Only 5 Days.. [Chapt. 1}

unnamed

Author : HyeraLim

Genre : Romance, sad, happiness, mystery

Rating : PG-13

Length : Chaptered!!

Main Cast : Park Chanyeol (EXO) , Park Soohyeon (OC) , Lee Taemin (SHINee)

Suport Cast : EXO , SHINee

Author Note : Hai chingu ^^ Ini FF pertama author di blognya Ohmija eon nih😀 Mungkin FFnya agak kurang bagus sama susah dimengerti? Mohon dimaklumi ya T_T Author masih kurang berpengalaman, ini juga baru latihan ke sekian. Umur author juga baru 15- ._. Author udah coba semampu author buat dibaca chingu, kalo ada yang aneh atau janggal tolong diberitahu kesalahan author ada dimana ya ^^ Oh iya, FF ini terinspirasi dari drama 49 Days nih :3 Tapi author ngga ambil ceritanya kok😀 Dijamin beda ^^ Berhubung author masih belum berpengalaman, tolong di kritik ya! Gomawo~

Summary  : ‘Hubungan kita sudah berakhir sampai disini, jangan pernah temui aku lagi..’

.

.

Start!

.

.

Soohyeon menggeser-geser ponselnya kesal. Sejak 2 jam lalu kekasihnya yang menyuruhnya menunggu di taman tak kunjung kembali. Ini sudah kesekian kalinya Soohyeon diperlakukan seperti itu.

‘Drrt.. drrt..’

Ponselnya bergetar menunjukkan nama ‘Park Chanyeol’ di layar ponselnya. Kekasihnya menelepon. ‘Soohyeon-ah.. Mianhaeyo.. Tadi manager-ku menelepon, dia bilang akan ada pemotretan mendadak. Jeongmal mianha-‘

‘Sudahlah.. Aku tak perduli lagi.’ Soohyeon memotong ucapan Chanyeol dengan suara datarnya. Chanyeol sudah tahu Soohyeon akan kesal lagi sekarang.

‘Soohyeon-ah.. Kejadian ini dan kemarin-kemarin adalah hal yang tak kurencanakan.. Tolong maafkan aku..‘ Chanyeol masih berusaha menenangkan Soohyeon dengan permintaan maafnya. Dulu permintaan maaf Chanyeol selalu berhasil, tapi sekarang tidak lagi. Soohyeon sudah lelah ketika Chanyeol meminta maaf padanya dan memberikannya barang-barang mahal yang sekarang sudah menumpuk di rumahnya.

Soohyeon menghela nafas panjang, dia sangat kesal pada Chanyeol, tapi dia tidak bisa memarahi Chanyeol walaupun hanya satu kata saja. ‘Chanyeol-ah.. Aku lelah. Aku akan pulang sekarang.’ Ujar Soohyeon lalu menutup telepon dari Chanyeol.

Dengan berat hati, Soohyeon memaksa kakinya menyeretnya untuk pulang ke rumah tanpa perayaan anniversary hari itu.

…

Soohyeon dan Chanyeol dipertemukan di konser EXO Lost Planet, saat EXO menayangkan konser perdananya pada Exotics. Selama konser berlangsung, Chanyeol tak bisa melepaskan pandangannya dari salah satu yeoja yang duduk di kursi VIP, yang tak lain adalah Soohyeon sendiri. Setelah konser selesai, Chanyeol berlari dan berusaha menemukan Soohyeon diantara para Exotics, tapi hasilnya nihil. Dia tak menemukannya. Dia pun kembali ke balik panggung untuk bersiap-siap meninggalkan tempatnya konser saat itu dengan hati kecewa. Tapi ketika Chanyeol memasuki ruang rias, matanya membulat. Soohyeon sedang duduk di kursi rias dan tersenyum manis pada Chanyeol. Sejak saat itulah mereka menjadi dekat, dan 4 bulan kemudian mereka resmi berpacaran.

