Crazy Without You Part 3

Crazy Without You

Tittle     : Crazy Without You

Author   : Ohmija

Cast  : Donghae SJ, Yoona SNSD, Sehun EXO

Support Cast    : The Rest members SUJU, SNSD, EXO

Genre : Romance, Family, Friendship, Comedy

Summary    : “Donghae-ssi, maukah kau makan siang bersamaku? Aku rasa hubungan kita akan menjadi baik jika kita mengenal satu sama lain.”

Yoona sama sekali tidak tenang setelah mendapati kenyataan jika pria yang di temuinya tadi adalah salah satu member dari grup band terkenal di perusahaannya. Dia bahkan menempati posisi visual dengan jumlah fans yang paling banyak di bandingkan yang lain. Bagaimana bisa dia tidak mengenalnya? Bahkan dia sama sekali tidak merasakan aura selebriti dalam diri pria itu? Bodoh. Bodoh.

“Eonnie…” Tiba-tiba Seohyun membuka pintu ruangan Yoona.

Yoona terkejut, segera mungkin merapikan pakaiannya dan mengubah ekspresinya. Ia menutup buku yang dibacanya tadi lalu berdiri menyambut Seohyun.

“Yaa?” Dia terlihat berpikir sejenak. “Joohyun?”

Seohyun tersenyum, “Syukurlah eonnie mengingat namaku.”

“Tentu saja aku mengingatnya.” Kilah Yoona. “Ada apa?”

“Sebenarnya aku ingin meminta bantuan eonnie untuk memilih baju.” Seohyun menjatuhkan diri di kursi yang ada di hadapan Yoona.

Alis Yoona terangkat satu, “baju? Kau akan pergi ke suatu tempat?”

“Karena dua hari lagi kita akan pergi ke Jepang untuk sebuah konser, aku ingin mencari baju untuk airport style-ku.”jelas Seohyun. “Bisakah? Jika eonnie tidak punya waktu—“

“Jadi dua hari lagi, jadwal kalian akan pergi ke Jepang?”potong Yoona

Seohyun mengangguk, “kami akan mengisi sebuah konser amal disana. Hanya satu hari, setelah konser, kita akan kembali ke Korea.”

“Ahh benarkah?” Yoona terlihat ragu.

“Ada apa eonnie?”

Yoona bergumam, “Tidak. Hanya saja dua hari lagi adalah hari rabu, Sehun masih mempunyai jadwal untuk sekolah.”

“Sehun? Siapa Sehun?”

Yoona mengerjap karena tersadar jika dia telah mengatakan sesuatu yang tidak terlalu penting, lalu tertawa kecil, “Dia adalah anakku. Hari ini adalah hari pertamanya bersekolah jadi aku sedikit khawatir jika meninggalnya sendirian.”

Detik itu juga mata Seohyun langsung melebar, “anak?! Eonnie sudah memiliki anak?!”tanyanya tak percaya.

“Kenapa? Apa aku tidak pantas memiliki anak?” Yoona tertawa. “Yah, dia sudah berumur 12 tahun sekarang.”

“Jika umur eonnie sekarang adalah 29 tahun, itu artinya eonnie menikah ketika umur 16 atau 17 tahun. Sungguh?!” Seohyun masih tidak mempercayainya. “Whooaa muda sekali. Eonnie benarkah?”

Yoona masih tertawa melihat ekspresi terkejut Seohyun, “Aku memang menikah muda. Aku benar-benar memiliki anak, Joohyun.” Wanita itu meraih ponselnya lantas menunjukkan wallpaper yang tertera di layarnya pada Joohyun. Fotonya sedang memeluk Sehun dari belakang. “Dia adalah anakku. Namanya Choi Sehun.”

Seohyun menatap layar ponsel Yoona lekat-lekat, masih dengan ekspresi tidak percayanya. Beberapa saat kemudian dia berseru senang.

“Kenapa dia lucu sekali? Dia tampan.”

“Tentu saja. Dia kan anakku.”balas Yoona bangga.

“Lalu dimana suami eonnie sekarang? Bekerja juga? Aaah.. Bagaimana jika eonnie ikut kami ke Jepang besok lusa? Apa tidak apa-apa meninggalkan Sehun dengan suami eonnie saja?” Seohyun mengembalikan ponsel Yoona lalu menatap wanita cantik itu.

Yoona hanya tersenyum, ia terdiam sejenak, memberikan jeda pada pertanyaan Seohyun barusan.

“Aku sudah bercerai dari mantan suamiku. Saat ini, aku hanya tinggal bersama Sehun.”

“Astaga! Benarkah?” Seohyun langsung menutup mulutnya dengan telapak tangan. “Eonnie, sebenarnya aku tidak bermaksud—“

“Tidak apa-apa.” Yoona menepuk pundak Seohyun. “Lagipula aku dan mantan suamiku itu masih berhubungan dengan baik. Jangan mengkhawatirkan Sehun, selama aku pergi, aku akan meminta mantan suamiku untuk menjaganya.”

***___***

“Bye ahjussi~!” Sehun melambai-lambaikan tangannya di depan rumah Sooyoung, memandangi mobil Siwon yang semakin lama semakin menjauh.

Dari belakang, Jongin menarik lengan Sehun dan membawanya ke dalam rumah kembali. “Sehun, kita bermain bola lagi nanti yaa. Aku suka bermain bola.”seru anak kecil berkulit gelap itu.

Sehun mengangguk mantap, “Sudah ku bilang, sepak bola adalah hal yang terbaik.”

“Sehunnie.. Jonginnie.. kalian sudah makan?”

“Sudah eoma. Siwon ahjussi mentraktir kami tadi.”teriak Jongin hingga suaranya mampu didengar oleh ibunya yang sedang berdiri di dapur. Kemudian, ia mengalihkan pandangan kearah Sehun lagi. “Lalu, apa bola itu benar-benar berasal dari Brazil?”

