FF: The Wolf and not The Beauty (part 21)

The wolf and not the beauty

Tittle                          : The Wolf and not the beauty

Author                        : Ohmija

Cast                            : EXO

Genre                          : Fantasy, Friendship, Comedy, Action, School life

Summary                    : “Aku membencinya. Sangat membencinya. Sejak dulu, aku selalu memperhatikannya dan Kyungsoo. Ada saat dimana aku menyesal karena tidak menggunakan kesempatan itu untuk membunuhnya.”

“Kyungsoo! Tunggu aku! Kyungsoo!” Suho berlari, mendahului langkah-langkah panjang Kyungsoo dan berdiri di hadapannya membuat Kyungsoo seketika berhenti. “Dengarkan aku…”

“Pergi Suho! Aku tidak mau mendengar apapun! Pergi!” Kyungsoo mendorong tubuh Suho keras hingga ia terjerembap lalu melanjutkan langkahnya lagi.

“Kyungsoo!” Suho mencoba berdiri. “Kyungsoo!”

“Pergi! Pergi!” Kyungsoo menutup kedua telinganya sambil menggeleng kuat-kuat.

“Kyungsoo, dengarkan aku. Kau tidak bisa melakukannya sendiri.” Suho masih mencoba mengejar langkah Kyungsoo hingga ia mampu menarik lengannya, “Kau tidak bisa melakukannya sendiri. Kai harus membantumu!”

“Aku tidak membutuhkannya! Aku membencinya!”

“Kyungsoo!” Suho menarik lengan Kyungsoo kasar saat dia bergegas melarikan diri lagi. Memaksa pria mungil itu agar menghadap kearahnya. “Sekuat apapun kau menolak, kau tetaplah keturunan terakhir pastor Solomon! Kau sedang berada dalam bahaya sekarang!”

***___***

“Tidak. Ini mustahil. Kalian sudah gila!”decak Kai menggeleng kuat-kuat menolak permintaan teman-temannya itu. “Sampai kapanpun, aku tidak akan mengubah kalian!”

“Ini adalah cara satu-satunya, Kai! Kalian juga harus membentuk sebuah sekutu untuk melawan Leo.”seru Tao.

“Kau pikir semua itu mudah?! Kalian bukan keturunan jarski! Jika kalian berubah, kalian akan berubah menjadi pemburu!”

“Kami akan menahan hasrat kami.”sahut Baekhyun meyakinkan. “Seperti Sehun… kami akan berusaha menahan hasrat kami.”

“Ada apa ini?” Tiba-tiba Sehun muncul. Ia menyapu ruangan dengan tatapan biasa lalu bergerak menuju dapur dan meneguk segelas air mineral. “Ini adalah kamarku, jangan buat keributan disini.”

Semua orang, termasuk Kris tau jika Sehun sedang berpura-pura tenang dan amnesia atas semua yang telah terjadi. Baru beberapa saat yang lalu semuanya terungkap dan mereka telah melihat wujud Sehun yang sebenarnya. Mereka tau, Sehun tidak mungkin setenang ini.

Semua mata terus memandang Sehun yang sedang mengeluarkan sepotong daging ayam dan mulai memanggangnya. Untuk beberapa saat, keheningan mendominasi tempat itu.

“Jika kalian ingin berubah, minta Leo untuk melakukannya.”

Bicara sambil memunggungi yang lain. Sehun tetap terlihat tenang tanpa ada gerakan apapun.

“Karena aku tidak bisa mengubah kalian. Dan aku tidak mengijinkannya.”serunya lagi.

“Sehun… jika hanya kalian bertiga—“

“Kalian tidak mengetahui apapun.” Sehun memotong ucapan Chanyeol. Tiba-tiba memukul mesin pemanggang hingga penyok membuat semuanya sontak terlonjak lalu berbalik, membalas seluruh pasang mata yang sedang menatapnya. “Sebaiknya kalian pergi sekarang.” nada suaranya terdengar datar namun semuanya tau jika pria itu sedang marah sekarang.

“Sehun…” Baekhyun masih mencoba membujuknya.

“Aku bukan Sehun yang kalian kenal dulu.”ucapnya tegas. “Pergi.”

Kai dan Kris hanya diam. Keduanya sama sekali tidak mampu membalas ucapan Sehun karena selain ini adalah rumahnya, mereka tidak ingin memperburuk keadaan. Sehun adalah orang yang temperamental akhir-akhir ini, cenderung pendiam entah apa yang ia pikirkan. Dia tidak mau berbagi. Lebih baik tidak memancing masalah daripada membuat masalah itu semakin besar.

Keadaan hening yang terjadi selama beberapa saat itu buyar begitu suara bel terdengar. Sehun menghela napas panjang lalu menyeret langkahnya untuk membuka pintu. Mungkin pelayan hotel.

