Yah, dia memang ingin kau kehilangan ingatan.”

Pernyataan Kai barusan membuat Sehun langsung mengepalkan kedua tangannya disamping tubuh.

“Jika ingatanmu kembali mengingatkan tentang Luhan, itu benar, kita memang memiliki hubungan dengannya, terutama kau!”tandas Kai menatap Sehun lekat. “Luhan bukan hanya sekedar keturunan tekahir klan Theiss, Sehun. Dia sahabat kita. DIA SAHABATMU!”

Dengan gerakan cepat, Sehun telah berpindah dan mencengkram kerah baju Kai. Taringnya terlihat dan matanya berubah menjadi merah menyala dalam waktu sekejap.

“Apa yang kau lakukan dengan kami?!”desisnya dingin.

“Sehun! Hentikan… dia saudaramu!” Kris mencoba melerai mereka berdua. Namun cekalan Sehun terlalu kuat.

“Kenapa kau membuat kami melupakan satu sama lain?! KENAPA?!”

“Sehun! Sehun!” Kris menarik tubuh Kai kuat-kuat kebelakang, melepaskannya dari cekalan Sehun membuat kerah bajunya menjadi robek. “Ini adalah salahku, oke?! Kai juga pingsan waktu itu dan aku menjadi satu-satunya orang yang menyetujui tindakan ayahmu. Semua ini kami lakukan untukmu!”

“Apa yang kau lakukan untukku?!” bentak Sehun. “Dan apakah kau sengaja untuk melupakan sahabatmu, hah?! Kau tau jika Luhan adalah sahabatmu tapi kau justru menyuruhku untuk membencinya!”

“Itu karena kalian berbeda!”

“Bukan kau yang menentukan jalan hidupku!” Sehun menatapnya penuh dengan bara kebencian. Matanya kini kembali menjadi normal namun rahangnya masih mengatup.

“Sehun…” suara lain terdengar, Kyungsoo muncul, membuka pintu dengan perasaan was-was karena dia merasa sangat takut. Dibelakangnya, yang lain mengikutinya. “Ada hal yang ingin aku beritahu padamu.”

“Pergilah.”desis Sehun dingin. “Jika kau tidak mau aku melukaimu, sebaiknya kau pergi!”bentak Sehun, Kyungsoo dan yang lain mengerjap.

Kris mendorong mereka semua untuk kembali keluar, situasi seperti ini tidak aman bagi mereka. Ia menutup pintu yang ada dibelakangnya dengan hembusan napas panjang.

“Saat dia marah, sebaiknya kau jangan mendekat. Hasrat pemburunya sedang tidak bisa dikendalikan, darahmu bisa membuatnya lepas kendali.”serunya memberitahu Kyungsoo.

“Tapi aku ingin memberitahu kalian sesuatu.”

“Aku akan mendengarkannya nanti, oke? Ini bukan waktu yang tepat.”

Sementara di dalam ruangan, Kai terus menatap punggung Sehun yang sedang berdiri menghadap luar. Ia benar-benar merasa bersalah pada saudaranya itu.

“Aku ingin pergi…”seru Sehun dingin tanpa menoleh sedikitpun. “Aku tidak mau bertemu dengan kalian.”

“Sehun…” Kai melangkah maju. Ia mencekal lengan Sehun namun Sehun langsung menepisnya. Ia berbalik, menatap Kai tajam.

“Jagalah Kyungsoo…”ucapnya kemudian. “Karena aku yang akan menjaga Luhan sekarang…”

TBC

Iklan

49 thoughts on “FF: The Wolf and not The Beauty (part 24)

  1. Ren berkata:

    waa update jugaa
    FF yg laiin thor lama updatenyaaaa apa lg Dady’s best friends, Autum, The tree house, the lord of legend sm growl jugaaa
    kangen ff itu

  2. Rini berkata:

    Aaaa akhirnya kak mija update juga.
    Sumpah kak ini keren banget apalgi pas sehun ngedorong kai, tegangnya tersa banget. Dri FF ini kta bnyak ambil peljarnnya.. Huaa cpt lanjut ya kak, ngak sbar nunggu apakah sehun benar2 ninggalin kai ama kris.

