FF: Ghost Rider (Part 20)

Ghost Rider

Author : Oh Mi Ja

Genre : Horror. Mystery, Comedy, Friendship

cast : Byun Baekhyun, Park Chanyeol

Support Cast : Kim Myungsoo (Infinite), Kim Jongdae

“Kakakku tidak bersalah! Sungguh! Dia tidak bersalah!” Yixing terus berteriak histeris di ruangan itu. “Kenapa kalian menangkapnya?! Kalian harus melepaskannya! Kakakku tidak bersalah! DIA TIDAK BERSALAH!”

 

BUG

 

“Hey! Jangan memukul adikku, brengsek!” Dari dalam sel, Kris menggeram keras.

“Sudah ku katakan untuk diam. Jika kau membuat keributan, aku akan mengusirmu!”ancam seorang polisi, dia masih memukul-mukul punggung Yixing dengan tongkatnya.

Yixing mencoba bangun dengan satu telapaknya yang menapak lantai, memberikan kekuatan pada tubuhnya karena kini rasanya dia telah kehilangan segalanya.

Air matanya menetes, membasahi lantai tepat disebelah telapak tangannya yang menapak. Dadanya benar-benar terasa sesak. Kenapa Kris juga di tahan jika dia telah mengakui semuanya? Bukankah dia telah melakukan sesuatu yang baik?

“Kakakku tidak bersalah. Dia melakukannya karena aku.” Kini ia terduduk dengan memeluk kedua lututnya, kepalanya ia tenggelamkan dalam-dalam sambil terus menangis lirih. “Aku yang bersalah…”

“Yixing!”

Chanyeol muncul dan langsung berlari menghampiri Yixing, detik berikutnya, dia melihat Kris terduduk di dalam sel sambil menatapi Yixing yang terlihat sangat terpukul.

“Kenapa kau melakukannya, hah?! Kenapa kau melakukannya?!”bentak Chanyeol, ia menggenggam besi sel tahanan sambil menatap dengan tatapan menuntut pada Kris. “Itu adalah masa lalu! Kenapa kau mengungkitnya lagi?! Kris!”

Kris mendongak lantas tersenyum bersamaan dengan air matanya yang terus mengalir, “Karena jika tidak, kau tidak akan pernah bebas.” suaranya terdengar serak. “Seumur hidupku…aku tidak akan pernah tenang sebelum aku melakukan hal ini. Aku akan merasa bersalah padamu terus-menerus jika aku tidak memberitahu polisi. Selama ini, aku sudah egois.”

Chanyeol terpaku. Benar-benar terpaku. Ia sudah membuka mulutnya namun tidak menemukan kata-kata yang tepat. Pita suaranya seperti tidak berfungsi sama sekali ditelan oleh rasa sesak yang memenuhi rongga dadanya.

“Terima kasih…” Kris tersenyum lagi. Raut wajahnya terlihat tenang. “Terima kasih karena kau tidak pernah membenciku.”

“Kris…” Chanyeol merasakan jika air matanya juga jatuh membasahi pipinya. “Bahkan sedetikpun. Aku tidak pernah membencimu…” tangisan membuat tenggorokannya terasa sakit. “…terima kasih… Kris…”

Dibelakang mereka, Kyungsoo yang sedang sibuk membopong tubuh Baekhyun meninggalkan pria itu dan menghampiri Yixing, berjongkok didepannya dengan sebuah tepukan pelan di pundaknya. Matanya sudah memanas, namun ia berusaha sekuat mungkin untuk menahannya.

Melihat Yixing menangis dan mendengar rintihannya yang tersedu-sedu, semua itu membuat hatinya terasa sangat sesak. Ia ingin menangis juga. Tapi dia pikir dia sama sekali tidak berhak melakukannya. Disini, Yixing adalah orang yang paling bersedih, paling terpukul dan paling menderita atas kejadian ini.

