FF: The Wolf and not The Beauty (part 22)

The wolf and not the beauty

Tittle                          : The Wolf and not the beauty

Author                        : Ohmija

Cast                            : EXO

Genre                          : Fantasy, Friendship, Comedy, Action, School life

Summary                    : “Tolong maafkan semua tindakan Luhan padamu. Tolong jangan membencinya. Jangan membenci sahabatku.”

“Itu hanya hipotesa. Aku tidak mengerti tentang apapun.” Kyungsoo menatap lurus teman-temannya, masih dengan ekspresi terperangah. “Ibuku tidak pernah mengatakan apapun tentang hal ini dan aku tidak mengetahui apapun tentang silsilah Solomon. Yang ku tau, ayahku bermarga Do.”

“Coba kau ingat-ingat lagi. Walaupun hal kecil, apa ibumu pernah mengatakan hal yang berhubungan dengan silsilah keluargamu? Atau tentang pastor Solomon.”sahut Baekhyun, menarik kursinya mendekati Kyungsoo.

Kyungsoo tetap menggeleng, “sudah ku katakan aku tidak mengetahui apapun.”

“Kyungsoo.” Suho membungkukkan tubuhnya, menjajarkan wajahnya dengan wajah Kyungsoo sambil menatapnya lekat-lekat. “Saat semua orang memilih untuk menjauh dari gereja itu, kenapa ibumu memilih untuk tinggal didekat sana?”

“Ibu bilang itu adalah satu-satunya tempat murah yang bisa kami dapatkan.”serunya. “Lagipula, kata ibu tidak ada yang perlu di takutkan dari tempat itu. Semuanya hanya mitos.”

“Sekarang kau sudah mengetahuinya, kan? Apa kau masih berpikir ini hanyalah mitos belaka? Sekarang, apa kau tidak curiga kenapa beliau memilih untuk bertahan di tempat yang dianggap berbahaya itu?”

Kening Kyungsoo berkerut tak mengerti. “Sebenarnya apa yang ingin kau katakan?”

Kris ikut membungkukkan punggungnya, kesepuluh jarinya saling bertaut sembari menatap Suho, “Maksudmu… ibu Kyungsoo mengetahui tentang hal ini?”

Suho mengangguk mantap, “Dugaanku, dia sengaja bertahan di tempat itu untuk melindungi sesuatu. Yeaah, seperti darah pastor Solomon itu.”

“Tapi itu tetap berbahaya. Jika ibu Kyungsoo mengetahui semuanya, beliau pasti juga mengetahui tentang keberadaan Leo yang masih hidup. Resikonya sangat besar untuk tinggal di tempat itu mengingat beliau memiliki Kyungsoo yang sudah jelas adalah keturunan terakhir pastor Solomon.”sahut Baekhyun mencetuskan pendapatnya sendiri.

“Baekhyun benar, Suho. Masih abu-abu apakah ibu Kyungsoo mengetahuinya atau tidak. Dia tidak akan membairkan anaknya berada dalam bahaya walaupun itu adalah wasiat untuk menjaga tempat itu.”kata Kris.

Suho menarik punggungnya ke belakang dengan senyuman menyeringai di wajahnya, dia benar-benar sangat mengerti tentang permasalahan ini, “Itu karena ibu Kyungsoo juga mengetahui ada pelindung yang akan selalu mengawasi mereka.”jelas Suho yang membuat Kris tersentak untuk yang kesekian kalinya. “Ibu Kyungsoo pasti mengetahui tentang segalanya, silsilah keluarganya sendiri dan semua kejadian di masa lalu. Tentang hukum-hukum, bahkan peraturan yang sudah kalian sepakati. Dia memilih bertahan karena mengetahui jika kau terus mengawasi rumah mereka setiap malam.”

Suho melirik kearah Kris dengan desahan panjang sambil menempatkan lipatan tangannya di belakang kepala, “Jika aku tidak salah, semua hipotesaku adalah hal yang telah terjadi.”

“Kau… “ Kris kehilangan kata-katanya, “Apakah kau adalah salah satu dari kami?”

Suho tertawa kecil, “Mereka bilang aku adalah orang yang kuno karena tertarik dengan hal-hal sejarah, ternyata semuanya berguna sekarang. Sedikit banyak, aku mengetahui tentang kisah-kisah kalian,”

Mata Chanyeol membulat lebar, “Jadi semua cerita ini ada di buku sejarah yang selalu kau baca itu?” ia menelan ludah susah payah, terkagum-kagum pada sosok Suho yang dulunya dia anggap adalah orang yang membosankan karena selalu membicarakan tentang sejarah,

“Yeaah, namun cerita tentang kaum werewolf hanya tertuang sedikit di buku Sejarah kita. Hanya sebagian kecil yang menceritakan tentang kedatangan makhluk-makhluk itu. Aku mengetahui banyak dari Sejarah Polandia, saat kerabatku memberikanku sebuah buku yang berisi tentang debat asal-usul makhluk werewolf. Herodotus bilang, pada abad 5 Sebelum Masehi, seorang penduduk di daerah Lithuania dan Polandia berubah menjadi manusia serigala. Pada awal abad 1 Sebelum Masehi, Virgil adalah orang pertama yang menyebut-nyebut tentang kisah ini, diikuti oleh Propertius, Servius, dan—“

“Oke.. oke baiklah. Suho, aku mohon hentikan…” Chanyeol menarik napas panjang mendengar cerita-cerita Suho yang membuat kepalanya semakin terasa sakit. “Kami tidak mengetahui siapapun nama-nama yang kau sebut.”

“Karena itu kau harus banyak membaca buku.”

Kris mendengus, “Cih, itu hanya teori-teori orang-orang yang tidak bertanggung jawab. Mereka sama sekali tidak mengetahui kisah kami, yeaah walaupun ku akui, ada hal-hal yang benar, tapi tidak secara keseluruhan.”balas Kris berdiri dari duduknya dan bergegas menuju dapur. “Hal itu membuatku kesal karena mereka menuliskan kisah yang salah, apalagi tulisan yang mereka tulis dari sudut pandang klan Theiss. Aku muak.”

“Aku membaca beberapa buku untuk membandingkan kejadian yang sebenarnya. Kenyataannya, aku tidak berpihak pada klan Theiss.”

“Oke, terserah kau…” Kris menyerah. “Bolehkah aku makan dulu? Aku lapar.”

