Angel and Devil Part 4

Angel and Devil_editor

Title                 : Angel and Devil

Author             : Magnae Yehet

Main Cast        : Kai, Luhan and other EXO

Genre              : Brothership, Fantasy, Comedy (maybe)

Rating                         : T

Lenght             : Chaptered

Jongdae-Baekhyun and Kris-Chanyeol’s side.

Di sisi lain, tampak pertarungan latihan ini tengah dijalankan oleh mereka berempat. Mereka berempat itu adalah Jongdae, Chanyeol, Kris dan Baekhyun. Dengan pasangan tim yang ada yaitu Jongdae dengan Baekhyun bekerja sama melawan Kris dengan Chanyeol.

Tampak Kris berhadapan dengan Baekhyun sementara Chanyeol berhadapan dengan Jongdae. Sambil menyunggingkan senyum mereka.

“Jadi bagaimana Kris hyung? Kedudukan kita bisa dibilang seri atau lebih tinggi dari kalian?” tanya Baekhyun

“Entah. Menurutku kita seri.”

Baekhyun yang mendengar jawaban itu hanya tersenyum manis sambil memberikan kode yang tak terlihat kepada Jongdae.

“Lightning Fury” ucap Jongdae yang disusul dengan amukan petir ganas disekeliling mereka berempat

Kris dan Chanyeol yang mendengar itu langsung terlonjak mendengar amukan petir ganas itu. Sekali saja terkena petir itu, mati gosong kalian. Dan disambut oleh teriakan Baekhyun lainnya.

“Light Fury” ucap Baekhyun maka terciptalah cahaya yang sangat menyilaukan mata keluar dari tubuh Baekhyun membuat Kris dan Chanyeol menutup mata karena saking silaunya.

Sambil memejamkan mata, Kris sempat berteriak “Fire Defense” dan terbentuklah sebuah tameng dari api yang melindungi dirinya dengan Chanyeol.

“Wow! Kris hyung? Kita sebaiknya jangan meremehkan mereka. Sangat jelas sekali sekarang jika kekuatan mereka digabungkan justru menjadi masalah serius.”

“Kau benar Chanyeol-ah. Meskipun kekuatan kita bisa dibilang lebih besar dari mereka, kita tidak bisa mengalahkan mereka.”

“Tapi mungkin ada 1 hal lagi yang mereka lupakan.”

“Apa itu?”

“Kita harus segera memanggil Zipple dan Punchx.”

“Zipple? Punchx? Ah! Benar juga. Kita panggil Zipple dan Punchx.”

Setidaknya beberapa menit Kris dan Chanyeol terus dalam posisi bertahan. Sementara Baekhyun dan Jongdae dalam posisi menyerang. Akhirnya amukan petir dan cahaya itu menghilang dengan sendirinya.

“Wow! Kita berhasil Baekhyun.”

“Kau benar Jongdae. Kita berhasil, kekuatan kita ternyata menjadi sangat merepotkan ketika digabungkan. Lihat saja Kris hyung dan Chanyeol.”

“Hahaha. Kau benar Baekhyun.”

Kris dan Chanyeol keluar dari pertahanannya dan langsung bersama-sama memanggil peliharaan legenda.

“ZIPPLE!” panggil Kris

“PUNCHX!” panggil Chanyeol

Kemudian disambut dengan tatapan bingung dari Baekhyun dan Jongdae. Sementara Kris dan Chanyeol mengeluarkan seringai mereka.

“Apa maksudnya itu Jongdae? Kau tahu sesuatu?”

“Aku sepertinya tidak asing dengan ke-2 nama itu. Tapi aku tidak yakin dimana aku mendengarnya.”

“Ya! Jika kau tidak tahu, bilang saja” sambil memberenggut kesal

Lalu terdengarlah suara auman dari naga dan phoenix milik Kris dan Chanyeol yang datang dari belakang Kris dan Chanyeol. Membuat Baekhyun dan Jongdae langsung terbelalak melihatnya.

“Ah! Bagaimana bisa aku lupa melupakannya eoh? Zipple dan Punchx adalah hewan peliharaan legenda milik Kris hyung dan Chanyeol.”