Dia tidak ingin menangis, karena dia ingin menjadi kekuatan untuk Yixing.

“Kyungsoo…”isak Yixing mengangkat wajahnya. “Kakakku tidak bersalah. Sungguh. Dia tidak melakukannya secara sengaja. Ini karena aku. Percayalah. Semua ini karena aku.”tangisnya.

Kyungsoo mengangguk, namun suaranya tidak mampu keluar sama sekali. Tenggorokannya terasa sangat cekat bercampur dengan sesak di hatinya. Dia hanya mengulurkan tangan, memeluk tubuh sahabatnya itu erat-erat dan membiarkannya menangis di pundaknya.

Yixing terus terisak, hingga suaranya nyaris menghilang dan tersendat-sendat. Chanyeol hanya bisa terduduk di atas lantai dengan kepala menunduk. Memberikan lantai yang dipijaknya beningan air mata yang terus menetes dalam keterdiamannya. Kris mengadahkan wajahnya keatas, salah satu bentuk usahanya untuk menahan air matanya.

Semuanya bersedih. Namun yang lebih memilukan adalah tangisan Yixing yang tiada henti. Baekhyun menatapi semuanya satu-persatu dalam diam. Terharu.

Dia tidak memiliki seorang kakak sehingga dia tidak dapat memahami perasaan Yixing dengan baik. Namun, sangat jelas terlihat bagaimana besarnya kasih sayang Yixing terhadap Kris. Dia pasti merasa kehilangan. Dan dia terpukul atas kejadian yang menimpa kakaknya.

Dalam situasi ini, dia cukup mengerti bagaimana perasaan Kris. Baekhyun bukan seorang kakak, tapi dia adalah seorang sahabat.

Kali ini dimatanya, persahabatan mereka tidaklah rumit lagi. Kini semuanya begitu sederhana di pandangannya. Kris yang ingin menebus kesalahannya pada Chanyeol, dan Chanyeol yang sama sekali tidak pernah membenci Kris walaupun dia pernah melakukan sesuatu yang salah di masa lalu.

Persahabatan mereka sederhana. Berkorban dan memaafkan.

Dia melihat persahabatan mereka sangat indah sekarang. Dan dia pikir dia bisa mempelajari tentang kuatnya ikatan persahabatan mereka.

Dia dan Jongdae memang telah bersahabat cukup lama. Bersyukur, Tuhan tidak pernah memberikan cobaan yang berat dalam ikatan persahabatan mereka.

Masih dengan teorinya dulu, persahabatan itu sederhana.

Hanya membutuhkan rasa pengertian dan saling memaafkan. Dia pikir dua hal itu adalah hal yang paling penting dalam setiap hubungan yang terjalin di dunia. Tidak hanyadalam persahabatan.

Baekhyun menghusap air matanya dengan lengan baju, tergopoh-gopoh menghampiri Chanyeol dan berusaha menekuk lututnya untuk berjongkok disamping namja itu. Pundaknya masih bergetar, menandakan dia masih menangis,

Baekhyun menepuk pundak Chanyeol pelan, Chanyeol menoleh, menatap Baekhyun dengan wajah yang sudah basah.

“Tidak ada yang bisa ku katakan padamu sekarang…”serunya pelan.

Memang tidak ada kata-kata yang bisa diucapkannya sekarang. Bahkan untuk sekedar kata-kata penghiburan. Dia tau, saat ini Chanyeol merasakan pedih yang jauh lebih pedih. Sehingga dia hanya menghusap pundak pria tinggi itu sebagai bentuk penghiburannya.

Tangan kanannya juga terulur dan mengacak rambut Chanyeol membuatnya semakin menunduk dalam dan tenggelam dalam tangis.

Baekhyun ikut menangis disamping sahabatnya itu. Semuanya juga menangis.

