Different Side (Sequel Of Mirror) part 1

different

Nama: Jusooya(julia elqisty)

Judul : Different Side (Sequel Of Mirror)

Cast : Kim junmyeon(Suho)

Kim Jongin (Kai)

Do Kyungsoo (kyungsoo)

Oh Sehun (Sehun)

Xi Luhan (Luhan)

Genre: mystery, horror

Rating : T

Length : Chapter

Catatan : Disarankan sebelum membaca ff ini , membaca ff mirror terlebih dahulu agar tau jalan ceritanya😀

https://koreadansaya.wordpress.com/2014/07/12/mirror/

 

 

*****************

 

Ansan Senior Highschool Library

 

Seorang pria mungil nampak duduk duduk di kursi panjang yang memang disediakan di perpustakaan Ansan Senior Highschool ini. Ia nampak sangat serius membaca buku tebalnya. Tidak jauh dari dari pria mungil itu duduk terlihat seorang pria menghampirinya

“Kyungsoo! Kyungsoo!” sahut pria tinggi itu , “ya! Kyungsoo!” lelaki itu mendekatkan wajahnya kearah telinga Kyungsoo karena sedari tadi Kyungsoo tidak berkutik dan tetap asyik membaca buku tebalnya itu dan membenarkan kacamata bulatnya

“aishh..” geram pria tinggi itu merampas kasar buku yang sedang dibaca pria mungil yang bernama Kyungsoo itu. Sontak Kyungsoo menoleh kearahnya

“hei cupu! Apa kau tuli? Sudah berapa kali aku memanggilmu hah!!”

Kyungsoo hanya menunduk ketakutan dan menggelengkan kepalanya pelan, melihat reaksi Kyungsoo seperti itu, pria tinggi itu tambah geram

“bodoh! Apasih pentingnya buku ini?”, pria itu lalu mengangkat buku tebal Kyungsoo, tersenyum sinis lalu seketika membantingnya dengan sekuat tenaga, sehingga lembaran buku itu terlepas

“Ja..janngan”, Kyungsoo buru-buru mengambil bukunya dan memungut lembaran buku yang berserakan dilantai.

Sedangkan pria tinggi itu menyeringai puas tanpa merasa iba sedikitpun

“bahkan kau terlihat sangat takut jika bukumu rusak? Apa kau kelainan? Berpacaran dengan buku terus menerus tanpa berinsiatif mencari ayahmu yang penipu itu? Sudah cukup aku bersabar! Cari dia sebelum kau kuusir dari rumahku!”, cecar pria tinggi itu bertubi-tubi.

Melihat Kyungsoo yang tidak meresponnya melainkan sibuk mengumpulkan lembaran kertas, pria tinggi itu mengangkat kaki kanannya berniat menendang punggung Kyungsoo namun kakinya terhalang oleh pria yang juga tak kalah tingginya

“Jangan ganggu dia” ujar pria itu datar, namun penuh penekanan disetiap ucapannya

“cih, jangan ikut campur dengan urusanku!”

“ku bilang jangan ganggu dia!”, sahut pria itu menggengam kerah baju pria dihadapannya dengan penuh amarah

pria yang dicengkram kerahnya hanya merapihkan kemejanya kembali dan berlalu dengan santai, “dasar pria penyuka sesama jenis hahaha”

“BUKK!” tidak terima, pria yang membela Kyungsoo itupun menendang punggung belakang pria tadi dan ia sedikit terhuyung kedepan, namun ia masih bisa menstabilkan badannya dan mencoba untuk berdiri tegap kembali.

“jaga omonganmu Zitao!”, pria yang disebut Zi Tao itu hanya mengendikan bahunya dan berlalu

“Gwenchana?” Tanya pria itu datar

“N..ne”, jawab Kyungsoo lalu melangkahkan kakinya menuju pintu keluar, namun belum Kyungsoo melangkahkan kakinya lebih jauh, pria itu menepuk bahu Kyungsoo

“Kau ingin cari mati pergi sendirian?”,Kyungsoo hanya menggeleng pelan

pria itu tersenyum miring,”Kalau begitu aku ikut denganmu”, jawab pria itu dan berlalu bersama Kyungsoo.