Begitu pintu terbuka, mata Sehun sontak melebar karena ia mendapati Suho dan Kyungsoo adalah orang-orang yang berdiri dibaliknya. Suho menatapnya lurus sedangkan Kyungsoo menunduk dalam, menyembunyikan wajahnya.

Sehun terenyak. Hatinya tergerak detik itu juga. Ia menelan ludah susah payah bersamaan dengan tubuhnya yang menjadi menegang. Ada gejolak yang terjadi dihatinya saat melihat orang itu. Tidak seperti dulu yang selalu melindunginya dalam diam, sekarang orang itu telah mengetahui semuanya. Tentang dirinya dan para pelindungnya.

“Kyungsoo!”

Suara Kai terdengar dibelakang Sehun. Pria itu keluar dari ruang kamar Sehun dan menyusulnya untuk memastikan keadaan dan dia menemukan Kyungsoo. Langkah-langkah panjangnya bergerak saat itu juga, menghampiri Kyungsoo dan menarik tubuhnya ke dalam ruangan bersambut bantingan pintu keras yang tanpa sengaja ia lakukan.

Ia begitu khawatir hingga mencekal kedua lengan Kyungsoo kuat-kuat. Enggan membiarkan pria itu oergi lagi. Rasa bersalah bertumpuk-tumpuk menimbun di hatinya dan dia tau dia telah melakukan kesalahan yang berujung pada menyakiti hati Kyungsoo.

Tapi, walaupun selama ini caranya melihat Kyungsoo sama persis dengan caranya saat dia melihat D.O, dia sangat tulus. Bahkan tidak ada niat jahat sedikitpun apalagi untuk menyakitinya. Dia tulus. Dan dia ingin melindungi Kyungsoo.

“Kau tidak apa-apa?! Tidak terluka?!” ia mengguncang tubuh Kyungsoo sambil membungkukkan tubuh menatapnya. “Kyungsoo!”serunya lagi.

Ditempatnya, Kyungsoo hanya diam. Tidak bicara sama sekali dan terus menunduk dalam. Ucapan Suho benar, mengelak juga percuma, hanya akan membahayakan dirinya sendiri. Dia adalah manusia dan lawannya adalah makhluk yang berbahaya.

Ini memang menyakitkan tapi tidak ada jalan lain selain mempercayakan semuanya pada mereka. Bukankah… takdir sudah menuliskan nasibnya? Dia akan menjadi tuan yang akan selalu dilindungi.

Perlahan, Kyungsoo mengangkat wajahnya. Membalas tatapan Kai dengan mata yang sudah tergenang air. Ia menatap Kai lurus-lurus, tidak banyak berharap, hanya ingin dia bisa menyelamatkan ibunya. Hanya itu.

“Kau…” suaranya bergetar hebat. “…sudah berjanji padaku…”serunya bersamaan dengan air mata yang terjatuh saat dia mengerjap. “Bisakah… kau menepatinya? Aku mohon…”

Tidak memerlukan waktu lama untuk Kai menyetujui ucapannya. Ia mengangguk lantas memeluk tubuh mungil itu erat-erat. Perasaan lega terselip di dalam dekapan itu, perasaan lega karena rasa rindunya yang setelah sekian lama dia tahan akhirnya terlepaskan.

Tidak perduli dia adalah D.O atau Kyungsoo. Tidak perduli dia adalah tuan atau kakak kandungnya. Yang jelas dia tidak ingin menyesal lagi. Dia harus melindungi Kyungsoo apapun resikonya.

Harus membuatnya bahagia.

***___***

Kyungsoo merubah semuanya. Semua emosi dan amarah yang tercipta semalam. Pria itu kini tertidur pulas diatas ranjang bersama dengan Tao dan Baekhyun. Chanyeol dan Suho tidur diatas sofa setelah tidak tidur semalaman.

Kai, Kris dan Sehun terjaga, bahkan hingga matahari hampir terbit seperti ini. Dalam diam, tidak ada yang mengeluarkan suara sejak semalam. Mereka berbicara menggunakan hati.

Kris menoleh, menatap Sehun yang terus menatap lurus ke depan. Kearah pemandangan pagi kota Seoul yang terlihat dari jendela kaca ruangannya. Matahari belum terbit. Embun menempel dikaca mengaburkan pandangan.

Mengenal Sehun sejak lama, dia sangat tau bagaimana sifat pria tinggi itu. Rasanya sudah sangat lama saat dia menjadi dirinya sendiri. Periang, manja dan bertingkah seperti adik kecil yang manis. Semenjak kejadian itu, juga semenjak putusan yang menjadikannya sebagai keturunan terakhir, peribadinya berubah 180º. Tidak ada lagi adik kecil yang manis, tidak ada lagi anak kecil yang ingin dilindungi.

Dia berubah menjadi dirinya yang sekarang ini. Tegas, dingin, temperamental dan emosional. Latihan keras yang selalu ia jalani dulu, menjadikannya werewolf yang sangat tangguh. Terlebih lagi, setelah ia menggigit leher Leo dan menelan darahnya.