“Siwon ahjussi bertugas di Brazil beberapa hari jadi dia membelikan bola ini untukku. Ini benar-benar berasal dari Brazil.” Sehun memeluk bolanya sangat bangga.

“Hey.. hey.. kalian harus makan dulu.” Sooyoung muncul dari dapur dengan membawa sebuah nampan berisi makanan untuk Sehun dan Jongin.

“Oema, sudah ku bilang aku sudah makan. Tadi Siwon ahjussi mentraktir kami.”rutuk Jongin menggeleng, menolak makanan Sooyoung.

“Siwon ahjussi membelikan kalian makanan?”

“Yaah, dia mentraktir kami di restoran daging tadi. Kami boleh pesan apa saja dan makan sepuasnya sehingga aku sudah sangat kenyang.” Jongin menghusap-husap perutnya, memasang ekspresi aneh pada ibunya.

“Jadi ayah Sehun mentraktir kalian?” Sooyoung tersenyum menggoda. “Waah, dia sangat kaya yaa. Sehun pasti merasa sangat senang karena sebentar lagi dia akan menjadi ayahnya.”

Kening Sehun langsung berkerut, “Apa Siwon ahjussi benar-benar akan menikah dengan oema?”

“Tentu saja.” Sooyoung mengangguk-anggukan kepalanya tanpa ragu. “Bukankah Siwon ahjussi sering menginap di rumahmu? Pria dan wanita yang sering tinggal bersama, sudah pasti akan menikah.”

“Waaah, Sehunnie. Akhirnya Siwon ahjussi benar-benar menjadi ayahmu!” Jongin berseru senang sambil bertepuk tangan.

Sehun tersenyum lebar, “Aku memang anaknya. Sudah pasti dia akan menjadi ayahku.”

***___***

Pada akhirnya, Yoona menyetujui ajakan Seohyun yang memintanya untuk menemaninya mencari pakaian untuk airport style-nya nanti. Mereka akan memakai mobil Seohyun, jika memakai van, Seohyun bilang dia merasa tidak nyaman jika manager mengikutinya.

Keduanya berjalan di lorong ruangan menuju lift, saat melewati sebuah ruangan yang hanya berjarak dua pintu dari ruang latihan SNSD, tiba-tiba seseorang yang baru saja keluar dari ruangan itu menarik lengan Seohyun begitu melihat wanita cantik itu.

Seohyun terkejut, lantas menepis cekalannya kasar saat dia melihat Kyuhyun yang ternyata menahan lengannya.

“Seohyunnie…”desah Kyuhyun putus asa. “Sampai kapan kau akan mengabaikanku? Jangan seperti ini.”

“Bukankah sama saja? Oppa juga mengabaikanku dengan permainan star craft-mu itu. Kita imbang.”balas Seohyun kesal. Lalu menggandeng lengan Yoona, bergegas untuk membawanya pergi. Namun, Kyuhyun lagi-lagi menahan lengannya.

“Seohyunnie, apa yang harus aku lakukan agar kau memaafkanku?”

“Oppa tidak perlu melakukan apapun.” Seohyun melepaskan cekalan Kyuhyun lagi. “Apapun yang oppa lakukan akan membuatku kesal jadi jangan melakukan apapun.”tegasnya lalu berbalik dan menyambar lengan Yoona sambil menyeretnya pergi, bahkan tidak memberikan kesempatan pada Yoona untuk menyapa Kyuhyun.

Ditempatnya, Kyuhyun hanya bisa menghela napas panjang lalu menunduk dalam. Beberapa saat kemudian, pintu ruang latihan terbuka, Donghae terkejut mendapati Kyuhyun berdiri di luar dengan wajah memelas.

“Apa yang terjadi?”tanyanya, menatap Kyuhyun bingung. Kyuhyun hanya mengangkat wajahnya untuk menatap Donghae sesaat lalu membuang napas panjang. Donghae mengerutkan keningnya bingung lantas menoleh ke kiri dan melihat punggung Seohyun dan seorang wanita lain yang lalu menghilang di belokan.

Keningnya semakin berkerut, siapa wanita yang bersama Seohyun itu? Yuri? Tapi dia merasa asing dengan punggungnya.

“Hyung, bagaimana ini?”

Suara Kyuhyun membuat Donghae tersadar. Ia lupa jika dia bertanya apa yang terjadi dengan magnae itu.

“Apa masalah kalian belum selesai?”

Kyuhyun mengangguk lemas lalu mengerucutkan bibirnya.

Donghae hanya tersenyum kikuk, lantas menggaruk bagian belakang kepalanya, “Kyuhyun, kau tau kan jika aku…” ia memutar bola matanya. “…aku tidak pandai dalam urusan seperti ini. Aku tidak pernah jatuh cinta sejak 12 tahun lalu, jadi…”

“Cih,” Kyuhyun mencibir kesal. Ia lupa, harusnya dia tidak mengeluh pada Donghae tentang hal seperti ini. Dia adalah member yang paling bodoh dalam urusan cinta. “Aku lupa jika kau bodoh, hyung.”

Seketika mata Donghae membulat lebar, “Apa?!”

“Sudahlah. Aku akan bertanya pada Kibum atau Sungmin hyung saja.” Pria bertubuh tinggi itu pada akhirnya berbalik dan kembali masuk ke dalam ruang latihan, meninggalkan Donghae yang benar-benar kesal atas ucapan Kyuhyun tersebut.

“Ya! Cho Kyuhyun!”

***___***

“Jongin, aku rasa aku akan pulang sekarang.” Sehun meletakkan stick playstationnya dengan wajah bosan. “Aku bahkan belum mengganti bajuku. Oema bisa marah padaku saat dia pulang nanti.”