.

.

.

.

Suasana ramai mendominasi lobby Ansan Senior Highschool, hampir semua wanita berkumpul seperti penasaran akan sesuatu dan tak sedikit wanita yang habis melihatnya langsung berterisk histeris dan kegirangan. Kyungsoo dan pria yang biasa dipanggil kai yang baru keluar dari perpustakaan itupun ikut penasaran, ada apa sebenarnya? Akhirnya kai dan kyungsoo mendekat ke sumber keramaian itu dan.. “BRAK!!” “Aaaw, appooo!” jerit seseorang disusul dengan ekspresi tidak berdosa Kai dan ekspresi kaku Kyungsoo yang membuat seseorang yang sudah tersungkur dilantai itu makin emosi

“kalian ini! Apakah kalian tidak mempunyai rasa empati terhadap sesama manusia? Lihat buku-buku ku berserakan dan aku kesakitan,kalian hanya diam seperti ini?”

pria yang tersungkur itu terus berceloteh membuat Kai ingin menendangnya agar menjauh dari mereka berdua, tapi apa daya seseorang yang tersungkur itu adalah Suho, salah satu teman mereka berdua yang sebenarnya hanya teman Kyungsoo, namun karena Kai selalu menjaga Kyungsoo mau tak mau ia harus berteman dengan pria pintar namun sangat cerewet itu

Kai tidak memperdulikan ocehan suho yang membosankan itu, ia hanya menjulurkan tangannya membantu agar suho berdiri dan kembali berjalan meninggalkan suho disusul dengan Kyungsoo yang berjalan dibelakang Kai

“kalian ingin kemana? Yak! Tunggu aku, aishh mereka berdua selalu menyebalkan!” suho mendumel sekaligus merapihkan buku-buku yang bertumpuk kedua tangannya dan berlari kecil mengikuti Kai dan Kyungsoo yang sudah berlalu

.

.

.

.

Sebuah mobil Ferrari putih terparkir mulus tepat di depan pintu masuk sekolah, menjadi pusat perhatian semua orang yang berada disana. Semua bertanya-tanya siapa pemilik mobil mewah itu, karena tidak ada satupun murid yang pernah membawa mobil semewah itu sebelumnya

Sang pemilik mobilpun keluar dari kemudinya, menggantungkan kacamata hitamnya di antara perbatasan kerah dan kancing kemejanya.

Dan tanpa hitungan detik kejadian itu langsung menjadi pusat perhatian bagi semua yang melihatnya, tak hanya pusat perhatian, banyak pula yang terkejut mengetahui siapa pengendara mobil sport mewah tersebut.

“Bukankah itu Oh sehun?”

 

 

“eunmi-yah itu Oh sehun kan? Mengapa ia berbeda sekali?”

 

 

“Bukankah kemarin baru saja ia masih memakai sepeda usangnya itu?”

 

 

“Mungkin ia mempelajari fashion masakini, aku akui gaya rambut yang sekarang jauh lebih baik ketimbang rambut licinnya itu hahhaa”

 

 

“Tapi aku penasaran, mengapa sehun mendadak berubah? Setahuku orang tuanya hanya mempunyai usaha catering, apa mungkin ia itu orang kaya tetapi rendah hati? Ah entalah aku bingung”

 

Kai semakin bingung melihat semua murid membicarakan sesuatu yang sepertinya nama itu tidak asing baginya, Oh sehun, seseorang yang baru saja menolak berteman dengan mereka, ada apa sebenarnya dengan dia?

