Forced Married part 1

PicsArt_1411825725256

Title : Forced Married

Author : Nisa Kim (@fangirlxsj)

Main Cast :

  • Oh Sehun
  • Kim Hyejin

Rating : PG-14

Length : Chaptered

Genre : Romance, Fluff, Comedy(?)

Summary :

Bercerita tentang seorang CEO muda bernama Oh Sehun yang terjebak cinta konyol dengan seorang gadis pelayan restoran bernama Kim Hyejin. Berawal dari kecerobohan Hyejin yang mabuk dan salah masuk apartement. Dan yang ia masukki adalah kamar apartement Sehun, betapa sialnya Hyejin ketika ia dipergokki pertama kali oleh orang tua Sehun yang pada saat itu sedang berkunjung ke apartement Sehun.Kalian tau? Pada saat itu Hyejin dan Sehun tanpa sadar tidur di ranjang yang sama, Orang tua Sehun yang salah paham pun mulai menduga kalau anak mereka sudah berbuat macam-macam dengan Hyejin. Bagaimana nasib Hyejin selanjutnya? Dan bagaimana cara Sehun untuk meluruskan masalah rumit ini?

***

Seperti biasa CEO muda dari perusahaan keluarga Oh yaitu Dongkuk Steel sedang merenggangkan ototnya dengan bersandar kekursi kerja di belakang punggunya. Mencoba beristirahat sebentar dari berkas-berkas sialan itu yang selama beberapa bulan ini selalu membuat kepalanya pusing.

Sebut saja namanya Oh Sehun, dia adalah CEO baru dan yang termuda dari beberapa pemilik perusahaan lainnya, bayangkan saja umurnya baru menginjak 21 tahun tapi sudah memiliki jabatan yang sangat tinggi. Sebagai anak tunggal Sehun mencoba membantu menggantikan ayahnya yang sudah menyerahkan kekuasaan penuh kepada sang anak.

Ia juga sudah mencoba tinggal sendiri tanpa campur tangan kedua orang tuanya, dengan membeli satu Apartement dengan memakai uang dari jerih payahnya sendiri. Ia merasa bangga dan senang sudah bisa membeli barang keperluan dirinya tanpa uang orang tuanya lagi.

Tok Tok Tok

“Masuk…”

Seorang pria yang berpotur tinggi masuk kedalam ruangan Sehun sambil membawa satu berkas yang ia pegang. Pria itu membungkuk hormat sebagai tanda salam kepada atasannya.

“Maaf tuan, ini ada beberapa berkas yang harus anda tanda tangani. Berkas ini berisi kerja sama perusahaan kita dengan perusahaan dari Jepang yang beberapa waktu lalu mengajak bekerja sama, mereka meminta anda menanda tanganinya segera.” Ujar pria itu dengan sangat detail.

Sehun yang merasa bosan hanya bisa mengangguk-anggukan kepalanya malas, ia sudah mulai jenuh duduk berlama-lama di kursi sialan ini.

“Yak Park Chanyeol, berhentilah bersikap hormat seperti itu didepanku, kau terlihat menjijikkan”

“Aish, bagaimana pun kau itu atasanku bodoh.” Ucap pria bernama Park Chanyeol itu malas. Chanyeol ini adalah sepupu Sehun. Meski umur Chanyeol lebih dewasa daripada Sehun, tapi bagaimanapun ia harus bersikap hormat dengan sepupu kecilnya ini.

“Mana berkasnya? Sini cepat berikan!” Sehun mulai tidak sabar, Chanyeol pun memberikan berkas itu dengan mulut yang masih mengoceh tidak jelas.

“Bagaimana dengan kehidupanmu sekarang? Apa kau merasa nyaman?” tanya Chanyeol tiba-tiba. Sehun yang masih sibuk mengurusi berkas itu pun mulai mengerti dengan arah pembicaraan Chanyeol.

“Jujur saja aku merasa tidak nyaman, bayangkan saja dengan umurku yang masih muda aku harus disibukkan dengan pekerjaan yang sialan ini. Kau tau kan umur seperti diriku seharusnya disibukkan dengan bermain bersama teman, atau menghabiskan waktu dengan belajar bersama di rumah teman. Tapi aku malah harus meneruskan perusahaan ayah, bagaimanapun aku tidak mau mengecewakaannya. Karena aku sadar, hanya akulah yang bisa diandalkannya…”

Chanyeol terdiam, apakah benar ini Oh Sehun yang ia kenal? Sejak kapan anak ini bisa bersikap sebijak ini?

“Apa benar kau Oh Sehun?” tanya Chanyeol tak percaya.