“Lalu… apa yang akan kau lakukan?” suara Kris membuyarkan keheningan mereka. Dia masih menatap Sehun lekat-lekat sedangkan Sehun sama sekali tidak menoleh kearahnya. Sehun masih diam. Dia sendiri tidak tau apa yang harus dilakukannya sekarang.

Biar bagaimanapun, dia juga memiliki ikatan yang berbeda dengan Kyungsoo. Bukan hanya sekedar tuan yang harus dijaganya, tapi sebagai seorang kakak yang terkadang ia anggap sebagai bayangan D.O.

Memang benar jika saat ini mereka kalah jumlah dengan pasukan Leo. Dan bisa dipastikan, jika pertarungan itu dimulai, Sehun tidak menjamin dia bisa melindungi Kyungsoo dengan baik. Jalan satu-satunya adalah memanggil klan Rouler untuk membantu mereka. Tapi, hal itu juga tidak mungkin untuk dilakukan.

Identitas, juga hal yang sedang ia lakukan sekarang ini adalah sebuah rahasia yang harus mereka jaga dengan baik. Jika mereka mengetahui ada orang lain yang mengetahui tentang ini, Sehun akan mendapat hukuman berat. Walaupun dia adalah seorang keturunan terakhir. Itu sudah menjadi hukum bagi mereka.

Tiba-tiba Sehun berdiri dari duduknya membuat Kris dan Kai langsung mendongak dan memperhatikannya.

“Aku ingin ke sekolah.”

Kai ikut berdiri, “Sehun, ini bukan waktu yang tepat untuk pergi ke sekolah. Mereka dalam bahaya!”serunya menekankan.

Sehun menghela napas panjang lalu berbalik dan membalas tatapan Kai, “Lalu bagaimana dengan Luhan?”balasnya. “Dia juga berada dalam bahaya sekarang!”tegasnya. “Kau lupa? Jika Leo mendapatkannya dan merubahnya menjadi werewolf baru, dia akan menghancurkan kita semua!”

“Leo sedang terluka setelah pertarungan kemarin. Dia tidak akan kembali ke Seoul.”

“Lalu bagaimana dengan pasukannya?” Sehun mendesis. “Aku bertemu dengan Yixing yang akan menyerang Luhan kemarin. Leo sudah merubahnya menjadi werewolf.”

Kai dan Kris sontak terkejut bersamaan, “Apa?!”

“Yeaah, mereka telah mengetahui jika Luhan adalah keturunan terakhir klan Theiss. Mereka sudah mengetahui jika dia bisa menjadi senjata untuk menghancurkan kita.”

“Sehun! Kau… tidak… bercanda, kan?” seru Kris tertahan.

“Apa kau pikir ini adalah saat yang tepat untuk bercanda?” Sehun mengarahkan matanya pada Kai lalu Kris. Setelah itu, dia menghela napas panjang lagi. “Lindungi mereka. Aku akan menjaga Luhan.”

***___***

“Kau pikir… apa dia benar-benar tidak mengingat Luhan?”tanya Kai menyelidik setelah Sehun benar-benar pergi.

Kris tidak langsung menjawab. Ia menghela napas panjang dan berat lalu mengangkat wajahnya dan menatap Kai. Mereka masih berada di tempat mereka sebelumnya.

“Aku rasa… yeaah.” Dia mengnedikkan kedua bahu.

“Aku merasakan arti dibalik kata-katanya.”kata Kai pelan. “’Aku akan menjaga Luhan’… apa kau benar-benar berpikir dia mengatakan itu sebagai musuh dari klan Theiss?” Kai menelan ludahnya susah payah. “Aku merasakan ikatan persahabatan di baliknya.”

Kesepuluh jari Kris saling bertaut satu sama lain. Dia juga merasakan kebenaran pada kata-kata Kai. Ucapannya… terdengar seperti saat peperangan itu terjadi dan Sehun bersusah payah untuk melindungi Luhan.

“Paman Arthur sudah meminumkan ramuan penghilang ingatan padanya. Dia tidak mungkin mengingat Luhan lagi.” Kris mencoba menenangkan dirinya sendiri.

“Tapi, bagaimana jika ikatan persahabatan mereka jauh lebih kuat?”balas Kai cepat. “Seperti aku yang tanpa sadar diikuti kenangan itu…” Dia menunduk pasrah. “Dibawah alam sadarnya… sebenarnya dia masih mengingat Luhan.”

“Kai…” Kris berkata bersamaan dengan hembusan napasnya yang terdengar sangat berat. “Kau tau kan apa yang akan terjadi jika klan Rouler mengetahui Sehun kembali mengingat Luhan? Bahkan paman Arthur, atau kau, tidak akan bisa menyelamatkannya dari hukuman. Hal ini sudah tercatat pada hukum turun-temurun klan kita. Tidak ada klan Rouler yang boleh menjalin ikatan apapun dengan klan Theiss.”

