Sorry

sorry-sasa

Tittle : Sorry.

Author : Sasa.

Cast : Yesung (SuJu), Taeyeon (SNSD), Tiffany (SNSD)

Genre : Angst, Sad.

Length : Oneshoot.

Poster by : Loyalslatte@Indo Fanficiton Arts

Disclaimer : cerita ini hanya fiktif belaka, murni dari hasil pemikirannya author sendiri,bila ada kesamaan itu hanya kebetulan semata, benar-benar tidak unsur kesengajaan sama sekali. No plagiat ! no silent readers ! #maksa. Maint cast hanyalah milik tuhan dan orang tuanya masing-masing, saya hanya minjam namanya.

Warning ! typo everywhere !

~Happy Reading~

~

~

KRIIIIIIING… !

Sedari tadi jam berbentuk kucing tersebut telah berbunyi beberapa kali, namun tetap saja seorang gadis tersebut tak kunjung bangun.

KRINGGGG ! BRAKKK !

“Ya Tuhan !” sontak Taeyeon langsung tersadar dari mati surinya, ia melihat jam wekernya kini telah terpisah dari baterai nya.

“Aahh, menyebalkan ! dasar jam bodoh” omelnya masih dengan muka bantal. Taeyeon lalu mengambil ponselnya di samping bantalnya, setelah ia melihat layarnya, sontak matanya langsung membulat, terdapat 23 panggilan tidak terjawab dari Yesung, kekasihnya.

“Oh astaga ! Yesung ! ia pasti sudah menungguku di sana” sontak Taeyeon bergegas dari ranjangnya dan masuk ke dalam kamar mandi.

~

12.00 KST, Namsan Tower.

Taeyeon sedari tadi celingukan mencari sosok tersebut, sampai akhirnya ia menemukan sebuah punggung yang tidak asing baginya.

“Yesung !” teriak Taeyeon, lalu sosok itu membalikkan tubuhnya menatap Taeyeon, tapi tatapannya sungguh tidak mengenakkan.

Taeyeon mengerti arti tatapan itu, Yesung sedang marah.

“Maaf, kau taulah aku bagaimana, aku paling tidak bisa..”

“Tepat waktu, ya aku tau tentang itu” sambung Yesung datar.

“Aku minta maaf Yesung” kali ini Taeyeon menundukkan kepalanya, ia benar-benar menyesal.

“Hahahaha ! kau lucu sekali !” tiba-tiba Yesung tertawa melihat ekspresi kekasihnya tersebut, Taeyeon heran sekaligus kesal dengan Yesung.

“Hei kau kenapa ? kenapa menertawakanku ? tadi marah sekarang begini ?” Taeyeon sungguh tidak mengerti sifat kekasihnya yang selalu berubah-ubah tersebut.

Lalu Yesung memegang kedua pundak Taeyeon sambil menatap dalam mata Taeyeon.

“Aku bercanda, aku tidak marah, mana mungkin aku bisa marah pada gadis berwajah imut seperti Yeon ku ini ?” gumamnya sambil mengacak-ngacak rambut Taeyeon.

“Hei jangan mengacak-ngacak rambutku, kau ini menyebalkan tau !” omel Taeyeon sambil tersipu.

“Maaf, kalau begitu ayo ikut aku” lalu Yesung menggandeng tangan Taeyeon ke sebuah tempat.

“Hei mau kemana ?” Taeyeon hanya menurut saja kemana Yesung membawanya.

Lalu Yesung memasuki sebuah kafe di daerah Namsan tower tersebut.

“Ayo pesan makanan sana” perintah Yesung pada Taeyeon.

“Kenapa ? aku tidak..”

“Sudah jangan menyangkal lagi, aku yakin tadi kau pasti tidak sempat makan di rumah kan ? jangan bohong”

“Hehe iya” Taeyeon hanya cengar-cengir.

~

Setelah selesai menyantap makanannya Taeyeon dan Yesung mengobrol sambil sesekali terlihat Yesung memegang tangan Taeyeon yang ada di hadapannya.

Tiba-tiba ponsel Taeyeon berbunyi.

“Halo eomma ? ada apa ?”

