Something Hidden Part 5

something hidden new

Author: SakuRaa (@_raraa84)

Title: Something Hidden (Chapter 5)

Cast:

-Byun Baekhyun (Baekhyun)

-Oh Sehun (Sehun)

-Kim Jongin (Kai)

-Park Chanyeol (Chanyeol)

-Do Kyungsoo (Kyungsoo)

-Kim Joon Myun (Suho)

Genre: Family, Brothership, Friendship, School Life.

Rating: General

Length: Chaptered

Note: It’s my Mega Project :v tolong komentar, like, dan sebagainya😀

 

Kau terlalu menfokuskan diri untuk membenci seseorang, sampai-sampai kau tak tahu bagaimana cerita tentang dirimu sendiri. Kau juga tak tahu bagaimana rasanya hidup sendirian didunia yang luas ini.

Dan apakah pantas, jika kau mengomentari cerita orang lain, bahkan kau tak tahu cerita tentang kehidupanmu sendiri?” -Sehun

 

================

Chapter 4:

https://koreadansaya.wordpress.com/2014/08/30/something-hidden-part-4-2/

 

Setelah bel berbunyi, para siswa pun bergantian keluar dari kelas termasuk Baekhyun dan Sehun, tetapi Baekhyun yang melihat Sehun sedang mengobrol dengan temannya, ia memilih untuk keluar kelas duluan.

 

Hingga ketika Baekhyun tak sengaja menjejerkan langkahnya dengan Kai, ia menoleh kearah Kai yang sedang memasukkan tangannya didalam jaketnya, pandangannya tajam kearah depan.

 

“hei, kau Kai kan?” Kai tersentak, ia menoleh kearah Baekhyun dan ia mengangguk,

“kau Baekhyun benar?” kali ini Baekhyun yang terkejut, anak seperti Kai mengenalnya?

 

“darimana kau tahu?” tanya Baekhyun yang dibalas senyum miring Kai.

 

“kita pernah bertemu sebelumnya, saat kau tak sengaja menabrakku, dan aku melihat sekilas kertas-kertas yang kau bawa.”

 

Bruuk

 

“oh, maaf, maaf. Aku tidak melihatmu tadi, maaf.” Baekhyun menundukkan kepalanya berulang kali, Pria itu bangkit, dan membaca sekilas kertas-kertas Baekhyun dan memberikannya.

 

Baekhyun ingat sekarang. Dia juga –mantan teman- Sehun yang pernah Sehun ceritakan waktu itu. “kemampuan dance mu sangat bagus, Kai.” Ucap Baekhyun yang membuat Kai menoleh,

 

“seseorang yang tak bisa bertepuk tangan karena kebahagiaan orang lain, seseorang yang tak bisa tersenyum karena keberhasilan orang lain, berarti hatinya sudah ada dineraka.”

 

Kai mengingat jelas perkataan Sehun yang terus menggema ditelinganya. “suaramu juga bagus.” Kai segera berjalan mendahului Baekhyun yang menatapnya bingung.

 

*

“hei, sungguh, suaramu bagus sekali.” Sehun menepuk pundak Baekhyun hingga membuatnya sedikit tersentak.

 

Baekhyun tersenyum dan mengajak Sehun duduk disebelahnya, “benarkah? Ayahku yang dulu mengajariku bernyanyi.”

 

Ayah Baekhyun? “ayah mu? Bukannya…” Sehun menggantungkan kalimatnya sesaat, tetapi ia akhirnya teringat sesuatu.

 

“apa?” tanya Baekhyun.

 

Sehun terlihat gugup walaupun Baekhyun tak menyadarinya. “ah, tidak, tidak apa-apa.”

 

*

“sudahlah, matamu bisa copot jika memandang Sehun terus menerus seperti itu” ucap Kyungsoo sambil melirik kearah Kai yang sedari tadi sedang mengamati satu objek yang sedang memesan makanannya di seberang sana. Sehun dan Baekhyun.

 

Kai yang sadar akan hal itu langsung mengalihkan pandangannya kearah lain, tapi ke-2 sahabatnya dikiri dan didepan tempat duduk Kai, Chanyeol dan Kyungsoo pastilah sudah hafal bagaimana sifat Kai.

