EXO Drabble Series

drabble series

Title                 : EXO Drabble Series

Author             : Jung Ri Young

Main Cast        : EXO

Genre              : Brothership, Comedy

Rating             : General

Length             : Drabble

Disclaimer       : Member EXO milik SMEnt. Cerita milik author.

Special Poster by KyuhyunBaekhyunsooyoung

.

.

.

-Just Faster Than You-

Chanyeol berjalan menuju dorm selepas melakukan jogging. Tubuhnya yang berkeringat ia seka dengan handuk kecil yang tersampir di lehernya.

“Bagaimana kalau kita mampir kedai kopi itu, Baek? sepertinya segar. Lagipula, jam-jam seperti ini belum banyak fans yang—“ lelaki itu terpaksa menghentikan kalimatnya ketika tak mendapati sosok Baekhyun.

“Baekhyun!” teriaknya kesal. Lead vocal EXO-K itu ternyata tertinggal jauh di belakang. Sedang berjongkok sambil memegang tongkat di tangan kanan.

“Apa yang kau lakukan? Yak!”

“Aku hitung sampai tiga, setelah itu lari sekuat tenagamu, Yeol.”

“Heh?”

“Satu..”

“Apa maksudnya?”

“Dua..”

“Tunggu!”

“Tiga!”

Aaaaaaaaaaaaaaaaa……

Baekhyun menjerit sambil berlari sangat kencang mendahului Chanyeol. Lelaki tinggi itu kebingungan. Lalu menyusul sahabatnya ketika suara gonggongan anjing terrier menggema di sekitar.

“Sial!” runtuknya sambil berlari. Chanyeol mengikuti Baekhyun yang tengah memanjat sebuah pohon di pinggir jalan. Yeah, dia berhasil.

“Kau gila, Baek! Bagaimana jika ada paparazzi!” umpatnya pada sang lead vocal. Baekhyun hanya meringis di tempatnya.

“Sekarang giliran kau ikut komandoku. Kuhitung sampai tiga. Lalu kita akan melompat turun dan lari sampai dorm.”

“Kau lebih gila! Kita berdua sama-sama tahu kita tak dapat berlari lebih cepat dari anjing itu.” protes Baekhyun.

“Aku tak perlu berlari lebih cepat dari anjing penggigit itu. Aku hanya perlu berlari lebih cepat darimu, Byun baek!”

.

.

-Where Is My Ddukbokki?-

“Ge..kau tahu ddukbokki yang ku taruh di sini?” Tao mengacungkan jari pada meja di depannya. Terlihat lelah mencari-cari makanan yang baru saja ia beli bersama Sehun.

“Tidak.” jawab Kris singkat. Bahkan tak mengalihkan pandangan dari layar televisi.

“Sungguh? Kau tak tahu?”

“Mm.”

“Ge..”

“Ish, apalagi, Tao? kau tak lihat aku sedang menonton film?!!”

Tao cemberut mendapat bentakan dari sang dhuizzang.

“Aku hanya bertanya kok. Dimana ddukbokki-ku?”

Kris lalu menoleh, lelah mendengar ocehan maknae EXO-M.

“Dengarkan aku, Zi Tao. Aku tak tahu dimana makananmu. Lagipula, ddukbokki it’s not my style!” tegasnya.

“Lalu, apa yang ada di sudut bibirmu itu? bukankah itu saus ddukbokki?”

“Eh?”

.

.

-He Don’t Need Me-

Waktu telah menunjukan pukul dua dini hari. Para member EXO masih berada di ruang latihan. Melelahkan memang. Namun itu sudah menjadi rutinitas mereka sebagai boyband papan atas di Korea. Suho, sang leader EXO duduk bersila di lantai. Sesekali matanya melihat teman sekamarnya, Sehun yang sedang bercanda dengan Luhan. Yah, maknae mereka memang sangat manja. Apalagi jika bersama couple-nya.

“Luhan hyung, aku haus.” Suho mendengar rengekan Sehun. Setelahnya ia melihat Luhan bangkit, mengambil air untuk sang maknae.