Kyungsoo ikut beranjak dari duduknya, berjalan mendekati kaca besar kamar Sehun, menatap pemandangan kota Seoul dari sana, “Kenapa mereka berdua belum pulang?”

Tao mengikuti langkah Kyungsoo lalu menepuk pundaknya, “dua orang itu… mungkin mereka sedang bimbang.” Ia menatap ke depan bersamaan dengan Kyungsoo yang berpaling kearahnya.

“Karena aku?”

Tao tersenyum tipis, “Mungkin.” Ia mengendikkan kedua bahu. “Kau adalah titik pusat mereka sekarang.”

“Ngomong-ngomong…” dari belakang, suara Baekhyun terdengar. “Haruskah kita kembali ke rumah masing-masing malam ini? Sudah dua hari aku tidak pulang ke rumah.”

Chanyeol menyahuti dari arah dapur, dia sedang memasak beberapa daging, “Aku akan menetap disini hari ini. Orang tuaku masih berada di Busan untuk beberapa hari ke depan.”

Tao berbalik ke belakang, “yeaah, aku juga tidak tinggal bersama orang tuaku. Hanya saja, aku harus memberi makan Kitty.”

Baekhyun mengangguk, “Aku juga harus pulang, Orang tuaku sudah menelponku berkali-kali karena tidak menemukanku di rumah Chanyeol.”

“Lalu kau Suho?”tanya Kris.

Suho tertawa, “Tidak pernah ada orang di rumahku. Mereka sibuk dengan bisnis mereka di luar negeri.”

“Aah, jadi kau adalah orang kaya?”goda Kris, mengangguk-anggukan kepalanya.

Chanyeol yang menjawab pertanyaan itu dengan antusias, “Kau harus melihat rumah mewahnya sekali-sekali. Seperti surga.”

“Oh benarkah?”

“Diamlah. Tidak seperti itu.”cibir Suho kesal. “Aku akan keluar sebentar, aku menyuruh pembantuku untuk mengantar baju dan buku seragamku ke alamat yang berada didekat sini.”

“Jika kau masih sakit, maka beristirahatlah disini. Apa memberi makan binatang peliharaanmu lebih penting dari kondisimu?” Kris menghusap mulutnya dengan lengan baju, jejak-jejak darah bekas daging mentah yang dimakannya kini berpindah ke lengan bajunya.

“Kitty bukan hanya sekedar binatang peliharaan, dia sahabatku.”

Menatap Tao yang langsung cemberut karena tidak terima kucingnya dianggap sebagai binatang peliharaan, Kris hanya berdecak sambil geleng-geleng kepala. Apa pikiran manusia memang seperti ini? Aneh.

“Ayo pulang, Tao.” Baekhyun mengulurkan tangannya, Tao menyambutnya dengan langkah-langkah setengah tertatih sambil memegangi dadanya yang masih terluka.

“Aku dan yang lain akan berjaga di rumah kalian malam ini. Jangan khawatir.”

Baekhyun terkekeh, “Untuk apa? Bukankah Leo sedang terluka sekarang? Lagipula, dia tidak mengetahui tentang kami.”

“Dia memang tidak mengetahuinya tapi Yixing tau.”seru Kris.

Kening yang lain seketika berkerut setelah mendengar ucapan Kris barusan, “Lalu apa hubungannya dengan Yixing?”tanya Chanyeol menghentikan aktivitasnya dan berjalan mendekat.

“Kris…” Kyungsoo menatap pria bertubuh tinggi itu lurus. “Aku berharap apa yang sedang aku pikirkan bukanlah hal yang benar.” Mata bulat keturunan terakhir itu semakin terlihat membulat lebar.

Kris mengendikkan kedua bahunya santai, seperti tidak terjadi apapun, “Sayangnya apa yang kau pikirkan sekarang, jika itu adalah hal buruk, maka itu benar.”

“Astaga! Sejak kapan?! Dan… bagaimana bisa?!” Tao tergagap begitu menyadarinya..

“Yixing mempunyai hubungan dengan Luhan dan… yeaah… begitulah…” Kris enggan menjelaskan lebih detil karena dia pikir, teman-temannya itu mampu mencari tau sendiri apa yang sebenarnya sudah terjadi.

“Lalu bagaimana dengan Chen dan Xiumin?”

“Sehun belum mengetahuinya. Dia hanya bertemu dengan Yixing saat pria itu ingin menyerang Luhan. Ahh, aku tidak tau lagi.”

“Hah?! Menyerang Luhan?! Bukankah mereka adalah sahabat?!”pekik Kyungsoo tidak percaya.

“Kau lihat sendiri, kan? Sahabat bahkan bisa berubah menjadi musuh saat kau sudah berubah menjadi pemburu.” Kris mengedarkan pandangannya kearah Baekhyun, Chanyeol dan Tao. “Jadi pikirkan baik-baik sebelum kalian memutuskan sesuatu. Ini bukan hanya sekedar lelucon. Sekarang, pulanglah.” Ia mengibaskan tangannya pada Tao dan Baekhyun lantas mengambil posisi pada sofa yang paling besar untuk membaringkan tubuhnya sejenak dan menutup mata.

“Dasar brengsek! Kau pikir apa kami bisa pulang dengan tenang setelah kau memberitahu hal seperti itu? Bagaimana jika Yixing menerkam kami saat kami berada di jalan pulang?”umpat Baekhyun melototi Kris yang hanya tersenyum simpul tanpa membuka matanya.

“Kau bahkan sangat berani saat mengutarakan niatmu untuk berubah menjadi makhluk sepertiku. Anggap saja ini adalah latihan pertama.” Senyum simpul mengembang dari bibir Kris, membuat Baekhyun semakin merasa kesal atas sikapnya yang dia anggap tidak bertanggung jawab sama sekali.

“Hey Kris, bagaimana bisa kau membiarkan mereka begitu saja?”Chanyeol ikut bersuara namun tidak mendapat sahutan apapun dari Kris, mungkin dia sudah tertidur.

Chanyeol menghembuskan napas panjang, lalu meraih lengan Tao dan mengalungkannya di pundaknya, “Biar aku yang mengantar kalian.”

“Itu juga berbahaya, Chanyeol.”seru Kyungsoo menahan Chanyeol. “Bagaimana jika—“

“Jika lawanku adalah Yixing, maka dia bukan tandinganku.” Chanyeol membawa Tao pergi dan menarik lengan Baekhyun untuk mengikutinya juga.