Sehun berdecak kesal dengan sikap sepupunya ini. “Kau kira aku siapa, hah?”

“Aku takjub saja dengan sikapmu sekarang, ternyata Sehun yang kukenal cengeng sudah berubah dewasa. Waah aku benar-benar takjub, tak salah Ahjussi memberikan jabatan ini kepadamu. Dengan begitu kau bisa berubah hahaha”

Rasanya Sehun ingin sekali menendang bokong sepupunya ini dengan keras. Sehun tau, sedari tadi Chanyeol hanya bisa mengejeknya. Bagaimana bisa Sehun memanggil Chanyeol dengan panggilan ‘Hyung’ kalau sikap Chanyeol menyebalkan seperti ini?

“Ini sudah ku tanda tangani semua, sekarang keluarlah dari ruanganku!!” usir Sehun sambil menyerahkan berkas itu didepan tubuh Chanyeol, lalu Sehun kembali sibuk dengan laptopnya. Chanyeol hanya terkikik geli, segera saja ia berlalu begitu saja dari hadapan Sehun.

***

Kali ini kita beralih kepada seorang gadis yang sedang sibuk melayani pelanggan restoran yang semakin hari semakin banyak pengunjung yang datang. Gadis ini bernama Kim Hyejin, gadis dengan sikap ceria tapi kadang-kadang sikap cerobohnya lebih mendominasi.

“Hyejin-Ah! Bisa kau gantikan aku sebentar? Aku ingin ketoilet!!” ujar pria yang sedang berdiri gusar karna menahan buang air kecil. Hyejin pun segera menggantikannya, namja yang tadi pun segera berlalu menuju toilet.

Baru kali ini Hyejin hampir kewalahan melayani berbagai pesanan yang pelangan pesan. Tidak biasanya restoran ini sangat ramai. Dengan semangat Hyejin mencoba terus menjalani perkejaannya yang melelahkan ini. Bagaimanapun ini tempat mata pencaharian Hyejin selama di Seoul.

“Maaf, apa aku lama?” tanya teman Hyejin tadi, Luhan.

“Aniyeyo, cepat urusi bagianmu itu aku mau kedapur dulu mengambil beberapa pesanan” ujar Hyejin, lalu ia segera berlalu dari hadapan Luhan.

Di dapur juga ternyata tak kalah sibuknya, ia lihat temannya yang bernama Kyungsoo sedang sibuk memasak beberapa hidangan yang dipesan konsumen. Baiklah Hyejin tak sedikit pun berniat menganggu temannya yang sedang bekerja.

Tiba-tiba handphonenya bergetar. Ohh ternyata pesan dari kekasihnya… tanpa sadar Hyejin tersenyum senang kala tau itu pesan dari kekasihnya, Baekhyun. Hyejin sudah menjalin hubungan dengan Baekhyun sekitar 2 tahun. Selama 2 tahun terakhir ini Hyejin merasa hubungan mereka datar-datar saja, tidak ada yang berubah.

Mereka hanya berkencan seperti pasangan lainnya. Dan asalkan kalian tau mereka berkencan sudah tidak sesering dulu, ya Hyejin sadar akan hal itu. Tapi ia mencoba optimis, mungkin saja Baekhyun sedang sibuk dengan urusannya. Ia tidak boleh egois, bagaimana pun ia harus mengerti kondisi kekasihnya.

Sehabis pulang bekerja, aku akan menjemputmu. Dan … ada yang inginku bicarakan padamu.

Apa Baekhyun ingin membicarakan soal….. hubungan ku dengannya? Apa ia… ingin melamarku??, tebak Hyejin dalam hati. Tanpa sadar Hyejin menggenggam handphonenya erat sambil tersenyum senang sambil membayangkan Baekhyun yang akan melamarnya.

Kenapa Hyejin bisa menebak kalau Baekhyun ingin melamarnya? Menurutnya hubungan yang ia jalin dengan Baekhyun sudah sangat lama, bukan tidak mungkin kan Baekhyun akan melamarnya? Seketika jantungnya berdebar, ia harus mempersiapkan semuanya. Ia ingin memakai pakaian yang anggun untuk nanti malam.

“Xi Luhan!!!!” panggil Hyejin setengah berteriak. Luhan yang sehabis melayani beberapa sisa pelanggan yang ada pun segera menoleh kearah Hyejin.

“Wae?” tanya Luhan bingung melihat Hyejin yang sedari tadi terus saja tersenyum. Apa yeoja ini mulai gila?, pikir Luhan.

“Apa yang kau pikirkan kalau aku benar-benar dilamar olehnya?”