“….”

“Sekarang ?”

“…”

“Baiklah”

Lalu Taeyeon menutup ponselnya dan beranjak berdiri.

“Ada apa ?” tanya Yesung.

“Aku harus menjemput sepupuku di bandara Incheon”

“Sekarang ya ?”

“Iya”

“Ayo aku antar”

“Tidak usah, aku bisa sendiri”

“Tidak apa-apa, ayo” tanpa menunggu respon dari Taeyeon, Yesung segera menarik tangan Taeyeon.

“Hei kau ini main tarik-tarik saja yah !” omel Taeyeon yang hanya di balas senyuman manis dari Yesung.

~

“Taeyeon !” panggil seorang gadis sambil melambaikan tangannya pada Taeyeon.

Lalu gadis itu mendekat ke arah Taeyeon dan Yesung.

“Tiffany ! hei apa kabarmu ?” Taeyeon memeluk Tiffany begitu erat.

“Aku baik-baik saja, kau semakin cantik saja yah” pujinya sambil tersenyum begitu manis.

“Kau juga, oh ya kenalkan dia Yesung” kata Taeyeon memperkenalkan Yesung yang sedari tadi hanya tersenyum.

“Tiffany” kata Tiffany memperkenalkan dirinya sambil sedikit menundukkan kepalanya.

“Ya sudah kalau begitu, ayo ke rumah ku, eomma sudah menunggumu”

“Bibi ? wah aku ingin sekali melihat wajahnya” lagi-lagi Tiffany tersenyum begitu manis.

Lalu mereka memasuki mobil Yesung dan menuju ke rumah Taeyeon.

Saat di perjalanan Tiffany yang berada di kursi belakang selalu saja mencuri pandangan Yesung lewat kaca spion depan, namun Yesung tak sadar kalau dirinya sedari tadi di perhatikan oleh Tiffany.

‘Yesung..kau tampan juga yah, oh ya Tuhan..apa mungkin aku jatuh cinta pada pandangan pertama ?’ Tiffany tersenyum sendiri.

~

“Terimakasih ya kau sudah mengantar kami” kata Taeyeon pada Yesung yang berada di dalam mobil.

“Yasudah kalau begitu masuklah, aku akan pulang”

Tiffany memperhatikan Taeyeon dan Yesung dari depan gerbang rumah Taeyeon, ia merasakan sebuah gejolak yang tak bisa ia mengerti.

‘Marahkah aku melihat mereka ? lagi pula Taeyeon siapanya Yesung ? i don’t care’ batin Tiffany sambil memutar bola mata, bosan.

“Bye..” Taeyeon melambaikan tangan pada Yesung, dan mobil Yesung pun menghilang di tikungan.

“Ayo masuk” ajak Taeyeon pada Tiffany.

Lalu mereka berdua masuk, dan saat di ruang tamu terdapat eomma Taeyeon yang membaca majalah.

“Bibi ?” Tiffany langsung memeluk bibi nya dengan gembira.

“Tiffany, oh kau sudah tiba yah, kau baik-baik saja kan, tadi Taeyeon tidak terlambat kan menjemputmu ?”

“Tidak kok bibi” lalu Tiffany melepaskan pelukannya.

“Kau semakin cantik saja, oh ya istirahatlah, kau pasti lelah, Taeyeon ayo antar Tiffany ke kamar yang sudah eomma siapkan”

“Ayo” ajak Taeyeon.

Lalu Taeyeon dan Tiffany pergi ke lantai atas, saat di atas Taeyeon mempersilahkan Tiffany untuk beristirahat.

“Tunggu” Tiffany mencegat tangan Taeyeon yang akan memasuki kamarnya yang berada di samping kamar Tiffany.

“Ya ?”

“Terimakasih” ucap Tiffany dengan senyuman yang selalu menghiasi wajahnya.

“Sama-sama” lalu Taeyeon masuk ke kamarnya dan menutup pintunya.

‘Ya ampun Tiffany, kenapa kau jadi grogi saat ingin bertanya tentang Yesung’ inner Tiffany sambil menepuk jidatnya, lalu ia menyeret kopernya dan memasuki kamarnya.