Suho dan Kyungsoo hanya bisa saling pandang saat suara pintu terdengar tertutup. Mengalihkan tatapan mereka pada Kris yang tidak juga melakukan apapun. Apa-apaan dia? Apa dia benar-benar tidak khawatir?

Suho menatap layar ponselnya begitu benda mungil itu mengeluarkan suara. Sebuah panggilan masuk dari seorang pembantunya yang memberitahu jika dia sudah sampai di tempat yang mereka janjikan tadi.

“Aku pergi dulu.”seru Suho menepuk pundak Kyungsoo yang dibalas dengan anggukan.

Kyungsoo menggaruk belakang kepalanya bingung. Beberapa hari berada di tempat ini, ini adalah pertama kalinya dia memperhatikan dengan benar setiap sudutnya. Dari luar, mungkin terlihat seperti kamar hotel lainnya, tapi jika memasuki bagian dalamnya, tidak akan ada yang menyangka jika ini hanyalah sekedar kamar hotel.

Bentuknya hampir sama seperti sebuah apartement mewah. Bahkan di kamar ini terdapat ruang tamu, perpustakaan dan dapur. Kamar mandinya juga sangat klasik, dengan batu-batuan kerikil bewarna cokelat di lantai showernya.

Belum lagi, kamar hotel Sehun mempunyai pemandangan yang sangat indah. Jembatan Banpo terlihat dari sini, serta taman sungai Han yang memang memiliki lokasi yang cukup dekat dengan hotel ini. Namun, kamar ini tidak memiliki balkon. Semua sudutnya terbungkus dengan lapisan kaca cembung yang super besar dan mewah. Kyungsoo tidak mengetahui apa tujuan Sehun memilih kamar seperti ini, mungkin ini adalah salah satu usahanya untuk berjaga-jaga agar tidak ada ‘penyelinap’ yang menggunakan balkon kamar sebagai alatnya.

Hanya saja, Kyungsoo bisa merasakan bagaimana kosongnya tempat itu. Kosong dalam arti lain. Lengang dan sepi. Saat pertama kali mengenal Sehun yang setiap saat akan menghubungi kedua orang tuanya, dia pikir dia pasti merasa kesepian dengan hidup barunya di tempat ini.

Langkah-langkah Kyungsoo menuntunnya menuju sebuah ruangan yang hampir menyerupai dengan ruangan bawah tanah. Ia menekan saklar lampu dan menuruni anak-anak tangga ruangan itu.

Perpusatakaan.

Ia tidak mengetahui jika Sehun suka membaca, dia pikir Sehun adalah anak seperti Kai yang lebih menyukai olahraga daripada pelajarannya. Beberapa rak-rak buku berwarna cokelat berjejer disana, dipenuhi dengan buku-buku berbagai macam Bahasa seperti Inggris, Polandia dan Jerman. Hanya ada beberapa buku yang bertuliskan hangul dan ternyata buku itu adalah sebuah buku pedoman untuk mempelajari Korea.

Kyungsoo membaca judul-judul yang terdapat di pinggiran buku, dengan kemampuan Bahasa Inggrisnya yang sedikit minim, sedikit-banyak dia mengetahui jika kumpulan buku-buku Sehun adalah buku tentang dirinya sendiri.

Pria mungil itu meraih salah satu buku dengan cover berwarna hitam dan judul ‘werewolf’. Sebuah buku yang tidak terlalu tebal karya Virgil. Seingatnya, tadi Suho mengatakan jika Virgil adalah orang pertama yang berbicara soal werewolf. Apa ini benar-benar karyanya?

Tenggelam dalam bukunya, Kyungsoo tidak menyadari jika Kris sudah tidak berada dutempatnya semula.

Dia pergi.

***___***

Yang selama ini Kai pikirkan ternyata adalah hal yang benar begitu dia melihat sosok itu berada didepan matanya. Mereka berdua berada di luar kesadaran mereka namun alam bawah sadar mereka tidak akan pernah lupa ataupun tertipu dengan cerita-cerita bohong yang telah dibuat.

Selamanya, ikatan persahabatan itu akan terus berlangsung. Walaupun mereka sengaja memberikan obat penghilang ingatan untuk menjauhkan keduanya, Kai bahkan meyakini jika cepat atau lambat mereka berdua akan saling mengingat kembali.

Contohnya, seperti sekarang. Saat Sehun berdiri di sebuah atap rumah yang sejajar dengan jendela kamar Luhan dan terus memperhatikan ke dalam. Pria tinggi itu duduk bersila diatas atap rumah itu dengan tatapan yang tidak seperti biasanya.

Mata dinginnya menghilang, berganti dengan tatapan sendu yang begitu hangat dan memperlihatkan kekhawatirannya.

Di matanya, sekarang ini adalah sosok Sehun sebenarnya yang ia kenal dulu. Penyayang, perhatian, dan sangat lembut. Dibandingkan dirinya sendiri, Luhan salah satu hal yang paling penting di hidupnya. Setiap harinya, secara diam-diam mereka berdua akan bermain bersama dan terkadang latihan bersama.

Tidak jarang juga Luhan mendengarkan keluh kesah Sehun tentang keberatannya menjadi keturunan terakhir. Dibandingkan Kai, Kris dan D.O, Luhan adalah satu-satunya orang yang sangat mengetahui isi hati Sehun.

Kai tersenyum tipis, sudah ada seseorang yang akan menjaga Luhan sekarang. Bahkan jauh lebih baik darinya. Dia tidak perlu khawatir lagi. Karena Sehun akan melakukannya dengan baik.

Ia beranjak dari duduknya dan melompat tinggi. Ini waktunya untuk pulang karena dia masih memiliki seseorang yang harus dijaganya.

***___***

“Apakah kau yakin kau akan baik-baik saja?” sorot kekhawatiran Chanyeol menatap Baekhyun. Baekhyun mengangguk lantas berdiri dari duduknya dan berpegangan pada besi karena bus yang mereka tumpangi akan sampai sebentar lagi.

“Kau harus menjaga Tao. Kondisinya masih tidak terlalu baik. Aku akan menghubungi jika terjadi sesuatu.”

“Sampai jumpa di sekolah besok.”

Baekhyun berbalik dengan kening berkerut, “kau akan pergi ke sekolah besok?”

“Tentu saja. Kau pikir sampai kapan aku akan membolos?” Chanyeol menganggukkan kepalanya lalu melambaikan tangannya pada Baekhyun. “Hati-hati.”

