You Never Give Me a Chance Part 7

YOU NEVER

Nama : @sehuhet
Judul Cerita : You Never Give Me a Chance
Tag : Oh Sehun, Choi Sulli, Kim Jongin, Jung Krystal, and other.
Genre : friendship, romance, sad (maybe)
Catatan Author : cerita ini murni buatan author sendiri, mohon jangan di copas. Dan author mohon maaf kalau ada yang tidak suka dengan castnya, sesungguhnya cerita ini hanya fiktif belaka. Mohon maaf juga kalau banyak typo. Ditunggu komennya juga yaa, makasihh🙂

Happy Reading~

***

“ada apa?” akhirnya Sulli membuka suara, karena sejak tadi mereka berada di luar café, Krystal hanya diam saja berdiri membelakanginya.

“Bomi sudah memberitahuku kalau Taemin memang berpacaran dengan Song Naeun sejak sekolah menengah pertama”

Sulli tersentak mendengar ucapan Krystal. Kedua matanya mengeluarkan binar kebahagiaan sekaligus khawatir. Ia bahagia karena Krystal sudah mengetahui kebenarannya dan ia juga merasa khawatir apakah setelah ini sepupu nya itu akan memafkannya atau justru hubungan mereka tetap renggang.

“oh?” dan hanya respon itu saja yang bisa Sulli berikan.

“aku…” Krystal mendengus kesal lalu mengacak acak rambutnya gemas.

Melihat bagaimana saudaranya itu sedang bingung, Sulli hanya bisa tersenyum. Ia tahu Krystal sedang berusaha meminta maaf padanya, tapi ia juga tahu kalau sepupunya itu masih tertahan dengan ego nya yang sangat tinggi.

Dan tanpa bisa menahan perasaannya, Sulli melangkah mendekati Krystal dan memeluknya dari belakang. “aku minta maaf karena kau baru mengetahuinya sekarang.” Sulli menyandarkan kepalanya pada bahu Krystal. Dalam hati ia benar-benar rindu perasaan seperti ini. Dulu mereka sangat dekat, terlalu dekat sampai-sampai orang lain akan mengira mereka adalah kakak adik kandung. “seharusnya aku memberitahumu sejak awal, jadi tidak ada salah paham seperti ini”

a….ani” Krystal berucap gugup, “ini bukan salahmu… seharusnya aku yang meminta maaf, bukan dirimu” lalu berbalik dan balas memeluk Sulli.

Ya Tuhan! Ia benar-benar rindu pada Krystal!

Mereka berdua melepas pelukannya masing masing dan tersenyum canggung seraya menatap satu sama lain dan mulai tertawa karena menyadari situasi sekarang ini. Mereka seperti kedua orang asing yang baru saling kenal.

“umm… berarti, mulai sekarang tidak ada lagi pertengkaran kan?” ucap Sulli penuh harap.

Krystal tersenyum lebar dan menganggukkan kepalanya, “tidak ada lagi pertengkaran, kita berdua adalah saudara” ucapnya mantap.

Sulli merasaa dadanya penuh sesak membuatnya ingin menangis. Perasaan bahagia begitu membuncah di dadanya. Tentu saja ia bahagia karena bisa kembali menjadi saudara dengan Krystal.

gomawo Krystal-ah…

***

“maaf menunggu lama”

Sehun yang sedang menatap kosong layar ponselnya langsung mendongakkan kepalanya ketika melihat Sulli sudah kembai dan duduk dihadapannya. Sebuah senyum tipis terpeta di bibir Sehun menatap Sulli yang terlihat begitu bahagia dan tenang.

“lama sekali,” Sehun menggerutu dengan dibuat-buat. “makananku sudah dingin karena menunggumu kembali”

Sulli memiringkan kepalanya menatap Sehun, lalu tersenyum lebar. “aku tidak memintamu untuk menungguku Sehun-ssi, harusnya kau makan saja makananmu itu”

Sehun mengangkat kedua bahunya, “aku merasa sangat kesepian kalau makan sendirian” ucapnya cemberut.

“baiklah, kalau begitu mari kita makan” ucap Sulli riang.