Jongin langsung menatap Sehun dengan wajah cemberut, “Tapi kita belum menyelesaikan permainannya.”

“Kita lanjutkan saja nanti. Aku benar-benar ingin pulang.”

Anak kecil berkulit gelap itu menghela napas panjang lalu mengangguk, namun setengah tidak rela jika Sehun pulang. “Baiklah…”serunya berat.

“Aku akan kemari lagi besok.” Sehun menepuk pundak Jongin lantas meringis lebar,

Setelahnya, ia berdiri sambil meraih tas ranselnya yang tergeletak di lantai dan berjalan menuju dapur. Dibelakangnya, Jongin mengikuti.

“Imo, aku pulang dulu.”katanya membuat Sooyoung berbalik dan menatapnya. Sehun membungkuk sopan.

“Kau ingin pulang? Tidak menunggu oema menjemputmu?”

“Tidak.” Anak kecil itu menggeleng. “Aku harus mengganti bajuku. Jika tidak, oema pasti akan marah besar.”jelasnya sambil menghembuskan napas panjang saat wajah marah Yoona terlintas di kepalanya. “Tapi… sepertinya aku akan kembali lagi besok hehehe..” ia meringis malu, memperlihatkan deretan gigi kelincinya.

Sooyoung tersenyum geli lalu mengacak rambut Sehun gemas. Terkadang, dia menyesal dengan warna kulitnya yang gelap sehingga menurun pada putranya, Jongin. Dia sangat menginginkan anak berkulit putih seperti Sehun.

“Kembalilah kapanpun, arrachi? Imo akan membuatkan makanan enak untukmu.”

Sehun tersenyum lebar sambil mengangguk, “Gomawo, Imo.”

“Kalau begitu, aku akan mengantarmu pulang. Ayo.”

Jongin menarik lengan Sehun namun Sehun langsung menahannya dan menggeleng cepat.

“Kau belum bisa mengedarai sepeda dengan baik. Aku tidak mau terjatuh lagi saat dibonceng olehmu.” Sehun mengenang kejadian beberapa minggu lalu dengan ekspresi ngeri. Saat dia dan Jongin harus tercebur di sebuah kolam ikan karena Jongin kehilangan keseimbangan karena seekor anak anjing yang berlari disekitar sepedanya.

“Aku sudah bisa mengendarai sepeda.” Ia menatap Sehun sungguh-sungguh. “Kita tidak akan jatuh lagi…”

“Tidak mau!” Sehun masih bersikeras menolaknya.

“Ayolaah, Sehuuun. Percaya padaku…”

“Ya Jung Jongin. Jangan jadikan mengantar Sehun menjadi alasan kau mau bermain lagi. Kau pasti akan tinggal disana dan pulang saat malam hari, kan? Apa kau belum puas setelah bermain seharian, huh?”

Sooyoung mampu menebak tepat pikiran anaknya. Yeah, Jongin yang sangat suka bermain itu suka menjadikan mengantar Sehun sebagai alasan untuk menetap di rumahnya sebentar. Sehun memiliki banyak permainan yang dibelikan oleh Siwon di rumahnya jadi dia sangat suka tinggal di rumah itu daripada di rumahnya sendiri.

Jongin langsung melipat kedua tangannya didepan dada sambil mengerucutkan bibirnya, “Itu salah oema yang tidak mau membelikanku mainan seperti milik Sehun.”

“Ya, semua mainan Sehun dibelikan oleh Siwon ahjussi di luar negeri. Apa kau pikir kita memiliki banyak uang?” Sooyoung mendelik pada anaknya itu.

“Tentu saja punya. Bukankah appa adalah seorang actor terkenal? Memangnya untuk apa appa bekerja jika tidak memiliki uang banyak?” cerocos Jongin dengan tampang polos, sama sekali tidak mengetahui jika ibunya sedang menahan-nahan kekesalannya.

“Aiiish, ya Jung Jongiiiiiiiin!”

“Astaga!”

Sehun langsung menarik lengan Jongin dan membawa anak itu pergi. Ia harus membawa pergi Jongin dengan cepat sebelum terkena serangan amukan dari Sooyoung. Ah, tapi dia selalu saja mencari masalah dengan ibunya itu.

“Imo, Jongin akan mengantarku. Annyeong~!”teriak Sehun sambil berlari keluar.

“Annyeong oema~!” Jongin ikut berteriak sambil tertawa-tawa geli.

“Jung Jongin, kau mau kemana, huh?! Ya, Jung Jongin!”

Sesampainya di luar, Sehun langsung memutar sepeda Jongin yang terparkir begitu saja di taman rumahnya. Ia melompat naik lalu mengsiyaratkan pada Jongin untuk berdiri di besi yang ada dibelakang. Dia pikir, lebih baik dia yang membonceng.

Jongin berdiri di besi sepeda sambil memegang pundak Sehun. Ia masih saja tertawa geli setelah melihat ekspresi marah ibunya yang ia anggap sangat lucu.

“Hahaha… annyeong oemaa~!”

Sementara itu, Sehun mendengus dalam hati. ‘Dia selalu merepotkanku.’

***___***

Yoona dan Seohyun kembali ke gedung SM dengan beberapa buah kantung belanjaan di tangan mereka. Ini pertama kalinya dan Yoona sangat lelah setelah menemani Seohyun belanja. Magnae SNSD itu selalu memikirkan hal-hal yang akan dibelinya hingga bagian yang paling detil. Ia harus menemukan baju yang menurutnya cocok dan berguna di masa depan. Tidak akan dipakai hanya sesekali saja. Karena itu, setidaknya mereka telah memutari sebanyak 10 toko baju tadi. Lelah.

“Eonnie, apa eonnie lapar? Mau makan sesuatu?”tawar Seohyun saat mereka berjalan menuju lift.

Yoona langsung menggeleng. Tidak. Dia sangat lelah. Dia tidak sanggup berjalan lagi.