“Mwo? Bagaimana kita melawannya sekarang?”

“Tenang Baekhyun. Kita bisa menemukan solusinya dengan menenangkan diri terlebih dahulu.”

“Ouh baiklah. Tapi kita tidak bisa tenang sekarang selagi ada ke-2 hewan itu yang bisa menyerang kita kapan saja.”

Kris sudah naik diatas punggung Zipple sementara Chanyeol sudah naik diatas punggung Punchx. Dan mulai bersiap menyerang Baekhyun dan Jongdae. Tepat sebelum mereka menyerang, terdengar sebuah ledakan diantara mereka berempat.

Ledakan itu mengeluarkan asap yang sangat tebal sehingga tidak ada yang bisa melihatnya dengan jelas. Semakin lama asap itu perlahan menghilang dan menampakkan seekor kuda putih dengan cahaya yang bersinar dengan cerahnya.

Mata dari 4 orang yang sedang latihan itu terbelalak kagum melihat seekor unicorn berdiri tepat dihadapan mereka. Binatang yang sangat indah dengan hiasan tanduk di kepalanya.

“Kira-kira ini milik siapa?” tanya Baekhyun

“Entah. Tapi sepertinya milik Lay hyung.”

“Yap. Ini memang milikku Jongdae-ya, Baekhyun-ah. Perkenalkan dia bernama Sapphire. Dan untuk kalian berdua, segera turun dari Zipple dan Punchx. Ada yang ingin aku sampaikan.”

Kris dan Chanyeol turun dari Zipple dan Punchx sementara yang bersangkutan itu pun berjalan mendekati Lay.

“Ada apa Lay?” tanya Kris

“Ada masalah yang harus kuberitahu kalian.”

“Apa itu?” tanya Chanyeol

“Luhan dan Jongin………….”

“Ya? Apa yang terjadi dengan Luhan hyung dan Jongin?” tanya Jongdae

“Luhan dan Jongin…………………ah! sebaiknya kalian ikut saja denganku. Ada yang mau kutunjukkan pada kalian.”

“Baiklah. Baiklah. Aku akan ikut bersamamu Lay hyung sementara Jongdae?”

“Aku? Aku akan bersama Kris hyung.”

“Kalau begitu, kita pergi sekarang.”

.

.

.

\^_^/

.

.

.

At Luhan-Jongin’s room.

Terlihat di kamar milik Luhan dan Jongin ada 5 orang yang sedang mengelilingi 2 orang yang tertidur dengan pulasnya di kasur empuk itu. Ke-5 orang ini memandang dengan sedih dan khawatir pada 2 orang yang tertidur atau lebih tepatnya pingsan.

Ke-5 orang itu adalah Xiumin, Suho, Kyungsoo, Tao dan Sehun. Sementara 2 orang yang tidak sadarkan diri itu adalah Luhan dan Jongin. Xiumin dan Suho duduk di pinggiran kasur sambil mengusap ke-2 kaki Luhan dan Jongin dengan air hangat.

Sementara Kyungsoo dan Tao berdiri di sisi kanan kiri Luhan dan Jongin dengan tetap mengusap tangan mereka dengan air hangat. Sehun? Ia hanya memandang kosong ke arah Luhan sambil mengutuk dirinya sendiri di hatinya.

Beberapa saat kemudian, datanglah 5 orang sisanya yaitu Kris, Lay, Baekhyun, Jongdae dan Chanyeol. Kedatangan dari 5 orang itu nampaknya tidak mengusik kegiatan yang dilakukan 5 orang yang lain. Sementara yang baru saja datang, hanya memandang terkejut bercampur khawatir dan prihatin kecuali Lay yang mengetahui lebih dulu.

Baekhyun berjalan perlahan mendekati sisi ranjang yang sedang ditempati Kyungsoo, sambil memandang lekat wajah pucat Luhan yang seperti err…mayat.

“Apa yang…terjadi…pada mereka?” tanya Baekhyun tergagap

“Entahlah. Kalian tanyakan saja kejadian detailnya pada Sehun dan Tao.”

“Jadi Sehun-ah? Tao-ie? Apa yang terjadi ‘saat itu’?”