Jauh di lubuk hatinya, walaupun ingatannya terasa samar tentang orang-orang ini, dia berharap mereka mendapatkan yang terbaik setelah ini. Dia berharap, tidak ada lagi yang akan mengusik ikatan persahabatan mereka. Dan diatas segalanya, dia berharap mereka selalu bersama.

***___***

Jam sudah menunjukkan pukul 3 pagi. Polisi menyuruh Chanyeol dan yang lain meninggalkan tempat itu dan datang lagi pagi harinya.

Myungsoo benar-benar ditangkap dan langsung dimasukkan ke dalam penjara yang ada di kepolisian pusat kota Seoul. Sedangkan Kris, masih di tahan di dalam penjara sementara yang ada di pos polisi.

Belum ada keputusan tentang persidangan nanti, atau bagaimana nasib Kris nantinya. Mereka berharap Kris hanya dijadikan saksi daripada seorang tersangka. Yah, semoga saja begitu.

Kyungsoo membawa Yixing pulang ke rumahnya, untuk malam ini memutuskan untuk menemani pria berlesung pipi itu hingga dia tenang. Sedangkan Chanyeol, mengantar Baekhyun pulang ke rumahnya sendiri.

“Kau yakin kau tidak perlu ke dokter?”tanya Chanyeol memastikan keadaan Baekhyun saat dia sedang menyetir.

Baekhyun menggeleng, “tidak apa-apa. Aku rasa kakiku hanya merasa kram.”

“Kau yakin?”

“Kau sudah bertanya sebanyak serratus kali.”Baekhyun tertawa. “Aku tidak apa-apa.”

Chanyeol mengembalikan fokusnya ke depan, mengarahkan mobilnya menuju rumah Baekhyun yang sudah semakin dekat. Sekarang semuanya berbanding terbalik dari masa lalu. Dia berada di kursi kemudi dan Baekhyun berada disampingnya.

Dia menggantikan tugas Baekhyun sekarang.

“Kau ingat Baekhyun? Beberapa bulan lalu, tempat ini adalah milikmu dan aku duduk di tempatmu.”

Baekhyun menoleh dengan satu alis trangkat tinggi, “maksudmu?”

“Dulunya, mobil ini adalah milikmu.”

Mata Baekhyun melebar, “Hah?!”

“Orang tuamu membelikan mobil ini dari tempat pelelangan untukmu. Dan sekarang menjualnya padaku karena ibumu membutuhkan uang banyak untuk pengobatanmu dan ayahmu.”

Baekhyun memaksa dirinya tertawa atas ucapan Chanyeol, “Chanyeol, lelucon macam apa itu? Tidak mungkin.”

“Aku berkata hal yang sebenarnya.”seru Chanyeol tanpa menoleh. “Seperti cerita Yixing dan Kyungsoo, mobil ini mempertemukanku padamu.” Ia tertawa renyah. “Saat aku masih menjadi roh.”

“Jadi semuanya memang benar? Kau pernah menjadi roh dulunya?”

“Aku bahkan tidak bisa mempercayainya. Tapi semua itu kenyataan.”

Baekhyun menelan ludah pahit, “jadi mobil ini…”

“Aku masih ingat saat aku memaksamu untuk latihan mengemudi agar kau bisa membalaskan dendamku.” Chanyeol mulai mengenang masa lalu. “Juga masih ingat setiap kali kau tertidur karena kelelahan setelah latihan mengemudi. Jujur saja, aku merasa sangat bersalah atas hal itu.”

Baekhyun hanya diam. Matanya masih terarah lurus pada sisi wajah Chanyeol.

“Walaupun pada awalnya aku terlihat sangat jahat dan menyeramkan, tanpa ku sadari aku jadi bergantung padamu. Aku tidak tau apa alasannya tapi aku menceritakan segalanya tentang hidupku padamu.”katanya. “Kau adalah pria pengecut yang aku pikir tidak bisa melakukan apapun. Kau payah dalam segala hal dan kau sangat ceroboh. Tapi seiring berjalannya waktu, pandanganku terhadapmu berubah. Kau mengajarkanku tentang bagaimana kita menghargai seorang sahabat, bagaimana caranya untuk menggapai sesuatu yang kita inginkan, dan bagaimana caranya mengalahkan sesuatu yang paling kita takuti. Kau mengajarkanku semua itu.”