“Ini, minumlah. Kau pasti sangat lelah.” ucap Luhan manis. Oh, mereka akur sekali. Benar-benar seperti kakak dan adik kandung.

“Apa kakimu sakit? mau hyung pijit?” tawar Luhan lagi.

Tentu saja Sehun mengangguk senang.

Mereka bercengkrama berdua. Seperti tak ada orang lain padahal semua member sedang berkumpul di tempat itu.

Diam-diam Suho iri. Ia ingin memiliki couple yang manis. Ia juga ingin memamerkan bahwa dirinya mempunyai couple yang menyenangkan!

Suho mengalihkan pandangan pada member yang tengah berbaring di sampingnya. Melepas lelah setelah acara latihan malam ini.

“Lay.” panggil Suho.

Member berlesung pipi itu menoleh. Membalas panggilan Suho.

“Apa?”

“Lihat mereka.” tunjuknya pada HunHan. “Luhan sangat perhatian pada Sehun, dia mengambilkan air untuk maknae, bahkan dia juga memijit kaki maknae yang kelelahan. Mereka manis bukan? Apa kau tak ingin melakukannya juga?” tanya Suho tanpa basa-basi. Kentara sekali ia juga ingin diperlakukan seperti itu.

“Huh? mau mati apa? Luhan akan membunuhku jika aku melakukannya. Lagipula, Sehun mana mau aku perhatikan. Dia hanya butuh Luhan!”

Seketika Suho menganga.

.

.

Miss You, Luhan hyung!

Sehun berguling di ranjangnya. Matanya tak bisa terpejam walau waktu sudah menunjukan pukul tiga dini hari. Di sampingnya, sang leader EXO-K bahkan sudah terlelap bersama mimpi-mimpinya.

Sehun menghembuskan nafas berat. Ia bosan, ia merindukan Luhan, hyung yang paling disayanginya. Tangannya kemudian terulur memutuskan untuk menghubungi member EXO-M itu.

tuuut..tuuut..tuuut..

Terdengar bunyi nada tunggu sebelum tergantikan oleh suara lain. Suara yang sangat dirindukannya.

“Hallo?”

“Luhan hyuuuung…..” magnae itu langsung merengek begitu mendengar suara Luhan.

“Oh,,Sehun-ah..wae?”

“Bogoshippo..jeongmal bogoshippo hyuuung. Sehun tidak bisa tidur. Sehun merindukan Luhan hyung. Kapan kita bertemu?? hiks.” Sehun mulai mengeluarkan air mata disela-sela rengekannya.

Luhan menghela nafas di seberang. “Hun, jangan lebay deh. Kan hyung ada di kamar sebelah bukan di China.”

“Oh iya, Sehun lupa.”

.

.

I’ts Bad, Hyung!

“Baekhyun hyung..kau sedang apa?” Kai mengusap mata sambil berjalan ke arah dapur. Dalam hati terheran-heran melihat moodmaker EXO sedang berdiri di depan kompor.

“Kau sudah bangun? Aku sedang memasak, Kai.”

“Hah?” Kai terperangah mendengar jawaban Baekhyun. “Sejak kapan hyung suka memasak?”

“Sejak hari ini.” jawabnya jahil.

Keheranan Kai semakin bertambah melihat berbagai masakan yang terhidang di atas meja. Benar-benar. Baekhyun sepertinya akan berpindah profesi dari main vocal menjadi koki dadakan. Membayangkan saja sudah membuat Kai bergidik sendiri.

Sibuk dengan pemikiran tentang hyungnya yang mendadak suka memasak, Kai tak menyadari jika semua member telah berkumpul di ruang makan. Duduk ditempat masing-masing dan siap untuk sarapan.

Kai mengikuti yang lain, ia mencomot beberapa masakan buatan Baekhyun, dalam hati berharap jika maaskan itu tidak beracun. Siapa tahu kan?

Baru satu sendok makanan masuk ke mulutnya, Kai langsung berhenti makan, tiba-tiba saja perasaan geli menjalar tubuhnya.

“Bwaahahahaha” Kai tertawa keras sekali. Hingga member lain memandangnya aneh.