“Lalu bagaimana dengan Luhan?” Kai masih tidak menyerah. “Kris… biar bagaimanapun Luhan adalah sahabat kita. Kita tidak bisa membencinya karena dia tidak melakukan kesalahan apapun. Kau lupa? Dia bersikeras untuk merubah dirinya menjadi jarski!.”

“Aku tau…” Kris tenggelam dalam rasa bersalahnya. “Zmiana terakhir yang dibuat oleh pastor Solomon diminum oleh Luhan dan dia adalah seorang jarski sekarang. Ada tiga hal yang akan terjadi, Kai…” Kris menghentikan ucapannya sejenak. “Pertama, membiarkannya seperti sekarang ini. Kedua, jika Leo berhasil menangkapnya dan menggigit lehernya, dia akan menjadi werewolf baru dan kembali menjadi pemburu. Dan yang ketiga, meminumkan darah pastor Solomon sehingga ia akan menjadi Luhan yang dulu. Dia adalah seorang jarski dan sahabat kita.”

Jika saja bisa memilih, Kai sebenarnya sangat ingin merubah Luhan menjadi seperti dulu. Berada dalam perkelahian yang tiada henti sejak pertama kali mengenalnya, kini dia merindukan sahabatnya itu. Diingatannya sekarang, Luhan adalah seorang sahabat yang lucu dan terkadang bersikap seperti seorang adik daripada seorang kakak.

Dia merindukan Luhan…

“Terkadang… ada saat dimana aku sangat membencinya dan menyesal kenapa aku tidak membunuhnya dulu.” Kris menerawang ke langit-langit ruangan. Matanya terlihat memerah. “Dia membuat hidup Sehun menjadi begini rumitnya. Dia membuat Sehun berubah menjadi pemburu dan dia meminum zmiana terakhir yang seharusnya menjadi milik Sehun. Selama ini, aku menganggap Sehun sebagai adikku dan aku merasa sangat menyesal kenapa aku tidak bisa menjaganya dengan baik.”

Pria tinggi itu kini membungkukkan tubuhnya, “Aku membencinya. Sangat membencinya. Sejak dulu, aku selalu memperhatikannya dan Kyungsoo. Ada saat dimana aku menyesal karena tidak menggunakan kesempatan itu untuk membunuhnya.”

“Kris,” Kai menyentak pundak Kris pelan. “Itu bukan kesalahannya. Semua ini adalah kemauan Sehun dan takdir hidupnya. Kita tidak boleh membenci Luhan karena dia adalah sahabat kita.”

“Aku tau.” Kris mengangguk pelan. Masih menyembunyikan wajahnya dalam tunduknya. “Ini semua kehendak Sehun dan kemauannya. Karena itu, aku tidak pernah bisa membunuhnya walaupun aku sangat menginginkannya.”

***___***

Pagi ini, langit terlihat mendung. Suara-suara gemuruh mulai terdengar bersahut-sahutan bersamaan dengan angin yang berhembus mulai kencang. Sehun mendongak keatas dengan tangan mengadah, dia merasakan hembusan angin menerpa tubuhnya namun tidak bisa mengalahkan pertahannya. Dia adalah makhluk yang sudah terbiasa hidup di tempat yang dingin, bahkan sangat dingin. Wujud aslinya, dia memiliki bulu tebal yang mampu melindunginya dari terpaan angin.

Sepertinya sebentar lagi akan turun hujan. Masih terlalu pagi untuk mengisi kekosongan kelas. Dia juga tidak berada dalam kondisi terbaiknya. Seragam sekolahnya terlihat lusuh dan kusut. Namun, hal itu tidak membuat Sehun memutuskan untuk masuk ke dalam ruangan. Setidaknya untuk berteduh.

Ada sesuatu yang menahannya untuk terus berada disini, bahkan saat rintik-rintik air mulai turun. Dia mempertahankan posisinya ditengah hujan, ditempat yang seorangpun tidak bisa menemukannya. Dia ingin sendiri. Banyak hal yang harus dia pikirkan untuk menentukan jalan keluar.

Saat hujan sudah berhasil membasahi tubuhnya, dia masih duduk disana dengan kedua lengan yang menyanggah pada lutut. Kesepuluh jarinya saling bertaut dan punggungnya mulai membungkuk.

Hujan sepertinya mengerti tentang perasaan hati pria berkulit putih susu itu. Saat dia sangat ingin menumpahkan segala sesuatu yang memenuhi kepalanya. Suho, Tao, Baekhyun dan yang lain sudah mengetahui identitas mereka. Jelas itu sangat berbahaya mengingat mereka sama sekali tidak memiliki hubungan apapun dengan masalah ini, terlebih lagi mereka adalah manusia.