Baekhyun keluar dari bus yang di tumpanginya dan berjalan melewati halte. Dia terus memikirkan alasan yang tepat untuk diberitahukan kepada kedua orang tuanya,tentang dia yang sudah tidak kembali ke rumah selama beberapa hari tanpa alasan apapun.

Mengingat ayahnya yang cukup galak dan ringan tangan padanya, dia yakin kali ini dia akan dipukul habis-habisan.

Baekhyun menghela napas panjang, langkahnya semakin berat untuk menuju rumahnya. Andai saja orang tuanya seperti Chanyeol dan Suho yang lebih sering berada di luar kota, mungkin dia tidak akan cemas seperti ini.

HUP!

Baekhyun terperanjat bukan main saat tiba-tiba sesuatu turun dari atas. Dia melompat ke samping dan merapat pada tembok sambil sambil menutup matanya. Jantungnya seketika berdetak sangat kencang.

“Hahaha… kau takut?”

Baekhyun membuka satu matanya saat disadari dia sangat mengenal suara itu. Dugaannya benar. Pria dengan tubuh tinggi dan kurus, juga senyuman gummy yang super lebar tengah berdiri di depannya sambil berkacak pinggang. Celana jins ripped hitamnya semakin mempertegas bagaimana panjangnya kakinya. Dan sebenarnya, hal itu tidak terlalu membuat Baekhyun senang karena dia lebih terlihat seperti seseorang yang memamerkan tinggi badannya di depan Baekhyun. Baekhyun adalah orang yang sensitive tentang masalah tinggi badan.

“Kau,!” Baekhyun menunjuk wajah Kris dengan punggung yang masih melekat pada tembok. “Mengagetkanku! Sialan!”umpatnya melototi Kris kesal.

Kris menyeringai, “Harusnya kau berterima kasih karena aku akan menemanimu.”

“Akh, menyebalkan!” Baekhyun mendorong tubuh Kris lalu berjalan seorang diri.

Suara tawa Kris masih terdengar saat dia melompat kembali dan berjalan diatas tembok, menjajari langkah Baekhyun, “Rasanya menyenangkan saat kau tidak perlu menjadi orang lain. Di beratus-ratus hidupku, ini adalah pertama kalinya aku kembali merasa bahagia.”serunya.

Baekhyun hanya melirik sekilas, masih kesal. “Jika seseorang melihatmu mungkin mereka akan berpikir kau adalah orang aneh.”

“Ini sudah malam, tidak akan ada yang melihatku.”

“Untuk apa menemaniku? Bukankah kau tidak perduli tadi?”

“Karena kau pulang sendiri. Awalnya, aku ingin menemani Zitao tapi Chanyeol sudah menemaninya.” Ia melompat turun, kini berjalan bersisian dengan Baekhyun. “Dan aku bukan tidak perduli. Aku hanya ingin istirahat karena tubuhku terasa lelah.”

“Jadi seorang… ah tidak… seekor werewolf juga bisa merasa lelah?”

Kris tertawa, “Seekor? Apa itu tidak terlalu kasar?”

“Bukankah itu adalah kenyataan? Werewolf sebenarnya adalah seekor binatang.” Ia berpaling kearah Kris. “Iya kan?”

“Yaah terserah.” Kris mengendikkan kedua bahunya tidak perduli. “Dimana rumahmu?”

“Disana.” Baekhyun menunjuk sebuah rumah bercat putih yang ada didepan mereka.

Kris mengikuti arah telunjuk Baekhyun lalu mengerutkan kening, “kenapa lampunya tidak menyala? Apa tidak ada orang?”

“Mungkin.” Baekhyun mendesah. “Sudahlah. Aku tetap akan pulang. Terima kasih karena kau sudah menemaniku.”

***___***

Kyungsioo keluar dari perpustakaan sambil membawa sebuah buku yang sejak tadi dibacanya. Kepalanya terasa pening karena terus berpikir tentang arti dari buku berbahasa Inggris itu.

Ia memijit-mijit pelipisnya, kembali menuju kamar Sehun dan langsung terkejut saat tidak menemukan siapapun disana. Juga di sofa yang ditiduri oleh Kris tadi. Bukankah seharusnya ada Kris?

“Apa dia pergi?”gumamnya seorang diri.

“Siapa?”

Kyungsoo berbalik dan mendapati Kai muncul. Pria itu berjalan tanpa menoleh menuju dapur, membuka kulkas dan mendapatkan satu ekor ayam mentah yang ada di kulkas.

“Dimana Sehun? Kenapa kau hanya sendiri?”

“Dia sedang memiliki urusan.”

Kyungsoo menatapi Kai yang tengah sibuk membedah makanannya. Dia benar-benar telah berubah.

“Bisakah aku memasaknya untukmu, Kai?”serunya.

“Tidak perlu. Aku sudah mulai terbiasa memakannya seperti ini.”

Kyungsoo berjalan menghampiri Kai, di dorongnya tubuh pria itu pelan, “Tunggu sebentar. Aku akan membuatkan ayam goreng untukmu.”

Kai tidak bersuara lagi saat Kyungsoo mengangkat ayamnya dan memindahkannya ke meja dapur, mulai memotong-motongnya dan menyiapkan beberapa bumbu seadanya. Duduk di kursi makan, dia menatapi punggung Kyungsoo dalam diam.

Kemudian, matanya beralih pada sebuah buku yang digeletakkan Kyungsoo di atas meja makan. Kening Kai berkerut, meraih buku itu dan membukanya.

“Kau mendapat buku ini darimana?”

Kyungsoo hanya menoleh sekilas dari balik pundaknya, “Perpustakaan Sehun. Tiba-tiba saja aku tertarik membacanya.”

Kai tertawa kecil, “Aku tidak menyangka jika kau mengerti Bahasa Inggris.”

“Aku tidak mengerti.“ Kyungsoo menggeleng, “Karena itu aku mencari Kris untuk menterjemahkannya.”

“Ehh? Kemana perginya Kris dan yang lain?” Kai menoleh ke sekeliling, baru menyadari jika ruangan itu sangat sepi.

“Suho sedang bertemu dengan pembantunya karena dia memintanya untuk membawakan beberapa potong baju. Chanyeol sedang mengantar Baekhyun dan Tao pulang. Sedangkan Kris, aku tidak mengetahui kemana perginya dia karena dia tiba-tiba menghilang.”

“Menghilang?” Kening Kai berkerut.