Sehun benar-benar ikut merasa senang melihat mood Sulli yang sangat baik ini. pasti lah ada sesuatu di anatara Sulli dan Krystal, dan tentu saja pasti nya itu sesuatu yang menggembirakan. Ia bisa menghela nafas lega melihat Sulli seperti ini. Jujur saja, setengah jam terakhir ini perasaan nya sangat cemas menunggu Sulli, ia hanya takut kalau mereka berdua bertengkar dan Sulli akan menangis lagi. seperti terakhir kali ia lihat, Sulli yang menangis dalam pelukan Jongin.

“apa yang kalian bicarakan?” Sehun bertanya setelah menyelesaikan makanannya. Ia melipat kedua tangannya di atas meja dan mencondongkan tubuhnya kedepan.

Sulli mendongak dan lagi-lagi tersenyum. Sehun menggelengkan kepalanya merasa kewalahan melihat senyum manis gadis dihadapannya itu. Jantungnya seperti hampir copot dan tangannya selalu ingin menarik tubuh mungil itu kedalam dekapannya tiap kali senyum manis itu muncul.

Ya Tuhan, Sulli benar-benar memberi efek padanya.

“kami berbaikan” ucap Sulli dengan nada bahagia yang tidak di sembunyikan.

Whoa! “bagus kalau begitu!” sehun tersenyum senang. Tentu saja ia ikut merasa senang melihat Sulli juga senang. Tanpa bisa di tahan, ia menjulurkan tangannya untuk mengacak-acak rambut Sulli gemas.

Teringat akan sesuatu, Sehun memiringkan kepalanya menatap Sulli, “um… kalau sudah seperti ini…. apa kau akan kembali ke dorm?” tanya Sehun. ia benar-benar tidak berusaha menyembunyikan nada harap dalam suaranya.

Sulli terdiam beberapa saat, terlihat berfikir. Lalu dengan senyum menyesal, Sulli menggelengkan kepalanya, “mianhe… sepertinya tidak bisa. Aku tetap akan menginap di rumah Luna”

wae?” desak Sehun, “apa karena Jongin?”

Menggelengkan kepalanya, Sulli menjawab, “itu hanya salah satunya. Tapi kau tahu kalau aku tidak menyukai para entertainer, dan itulah alasan utamanya”

“kalau begitu, apa kau akan membenci Krystal?”

Sulli tersentak mendengar ucapan Sehun, “kenapa kau bertanya seperti itu?”

Sehun mengangkat bahunya, “kau bilang membenci para entertainer. Krystal merupakan calon entertainer, bukankah itu berarti kau akan membenci nya? bagaimana dengan hubungan kalian yang sudah membaik ini?”

Dan setelah mengatakan itu, Sehun langsung menyesal saat melihat binar kebahagiaan di mata Sulli mulai meredup. Ia pun menjulurkan kedua tangannya menangkup wajah Sulli dan mengangkatnya untuk menatap padanya.

“hey, aku minta maaf” ucapnya lembut. Ia benar-benar tidak bermaksud mmebuat Sulli kembali bersedih.

Menggelengkan kepalanya pelan, Sulli kembali menundukkan kepalanya.

Sehun melepas kedua tangannya dan beranjak dari tempatnya untuk duduk di samping Sulli. Tangannya meraih tangan Sulli dan menggenggamnya. “mau kah kau mengatakan kenapa kau membenci idol?”

Sulli menggelengkan kepalanya. “aku bahkan tidak mengatakannya pada Jongin”

“aku bisa melihat itu” ucap Sehun, “kau menangis malam itu, dan tidak ingin Jongin mengetahuinya, jadi aku menebak kalau Jongin tidak tahu apa masalahmu”

“tidak ada yang tahu,” Sulli menghela nafas panjang, “yah, kecuali keluargaku, termasuk Krystal”

“Krystal mengetahuinya?”

Sulli mengangguk.

“dan dia mengerti kalau kau akan membencinya?”

“sama seperti Jongin bereaksi. Mereka berdua percaya kalau aku tidak akan membenci keduanya”

Sehun mengeratkan genggamannya, “bisakah aku percaya kalau kau tidak akan membenciku?”

“aku sudah membencimu Sehun-ssi

Menghela nafas panjang, Sehun perlahan melepas genggaman tangannya dan beralih menangkup dagu Sulli. “katakan kau membenciku” tantang Sehun.