Dia tidak mau membahayakan hidup mereka walaupun atas nama persahabatan. Bagaimanapun, ini bukan lelucon yang bisa merubah hidup mereka dan mengembalikannya lagi seperti awal. Ini tentang keputusan yang saat kau sudah masuk ke dalamnya, kau tidak akan bisa keluar lagi. Ini tentang takdir.

“Apa kulitmu tidak peka terhadap reaksi air?” suara lain terdengar dari arah kiri. “Kau bahkan sudah basah kuyup tapi kau sama sekali tidak bergerak dari sana.”

Sehun menoleh dan mendapati seseorang yang sudah sangat familiar muncul dan berjalan kearahnya. Tidak ada yang menyuruhnya untuk duduk disampingnya dan bersikap seolah-olah Sehun merasa biasa saja atas kemunculannya. Dia sama sekali tidak membalas tatapan Sehun walaupun jelas-jelas pria bertubuh tinggi itu sedang menatapnya dingin.

“Terkadang, seorang pria terlalu angkuh untuk meminta seseorang menemaninya dalam masalahnya. Dia tidak mau seseorang melihat kerapuhannya dan kelemahannya. Tapi—“

“Kalau begitu pergi.”desis Sehun dingin, ia mengunci Luhan dalam fokusnya.

“Anggap saja aku tidak ada dan bersedihlah sesukamu.” Luhan masih menatap ke depan. “Aku sudah terlanjur basah jadi aku tidak akan kembali ke dalam. Aku bukan seseorang yang mengerjakan sesuatu secara setengah-setengah.”

Luhan duduk dengan posisi yang sama dengan Sehun. Kedua lengan tersanggah diatas lutut da menatap ke depan. Sama-sama tidak memakai blazer dan hanya memakai kemeja putih serta dasi.

Keduanya hening. Untuk beberapa alasan Sehun tidak mengerti dengan dirinya sendiri kenapa dia membiarkan Luhan duduk disampingnya.

Ada perasaan nyaman dan tenang setelah kedatangan pria itu. Dia merasa sangat kecil sekarang dan dia menemukan Luhan untuk menyembunyikannya. Dibalik tubuhnya yang jauh lebih kecil darinya, dia menemukan sosok kakak yang mampu melindunginya. Seperti D.O.

“Aku tidak tau apa alasanmu membenciku karena masalahku adalah dengan saudaramu.” Luhan berbicara di dalam hujan. “Aku juga tidak tau apa yang menyebabkanaku dan Kai menjadi begini membenci satu sama lain. Aku merasakan kebencian itu memudar setelah kau datang.”

Luhan menghentikan ucapannya sejenak. Berusaha melawan dingin yang mulai merasuki tubuhnya.

“Aku tidak bermaksud untuk mengatakan jika aku mengalah dan aku melupakan rasa benciku pada saudaramu. Aku tidak ingin terlihat seperti seorang pencundang. Tapi untuk kali ini, aku akan mengatakannya agar kita impas.”

Luhan menghusap wajahnya sampai ke kepala dengan telapak tangannya, “Dan mulai sekarang, aku tidak akan bertanya lagi tentang siapa dirimu atau apa yang sudah terjadi dengan Yixing. Karena aku akan menemukan jawabannya sendiri.”

Sehun kehilangan kesadarannya saat dia dengan gerakan cepat menahan lengan Luhan dan mengatakan “jangan.” Dengan suara pelan namun mampu didengar. Buru-buru dia menormalkan dirinya sendiri dan melepaskan cekalannya dan menatap kearah lain.

Luhan terlihat kaget namun menelan kembali ekspresi terkejutnya agar Sehun tidak mengetahuinya. Pria itu berseru, “Bahkan jika aku melihat sesuatu yang aneh. Aku tidak akan bertanya apapun lagi.”

Lalu, dia berdiri dan berjalan meninggalkan atap sekolah dan meninggalkan Sehun dalam keterpakuannya. Perasaan sekilas dan reflek yang dirasakannya tadi membuatnya terperangah hebat tentang hal yang sudah ia lakukan. Kenapa dia begitu takut? Jika dia khawatir Leo akan menemukan Luhan dan mengubahnya menjadi werewolf baru, hal ini sangat berlebihan.

Kekhawatiran ini sama dengan saat dia mengkhawatirkan Kai yang berada dalam bahaya. Tapi, kenapa kedudukannya sejajar dengan kedudukan Kai yang memang adalah saudaranya? Kenapa dia mengkhawatirkan Luhan?

***___***

Luhan tidak hadir selama jam pelajaran, membiarkan tubuhnya yang sudah basah tetap basah seperti itu dan duduk seorang diri di sebuah taman kota. Entah apa yang sedang dipikirkannya, nyatanya wajah Sehun adalah satu-satunya yang terngiang diingatannya.