“Terima kasih, Joohyun. Tapi aku rasa aku akan kembali ke ruangan. Chayeong eonnie pasti sudah kembali.”

“Ah begitu? Baiklah. Aku akan pergi ke ruanganku.”

Yoona mengangguk, kemudian bersama memasuki lift. Ruangannya dan ruang latihan Seohyun tidak berada di lantai yang sama sehingga Yoona akan sampai lebih dulu karena ruangannya terletak di atu lantai dibawah ruangan SNSD.

Pintu lift tak lama terbuka. Yoona sudah bergegas berjalan keluar namun ia menghentikan langkahnya dan berbalik menatap Seohyun.

Ia tersenyum membuat Seohyun mengerutkan keningnya bingung.

“Kau yakin tidak mau memaafkan pacarmu?”tanyanya.

Ekspresi Seohyun seketika berubah kesal. “Tidak!”tegasnya cemberut.

“Tapi sepertinya dia sangat sedih. Bukankah sejak tadi dia terus menelponmu?”serunya lagi. “Dia sudah berusaha untuk menebus kesalahannya padamu.”

Seohyun menghembuskan napas panjang, “eonnie… eonnie tidak tau jika dia sudah melakukannya berulang-ulang. Aku sangat kesal.”

“Dia memiliki hobby yang bisa membuatnya melupakanmu. Tapi, aku rasa kau pasti juga memiliki hobby yang terkadang membuatmu melupakannya sesaat.” Yoona tersenyum tipis. “Iya kan?”

“Eonnie…”

“Hahaha… aku juga yakin kau tidak akan setega itu. Kau pasti akan memaafkannya.”

“Bagaimana eonnie tau?”

“Jika dia telah melakukannya berkali-kali, itu artinya kau sudah memaafkannya juga berkali-kali. Dan…” Yoona menunjuk kearah ponsel yang sedang digenggam Seohyun. “…bukankah sejak tadi secara diam-diam kau terus menatap ke layar ponselmu? Itu adalah wajahnya, kan?” ia tersenyum menyelidik membuat wajah Seohyun seketika memerah.

“Eonnie, jangan menggodaku lagi.”

Yoona tertawa, “aku pergi dulu. Kau bisa mencariku jika membutuhkanku. Oke?”

Seohyun mengangguk sambil melambaikan tangannya pada Yoona, “Eonnie, terima kasih. Kau sudah mendengarkan ceritaku tadi.”

“Gwenchana.”

Pintu lift tertutup. Yoona berbalik, melanjutkan langkahnya menuju ruangan Chayeong. Dia benar-benar merasa lelah.

“Eonnie, aku sudah kem—“

Ia membuka pintu ruangan dan ucapannya seketika terhenti begitu ia melihat dua orang pria juga berada di ruangan itu bersama dengan Chayeong. Saat dua pria itu berbalik, detik itu juga Yoona terperangah hebat begitu melihat wajah salah satunya. Dia… seseorang yang menabraknya tadi!

“Kau?!”seru Donghae tak kalah terkejut saat ia melihat Yoona muncul.

“Kalian saling kenal?” tanya pria yang berdiri disamping Donghae, Leeteuk.

“Ah, dia adalah seseorang yang akan menggantikanku selama aku cuti.” Chayeong berjalan meninggalkan mejanya dan berdiri ditengah-tengah. “Namanya adalah Yoona.”

“Dia?! Pengganti noona?!”jerit Donghae tak percaya.

Chayeong mengangguk, “kenapa?”

Yoona menggigit bibir bawahnya. Jantungnya berdebar-debar tak karuan. Ia menunduk. Kesepuluh jarinya saling bertaut bercampur dengan keringat dingin yang mulai membasahi telapak tangannya. Dia tidak berpikir jika dia akan bertemu dengan pria itu secepat ini. Bagaimana ini? Sepertinya dia terlihat masih marah.

Rahang Donghae mengatup keras, “Aku tidak mau jika stylist-ku adalah dia!”

Chayeong terkejut, “Mwo?”

“Aku tidak mau!”tegas Donghae lagi.

“Ya, ada apa denganmu? Kenapa kau bicara dengan suara meninggi?” Leeteuk menarik lengan Donghae sambil berbisik padanya.

“Hyung, dia adalah wanita yang membuatku kesal tadi pagi. Dia–”

“Maafkan aku…”potong Yoona. Ia berjalan beberapa langkah ke depan. “Maafkan aku. Aku tidak tau jika kau adalah seorang selebriti. Aku mohon maafkan aku.” Ia membungkukkan tubuhnya sedikit, takut-takut jika Donghae akan semakin marah.

Donghae membuang napas keras, “walaupun aku bukan seorang selebriti, kau tidak seharusnya memperlakukanku seperti itu!”bentaknya. “Kau pikir kau siapa seenaknya memarahiku?! Kau bahkan tidak bertanya siapa aku! Kau juga tidak memberikan kesempatan padaku untuk berbicara! Apa kau pikir—“

“Ya!” Yoona memotong ucapan Donghae lagi. Ia mengangkat wajahnya, menatap Donghae sinis. “Aku sudah minta maaf, kenapa kau terus memarahiku?” wanita itu ikut kesal. “Apa kau pikir bicara seperti itu pada seorang wanita adalah perbuatan yang sopan?!”

“Lalu bagaimana denganmu?”sengit Donghae tidak mau kalah. “Aku sudah minta maaf tapi kau terus saja menuduhku macam-macam. Bukankah perbuatan itu bukan termasuk ke dalam sikap sopan santun juga?”

“Tapi aku adalah seorang wanita!” nada suara Yoona meninggi. Ia sudah tidak bisa menahan kesabarannya lagi.

“Aku tidak perduli jika kau adalah seorang wanita!”balas Donghae maju beberapa langkah, kini mereka berdiri berhadapan dan saling bertatapan sinis. “Kau menyebalkan!”desis pria berwajah tampan itu.