 

Setelah Chanyeol mendaratkan sesendok sanggyupsal kemulutnya, ia kembali mengamati Kai, “apa kau iri dengan si anak Beasiswa itu? karena sekarang Sehun terlihat akrab dengannya?” Kai hanya menoleh tajam kearah Chanyeol, ia lalu mengerutkan dahinya, apa Chanyeol benar?

 

Tapi sesaat kemudian, ia mengembalikan ekspresi wajahnya seperti semula, “aku? Iri pada anak itu? karena Sehun? Mustahil…” Chanyeol dan Kyungsoo hanya saling melirik sekilas, sebelum Kai melanjutkan ucapannya.

 

“dia hanya seperti seorang gadis, lemah dan tak berdaya. Jika aku bersaing dengannya, itu sama saja aku bersaing dengan seorang gadis, membuang waktu.”

 

Kyungsoo hanya mencibir, “kau tidak ingat dia bernyanyi begitu merdu dipelajaran seni budaya kemarin?” Kai mendengarnya tapi ia tak merespon, ia hanya kembali menyeruput Chapuchino dihadapannya sambil berpikir.

 

*

 

Sehun masih terdiam dimeja belajarnya, sesekali ia menatap punggung Baekhyun yang juga sedang mengerjakan PR dari guru matematika. Sebenarnya, ia juga ada tugas dari guru Bahasa Indonesia nya yang super killer, tetapi pikirannya masih melayang kesana-kemari hingga membuatnya sulit fokus.

 

Sehun berbalik, kali ini ia menatap punggung Baekhyun lebih lama, “baekhyun?”

 

“ya?” Baekhyun masih tetap pada posisinya, tanpa menoleh sedikitpun kerarah Sehun, jujur saja, salah satu soal yang dihadapi Baekhyun saat ini sangat sulit. Mungkin Sehun tak merasakan kesulitan ini karena kompetensi Billing Class sedikit lebih kurang dari Reguler Class.

 

“kau benar-benar murid Beasiswa?” Baekhyun menghela napas, pertanyaan macam apa itu, Sehun tak pernah menanyakan hal yang tidak penting padanya. “ya, tentu saja.”

 

“dan, kau benar dari keluarga tak mampu?” kali ini Baekhyun menghentikan aktivitasnya dan berbalik, menatap Sehun kesal.

 

“Sehun, aku hanya punya Ibuku, aku lahir dan dibesarkan di Busan, pinggiran negara Korea Selatan, dan Ibuku hanya seorang buruh pabrik, apa aku harus bercerita semuanya? Mengapa kau tiba-tiba bertanya seperti itu?”

 

Sehun tersentak, ia sebenarnya tak punya niat sama sekali membuat Baekhyun kesal, tetapi ia hanya ingin memastikan suatu hal, “maaf, maaf. Bukan itu maksudku, tapi…”

 

 

“Sehun, dengarkan Appa. Jangan pernah katakan apapun yang kau lihat waktu itu pada siapapun, mengerti? Ini demi kebaikan kita semua, Appa mohon, sayang. Kau mengerti kan?”

 

 

Baekhyun masih menunggu perkataan Sehun yang menggantung, “tapi apa?”

 

Sehun masih berpikir tentang ucapan ayahnya, “em, tapi… tapi mengapa baju-baju mu sangat bagus? dan… dan aku juga suka mantel Rajutmu, aku mencari keseluruh kota tetapi aku tak pernah melihat mantel seperti itu.” ucap Sehun asal.

 

‘baiklah, sebaiknya aku tak mengatakan hal ini dulu untuk sementara. Aku tak mau posisi appa saat ini semakin terdesak’

 

Baekhyun akhirnya tersenyum, “oh itu, aku kira apa. Mantel itu buatan Ibuku, ibuku pintar merajut, ketika aku akan pindah kesini, ia memberiku Mantel coklat itu.”

 

*

 

Kai tak mengerti, seharusnya maksud Kai untuk mengajak Sehun battle Dance, supaya orang-orang tahu kemampuannya, supaya dia bisa menyaingi Sehun. Tetapi mengapa saat itu, Kai bukan melakukan Battle, tetapi ‘Duet’? Ia seperti menari bersama Sehun, karena beberapa gerakan mengingatkan Kai dengan yang pernah Sehun tunjukkan padanya.