Seingatnya, sejak dulu dia tidak memiliki adik. Orang tuanya meninggal sejak dia masih kecil dan dia hidup seorang diri dengan bantuan pembantu. Dia tidak memiliki saudara. Tapi, kenapa rasanya Sehun sangat tidak asing baginya? Seperti pernah bertemu dengannya di tempat lain dan dalam suasana yang berbeda.

Tapi, sekeras apapun ia berusaha untuk mengingatnya, ia tetap tidak mendapatkan hasil apapun. Ingatannya gelap pekat. Dia tidak bisa mengingat apapun. Sehingga pada akhirnya dia meyakinkan dirinya sendiri jika Sehun tetaplah Sehun. Saudara Kai. Saudara dari musuhnya.

Hari sudah berganti menjadi malam saat Luhan akhirnya memutuskan untuk beranjak dan kembali ke rumahnya. Tubuhnya menggigil. Seharian memakai kemeja yang basah dan membiarkannya kering di tubuhnya. Dia rasa… sekarang dia demam.

Luhan memaksa dirinya untuk tetap bertahan begitu dia masuk ke dalam mobil dan mengendarainya. Dia ingin tidur. Kepalanya terasa sangat sakit.

Dia tidak tau, jika di belakangnya seseorang sedang mengikutinya dalam diam. Sejak tadi memata-matainya dan memastikan keadaannya. Dia tidak tau seseorang itu berada sangat dekat dengannya sekarang.

***___***

“Kau masih tidak mengijinkan kami untuk membantu kalian?!”geram Chanyeol kesal.

“Tidak ada yang bisa membantah perintah Sehun. Itu adalah hukum kami.”balas Kris, tetap tenang menyantap potongan daging mentahnya.

Chanyeol mendesah frustasi, “Kyungsoo, lakukan sesuatu. Walaupun Sehun adalah keturunan terakhir tapi kau adalah tuannya. Dia tidak akan bisa membantah perintahmu!”

“Jangan membawa Kyungsoo dalam masalah ini!” Kris kini bereaksi, menatap tajam kearah Chanyeol. “Ini adalah masalah internal klan Rouler. Kyungsoo tidak bisa ikut campur.”

“Kenapa tidak bisa, hah?! Kau mengatakan jika dia adalah tuan kalian!” Chanyeol menggebrak meja makan, lantas berdiri membalas tatapan Kris.

“Apa kau pikir ini hanya sebuah lelucon, hah? Kalian bukan keturunan jarski. Jika aku merubah kalian, sudah jelas kalian akan berubah menjadi pemburu! Apa kalian pikir menjadi pemburu itu mudah?!”

“Aku bisa meminum morfin seperti Sehun! Aku bisa melakukannya.!”

“Chanyeol…” Baekhyun menarik lengan Chanyeol pelan, mencoba menahannya.

“Aku hidup bersamanya selama beratus-ratus tahun dan baru saat ini dia bisa menahan hasratnya sendiri! Kau mengerti?!” Kris membanting potongan daging yang ada ditangannya keatas meja makan. Nafsu makannya menghilang karena ini.

“Kris, tapi.. jika seseorang yang bisa membuat Zmiana dulu adalah pastor Solomon, tidakkah kau berpikir jika Kyungsoo bisa melakukannya juga?” Suho berseru pelan. “Jika didalam hukum klan kalian menuliskan jika seseorang yang lahir terakhir kali pada jaman kalian dulu akan menjadi keturunan terakhir, dan keturunan terakhir pastor Solomon adalah seseorang yang mempunyai darah yang akan membuat werewolf hidup abadi, itu artinya Kyungsoo adalah perwujudan yang sama dengan pastor Solomon.”jelas Suho lagi. “Itu artinya, Kyungsoo bisa membuat Zmiana seperti pastor Solomon. Aku yakin dia tidak dilahirkan dengan cuma-cuma.”

Detik itu juga, tidak hanya Kris, tapi Kyungsoo ikut terperangah hebat mendengat hipotesa Suho yang mereka rasa sangat menakjubkan. Kenapa tidak terpikitkan olehnya sejak dulu? Jika Kyungsoo memiliki darah yang sama dengan pastor Solomon, itu artinya dia juga memiliki keahlian yang sama juga.

“Suho…” seru Kris tertahan. “Kau…” Ia menelan ludah susah payah. “Kau benar,”

***___***

Luhan menghentikan mobilnya didepan pagar rumahnya. Sepertinya dia tidak bisa menahan dirinya lagi untuk bertahan lebih lama. Kepalanya benar-benar terasa sakit dan pandangannya menjadi berkunang-kunang.

Dia menutup pintu mobilnya pelan, lalu tergopoh-gopoh berjalan menuju pintu pagar rumahnya. Susah payah, jalannya seperti seseorang yang sedang mabuk.