Kai bertanya-tanya didalam hati, ada apa ini? Mengapa semua terlihat heboh sekali, mengapa semuanya membicarakannya? Bukannya oh sehun bukan biang onar? Justru ia lebih memilih untuk menyendiri, tapi tadi…

Belum sempat kai berfikir lebih jauh lagi sosok Oh sehun pun melintas disampingnya, sosok yang tidak pernah ia lihat sebelumnya, hal itupun mengejutkan kyungsoo yang juga melihat luhan berbeda, apalagi suho terkejut bukan main melihat penampilan sehun yang berbeda dari biasanya, sangat berbeda

Sehun kini melintas persis melewati Kai, Suho dan Kyungsoo yang awalnya ingin mencari tahu apa yang sebenarnya terjdi kini pun sudah terjawab, Sehun melintasi mereka tanpa menoleh sekalipun, seperti tidak mengenal mereka sama sekali.

Siapa yang tidak heran melihat penampilan sehun sekarang, sehun yang biasanya hanya mengendarai sepeda tua dan selalu berpenampilan sederhana tak lupa degan rambut licin ciri khasnya itu kini sama sekali tidak terlihat, melainkan ia mengendarai mobil sport dan juga model rambut yang berubah, kini rambutnya dibiarkan berponi dan terlebih lagi ia mewarnai rambutnya, dan semua pun pasti tau bahwa sesuai dengan peraturan yang tertulis bahwa semua murid dan guru dilarang keras untuk mewarnai rambutnya, dan sudah pasti ini adalah pelanggaran yang di buat oleh sehun untuk pertama kalinya.

Suho menyenggol bahu kyungsoo pelan,“ada apa dengan Oh sehun? Bukankah kemarin kita baru saja mengajaknya bergabung dengan kita dan ia menolak, namun mengapa sekarang ia terlihat ramah terhadap semuanya dan gaya rambutya pun berubah” Kyungsoo hanya memandang suho sejenak dan beralih memperhatikan sehun yang sudah berlalu, lalu menggelengkan kepalanya pelan

“mungkin ia ingin merubah kepribadiannya yang sangat buruk itu” timpal kai tiba-tiba

suho mengerengutkan alisnya, “ mana mungkin, pasti ada factor tertentu yang membuatnya menjadi seperti itu, mungkin ia punya masalah”

“bukan kah itu bagus, mempunyai masalah dan akhirnya memperbaiki dirinya menjadi berbeda dan positif?”

“itu tidak mungkin kai, pasti ada yang tidak beres”

kai menghembuskan nafasnya kesal, “kau ini selalu mengkaitkan masalah pribadi seseorang dengan materi yang selalu kau pelajari itu, sudahlah tak usah mencari tahu urusan orang lain, kai menarik lengan kyungsoo paksa, kajja kyungsoo kita balik ke kelas!” kyungsoo hanya mengikuti kai pasrah

suho terlihat berfikir sebentar, “tapi ada benarnya juga, jangan mencampuri urusan orang lain, mungkin benar apa yang kai katakan” ujar suho pelan dan akhirnya ikut berlalu memasuki kelas menyusul kai dan kyungsoo

**************

Sehun membasuh mukanya di wastafel kamar mandi sekolah, mengelap wajahnya dengan sapu tangan yang ia sudah sediakan di balik kantung blazer seragam, lalu ia melihat wajahnya kearah kaca panjang yang berada tepat didepan wastafel,

“hmm.. terlihat tampan bukan? Tidak ada lagi luhan yang dulu,sehun menerawang sembari tersenyum pahit, luhan yang buruk rupa..luhan yang selalu dibenci.. luhan yang selalu diasingkan.. luhan yang selalu.. arghh sudahlah!” sehun menggeleng kepalanya kuat berusaha tidak mengingat kejadian itu lagi, ia menatap mantap wajahnya lekat-lekat mencoba tersenyum dan akhirnya ia meninggalkan toilet

disaat sehun yang baru saja keluar dari toilet ia berpapasan dengan suho yang kebetulan menyadari bahwa itu sehun dan akhirnya ia mematung bagaikan robot

menyadari akan hal itu sehun pun heran dan akhirnya tersenyum ramah, “hei apa yang kau lakukan?, ia mengibaskan tangannya kearah wajah suho yang masih mematung, mengapa kau melihatku seperti itu eoh?”