Memang selama 1 tahun pertama hubungan mereka baik-baik saja, tapi ketika sudah memasuki tahun ke 2, Chanyeol sering tak menepati janjinya dan membuat Soohyeon terus menerus kesal dan kecewa. Hari ini tanggal 24 April, itu adalah anniversary ketiga mereka. Tapi ketika mereka ingin merayakan anniversary ketiga mereka dengan menonton bioskop dan berjalan-jalan santai di taman, Chanyeol semakin membuat Soohyeon menyerah di hubungan mereka.

Di layar ponsel Soohyeon terus menunjukkan bahwa kekasihnya itu terus meneleponnya, tapi Soohyeon tidak menghiraukannya. Dia tidak perduli lagi dengan Chanyeol. Soohyeon langsung membersihkan riasannya dan mencuci muka, lalu segera membaringkan diri di kasurnya. Dia menatap langit-langit kamarnya yang sudah ditempeli dengan poster Chanyeol.  Di dalam poster itu Chanyeol sedang memakai kacamatanya sambil merangkul Soohyeon. Mereka tersenyum menampakkan gigi, menunjukkan mereka sangat bahagia saat itu. Di hari mereka berfoto, Chanyeol sedang mengajari Soohyeon bermain gitar. Mereka terlihat sangat mesra di poster itu sampai membuat orang yang melihatnya menjadi sangat iri. Hanya itu satu-satunya obat yang dapat mengobati kekesalannya pada Chanyeol.

‘Chanyeol-ah.. Aku sangat lelah denganmu..’ Gumam Soohyeon pada dirinya sendiri. Hati Soohyeon melunak setelah melihat poster di langit-langit kamarnya. Akhirnya Soohyeon menelepon balik Chanyeol, ingin membicarakan sesuatu yang penting.

Teriakan permintaan maaf Chanyeol langsung terdengar di telinga Soohyeon. Dia sangat sedih saat mendengar permintaan maaf Chanyeol yang tulus. ‘Chanyeol-ah.. Akan kutemui kau di dorm-mu. Aku akan bicara penting sekarang. Hanya kau dan aku.’

‘Eeh? Berdua saja? Mmm, bagaimana jika kita bertemu di taman dekat dormku saja? Akan kutunggu di taman depan rumah ahjussi penjual es krim langganan kita.’ Chanyeol mulai menenang dan akhirnya tersenyum kembali. Dari tadi dia hanya bisa berjalan bolak-balik sambil menelepon Soohyeon dengan khawatir.

Tak sampai 5 menit, Soohyeon sudah di taman tempat mereka berjanji. Untungnya Chanyeol sudah ada disana dan tidak melanggar janjinya lagi. Segera Soohyeon berlari kecil ke bangku yang diduduki Chanyeol. Dia pun duduk di samping kekasihnya itu.

‘Chanyeol-ah.. Apa kau tak merasakan ada yang janggal di antara kita akhir-akhir ini?’ Tanya Soohyeon sambil menatap kedua tangannya yang gemetar itu. ‘Selama tahun belakangan ini kau selalu tidak menepati janjimu. Kau tahu? Itu membuatku lelah dengan hubungan ini.’ Lanjutnya dengan suara memelas.

‘Wae.. Waeyo?? Maksudmu kau ingin kita mengakhiri hubungan ini?!’ Chanyeol kaget dan bertanya dengan suara yang sedikit keras, membuat Soohyeon menggigit bibirnya kuat.

Dengan sangat terpaksa, Soohyeon menganggukkan kepalanya yang terasa berat itu, dia sudah mengambil keputusan yang sangat bulat sekarang. ‘Mmm.. Aku ingin kita akhiri hubungan kita.’ Soohyeon mengangkat kepalanya, menyembunyikan kesedihan yang berada jauh di dalam hati kecilnya. Dia tidak mau mengakhiri hubungan mereka, tapi Soohyeon berpikir mereka diciptakan bukan untuk bersama-sama.

