We Are One! We Are EXO! [Chapt. 3]

Untitled-1

Tittle               : We Are One, We Are EXO!

Author             : Ohmija

Genre               : Brothership, Friendship, Family, Life

Cast                 : All member EXO

Summary          : Aku merindukan ibu dan nenekku. Aku merindukan rumah dan sekolah. Aku juga merindukan teman-temanku. Berlawanan dengan semua itu, aku juga memiliki mimpi yang harus aku raih.

Saat jam istirahat, Sehun meninggalkan ruang latihan seorang diri dan keluar mencari ruang kantin. Perutnya sudah sangat lapar dan dia lelah. Namun dia tidak tau dimana ruang kantin itu berada. Seseorang yang menyapanya tadi sepertinya sedang sibuk dengan teman-temannya. Lagipula, dia malu.

Sehun terus berjalan tak tentu arah, melewati lorong-lorong yang pintunya tertutup. Ia membaca beberapa nama grup seperti TVXQ, SNSD, dan Super junior. Mungkin itu adalah ruang latihan mereka.

Langkah Sehun berhenti tiba-tiba saat seseorang keluar dari ruangan yang bertuliskan ‘Super Junior’. Ia terdiam sejenak namun buru-buru membungkuk begitu disadarinya dia sedang bertemu dengan Lee Donghae. Donghae sendiri juga terkejut saat melihat Sehun.

“Kenapa kau kemari?”tanyanya tersenyum lembut. Ia berjongkok didepan Sehun.

“Aku…” Sehun menggaruk belakang kepalanya kikuk. “Maaf, tapi aku mencari ruang kantin. Aku lapar.”

“Ini adalah ruang latihan. Kantin ada di lantai dua.”jelas Donghae masih dengan nada lembut. “Apa kau lapar?”

Sehun mengangguk-anggukkan kepalanya.

“Mau makan bersamaku? Kebetulan, aku juga sedang lapar dan member lain sedang sibuk.”

“Tapi… aku tidak mengenalmu.” Sehun menolak dengan wajah polos. “Oema bilang, aku tidak boleh sembarangan pergi dengan orang asing.”

Seketika tawa Donghae meledak saat mendengar ucapan polos dari seorang anak kecil. Dia bahkan menolaknya saat ia mengajaknya makan bersama.

Donghae mengacak rambut Sehun masih dengan sisa-sisa tawanya, “Annyeong, aku adalah Lee Donghae. Siapa namamu?” Dia memperkenalkan diri.

“Aku Oh Sehun.”

“Ah, jadi namamu Oh Sehun?” Sehun mengangguk-angguk. “Kalau begitu kita sudah saling mengenal, kan?”

“Tapi… tetap saja…”

“Aku tidak akan melukaimu apalagi menculikmu. Sungguh.”potong Donghae meyakinkan Sehun. “Aku hanya ingin makan bersama dan aku menyukaimu.”

Sehun menunjuk dirinya sendiri bingung, “Menyukaiku?”

“Yah, karena kau sangat lucu. Ayo. Aku akan mentraktirmu. Makanan apa yang kau suka?”

Sehun memutar bola matanya, berpikir. “Ddokbukkie?”serunya ragu. “Sushi?”

“Jadi yang mana yang kau sukai sebenarnya?”

Sehun langsung meringis, “aku menyukai semuanya hehehe.”

“Baiklah.” Donghae berdiri sambil menggandeng salah satu lengan Sehun, “Kalau begitu, ayo kita pergi.”

***___***

Practice Room, 1.00 M KST

 

“Aku lapar, sebaiknya kita makan dulu.”ajak Moonkyu, dia sudah memegangi perutnya yang terus mengeluarkan bunyi.

“Aku… juga lapar.”seru Yixing terbata, beberapa bulan mempelajari Bahasa Korea, pada akhirnya dia sedikit menguasai bahasa itu.

“Kalau begitu, ayo.” Jongin mengangguk sambil berdiri dari duduknya.

“Tunggu.” Junmyeon menghentikan langkah mereka, matanya menatap ke segala arah. “Dimana anak itu?!” suaranya berubah panik.

“Siapa yang kau maksud hyung? Anak?”