“Kau,!”

“YA!” Chayeong mendorong tubuh Donghae dan Yoona agar mereka berdua menjauh. Kemudian mendelik kearah keduanya bergantian. Ia menghela napas panjang. “Apa kalian tidak melihat jika aku sedang hamil, huh?! Kalian berbicara terlalu keras!” ia menunjuk-nunjuk perut besarnya.

“Eonnie, tapi dia—“

“Diam!”serunya membuat Yoona seketika mengatupkan mulutnya rapat-rapat. “Im Yoona, dia adalah selebriti yang akan kau tangani. Jadi, bersikaplah baik padanya.”

Donghae tersenyum menyeringai penuh kemenangan, menatap Yoona yang kini mengangguk patuh.

Kemudian Chayeong menoleh kearah Donghae, “Dan kau Lee Donghae!” Donghae mengerjap, terkejut saat mendengar Chayeong menyebut namanya. “Bersikaplah lebih sopan pada wanita, mengerti?!”

“Issh, aku tetap tidak mau jika dia yang menjadi stylist-ku!”

Pria itu merutuk kesal, lantas pergi meninggalkan ruangan Chayeong.

“Ya, Lee Donghae!” Terpaksa, Leeteuk mengejar langkah Donghae dan mencoba membujuknya diluar.

Sedangkah Chayeong, hanya bisa menghela napas panjang sambil geleng-geleng kepala melihat tingkah kekanak-kanakkan pria bertubuh kekar itu. Umurnya sudah mencapai 33 tahun tapi dia masih saja bertingkah seperti anak kecil umur 5 tahun. Terkadang, dia menyebalkan.

Yoona menoleh kebelakang, menatap Donghae yang sudah menghilang lalu berdecak, “Cih, pria seperti apa dia itu.”cibirnya. Ia mengalihkan pandangannya pada Chayeong sambil tersenyum semanis mungkin, “Dia tidak mau aku jadi stylist-nya, jadi berikan aku grup idol yang lain, eonnie.”

Chayeong sudah mengetahui akal bulus Yoona yang mencoba kabur dari pekerjaannya itu. Ia juga tersenyum namun beberapa saat kemudian merubah ekspresinya menjadi dingin, “kejar dia dan bujuk dia hingga dia memaafkanmu!”

Yoona melebarkan matanya bulat-bulat, “MWO?!”

“Kau tidak mendengarku?! Bagaimanapun caranya, kau harus minta maaf!”

Yoona seketika merengek pada Chayeong yang tidak juga merubah pikirannya itu, “Eonnie, tapi…”

“Aku tidak mau tau, Im Yoona. Mulai besok, kau hanya akan menangani SNSD dan Super Junior. Dengan cara apapun, kau harus membujuknya!” tegas Chayeong lantas mengambil tasnya yang tergeletak diatas meja lalu berjalan meninggalkan ruangan. “Kau boleh pulang sekarang.”

Yoona masih mematung di tempatnya, hanya memperhatikan Chayeong yang berjalan melewatinya. Tiba-tiba, wanita cantik itu berhenti didepan pintu dan menoleh kearahnya kembali.

“Jangan coba-coba lari dari tanggung jawabmu! Jika aku mendapatkan protesan dari tuan Lee Sooman atau Kim Youngmin, kau pasti mati!”ancamnya lalu melanjutkan langkahnya lagi.

Ditempatnya, Yoona hanya bisa menghela napas panjang. Pasrah. Tidak ada yang bisa dia lakukan lagi. Mulai sekarang, sepertinya hidupnya tidak akan berjalan dengan mulus.

Ia berjalan menuju mejanya dan menyambar tasnya kasar, bergegas meninggalkan ruangan sambil merutuk kesal, “Dasar, pria menyebalkan!”

***___***

“Whoa! Kau punya DVD Inuyasha episode terakhir? Sampai saat ini aku belum pernah menontonnya.”decak Jongin kagum saat melihat tumpukan kaset DVD yang tersusun di atas rak kecil.

Sehun mengangguk, tatapannya tidak lepas dari televisi karena dia sedang bermain Winning Eleven di playstationnya. “Siwon ahjussi membelinya saat dia tugas di Jepang.”jawabnya seadanya.

“Jinjjayo?! Jadi ini asli dari Jepang?! Whooa!” Anak kecil berkulit cokelat itu kembali berdecak. “Bagaimana akhirnya? Apa Naraku akhirnya mati?”

“Tentu saja. Bukankah pemeran utama selalu menjadi pemenang?”

“Bolehkan aku meminjamnya? Aku ingin menontonnya juga.”

Sehun langsung menekan pause di stick-nya lalu menyipitkan mata kearah Jongin, “Tidak. Kasetku pasti akan berakhir di bawah kolong tempat tidurmu seperti kaset Narutoku. Tidak mau!” ia menggeleng.

“Issh, tidaaak. Aku berjanji akan menjaganya dengan baik dan mengembalikannya padamu setelah aku selesai menonton.”rengek Jongin memasang tampang sedih.

“Tidak mau!” Geleng Sehun lagi.

“Sehuuun, ayolaaah.”

“Jangan bergelayutan padaku! Menjauh!” Sehun mendorong wajah Jongin dengan telapak tangannya karena anak itu mulai bergelayut di tubuhnya. Mencoba aegyo untuk membujuk Sehun. “Pergiiii!”

“Eoma pulaaaang!”

Sehun mendorong tubuh Jongin hingga anak itu terjerembap ke belakang begitu mendengar suara Yoona. Lalu berdiri dan berlari keluar untuk menyambut ibunya.

“Eoma!”serunya senang lantas memeluk pinggang Yoona.