‘Soohyeon-ah.. Kau bercanda kan? Kau tidak mungkin membuat keputusan seperti itu. Hari ini tepat 3 tahun kita menjalin hubungan bersama, kau tidak mungkin mengakhiri hubungan kita.. Aku.. Ada juga hal yang ingin kubicarakan denganmu, ini sangat penting.’ Chanyeol meyakinkan dirinya bahwa Soohyeon hanya main-main. Tangan Soohyeon bergetar, dia meneteskan air mata pertamanya di 3 tahun pertama mereka berpacaran.

Soohyeon menguatkan dirinya agar tidak menangis. Soohyeon pun tak tahan lagi, dia segera bangkit berdiri, menatap Chanyeol untuk terakhir kalinya. ‘Hubungan kita sudah berakhir sampai disini, jangan pernah temui aku lagi..’ Soohyeon berlari menuju rumahnya. Tangisnya langsung pecah ketika dia berlari. Hatinya sangat hancur, terlalu hancur untuk bisa menemui Chanyeol lagi.

Karena kesedihannya yang teramat sangat, Soohyeon tak memerhatikan sekitarnya. Lampu lalu lintas sudah menunjukkan warna merah, tapi Soohyeon tak melihat lampu tersebut. Dia tetap berlari hingga ada mobil yang muncul dari samping kirinya dengan kecepatan penuh. Soohyeon terhenti, ia sudah pasrah dengan hidupnya. ‘Hmm.. Waktu yang cocok untuk mati. Tuhan, ambillah nyawaku, dan tolong biarkan Channie hidup bahagia bersama yeoja lain. Aku sudah siap mati sekarang.’ Ujarnya menutup mata sambil tersenyum menghadap mobil itu.

Soohyeon merasakan seseorang sudah mendorongnya ke tepi, dan..

‘BRUUUUUKK!!!! CKIIIITT!!!’

‘Huh? Suara apa itu? Mobil itu tak menabrakku, dan aku didorong seseorang ke tepi jalan. Kalau bukan aku, jadi siapa yang mobil itu tabrak?’ Batin Soohyeon bingung. Perlahan dia membuka kedua matanya. Matanya membulat ketika dia melihat Chanyeol yang tergeletak tak bergerak di tanah dengan darah

yang bercucuran dimana-mana.

‘C..CHANYEOL-AH!!!’ Teriak Soohyeon histeris. Dia tak tahu harus berbuat apa, segera Soohyeon membaringkan Chanyeol di pangkuannya, mengguncang-guncang tubuhnya berharap Chanyeol akan bangun. Chanyeol menyelamatkan nyawa Soohyeon walaupun hubungan mereka telah berakhir dan membiarkan dirinya yang kehilangan nyawa.

Pengemudi mobil yang menabrak Chanyeol sebenarnya sedang mabuk. Dia panik, dan langsung memutar balik mobilnya dan pergi kearah yang berlawanan. Tapi di mobil putih itu, ada bercak darah merah yang masih segar dari Chanyeol.

‘Chanyeol-ah.. Chanyeol-ah!!! Tolong buka matamu.. Jebal..’ Soohyeon terisak dan tetap menggucang-guncang tubuh Chanyeol. Sambil meneteskan air mata, Soohyeon memeluk Chanyeol erat.

‘Saranghae.. Saranghaeyo, Chanyeol-ah! Aku salah, ini semua salahku!! Jika aku tak mengakhiri hubungan kita, ini tak akan terjadi! Jebal, tolong buka matamu..’ Wajah Chanyeol setenang bunga yang tertiup angin. Dia tak merespon apapun dengan kata-kata yang diucapkan Soohyeon.

Chanyeol membuka matanya perlahan. ‘Chan.. Chanyeol.. Kau dengar aku? Chanyeol-ah!!!’ Teriak Soohyeon sedih sambil memegang kedua pipi Chanyeol.