~

Pagi itu Tiffany sedang jalan-jalan sendiri, ia tadi ingin mengajak Taeyeon, namun ia masih tidur, memang itulah kebiasaan Taeyeon di hari minggu atau hari-hari biasa lainnya.

Tiffany melihat sosok yang berjalan sambil memainkan ponselnya dan I-pod yang menempel di telinganya.

“Yesung ? ah ya Tuhan !” tiba-tiba Tiffany memegangi dadanya, ia merasakan sebuah gejolak yang aneh.

“Ya Tuhan aku harus bagaimana ?” jarak Yesung dengan Tiffany kini semakin dekat, dan akhirnya..

“Hai Yesung !” entah mendapat kekuatan dari mana, Tiffany menyapa Yesung yang kemudian mengalihkan perhatiannya dari ponselnya dan melepaskan I-pod nya lalu di lingkarkan di lehernya.

“Hai” Yesung membalas sapaan Tiffany dengan sebuah senyuman yang menghiasi wajahnya.

“Kau..kau sendirian saja ?” Tiffany menggaruk rambutnya yang tidak gatal, ia benar-benar kikuk.

“Iya, Taeyeon mana ? kau tidak bersamanya ?”

“Taeyeon ? eh..tidak”

‘Kenapa harus Taeyeon yang ia tanyakan, huh menyebalkan’ batin Tiffany yang kemudian membuat raut wajahnya berubah menjadi masam.

“Dia pasti masih tidur, kebiasaannya memang selalu begitu” gumam Yesung yang semakin membuat Tiffany kesal.

“Hm” Tiffany hanya ber ‘Hm’ ria.

‘Kenapa di saat-saat seperti ini yang di bicarakan itu tentang Taeyeon ?’ lagi-lagi Tiffany membatin.

“Ayo duduk di sana” ajak Yesung yang membuat Tiffany kembali gembira.

“Ayo” kali ini Tiffany begitu bersemangat, ia bisa duduk berdua dan di sampingnya ada Yesung.

‘Ooohh, bahagianya’ Tiffany hanya senyum-senyum sendiri sambil memperhatikan Yesung sekilas.

‘Kau tampan sekali yah, oh my heart, aku telah jatuh cinta pada mu Yesung’ Tiffany kembali membatin ria.

“Kau suka tinggal di rumah Taeyeon ?” tanya Yesung mencoba memecah kebisuan.

“Tentu” Tiffany tersenyum begitu manis menatap Yesung yang tidak menatapnya, melainkan menatap ke depan menyaksikan bunga-bunga yang penuh dengan embun.

“Kau tau kebiasaan buruk Taeyeon ? dia suka sekali bangun telat, bahkan ia pernah di skors oleh dosennya, dan itu sangat lucu” Yesung tersenyum mengingat kejadian itu.

‘Apa-apaan ini ? Taeyeon lagi ?’ wajah Tiffany berubah kembali menjadi masam.

“Dia orangnya asyik, mudah bergaul, pintar dance, suaranya merdu dan dia..dia cantik, juga lucu” gumam Yesung yang menceritakan tentang Taeyeon.

“Hm, begitu” Tiffany hanya menanggapinya datar, kenapa Yesung tidak bertanya apapun tentang dirinya, dan kenapa harus Taeyeon terus yang ia ceritakan, sebenarnya Taeyeon itu siapanya Yesung ? pertanyaan itulah yang memenuhi fikiran Tiffany saat ini.

Tiffany ingin sekali menanyakan hal itu, namun ia lebih memilih bungkam, ia merasa tidak enak hati harus menayakan hal itu, akan menimbulkan kesan yang berbeda setelahnya, begitu fikiran Tiffany.

“Kalau begitu aku pulang dulu yah, sampai jumpa” Tiffany berpamitan pulang dengan hati yang dongkol, daripada harus mendengar celotehan Yesung tentang Taeyeon, lebih baik ia pulang saja.

~

“Tiffany ? kau sudah pulang ?” tiba-tiba Taeyeon sudah berdiri di depan pintu kamarnya.