 

Kedua, ia seharusnya membenci Baekhyun. dia hanya murid dari Reguler Class, tetapi ia bisa berteman dengan Sehun. Tapi harus ia akui, suara Baekhyun sangat bagus. Bahkan ia sadar atau tidak mengatakan hal itu. “suaramu juga bagus”

 

Jauh dilubuk hatinya, ia sebenarnya masih menyayangi Sehun, ia masih menganggap Sehun sebagai adiknya sendiri.

 

*

Langit kota Seoul membentang. Semburat jingga yang menyatu dengan awan-awan putih, semakin menghangatkan langit sore ini. Semilir angin yang menggoyangkan daun-daun rimbun, sesekali angin itu mampu melepaskan daun yang rapuh dari dahannya, membawa daun itu terbang entah kemana.

 

Jihyun masih mengingat jelas perkataan Kai beberapa waktu lalu, apakah Kai benar-benar membencinya? Mengapa? Apa dia tak ingat ia pernah mengejar mobil Jihyun ketika ia perjalanan menuju ke Paris?

 

Jihyun… dia masih Kai yang 3 tahun lalu kau kenal’

 

Ia juga berpikir tentang perkataan Kyungsoo, benarkah begitu? Dia pikir Kai mulai berubah sekarang.

 

Dari kejauhan, seorang pria dengan mantel coklat tebal memperhatikan gadis itu dengan mata doe nya, tubuhnya sedikit bersembunyi dibalik batang pohok ek tua. Seharusnya ia saat ini sudah disana, ditempat Jihyun duduk sambil melamun dibangku taman. Tapi tidak, ia masih berdiri ditempat ini. Ia lebih baik memperhatikan Jihyun dari kejauhan.

 

“tapi bisakah kau membuka matamu, untuk seseorang diluar sana?”

 

*

 

Ini sudah jam 4 sore, seharusnya kelas mereka sudah usai 1 jam yang lalu, bahkan mungkin para murid-murid sudah mulai pulang kerumah mereka masing-masing, atau keasrama mereka. Tetapi tidak dengan Sehun.

 

Sehun masih berdiri tegap disini—diatap Sekolah, sambil menjatuhkan tas ranselnya kebawah. Diatas udara memang semakin dingin dan angin lebih kencang bertiup, Ia menghirup udara dalam-dalam, dan menghempaskan dengan kasar.

 

Perlahan tapi pasti, Sehun mulai menggerakkan kaki nya kekiri dan kekanan, bersamaan dengan itu, ia mulai menggerakkan tangannya seiring dengan hembusan angin yang berlalu searah, ia seperti memutar sebuah lagu berirama beat sedang didalam otaknya.

 

Ya, dia mulai menari. Menari dengan iringan dan irama angin yang bertiup sedang diatas sini, ia sudah lama tak menari. Ia sudah lama tak merasakan tubuhnya bergerak seirama dengan sebuah lagu. Ia sudah lama tak merasakan dentuman jantungnya yang kian cepat ketika ia melakukan gerakan dance yang bertempo cepat. Sejak saat itu… ia tak pernah lagi.

 

Sejak keluarganya mulai retak, ia tak pernah lagi… sejak sahabatnya membencinya, dan ia juga mulai membenci sahabatnya itu, ia tak pernah lagi Battle Dance dengannya.

 

Sehun menghentikan gerakan tubuhnya ketika ia samar mendengar suara langkah sepatu yang mendekat. Ia tak menoleh, tapi juga tak bergeming.

 

Suara sepatu itu kian mendekat, “mengapa berhenti?”

 

Sehun menoleh, ia mengenali persis suara siapa itu. “aku tak melakukan apapun.” Ucapnya sambil menatap lurus kedepan, yah, walau ia tahu jika dihadapannya hanya berdiri gedung-gedung tinggi.

 

Pria itu menyeringai, “memangnya aku buta, huh? Aku tahu dari dulu kau sangat suka menari. Tetapi mengapa kau sekarang berhenti menunjukkan kemampuanmu itu?”

 

“jika aku mengatakan, aku berhenti menari karena kau… bagaimana?”

 

Ucap Sehun sambil menatap pria itu dingin. Ia tahu, pasti pria dihadapannya yang tak lain adalah Kim Kai, pria yang sangat dibenci Sehun sampai batas ubun-ubunnya itu tak mengerti apa arti dari perkataannya barusan.