“Anak itu… ahh aku melupakan namanya… trainee baru yang baru saja masuk tadi pagi.”jelas Junmyeon mengacak rambutnya frustasi. “Bagaimana ini? Pelatih menyuruhku untuk menjaganya. Astaga. Bodoh.”

“Mungkin dia sedang makan siang.”sahut Kyuwan santai. “Lagipula sejak tadi dia hanya diam dan tidak bicara. Dia pasti sudah pergi secara diam-diam.”

“Sudahlah hyung.” Jongin merangkul pundak Junmyeon. “Mungkin dia ke kantin. Kita akan bertemu dengannya disana. Ayo.”

Mereka berlima akhirnya berjalan meninggalkan ruang latihan dan menuju kantin. Saat baru saja menutup pintu ruang latihan, tiba-tiba seorang staff perempuan SM Entertaiment menghampiri mereka.

“Zhang Yixing, setelah makan siang, kau pergi ke ruanganku.”serunya.

Kening Yixing berkerut, dia sedikit tidak mengerti dengan apa yang dikatakan oleh staff itu. Bahasa Koreanya masih buruk. Mengetahui Yixing yang terlihat tidak mengerti, akhirnya staff itu mengatakan dalam Bahasa China.

“Oh, baik” Yixing membungkuk sopan saat staff itu pergi.

“Kenapa kau dipanggil?”tanya Junmyeon menatap Yixing bingung. Yixing hanya mengendikkan kedua bahunya lalu melanjutkan langkah.

***___***

Korean Food Restaurant, near SM Building.

 

“Jadi ini hari pertamamu menjadi trainee?”tanya Donghae sambil menyantap bulgoginya.

Sehun mengangguk, ia menghusap noda-noda makanan di mulutnya dengan lengan baju lalu menjawab pertanyaan Donghae, “Aku belum mengenal siapapun.”

Donghae tersenyum geli melihat tingkah lucu Sehun kemudian membantu anak kecil itu membersihkan mulutnya dengan tisu.

“Hyung, maafkan aku. Aku tersesat sehingga aku justru pergi ke ruangan hyung. Aku sangat lapar dan aku mencari ruang kantin.”

“Tidak apa-apa.” Donghae menggeleng. “Jika tidak ada kau, mungkin aku akan makan seorang diri.”jelasnya tersenyum lebar, “Tapi, apakah kau tidak mengenalku?”

Sehun menggeleng dengan wajah polos. Mulutnya sibuk mengunyah ddokbukkienya.

“Super Junior. Kau tidak mengetahuinya?”

“Super Junior?”serunya ragu. Donghae mengangguk. “Ah, aku mengetahuinya. Hyungku menyukai grupband itu.” Sehun mengangguk-angguk mengingatnya. “Jadi? Hyung adalah member Super Junior?”

“Benarkah? Kau mengetahuinya? Yah, aku adalah Lee Donghae dari Super Junior.”kata Donghae. Dia senang karena setidaknya Sehun mengetahui nama grupnya. “Lalu, siapa yang disukai hyungmu?”

Sehun berpikir sejenak, jari telunjuknya mengetuk-ngetuk dagunya, “Leeteuk hyung?”

“Leeteuk hyung?” Donghae ikut bertanya.

Sehun mengangguk, “Aku rasa dia menyukai Leeteuk hyung.”

“Aaaaah,” Donghae menghela napas panjang, kecewa.

“Hyung, apa menjadi artis sangat menyenangkan?”tanya Sehun. Anak kecil itu sama sekali tidak mengetahui jika orang yang sedang duduk didepannya sedang kecewa.

Donghae menatapnya sesaat lalu tersenyum lebar dan mengangguk, “Sangat menyenangkan. Sebenarnya aku ingin menjadi pemain sepak bola. Ayahku lah yang memintaku untuk menjadi penyanyi. Aku sangat menyayangi ayahku jadi aku mengikuti kemauannya dan mengikuti audisi.”jelas Donghae mengenang masa lalu. “Lama-lama, aku mulai menyukai musik dan mengubah impianku. Aku ingin menjadi penyanyi dan pada akhirnya aku debut bersama dengan member yang lain. Menjalani hari-hari yang berat bersama, tidak ada yang lebih menyenangkan dari debut bersama. Nanti, kau juga pasti akan merasa bahagia saat debut bersama teman-temanmu.”