Sulli menatap Sehun dalam, sebelum akhirnya berucap, “aku tidak membencimu” bisiknya, “aku membenci pekerjaanmu”

“Sulli-ya…

Drrt drrt drrt

           

Sehun menghela nafas kasar dan melepaskan tangannya dari dagu Sulli ketika ponselnya bergetar. Ia segera mengeluarkan nya dan tanpa melihat siapa yang menelfon, ia langsung menekan tombol hijau.

ne!” ucapnya ketus.

“kau tau dimana Sulli?”

Sehun menyerngitkan alisnya, ia menjauhkan ponselnya dan menatap layar. Kim Jongin. Secara otomatis ia menoleh pada Sulli dan memberikan ponselnya.

“Jongin,” ucapnya.

Dengan ragu, Sulli akhirnya mengambil ponselnya.

***

ne..

“dimana kau? Aku ada di kampusmu sekarang”

“aku sedang di luar dengan Sehun”

“dimana?”

“tunggu saja di kampus, kami akan kembali” dan tanpa menunggu jawaban dari Jongin, Sulli langsung mematikan sambungannya dan mengembalikannya pada Sehun.

“Jongin ada di kampus sekarang, lebih baik kita kembali”

Sehun langsung beranjak dari tempatnya tanpa mengatakan apapun. Melihat itu Sulli hanya bisa menghela nafas dan mengikutinya berjalan keluar café. Sehun langsung memberikan helem padanya dan membantunya naik. Tidak seperti waktu berangkat tadi, Sehun tidak memintanya untuk berpegangan. Tapi berhubung ia masih ingin selamat, Sulli pun melingkarkan lengannya pada pinggang Sehun dan menyandarkan kepalanya di bahu Sehun.

           “Sulli-ya.. irona.. sulli-ya” merasakan ada yang menepuk-nepuk pipinya Sulli segera membuka matanya dan tersadar kalau kepalanya bersandar pada bahu Sehun. Belum sadar sepenuhnya dari rasa malu karena tertidur di pundak Sehun selama perjalanan, kini Sulli juga menyadari tangan Sehun yang menggenggam lengan nya yang melingkar di perutnya. Tentu nya memsatikan kalau Sulli tidak akan jatuh, yang berarti selama perjalanan tadi Sehun mengendarai motornya dengan sebelah tangannya.

“uum.. maaf, aku ketiduran” sesal Sulli. ia segera menarik tangannya.

“tidak apa,” ucap Sehun tersenyum, “kita sudah sampai”

Sulli menatap sekeliling dan benar, kalau mereka sudah sampai. Ia tersenyum kikuk dan menyambut uluran tangan Sehun untuk membantunya turun. Setelah itu Sulli melepas helm nya dan memberikannya pada Sehun.

“apa kau masih ada kelas atau akan pergi latihan?”

Sehun mengangkat bahu acuh, “aku masih ada kelas sampe pukul 3. Mau pulang bersamaku?”

“kau tau aku tidak akan ke dorm.”

“tidakkah kau ingin menghabiskan waktu bersama Krystal? Kau bisa hanya berkunjung untuk mengobrol, aku akan mengantarmu pulang saat Krystal mulai latihan”

Menghadapi kekeras kepala Sehun, Sulli berfikir sebentar sebelum akhirnya menghela nafas panjang. Mungkin memang tidak ada salah nya kalau Sulli hanya berkunjung sebentar di dorm, toh dia juga belum pamit pada Wi Yifan Sosaengnim dan mengucapkan terimakasih.

“baiklah,” ucapnya akhirnya, “tapi kau harus mengantarku pulang. Tidak boleh meninggalkanku latihan!”

Sehun tersenyum lebar, “hari ini aku tidak ada jadwal latihan”

liar.

Kedua mata Sehun terbuka lebar mendengar tuduhan Sulli. “yak! Aku tidak berbohong! Kalaupun hari ini aku sedang ada jadwal, aku pasti bisa meminta izin untuk tidak latihan”

Sulli meringis, “oh tidak Sehun-ssi, itu justru membebaniku karena harus mengacaukan jadwal latihan CALON SEORANG IDOL” setelah mengatakan dengan penuh penekanan, Sulli langsung membalikkan tubuhnya dan berjalan meninggalkan Sehun.