“Mwo? Apa yang kau bicarakan?” tanya Luhan yang ternyata belum mengerti arah pembicaraan temannya ini.

“Aish… Bukankah aku pernah menceritakan padamu tentang Byun Baekhyun?” ahh Luhan mulai ingat tentang seseorang bernama Baekhyun itu. ia sangat ingat ketika beberapa waktu yang lalu Hyejin menceritakan tentang namja itu dengan sangat antusias.

Tapi Luhan belum pernah sekalipun melihat wujud asli dari seorang Baekhyun.

“Ya ya ya, aku mula ingat sekarang. Apa ia mau melamarmu?”

“Sepertinya begitu, kau tau? Tadi ia mengirimiku pesan. Ia ingin membicarakan sesuatu padaku sehabis aku pulang bekerja. Bukan tidak mungkin ia ingin melamarku kan??” cerita Hyejin sambil tersenyum senang. Luhan hanya bisa memutar bola matanya malas. Apa yeoja ini bodoh? Bagaimana bisa ia menebak dengan seenaknya? Bagaimana jika nanti namja bernama Baekhyun itu tidak melamarnya?

“Kau jangan asal menebak nona Kim! Bagaimana jika ia bukan ingin melamarmu, huh?” tanya Luhan. Hyejin mengerucutkan bibirnya sebal.

“Jadi aku mendoakanku agar Baekhyun tidak melamarku, hah?”

“Aku tidak berbicara seperti itu bodoh!”

“Berhenti memanggilku bodoh!”

“Tapi kau memang bodoh!”

Hyejin seakan naik pitam dengan sikap menyebalkan Luhan. Tanpa ampun Hyejin segera menjambak rambut Luhan yang sudah berantakan menjadi semakin berantakan(?)

“Yak!! Kim Hyejin!!!! Ini sakit!!! Ya lepaskan!” Luhan mencoba melepaskan tangan Hyejin yang masih bersarang di rambutnya.

“Hey hey hey, apa yang kalian lakukan? Cepat kembali bekerja! Ini bukan waktunya kalian bersantai” tiba-tiba saja sang manager restoran ini datang dan menegur Hyejin dan Luhan yang sedang asik bercanda. Dengan cepat keduanya kembali kepekerjaan masing-masing meskipun keduanya tak jarang saling terkikik geli.

***

Sore ini Sehun masih disibukkan dengan pekerjaannya, lihat saja sekarang ia baru saja menyelesaikan meeting dengan beberapa klien dari berbagai Negara. CEO muda ini mencoba melonggarkan dasi hitam di lehernya ketika sudah sampai di dalam ruangan yang sangat besar dan mewah ini.

Tiba-tiba saja ia merasakan lapar diperutnya, ia baru ingat kalau hari ini ia baru memakan beberapa potong roti tadi pagi. Ia juga merasa tubuhnya sedikit kurusan. Ahh betapa tersiksanya ia, karna pekerjaan tubuhnya menjad tidak terurus seperti ini.

Sehun mencoba memainkan handphone nya, sepertinya namja ini sedang menghubungi seseorang.

“Yeoboseyo?”

“Jongin-ah… bisa kau kesini??”

“Ne… O! jangan lupa bawakan aku makanan”

“Seterah kau saja, baiklah aku tunggu”

Sehun mematikan teleponnya. Lalu ia mencoba memejamkan matanya sebentar, ia benar-benar mengantuk. Akhir-akhir ini ia juga sering sekali tidur tengah malam karena harus memantau kenaikkan saham bulan ini.

Cklek…

“Sehun-ah…”

Sehun membuka matanya ketika seseorang memanggilnya. Suara ini nampak tidak asing ditelinganya, dengan tidak rela Sehun harus membuka matanya. Dan benar saja ada seorang pria paruh baya yang masuk kedalam ruangannya, ayah Sehun.

“Apa yang ayah lakukan disini?” tanya Sehun yang kembali memejamkan matanya. Sang ayah yang melihat sikap Sehun hanya bisa tersenyum, ayahnya tau kalau Sehun sangat bekerja keras akhir-akhir ini.

“Ayah habis mengunjungi rumah tuan Song tadi, dan sekalian saja ayah berkunjung kesini.” Jawab ayah Sehun sambil duduk berhadapan dengan anaknya. “Apa ini semua membuatmu lelah?” lanjut sang ayah.