 

“karena aku?”

 

Sehun meraih ranselnya dan berjalan kearah Kai yang masih tak bergeming dengan tatapan bingung. Ia mendekatkan kepalanya kearah telinga Kai, sangat dekat hingga Kai bisa merasakan hembusan napas Sehun yang masuk kedalam rongga telinganya.

 

“bukalah matamu, tak tahukah bahwa selama ini orang-orang disekitarmu mencoba untuk membutakanmu?

Kau terlalu menfokuskan diri untuk membenci seseorang, sampai-sampai kau tak tahu bagaimana cerita tentang dirimu sendiri. Kau juga tak tahu bagaimana rasanya hidup sendirian didunia yang luas ini.

Dan apakah pantas, jika kau mengomentari cerita orang lain, bahkan kau tak tahu cerita tentang kehidupanmu sendiri?”

 

Walau Sehun bergumam pelan, tetapi selalu ada kata penekanan disetiap kata yang diucapnya, membuat Kai menggigit bagian bawah bibirnya dan tangannya mengepal keras. Sehun tersenyum simpul kemudian berlalu melewati Kai.

 

*

“Baekhyun, bagian kasir sudah datang, kau sebaiknya mencuci piring dibelakang.”

 

Baekhyun mengangguk, dia memang bagian kasir, tetapi jika temannya yang bagian kasir sudah datang, dia ditugaskan lain. Seperti pelayan, atau bagian pencuci peralatan kotor.

 

Baekhyun

Aku mulai kedalam menuju bagian dapur, tampak seorang pria sedang mencuci peralatan masak sendirian,

dia… Suho, Suho si Ketua OSIS yang sangat aku banggakan waktu itu, aku kira dia di Billing Class, tetapi ternyata ia di Reguler Class XII, dia lebih dari seorang ketua OSIS bagiku, dia lebih dari itu. dia juga lebih dulu bekerja di Café ini, ya, pantas saja pak Kepala Kim menyuruhku mencuci piring. Kasihan jika ia mencuci peralatan sebanyak itu.

 

Dia menoleh kearahku, ia pun tersenyum. “hei, Baek.”

 

“hei juga, Hyung.” Aku membalasnya dan meraih 1 piring yang kotor dan memulai menggosoknya dengan spon cuci. “bukannya Hyung di hari Sabtu, mengapa sekarang juga masuk?”

 

“besok aku izin mengambil cuti 1 hari. Ibuku sedang sakit di Desa, jadi aku harus menengoknya.” Ucapnya sambil mengelap panci yang basah.

 

Ibunya? Di Desa? Aku jadi ingat Eomma ku. Apa dia baik-baik saja disana? Aku sudah mengiriminya surat, tetapi mengapa belum ia balas sampai sekarang?

 

“Ibumu sakit apa Hyung?”

 

“sebenarnya tak parah. Ia hanya demam kemarin malam, tetapi, tetap saja aku khawatir.” Aku tersenyum sambil mengangguk, Suho Hyung memang pernah bercerita padaku, jika Ibunya juga tinggal didesa bersama adik perempuannya. Ia adalah salah satu murid Beasiswa yang berhasil mendapat nilai sempurna ketika 6 bulan pertamanya disekolah Yongguk, sehingga ia mendapat beasiswa penuh hingga lulus, ia juga sama denganku, mengisi waktu luang sambil bekerja. Jujur, aku ingin sepertinya.

 

 

“Baekhyun…” aku tersadar dari lamunanku setelah seseorang menepuk pundakku. Aku menoleh,

 

Pria tinggi berkulit putih pucat, berdagu yang berbentuk V dan matanya yang sipit menatapku,

 

Sehun?!

 

Mulutku terbuka dan mataku membulat beberapa saat, di-dia… disini? Dan memakai seragam karyawan? Bagaimana—Dia gila?!

 

“Sehun?! Sedang apa kau disini, dan pakaianmu…”

 

“aku bekerja disini mulai sekarang.” Ucapnya dengan nada datar seperti biasanya. Apa? Dia bekerja disini? Hei, dia orang kaya, dia punya barang-barang mewah, tetapi mengapa ia juga bekerja?