Baekhyun menggigit bibir bawahnya setelah ia mendengar semua cerita Chanyeol. Ada sesuatu yang mula imerasuk ke dalam hatinya. Entah mengapa, sekarang dia merasa sangat sedih.

“Kita sudah sampai.” Chanyeol menyadarkan Baekhyun yang begitu tenggelam dalam lamunannya. Dia memutari mobilnya, menghampiri kursi Baekhyun dan membantunya untuk berjalan.

Chanyeol membuka pagar rumah Baekhyun, langkahnya terhenti seketika saat matanya melihat balkon kamar Baekhyun.

Chanyeol tersenyum kecut, “Kau sering berdiri disana, menemaniku yang kala itu duduk diatas atap rumahmu.” Chanyeol mengarahkan jari telunjuknya keatas. “Kau sering membujukku untuk turun karena kau takut aku terjatuh.” Ia tertawa. “Padahal saat itu aku adalah hantu.”

Baekhyun mengikuti arah telunjuk Chanyeol, ikut tersenyum.

“Sekarang, aku merindukan saat-saat bisa duduk diatas sana lagi.” Chanyeol menerawang. “Aku pikir, atap rumahmu adalah tempat yang paling nyaman dan aku menyukainya. Tapi sekarang aku–”

“Chanyeol.” potong Baekhyun, ia menatap Chanyeol lurus-lurus. “Setelah hari ini, saat aku tertidur, aku tidak akan bisa mengingat semuanya lagi.”serunya pelan. “Aku akan melupakanmu dan melupakan kejadian hari ini.”

Chanyeol tersenyum, “tidak apa-apa. Jika kau melupakanku, aku akan datang dan mengingatkanmu setiap hari.”

“Tapi, aku tidak mau melupakanmu.”balas Baekhyun cepat. “Selain Jongdae, aku pikir kau juga sahabat terbaikku. Aku berharap, aku tidak melupakanmu.”

Chanyeol tertegun beberapa saat. Detik berikutnya kembali tersenyum, “terima kasih.”

“Jika besok aku melupakanmu, aku mohon maafkan aku. Sebenarnya, aku tidak bermaksud melakukannya. Kau tau… sebenarnya… aku juga membenci ingatanku yang sekarang. Jika kau membutuhkan bantuanku, kau bisa datang… kapan saja.”

“Tidak perlu meminta maaf, karena satu-satunya orang yang harus meminta maaf adalah aku.” Chanyeol menepuk pundak Baekhyun lembut. “Kau seperti ini karena aku. Terima kasih karena kau tidak melaporkan Kyungsoo pada polisi.”

“Aku sudah melihat bagaimana persahabatan kalian hari ini. Dan aku mempelajari sebuah hal,. Kyungsoo melakukannya karena dia ingin melindungimu, dia mempunyai alasan. Aku pikir, kalian berempat sangat indah dan aku ingin memiliki banyak sahabat sepertimu. Aku memaafkannya, karena Kyungsoo juga sahabatku.” Baekhyun tersenyum tipis. “Aku harap begitu.”

“Tentu saja dia adalah sahabatmu.” Chanyeol mengulurkan tangan, mengacak rambut Baekhyun. “Kami semua adalah sahabatmu.”

Baekhyun tersenyum lantas mengangguk, “terima kasih.”

***___***

Baekhyun POV

 

Aku menulis nama Chanyeol di halaman ke-13 buku catatanku. Aku menulis namanya sebagai sahabatku setelah Jongdae. Selanjutnya, Kyungsoo, Yixing dan Kris juga mengisi lembar halamanku.