Tapi baru beberapa langkah ia berjalan, Sulli membalikkan tubuhnya dan berucap, “gomawo” dan langsung melanjutkan langkahnya.

Dibelakangnya, dengan jarak mereka yang cukup jauh, Sulli bisa mendengar teriakan Sehun, “AKU AKAN MENUNGGUMU” dan tanpa berniat membalasnya, ia hanya terus melanjutkan langkahnya.

***

Mengingat ia sedang tidak ada kelas selama satu jam kedepan, Sulli memilih kantin sebagai tempatnya menunggu. Selain itu, ia juga yakin kalau Jongin mencarinya, pria itu akan datang ke kantin.

Dan benar saja, saat ia baru memasuki kantin, tatapannya langsung tertuju pada Jongin yang langsung berdiri dari tempatnya setelah melihat Sulli. Langkahnya besar-besar dan terkesan terburu-buru saat menuju kearahnya karena beberapa kali Jongin tanpa sengaja menyenggol mahasiswa yang ada disana.

Saat sudah berada di hadapannya, Jongin berdiri beberapa jarak dari Sulli dan menatapnya dengan hati-hati. Melihat itu, Sulli hanya bisa menghela nafas panjang, dan tidak ada niatan untuk menutup jarak diantara mereka. Ia hanya mendongakkan kepalanya dan menatap Jongin dengan seksama.

“ada apa?” tanyanya.

Kedua mata Jongin melebar seolah pertanyaan Sulli tadi menohoknya.

“ada apa kau bilang?” tanya Jongin tidak percaya. Tentu saja pria itu tidak percaya Sulli mengatakan pertanyaan itu seolah-olah mereka sedang baik-baik saja.

“ya, ada kau kesini Jongin-ah? apa sosaengnim tidak memintamu untuk menggantikannya lagi?” tanya Sulli tidak bisa menyembunyikan nada sinis dari suaranya.

“kau marah karena Wuyifan sosaengnim selalu memintaku menggantikannya dan tidak bisa mengatar jemputmu? Jangan seperti anak kecil Sulli-ya!

Bibir Sulli terangkat dengan getir, “jadi sekarang kau mengataiku sebagai anak kecil?” lalu tawa renyah lolos dari bibirnya, “kalau begitu, kenapa kau harus susah susah meladeni anak kecil ini? bukankah masih banyak hal penting yang harus dilakukan? Latihan misalnya, mengingat kau adalah CALON IDOL”

Dengan geram, Sulli membalikkan tubuhnya berniat pergi. Sepertinya ia memang tidak bisa berhubungan dengan calon idol ini. Sudah cukup ia merasa risih dengan Sehun dan sekarang Jongin harus menyulutnya dengan kemarahan. Tidak bisakah mereka berdua hanya meninggalkannya sendiri?

“Sulli-ya, chankaman

Langkah Sulli terhenti saat lengannya di tarik. Berbeda dengan bagaimana Sehun menariknya kasar, Jongin menarik lengannya dengan lebih lembut. Kini Sulli sudah kembali berdiri di hadapan Jongin dengan wajah tertunduk.

“ingin ikut denganku? Tidak enak rasanya kalau kita bicara disini”

Tanpa mengatakan apapun Sulli mengikuti Jongin. Tidak seperti perkiraannya Jongin akan membawanya ke café, tapi pria itu justru membawanya ke pekarangan belakang sekolah tempat kemarin ia menemukan sehun sedang bersandar di pohon besar yang ada disana. Tidak heran kedua nya memilih tempat ini, memang jarang sekali mahasisw yang kan berkumpul disini. Mereka biasanya akan berkumpul di kantin atau perpustakaan atau bahkan keluar kampus selagi menunggu kelas selanjutnya.

“ada apa Sulli-ya? apa kau benar-benar marah karena aku terlalu sibuk dengan latihan ku? aku jarang memperhatikanmu? Ayolah Sulli-ya jangan–”

Tanpa membiarkan Jongin melanjutkan ucapannya. Sulli tanpa bisa menahan air matanya kini mulai terisak. Ucapan Jongin benar-benar menohoknya. Aku jarang memperhatikanmu? .   Jongin mulai menyadari kalau ia kurang memperhatikannya. Ini masih menjadi calon idol, bagaimana nanti kalau Jongin sudah menjadi idol? Akankah pria itu semakin cuek padanya?