Saat dirasanya dia sudah tidak bisa menahannya lagi, sebuah uluran tangan menyambut tubuhnya saat dia hampir ambruk. Luhan terkejut, lantas mendongakkan wajahnya dan semakin terkejut begitu melihat siapa yang sudah menolongnya.

Pria dengan rahang tegas dan wajahnya terhalang dengan sinar lampu yang menyinari punggungnya. Luhan tidak yakin jika dia melihatnya tersenyum tipis saat menatapnya, dia pikir itu hanya ilusi yang disebabkan oleh rasa sakit dikepalanya.

“Kau…” Luhan masih berada di dalam keterkejutannya saat dia mencoba berdiri tegak.

“Aku kebetulan lewat dan melihatmu seperti orang mabuk. Jika kau tidak bisa mibum, maka jangan minum seorang diri.”

Luhan mendorong tubuh seseorang yang ternyata Kai itu keras, “aku tidak mabuk dan jangan campuri urusanku!”desisnya lalu mendorong pintu pagar dan masuk ke dalam rumah.

Untuk beberapa saat, Kai terus berdiri bahkan setelah punggung Luhan menghilang. Dia tersenyum tipis, “Kau tetap sahabatku, Luhan…”

Setelahnya, ia melompat tinggi dan berpindah ke bangunan tinggi yang tak jauh dari rumah Luhan. Dia ingin melindungi sahabatnya itu sebentar, walaupun dalam diam. Dia tidak terlihat baik dan itu membuatnya khawatir.

Duduk bersila diatas atap, Kai terus menatap lurus kearah rumah beratap biru itu.

Namun, tiba-tiba matanya membulat lebar begitu ia melihat seseorang lain juga melompat tinggi dari satu atap rumah ke atap lainnya. Pada akhirnya, berhenti di sebuah atap rumah rendah yang mampu menjangkaunya langsung kedalam kamar Luhan.

Dia duduk disana dan Kai bisa melihat jika dia juga menatap kedalam kamar itu. Mata Kai sontak membulat lebar, mulutnya ternganga tak percaya,

“Dugaanku benar… dia…”

TBC

42 thoughts on “FF: The Wolf and not The Beauty (part 21)

  1. nina berkata:

    ikatan persahabatan sehun luhan pasti kuat banget
    gg mungkin lemah krn sampe segitunya sehun ke luhan
    aaa bener kata suho
    analisis suho bener2 deh. jjang!!!!😀
    eh kai iia. kukira malah sehun
    siapa? itu siapa? leo? andwae!!

  2. osehn berkata:

    yaaaaah kenapa tbc . penasaraaaan next thor. Persahabatan Sehun luhan pasti kembali.. Jangan2 lama postnya ya hihihi *berharap cepet post

  3. sharynyname berkata:

    Uwwwahhhhhhhh tingkat penasaranku makin tinggi,,, feel friendshipnya ketika baca ff ini dapat banget….. neomuneomu joha ^-^
    suka bangt sama ff ini
    Kaihunhan.. i luv you

  4. irnacho berkata:

    aaaah itu pasti sehun yg di liat kai. sebuah ikatan batin ga akan bisa hilang sekali pun ingatan mereka hilang. si suho jenius bgt. bahkan kris sama sehun yg hidup beratus-ratus tahun ga kepikir sampe ke situ. semoga mereka cpt dpt jalan keluarnya

  5. Cicil berkata:

    Oh oh oh aku gak tau itu yang duduk di atap natap kamar luhan selain jongin itu siapa. Kemungkinan terbesar aku yah itu si hunnie tapi bisa aja itu leo atau mingkin yizing?! Aaahhh aku bener bener overdose sama fiksi kakak yang satu iniiii kereennnn bangeettttttttttttt

    Harus dilanjut yaaaa, jangan lama lamaa, aku setia nungguin kok disini ;_;

  6. Puti Hilma berkata:

    Aaah suho kamu jenius sekali!! Persahabatan sehun sma luhan pasti kuat banget, tpi ‘dia’ yg diliat kai itu siapa sih??
    Eonni ff nya keren banget, rasanya TBC nya cepet bgt deh.. *ke asyikan baca😀

    Lanjut trus eonnm.. Keep Writing!

  7. Sung JaeSup berkata:

    wahh apaan itu? jangan blg pasukan leo!
    makin2 aja ya thor buat gereget
    knp mesti di cut dibagian itu
    oke deh thor, jalan ceritanya makin seru aja
    ditunggu chapter selanjutnya!
    keep writing author!