‘Sa.. sa.. rang.. hae.. yo..’ Ucap Chanyeol sebelum menghembuskan nafas terakhirnya di dunia ini, membuat tangis Soohyeon kembali pecah menemaninya di gelapnya malam. Soohyeon memeluk kekasihnya dalam dekapannya. Puluhan kali dia membisikkan kata ‘Aku mencintaimu’ di telinga Chanyeol, tapi Chanyeol tak menggubrisnya. Tubuh Chanyeol tak bernyawa lagi, hanya tinggal sisa darah-darah yang masih mengucur dari kepalanya dan rasa penyesalan Soohyeon yang masih tertanam di hati kecilnya.

…

SM Entertainment sedang berduka. Salah satu mood boaster dari EXO sudah meninggal. Banyak rumor beredar, Chanyeol bunuh diri setelah hubungannya dengan Soohyeon berakhir. Ada pula yang mengatakan bahwa Soohyeon yang membiarkan Chanyeol berdiri di tengah jalan lalu ditabrak mobil. Sekarang Soohyeon sedang menjadi sorotan publik.

Hari ini adalah hari dimana Chanyeol dimakamkan. Hanya SM Entertainment dan keluarga Chanyeol yang boleh datang ke pemakamannya, termasuk Soohyeon.

Soohyeon duduk di kursi tengah mobil EXO menuju pemakaman Chanyeol. Matanya sembab, dan pikirannya kosong. ‘Soohyeon-ah.. Tenangkan dirimu. Chanyeol pasti akan sedih jika melihatmu terus seperti ini..’ Hibur soulmate Chanyeol, Baekhyun sambil terisak. Semua mata di mobil itu tertuju pada Soohyeon yang sangat lemas, tak tega melihat kondisi ‘mantan’ kekasih Chanyeol

itu.

‘Ini salahku.. Ini salahku sampai harus mengorbankan nyawa Chanyeol.. Harusnya aku tak bepikiran untuk bunuh diri waktu itu.. Aku bodoh! Sangat bodoh!’ Soohyeon membungkuk lalu menangis, menarik rambutnya sendiri dengan kuat sampai beberapa helai rambutnya lepas.

‘Hentikan penyesalan bodohmu itu! Kekasihmu tak akan bisa hidup lagi meskipun kau menangis bertahun-tahun tanpa henti!’ Bentak Luhan yang sedang menyetir. Meskipun dia terlihat tak perduli, tapi sekarang dia yang paling sedih. Akhir-akhir ini Chanyeol bersikap baik padanya meskipun Luhan selalu kejam dan tak perduli padanya. Dan entah kenapa, malam ketika Chanyeol berjanji dengan Soohyeon di taman, sebelum pergi Chanyeol berkata pada Luhan, ‘Tolong jaga kekasihku jika aku tidak ada,

Luhan-hyung. Aku percayakan dia padamu.’ Chanyeol bicara seakan-akan dia tahu hidupnya akan berakhir hari itu.

Semua yang berada di mobil itu diam, tak terkecuali Soohyeon. Soohyeon hanya bisa menangis sambil terdiam di dalam keheningan. Luhan menepikan mobilnya ke pinggir jalan, disampingnya terdapat tulisan ‘Pemakaman Cheomachong‘

‘Kita sudah sampai.’ Ujarnya memulai pembicaraan saat mereka sudah sampai di tempat pemakaman Chanyeol. Satu persatu member EXO lalu Soohyeon pun turun dari mobil mereka. Tak disangka para wartawan sudah lebih dulu memenuhi pemakaman itu.

Soohyeon turun dari mobil perlahan dengan kaki gemetar. Para wartawan langsung mengerubungi Soohyeon yang berjalan terhuyung-huyung itu.

‘Apa benar kau mengakhiri hubunganmu dengan EXO Chanyeol?!’ ‘Chanyeol sudah meninggal sekarang, apa itu karena kau menyuruhnya bunuh diri?!’ ‘Apa Chanyeol meninggal setelah kau mengakhiri hubungan dengannya?!’  Pertanyaan-pertanyaan itulah yang didapat Soohyeon setelah ia turun dari mobil.