Sehun menggelengkan kepalanya pelan sambil tetap terus menutup matanya. “Aku tidak apa-apa, jangan khawatirkan aku”

Ayahnya kembali tersenyum samar dengan kelakuan anak tunggalnya ini, ia sangat mengenal anaknya degan baik. Ia tau anaknya ini berbohong, mana mungkin ia baik-baik saja dengan pekerjaannya ini. Mungkin ayahnya salah memberikan jabatannya kepada sang anak yang masih berumur sangat muda, tapi mau bagaimana lagi? Ayah Sehun sudah tidak sebugar dulu. Umurnya juga sudah mulai tua.

Jadi memang seharusnya Sehun yang meneruskan kan? tidak mungkin orang lain. Karena hanya Sehun yang Tuan Oh punya.

“Kau harus bertahan, bagaimana pun ini semua akan kau kerjakan. Aku yakin dan percaya kau bisa melakukannya. Mungkin ini terlalu cepat, aku menyuruhmu mengikuti studi di Inggris satu tahun lalu dan ketika kau sudah di Korea kau langsung aku angkat sebagai CEO. Tidak apa-apa , dengan begini kau akan belajar dengan cepat. Kau adalah pria yang hebat, ayah percaya padamu”

Sehun yang sedari tadi masih memejamkan matanya pun bukan berarti tidak menedengarkan setiap kata yang dikeluarkan ayahnya. Ia mendengar semuanya dengan jelas. Ia tau sang ayah sedang menyemangatinya.

“Ah Sehun-ah… Eomma dan Appa berencana akan ke Apartement barumu besok. Mungkin ayah akan kesana sekitar jam 8 pagi”

“Untuk apa Eomma dan Appa datang sepagi itu, huh?” tanya Sehun malas.

“Karena siang harinya Appa ada acara di Incheon, Sehun-ah”

“Tapi jangan salahkan aku jika aku belum bangun” Ayah Sehun pun tertawa dengan perkataan anaknya ini, ternyata sikap malas dan kekanakkannya belum hilang juga.

“Aish, kau ini sudah dewasa dan kau juga seorang pemilik perusahaan. Mana ada CEO yang malas bangun pagi, hah?” ledek sang Ayah.

“Iya iya, aku tau”

***

Jongin sedang berlari menuruni tangga perusahaan dengan tergesa-gesa. Ia memilih menggunakan tangga karena lift perusahaan sangat penuh hari ini, dan itu membuat waktu tersita sangat lama. Jadi ia memutuskan menggunakan tangga saja.

Jongin mendapat perintah dari atasannya atau lebih akrabnya teman baiknya yaitu Sehun untuk membeli sebuah makanan. Entahlah Jongjn sedang kerasuka setan apa ia mau saja disuruh oleh Sehun. Padahal pada masa kuliah Jongin dengan sangat beraninya tidak akan mau disuruh Sehun.

Tapi sekarang? Mungkin karena Sehun sudah menjadi atasannya jadi dia menurut saja. Kalau ia dipecat karena tidak mau membelikan makanan bagaimana? Itu terdengar konyol kan?

Sekarang Jongin sedang berfikir. Ia mau membelikan makanan apa untuk Sehun? Kesukaan Sehun hanya mengomel dan mengomel, itulah yang Jongin tau.

“Anak itu suka makanan apa?” tanya Jongin kepada dirinya sendiri. Jongin terus saja berjalan diluar perusahaan mencoba mencari restoran dengan makanan yang cocok untuk Sehun.

“Makanan apa sajalah, yang penting murah” ucap Jongin sambil tersenyum geli. Ya benar apa saja yang penting murah, bagaimanapun Jongin tidak mau rugi kan? belum tentu uang Jongin akan digantikan oleh Sehun. Karena Sehun orang yang pelit dengan Jongin.

“Ah… aku beli Jjangmyeon saja, sepertinya di pertigaan sana ada restoran yang menjual Jjangmyeon” Jongin segera berlari kecil menuju Restoran yang ia inginkan.

Kringgg…

Suara lonceng restoran itu pun berbunyi ketika pelanggan masuk kedalam restoran ini. Jongin segera berjalan kedepan dan memesan makanan yang ia inginkan.

“Tolong berikan aku 2 mangkuk Jjangmyeon lada hitam, dibungkus ya” ujar Jongin.

“Baik tunggu sebentar” jawab pelayan cantik itu sambil tersenyum ramah.

Jongin mengetuk-ngetuk ujung sepatunya sambil menunggu Jjangmyeon pesanannya. Apa Sehun menunggunya lama? Ah masa bodo lah yang penting aku sudah melaksanakan perintahnya.

“Ah ini 2 Jjangmyeon lada hitam pesanan anda. Semuanya jadi 12.000 won” Jongin langsung mengeluarkan uangnya dan langsung membayar kepada kasir cantik ini.