“eh.. mm ani, hanya saja hari ini kau terlihat berbeda sehun-ah” suho tersenyum kikuk

“ah, memang, tidak ada salahnya bukan merubah penampilan dan menjadi lebih baik?” sehun menatap suho dengan penuh keyakinan

“tidak sih, tapi kau memang terlihat sangat berbeda, ah sudahlah itu tidak penting , kajja maaf sudah membuang waktumu sehun-ah”

sehun tertawa, “hahha, kau ini mengapa kaku sekali,suho-ssi kita adalah teman bukan? Buat apa kau berlaku sangat sopan seperti ini kepadaku, seperti raja saja”

suho melotot kaget,”tt..teman? bukankah baru saja kemarin aku ,kai , dan kyungsoo mengajakmu untuk berteman bersama kami tapi kau tolak?” suho mengerutkan kedua alisnya bingung

sehun sedikit terkejut mendegar ucapan suho itu, namun buru-buru menutupi agar suho tidak melihat tingkahnya yang mulai panik itu, “ahh.. ya memang, ya.. mm.. aku dulu selalu menutup diri karena ada sesuatu yang ku alami dimasalalu, dan sekarang aku rasa tidak ada untungnya menutup diri bukan? Dan menjalani hidup ini agar lebih baik itu jalan yang tepat, sehun merangkul suho dengan tangan kanannya, maka dari itu sekarang kau adalah temanku suho, kalau begitu aku pergi dulu, annyeong suho” sehunpun senyum semanis mungkin dan berlalu meninggalkan suho yang terpaku didepan toilet

“hmm.. ini aneh” gumam suho dan akhirnya memasuki toilet

******************

Bel sekolah pun berbunyi, menandakan bahwa jam pulang sudah tiba. Semua murid berhamburan keluar kelas, Suho, Kai, dan Kyungsoopun keluar kelas menyusul murid-murid yang sudah dahulu keluar, seperti biasa Kai selalu monoleh ke kanan dan kiri, melihat apakah ada seseorang yang ingin mengganggu Kyungsoo lagi atau tidak.

Suho yang sedaritadi memperhatikan gerak-gerik Kai itu hanya menggeleng-gelengkan kepalanya dan menghembuskan nafasnya pelan

“sebenarnya apa alasannmu Kai, mengapa kau selalu menjaga Kyungsoo seperti itu, ini sudah jam pulang mana mungkin ada yang ingin menjaili Kyungsoo lagi” Tanya suho heran

Kai hanya menoleh sekilas, lalu kembali waspada melihat sekitarnya

“itu bukan urusanmu suho” kemudian kai bersuara dengan nada yang sinis

“arra..arra.. , suho sedikit mendekatkan wajahnya kearah kai dan menyipitkan matanya, tapi kau lelaki normal kan kai?”

Kai menoleh kearah suho dengan tatapan tajam dan mendorong pundak suho pelan “aish, jinjja apakau pikir dengan aku menjaga Kyungsoo bukan berarti aku tidak suka yoeja? Aku ini normal! , kai menunjuk kearah Kyungsoo yang persis berada disampingnya , hanya saja Kyungsoo terlalu lemah untuk dibiarkan menjaga dirinya sendiri.” Jawab kai tegas

Kyungsoo sedikit membesarkan matanya yang memang sudah bulat itu, terkejut atas jawaban kai , “Jongin.. kau tidak perlu seperti itu.. aku bisa menjaga diriku sendiri..” jawab kyungsoo dengan nada pelan dan tertunduk

Kai menoleh kearah Kyungsoo dan tersenyum miring, “ Apa kau bilang? Bisa menjaga dirimu sendiri? , kai mendengus kesal, bahkan tadi saja kau tidak bisa melawan Tao sibajingan itu!” tukas Kai dengan emosi

Kyungsoo hanya tertunduk dalam-dalam tidak bisa menjawab apa-apa

“Sudah ! cukup! , suho merentangkan kedua tangannya dihadapan Kai dan Kyungsoo, Sudah kita ini ingin pulang kan? Bukan untuk bertengkar, Kyungsoo turuti saja Kai, lagipula kau aman selama Kai bersamamu, kajja kita keluar, Suho melirik arlojinya, sebentar lagi busnya datang”

.