“Tapi, aku tidak memiliki teman disana. Teman-temanku hanya di sekolah.”Sehun megerucutkan bibirnya kesal.

Donghae tersenyum geli, tangannya terulur lalu mengacak rambut Sehun, “Bukankah sekarang hyung adalah temanmu?”hiburnya. “Seiring berjalannya waktu, kau akan memiliki teman. Jangan khawatir, oke?”

“Ayah hyung pasti sangat senang sekarang. Iya kan?”

Seketika ekspresi Donghae berubah kelam. Ia terdiam sesaat. Lagi-lagi kesedihan itu melanda hatinya.

“Dia selalu bahagia karena dia bersama Tuhan sekarang.” Donghae buru-buru mengubah eskpresinya dan tersenyum. “Aku yakin dia bahagia.”

Mendengar itu,Sehun langsung menyadari sesuatu. Matanya melebar, sontak kedua telapak tangannya menutup mulutnya. “Ups!”serunya. “Hyung, maafkan aku. Aku tidak tau jika—“

“Tidak apa-apa.” Donghae tersenyum lebar. “Jangan khawatir.”

“Hyung, aku yakin Super Junior akan menjadi grupband besar nantinya. Kau akan terkenal. Percaya padaku!”

Donghae tertawa. “bagaimana kau bisa mengetahuinya?”

“Entahlah.” Anak kecil berkulit putih itu mengendikkan kedua bahunya. “Nanti, saat aku sudah debut, aku ingin menari dengan hyung.”

“Menari?”

Sehun mengangguk, “Aku suka menari… sejak hari ini.”serunya tersenyum lebar menatap Donghae. “Aku ingin menjadi penyanyi seperti hyung.”

“Berusahalah dengan giat dan terus latihan. Saat kau debut nanti, aku pasti akan menjadi fansmu.”

“Aku sudah menjadi fansmu sejak hari ini.”balas Sehun membuat Donghae kembali tertawa. “Aku adalah seorang fans dari Donghae Super Junior.”

***___***

Practice Room, 2.00 pm KST

 

“Astaga, bagaimana ini? Dia belum juga kembali.” Junmyeon semakin panik karena tidak menemukan Sehun dimanapun, kantin ataupun ruang latihan.

“Apa dia kabur?” Moonkyu berseru asal.

Jongin menoleh kearahnya dengan mata melebar lalu mendorong pundaknya, “Jangan asal bicara. Kenapa dia harus kabur?”

“Mungkin dia lelah karena mengikuti latihan.”

“Tidak mungkin. Aku lihat dia sangat senang melakukannya tadi.”

“Lalu kemana dia?” Kini Moonkyu juga bertanya seperti Junmyeon.

Jongin mengendikkan bahu, “tidak tau.”

Tak lama, para trainee mulai memenuhi ruang latihan. Dan sosok anak kecil berkulit putih juga muncul diambang pintu. Melihatnya, Junmyeon langsung berdiri dan menghampirinya.

“Ya! Kau kemana saja?”serunya masih panik.

Sehun mengerjap bingung, “aku? Aku pergi makan siang.”

“Harusnya kau mengatakannya padaku.”

“Kenapa?”tanyanya bingung.

“Karena pelatih menyuruhku untuk menjagamu. Lain kali, jangan pergi kemanapun tanpa aku, oke?” Junmyeong menghembuskan napas lega. Lalu menggandeng lengan Sehun dan mengajaknya bergabung bersama yang lain.

“Kau pergi kemana tadi, anak kecil?”tanya Kyuwan begitu Sehun duduk disamping Junmyeon.

“Namaku Oh Sehun.” Ia cemberut. “Aku pergi tanpa memberitahu kalian karena aku lihat kalian sangat sibuk. Jadi aku pergi karena aku sangat lapar. Tadi, Donghae hyung mengajakku makan bersama.”

Seketika semuanya langsung tersentak. “DONGHAE?!”

Sehun mengangguk bingung, “Lee Donghae.”

“Maksudmu… Lee Donghae Super Junior?” seru Jongin tidak percaya.