“Iya” Tiffany masih kesal, apalagi dengan melihat wajah Taeyeon, orang yang selalu di ceritakan oleh sang pujaan hati.

“Kau tidak mengajakku tadi, padahal aku ingin sekali jalan-jalan dengan mu, rasanya sudah lama sekali” gumam Taeyeon dengan raut wajah sedih.

“Aku fikir kebiasaanmu itu hanya tidur” Tiffany membalasnya dengan jawaban yang datar dan raut wajah yang tidak mengenakkan, ia juga menutup pintu kamarnya begitu saja. Taeyeon sungguh tidak mengerti kenapa dengan sepupunya tersebut.

“Eh, kenapa ya ? kok begitu menjawabnya ?” Taeyeon kemudian turun ke bawah untuk sarapan.

~

13.25 KST, choffe shop.

“Aku tidak tau dengannya, mungkin dia sedang datang bulan ?” Taeyeon hanya bisa ber-opini.

“Tapi setiap kali aku menceritakan tentangmu, dia selalu berubah ekspresinya, sepertinya dia tidak suka” Yesung menceritakan semua kejadian yang di alaminya tadi pagi saat bertemu dengan Tiffany.

“Mungkin dia suka padamu, dan saat kau bercerita tentangku Tiffany cemburu” Taeyeon bergumam dengan ekspresi dan nada yang sulit di artikan.

“Hei ayolah, itu tidak mungkin”

“Yesung, itulah perempuan, sosok yang begitu peka dan mudah jatuh cinta, namun sulit untuk melupakan, apa yang aku katakan bisa saja terjadi kan ? Tiffany menyukaimu, hanya saja ia tidak tau hubungan kita” gumam Taeyeon sambil mengaduk sendok teh dengan malas.

“Kalau begitu katakan saja hubungan kita, dia pasti akan melupakan perasaannya padaku, ya kalau dia menyukaiku ?”

“Tidak, aku tidak akan mengatakannya, aku tidak ingin menyakiti hatinya, dia baik Yesung..aku tidak tega kalau harus mencabiknya dengan kenyataan” wajah Taeyeon berubah menjadi sedih walau sedari tadi ia tidak memandang Yesung melainkan memandang teh yang belum ia minum sama sekali.

“Sekarang aku tanya padamu, apa kau rela melepaskanku dan membiarkan aku jatuh dalam pelukan Tiffany ? kau tidak mencintaiku lagi Taeyeon ?” kali ini nada bicara Yesung sedikit di tekankan, Taeyeon memperhatikan mata Yesung yang seolah meminta padanya untuk tidak melepaskannya.

“Aku mencintaimu, tapi cinta juga butuh sebuah pengorbanan”

“Baiklah, kita lihat saja nanti”

~

Saat di rumah Taeyeon di sambut sebuah senyuman manis dari sepupunya.

“Tiffany ?” Taeyeon terkejut, tadi pagi Tiffany kelihatan kesal tapi sekarang manis begini ?

“Hai, kau dari mana saja ? aku kesepian” rengeknya.

“Eomma mana ? pasti tidur siang yah ?”

“Iya, eeh aku boleh bertanya sesuatu padamu ?” kali ini Taeyeon begitu curiga dengan Tiffany.

“Tentu, kau ingin bertanya tentang apa ?”

“Eeehh, bagaimana yah..” Tiffany tampak bingung dan kikuk.

“Ayolah katakan saja, aku pasti akan menjawabnya” Taeyeon tidak sabar ingin mendengar pertanyaan Tiffany tersebut.

“Jadi ini tentang..tentang Ye..Yesung, ehehe” Tiffany hanya bisa salah tingkah dan cengingisan.

“Yesung ? baiklah kau ingin tau tentangnya ?” entah kenapa Taeyeon merasakan sebuah gejolak yang aneh, cemburukah ? tapi itu wajar kan ?

“Sebenarnya Yesung itu sahabatmu yah ?” sepertinya Tiffany mencoba berhati-hati dengan kalimatnya, mungkin ia takut untuk menyakiti hati Taeyeon.

“Apa kami terlihat seperti itu ? kalau memang begitu, maka kau benar, dia itu sahabatku” Taeyeon terpaksa harus berbohong, ia ingin tau sejauh mana perasaan Tiffany pada Yesung.