 

Park Chanyeol, dia adalah teman hantumu. Jangan tinggalkan dia, dia sangat rapuh.

 

Dengan begini, aku tidak akan melupakannya, kan? Aku harap, aku tidak pernah melupakannya.

Beberapa hari berlalu, aku sangat rajin mengunjungi dokterku akhir-akhir ini. Melatih ingatan jangka pendekku agar aku bisa mengingat hal yang terjadi sebelum aku tidur.

Jongdae juga sudah memaafkan Kyungsoo sekarang. Akhir-akhir ini, mereka sering belajar bersama dan melupakanku. Chanyeol sibuk dengan latihannya sebelum dia berangkat ke Jepang, dan Yixing sibuk dengan pekerjaannya sebagai dokter, terkadang dia harus bolak-balik penjara untuk mengunjungi Kris.

Persidangan akan dilangsungkan beberapa hari lagi. Chanyeol dan Yixing sudah sepakat untuk menyewa seorang pengacara mahal agar mereka bisa meringankan hukuman Kris. Menurut pandanganku, semuanya akan berjalan lancar. Aku yakin Tuhan tidak akan membenci orang sebaik Kris.

Aku berjalan seorang diri menuruni anak-anak tangga gedung universitasku. Akhir-akhir ini entah mengapa aku jadi semakin rajin. Mendengarkan semua penjelasan dosen dengan baik, dan mengumpulkan tugas-tugas tepat waktu. Aku ingin cepat lulus dan bekerja.

Chanyeol sudah menemukan mimpinya untuk menjadi pembalap professional, Yixing bilang, dia akan melanjutkan sekolah dokternya dan akan mendalami tentang penyakit dalam. Dia memutuskan untuk meninggalkan dunia psikolog. Kyungsoo berencana membuka sebuah restoran sederhana setelah dia lulus, dia suka memasak. Dan Jongdae… orang pintar itu selalu mengatakan jika dia akan jadi guru, seperti yang sedang di lakukannya sekarang.

Semua orang sudah menemukan mimpi mereka masing-masing. Memiliki sebuah tujuan yang akan mereka perjuangkan kelak. Sedangkan aku, aku belum memikirkan apapun. Aku menjalani hidupku tanpa arah dan tujuan. Walaupun aku berada di fakultas seni, aku tidak berpikir untuk menjadi seniman dalam waktu dekat.

Bagaimana nantinya aku di masa depan, dan bagaimana hidupku setelah ini, aku tidak terlalu memikirkannya. Aku pikir, menjalani hari ini dengan usaha yang baik adalah yang terpenting. Karena usaha menentukan hasil di masa depan.

Aku berjalan menuju halte bus, ingin pulang. Hari sudah sangat sore dan aku ingin segera istirahat di rumah. Begitu sampai di halte bus, tiba-tiba sebuah mobil biru berhenti didepanku. Itu Chanyeol. Dengan kaca mata hitamnya saat dia menurunkan kaca jendela.

Yeaah, sekarang dia menjadi selebriti yang digandrungi banyak orang. Setelah diumumkannya jika dia yang akan mewakili Korea untuk pertandingan di Jepang, seluruh awak media langsung menyerbunya, sama seperti ketika Myungsoo yang mewakili Korea dulu.

Namun kali ini lebih heboh karena Chanyeol memiliki sebuah cerita hidup yang menarik, juga tentang kasusnya dengan Myungsoo. Semuanya telah terungkap. Ini karena Kris.

“Nyeeh… nyeeh… Cassanova Chanyeol sedang beraksi.”cibirku hanya berdecak.

Dia tertawa geli, “aku tampan, kan? Seorang pembalap memang harus tampan sepertiku.” Ia mengarahkan kaca mobilnya kearahnya lalu memperbaiki rambutnya.

Aku mendengus, “Kau tetap saja hantu. Hantu ya hantu.”