Sehun mengerjap, “kenapa?”

“Bagaimana bisa kau makan bersama dengan Lee Donghae di hari pertamamu masuk ke tempat ini? Kau punya hubungan dengannya?” Moonkyu menyerang Sehun dengan berbagai pertanyaan seperti seorang polisi.

“Tidak. Aku baru mengenalnya hari ini.”

“Lalu bagaimana bisa?!”

“Dia hanya bilang jika dia menyukaiku.”

***___***

JUNMYEON POV

 

Sangat lucu melihat ekspresi Kyuwan hyung, Jongin dan Moonkyu yang terlihat sangat terkejut begitu mendengar jika Sehun baru mengenal Donghae sunbaenim hari ini. Mereka sama sekali tidak menyangka jika anak kecil berkulit putih itu akan dengan mudah diajak makan bersama oleh salah satu senior di perusahaan.

Tidak dipungkiri, jika banyak dari trainee seperti kami ingin menjadi lebih dekat dengan para senior. Karena, selain kami bisa mendapat ilmu dari mereka, kami juga bisa menjadi terkenal sebelum debut atas nama mereka.

Terdengar licik memang. Tapi itulah yang pernah dikatakan oleh pelatih vokal kami. Aku sangat dekat dengan Kyuhyun sunbaenim karena kami sama-sama suka membaca buku. Aku tidak mengingat dengan jelas bagaimana pastinya kami berkenalan pertama kali, tapi yang jelas, Kyuhyun sunbaenim sangat sering memberikanku nasihat yang baik.

Sama halnya dengan Sehun. Namun, aku sendiri tidak heran jika Donghae hyung langsung menyukainya sejak pertama kali melihatnya. Akupun begitu. Dia adalah tipe anak pemalu namun gampang disukai. Wajahnya sangat imut dan pipinya seperti mandoo yang putih bersih. Dia terlihat sangat polos dengan mengatakan apapun yang ada dipikirannya.

Di hari pertamanya, dia sudah berhasil membuat Donghae sunbaenim menyukainya dan Moonkyu yang terlihat sangat ingin memakannya. Dia benar-benar bisa membuat Moonjyu kesal dengan ucapan polos dan ekspresi datarnya. Lucu.

“Hey… hey… sudahlah.” Aku mencoba melerai Moonkyu dan Sehun yang tidak juga berhenti. “Ayo kita latihan.”

“Tidak ada pelatih?”tanya Sehun bingung.

“Disini, pelatih hanya akan mengajari kita saat kita mendapatkan waktu latihan bersama. Sekarang adalah waktu untuk berlatih individual jadi kita hanya akan berlatih sendiri. Setelah itu, kita akan mendapatkan pelatihan acting dan vokal.”jelasku. “Tapi terkadang, pelatih juga akan mengajari kita di waktu latihan individu. Beberapa kali dalam seminggu.”

“Oh.”

Yah, hanya itu jawaban yang aku dapatkan dari anak kecil itu. Tanpa rasa bersalah, dia berdiri dan mulai mengikuti yang lain berlatih dance. Aku hanya berdecak sambil geleng-geleng kepala. Apa dia memiliki kepribadian 4D?

“Ya, Oh Sehun. Biar aku ajari kau latihan dasarnya.” Jongin ikut berdiri dan bergerak ke samping Sehun.

Aku hanya memperhatikan keduanya sambil tersenyum. Mereka berdua sangat kontras karena warna kulit mereka terlihat begitu berbeda.

“Ngomong-ngomong, dimana Yixing hyung?” Moonkyu menoleh ke kiri dan kanan.

Benar juga. Yixing belum kembali sejak tadi. “Apa dia punya masalah?”tanyaku, entah pada siapa.

“Mungkin dia melakukan kesalahan dan di marahi. Seperti saat aku ketahuan tertidur di kamar mandi waktu itu.”sahut Kyuwan sambil memakan snack rumput lautnya.

Aku enggan memperingatkannya lagi. Karena sudah berkali-kali aku mengatakan padanya jika para trainee dilarang membawa makanan ke dalam ruang latihan, apalagi saat jam latihan seperti ini. Dia tidak pernah mendengarkanku, bahkan memperdulikan ucapanku.