Tiffany terlihat begitu legah dengan jawaban Taeyeon.

‘Jadi benarkan kau menyukai Yesung ?’ Taeyeon hanya bisa membatin.

“Kau pasti menyukainya kan ? iya kan iya kan ?” Taeyeon harus menyembunyikan perasaannya, ia mencoba bercanda dengan Tiffany.

“Tidak kok” Tiffany terlihat tersipu malu, padahal sudah jelas terlihat kalau ia menyukai Yesung.

“Benarkah ? lalu kenapa kau tersipu begitu ? ahaha akui saja Tiffany, kau bisa ceritakan semua isi hatimu padaku, percayalah” Taeyeon benar-benar terpaksa harus melakukan semua ini.

“Eeh, sepertinya memang begitu, a..aku menyukai Yesung dan aku rasa..aku jatuh cinta pada pandangan pertama” Tiffany bercerita sambil menunduk malu.

‘Ya Tuhan.. apa yang harus ku lakukan ? Tiffany, kau..’ Taeyeon hanya bisa tersenyum menanggapinya, jauh di dalam lubuk hatinya ia menangis, menjerit, karena kenyataan yang tak semanis ia bayangkan.

“Itu bagus, yaah” gumam Taeyeon dengan senyum yang ia paksakan.

“Jadi, kau mau membantuku Yeon ?” Tiffany terlihat begitu gembira.

“Membantu ? untuk ?”

“Mendapatkan Yesung”

Oh no ! Tiffany benar-benar mengakatan hal itu, Taeyeon benar-benar bingung harus mengatakan apa, ia takut menyakiti Tiffany maupun Yesung.

“Taeyeon, kau mau membantuku ?”

“Eh, eeehh.. ya” hanya itu yang bisa di katakan oleh Taeyeon.

“Asyik !” Tiffany bersorak gembira.

“Aku pergi ke kamar dulu” lalu Taeyeon pergi kamarnya, ia baru menyadari kalau airmata telah menetes, ia benar-benar dilema.

~

07.00 KST, Taman Kota.

“Jadi benar apa yang aku katakan, Tiffany benar-benar menyukai mu” gumam Taeyeon sambil menatap dalam ke bola mata Yesung.

“Aku tidak percaya, katakan saja kalau kau ingin pergi dari ku, tidak perlu kau jadikan Tiffany sebagai alasanmu” Yesung menimpalinya dengan datar dan wajah yang datar.

“Sungguh, aku tidak ingin pergi darimu, tapi Tiffany menykaimu, aku tidak bisa menyakitinya, juga menyakitimu” Taeyeon menundukkan kepalanya menyembunyikan airmata

“Kau bicara seperti ini saja sudah menyakitiku Taeyeon”

“Aku minta maaf, tapi aku mohon, tolong mengertilah”

“Lalu apa yang selanjutnya yang akan kau perbuat ? kau melepaskanku untuk Tiffany ?”

“Aku tidak tau”

“Percuma saja Taeyeon, raga ku mungkin bisa dimiliki Tiffany, tapi jiwa ku dan hatiku ? dia tidak akan bisa memilikinya, asal kau tau kalau hatiku sudah berhenti padamu, hanya kau Taeyeon, tidak yang lain..”

Taeyeon tidak bisa berkata apa-apa, ia hanya bisa menagis, ia memeluk erat tubuh Yesung.

Di satu sisi ia tidak ingn menyakiti Tiffany, tapi di sisi lain ia juga tidak bisa melepaskan Yesung.

“Taeyeon..” seseorang memanggil Taeyeon, orang itu ialah Tiffany. Sontak Taeyeon melepaskan pelukannya dan menghapus air matanya.

“Tiffany ? sejak kapan kau berdiri di situ ?” Taeyeon bingung apa yang harus ia katakan, ia sudah menyakiti Tiffany secara langsung.

“Tidak penting aku disini sejak kapan, kenapa kau membohongiku ? kenapa Taeyeon ? katamu kalian hanya sahabat ? kau pembohong Taeyeon !” bentak Tiffany sambil menitikkan air mat dan tangan yang mengepal.