Luhan tak bisa lagi menahan kekesalannya melihat Soohyeon hanya mematung dan tidak menjawab pertanyaan apapun yang ditujukan padanya. Ia segera menerobos masuk ke tempat Soohyeon berdiri. Luhan menarik tangan Soohyeon karena dia merasa yang paling bertanggung jawab atas Soohyeon karena permintaan tulus dari Chanyeol, dan langsung memasuki tempat pemakaman Chanyeol.

Kaki Soohyeon melemas, ia tak dapat lagi menahan beban tubuhnya. Ia jatuh tersungkur ke lantai. Suho menghampirinya. ‘Soohyeon-ah, tolong jangan seperti ini. Dengan kematian Chanyeol bukan berarti hidupmu sudah berakhir. Masih banyak namja yang menunggumu diluar sana.’ Ujarnya sambil menarik kedua tangan Soohyeon, membantunya berdiri.

Lidah Soohyeon sangat kelu. Ia tak mampu berbicara. Pandangannya kosong, dan hatinya begitu perih. Soohyeon menguatkan dirinya dan berdiri dengan kekuatannya sendiri.

‘Aku mampu melawan rasa sakit ini. Aku sudah tidak apa-apa. Jangan perdulikan ak-‘ Soohyeon jatuh ke lantai dengan suara berdebum agak keras dan menggema, membuat seluruh member EXO kecuali Chanyeol sangat panik dan mengangkat Soohyeon ke kursi di dekat mereka.

‘Haish!! Mengapa bulan ini sangat banyak kejadian aneh?! Kris meninggalkan EXO, Jessica dikeluarkan dari SNSD, dan sekarang kekasih Chanyeol pingsan karena tak bisa merelakan kepergiannya! Apa lagi selanjutnya?!’ Luhan mengacak rambutnya frustasi. Manager EXO pun memberi Luhan minyak kayu putih untuk membangunkan Soohyeon yang masih tak bergerak dari kursi tempat dia dibaringkan.

Luhan mengoleskan jarinya dengan minyak kayu putih, dan mendekatkan jarinya ke hidung Soohyeon yang kecil itu. Perlahan dia mulai menggerakan kepala dan jarinya, lalu siuman.

Setelah terbangun, Soohyeon langsung menangis sekuat-kuatnya sambil menatap dinding.

‘Ya!! Kau.. Jangan menangis la..’ Luhan kesal dan ingin memarahi Soohyeon untuk menghentikan tangisannya, tapi dihentikan si magnae EXO, Sehun dengan beberapa simbol gerakan, menunjukkan untuk membiarkannya mengeluarkan seluruh kesakitan di dalam hatinya.

Sore itu didominankan suara tangisan yeoja yang tak berhenti, ditemani oleh beberapa suara namja yang berusaha menenangkan sang yeoja yang sedang menangis itu.

Setelah beberapa puluh menit, perlahan Soohyeon menghentikan tangisannya dengan meninggalkan bekas bengkak di matanya karena terlalu banyak menangis. ‘Mian, aku memperlambat pemakamannya.’ Ucapnya sambil mengusap air mata yang sudah mengering di pipinya.

‘Gwenchana. Yang penting kau sudah agak lebih tenang.’ Tao memberikan sapu tangan miliknya. ‘Hapus air matamu, aku tak bisa melihat yeoja menangis lagi.’ Ucapnya malu-malu. Tao memang terkenal ahli bela diri, tapi untuk masalah yeoja, dia tak akan bisa mengatasinya semudah ia menjatuhkan, menendang dan memukul musuhnya dengan tongkat andalannya.

Akhirnya Soohyeon bisa tersenyum dengan tingkah laku lucu yang Tao lakukan. Mereka pun membantu Soohyeon berjalan, karena kaki Soohyeon belum bisa menahan beban badannya sendiri.

Mereka memasuki ruang pemakaman, di ujung ruangan telah berdiri keluarga dari pihak Chanyeol. Park Yura, eomma dan appa Chanyeol sudah berdiri disana, menatap Soohyeon yang baru masuk ke ruangan itu dengan penuh kesedihan, tapi mata Soohyeon hanya tertuju pada namja yang sudah terletak rapi di dalam peti. Ya, disana telah dibaringkan Park Chanyeol, kekasih Soohyeon yang meninggalkannya pada usia 21 tahun.