“Aku tidak berpikir jika Yixing adalah tipe orang yang bisa membuat masalah.”ujarku. “Dia adalah anak yang tenang dan bekerja keras. Dia tidak mungkin membuat masalah.”

Dalam ingatanku, Yixing adalah salah satu trainee yang sangat sering berlatih hingga tengah malam, bahkan pagi. Selain dia, Jongin juga sangat betah tinggal di ruang latihan. Mereka berdua seperti sudah jatuh cinta dengan dance hingga enggan meninggalkannya.

Kadang, aku merasa bersalah karena aku harus meninggalkan Jongin di ruang latihan sendiri -kadang dia bersama Yixing- karena aku masih memiliki tugas yang harus aku selesaikan di rumah. Yah, hingga sekarang, aku masih memiliki perjanjian dengan kedua orang tuaku yang mana aku tidak boleh keluar dari peringkat 3 besar di sekolah jika masih ingin berlatih di SM Entertainment. Sungguh perjanjian yang sangat kejam.

Aku bekerja sangat keras untuk sekolahku dari senin hingga jum’at dan bekerja keras untuk mimpiku hari sabtu dan minggu. Di hari libur, biasanya aku menemani Jongin dan Yixing hingga larut malam. Terkadang, kami juga pergi bersepeda di taman Sungai Han. Taemin dan Jonghyun juga ikut bergabung.

Melihat Jongin yang sedang mengajari Sehun latihan dasar dalam menari, tanpa sadar aku mengembangkan senyum. Entah mengapa, aku sangat bangga pada anak kecil berkulit gelap itu. Walaupun masih muda, dia memiliki semangat yang melebihi orang lain.

Dia bilang, dia jatuh cinta dengan dance sejak dia kecil. Dulu, dia pernah mengambil beberapa kelas menari, salah satunya, balet. Karena itu dia memiliki kelenturan tubuh yang bagus. Aku sangat iri.

Dan Yixing… ah bagaimana aku mengatakannya? Kami adalah teman seumuran namun terkadang dia memanggilku dengan sebutan ‘hyung’. Kami berbeda tingkatan sekolah, aku sejajar dengan 90liner. Dia bilang, karena dia menghormatiku.

Dimataku,dia adalah seseorang yang begitu sempurna dalam hal musik. Dia pandai bernyanyi, dia pandai bermain instrument dan dia pandai menari. Ah, apalagi yang kurang? Dia sangat ahli dalam semua bidang. Dan dari semua hal itu, yang lebih aku sukai adalah karena dia sangat mempercayaiku sebagai seorang sahabat dan kakak laki-laki.

“Junmyeon hyung!” Tiba-tiba Sehun melompat didepanku, membubarkan lamunanku. Aku mendongak, melihat senyumannya yang mengembang lebar. Ada apa dengan anak ini? Kenapa tiba-tiba tersenyum? Bukankah tadi dia sangat dingin?. “Mulai hari ini, mimpiku adalah menjadi seorang artis.”

Keningku berkerut, “hah?”

Dia mengangguk-anggukan kepalanya lucu, “Aku suka menari. Sangat sangat suka. Jika suatu hari nanti kita debut, kita harus bersama yaa!”

Ia tersenyum lebar, memperlihatkan dua gigi kelincinya setelah itu berlari menghampiri Jongin lagi. Astaga anak itu… kenapa aku juga mulai menyukainya?

***___***

YIXING POV

 

Aku tidak melakukan apapun sejak 2 jam lalu. Terus duduk seorang diri di sebuah bangku yang ada didepan ruang latihan tanpa ada niat untuk masuk ke dalam. Apa sebaiknya aku kembali ke dorm? Aku butuh waktu untuk menenangkan diri. Tapi, aku pikir aku juga tidak bisa pergi begitu saja tanpa mengatakan apa-apa pada Junmyeon.

Apa yang harus aku katakan padanya? Kenapa aku merasa sedih? Ini bukan perpisahan kan?

Aku terus tenggelam dalam pikiranku sendiri. Sudah beberapa bulan sejak aku berada di tempat ini, aku memang bukan tipe orang yang mudah bergaul dan dekat dengan orang lain. Aku justru pendiam. Mereka tidak membully-ku, tapi aku tidak merasa mereka menyukaiku juga.