Yoona menghusap-husap kepala Sehun sambil tersenyum, “bagaimana hari pertamamu?” lalu berjalan bersama ke dalam rumah.

“Tidak terlalu menyenangkan.” Ia menggeleng sambil cemberut. “Aku mendapatkan teman sebangku yang aneh.” Ia mengenang Baekhyun. “Bagaimana dengan eoma?”

“Tidak terlalu menyenangkan.” Yoona juga menggeleng. “Mereka juga aneh.”

“Annyeong haseo, Imo…” Jongin muncul dan membungkukkan tubuhnya menyapa Yoona.

Yoona terkejut, “oe? Jonginnie? Kau disini?”

“Yeaaah, aku mengantar Sehun pulang tadi.”

Sehun mendengus, “Bukankah aku yang mengendarai sepedanya?”cibirnya.

Yoona tersenyum geli menatap dua anak kecil itu, “Mau makan sesuatu?”

Jongin mengangguk lebih dulu sebelum Sehun melakukannya, “Boleh. Aku sangat lapar.”

Sehun semakin cemberut menatap Jongin. Namun sahabatnya itu bersikap datar dan kembali melihat-lihat kaset DVD milik Sehun.

Yoona meletakkan tasnya diatas meja makan lalu memakai apron untuk memasak sesuatu. Lelah memang, tapi anak jauh lebih penting, kan?. Sehun mengekori Yoona menuju dapur, melupakan Jongin dan membiarkan anak itu berbuat sesuka hatinya. Biasanya, dia memang akan menceritakan hal-hal yang terjadi di harinya pada Yoona.

“Eoma…” Anak kecil berkulit putih bersih itu melompat naik keatas kursi makan, memperhatikan Yoona yang mulai mondar-mandir mengambil bahan makanan.

“Wae?”tanya Yoona lembut.

“Bilang pada sonsengnim agar mengubah tempat dudukku. Aku tidak mau duduk bersama dengan Baekhyun.”

Yoona terkekeh, “wae?”tanyanya lagi.

“Dia menyebalkan. Dia tiba-tiba membocorkan rahasianya lalu memarahiku.”

“Rahasia?” Ia mengocok beberapa bahan makanan didalam sebuah wadah. “Rahasia apa?”

“eungg…” Sehun mengetuk-ngetukkan jarinya ke dagu sambil memutar bola matanya, “dia bilang… dia adalah adik kandung Kim…eungg… Kim…”

“Kim?” Yoona berbalik menghadap Sehun sambil membungkuk dan mengecup kening anaknya. Lalu berjalan menuju kulkas.

“Aku lupa…” Sehun mengendikkan kedua bahunya. “Dia adalah salah satu member dari grup idol negeri ini.”

“Grup idol?”

Sehun mengangguk walaupun Yoona memunggunginya, “Eoma, bukankah klub sepak bola lebih baik daripada Idol Grup? Iya kan?”

***___***

Yoona keluar dari kamar tidur Sehun sambil membawa sebuah gelas bekas susu yang tadi diminumnya. Dia tidak mau seperti kemarin, saat Sehun mendapatkan mimpi buruk karena dia lupa membuatkan susu. Kebiasaannya, dia akan mimpi buruk jika tidak minum susu sebelum tidur.

Sebenarnya, anaknya itu memiliki dua kepribadian berbeda. Dia akan menjadi anak kecil yang manja jika sedang berada bersamanya ataupun Siwon, tapi akan berubah menjadi dingin dan terlihat seakan-akan pemberani jika berada didepan orang lain atau teman-temannya.

Yoona tertawa sendiri mengingat-ingat tingkah Sehun sambil meletakkan gelas di wastafel. Dia sudah terlalu lelah, besok dia akan mencucinya.

Menuju ke kamarnya sendiri, sebelum tidur, Yoona mengecek ponselnya dan ternyata terdapat beberapa pesan masuk.

Pesan pertama dari Siwon.

Aku sudah melakukan tugasku dengan baik hari ini. Besok, sepertinya kau yang harus menemaninya makan siang. Bisakah? Aku akan mengunjungi kalian malam harinya. Dan… ayo menikah denganku…

Yoona tertawa kecil membaca pesan itu, lalu membalas dengan pesan yang amat singkat.

Terima kasih, oppa. Selamat tidur :p

Membaca pesan kedua, ternyata pesan itu berasal dari Seohyun.

Eonnie, aku sudah berbaikan dengan Kyuhyun oppa. Dia menghampiriku di ruanganku dan berlutut minta maaf. Dia sangat manis. Setelah itu, kami makan malam bersama. Terima kasih eonnie~ chu~

“Dasar dua orang itu, Bagaimana mereka bisa menyembunyikan hubungan mereka dari public selama ini?”

Wanita itu berdecak sambil geleng-geleng kepala. Tawanya menghilang setelah dia membaca pesan ketiga. Dari Chayeong.

Minta maaf besok. SM Town akan berlangsung sebentar lagi. Jangan mencari masalah denganku, Im Yoona!!!!!!!!!!!

Seketika Yoona membanting ponselnya keatas ranjang tidur lalu uring-uringan kesal. “Akkhh, aku membencinya!!”

***___***

Sehun berangkat kesekolahnya dengan mengendarai sepedanya. Dia dan Yoona berpisah dihalte karena Yoona harus naik bus menuju kantornya. Terus memperhatikan anaknya dari jendela bus, Yoona tidak bisa menyembunyikan kekhawatirannya saat Sehun menghilang di belokan yang berbeda arah.

Dia memang sudah berumur 12 tahun, tapi tetap saja dia masih kecil. Selain itu, dia berbeda sekolah dengan Jongin, sahabatnya sejak taman kanak-kanak. Biasanya, Sooyoung akan memperhatikan Sehun juga saat dia pergi ke sekolah Jongin. Sekarang, tidak ada yang melakukannya.

