Strong me for my dream (chapter 1)

wpid-1313647294325499-picsay1

Title       : strong me for my dream (chapter 1)
Author   : xiailulu
                (@sabrina48w)
Cast       : Xi Luhan Exo
                 Wuang ai xingqu
Genre     : romance, school-life
Length   : chaptered

Note:
   Annyeong readers! Ini ff pertamaku. Maaf kalo gaje atau typo bertebaran dimana mana (?), ini murni hasil pikiran author sendiri,meski terinspirasi dari beberapa cerita
   Don’t copas or plagiat and don’t silent readers. Kasih kritik dan saran sebagai pemacu. Ok.
    Happy reading!!!

~·~·~·~·~


Yonsei university, south korea, 22.00 KST
    Cafetaria malam itu memang sangatlah sepi. Bagi mahasiswa yang waras sudah pasti mengikuti rasa kantuk yang membuat mereka lebih memilih kembali ke dorm masing masing. Apalagi cuaca dingin yang menusuk tulang. Siapa yg menolak tidur meringkuk dibawah selimut? Ketimbang duduk di cafetaria
   Namun, tidak dengan yeoja yang duduk disudut cafetaria yonsei. Tatapannya sendu, wajahnya pucat dan sepertinya ia mati rasa -seperti tidak ada harapan hidup- ia menghela nafas berat
“Aku benci balet” gumamnya kepada diri sendiri
   Ia menundukkan kepalanya. Sekuat tenaga menahan jatuhnya air mata. Mencoba tegar. Namun ia tidak kuat. Itulah ungkapan kekecewaannya
“Kau pabo! Kau pabo, Ai. Kaki mu terkilir karna hobimu” gadis yang diketahui bernama Ai itu mulai terisak
“Kau sudah mengorbankan segalanya. Dan kau tidak mendapat apapun?” Ai bertanya kepada dirinya sendiri