“Entahlah hyung. Kami berempat hanya berlatih seperti biasa tetapi beberapa saat kemudian Luhan hyung dan Jongin merasa kesakitan di leher kanan dan kirinya.” Ucap Tao lesu

“Leher?”

“Ya! Kalian tidak bilang apa-apa tentang itu?” dengus Xiumin

“Sudahlah Xiumin hyung. Jadi Lay? Bisakah kau memeriksa leher Luhan dan Jongin?”

“Oh? Baiklah.”

Yang lain masih saja diam memerhatikan kegiatan Lay yang tengah memeriksa Luhan dan Jongin. Lay tampak sedikit terbelalak melihatnya. Membuat seisi ruangan itu bertanya-tanya dalam hati apa yang terjadi pada mereka.

“Jadi? Apa yang kau temukan ge?” tanya Tao

“Racun.”

“Mwo?!”

“Luhan dan Jongin terkena racun yang mematikan. Bisa membuat lumpuh seseorang. Tapi yang sekarang terjadi pada Luhan dan Jongin bukan lagi lumpuh.”

“Tapi……..apa yang terjadi?” tanya Sehun

“Melihat racun yang dimasukkan ke dalam tubuh Luhan dan Jongin dalam jumlah yang besar. Ini bisa menyebabkan….”

“Menyebabkan?”

“Menyebabkan apa Lay hyung?”

“Menyebabkan…….kematian.” ucapnya lirih

Seisi ruangan itu mendadak menjadi tegang. Mendengar kata kematian rasanya sangat mengerikan. Atmosfir yang berhembus disekitar mereka mendadak berubah menjadi sangat dingin setelah mendengar kematian.

“Lay?” panggil Suho lirih

“Hm?”

“Apakah racun itu ada penawarnya?”

“Itu yang kutakutkan.”

“Kenapa itu yang ditakutkan?” tanya Kris

“Apa kau berpikir apa yang kupikirkan Lay ge?” tanya Tao

“Apa maksudmu Tao?” tanya Kyungsoo

“Ne. Sama dengan yang ada di pikiranmu Tao-ie.” Lirih Lay

“Tidak mungkin.” Ucap Tao nanar

“Mwo? Ada apa ini? Apa maksudnya ‘sama dengan yang ada di pikiranmu Tao-ie’?” desak Jongdae

“Maksudnya adalah racun itu tidak ada penawarnya Jongdae-ya.” Lirih Lay lagi menahan isak tangis

Jderr!

Petir milik Jongdae bergemuruh dengan seketika ketika mendengar kata-kata itu. Sekali lagi mereka terdiam mendengar ucapan Lay. Serasa ada sebuah bom yang baru saja meledak di hati mereka lalu merekalah yang menjadi korbannya.

“Jadi sekarang bagaimana?” tanya Sehun

“Entahlah. Aku tidak tahu.” Ucap Suho menggeleng

“Mungkin kita bisa melihat di buku EXO itu?” tanya Xiumin

“Benar. Kita tidak boleh terpuruk seperti ini. Kita harus segera mencari petunjuk untuk mengalahkan Artemis dan segera mencari penawar untuk Luhan hyung dan Jongin.” Ucap Chanyeol bersemangat

.

.

.

\(^_^)/

.

.

.

Artemis’s Place.

Terlihat di sebuah istana yang dipenuhi dengan aura kegelapan berdiri dengan kokoh nan angkuh. Seakan memandang remeh kepada lingkungan disekitarnya. Di dalamnya terdapat banyak pasukan dan pelayan yang berjalan mondar-mandir karena sedang melaksanakan perintah pemimpin mereka.

Pemimpin yang tampan namun tingkat kelicikkannya yang diatas rata-rata. Bersama dengan sang adik yang tak kalah tampan nan licik. Terlihat 2 orang pemimpin dari Artemis ini sedang menyeringai bersama (?).

“Jadi? Kyuhyun hyung? Apa yang akan kita lakukan sekarang?” tanya Minho

“Ya! Dongsaeng babo! Tentu saja kita akan menyerang mereka. Karena mereka tidak akan bisa menang melawan kita jika tidak ada Malaikat serta Iblis itu.”

“Tidak perlu memanggilku babo juga kali hyung.”