“Tadi dia tertidur saat aku pergi ke perpustakaan. Ketika aku kembali, dia sudah tidak ada.”

“Mungkin menyusul yang lain.” Kai mengendikkan kedua bahunya, lanjut membaca buku.

“benarkah? Tapi tadi dia terlihat tidak perduli dengan mereka.”

“Hahaha… yeaaah… dia memang seperti itu. Seolah-olah tidak perduli tapi sebenarnya sangat perduli.”tawa Kai. “Kau mau aku membantumu untuk menterjemahkannya? Bagian mana yang tidak kau mengerti?”

Kyungsoo langsung berbalik menatap Kai detik itu juga, “Kau mengerti Bahasa Inggris?”

“Hey, aku berasal dari Polandia. Walaupun aku tidak selalu keliling dunia seperti Sehun, tapi aku mengerti Bahasa Inggris.”

“Aku pikir kau hanya mengerti Bahasa Polandia.”

“Kami juga berkomunikasi dengan Bahasa Inggris.”

“Oh,” Kyungsoo mengangguk-anggukan kepalanya, kembali dengan masakannya. “Buka halaman yang aku tandai dengan ujung kertas terlipat. Aku melihat nama pastor Solomon disana tapi aku tidak mengerti yang mereka maksud.”

Kai melakukan permintaan Kyungsoo. Dia membuka halaman yang ujung kertasnya terlipat dan mencari nama pastor Solomon disana.

“Karena takdir tetaplah takdir. Theiss adalah pemburu, sedangkah Rouler adalah pelindung. Solomon sebagai titik puat mereka dimana rasa haus darah dan hutang budi bertempur ganas. Mereka sama namun berbeda. Mereka berbeda namun terlihat sama. Hanya tujuan dan sumpah yang membedakan mereka. Bermula dari rasa terima kasih, pada akhirnya Rouler harus melawan takdir mereka sebagai makhluk berdarah dingin…”

Kai membuka halaman berikutnya.

“Selamanya, sesuai sumpah yang telah di ucapkan oleh pemimpin Rouler, Solomon akan selalu di lindungi. Rouler membuktikan bahwa mereka bukan hanya sekedar binatang buas melainkan seekor anjing yang mengerti tentang rasa terima kasih.”

Kai menelan ludahnya sesaat sebelum melanjutkannya.

“Sesuai hukum-hukum yang tertulis di jaman mereka, posisi pemimpin akan dipindah tangankan pada keturunan terakhir pada masa yang mereka tentukan. Keturunan itu akan menggantikan fungsi pemimpin sebelumnya dan memimpin Rouler serta Verdun dengan baik. Tangguh serta berjiwa kepemimpinan yang hebat. Namun, ada beberapa ketentuan yang harus dijalani oleh keturunan terakhir. Mereka tidak pernah boleh berhubungan dengan Theiss karena akan dianggap sebagai seorang pengkhianat. Mereka menentang segala bentuk hubungan yang terjadi antara mereka. Karena selamanya, Theiss adalah seorang musuh. Keturunan terakhir juga tidak boleh berdarah pemburu dan memakan daging manusia, Dia harus menjadi jarski sebelum menempati posisi pemimpin dan membuktikan jika dia tidak makan daging manusia. Keturunan terakhir harus menjalani beberapa latihan untuk memperkuat fisik dan mental mereka, karena dia akan berdiri paling depan saat peperangan terjadi. Jika dia mengingkari tiga syarat tersebut, maka dia akan dijatuhi hukuman berat dan posisi pemimpin akan berpindah pada keturunan terakhir kedua.”

“Keturunan terakhir kedua? Apa dia masih hidup?” Kyungsoo meletakkan piring berisi ayam goreng sambil menjatuhkan diri di kursi di samping Kai.

Kai menutup bukunya, mendesah panjang sambil menatap Kyungsoo teduh, “Ada didepanmu.”

Kyungsoo seketika terkejut, “K-kau?!”

Tercipta jeda beberapa saat sebelum akhirnya Kai mengangguk, “Yah, aku adalah keturunan terakhir kedua, Kyungsoo. Aku lahir sebelum Sehun.”

“Jadi, jika Sehun mengingkari ketentuan-ketentuan itu, posisi pemimpin akan berpindah kepadamu?”

Kai mengangguk lagi.

“Apa menjadi pemimpin tidak menyenangkan?” Kyungsoo bertanya hati-hati karena dia melihat ekspresi sedih di mata Kai.

Kai tersenyum kecut, “Sangat berat karena harus menjadi yang terkuat, belum lagi tanggung jawabnya sangat besar…” Ia mendesah panjang, mengacak rambutnya. “Dan juga… kami telah mengingkari ketentuan-ketentuan itu.”

Pria yang sedag duduk disampingnya langsung tergagap, “K-kau serius?!”

Kai membanting punggungnya pada sandaran kursi, wajahnya benar-benar terlihat sangat frustasi. Kyungsoo dan yang lain memang telah mengetahui tentang asal usul mereka, namun mereka belum mengetahui satu hal.

“Luhan…” Kai mengadahkan kepalanya keatas, menerawang menatap langit-langit. “Dia bukan sekedar keturunan terakhir Klan Theiss…” Melanjutkan kata-katanya, Kai memejamkan matanya kuat-kuat. “Dia… dia adalah sahabat kami. Terutama dengan Sehun.”

Kyungsoo menutup mulutnya dengan telapak tangan. Matanya melebar, ridak mempercayai dengan apa yang sudah didengarnya.

“Mereka berdua kehilangan ingatan sehingga tidak bisa mengenali satu sama lain. Sepertiku, saat aku hampir gila karena kematian D.O.”

“K-kenapa? Apa yang sudah terjadi?”

Kai tidak langsung menjawab pertanyaan itu. Hening untuk beberapa saat karena dia kembali dipaksa mengingat luka lamanya, masa lalu. Saat harus kembali bertarung dengan rasa sakit juga amarah yang ingin meledak yang selama ini dipendamnya.

Pria itu, dengan tatapan teduh, menegakkan punggungnya namun tatapannya mengarah ke bawah, ke arah lantai yang dipijaknya. Ekspresi sedih tidak juga menghilang dari matanya. Sejak tadi.

“Luhan… dia bukanlah orang yang jahat.” Suara Kai terdengar bergetar saat mengatakannya. “Walaupun dia sering menindasmu dan selalu bertindak sesuka hatinya, tapi dia bukanlah orang jahat.”