 

“Sehun, kau berbeda denganku. Kau berasal dari keluarga orang berada, sedangkan aku? Wajar jika aku bekerja seperti ini, tetapi kau?”

 

Sehun tetap diam dan mulai meraih sendok-sendok kotor dari dalam baskon, aku masih memperhatikannya.

 

“ya, memang aku dari keluarga orang kaya, kau benar. Tapi—”

 

“aku tak pernah merasa bahagia… aku ingin mencari kebahagiaan dan kesenangan, jadi jangan halangi aku.” Aku menyerah, aku memilih melanjutkan pekerjaanku seperti semula agar semua piring-piring yang menumpuk ini cepat bersih, dan aku juga cepat pulang, masih banyak PR yang terbengkalai.

 

Aku tak mengerti sebenarnya, mengapa Sehun begitu membenci anak bernama Kai itu pada awalnya, mengapa ia begitu tak betah jika berlama-lama ada diasrama, mengapa ia juga berkata bahwa keluarganya tak behagia? Hei, dia sudah punya segalanya, kan? Mengapa ia seperti nya tak pernah merasa bahagia?

 

“kau punya kakak?” butuh beberapa detik sampai Sehun akhirnya mengangguk.

 

“bagaimana kau tahu?” tanya nya tanpa menoleh sedikitpun padaku, ia sibuk dengan panci yang saat ini sedang ia cuci.

 

Aku menceritakan pada Sehun ketika aku tak sengaja melihat foto keluarganya didalam saku celana seragamnya, aku akan membawanya ketempat Laundry, jadi sebelum itu aku merogoh saku-saku jika ada barang tertinggal. Dia hanya diam.

 

“didalam foto itu, terlihat jelas 2 orang berdiri dengan jas sambil memegang pundak masing-masing Ibu dan pria setengah baya, itu ayah dan Ibumu? Kalian sebahagia itu tapi kau selalu berkata keluarga mu tak bahagia…” Sehun masih diam, apa aku berbicara terlalu banyak?

 

Beberapa saat ia menoleh kearahku sambil menghentikan aktifitas mencucinya. Aku bisa melihat sorot mata sedih diwajahnya yang tampan.

 

“kau tahu Family Potrait? Mereka pasti berpikir keluarga itu lengkap, mereka pasti berpikir keluarga itu bahagia, tetapi mereka tak tahu, rahasia sebesar apa yang dimiliki keluarga itu.” Kini giliran aku yang diam, aku masih mendengarnya tetapi aku berpura-pura untuk mencuci piring. Sebenarnya aku tak ingin tahu apa rahasia keluarga Sehun, ia selama ini tak pernah bercerita apapun denganku.

 

“bisa kita bahas ini diasrama saja?” aku menoleh kearahnya hati-hati, setelah itu aku mengangguk. Kami kembali diam dengan pikiran kami masing-masing.

 

*

Kai berjalan cepat ketika mobil Mercedes hitamnya telah terparkir dibasement kantor ayahnya. Ia tak menghiraukan ketika hampir semua karyawan yang dilewatinya menunduk hormat padanya, ia tak peduli ketika ia hampir menabrak tong sampah alumunium yang terletak dipinggir pintu Lift.

Pikirannya sekarang kacau, kata-kata Sehun selalu bisa masuk ke setiap syaraf-syaraf otaknya, membuat Kai tak henti-henti nya memutar suara Sehun dalam otaknya.

 

“Tuan Kai, tuan Kim sedang meeting dengan klien asing dihotel.” Ucap salah satu karyawan yang kebetulan akan keluar dari ruangan ayah Kai ketika Kai masuk keruangan ayahnya.

 

Sesaat, Kai tak menghiraukannya hingga karyawan itu akan membuka pintu, dan Kai teringat sesuatu. “apakah meeting nya lama?”

 

Karyawan wanita itu hanya mengangguk, “sepertinya lama, meetingnya baru dimulai setengah jam lalu.” dan Kai membiarkan dia keluar pintu.

 

Tujuan Kai sebenenarnya adalah menemui ayahnya untuk menanyakan sekali lagi tentang cerita masa lalu keluarga mereka, apa latar belakang ibunya, apa yang membuat ayahnya terlalu tertutup tentang masa lalu mereka, dan yang penting,

Mengapa ia merasa jika Sehun tahu suatu hal tentang keluarga Kai? Bahkan Kai tak mengetahuinya.