Sesampainya di gedung SM, tanpa sengaja Yoona berpapasan dengan Donghae yang baru saja keluar dari van. Mereka saling bertatapan untuk beberapa saat dan Yoona bia melihat ekspresi kekesalan yang masih ditunjukkan olehnya. Hanya beberapa saat, lalu pria itu melambaikan tangan kearah para penggemar yang berkerumun didepan gedung SM, tersenyum cerah berbeda saat dia melihatnya tadi.

Yoona mencibir, “Dasar bermuka dua!”

Ada beberapa rapat yang harus dihadiri oleh Yoona untuk membahas masalah kostun yang akan dipakai oleh SNSD dalam comeback mereka nanti. Masih beberapa bulan lagi tapi dia harus menyiapkannya dari sekarang. Seseorang mengatakan padanya jika SNSD adalah grup wanita nomor satu yang masih bertahan setelah bertahun-tahun. Pesona mereka belum terkalahkan walaupun dengan grup wanita baru.

Ini adalah tanggung jawab yang besar untuk Yoona karena dia harus mempersiapkan sesuatu yang sempurna.

Setelah rapat selesai, jam sudah menunjukkan waktu makan siang. Dan bertepatan dengan Sehun yang akan pulang sekolah sebentar lagi. Yoona sudah bergegas menuju lift namun langkahnya terhenti begitu dia mengingat pesan Chayeong.

Dia memutar tubuhnya dengan hembusan napas panjang. Rasa kesalnya kembali lagi.

Berjalan dengan langkah-langkah malas menuju ruangan Super Junior, Yoona mengetuk pintunya beberapa kali sebelum membukanya. Saat pintu terbuka, lantas semua pasang mata langsung menatap kearahnya.

Yoona batuk kecil beberapa kali, menenangkan degupan jantungnya yang berdebar-debar. Mereka terlihat seperti orang asing yang jahat.

Wanita cantik itu membungkuk walaupun ia melihat ekspresi kesal Donghae saat melihatnya.

“Whoooa, cantiknya…” Sungmin berseru kagum, disahut dengan anggukan dari Kyuhyun.

“Kau adalah stylis pengganti Chayeong noona, kan?”tanya Leeteuk.

Demi Tuhan, dia sangat tampan, gumam Yoona dalam hati.

Ia mengangguk, berusaha menahan senyumannya yang ingin keluar.

“Aku ingin minta maaf pada Donghae-ssi dan menebus semuanya.”

“Kau pikir aku mau memaafkanmu?!”sahut Donghae ketus.

Kening Eunhyuk berkerut bingung, “apa yang sudah terjadi di antara kalian?”

Yoona membalasnya dengan senyuman walaupun saat ini dia sangat ingin memukul wajah Donghae, “Donghae-ssi, maukah kau makan siang bersamaku? Aku rasa hubungan kita akan menjadi baik jika kita mengenal satu sama lain.”tawar Yoona dengan sikap sopan.

“Cih, aku tidak akan tertipu. Kau pasti mempunyai niat lain setelah mengetahui aku adalah seorang selebriti, kan?”tuduh Donghae. “Aku tidak berniat untuk berkencan sekarang.” Ia berbalik namun Leeteuk langsung menahan lengannya dan menarik tubuhnya ke belakang.

Donghae terkejut, hampir saja jatuh karena tarikan Leeteuk, “Hyung…” ia mengerjap bingung.

“Makan siang bersamanya. Dia sudah berniat baik padamu.”

“Aku tidak mauuu!”

“Donghae, kau mau aku menelpon oema dan memberitahu prilakumu?”ancam Leeteuk tenang.

“Hyung!”

Leeteuk mengabaikan rengekan Donghae lantas tersenyum menatap Yoona, “dia akan pergi bersamamu, Yoona-ssi.”

***___***

Sementara itu, ternyata urusan yang sedang dikerjakan oleh Siwon selesai lebih awal sehingga dia bisa pergi makan siang sekarang. Dai berniat untuk memberikan kejutan pada Yoona dengan datang ke gedung SM dan menjemputnya lalu makan siang bersama Sehun.

Jadi, dia mengurungkan niat awalnya yang ingin menghubungi Yoona dan memasukkan ponselnya ke dalam saku celana.

Siwon mengendarai mobilnya dengan senyuman cerah. Akhirnya, dia bisa bertemu dengan Sehun dan Yoona sekaligus. Sambil bersiul mendendangkan lagu yang didengarkannya, Siwon melonggarkan dasinya dengan sebelah tangan lalu membuka jasnya.

Tak lama setelah dia memarkirkan mobilnya di parkiran gedung SM, dia berjalan menuju pintu dan meminta ijin pada seorang petugas untuk masuk.

“Aku Choi Siwon, aku ingin bertemu dengan noona Im Yoona.”

“Bisakah kau memperlihatkan kartu identitasmu?”

Siwon mengangguk lalu memberikan kartu identitasnya pada seorang penjaga. Kemudian, dia diperbolehkan masuk kearea lobby dan menunggu Yoona sedangkan petugas itu akan memanggilnya melalui telepon.

“Oppa!”

Tiba-tiba sebuah suara terdengar membuat Siwon menoleh.

“Oppa, kau disini?!” Seorang wanita berlari menghampiri Siwon dan memeluknya erat-erat. Siwon terperangah hebat, tergugu dengan prilaku wanita itu. “Kapan kau kembali? Kenapa tidak memberitahuku?”

“Tiffany…” Siwon bisa merasakan jika lidahnya terasa sangat kaku untuk mengucapkan kata-kata.

“Kenapa kau kemari?” Ia menatap Siwon dengan mata menyipit, beberapa saat kemudian tersenyum hingga eyesmile-nya terlihat. “Oppa, memberikan kejutan untukku?”