“Wae?” tanya Suho heran. Sang leader dan yang lain jadi ragu untuk ikut makan.

“Hahahaha..Baekhyun hyung..hahaha..masakanmu…”

“Kenapa sih, Kai?” Sehun ikut kesal karena Kai tak kunjung menjawab. Anak itu malah semakin gencar mentertawakan masakan Baekhyun.

“Baekhyun hyung, kau tak usah memasak. Masakanmu hanya cocok untuk makanan kuda! hahaha”

Baekhyun berkerut sambil memegang piring hasil masakan terakhirnya. Wajahnya sulit di artikan.

“Tapi Kai…”

“Hahaha…sudahlah hyung, kau hanya mau mengelak kan. Tapi benar, makananmu sangat tidak enak!” balas Kai masih tertawa.

“Tapi aku hanya memasak ini. Yang kau makan itu masakan D.O.” jawab Baekhyun bingung. Seketika Kai bungkam. Tak berani bersuara lagi.

“KIM JONGIN JANGAN TIDUR DI KAMARKU NANTI MALAM!!!!”

.

.

Phonebook

Dorm EXO sangat berisik jika mereka tidak memiliki jadwal perform. Para member yang biasanya tampil keren, kini tak ubahnya anak-anak malas yang sedang libur sekolah. Di depan ruang televisi, maknae line sedang berebut stick playstation. Di sampingnya ada hyung tertua mereka yang asyik bermain ponsel. Tak mempedulikan suara berisik Kai, Sehun dan Tao.

“Minseok hyuung, Jongin tak mau bergantian. Ah, dia menyebalkan sekali hyuung, huee…” maknae Sehun hampir menangis karena stick playstationnya direbut Kai.

Xiumin hanya bergumam, tanpa mengalihkan pandangan dari layar ponselnya. “Beri Sehun kesempatan untuk bermain, Kai. Jangan egois.”

“Sehun tidak bisa bermain. Sehun kalah terus.” Tao malah mengompori hingga Sehun memutuskan pergi. Mendekat pada hyungnya itu.

“Hyung sedang apa?”

“….”

“Itu bukannya ponsel milik Jongdae hyung?”

“Mm..”

“Hyuuung, sedang apa sih?” Sehun kesal karena Xiumin tetap tidak mempedulikannya. Ia baru saja memutuskan kembali ke kamar sebelum Chen menghampiri mereka.

“Ya..ya..ya..Minseok hyung, Sehunnie! Kenapa kalian mengutak-atik ponselku, eoh?”

“Bukan aku, hyung! hanya Minseok hyung.” balas Sehun.

“Jongdae-ya. Aku membuka phonebook-mu. Tapi kenapa isinya laki-laki semua? Kau tak punya teman perempuan?” tanya Xiumin heran.

Chen merebut ponselnya. Berkacak pinggang di depan Xiumin dan Sehun. “Kalian nggak gaul deh. Kan nelpon ke SESAMA itu lebih murah!” jawabnya sambil berlalu.

.

.

FIN

14 thoughts on “EXO Drabble Series

  1. mongochi*hae berkata:

    gokillllll….
    feel humorny dpt bgt.
    aplg waktu scane sehun yg nelp luhan dan suho yg ceritany ngiri am couple hunhan tp dsalah tanggap am lay hheee

  2. Nuraya berkata:

    Dibagian hunhan yg paling bikin ngakak (soalnya tu couple favoritku) dan kaisoo wktu baek bilang kalo itu bkn masakanya dgn wajah bingung (mukanya baek lgsung kebayang dipikiranku *kocak >.<)

    bikin lagi eon, bikin ngakak tengah malem! Nemenin aku yg lagi insom😛
    Fighting!!!😀

  3. Nuraya berkata:

    Dibagian hunhan yg paling bikin ngakak (soalnya tu couple favoritku)
    dan kaisoo wktu baek bilang kalo itu bkn masakanya dgn wajah bingung (mukanya baek lgsung kebayang dipikiranku *kocak >.<)

    Bikin lagi eon, bikin ngakak tengah malem! Nemenin aku yg lagi insom😛
    Fighting!!!😀

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s