Dengan memakai jas dan dasi, Chanyeol tampak seperti sedang tertidur lelap sambil memegang bunga di tangannya.

Kakak Chanyeol, Park Yura, mendekati Soohyeon yang sedang berusaha untuk tidak menteskan air mata ketika melihat Chanyeol yang terbaring tenang itu. Yura mengusap-usap punggung Soohyeon agar dia lebih tabah menghadapi kepergian orang yang paling dia cintai. Satu persatu, setetes demi setetes air mata pun turun dari mata Soohyeon tanpa diijinkan pemiliknya.

‘Soohyeon-ah.. Tolong jangan menangis lagi.. Aku tahu ini sangat menyakitkan, tapi kami ada disini.. Kami juga keluargamu.. Uljima..’ Ujarnya terisak sambil mengusap kedua mata Soohyeon. Air matanya terus berjatuhan hingga menggenangi matanya, membuat pandangannya kabur karena air mata itu.

Luhan maju, pergi ke tempat Chanyeol ditidurkan. ‘Soohyeon-ah, Chanyeol memberikan gitar yang sudah kalian pakai bersama sejak dulu padamu. Dia juga menitipkan surat, surat itu setiap tahun diisinya, dan akan diberi padamu tahun ini. Tapi takdir memanglah takdir, itu tak bisa dielak lagi. Tolong terima kenang-kenangan dari Chanyeol.’

Luhan mengambil gitar kesayangan Chanyeol dari tepi petinya. Di dalam gitar itu sudah terselip surat dari Chanyeol.

Surat itu ditulis di kertas yang ada bentuk hati di setiap ujungnya. Dan ada gambar teddy bear yang memegang hati yang bertulis ‘I Love You!’.Soohyeon membacanya perlahan-lahan

dalam hati.

‘Soohyeon-ah!  Pada tanggal 24 April 2011, dan kita resmi berpacaran! Kau tahu? Ketika kau duduk di kursi VIP hari itu, jantungku terus berdegup kencang saat melihatmu. Aku berpikir bahwa kau itu adalah jelmaan bidadari yang sedang berwisata ke bumi! Hahaha.. Jinja, aku tak berbohong.

Kau bisa tahu, kalau aku ini sedikit lebih bodoh dan ceroboh dari member EXO lainnya, tapi tolonglah.. Jagalah aku dengan penuh perhatian, jangan biarkan mataku melirik ke yeoja lain selain dirimu. Aku selalu ingin berada disisimu, membuatmu tertawa lepas, menjahilimu, dan membuatmu terus bahagia jika terus di dekatku.

Setiap hari, aku selalu bersyukur pada Tuhan karena memberikanku malaikat kecil yang menghiasi tiap hari dalam hidupku. Hariku berubah menjadi sangat indah ketika aku bersamamu. Hmm.. Aku tahu ini agak sedikit memalukan, tapi saat aku mengajarimu bermain gitar beberapa bulan yang lalu, dan saat kau mencium pipiku untuk berterima kasih karena sudah mengajarimu, bisa kurasakan jantungku berhenti beberapa detik saat mengingatnya. Kejadian itu sangat tak bisa kulupakan, bahkan jika aku sudah mati. Aku tak akan bisa melupakan senyum indah yang terlukis di pipimu ketika aku melakukan suatu hal yang lucu dan bodoh.

Soohyeon-ah.. Hari ini kita resmi berpacaran tiga tahun. Sayangnya aku ditelepon managerku karena ada pemotretan mendadak siang ini. Tapi jangan khawatir, aku akan melamarmu malam ini. Aku akan keluar dari EXO dan membangun rumah tangga denganmu. Kau akan melahirkan anak yang tampan dan cantik hasil dari pernikahan kita. Aku akan mencari nafkah dan berusaha menghidupimu dan anak-anak kita. Pastikan kau menjadi eomma yang baik, eoh?! Karena selama aku melanggar janji denganmu, sebenarnya aku ada les untuk menjadi appa yang baik! Kau harus belajar memasak! Bahkan masakanku lebih lezat dari masakanmu. Kau juga harus belajar mencuci, menyetrika, menyapu, mengepel, dan belajar mendidik anak-anak kita supaya menjadi manusia yang berguna. Aku akan memantau dan mengajarimu menjadi eomma yang baik!