Menjadi trainee di Negara orang lain memang sangat sulit. Kendala Bahasa dan lingkungan menjadi alasanku untuk menjadi pribadi yang pendiam. Jika boleh jujur, aku tidak seperti ini dulu. Aku adalah seorang anak yang ceria. Namun, sejak kedatanganku ke tempat ini, semuanya berubah.

Aku merindukan ibu dan nenekku. Aku merindukan rumah dan sekolah. Aku juga merindukan teman-temanku. Berlawanan dengan semua itu, aku juga memiliki mimpi yang harus aku raih.

Aku merasa kesepian. Aku tidak memiliki teman disini. Bahkan, walaupun sering bersama, aku tidak cukup dekat dengan Kyuwan hyung, Moonkyu, dan trainee lainnya. Satu-satunya orang yang aku percaya hanyalah Junmyeon.

Aku pikir dia adalah satu-satunya sahabat terbaik yang aku miliki di tempat ini.

Jongin… aku mulai berpikir jika dia adalah salah satu teman terbaikku juga.

Aaah, bagaimana ini? Aku tidak mau seperti itu. Walaupun ini demi kebaikan, aku tidak ingin berpisah dengan mereka.

Tiba-tiba pintu ruang latihan terbuka membuatku terkejut dan langsung menoleh. Junmyeon!

“Astaga Yixing, apa yang kau lakukan disini? Aku terus menunggumu di dalam.”serunya menghampiriku. Aku sudah membuka mulutku untuk mengatakan sesuatu namun suaranya lebih dulu mendahului. “Tunggu. Kita bicara nanti. Aku sudah tidak tahan.” Lalu berbalik dan berlari secepat mungkin menuju toilet.

Beberapa menit kemudian, dia kembali dan aku masih duduk ditempatku. Dia menghampiriku dan menjatuhkan diri disampingku sambil memandangku lurus.

“Ada apa?” Mungkin dia bisa mengetahui dari wajahku.

Aku terdiam sesaat. Hanya menghela napas kemudian menundukkan kepalaku. Aku tidak bisa berbahasa Korea dengan baik jadi aku tidak berpikir aku bisa menjelaskan padanya. Tadi, aku meminta staff untuk menuliskan masalahku di selembar kertas dengan hangul sehingga aku bisa memberitahu pada Junmyeon tentang ini.

 

Mulai besok, Trainee China akan di pindah kelas dan bergabung bersama trainee China lainnya. Alasannya, karena pelatih tidak bisa berbahasa China dengan baik sehingga dikhawatirkan jika para trainee China tidak akan mengerti. Mulai besok, trainee China akan memiliki kelas sendiri dan akan mendalami Bahasa Korea lebih lama dari jam biasanya.

 

Junmyeon membaca lembar kertas itu lalu menoleh kearahku dengan mata membulat. Aku membalasnya dengan helaan napas panjang.

“Bagaimana ini?”desahku.

“Yixing, ini serius?”

Aku mengangguk, “bagaimana ini?” hanya itu yang bisa aku katakan padanya.

Hening. Kami tidak mengeluarkan suara apapun selama beberapa saat. Aku bingung dan mungkin dia juga begitu.

“Hyung…”seruku pelan. Dia menoleh. “Aku… tidak… mau… berpisah.”lanjutku terbata-bata. “Aku… tetap ingin… menjadi… sahabatmu.”

Kepalaku tidak bisa memikirkan kata-kata lain lagi. Aku harap, yang aku katakan adalah hal yang aku maksud.

“Yixing, ini demi kebaikanmu.” Ia menepuk punggung tanganku. “Pindah kelas bukan berarti kita tidak bisa bersahabat, kan? Kita tetap bisa bertemu saat jam istirahat. Ini demi kebaikanmu agar kau bisa berkomunikasi dengan kami. Jika kau sudah bisa menguasai Bahasa Korea, aku yakin kita akan berada di ruangan yang sama lagi. Jangan khawatir.”

Secara garis besar. Aku mengerti apa yang sudah dia katakan.

“Bagaimana… jika kau debut… dan meninggalkanku?”