Seorang laki laki duduk di depan Ai
“Aku boleh duduk di sini kan?” Tanya laki laki itu
   Ai merutuk laki laki itu dalam hati. Dia sedang ingin sendiri. Tapi mengapa ada orang yang mengganggu acara ‘pengungkapan kekecewaannya’ (?)
   “Hhmm kau habis menangis ya? Pasti kau sedang ingin sendiri. Di cafetaria ini tinggal kita berdua dan para pegawai. Aku melihatmu di sini dan aku butuh kawan untuk ku ajak bicara” jelas laki laki itu
   Ai mengedarkan pandangannya keseluruh cafetaria. Benar kata laki laki itu. Tidak ada mahasiswa/i yang menghuni cafetaria itu. Ya, hanya mereka berdua dan pegawai pegawai cafetaria yang mengerjakan tugasnya masing masing. Ai mengalihkan tatapannya kedepan. Namun, dia begitu terkejut melihat tisu putih disodorkan hampir mengenai wajahnya
   “Maaf aku mengganggumu. Ini! Sepertinya kau membutuhkannya. Maaf sudah mengganggu” laki laki itu mengangkat nampannya lalu membungkuk 45′.baru dia berjalan selangkah
   “Tunggu! Duduklah!” Cegah ai
Laki laki itu menurut! Dia meletakkan nampannya di meja yang di tempati Ai lalu duduk dihadapannya
   Cukup lama mereka terdiam
“Xi Luhan” laki laki itu menyodorkan tangannya
“Wuang ai xingqu” singkat Ai
” lalu aku harus memanggilmu apa?” Tanya luhan sambil memasukkan kentang gorengnya kedalam mulut
“Menurutmu?”
“Ai? Menurutku itu paling bagus diantara 3 kata nama tadi” ucap luhan polos. Seperti tidak ada tenggorokan
“YA! jadi menurutmu namaku tak sepenuhnya bagus. Hanya Ai saja?” Geram Ai
“Anniyo. Nama mu bagus semua. Tapi lebih bagus jika tidak memakai wuang dan xingqu” tawa Luhan
“Dasar rusa jelek!” Ejek Ai
“Mwo?! Aku tampan. Apa kau buta?! Aku tau kau tidak bisa membedakan namja tampan dan jelek. Aku termasuk yang tampan. Hhmm… bagaimana kau bisa tau arti namaku rusa?” Tanya Luhan
“Aku orang china-korea. Otomatis aku tahu bahasa mandarin. Arti namamu rusa kecil” jelas Ai
“Wwwaaahh….!!! Kau orang china. Hehehe teman pertama di korea ku orang china” bangga Luhan
“Pabo!!! Bagaimana kau baru menyadari aku keturunan china? Namaku?” Ejek Ai
   Luhan tampak berpikir sejenak. Sambil menyedot minumannya. Dia mengangguk angguk
   “By the way. Aku tidak pernah melihatmu selama ini, apa kau mahasiswa baru?” Tanya Ai
    “Kau pasti juniorku. Lihat saja wajahmu, wajah anak anak baru lulus SMU. Kau harus memanggilku sunbae”
     “Anniyo kita pasti seangkatan” elak Luhan
      “Aku mahasiswa pertukaran china-korea. Disemester ketiga ini aku dikuliahkan disini sampai lulus. Aku ini namja pintar. Mengalahkan ratusan orang untuk ikut pertukaran mahasiswa ini” jelas luhan bangga sambil menunjuk dirinya sendiri
    ‘Cih! Namja narsis’ batin Ai
   “Ada 3 negara waktu itu. Tapi aku memilih korea. Akhirnya aku masuk diuniversitas ini dan bertemu kau. Jika kau mencariku. Aku di korean language institute. Ok” celoteh Luhan
   ” mengapa kau tidak memilih 2 negara lainnya saja. Agar kau tidak berkuliah disini dan bertemu aku. Kau sangat berisik, namja” ketus Ai
   Luhan menggaruk tengkuknya yang tidak gatal
   “Aku ingin bertemu TVXQ. Fanboying. Khususnya yunho. Dia sangat keren” ungkap Luhan malu malu
   Ai memutar bola matanya tidak percaya mendengar alasan namja tampan didepannya. Di depannya ada seorang fanboy yang selama ini belajar keras agar bisa ke korea dan masuk universitas ternama
   Ai melirik jam tangan dipergelangan tangan kanannya. Matanya langsung membulat. Yaahh jam sudah menunjukkan pukul setengah 12. Berceloteh dengan namja di hadapannya itu membuat waktu tidak terasa berlalu
   “Aku harus pergi” Ai menarik tas dan dirinya dari kursi. Namun, sepertinya ia lupa. Baru selangkah dia berjalan. Dia terjatuh. Membuat Luhan terkejut
    “Aakkkhh” ringis Ai sambil memegang kakinya. Kakinya seperti mati rasa
    ‘Wae?? Wae?! Kaki mu kenapa?” Dia berjongkok di depan Ai
     “Tadi aku buru buru.Aku lupa kalau kakiku terkilir” ringis Ai. Kakinya makin mati rasa.
    Luhan berdiri. Mengeluarkan dompet dan beberapa uang yang diletakkan di meja. Ai tersentak yang melihat itu
   “Apa yang kau lakukan? Biar aku yang membayarnya sendiri”
   “Biar aku saja. Beri tahu aku. Dimana dormmu?” Tanya luhan sambil mengangkat tubuh Ai
    “Biar aku jalan sendiri, rusa!!!” Tolak Ai
     Namun luhan seperti tuli. Bahkan ketika beberapa pegawai melihat tingkah mereka. Luhan seakan tuli
    “Luhan, turunkan aku. Luhan, tidak enak dilihat dengan orang orang. Kau juga tidak bisa mengantarku sampai dorm. Itu dorm yeodja dan kau bisa di DO” bisik Ai
     Luhan menghela nafas panjang. Membuat asap putih transparan dari bibirnya
     “Kau tidak mungkin merangkak sampai dormkan? Bisa saja sebelum sampai dorm kau sudah mati kedinginan di tengah jalan” jelas Luhan
     “Dorm nomor berapa?” Tanya Luhan
     “Dorm 1″ lirih Ai
     Ai Seperti melihat seorang malaikat tanpa sayap. Ai akui ia ingin lebih lama di kehangatan Luhan. Ai sangat kelelahan akibat pikirannya selama ini. Tak lama kemudian matanya mulai berat. Dan ia tertidur. Luhan yang menyadari itu hanya tersenyum
    Malam itu mereka menikmati jalan universitas yang lenggang, udara dingin dan kehangatan yang mereka ciptakan, juga jangan lupakan pemandangan universitas tertua ini. Bunga bunga beraneka ragam yang menjadi khas universitas ini
    Hari pertamanya di negeri orang sudah sangat indah dan berkesan





TBC

One thought on “Strong me for my dream (chapter 1)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s