“Kamsahamnida~”

Jongin hanya membungkukkan tubuhnya. Lalu ia segera bergegas pergi menuju kantor. Dengan cepat Jongin sudah berada di depan pintu atasannya, Oh Sehun. Sebelum masuk kedalam Jongin bertanya lebih dulu kepada sekretaris Sehun.

“Yumi-sshi, apa tuan Oh Sehun ada diruangannya??” tanya Jongin. Yumi atau sekretaris Oh Sehun itu hanya mengangguk mengiyakan.

“Memangnya kau ada urusan apa dengan Tuan Oh?” Yumi balik bertanya.

“Tuanmu itu memintaku membelikan makanan” jawab Jongin malas. “Baiklah aku kedalam dulu” lanjut Jongin langsung berjalan dan mengetuk pintu ruangan Sehun.

Tok Tok Tok

“Masuk…”

Terdengar suara yang sangat Jongin kenal, siapa lagi kalau bukan Sehun.

“Ini pesananmu. Apa ada lagi??” tanya Jongin malas sambil menyerahkan bungkusan makanan itu dengan lemas.

“Ya ya ya, ada apa denganmu, huh? Makanlah bersama denganku” ajak Sehun sambil membuka bungkusan makanan itu dengan semangat. Lihatlah betapa kelaparannya Oh Sehun.

Dengan lemas Jongin pun duduk dihadapan Sehun yang sudah lebih dulu memakan makanannya. Jongin pun ikut membuka bungkusan makanan yang ia beli tadi.

“Kenapa kau lemas sekali, huh? Ada apa denganmu?”

Jongin bukannya menjawab ia malah semakin merengut sebal. “Aku kesepian…”

“Mwo? Bukankah kau itu pria dengan wanita dimana-mana? Ada apa denganmu sebenarnya? Apa saat ini tidak ada wanita lagi yang mau mendekatimu, huh?”

“Bukan mereka, tapi kau…” jawab Jongin jujur. “Aku kesepian tidak ada teman bermain, ruanganku dan ruanganmu sangat jauh. Dan aku jadi jarang sekali bermain dengamu, tidak seperti saat kita sekolah dulu. Aish …” lanjut Jongin sambil memakan Jjjangmyeon dengan setengah hati.

“Hey, kau seperti anak kecil saja. Jika kau kesepian kau bisa langsung menelpon atau mengirim pesan padaku untuk bermain. Apa kau takut aku akan memecatmu jika kau semena-mena denganku, begitu? Hahahaha aku lebih suka dirimu yang tukang semena-mena Kim Jongin”

Jongin yang tadinya murung langsung tersenyum senang mendengar perkataan Sehun tadi. Ahh ia baru pertama kali melihat sisi seorang Oh Sehun yang bijak ini. Benar-benar menakjubkan…

“Baiklah karena itu maumu, aku akan bersikap semena-mena sekarang hahaha. Ehm… ngomong-ngomong… apa kau tidak merasa terbebani dengan menjadi CEO muda? Apa kau tidak mempunyai kesulitan? Jika aku menjadi dirimu mungkin aku tidak akan sanggup mengemban tanggung jawab yang sangat besar ini. Tapi aku yakin dengan begini kau akan semakin kaya raya hahaha”

Sehun memutar bola matanya malas. Sejak pagi hingga sekarang semua orang selalu menanyakan keadaannya sebagai CEO. Apa mereka semua meragukan Sehun? Apa ini karena umur Sehun yang terlalu muda? Sehun merasa tertekan sekarang.

“Lihat saja aku. Aku baik-baik saja kan? tenang saja ini semua mudah, jangan ragukan aku” ujar Sehun. Sebenarnya ia juga merasa kurang yakin dengan performa bekerjanya, ia juga sempat merasa takut. Ia sangat takut tidak seberhasil ayahnya.

Semua orang selalu mengharapkan Sehun akan berhasil seperti ayahnya. Semua dibawah bayangan seorang ayahnya. Ia tidak percaya diri sama sekali.

“Benarkah? Setiap hari aku selalu melihat bertumpuk-tumpuk berkas yang dibawa manager keruanganmu. Aku yakin pasti kau sangat frustasi.”

“Jangan berlebihan, itu tidak seberat yang kau bayangkan. Buktinya aku masih bertahan beberapa bulan ini, kan?”

“Ya ya ya, seterah kau saja” dan akhirnya Jongin tak perduli. Sekarang ia lebih memilih menghabiskan makananya lebih dulu.

***

Hyejin habis mengganti pakaian pelayannya dengan pakaian yang pertama ia pakai ketika datang bekerja. Habis ini ia akan dijemput oleh kekasihnya, Byun Baekhyun. Selama bekerja Hyejin sangat tidak sabar menunggu hari cepat malam agar bisa bertemu dengan Baekhyun.