.

.

.

.

.

Suho segera beranjak dari kursi bus yang juga dinaiki oleh Kai dan Kyungsoo,

“Kai,Kyungsoo, aku deluan.. Kyungsoo jangan melawan apabila kau tidak ingin dihajar oleh namja chingumu itu, suho pura-pura terkejut atas ucapannya itu dan menutup mulutnya dengan kedua telapak tangannya disusul tatapan tajam Kai yang mematikan, suho hanya meringis lalu beranjak keluar bis”

.

.

.

.

Suho pun turun dari bus yang ia naiki itu, sebenarnya rumah suho dan sehun itu serah, bahkan satu perumahan, hanya saja diperempatan arah rumah sehun, suho harus belok kanan dan memasuki gang yang dimana memang rumah-rumah elit terbangun disana.

Perlu diketahui bahwa Suho sebenarnya adalah anak seorang pejabat ternama dan mempunyai saham dimana-mana, akan tetapi ia tidak pernah mau menunjukan kekayaannya itu dan lebih memilih bersikap sederhana.

Saat Suho persis berada diperempatan dimana sehun tinggal, pandangan suho tertuju kepada mobil mewah yang terparkir tepat didepan rumah sehun. Penasaran, Suho mendekat kearah rumah sehun,

Baru aja ia mau melangkahkan kakinya menuju pintu depan rumah sehun, suho mendengar suara gaduh yang berada persis disamping halaman rumah sehun yang kecil, ia melangkahkan kakinya pelan, dan betapa terkejutnya suho, melihat sehun berlumuran darah dengan membopong Cermin tua kearah pembuangan sampah yang memang berada disebrang rumah sehun

Mata suho tidak berkedip sama sekali, bahkan tangannya pun gemetaran melihat apa yang barusaja ia saksikan dengan mata kepalanya sendiri

“Ss..sehun.. apa.. yang.. kkau.. Cermin zy..ll..ium..jj..jadi..?”

To be continue

Aaahhhh~ finally chapter pertama selesai juga, maaf kalo banyak banget kekurangan di ff ini, karena kau merasa udah lama gak ngetik ff jadi bahasanya amburadulL karena aku juga ngebuat ff ini nyari2 waktu luang.. jadi kepotong2, susah dapet feel mianhae readers…

Semoga kalian suka yaa dengan ff yang serba kekurangan ini heheh mianhae sekali lagi kalo banyak typo, alur nya kecepetan dan penggunaan katanya belum maksimal😀

Oia.. buat keep in touch aja, kalo kalian ada yang mau kenalan sama aku(pede banget>.<) sama mau share mungkin seputar exo dan juga mau nanya2 tentang ff buatanku bisa langsung mention ke twitter aku @juliaelqishar ^^gomawoo^^

24 thoughts on “Different Side (Sequel Of Mirror) part 1

  1. diahnur berkata:

    huaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa kerennnnnnnnnnnnnnnnnnnnnn, ini luhan jdi jahat?. jdi suho tau tentang cermin zyllium? pe—na—sa–ran– banget nih, saya tunggu chapter berikutnya thor, jng lama2 SEMANGAT.

  2. junia angel berkata:

    tpi Luhan baik ea aku kra dngan dia pke rgnya Sehun dia bklan jahat…..tpi ngomong” Sehunnya dmna skrng??
    Suho tau sesuatu tntang cermin itu???
    lnjut thor di tunggu next chapnya

  3. anasetiandari berkata:

    eh? mksutnya itu gmna sih?
    skarang yg ngambil alih tbuh sehun luhan yah? kok jhat bnget sih luhan
    trus psti sehun brubah krna itu luhan bukan sehun asli, ya kan?
    ah pnasarannn
    next next yeth🙂

  4. riz berkata:

    semoga luhan sadar klo perbuatannya itu salah.. kasihn sehunnya. udh trlnjur sayang ma luhan eh luhannya mlh kyk gtu.. aku msh pnsrn knp kai bsa overprotektif kyk gtu ma d.o

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s