Kyungsoo tidak bersuara sama sekali. Hanya bertindak sebagai pendengar yang baik karena bisa dilihatnya gemuruh emosi yang mulai merasuki diri pria itu. Dia terlihat sedang bertarung dengan sesuatu. Kini, disadarinya tidak hanya D.O yang berada di masa lalunya, tapi Luhan juga.

“Tolong maafkan semua tindakan Luhan padamu. Tolong jangan membencinya. Jangan membenci sahabatku.”

“Kai… “ Kyungsoo menelan ludah. “Jadi kalian sebenarnya bersahabat?”

Kai mengangguk, “Sehun yang memperkenalkannya pertama kali pada kami. Luhan pernah menolongnya dan setelah itu mereka menjadi sepasang sahabat.” Kai menerawang, mengingat masa lalunya. “Aku masih ingat saat pertama kali Sehun membawanya pada kami. Kami semua sangat terkejut namun Sehun memastikan jika Luhan adalah orang yang baik. Dia adalah satu-satunya orang yang membela Luhan mati-matian saat kami semua menentangnya. Pada akhirnya, ucapan Sehun memang benar, dia adalah orang yang baik. Aku, Kris dan D.O bersahabat dengannya sejak itu.”

Kai menghentikan ucapannya sesaat. Memberikan jeda pada dirinya karena tenggorokannya benar-benar terasa cekat.

“Sehun dan Luhan adalah sepasang sahabat yang pertama kalinya aku lihat yang bisa membuatku percaya jika persahabatan abadi itu ada. Mereka mengajarkan kami tentang bagaimana perbedaan itu menyatukan mereka dan membuat mereka semakin dekat. Dulu, kami sangat senang bermain salju di sebuah lapangan di tengah hutan agar tidak ada yang melihatnya. Setelah itu, Sehun akan mengantar pulang hingga di perbatasan. Dan bertemu kembali di lapangan keesokan harinya. Persahabatan kami sangat indah, Kyungsoo. Aku benar-benat merasa memiliki saudara karena mereka.”

“Lalu, kenapa Sehun dan Luhan kehilangan ingatannya? Kenapa kau tidak memberitahu Sehun tentang ini?”

Kai menghusap matanya dengan lengan baju sebelum sebuah beningan air terjatuh dari sana, “Semuanya memang sangat indah. Namun, saat peperangan itu terjadi, semuanya berubah.”seru Kai. “Seperti yang kau tau jika Sehun sangat menyayangi Luhan dan akan selalu melindunginya. Luhan juga pernah bilang dia ingin menjadi jarski agar dia bisa masuk ke dalam klan Rouler dan meninggalkan klan-nya sendiri. Namun, saat peperangan terjadi, Luhan belum sempat berubah menjadi jarski dan saat itu tepat saat malam bulan purnama. Luhan berubah, menjadi wujudnya yang sebenarnya. Dia tidak akan mengingat apapun saat dia berubah. Sehun berusaha menyadarkannya namun Luhan yang tidak mengingat apapun justru menyerangnya. Sehun sempat terluka tapi dia tetap berusaha menyadarkannya, bahkan menahan Kris yang hampir saja menyerang Luhan. Tiba-tiba saja, mungkin Luhan bisa merasakan ketulusan Sehun, dia sadar dan mengingat Sehun. Namun, hal itu justru membuat Leo sangat marah. Dia menyerang Luhan dan melukainya, melihat itu, Sehun sangat marah dan pada akhirnya menggigit Leo…”

“Dia menggigit Leo?!”

Kai mengangguk lemah, “Itulah alasannya kenapa Sehun menjadi seorang pemburu sekarang.”

“Kenapa kalian tidak membawanya pada pastor Solomon?”

“Seperti yang aku ceritakan sebelumnya, pastor Solomon melarikan diri karena merasa bersalah akibat peperangan itu. Zmiana yang tersisa hanya satu dan sayangnya paman Arthur justru meminumkannya pada Luhan karena dia pikir, persediaan zmiana kami masih ada.”

“Jadi, Luhan adalah seorang jarski?!”pekik Kyungsoo tak percaya.

“Yah, dia adalah seorang jarski sebelum Leo berhasil menggigitnya lagi.”jelas Kai pelan. “Jika Leo merubahnya dengan menggunakan darah pastor Solomon, efek ramuan penghilang ingatan itu akan menghilang dan dia akan mengingat semuanya, termasuk Sehun. Dia juga akan menjadi seorang jarski. Tapi, jika Leo berhasil menggigitnya, Luhan akan berubah menjadi werewolf baru dan menjadi seorang pemburu. Dia juga tidak akan mengingat apapun.”

“Astaga! Lalu kenapa kau tidak menjaga Luhan sekarang?! Kau harus mengawasinya!”

Kai tersenyum kecil, “Tidak perlu. Sehun sudah berada disana sekarang.”

“Jadi Sehun….”

Kai menghela napas panjang, “Kau tau, Kyungsoo? Walaupun kau memberikan obat penghilang ingatan sekalipun atau usaha-usaha lain untuk memisahkan dua orang sahabat baik, kau tidak akan bisa melakukannya. Walaupun mereka berdua tidak saling menyadari tapi sebenarnya, satu sama lain masih saling melindungi.”

“Harusnya kalian tidak memberikan ramuan penghilang ingatan pada mereka. Seperti yang kau bilang, Luhan adalah orang baik dan dia sudah menjadi seorang jarski. Tapi kenapa kalian melakukan hal seperti itu?”

Kai menggigit bibir bawahnya kelu. Pertahanan yang ia buat sejak tadi kini hancur. Bening-bening air mata mulai terjun bebas di pipinya, merembes lewat sudut matanya. Hatinya benar-benar terasa sesak.

“Jika saja aku bisa bertahan waktu itu, mungkin aku bisa melindungi Sehun. Jika saja aku tidak frustasi atas kematian D.O, mungkin aku akan melarang mereka melakukannya.” Kai kembali menghusap matanya. “Karena menjadi keturunan terakhir adalah sebuah kebanggan untuk keluarganya. Paman Arthur sangat bahagia saat mengetahui jika putranya adalah keturunan terakhir dan pemimpin masa depan Rouler. Jadi dia melakukan ini agar posisi itu tetap berada pada anaknya.”

“Kai…” Kyungsoo mengulurkan tangannya, menghusap lembut pundak Kai.