“Taeyeon membohongimu karena ia tidak ingin menyakitimu, harusnya kau mengerti” Yesung mencoba angkat bicara, mencoba membuat Tiffany tidak salah faham.

“Tidak ingin menyakitiku ? kalau memang dia tidak ingin menyakitiku lantas kenapa tidak ia katakan saja dari awal ! dia pernah bilang padaku kalau dia akan membantuku untuk mendapatkanmu ? dan sekarang ?”Tiffany menbentak-bentak sambil menunjukkan jari telunjuknya ke arah Taeyeon.

“Tiffany, maafkan aku,aku tidak tau harus berbuat apa, tolong maafkan aku..” Taeyeon mencoba menguatkan dirinya yang begitu merasa bersalah.

“Maaf tidak bisa mengobati rasa sakit hatiku Taeyeon, kau fikir hatiku ini terbuat dari besi ? sehingga kau perlu tidak khawatir untuk melukaiku ?!”

Tiffany terus saja memojokkan Taeyeon yang hanya bisa menunduk dan menahan tangis yang bisa pecah kapan saja.

“Tiffany, kau harusnya tidak mengatakan hal itu, ingatlah dia sepupumu” Yesung mencoba menenangkan Tiffany, ia berharap Tiffany mau mendengarkannya.

“Terus saja kau membelanya ! aku tau aku tidak pantas memiliki perasaan ini, tapi tolong jangan..”

“Tiffany hentikan ! sudah Tiffany sudahlah, aku mohon sudah..” Taeyeon mencoba mengehentikan kalimat miris yang keluar dari mulutnya begitu saja, namun Tiffany malah berlari pergi, ia berlari sambil menangis.

“Tiffany ! Tiffany !” teriak Taeyeon sambil berlari mengejar Tiffany.

Tiffany terus berlari sambil menangis, ia tidak peduli arah tujuannya, ia terus berlari sampai di jalan raya, karena saking padatnya kendaraan Tiffany tidak sadar kalau ada sebuah mobil pickup yang melaju kencang.

TIIIIIINNNN TIIIINNNN !

“Ahhhh !”

BRAK !

Tubuh Tiffany terguling-guling sampai membentur aspal jalan, tubuhnya bersimbah darah, di kepala, di hidung, di telinga, semua penuh darah, tubunya lecet semua.

“Tiffany !” Taeyeon berlari ke arah Tiffany yang di susul oleh Yesung.

Banyak orang yang mengerumuni Tiffany, Taeyeon menaruh kepala Tiffany di pangkuannya.

“Taeyeon..” gumam Tiffany hampir tidak terdengar, keadaanya begitu lemah.

“Maafkan aku..a..aku memang bodoh Tiffany.. maafkan aku” gumam Taeyeon di sela-sela tangisannya.

“A..aku yang minta ma..maaf padamu..Tidak..se..seharusnya aku begini..maaff Tae..yeon” Tiffany tersenyum ke arah Yesung lalu ke arah Taeyeon.

“Se..semoga ka..kalian bahagia..ak..aku sayang..kalian..se..semua..” tangan Tiffany tergeletak lemas, matanya tertutup, denyut nadinya tidak ada.

“Tiffany ? Tiffany bangun ! Tiffany jangan tinggalkan aku Tiffany ! bangunlah..” Taeyeon memeluk tubuh Tiffany yang tak bernyawa lagi. Ia menangis sesenggukan di antara kerumunan banyak orang yang ikut menangis menyaksikan tragedi tersebut.

Dengan begitu, maka Taeyeon tak akan lagi membuat sakit hati orang yang ia kasihi, Tiffany. Mungkin inilah jalan agar tak ada lagi yang tersakiti, skenario Tuhan yang memang tak akan pernah bisa di tebak oleh siapapun.

THE END.

Alhamdulillah wasyukurillah, akhirnya efef gaje menjumpai endingnya, maaf nih kalau ceritanya kurang nge feel, abal-abal gaje, dan kalian menjumpai banyak typo😄

Terimakasih buat yang udah RCL, bye ..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s