Dia menghela napas lalu menatapku sambil membuka kacamatanya, “Sudah ku bilang aku adalah roh. Bukan hantu.”

“Jika kau bukan hantu, kau tidak akan terlihat begitu menakutkan saat kita pertama kali bertemu.”

“Astaga, aku menyesal menceritakannya padamu.”

Aku hanya mencibir. Tadi pagi, Chanyeol memang datang ke rumahku untuk sekedar mengingatkan tentang siapa dia dan siapa diriku. Dia menceritakan sedikit tentang kisah persahabatan kami dulu.

Dia memang sangat sering melakukan ini. Jika dia tidak sempat ke rumahku, dia akan mengirimiku sms hanya untuk sekedar memperkenalkan dirinya, seperti…

 

Hai, aku Park Chanyeol. Kau menulis namaku di halaman 13. Aku bukan hantu.

 

Terkadang, aku pikir lama-kelamaan dia akan lelah melakukan ini. Selalu mengingatkanku yang tidak pernah mengingatnya. Tapi aku harap dia tidak pernah lelah.

“Aku lapar, ayo makan. Yixing mengajak makan bersama dengan Kris.”

“Kris?” aku mengerutkan keningku.

“Jam besuk masih tersisa sedikit, dia ingin makan bersama sekaligus mengunjungi Kris.”

“Lalu Kyungsoo?”

“Aku rasa dia bersama Jongdae, aku menelponnya dan dia mengatakan akan pergi ke toko buku bersamanya.”

Cih, dasar orang-orang tak tau diri. Kalian benar-benar sudah melupakanku, rutukku dalam hati.

Aku beranjak dari dudukku dan bergerak menuju mobil Chanyeol. Kemudian, dia mengarahkan mobilnya menuju kantor polisi,tempat di tahannya Kris selama beberapa hari ini.

Sesampainya, kami bertemu Yixing di parkiran. Dia juga baru saja tiba, kedua tangannya penuh dengan kotak pizza.

“Aku pikir kau akan bawa nasi.”seruku sekaligus menyapanya. Dia menoleh, terkejut saat mendapatiku sudah berdiri dibelakangnya.

Pria berlesung pipi itu tersenyum sambil mengangkat pizza-nya. “Kris menyukai pizza.”

“Oh.” Aku mengangguk.

“Sepertinya Yixing sudah pernah mengatakannya padamu.” Chanyeol berlalu melewatiku, merangkul pundak Yixing yang terlihat sangat kecil disampingnya.

Aku menggaruk belakang kepalaku, “benarkah?”

“Dia sudah mengatakannya kemarin. Ahh, aku rasa kau sudah pikun.”

“Hey, aku tidak pikun. Ini karena—“

“Oke… oke… tuan yang kehilangan ingatannya.”potongnya sambil bersiul mengejek.

Ahh kesal sekali! Aku benar-benar kesal!

***___***

_

 

AUTHOR POV

 

Kris terlihat lebih baik dari yang mereka kira. Pria tampan itu diantar oleh seorang polisi ke sebuah ruang pertemuan dengan senyum yang merekah lebar. Wajahnya lebih segar dari beberapa hari lalu, juga… dia terlihat sangat bahagia.

Baekhyun, Chanyeol dan Yixing merasa sangat lega akan hal itu. Setidaknya, keadaan Kris baik-baik saja sekarang. Itu sudah cukup.

“Pizza?!” Matanya berbinar melihat kotakan yang dibawa Yixing. “Akhirnya aku makan pizza!” ia bersorak senang.

Baekhyun mendengus, “apa kau tidak pernah makan pizza sebelumnya? Kau terlihat norak.” Begitu saja mendapat pukulan pelan di kepalanya dari Chanyeol.

Ia menoleh dengan mata melotot, “kenapa memukulku?!”

“Harusnya aku tidak mengajakmu. Menyebalkan.”cibir Chanyeol, membuat Yixing dan Kris hanya tersenyum geli melihat pertengkaran keduanya.