“Habisnya aku gemas sekali dengan kau yang selalu berpikiran lemot. Terkadang aku meragukan bahwa kau adalah adikku Cho Minho.”

“Aku benar-benar adikmu Cho Kyuhyun hyung!”

“Tidak perlu membentakku juga kenapa? Aku ini hyungmu. Berani kau menentang hyungmu ini eoh?”

“Eh? Eum…hehehe…mianhaeyo hyung.”

“Ah! Baiklah. Tolong kau panggilkan Changmin, Minho-ah.”

“Baik hyung.”

Minho berjalan keluar dari ruangan itu dan segera mencari sosok Changmin. Beberapa saat kemudian, Minho datang tidak sendiri melainkan dengan Changmin. Segera Minho langsung memposisikan duduk disamping Kyuhyun sementara Changmin menekuk lutut dengan hormat kepada Kyuhyun dan Minho.

“Ada apa Lord Kyuhyun memanggilku?”

“Segera bawa 2 orang dalam pasukanmu lalu segera datangi musuh terbesar kita yaitu EXO. Serang mereka sampai mereka tidak sanggup lagi untuk menggerakkan kaki mereka itu.”

“Baik. Apakah 2 orang itu aku boleh membawa Siwon dan Kibum?”

“Tentu saja. Silahkan saja dan satu lagi.”

“Ya? My lord?”

“Aku hanya ingin mendengar kata berhasil dalam misi pertama kalian.”

“Baiklah. Aku permisi Lord Kyuhyun.”

“Baiklah. Silahkan persiapkan dengan baik.”

Setelah kepergian Changmin, suasana di ruangan itu mendadak hening seketika. Tidak ada yang memulai pembicaraan melainkan hanya seringaian tipis menghiasi wajah tampan Kyuhyun.

‘Mati kalian EXO’.

.

.

.

\(^_^)/

.

.

.

EXO’s Place.

Tampak 10 orang EXO ini tengah berkumpul di ruang tamu. Suasana disekitar mereka tetap saja seperti tadi muram dan belum sepenuhnya bersemangat. Padahal baru saja mereka bilang harus bersemangat.

Aura keputus asaan tampak menguar di seluruh tubuh EXO ini. Tampaknya mereka tidak menemukan petunjuk apapun dalam buku EXO yang biasa dibawa Luhan itu.

“Arrghh! Sial! Kenapa kita tidak menemukan petunjuk apapun?” teriak Baekhyun frustasi

“Kau menemukan sesuatu Suho hyung?” tanya Sehun

“Tidak. Tidak ada Sehun-ah.”

“Haaaah” terdengar helaan nafas yang sangat panjang dari 10 orang EXO itu.

Tiba-tiba terdengar suara ledakan yang sangat keras yang letaknya tidak jauh dari rumah milik Jongdae dan Kyungsoo sekarang. Membuat ke-10 EXO itu terlonjak kaget.

“Hey! Ledakan apa itu?” tanya Jongdae dengan suara yang menggelegar disertai dengan petir disekeliling rumahnya

“Ya! Tidak perlu mengeluarkan petirmu juga Jongdae!” teriak Kris

“Memangnya kenapa dengan petirku?” jawab Jongdae dengan watados

“Hampir saja aku mati karena terkejut mendengar petirmu.” Ucap Lay yang masih shock

“Hehehehe….mianhaeyo semuanya.”

“Jangan memikirkan itu sekarang hyung! Kita lihat apa yang meledak di luar sana.” Ucap Kyungsoo

Seketika ke-10 EXO itu berlarian keluar rumah untuk melihat apa yang meledak tadi. Mereka terbelalak melihat yang ada di halaman rumah mereka.

Tampak 3 orang dengan seragam yang err…cukup bagus seperti kerajaan meskipun warna hitam mendominasi baju itu. 3 orang itu adalah Changmin yang didampingi dengan Siwon dan Kibum.

“Apa kabar EXO?” tanya Changmin dengan seringai yang menghiasi wajahnya yang tampan

Sementara itu EXO tidak menjawab yang ada hanyalah tatapan kebencian yang dilontarkan kepada mereka bertiga. 2 orang disana tampak sedang memamerkan seringai mereka sementara yang 1 lagi hanya menampakkan Poker Face-nya saja.