  3. nina berkata:

    blm ingat semua iia sehun
    sehun kasihan buta arah gitu
    tp kai sm kris juga sama2 kasihan 😦
    andwae! jangan kepisah
    nnt bisa dimanfaatin sm leo

  4. Nuraya berkata:

    aaaaa…. ><
    ff yg selalu aku tunggu2 nih 😀
    eon ff yg lain lanjutin jga yah~ udh lama nunggu gk nongol2.. autumn, the lord of legend, growl
    tapi aku akan setia menunggu kok eon 🙂

    Fighting untuk lancar ngelanjutin FF nya 😀

  5. Nuraya berkata:

    aaaaa…. ><
    ff yg selalu aku tunggu2 nih!
    eon ff yg lain lanjutin jga yah~ udh lama nunggu gk nongol2.. autumn, the lord of legend, growl
    tapi aku akan setia menunggu kok eon 🙂

    Fighting untuk lancar ngelanjutin FF nya 😀

  6. Hilma berkata:

    aigoo.. persahabatan itu memang ada..
    kasihan sehun, ppasti sakit banget pas tahu kenyataannya…
    ditunggu next chapternya chingu…

  7. osehn berkata:

    sehun segitunya sama luhaaaan. Astaga letak tbc nya salaaaah. Aduh dibuat penasaran teruus, huhu moga cepet postnya ya,

    oh iya chingu autumn,daddy best friend,tree housenya kapan post?? Aku kgn niiih sama ff itu. Terus growl the lord of legendnya juga kpan post. Huhuhu. Ydh semngat yaa 🙂 keep writing krna aku tunggu ff nya

  8. Nurnie berkata:

    Yachh og Tbc sichh thor ..
    Sehun dch mlai ingt 5 luhann ..
    Tp kshn kai and kriss, jd plmpiasan si sehunn .. Tp daebak thor ..

    Next chap ??

  9. claudya han berkata:

    Makin panas aja ni suasananya..sehun bener2 kecewa sanpai2 g mau dengar penjelasan kris. Poor Kris,disalahin terus pdhl dia juga capek. Penasaran kyungsoo mau ngomong apa sih?? Jangan2 penting…ditunggu nextnya….fighting…

  10. Sung JaeSup berkata:

    sehunn kenapa dia sensi banget sih? seharusnya dia itu bisa ngatur emosinya walaupun dia bkn jarsky, tp dia kan keturunan terakhir
    seharusnya dia jga dengerin ap yg mau di blg sama kyungsoo, mungkin kyungsoo uda nemu cara buat ramuan itu..
    good thor, lanjutin ya
    Keep writing : )

  11. dandelion berkata:

    author lama bgt update chapternya…..nunggunya ampe lumutan, tapi ceritanya ga mengecewakan, suka bangt sma cerita2nya ^_^

  12. Cho Hara berkata:

    Yahh… eonni, mereka kok jadi bertengkar sih? Moga mereka cepet rukun kembali.aku takut sehun dan luhan menjadi clannya leo. Jangan dibuat kayak gitu ya eonn?!

    Lanjut fighthing, jgn lama lama

  13. Oh Min Joo berkata:

    Sehun, egois bangat -,- Kesel sendiri gua liat nya :3
    Xiumin jng lu apa-apaij yak *labrak leo* awas aja baozi gua lu apa-apain.
    Bsok lu tinggal nama *songong* :v
    Hadeuhhh, cepetan lanjut ahhh biar gua gak greget liat tingkah sehun yg egois + gegabah -,-

    NEXT EON!!!!!!!!! HWAITING, KEEP WRITING!!!!!!!!!!! :* ‘-‘)9
    NEXT THE LORD OF LEGEND PLEASE!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!

    LAFFYUUU AUTHOR OHMIJA :v

  14. piga tan berkata:

    arrrrghhh… authooorrr aku bsa gila grgr ff ini.. knp complicated banget.. aku di dera rasa penasaran yg bener bener udah tqk terbendungkan/okeh ini alay/ XD
    ahh.. jangan jangan td si soo soo mau bilang dy udah tau cara ngebuat ramuannya.. aaaaaahhh knp malah pada g mau dengerin/manyun/~
    kapan ini end thor.. pokok nya udah g sabara banget nunggu cerita selanjutny…
    di tunggu next chapnya secepatnya..
    HWAITING^^9