Hyejin sekarang sedang duduk dihalte dekat restorannya, tak lama mobil hitam bermerk BMW berhenti didepannya, kaca mobil itu terbuka memperlihatkan seorang namja tampan dengan setelan jas kantor yang sangat pas ditubuhnya.

“Masuklah…” seru Baekhyun. Seakan tersihir Hyejin pun langsung membuka pintu mobil itu.

Saat ini mereka berdua sudah berada didalam mobil BMW mewah milik Baekhyun. Suasana sangat hening terdengar, tidak ada tawa dan canda yang biasa mereka lakukan ketika bertemu. Hyejin diam seribu bahasa, ia tidak berani memulai untuk berbicara ketika ia melihat wajah Baekhyun yang beda dari biasanya. Pria itu sekarang dingin tidak lagi yang Hyejin kenal sebagai pria yang periang.

Ada apa sebenarnya?

Kenapa dengan Pria itu?

Apa Hyejin membuat kesalahan?

Banyak sekali berbagai macam pikiran yag berkecamuk didalam otak Hyejin. Sampai tidak terasa mereka berdua sudah sampai di sebuah taman yang sepi karena ini sudah malam hari. Hanya ada beberapa lampu taman sebagai penerang gelapnya malam.

“Mwonde? Kenapa kau membawaku kesini?” tanya Hyejin yang mulai merasa bingung. Baekhyun terus menggengam tangan Hyejin dan membawa gadis itu untuk duduk disebuah bangku taman yang kosong.

Lagi-lagi Baekhyun tidak menjawab pertanyaan Hyejin.

“Jin-ah…” lirih Baekhyun pelan sambil terus menggengam erat tangan halus milik kekasihnya.

Baekhyun menatap Hyejin dengan sangat sendu meski terlihat sangat tajam dimata Hyejin.

“Jika aku akan mengatakan sesuatu, kau berjanji tidak akan membenciku kan?” tanya Baekhyun tiba-tiba. Hyejin mengerutkan dahinya bingung, apa sebenarnya arah pembicaraan kekasihnya ini?

“Apa yang kau bicarakan? Aku tidak mengerti…”

“Hyejin-ah… berjanjilah kau tidak akan membenciku” lagi-lagi mencoba meyakinkan Hyejin.

“Membenci bagaimana? Yak Byun Baekhyun! Bicaralah yang benar! Aku tidak mengerti maksudmu…”

“Aku ingin hubungan kita berakhir…”

Hyejin terdiam… apa ini mimpi? Telinganya tidak rusak kan? Apa Byun Baekhyun bercanda? Sungguh ini tidak lucu…

“Baekhyun-ah…”

Baekhyun kembali menggengam kedua tangan Hyejin dengan sangat erat dan lembut. Ia rasakan Baekhyun sedikit meremas tangannya pelan. Hyejin masih terdiam seperti patung, tubuhnya seakan kaku dan sulit sekali untuk bergerak. Ia juga merasakan nafasnya seakan tercekat.

“Jin-ah… tolong dengarkan penjelasanku dulu. Aku melakukan hal ini karena ada alasan, aku sama sekali tidak main-main dalam hubungan kita.” Jelas Baekhyun. “Aku dijodohkan oleh kedua orang tuaku, aku juga baru mendapatkan kabar mendadak ini tadi pagi. Aku sebenarnya ingin sekali menentang perjodohan ini, tapi ayahku tetap bersi keras menyuruhku untuk menikah. Aku melakukan ini juga atas dasar melindungimu Hyejin-ah…” Baekhyun mengambil jeda sebenatar untuk menghela nafas sejenak.

“Kedua orang tuaku juga tau kalau kau adalah kekasihku, mereka menentang hubungan kita. Jika aku tidak menikah dengan gadis yang dipilihkan ayah, kehidupanmu akan terus diusik oleh kedua orang tuaku untuk menyingkirkanmu. Dan aku tidak mau itu terjadi…..”

Hyejin mendengarkan pejelasaan Baekhyun dengan tangan bergetar. Dirinya seakan tak kuat lagi menahan butiran cair yang sudah menggenang banyak dipelupuk matanya. Sekarang Hyejin menangis, menangis karena pertemuan ini bukanlah acara lamaran yang ia idamkan melainkan perpisahan terakhir bersama Baekhyun.

Sungguh sama sekali tidak terbayang dalam pikiran Hyejin.

“Kau mencintaiku kan?” tanya Hyejin mencoba menguji kejujuran Baekhyun.