“Sehun berkali-kali bilang padaku jika dia tidak ingin melakukannya. Dia tidak ingin menjadi pemimpin karena dia akan bertarung dengan Luhan nantinya karena Luhan adalah keturunan terkahir juga. Mereka berdua tidak ingin melakukannya karena itu Sehun ingin mundur dari posisi itu dan Luhan yang sangat ingin berubah menjadi jarski. Tapi, orang-orang yang buta akan persahabatan mereka tidak perduli akan hal itu. Bagi paman Arthur, Sehun harus menjadi pemimpin dan dia tidak boleh melanggar semua ketentuannya. Selama ini, dia juga melatih Sehun agar dia tidak memakan daging manusia walaupun dia adalah seorang pemburu. Aku benar-benar sangat sedih, Kyungsoo. Aku tidak tau apa yang harus aku lakukan untuk Sehun. Jika aku memberitahunya, dia pasti akan melakukan pemberontakan dan kembali melindungi Luhan. Hal itu akan membuat keberadaannya berbahaya, dia bisa dijatuhi hukuman mati oleh warga. Aku… aku tidak ingin kehilangan saudaraku lagi…”

“Kai…” Kyungsoo memberikan penekanan pada pundak Kai, menyuruh pria itu agar tidak berbicara lagi.

“Harusnya, aku bisa melindungi Sehun… harusnya aku melakukannya karena aku adalah seorang kakak. Aku sangat menyayanginya…”

***___***

Chanyeol mendudukkan Tao di sofa setelah mereka sampai di rumah. Berjalan ke dapur dan memberikan segelas air mineral pada Tao yang terlihat masih merasa sakit karena lukanya.

“Kau yakin tidak apa-apa, Tao?” Chanyeol menjatuhkan diri disamping Tao menatap sahabatnya itu khawatir.

“Tidak apa-apa. Aku hanya khawatir pada Kitty. Besok aku akan membawa Kitty ke hotel Sehun.”

“Kau mau aku menginap disini?” Ucapan Tao masih tidak membuat Chanyeol tenang.

Tao tertawa sambil menggeleng, “Apa kau pikir aku sakit parah? Aku sudah tidak apa-apa. Lagipula aku adalah master Kungfu.”

Chanyeol menghela napas panjang, “Zitao…”

“Sudahlah. Aku tidak apa-apa. Kau kembalilah ke hotel Sehun dan cari cara agar Kyungsoo bisa membuatkan zmiana untuk kita.”

“Baiklah. Tapi kau harus menghubungiku jika terjadi sesuatu.”

Tao mengangguk mantap, “Pasti.”

Chanyeol berdiri, bergegas untuk kembali walaupun dengan berat hati meninggalkan Tao sendirian di rumah. Tidak. Ini hanya pikiran buruknya. Leo masih terluka jadi tidak mungkin ada penyerangan. Tao akan baik-baik saja.

Tanpa sadar Chanyeol menggelengkan kepalanya, menepis pikiran-pikiran buruk yang mencoba mempengaruhinya. Namun, matanya tiba-tiba mennagkap sesuatu. Sesuatu berwarna merah di dinding tangga Tao.

“Tao,”panggil Chanyeol, matanya masih menatap lurus kearah dinding. “Kau mengecat dindingmu?”

Alis Tao terangkat satu, “tidak.”

Chanyeol berjalan pelan menghampiri noda merah yang tercetak di dinding tangga. Semakin lama semakin dekat dan dia mendapati bangkai kucing sudah tergeletak didepan tangga. Itu bukan noda merah ataupun cat, itu adalah darah!

“Astaga!”

“Chanyeol ada….KITTY!” Tao memekik hebat begitu dia melihat kucing kesayangannya mati mengenaskan.

Chanyeol mencoba menahan Tao yang ingin maju, lalu mengulurkan tangan dan menyentuh bercak darah yang tercetak di dinding itu. Basah. Itu artinya kejadian ini baru saja terjadi.

Detik itu juga, badan Chanyeol memutar, menelusuri sudut ruangan rumah Tao. Apa mungkin mereka?

“Kitty, apa yang—“

“Tao! Ssst!” Chanyeol membekap mulut Tao sambil meletakkan satu jari ke depan bibirnya. “Ayo pergi!”

Tidak. Mereka tidak boleh tertangkap. Tidak ada Kai, Kris ataupun Sehun ditengah-tengah mereka. Mereka berada dalam bahaya.

Chanyeol menyeret Tao dengan cepat meninggalkan rumahnya. Tanpa memperdulikan luka Tao yang masih terasa sakit. Dia terus menarik lengan Tao setengah berlari. Mereka harus pergi dari tempat itu sekarang juga.

Tiba-tiba, ponsel Chanyeol bordering. Chanyeol langsung menjawab panggilan karena panggilan itu berasal dari Baekhyun. Suara Baekhyun terdengar meraung-raung disebrang panggilan, dia terisak hingga suaranya tidak begitu jelas terdengar.

“Baekhyun?!”seru Chanyeol panik.

“Orang tuaku… mereka menghilang…”

“Apa?!”

“Astaga, Kris! Mereka datang!”

Dan panggilan terputus. Chanyeol bisa mendengar teriakan panik Baekhyun dari sebrang panggilan tadi dan hal itu membuatnya semakin panik karena tiba-tiba panggilannya terputus.

“Baekhyun?! Halo?! Baekhyun!” Ia berteriak memanggil Baekhyun. Namun ternyata panggilan benar-benar terputus. Ia menggandeng lengan Tao lagi dan bergegas menyeretnya pergi. Namun, tiba-tiba langkahnya terhenti karena seseorang sudah berdiri didepannya dengan senyuman menyerengai. Seorang pria, yang sangat dikenal Chanyeol dan Tao.

Parahnya, Chen menemukan mereka….