Junmyeon tersenyum, “Aku ingin debut secepatnya. Tapi aku harap, kita bisa debut bersama.”jawabnya. “Jangan mengkhawatirkan apapun. Kau bisa mencariku jika kau membutuhkan seorang teman. Kau tau kan aku selalu ada?”

***___***

 

AUTHOR POV

 

“Jadi Yixing hyung akan pindah kelas?”pekik Jongin dan Moonkyu bersamaan.

Junmyeon mengangguk, “Aku bertemu dengannya tadi. Dia bilang mulai besok.”

“Hyung, kau serius?!” Jongin masih tidak mempercayainya.

“Aku serius, Jongin. Itu alasannya kenapa dia sangat sedih karena pindah kelas.”

“Kenapa harus dipindah? Bukankah Yixing hyung sudah pandai berbahasa Korea?”sungut Jongin kelas, dia meninju udara.

“Memangnya Yixing hyung itu siapa?”suara kecil Sehun membubarkan fokus semuanya. Mereka sama-sama menoleh kearah anak yang paling pendek itu.

“Astaga. Itu karena kau tidak memperhatikan sekitarmu jadi kau tidak mengetahuinya. Dasar anak kecil.”cibir Moonkyu kesal.

“Jangan memanggilku anak kecil! Kau juga anak kecil!”balas Sehun tidak mau kalah.

“Ya! Panggil aku hyung! Walaupun kita seumuran, aku adalah kakak kelasmu!” Moonkyu menjitak kepala Sehun pelan.

“Ya! Jangan memukulku, Moonkyu!”

“Hentikan… Hentikan…” Junmyeon menarik lengan Sehun agar bergerak kesampingnya. “Kenapa kalian bertengkar, huh?”

Jongin tertawa geli, “Jangankan kau. Dia bahkan tidak memanggilku hyung sejak kami pertama kali bicara.”

Junmyeon menghela napas panjang. Tingkah dua anak ini membuatnya sakit kepala. Ia menoleh kearah Sehun dan menghusap kepalanya lembut, “Sehunnie, kau harus memanggilnya hyung. Biar bagaimanapun, Moonkyu dan Jongin lebih tua darimu.”

“Tapi kami lahir di tahun yang sama.” Sehun cemberut. “Kenapa aku harus memanggil mereka dengan sebutan hyung? Mereka adalah temanku.”

“Aku bukan temanmu!”balas Moonkyu cepat.

Sehun semakin mendengus, membuat Junmyeon lagi-lagi harus menahan kesabaran.

“Mereka lahir di awal tahun dan sekolah lebih dulu. Jadi kau—“

“Tidak mauuu!” Sehun menggeleng-gelengkan kepalanya, menolak mentah-mentah.

Pada akhirnya, Jongin menepuk pundak Junmyeon yang merasa sangat frustasi, “Hyung sudahlah. Biarkan saja.”serunya. “Aku akan ke lantai 3 dan menjemput Taemin. Sudah waktunya pulang. Kalian bisa menungguku di bawah. Oke?”

Jongin berlari menuju lift meninggalkan Junmyeon yang semakin merasa frustasi karena ditinggal dengan dua anak keras kepala ini. Dia menghembuskan napas keras lalu menggandeng lengan keduanya dan menyeret mereka pergi.

“Kalian berdua, jangan membuatku marah. Mengerti?!”

Jongin berlari dilorong panjang gedung itu, menuju sebuah ruangan yang ia ketahui sebagai ruang latihan Taemin. Dia merasa aneh karena akhir-akhir ini mereka tidak pernah berlatih bersama lagi. Taemin terlihat sangat sibuk.

Pada awalnya, Jongin berniat mengetuk ruangan itu namun ia mengurungkan niatnya karena dia pikir tidak ada siapapun di malam hari seperti ini, mungkin hanya ada beberapa trainee yang dia kenal.

“Ayo kembali ke dorm. Kita tidak boleh lelah karena besok kita harus mulai merekam Music Video.”

Jongin mendengar suara Minho saat pintu sudah terbuka sedikit. Ia terkejut. Lalu memutuskan untuk mengintip dari celah pintu.