  8. jesikai berkata:

    aisshh,tbc nya kenapa tiba tiba bgt sih,antiklimaks bgt -.- lanjut cepag ya thor,semoga author cepat menemukan ide menulisnya hahaha

  9. xiubabyCHO berkata:

    ayayaya… selalu TBC disaat yang TEPAT… -_-.
    soalnya slalu bikin gua ngomong “aaarrrggggg..!!!”

    tapi thor itu kayanya salah chap deh bukannya seharusnya sekarang chap 21?.
    20 kan udh kmaren
    chap selanjutnya jangan lama” ya penasaran nihh😀

  10. Chanchan_Hwang berkata:

    dia? dia siapa?? leo???? astagaaaaa… andweee
    ayolahhh kapan mereka ingett huweeee
    suho pintar!! aku awalnya jg berpikir gitu tadi padi waktu baca bagian awal chap ini terus langsung sekolah. eh gak taunya bisa?
    semoga kyungsoo bisa, mungkin selama ini kyung sama ibunya sering buat ramuan itu?
    daebakkk thor!!!

  11. emaesa berkata:

    luhan sehun aku makin gregetan ,, lupa ingatan, hati masi mengingat persahabatan kalian :3
    yg nolongin luhan aku kira sehunnn ternyata jongin toh kkkkk
    o.o yg itu diatap siapa ? leo kah ? apa sehun ?😮
    ditunggu lanjutanny

  12. In Soo berkata:

    huuuuaaaaa,, knpa tbc pdhl udh lama bgt nunggu ni ff😦
    emang luhan knpa? apanya yg bnar? aku jd pnsarannnn
    d tunggu chap dpnnya🙂

  13. mongochi*hae berkata:

    siapa yg ngawasi luhan slain kai ?
    sehun kh….

    hduch mkin ksni ceritany mkin yehettt dh

    hhaaa suho gtu lo. bsa mmkirkn gk yg tak terpikirkn org lain

  14. ParkJudit berkata:

    Haaaaaaaa!!!! Suho pinter !!! Iyelah, ketos gituuuu :v
    Kasian ama kyungsoo😥 tp, aku yakin kyungsoo kamu bisa bkin zmania itu !!😉
    Chanyeol syang, sabar syang :v Kmpp pasti bisa bantu kai dkk😀
    Sehun dah inget luhan kah ?? Siapa yg natapin kamar luhan itu ?
    Sehun or Leo ? Next !!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!
    Jng lama2 yeth eon😉
    Hwaiting ^-^)9

  15. Dwi Novitasari berkata:

    Wah. . Ikatan batin mereka gak akan bisa hilang sekalipun ingatan mereka hilang.
    Suho jenius banget (y), oh ya chanyeol dkk bakal berubah gak ya,? :O
    trus yg dilihat kai siapa ya? Sehunkah?
    Lanjut ceritanya kak keep writing😀

  16. Rosepixylalala... berkata:

    akhirnyaaaaa…. dari kemaren berkutat dgn lepi yg bener2 pengen dibanting.. akhirnya bisa dibuka,
    pas buka eh udah lanjut ini, aku seneng bgt.. pas mau dibaca tiba2 jaringan error dan butuh perjuangan buat bisa dibuka,
    dan ini bener2 gk mengecewakan,, cara penulisan yg dipakai bener2 bisa buat hanyut dgn cerita..
    cerita yg kadang mengagetkan bisa bikin aku, ternganga, oh ini toh gitu.. pkoknya asik bgt,
    selalu tbc ditpt yg strategis buat bikin gigit kuku karena penasaran.. kerenn..
    ditunggu kelanjutannya, keep writing🙂

  17. littlecheonsasss berkata:

    Hahaha ternyata aku belum comment 😅. Perasaan udah..
    Ayo dong, ubah Tao, Chanyeol, sama Baekhyun. Kan Kyungsoo bisa buat zmiana dan ngubah mereka.

    Ternyata hubungan HunHan dulu dekat banget, ya. Sampai masih terselip di hati😀.

    Next

  18. Annisa Icha berkata:

    Suka banget sama FF ini.Suka banget sama kekuatan persahabatan Sehun Luhan.Ditunggu terus kelanjutannya…. pensaran sama yang merhatiin Luhan.Sehun,Kris,apa Leo?

  19. Dini Lu berkata:

    Greget sama Hunhan >< Sehun pasti sadar sendiri karena ikatan persahabatan mereka jauh lebih kuat dari pada obat pelupa ituuu….Hunhan JJANG!!<3 hehehe
    Kai udh mulai melunak sama Luhan😉 Yg diatap rumah luhan siapa ??? Sehunkah ? atau Leo ? :O
    unnie Mija next nya ya😉 semoga seblum unnie bener2 hiatus ff fantasy unnie dirampungin semua soalnya sayang kalo ngegantung gt aja.. hiks~😦 apalagi yg The Lord Of Legend :')
    HWAITING unnie❤ ^_^/

  20. sehunbee berkata:

    Ingatan dan perasaan itu sesuatu yang berbeda. Namun, keduanya saling berikatan. Mencoba menghilangkan perasaan tapi ingatan ada, maka perasaan itu akan tetap ada. Ingatan hilang tapi perasaan ada, maka ingatan itu lambat laun akan kembali… Sehun-Luhan

    regards,

    Sehun’Bee

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s