“Tiffany, sebenarnya…”

“Oppa, terima kasih.” Tiffany melompat senang lalu memeluk Siwon lagi. Lalu, ia melingkarkan lengannya di lengan Siwon. “Sekarang, ayo makan siang bersama. Kau harus menebus kebohonganmu padaku! Ayo!”

Tiffany menarik lengan Siwon tanpa membiarkannya mengucapkan sepatah katapun, sedangkan Siwon masih tidak percaya jika dia akan bertemu dengan Tiffany disini.

TBC

46 thoughts on “Crazy Without You Part 3

  1. nina berkata:

    kenapa malah jongin yg kyk anak kecil disini hahaha
    yoona udah cerai? kukira dia sebenernya msh single eon
    tp benerkah sehunanaknya yoona? bukannya anak dongdae iia
    hmm msh banyak teka teki
    waahh malah siwon ketemu tiffany lagi. siapa tiffany?

  2. osehn berkata:

    huaaaa. Masih bingung sebenernya disini sehun itu anaknya siapa.. Donghae kah? Atao siwon?? Gatau kenapa masih bingung. Next chap semoga cepet post hihihi

  3. Hilma berkata:

    Aish penasaran, sebenarnya sehun anak siapa sih? Yoona apa donghae?
    Moga aja donghae cpet ketemu sehun..
    Ditunggu next chapternya..

  4. Tryarista wacchhyuniie wacchhyuniie berkata:

    sebelumnya ma’af lauw kta2 q nying2ung author.
    Dari awal bca part 1 q bingung bget ma jalan critanya g ngerti dech.
    Sebenernya sehun itu ank cpa !
    Bnerkah y0ona dah menikah, truz mantan suaminya ktnya siw0n , tmbh g ngerti dech ma nich cerita, truz tmbh lag1 hub.siwon ma tif apa jga ?
    Lau sehun pnya hub. Ma donghae kan seharuznya y0onhae sling knal jga …..agak kesel jg sich.
    Ma’af lauw terlalu bnyak omg pi memang membingungkan jalan critanya.

  5. emaesa berkata:

    kyaaaaa tbc tepat banget bikin org penasaran kkkkkk
    itu mantan suami yoona nugu ?😮
    lee donghae pasti hahaha
    kalok iya ko bisa saling ga kenal gtu😮

  6. Rahmania berkata:

    Bener nich yoonwon mantan pasngn suami istri yg sdh bercerai.ju2r msh bingung ama hub yoona sehun donghae.next part di tunggu thor.

  7. kyuRiani18 berkata:

    Wooaaahhhh cerita nya makin seru aja..aq jd penasaran apasih hubungan siwon dgn tiffany ? Trus apa yg terjadi dgn yoona dan donghae ?
    Jangan lama2 yaa next chapternya..keep writing.

  8. G Park berkata:

    Aigoo… ini crita bnr2 misteri… aq msh bingung sbnrnya sehun itu anak siapa? Hae atau yoona klw misalnya anak mreka berdua tpi knp mereka seolah gk slng mengenal?

  9. littlecheonsasss berkata:

    Bingung sebenarnya Sehun itu anaknya Donghae atau Siwon… Terus aku juga bingung, kok bisa Sehun 12 tahun tapi udah SMU sih?? Atau SMP ya? Ahh, terus Tiffany itu siapanya Siwon?

    Jadi anak Donghae yang hilang Sehun atau bukan sih?

    Next ditunggu😀

  10. lin berkata:

    penasaran dng masalalu yoona…
    sehun anak siapa?
    mantan suami yoona siapa?
    apa hub siwon dng fany? benar2 membuat penasaran…
    next jgn lama2

  11. Annisa Icha berkata:

    Kira-kira Sehun anaknya Yoona Donghae bukan?
    Kalau iya,apa Yoona udah lupa sama Donghae karena udah jadi artis jadi wajahnya agak berubah?

  12. Seellah berkata:

    Sehun anaknya Yoona apa Donghae sih??
    Kenapa Sehun sekarang diasuh Yoona sedangkan waktu kecil bareng Donghae,,,sedangkan Donghae sama Yoona tidak saling kenal.
    Ga bisa ditebak jalan ceritanya,,,bikin tambah greget nungguin part berikutnya.

  13. ina gomez berkata:

    yoona eonni dh cerai ?trs mntan suaminya sp?lox bkn siwon knpa marganya sehun choi…msh bnyk teka tekinya min…ditunggu nextnya

  14. eilistha berkata:

    sbenarnya sehun itu anak yoona sama siapa ya…
    trus siapa mantan suami yoona sih..
    siwon bneran suka ma yoona dan pgen nikah sama yoona..
    yoona ma donghae gak ada akurnya ya..
    d tnggu lnjutannya..

  15. ziieziie berkata:

    trnyata aku blm baca yg ini, pdhl udh dtgu”…

    sm kyk yg laen, msh bgng sehun anaknya siapa -,- …
    yoonhae persis tom and jerry hhi aku tgu chp 5-nya sm lanjutan sekuel gangster😀

  16. hyejin berkata:

    Tu dua orang emang nggak bisa akur ya
    Udah tua juga msih aja kekanak kanakan #plak hehe
    Tpi sbenernya sehun tu bak siapa sih donghae atau yoona ?
    Penasaran nih

  17. Shantynet_15 berkata:

    Huwaa? Sehun anak Siwon?😮
    Tapi kenapa dulu Sehun sempat bermain bersama Donghae? *jedotinkepaladikasur :p*
    Please jangan jadikan Siwon dan Tiffany sbg couple ya thor😦 *nangisdarah*
    Fighting! ^^

  18. wulandariiyang berkata:

    makin seru,cuman yah seperti yg lain aku penasaran deh tentang Sehun anak Yoona dngan siapa?bener nih Yoona cerai…terus Donghae dulu juga punya anak nama ny Sehun? yah lanjut baca aja deh..ehe

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s