“Lalu? Bagaimana dengan perkembangan Malaikat dan Iblis kalian itu heum?” tanya Siwon

“Itu bukan urusan kalian.” Desis Suho

“Wow! Gertakan yang lumayan kan Kibum-ah?” tanya Changmin

“Hm.”

“Kenapa hanya ‘hm’ huh? Aku menyesal telah membawamu juga Kibum-ah.”

“Lalu? Apa yang harus kujawab? Lagipula itu sudah menjadi pilihanmu bukan untuk membawaku bersamamu?”

“Ya baiklah. Inilah resikonya jika aku membawa poker face. Aku akan menanggung resikonya.”

“Kau terlalu berlebihan dan bertele-tele Changmin hyung. Lebih baik….”

“Ya?”

WHUSSSH.

Kibum menghilang dari tempatnya dan Siwon dengan Changmin tampak terkejut dengan itu. Mengerti dengan maksud itu, akhirnya mereka menyeringai ria.

“Ternyata permainan sudah dimulai?” ucap Siwon

“Kau benar.”

“Hey! Apa maksud kalian permainan sudah dimulai?” tanya Chanyeol

Lalu di depan Kris munculah Kibum dengan poker face-nya yang membuat ke-10 EXO terkejut. Kibum langsung memukul bertubi-tubi kepada Kris. Ternyata Kris tidak seorang diri, terdapat Tao, Sehun dan Lay yang membantunya.

“Baiklah. EXO?! Permainan dimulai!” seru Suho

.

.

.

\(^_^)/

.

.

.

Kibum vs Kris, Tao, Sehun and Lay.

Kris yang tidak sigap mendapat pukulan beruntun dari Kibum tidak sempat membalas. Sampai akhirnya ia segera membuat pertahanan.

“Fire Defense” ucap Kris yang membuat ia tidak dipukul lagi oleh Kibum

Lalu berbalik Kris yang membuat pukulan beruntun kepada Kibum. Disertai dengan bantuan angin ribut milik Sehun, kekuatan waktu milik Tao dan kekuatan penyembuh sekaligus pelumpuh milik Lay.

Dan sekali lagi ia merasa tidak tahan untuk menyembunyikan kekuatannya yang sebenarnya. Jadinya ia mengeluarkan kekuatan aslinya.

“Almighty Push” ucap Kibum tenang yang membuat Kris, Tao, Sehun dan Lay terlempar jauh

“Ahh! Apakah kalian baik-baik saja?” tanya Kris

“Tenang saja Kris ge. Aku bisa menyembuhkan diri sendiri.” Jawab Lay

“Lalu kau Sehun-ah? Tao-ie?”

“Aku tidak apa-apa Kris hyung.” Jawab Sehun sambil berusaha berdiri

“Aku juga.” Jawab Tao disebelah kanan Kris

“Baiklah. Kita akan melawan dengan apa?” tanya Kris

“Begini saja hyung…” ucap Sehun

“Apa? Bagaimana?” tanya Tao

“Kau tunggu sebentar Tao-ie” ucap datar Lay

“Ahh! Baik ge.”

“Begini, Lay hyung segera keluarkan tumbuhan dan lilitkan tubuh ‘wajah datar’ itu. Lalu, kau Tao hyung segera hentikan waktu disekitarnya sementara aku dan Kris hyung segera bunuh habis dengan angin ributku dan api naga milikmu hyung. Bagaimana?”

“Aku setuju.” Ucap Kris

“Kami juga setuju.” Ucap Tao dan Lay

“Baiklah. Kita mulai.”

Dengan dibantu dengan strategi yang telah disusun oleh Sehun, Kris dengan Tao dan Lay segera mengubah posisi mereka menjadi posisi siaga.

“SEKARANG?!”

Lay yang maju terlebih dahulu kemudian di belakangnya terdapat Tao dan di belakangnya lagi terdapat Sehun dan Kris yang telah bersiap sebelumnya.