 

Tetapi Kai mencoba untuk mencari tahu sendiri. Ia mengedarkan pandangannya kesuluruh ruangan yang sebagian besar dipenuhi buku-buku ayahnya itu. tetapi Kai lebih tertarik kemeja kerja ayahnya, ia berjalan penuh ragu mendekati meja itu dan mulai menyapu pandangnya kesuluruh bagian meja.

 

Entah bisikan darimana, tetapi Kai mengubah arah pandangannya pada lemari buku raksasa dibagian barat ruangan, ia ingat, setiap ia masuk ruangan kerja Ayahnya, ia tak pernah melihat ayahnya duduk menghadap mejanya, ia selalu duduk menghadap lemari buku raksasanya itu. begitupun juga dirumah, entah buku apa yang dibaca ayahnya itu, Kai tak pernah peduli, ia juga tak pernah bertanya.

 

“pasti ada sesuatu…” gumamnya pelan.

 

*

(Coming soon in Next Chapter!)

“apa yang membawamu datang kesini Oh Sehun?”

“aku selama ini sudah menepati janjiku, aku selama ini sudah patuh akan semua perintahmu, aku tak pernah membocorkan hal itu pada siapapun termasuk anakmu. Dan… bisakah kau kembalikan Ayahku ke Korea?”

*

“aku merasa kau tahu tentang cerita masa lalu keluargaku…”

*

Kai mencocokkan foto itu dengan foto yang ia ambil dari dompetnya, tetapi ia semakin mengerutkan dahinya,

 

“ini bukan foto ibuku… lalu ini foto siapa?”

 

(See more in Chapter 6 :D)

*TBC*

 

Chapter 5 is Up! :v yey!

Ada yang nunggu-nunggu chapter ini? Gimana? Seru kan? Lebih seru nanti dichapter selanjutnya :v

Siapa sebenarnya Kai? Siapa sebenarnya Baekhyun? Dan apa yang sebenarnya diketahui oleh Sehun?

 

Tunggu aja ya 2 minggu-an lagi:v aku bisa update 2 minggu sekali soalnya:3 harap maklum

 

Comentar dan saran masih tetap ditunggu, Bye.

(@_raraa84)

20 thoughts on “Something Hidden Part 5

  1. ike berkata:

    kai dan baek adik kakak mungkin? ato kai sama baaek tertukar? aishh jangan. . . jangan gitu😦 kai adiknya baek aja mungkin? hehhe
    next chap di tunggu🙂

  2. littlecheonsasss berkata:

    Woahh.. seru banget eonni!

    Kalau aku rasa Sehun mengetahui Baekhyun sebagai kakaknya, yang pergi waktu itu. Tapi gimana Baekhyun bisa lupa, ya? #MikirKeras.

    Kalau Kai, aku rasa Chen (ayah Kai) sama Sehun punya rahasia yang gak diketahui Kai. Dan Chen janji bakal mengembalikan appa Sehun ke Korea.

    Sekian perkiraannya😀

  3. In Soo berkata:

    akhrnya update jga,,,,🙂
    kok aku jd berfikir klo baekhyun sma kai itu saudara tp beda ibu ya???

    d tunggu chap slanjutnya🙂

  4. Rosepixylalala... berkata:

    duhhhh… kurang panjanggggg… itu lagi seru bgt, masalahnya mulai keluar..
    itu sebenernya sehun tau apa sih tentang baekhyun??.
    sehun kan tau sesuatu tentang kai, baek juga, jangan2 kaibaek sodaraan..
    aku penasaran siapa kakaknya sehun, bakal dimunculin gk di cerita ini? kalo iya bolehh gk kalo itu luhan? dia kan belum muncul😀
    semoga d.o sama kai gk akan terlibat masalah apapun karena jihyun,
    duhhh… ini masalah mau keluar udah tbc aja..
    ditunggu kelanjutannya🙂

  5. rismisardi berkata:

    baekhyun itu sebenarnya kakak dari kai??? tapi kenapa bisa pisah??
    sebenarnya itu rahasia keluarga sehun itu apa??

    haishhh….bikin penasaran…..ff’a daebak

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s