  15. Dini Lu berkata:

    Akhirnya update jugaaa 🙂
    Makin tegang makin seruuuu, tapi kasian Kai huhu…
    jjang unnie ❤ Tinggal nunggu Luhan sadarrrr kalo Sehun sahabat dia……..dan hunhan pun comeback!! :') rrrrrr' greget deh kalo uda ngomongin hunhan jiwa shipper aku keluarrrr 😀
    Next chap ya unnie ditunggu…hwaiting ^_^

  16. emaesa berkata:

    aaaaaa ff ini akhirnya uodate jugakkkkkk sdikit pdendek ffnya kkkkkkk
    sehun uda tau dy sahabt luhan ,, sahabt sejti tak terpisahkan .. kyungso mau mmberitau aoa tuh dy ? 😮 oke saya penasaran bngettt tau :s

    di tunggu updatnya

  17. Rosepixylalala... berkata:

    akhirnyaaa,, ff ini lanjut juga, ku kira eonni hiatus.. jadi telat bacanya..
    maksih banget udah ngelanjutin, kalo hiatus ff ini di selesein dulu y eon, hehe…
    kok q malah pengen liat leo cepet2 yah? gk sabar gitu.. tapi aku kok gk rela ff ini selesai, berasa gk mau aja ff sekeren ini abiss.. setiap chap gk pernah mengecewakan..
    di tunggu kelanjutannya 🙂

  18. kang rae hwa berkata:

    Aish rumit rumit sangat rumit semoga mereka baik2 saja ah kerennn thor. The lord of legednya juga update dong thor 😦 Sehunku di sana bagaimana keadaannya haha semangat lanjutkan 😉

  19. Dwi Novitasari berkata:

    akhirnya ff ini keluar juga setelah sekian lama meunggu hehehe 😀
    tp kurang panjang kak 🙂
    aduh kyungsoo mau memberi tahu sesuatu tp kok gak didengarkan dulu ya? kira2 apa ya itu?
    xiumin gak berubah kan? 😮
    semoga sehum gak jadi pergi 😦
    ok kak semangat buat part selanjutnya ditunggu ya dan jangan lama2 ngepostnya hehehe 😀

  20. Annisa Icha berkata:

    Akhirnya update juga,nunggu banget updatean FFnya.
    Kira-kira Kyungsoo mau ngasih tau apa ya?
    Tolong dilanjutin ya… kalau bisa secepatnya… hehe
    Ditunggu juga FF yang lain.

  21. Nanapark berkata:

    Ini ff friendship KAISOO or HUNHAN sih ?
    Soalnya di part 1 dibilang ini kaisoo main pairnya.tpi adegannya kebanyakan hunhan.
    Sehun egois bgt ya, emang dia doang apa yang merasa dikecewakan.
    Disini lebih ke hunhan daripada kaisoo jadi mending main pair diganti hunhan ajah !
    Kai sama kyungsoo di ff ini kaya other pair, ga diutamakan sebagai tokoh utama cerita.

  22. anasetiandari berkata:

    humb sehun kok gituu :< knp mrah2 ke kai
    kai kan gk tau apa2 pas.sehun diminumin cairan pnghilang ingatan, jd slahin si artur dong :/ heheee #peace hun ^^v lagian kmu egois sih, mrah2 gt ke kai yg jlas2 gk slah
    tp sebel nih uda lama nunggu ff ini publish eh, mlah uda main tbc aja
    prasaanku aja apa emng ff nya lbih pndek dari chap laenya ya? ah, molla
    pkoknya next chap htus lbih pjang lbih seru dan lbih2 deh 😀
    hwaiting!!

  23. In Soo berkata:

    akhirnya update juga setelah skian lama d tungu2,,,
    aku jadi pnsaran banget sama critanya,, sehun udh mulai kesel sma kai,, kyungsoo mw blang apa?, pasti dia udh bsa bwt ramuannyanya?,,
    d tunggu chapmdpnnya,, 🙂

  24. sehunbee berkata:

    /Pijit pelipis/

    ikutan pusing ama sikap Sehun… Apa kk ga ikutan pusing pas nulis scene beginian/?

    Ah udah deh, ga bisa ngmg apa-apa lagi… Sakit perut kalu ikutan mikirin masalah mereka…

    Lebih baik aku cau => chapter 25

    Regards,

    Sehun’Bee

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s