Ini memang terlalu dini untuk membicarakannya. Tapi jika salah satu dari kita sudah meninggal lebih dulu, jangan sesali apapun. Jangan punya pikiran untuk menyusul salah satu dari kita yang sudah pergi lebih dulu. Yang harus kita lakukan hanya bersyukur pada Tuhan karena memberikan kita umur yang panjang. Sekali lagi, jangan berpikiran untuk bunuh diri. Kau dan aku masih punya masa depan, dan aku harus berjanji untuk menyakinkanmu sekarang. Ini adalah janji yang tak pernah kulanggar seumur hidupku, Soohyeon. Aku berjanji untuk menjagamu, melindungimu, merawatmu, mencintaimu sepenuh hatiku. Aku berjanji tak akan ada yeoja lain selain dirimu di hidupku. Seluruh hidupku kuserahkan padamu, Hyeonnie.. Tolong manfaat dan gunakanlah aku untuk seluruh kesulitan dalam hidupmu mulai dari sekarang.Tolong terima cintaku yang sangat tulus ini, Saranghaeyo! Will you marry me?’

Itulah yang tertulis di surat yang Chanyeol buat. Soohyeon yang sedang membaca tak menyadari dia sudah membuat aliran sungai kecil di pipinya tanpa mengeluarkan suara. Perlahan bibir dan jarinya bergemetar, dan dia menangis lebih kuat dari sebelumnya yang memilukan semua telinga yang mendengarnya.

‘

Aku sudah tidak bisa menahan ini lebih lama lagi. Aku baru menyadari kalau aku tak bisa hidup tanpanya, aku tak akan bisa bahagia tanpa dia disisiku. Hanya dia satu-satunya orang yang kubutuhkan di dunia ini.’ Soohyeon mundur perlahan sambil membawa gitar dan surat di tangannya. Dia segera meninggalkan tempat pemakaman itu, menuju danau di samping pemakaman dengan memakai pintu belakang.

Soohyeon melepaskan sepatunya, dia menginjakkan kakinya di tanah sekitar danau yang lembek dipenuhi lumpur. ‘Chanyeol-ah.. Aku sudah berdosa karena membuatmu meninggal. Sekarang, aku akan menebus dosaku. Jika ini bisa menghidupkanmu kembali, aku rela Tuhan mengambil nyawaku dan menggantikannya dengan nyawamu. Aku sudah siap, Chanyeol.. Tunggu aku..’

Soohyeon tersenyum untuk terakhir kalinya, dia sengaja menyeurkan dirinya ke dalam danau dingin sambil memegang dua barang peninggalan kekasihnya itu. Ia membiarkan dirinya perlahan semakin jauh dari permukaan danau.

Soohyeon menyatu di dalam air. Ia memeluk erat surat dan gitar Chanyeol, ia tak akan mau melepaskannya meskipun dia sudah meninggal. Dengan senyum yang tersungging di pipi dan mata yang terkatup rapat, dia terjatuh di dasar danau itu.

…

‘Park Soohyeon.. Teganya kau melakukan ini terhadap dirimu? Apa perlu bunuh diri karena namja yang kau cintai sudah pergi lebih dulu?’ Sebuah suara lembut yang bersatu dengan kesedihan membuat Soohyeon membuka matanya. Ia berada di sebuah ruangan serba putih, dan disampingnya terdapat orang yang sedang menatapnya khawatir sambil memegang tangannya.

‘Ahjussi.. Apa aku mengenalmu?’ Tanya Soohyeon bingung. Pandangannya terlalu buram untuk mengetahui siapa ahjussi yang duduk disebelahnya itu.