“Devil Snare” ucap Lay tenang sambil mengangkat kedua tangannya dengan perlahan

Dengan cepat, tubuh Kibum itu terlilit oleh tanaman yang jika kalian berusaha lepas malah akan melilit bertambah erat. Kibum mencoba memberontak namun tampaknya ia tidak bisa lolos melainkan menambah kesakitannya.

“Cessation of Time” ucap Tao tenang yang membuat waktu disekitar Kibum berhenti

“Ayo Kris-ge! Sehun-ah!”

“Baik”

Kris dan Sehun saling pandang dan kemudian mengangguk. Kris langsung mengeluarkan sayap dari api hijau membentuk sayap naga. Sementara Sehun mengeluarkan amukan angin miliknya.

“Dragon Fire/Wind Killer” ucap Kris dan Sehun bersamaan, namun apa yang terjadi?

BLARR.

Kibum berhasil mematahkan kekuatan Tao dan Lay. Dan membuat ke-4 orang ini langsung terlempar dan jatuh tergeletak. Tampaknya mereka sudah melewati batasnya.

“AARRRGGHHH!!!!”

“Seginikah kekuatan kalian?”

.

.

.

\(^_^)/

.

.

.

Siwon dan Changmin vs Suho, Jongdae, Baekhyun, Xiumin, Chanyeol dan Kyungsoo.

Tampak disana ada Siwon yang melawan Suho, Jongdae serta Baekhyun. Terlihat dari hasil pertarungan itu bahwa Suho, Jongdae serta Baekhyun telah melewati batasnya sementara Siwon masih saja berdiri dengan tegak sambil menyeringai ke arah mereka.

“Rupanya hanya segini kekuatan legenda itu?”

Sementara 3 orang ini hanya berusaha berdiri. Lalu mereka mengubah posisi mereka ke dalam posisi siaga siap menyerang kembali.

“Kita lakukan itu Jongdae-ya, Baekhyun-ah.” Ucap Suho

“Baik hyung.”

“Water Fury/ Lightning Fury/ Light Fury”

Keluarlah air yang bergerak secara acak dan cepat menuju Siwon dengan disertai petir ganas disekelilingnya sementara cahaya yang sangat menyilaukan mata mulai menyelubungi tubuh Siwon. Sampai Siwon tidak bisa melihat apa yang terjadi di sekelilingnya.

“Cancel power” ucapnya tenang lalu…

BLARR.

Air mengamuk beserta petir ganas dan cahaya menyilaukan itu pun meledak dan hanya menyisakan Suho, Jongdae dan Baekhyun tergeletak sambil menstabilkan deru nafas mereka.

“Kita harus menolong mereka Xiumin hyung.” Ucap Kyungsoo

“Baik. Kyungsoo kau segera buat hujan tanah sementara kau Chanyeol segera bakar batu milik Kyungsoo itu sehingga menjadi seperti meteor mengerti? Baru setelah itu, aku akan segera menghancurkannya dengan badai salju milikku.”

“Baik hyung.”

“Kita mulai.”

Kyungsoo segera berdiri di depan dengan di belakangnya Chanyeol lalu Xiumin yang melindungi Suho, Jongdae dan Baekhyun.

“Stone Rain”

“Phoenix Fire”

Terciptalah hujan meteor buatan yang mengarah pada keduanya yaitu Siwon dan Changmin. Siwon dan Changmin tidak bergerak hanya melihatnya dengan wajah datar sementara Xiumin…

“Snow Storm” selanjutnya tercipta badai salju buatan yang juga mengarah pada Siwon dan Changmin

“Wood Defense” ucap Changmin dan terbentuklah pertahanan dari kayu yang sangat kuat

BLARR.

Semua kekuatan yang dikeluarkan mereka hanyalah sia-sia belaka. Tidak ada efek apapun pada diri Changmin dan Siwon sementara kekuatan itu memiliki efek pada penggunanya yaitu Xiumin, Chanyeol dan Kyungsoo.

BRUUK.

Datanglah Kibum dengan melemparkan Kris, Lay, Tao dan Sehun ke arah mereka berenam. Kibum dengan wajah datarnya berjalan ke arah Changmin dan Siwon.

“Jadi bagaimana mereka menurutmu Kibum-ah?” tanya Changmin

“Biasa saja. Tidak ada yang luar biasa.”