“Lalu kenapa kau mengajakku?! Harusnya kau meninggalkanku saja tadi.” Baekhyun tak mau kalah.

“Aku kasihan denganmu. Wajahmu benar-benar seperti minta dikasihani.”

Mata Baekhyun semakin melebar, “Ap–?!”

Dengan cepat Yixing memasukkan satu potong pizza ke dalam mulut Baekhyun, menghentikan ucapan pria itu. Baekhyun tidak mengatakan apa-apa lagi, menelan habis rasa kesalnya bersama pizza yang mulai dia kunyah.

“Jadi kapan kau akan pergi ke Jepang?” Kris memulai pembicaraan, menatap sahabatnya dengan senyuman lebar.

“Mungkin minggu depan. Mereka bilang, aku harus melanjutkan latihanku disana.”

“Minggu depan?” Yixing langsung menatap Chanyeol terkejut. “Cepat sekali.”

“Yeaah, mereka baru mengatakannya kemarin. Aku harus bersiap-siap sekarang.”

“Berapa lama kau akan tinggal?”tanya Kris lagi,

“Mungkin lima atau enam bulan. Ada beberapa pertandingan yang harus aku ikuti.”

“Hey, Byun Baekhyun, kenapa tidak mengatakan apapun?” Kini Kris beralih pada Baekhyun yang daritadi hanya asik dengan pizzanya. Dia terlihat sangat lapar. “Apa kau tidak pernah makan pizza sebelumnya? Kau terlihat sangat norak.” Kris membalas ucapan Baekhyun sambil tertawa membuat pria itu seketika menghentikan kunyahannya dengan mata melotot.

“Ya!”

Kris tertawa geli, “Jadi bagaimana? Chanyeol bilang dia akan pergi minggu depan.”

“Pergi yaa pergi saja.” Baekhyun mengendikkan bahu. “Toh, dia akan kembali nantinya.”

“Hanya itu?” Yixing menatap Baekhyun tak percaya. “Chanyeol akan pergi selama 6 bulan untuk mengikuti pertandingan, Byun Baekhyun.”

“Jika dia pergi, tidak akan ada lagi yang mengingatkanmu setiap pagi.”sahut Kris mengangguk-angguk.

Baekhyun tergugu beberapa saat. Matanya melebar, namun segera mungkin bersikap biasa. Setelah itu, dia tidak mengatakan apapun.

“Sudahlah.” Chanyeol akat bicara. “Dia punya buku catatan yang bisa dia baca setiap saat. Dia akan baik-baik saja tanpa aku.”

TBC

 

37 thoughts on “FF: Ghost Rider (Part 20)

  1. kazune berkata:

    ditunggu kelanjutannya thor…
    Mudah2an baekhyun penyakitnya segera sembuh biar ingatannya kembali lagi
    chanyeol saat di Jepang jangan lupakan uri baekhyunie ne~~~

  2. nina berkata:

    akhirnya semua kembali seperti semula
    tp chanyeol mau pergi iia😦
    bener tuh, gg ada yg bakalan mengingatkan baekhyun lagi klo chanyeol pergi
    baekhyun sendiri ntr

  3. phalifa berkata:

    Kyaa yeol knapa kmu pergi nya lama bgt -_-
    Baek lu kok gk sembuh2 ??,kasian bgt liat yixing nangis kek gitu😦
    Next part jgn lama2 thor,dah gk sabar nunggu part selanjutnya ^^😀
    The lords of legend sama autumn kpan lanjut thor ??

  4. ElizElfishy berkata:

    Benarkah semuanya akan baik-baik saja tanpa Chanyeol?
    Hhhh, aku kangen moment KrAy, n d’sini aku bisa melihatnya dgn membaca.