‘Ani. Mungkin kau tidak mengenalku, tapi aku sangat mengenalmu, Park Soohyeon.’ Ahjussi itu tersenyum kearahku.

‘Oe? Kau tahu namaku? Aku pasti sudah meninggal sekarang. Apa gitar dan suratnya masih bersamaku?’ Tanya Soohyeon polos dan membalas senyumannya dengan menampakkan gigi tanda dia ikhlas dengan hidupnya.

Ahjussi itu terlihat sedih sekarang. ‘Apa namja itu sangat berarti bagimu hingga kau rela menyusulnya?’

Soohyeon tersenyum, menatapnya. ‘Mmm.. Dia satu-satunya orang yang bisa membuatku menghargai hidupku, ahjussi. Aku baru menyadari semuanya ketika dia sudah tidak ada. Entah mengapa aku sangat bodoh hingga tak bisa berpikir jernih dan langsung mengambil keputusan seperti itu.’ Cerita Soohyeon sedih.

‘Park Chanyeol..’ ujarnya memanggil nama Chanyeol, seketika Chanyeol berada di depan Soohyeon dan langsung mencium dahinya.

‘Channie?!’ Teriak Soohyeon kaget menatap namja tinggi itu yang tiba-tiba muncul di depannya. ‘Chanyeol-ah.. Aku sangat menyayangimu.. Aku salah, aku benar-benar putus asa karena kau sudah meninggalkan dunia ini sebelum aku, dan memilih untuk menyusulmu..’ Soohyeon langsung memeluk Chanyeol dengan penuh kerinduan.

Chanyeol menampakkan wajah sedihnya, lalu duduk di sebelah Soohyeon. ‘Hyeonnie-ah.. Kau sudah membaca suratku kan? Bukankah sudah kubilang jika salah satu dari kita sudah meninggalkan dunia duluan, jangan pernah berniat untuk menyusul salah satu dari kita! Kenapa kau tak bisa melakukan itu, huh? Aku tak marah padamu, aku juga tidak menyesali hidupku yang berakhir saat aku berumur 21 tahun, dan aku sangat rela jika aku pergi dan memberikan seluruh sisa umurku padamu, tapi kenapa kau malah bunuh diri dan menyusulku, huh?’

‘Kau tahu? Tak ada yang lebih menyakitkan dari kehilanganmu. Aku ingin menghabiskan sisa hidupku bersamamu, memang aku bodoh dan berpikir pendek sampai punya niat untuk bunuh diri hari itu. Aku tidak tahu niatmu adalah belajar untuk menjadi appa yang baik. Jika aku tidak berpikir bodoh, ini semua tidak akan terjadi, Channie. Kita bisa membangun rumah tangga seperti keinginanmu, aku bisa melahirkan anak-anak yang lucu dan menggemaskan. Tapi..’ Soohyeon tak bisa menyelesaikan kata-katanya, dia terlalu sedih dan menyesal tentang hidupnya dan Chanyeol yang berakhir sia-sia.

Tiba-tiba Chanyeol menghilang seperti tertiup angin dari sampingnya. Pemandangan yang indah berubah menjadi hitam pekat, tak membiarkan retina melihat setitik cahaya pun.

‘

Park Soohyeon.. Karena kau terlalu menyesal tentang hidupmu dan kekasihmu, akan kuberi kau 5 hari untuk menemukan kekasihmu yang berada di puluhan juta manusia di Korea Selatan ini.. Jika kau berhasil menemukannya dalam waktu 5 hari, kau akan menghidupkan dia dan dirimu. Tapi jika kau tidak bisa menemukannya dalam waktu 5 hari, kalian akan dihapuskan dari bumi, maupun surga. Semuanya ada di tanganmu sekarang. Akan Aku putar waktu ketika Chanyeol belum memulai kariernya sebagai artis terkenal. Kau harus menemukannya di antara lautan manusia. Waktumu dimulai dari.. sekarang.’

 

To Be Continued…

2 thoughts on “Only 5 Days.. [Chapt. 1}

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s