“Aku masih ingin berada disini. Aku harus berlatih.”

“Kau sudah berlatih setiap hari, Taemin. Sekarang waktunya kita pulang.”

Kini, Jongin mendengar suara Jonghyun.

“Mulai besok adalah hari yang tidak akan pernah terlupakan, ayo bekerja keras. Kita tidak boleh menyia-nyiakan mimpi kita. KITA DEBUT!”

Detik itu juga, Jongin langsung terperangah hebat. Matanya membulat tak percaya dan tanpa sadar ia membuka pintu ruang latihan Shinee.

Bersamaan dengan itu, semua member Shinee terutama Taemin juga terkejut bukan main menyadari kehadiran Jongin. Apa dia sudah mendengar semuanya?

“Jongin…”seru Taemin kehilangan kata-katanya.

Jongin menelan ludah pahit, “jadi ini alasanmu tidak seruangan denganku?”katanya. “Jadi ini alasanmu tidak pernah latihan bersamaku saat tengah malam lagi?”

“Jongin, sebenarnya—“

“Jadi ini alasanmu kau tidak pernah pulang ke rumah bersamaku lagi?”

“Kim Jongin, dengarkan aku…”

Taemin bergerak mendekati Jongin namun langkahnya terhenti begitu ia mendengar ucapan sahabatnya itu.

“Lee Taemin…”suaranya terdengar bergetar. “Selamat karena kau akan debut.”

TBC

23 thoughts on “We Are One! We Are EXO! [Chapt. 3]

  1. kimhyun berkata:

    sehun tetep yaaa. kepala batu tp cuteee.aahhh sehunie nonna mau cubit pipi yg ky manduu itu >_<
    member yg lain blm kebagian jatah..haha
    dtnggu slanjtnyaa…

  2. nina berkata:

    aaaa jinjja lucu sehun nya
    sehun yg mulai nakal hihihihi
    apalagi ada moonkyu😀
    yixing kasihan juga iia😦
    aaaaa ketahuan deh tataem
    jongin pasti bingung mau gmn
    sabar iia :’)

  3. mongochi*hae berkata:

    gemesssssss bgt dh am sehun. polos & keras kepalany gk ktulungan. untung ad junmyeon hheee…
    paling pendek skrng brbh jd raksasa hhooo read sehun

    omona. jongin thu klo tetem mw debut. gmna nih nextny…

  4. rahma sabrina berkata:

    ya ampun eon
    ffnya makinn seru. seneng dngn sehun yang polos
    yang lainnya kapan eon? gak sabar nunggu lu ge
    pasti ntar ceritanya dia lagi ikut prtukaran pelajar
    oiya,eon. terimakasih bnyk sudah publish ff ku
    gomawo🙂

  5. Kai's fan berkata:

    Sehun bagaikan lucky fan,baru jadi trainee sehari udah bisa makan bareng Donghae. Kai udah tau Temin mau debut,terus reaksinya gimana??

    next jangan lama lama thor

  6. 48family lover berkata:

    annyeong thor, aku reader baru! keren thor,, biar judulnya umum,tapi alurnya keren,, dibahas dr exo masih trainee, trus tiap member dksh point of view nya masing2. waah ga sabar nunggu xiumin sama kris masuk trainee! daebak thor! lanjut yah.. oh iya, btw author ada blog pribadi atau twitter ga? kalo ada, share donk? gomawo thor,,hwaiting!

  7. ramon berkata:

    sehun-donghae hahai! donghae udah dasarnya suka anak kecil, ketemu sehun udah deh kompak hihi^^
    entah, mau nangis liat adegan jongin-taemin~
    ditunggu chapter selanjutnya eonnnnni

  8. Nuraya berkata:

    Aigoooo~~
    jongin tau kalo tetem mau debut, bagaimana ini? Semoga mereka gk bertengkar😦

    lanjuttttt thor~ penasaran bgt >_<
    semoga next chap udh ada member masuk😛

  9. Jung Han Ni berkata:

    wahh ada HaeHun moment😄 suka banget,
    kasian jongin pasti dia kecewa, yixing juga kasian..
    kutunggu kelanjutannya ya eon, aku suka bgt sama ff ini, keep writing and hwaiting!🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s