“Ternyata sama dengan pendapatku.”

“Jadi bagaimana kalau ki-”

BLARR. WHUUUSSSSHHH.

Muncul asap yang membutakan penglihatan orang-orang disana termasuk 3 orang Artemis dan 10 orang EXO ini. Asap hitam yang keluar dengan cepatnya sampai tidak ada yang terlihat. Tidak ada yang terlihat kecuali angin yang besar segera meniupkan asap itu.

Tampak disana ada seberkas cahaya putih dan merah menembus asap itu. Orang – orang disana -3 Artemis dan 10 EXO- menyipitkan mata mereka. Ke-10 EXO itu segera berdiri dan merasakan ada sesuatu yang aneh dalam diri mereka.

Luka-luka yang sebelumnya menganga di tubuh mereka sekarang telah menutup sempurna. Lalu dengan cepat berdiri dengan cepat dan segera menajamkan penglihatan mereka untuk melihat cahaya mana itu. Kekuatan mereka terisi kembali dengan datangnya 2 kekuatan besar itu. Tetapi, pertanyaannya adalah ‘siapakah yang memiliki kekuatan besar itu?’.

Sehun sedikit meniupkan angin kepada asap itu dan hilanglah sedikit demin sedikit asap hitam itu. Dan menampakkan Changmin, Siwon dan Kibum ternganga sejak melihat sisi kiri mereka. Ke-10 EXO ini langsung melihat apa yang 3 Artemis itu lihat. Berpaling ke arah kanan.

Dan sama seperti mereka bertiga, ke-10 EXO ini pun juga terkejut melihatnya. Ke-2 teman mereka yang semula sekarat sekarang telah bangkit. Bangkit dan disertai dengan kekuatan yang baru.

Cahaya merah itu berasal dari tubuh Jongin yang tengah memakai baju perang dengan tongkat kekuasaan neraka di tangan kirinya. Di punggungnya terdapat sayap hitam yang terbuka dengan lebarnya dan di sekelilingnya terdapat api neraka yang menyelimutinya. Mahkota yang menyatakan Jongin sebagai penguasa neraka terpampang dengan jelas di kepalanya.

Di sebelah kiri Jongin, terdapat hewan penguasa neraka yaitu naga dengan kulitnya yang sedikit merah dan hitam. Kombinasi warna darah menunjukkan betapa garangnya naga itu. Naga itu adalah naga legenda bernama “Kurama”.

Sementara cahaya putih itu berasal dari tubuh Luhan yang tengah memakai baju lengan panjang putih yang terbalut rompi biru toska. Di kepalanya juga terdapat mahkota yang membuktikan ia sebagai penguasa surga dan di tangan kanannya tersampir tongkat penguasa surga. Di punggungnya terdapat sayap putih yang terbuka dengan lebarnya. Dan di sekelilingnya terdapat api berwarna biru yang menyatakan diri sebagai api surga.

Di sebelah kanan Luhan terdapat naga yang memiliki warna kulit putih sedikit sulur 4 warna yaitu emas, perak, biru toska dan hijau toska. Keanggunan hewan surga itu tampak di sekujur tubuhnya. Naga legenda itu bernama “Kurami”.

Yap. Kedua naga ini adalah saudara kembar dengan penunggangnya yaitu penguasa Kehidupan Atas dan Kehidupan Bawah. Tampak di wajah Luhan dan Jongin terlukiskan wajah keagungan seorang Malaikat dan Iblis.

Malaikat dan Iblis…………

TELAH BANGKIT KEMBALI.

“Mari kita selesaikan ini.” Ucap Luhan dan Jongin sambil menyeringai

TBC.

7 thoughts on “Angel and Devil Part 4

  1. Kai's fan berkata:

    ahh kenapa harus TBC disitu thor?? penasaran kan jadinya-,-. akhirnya Luhan sama Kai bangkit lagi^^

    next ditunggu.jangan lama lama ya

  2. diyah pudji rahayu berkata:

    d awal alur kecepatan y, bgtu masuk chap 4 mulai seru karena ada’a peperangan, lukai bs sembuh sendiri y, ff keren, cepat up date y, thanks

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s