Dengan cepat Baekhyun menjawab. “Ne, aku sangat mencintamu Jin-ah…”

“Bohong…” lirih suara Hyejin yang sangat terdengar ditelinga Baekhyun. “Jika kau mencintaiku, kenapa kau berhenti dan menyerah? Bukankah seharusnya kau memperjuangkan hubungan kita? Apa itu yang disebut cinta? Kau bohong! Kau bohong!!” teriak Hyejin sambil memukul bahu Baekhyun dengan sangat keras.

Pukulan Hyejin memang sakit Baekhyun rasakan, tapi tidak sesakit hatinya saat ini.

Dengan cepat Baekhyun mencoba menenangkan Hyejin dengan cara memeluk gadis itu agar tenang. Hyejin terus saja memberontak, ia tidak mau dipeluk oleh orang seperti Baekhyun. Dan Hyejin pun berhasil memberontak, Hyejin segera beranjak dari kursi taman tadi dan berlari meninggalkan Baekhyun yang masih duduk terdiam di kursi taman bercat putih yang berada di bawah sebuah lampu taman yang masih setia menerangi tempat itu.

Baekhyun merasa dirinya pengecut.

Hyejin benar. Bukankah kekuatan cinta seorang sepasang kekasih sangatlah kuat? Kenapa hanya karna perjodohan itu Baekhyun harus menyerah?

Seakan kalut dalam emosinya Baekhyun pun segera pergi ke mobilnya dan mengendarai mobil itu dengan sangat kencang tanpa batas.

Sekarang Baekhyun sudah kehilangan kesempatan…

Hyejin pun sudah tidak mungkin percaya pada dirinya lagi…

Dia menyesal… tapi mau bagaimana lagi?

Ini semua sudah terjadi…

***

Hyejin benar-benar kacau sekarang. Lihatlah gadis malang itu, sekarang ia sedang terkulai lemas disebuah Bar di pinggiran kota Seoul. Wajahnya yang sangat imut pun seakan tak pantas masuk kedalam tempat biadab itu.

Hyejin merasa tubuhnya sangat hangat meski udara sekarang sangatlah dingin itu semua terjadi karena gadis itu sudah mengonsumsi minuman berakohol dengan sangat banyak. Entah apa yang dipikirkan gadis itu sampai harus mabuk seperti ini.

Aku harus mengakhiri hubungan kita…

“Cih, lagi-lagi kalimat itu muncul dikepalaku! Pergilah kau Byun Baekhyunnnn!!” teriak Hyejin dengan suara yang tidak jelas. Bartender yang sedang melayani pelanggan di Bar ini pun melihat wajah Hyejin dengan rasa kasihan.

Hyejin mencoba beranjak dan berdiri. Tapi tidak bisa, ia harus terjatuh lagi. Gadis itu mencoba bangun lagi sambil berjalan dengan sempoyongan, lalu berdiri tidak tegak sambil menunggu taksi. Berselang 5 menit taksi yang Hyejin tunggu pun datang.

Hyejin sudah sampai disebuah gedung Apartement yang sangat mewah. Satpam yang berada di Apartement itu pun segera mengahadang Hyejin untuk masuk.

“Agasshi!! Agasshi jangan masuk!” ujar Satpam itu sambil menghadang Hyejin yang masih terus bergurau tidak jelas.

“Yak!! kau jangan menghalangi jalanku!! Minggir kau Baekhyun!!!!” lagi-lagi gadis ini menyebutkan nama Baekhyun lagi. Kalian tau? Supir taksi yang Hyejin tumpangi itu pun ia panggil dengan sebutan Byun Baekhyun. Ahh gadis ini…

“Tapi anda seperti bukan penghuni Apartement disini…” kata Satpam itu. Hyejin melirik Satpam itu dengan tatapan tidak suka, lihatlah mata gadis itu yang sembab. Tentu semua membuat Satpam yang didepan Hyejin ini meliriknya dengan risih…

“Asal kau tau! Aku itu tinggal di kamar Apartement nomor 1294! Kau ini… apa kau Satpam baru huh? Aku sering pulang ke Apartement disini!!” bela Hyejin dengan berteriak. Membuat beberapa tamu Apartement yang lain menatapnya aneh…

Satpam pun segera melepaskan tanggannya yang sejak tadi ia gunakan untuk menghadang Hyejin. Lalu Satpam itu segera membungkukkan tubuhnya hormat.

“Oh benarkah? Jeosonghamnida… aku memang Satpam baru disini. Aku tidak tau kalau anda adalah penghuni Apartement disini, maafkan aku” dan ternyata dugaan asal Hyejin pun benar, Satpam ini adalah pegawai baru.