TBC

37 thoughts on “FF: The Wolf and not The Beauty (part 22)

  1. bLueeee^^ berkata:

    aaahhh… semua dalam bahayaaa.. jgn2 suho juga dicegat siapa gitu… aduh semoga ada cara kyungsoo bikin ramuan buat semuanya.
    lanjuuuutttt…

  2. Cicil berkata:

    Semuanya rumit. Aku lagi yah galau” banget kak, jadi gak bisa berpikir lebih panjang–aku gak bisa menerka kelanjutannya gimana dan akhirnya gimana. Big thankss karena masih mau lanjutin ff ff kakak yang keren bangett, tetep nulis ya^^ meskipun(iya aku galau banget luhan keluar dari exo;_____;)

    Keep writing^o^)9

  3. nina berkata:

    aa untung itu sehun yg jaga luhan🙂
    ikatan sahabat emg gg bisa lepas gitu aja iia :’)
    disamping baekhyun msh ada kris, tp chanyeol sm tao? gg ada kai atau sehun
    ottokhae?? chen pula. ish
    ternyata appa nya sehun dan para tetua klan egois iia
    kasihan mereka😦

  4. infinitygurls berkata:

    waahhhh akhirnya ff ini pos jugaaaakkk ,, yaampun sedih banget rasanya liat persahabatan sehun dengan luhan , sehun juga mikul beban berat banget lagi,, mana harus bertarung dengan sahabat dekat nggak kebayang deh,,

  5. emaesa berkata:

    makin menegangkan😮
    sahabat sejati tak akan pernah pisah ~,~
    duh chanyeol tao lagi dalam bahaya😮
    di tunggu lanjutannya
    fighting

  6. Hilma berkata:

    astaga itu ada chen??
    ,terharu sama persahabatan mereka..
    semoga mereka bisa bersatu, gak ada permusuhan lagi..
    ditunggu next chapternya chingu..

  7. Puti Hilma berkata:

    Akhirnya keluar juga chapter 22…
    huaaa kenapa semuanya jdi makin rumit sih!?
    Pasukan leo juga udah mulai bergerak -_-

    Ff nya makin seru! Ditunggu lanjutannya chingu..🙂

  8. sharymyname berkata:

    Kak ohmija akhirnya update jga
    Luhannnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnn my ultimate bias. I cant imagine how can i see exo without luhan
    Sebenarnya aku udah ikhlasin luhan untuk keluar karena itu demi kesehatany.. kesehatanya yang paling penting buatku
    But when i see sehun,,, i really really miss hunhan, 😞😞😞
    Kedepannya aku harap mereka semua bisa saling support
    로 한 사 랑 해
    엑 소 짱
    #alwayssupportluhan

  9. Dwi Novitasari berkata:

    akhirnya chapter 22 keluar juga.
    pas moment kai cerita ke kyungsoo tentang hunhan nyesek banget jadi keinget luhan keluar dari exo.

    ditunggu chap selanjutnya kak keep writing☺

  10. Hany Kwan berkata:

    ampuuuunnn deg2an sumpah..
    aduuuh itu ga bakalan dijadiin pasukan theiss kan??

    ayo thor.. ditunggu next chapnya.. fighting!!

  11. Dini Lu berkata:

    Ternyata benerkan Sehun yg merhatiin Luhan dari atap itu :’)
    Sedihhh hiks😥 jangan pisahkan Hunhan pliiss😥 cukup di dunia nyata aja mereka terpisah, aku mohon engga untuk di ff ini😥 #alwayssupportluhan :’) Ulah klan Leo tuh pasti yg bunuh kitty nya Tao sama nyulik ortu baek.
    Lanjuttt unnie , aku terlalu galau untuk bercuap-cuap lg, apalagi kalo inget Luhan😥 Bc he is my bias😥😥
    Hwaiting ya unnie ^^ always save uri Hunhan :’)

  12. mongochi*hae berkata:

    sumpah bulu kuduk ak merinding disko bca n part…

    hmmgmna nh nasib chanyeol tao ??

    aigooo bkin ngeri.

    suho mmg gk bsa lpas dr predikat holang kaya kkk

  13. Sakura berkata:

    tegang dan bulu kudukku merinding saat baca bagian terakhirnya. apa yang terjadi yah dengan Chanyeol dan Tao setelah mereka berdua di temukan oleh Chen? semoga saja mereka berdua selamat dari terkaman Chen.

    aku readers baru di sini. salam kenal

  14. ParkJudit berkata:

    Akhirnyaaaaaaaa FF ini lanjutttttt, fiuhhhh.
    Haaaaaa!!!!! Gua deg2an bacanya eon, gua ketakutan.
    Tp, gua ga nyangka kai bisa bhs.ing wajah2 males kek gitu, kkkk~ :v
    Ortu Baek kmn ???? Diculik ama yixing dan leo yaaaa??
    Haaahhhh, leo f*ck -,
    Chen udh berubah ???? Tuhannnnn, selamatkan Suami ku *lirik Chanyeol, sama adik kesyangan saya *lirik Zitao :v

    Lanjutttttttttt, janngan lama2 !!!! Prnasaran ini -_-
    Ghost Rider, next plissss
    The lords of legend, next jg plissssss *aegyo

    Keep writing eon, hwaiting! ^-^)9
    The lords of legend jng lupa, ff itu jarang banget di next -,

  15. Annisa Icha berkata:

    Tegang banget bacanya.FF fantasy yang bener-bener bikin greget,penasaran,tegang,dll.Suka banget sama FF ini,cepet dilanjutin ya… semangat terus….

  16. dandelion berkata:

    baca ini jadi inget luhan yang out dari EXO, gimana sama sehun ya pas luhan beneran keluar dari EXO ??

    ceritanya daebakkkkkkkkkkk, jinjja
    lanjut thor, itu chanyeol sama tao jangan-jangan mau dirubah juga sama chen, biar bisa dapetin kyungsoo nya gampang

  17. Cia Byun berkata:

    Astaga …
    Semua dalam bahaya …
    terlalu banyak yg harus dilindungi sementara yg melindungi cuma 3 orang..
    Buat mereka berubah ne eonn?
    oh iya aku readers baru and baru bisa komen sekarang jadi gk apa2kan aku panggil km onnie??
    gomawo sebelumnya ^_^
    Makin seru ceritanya. cepet update ne??
    fighting ^_^

  18. Chanchan_Hwang berkata:

    astaga, baekhyun chanyeol tao. apa suho juga???
    kris ada di sana kan?
    terus chantao sela..mat? mirisnya kehidupan sekai.
    aihh daebakkkkkk
    dan juga.. ada cara kyungsoo bisa buat ramuannya…??

  19. sehunbee berkata:

    Sahabat bisa menjadi musuh saat mereka menjadi pemburu…

    Astaga… Inget kata-kata itu jadi ngeri sendiri, Baekhyun sama Kris masih ada yg lindungin…gimana Tao sama Chan… Haduh,,, jangan sampai mereka jadi pemburu…!!!

    Aku cau => Chapter 23

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s