  5. GD berkata:

    Eciee ciee yg persahabatannya kulai membaik trus ditinggak hahaha kasian baek deh duh kris kamu itu emg baik banget tapi aku agak lupa masalahnya -.- semoga ingatan baek bakalan lebih membaik dan chanyeol menang ya buat lombanya^^
    Ditunggu next

  6. diah nur k berkata:

    akhirnyaaaa.. muncul jga kelanjutan ff ghost rider.. kerennn thor. aku tunggu kelanjutannya tpi jangan lama2 ya
    oh ya . sambungan the lord of the legend mna thor aku udh penasaran ne, udh nunggu2.. the autumn jga ..

  7. yuni rahma berkata:

    baekhyun kasihan bgt lu, mau dtinggal chanyoel 6bln..
    Jongdae trnyata skrang dkat dgn kyungsoo thu..
    Smoga hukuman buat kris tdk akn lama.. Ksihan uga Yixing

  8. ivhon berkata:

    Duh… penyakit Baek g bisa dsembuhin tuh?kasian thor, yg lain udh punya tujuan eh… si Baek msih blom, gmn mw nentuin tujuan hidup klo penyakit pikunnya g sembuh2?Kasian thor… sembuhin penyakit Baek ya thor…
    Fighting🙂

  9. littlecheonsasss berkata:

    Wah terlambat komentar😥

    Ah syudahlah tidak apa apa. oh iya eonni, FF ini udah dekat tamat kan? Kalau tamat setidaknya mengurangi beban nunggu FF yang saaangat banyak😀.

    Tapi aku masih galau karena eonni bakalan hiatus panjang. Huaa!😥😥. Untuk ngurangin kegalauan, aku bakal baca ulang FF” unnie. Otte?

    Part ini.. gimana ya? Aku bingung mengungkapkannya. Mungkin terasa sweet? Entahlah🙂

    Bye~ ditunggu lagi FF nya

  10. Nuraya berkata:

    Aku heran deh ama kejadian di kantor polisi itu, semuanya pada nangis dramatis tpi polisinya nanggapnya biasa aja “polisi meminta mereka keluar dan menjenguk kris besok pagi”
    mau sedih kaga jadi karna itu😛

    kenapa responnya baekhyun biasa aja ya? Ah palingan itu hanya gengsi belaka, mgkin pada akhirnya baek akn kangen dgn yeol ^_^

    lanjut thor, Fighting!~😀

  11. Nuraya berkata:

    Aku heran deh ama kejadian di kantor polisi itu, semuanya pada nangis dramatis tpi polisinya nanggapnya biasa aja “polisi meminta mereka keluar dan menjenguk kris besok pagi”
    mau sedih kaga jadi, mlah ketawa gegara itu😛

    kenapa responnya baekhyun biasa aja ya? Ah palingan itu hanya gengsi belaka, mgkin pada akhirnya baek akn kangen dgn yeol ^_^

    lanjut thor, Fighting!~😀

  12. ParkJudit berkata:

    LAKI GUA MAU PERGI ??? TRUS SIAPA YANG NGINGETIN SELINGKUHAN GUA ?😦
    Next ya eon ! ^_^ Di tunggu lo, FF mu ini yang paling aku tunggu2 !!!!😄
    Jongdae sma Kyungsoo yg pertama saling benci jd berdua terus , hehe😀
    NEXT EON !!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!😄 CEPETAN YAK !!!!!!!!!!!!!!!!
    AKU TUNGGU POKOKNYA !!!!

  13. Rida Defitria berkata:

    Author… Kok ceritanya pendek bnget sih T.T
    Itu baekhyun ingatannya kapan sembuhnya coba? Chanyeol lama amat perginya?

    Mudah”an Kris gk masuk penjara… Si Myungsoo aja noh yg masuk :v .__.v
    Di tunggu lanjutannya.. Jgn lama” ya author^^

    Oh iya, perkenalin.. Aq reader baru.. Dan baru sempet komen di ff ini^^ Thx *bow

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s