Membayangkan bagaimana Jongin tidak akan memperhatikannya lagi membuat dadanya terasa sesak. Tidak ada salahnya kan kalau saat ini ia hanya ingin Jongin hanya perhatian padanya tanpa membaginya dengan gadis lain? Ini hanya masalah waktu sampe mereka akan saling berpisah dan Jongin menemukan pasangannya.

“hei, kenapa menangis?” dengan lembut Jongin menarik Sulli ke dalam dekapannya.

Dan kali ini Sulli tidak menolak melainkan balas memeluk Jongin. Sangat erat sampai-sampai ia merasa sesak sendiri tapi tidak berniat melepaskannya. “aku tidak mau berbagi Jongin-ah, kau milikku” ucap Sulli pada akhirnya mengungkapkan fikirannya. Ia tidak tahan terus menerus menyimpannya sendiri.

“hei, aku milikmu Sulli-ya” ucap Jongin seraya mengelus rambut Sulli dengan lembut. Ia bahkan tidak protes dengan dekapan Sulli yang begitu erat.

“jangan dekat dengan gadis lain, aku tidak suka. Kau hanya boleh memperhatikanku…” lirih Sulli. biarpun terdengar sangat egois, tapi ia tidak peduli, ia hanya ingin Jongin selalu memperhatikannya tanpa harus memperhatikan gadis lain.

“jadi ini yang membuatmu marah?” Jongin melepas pelukannya dan tersenyum jahil, lalu alisnya mengkerut, “kenapa kau berfikir kalau aku membagi perhatian dengan gadis lain?”

“kau berbohong.” Tukas Sulli cemberut, “kemarin kau bilang sedang menggantikan Wuyifan sosaengnim untuk mengajar, tapi saat aku mengajak Sehun ke café, aku melihatmu dengan seorang gadis. Aku tidak suka.”

“hhmmm…” gumam Jongin seraya mengusap bibir bawahnya, “jadi, apa Krystal sudah bertemu denganmu?”

Sulli menatap Jongin bingung. Kenapa Jongin bisa tahu Krystal akan menemuinya? “sudah”

Senyum Jongin kembali terukir, “itu Bomi yang sedang bersamaku, salah satu teman trainee ku yang kenal dekat dengan Naeun. Aku sedang meminta bantuannya untuk memberitahu Krystal tentang hubungan Naeun dan Taemin”

“tapi Sehun bilang kau sedang dekat, tidak mengatakan sedang dekat sih, ia mengatakan kalau Wuyifan sosaengnim sering menyuruh mu dan Jiyeon sebagai pasangan”

Tiba-tiba Jongin tertawa lepas, membuat Sulli cemberut.

“kami memang selalu di pasangkan bersama, tapi itu hanya untuk sebagai contoh, dan sosaengnim akan menyuruh satu pria dan satu trainee wanita. Dan aku dan Jiyeon yang sering disuruh menggantikan karena sosaengnim merasa kami berdua bisa”

“jadi kau tidak sedang dekat dengan seorang gadis?”

Jongin menggeleng.

Tanpa sadar Sulli menghela nafas lega dan mulai tersenyum. Ia melangkah mendekati Jongin dan kembali memeluknya dengan erat. “aku minta maaf”

“untuk?” Jongin membalas memeluk Sulli.

“karena sudah salah faham padamu” gumam Sulli pada dada Jongin, “dan aku sangat berterima kasih padamu karena sudah membantuku berbaikan dengan Krystal, hubungan kami benar-benar membaik sekarang. gomawo Jongin-ah

“sama-sama Sulli-ya” balas Jongin dan Sulli bisa merasakan bibir Jongin yang mengecup puncak kepalanya. Saat ini, ia benar-benar belum siap untuk berpisah dengan Jongin. Ia belum siap kehilangan semua kasih sayang dan perhatian yang Jongin berikan padanya.

Sulli masih terlalu menyayangi Jongin untuk membiarkannya menjauh darinya.

***

3 thoughts on “You Never Give Me a Chance Part 7

  1. claudya han berkata:

    Jadi gitu y ceritanya..jongin ga lagi dekat sm siapapun. Tp sulli egois juga ya…jongin hny boleh merhatiin dia aja.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s