Kenapa orang mabuk bisa pintar menebak seperti ini?

Hyejin pun hanya mengangguk-anggukkan kepala asal. Lalu ia kembali berjalan dengan gontai, ia benar-benar mencari Apartement bernomor 1294 itu dengan teliti. Dan ia pun sampai, meskipun membutuhkan waktu sekitar 20 menit untuk mencari.

Dengan asal Hyejin mencoba menebak password kamar Apartement ini.

“Apa password nya… 9..4..1..2??”

Cklek…

Pintu Apartement ini pun terbuka!! Hyejin pun tersenyum konyol ketika pintu ini benar-benar terbuka dengan password asal yang ia tebak. Benar-benar menabjubkan…

“Waah… sejak kapan kamarku jadi mewah dan besar seperti ini??? Apa ada orang yang mengdekorasi kamarku?” gurau Hyejin yang semakin asal.

Dengan cepat Hyejin pun mencari ranjang untuk tidur, dengan cepat ia menemukan kamar Apartement ini. Lihatlah kamar Apartement ini… benar-benar mewah. Siapa sebenarnya pemilik Apartement ini? yang pasti ia adalah seoarang yang sangat kaya.

Hyejin pun segera tidur dikasur berukuran king size itu dengan pulas, lalu menarik selimut halus dan tebal untuk menutupi tubuhnya.

***

Tubuh Sehun menggeliat saat sinar matahari menyinari tubuhnya. Pakaian atasnya ia biarkan terbuka, ini memang kebiasaanya. Ia memang sudah terbiasa tidur tanpa menggunakan kaos atau piama tidur yang biasa orang lain gunakan.

Seketika Sehun merasakan sebuah tangan yang sangat halus menyentuh pipinya. Sehun pun mulai mengerjapkan kedua matanya lalu membuka matanya perlahan…

1 detik…

2 detik…

3 detik…

Dan…

“SIAPA KAU???” Teriak Sehun dengan sangat kencang. Hal itu membuat seorang gadis yang tidur dengan sangat nyenyaknya terbangun karena teriakan Sehun yang sangat menggangu telinganya.

“AAAAAAAA~~~!! SIAPA KAU???? KENAPA AKU BISA DISINI???” gadis itu juga ikut berteriak ketika ia melihat Sehun yang berada di depannya yang tanpa busana atasan. Dengan sangat jelas gadis bernama Hyejin itu melihat dengan jelas dada bidang Sehun yang sangat indah.

“Sehun~~~ahhh…. Apa kau ada didalam dirumah nak? Eomma sudah datang!! Apa kau didalam kamar?? Eomma buka pin – …..”

Cklek…

“Ige…. Mwoya???? Sehun-ah… Apa yang kau lakukan?!!!”

TBC

Iklan

15 thoughts on “Forced Married part 1

  1. cikara berkata:

    ff nya keren banget,ga ngebayangin kai si suruh-suruh sama sehun trus aku semua suka karakter setiap pemain disini pokonya DAEBAK
    next ya thor

  2. zamadia berkata:

    wah bner2 ksalah pahaman yg fatal 😀 , btw itu gdung bner apart.nya hyejin ? trus hyejin bner lg nebak pwnya. pnya indra ke-6 😀 . oh ya authoR, pnulisan yg bner itu TERSERAH bkan SETERAH 😀 , aku udah tnya ama gru b.indo di skolah ku

  3. Niza berkata:

    haiii.. aku reader baru, izin bca ff.y yahhh
    hwaiting !!!!!!
    btw ff ini bgus pnasaran ama apa yg akan terjadi ama hyejin dan sehun…
    next !!!!

  4. viraaaa berkata:

    Baekhyun tega ya haha tapi emg niatnya juga buat ngelindungin hyejin sih tapi yaaah.
    Hyejin kocak bgt dah. Btw apartement yg mai dimasukin hyejin itu sebenernya apartement siapa? Baekhyun? Atau apartement pribadi hyejin?
    Mana nebaknya jitu bgt wakakakak pas bangun nya lucu pas bgt orang tua sehun buka pintu kamarnya ahahaha

  5. sherlyyyn berkata:

    huwaaaa ceritanya keren
    baru awal baca aja udh menarik gini:v
    aku baru nemu ff ini
    aku izin baca yak

    hyejin kocak yak bisa asal masuk keapartemen orang,bisa nebak paswordnya pula

  6. shasha berkata:

    Hyejin mabuk tpi bisa hafal nomor n asal tebak pw n bnr pula😀😀😀😀baek kok gitu sih…biar si baek nyesel..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s