Mifologia part 2

Poster Mifologia

Title                 : Mifologia

Author             : Magnae Yehet

Cast                 : Member EXO

Genre              : Fantasy, Brothership, School Life and Action

Rating             : G

Length             : Chaptered

 

Hannyoung High School side.

Bias mentari yang dengan cerahnya menyinari bumi tanpa adanya rasa malu. Beberapa benda yang menyerupai seperti kapas itu melayang dengan angkuhnya diatas para manusia. Angin semilir yang berhembus menerbangkan aroma pulm yang manis dan sisa-sisa euforia penghujung Januari yang entah kenapa terasa dingin.

Beberapa kelopak bunga bermekaran dengan indahnya seakan mengundang banyak sekali hewan insekta bersayap indah seperti kupu-kupu. Aroma manis dari pulm yang ada disekitar para mahkluk fana itu tengah menyelimuti bangunan kokoh nan angkuh yang disebut sekolah.

Tampak saat ini adalah tahun ajaran baru yang dapat dipastikan ini adalah moment kebebasan bagi siswa tingkat kedua dan ketiga karena sedang diadakan MOS untuk siswa baru.

Tampak di salah satu pohon sakura yang tengah berbunga dengan indahnya, terdapat namja cantik yang sedang asik bersantai sambil membaca buku.

Surai gold-nya yang menari nakal tertiup angin beserta bibir pink kissable-nya yang tersenyum menggoda iman para gadis. Kulit putih nan halus bak salju pertama yang baru saja turun. Iris rainbow-nya yang menyerupai rusa dan memancarkan kepolosan tengah memandang buku yang ia baca.

Sementara di sudut lain terdapat namja tampan dengan surai tembaganya menari dengan liarnya dan bibir sexy-nya yang terangkat ke atas membentuk sebuah senyuman. Kulit tan yang menghiasi tubuhnya membuat ia memiliki kulit yang eksotis. Dan ditambah dengan kedua tangannya yang membawa makanan dan PSP kesayangan miliknya.

“Luhan!” panggil namja tampan itu

“Hm? Kai? Ada apa?”

Namja cantik yang dipanggil tadi ternyata bernama Xi Luhan dan namja tampan itu bernama Kim Kai. Mereka berdua sama-sama mendapatkan gelar siswa tingkat kedua.

“Igo! Aku membawa banyak makanan. Kita harus menghabiskannya.”

“Mwo? Kenapa sebanyak itu Kai? Aku tak yakin bisa menghabiskannya.”

“Tentu saja bisa.”

“Ya sudah. Duduklah Kai.” ucap Luhan kepada Kai sementara Kai pun langsung duduk setelah diizinkan.

“Haah…Baiklah. Apa kau tidak bosan membaca buku itu dari tadi?” tanya Kai sambil fokus main game di PSP-nya dan makan snack

“Tentu saja tidak. Jika aku bosan maka buku ini sudah ku tutup dari tadi. Lalu kau sendiri? Apa kau tidak bosan bermain game itu? Bukankah game itu sudah tidak ada yang baru?”

“Tentu tidak. Jika aku bosan juga maka aku sudah membuang PSP ini dan membeli PSP yang baru.”

“Aisshh! Kau mengopy kata-kataku. Seharusnya kau beri copyright Kai.”

“Biar saja. Memang apa peduliku?”

“Ya baiklah terserah kau saja. Lalu apa alasanmu tidak suka dengan baca buku?”

“Alasan? Apakah semua harus ada alasannya?”

“Tentu saja. Tapi tidak juga sih Kai. Hanya disaat pertanyaan itu sangat penting baru kau harus memiliki jawabannya. Lalu apa jawabanmu?”

“Kenapa ya? Aku sendiri tidak tahu Lu. Karena dari awal aku tidak tahan membaca lebih dari 30 menit. Lebih sedikit saja dari 30 menit aku akan langsung tertidur.”

“Itu karena majikanmu menyuruhmu tidur.”

“Maksudmu Lu?” tanya Kai sambil melihat Luhan dan mematikan PSP-nya

Luhan yang berada disampingnya pun menghela nafas sejenak lalu menutup bukunya dan membalas tatapan yang diberikan Kai. Menatap Kai dengan intens dan membuat Kai sedikit bergidik ngeri.

“Eum? Lu?”

“Hm?”

“Kenapa kau menatapku seperti itu?”

“Memangnya aku harus menatapmu seperti apa?”

“Harus…Aisshh! Lu! jawab saja pertanyaanku tadi.”

“Pertanyaanmu? Yang mana?”

“Apa maksudmu dengan kalimat ‘itu karena majikanmu menyuruhmu tidur’?”

“Oh! Yang itu? Bukankah otak itu ibaratnya majikan? Lalu seluruh anggota tubuhmu adalah budak dari otakmu bukan? Kalau otakmu dari awal sudah tidur sejak membaca buku maka jangan salahkan dirimu sendiri jika kau juga ikut tertidur. Lagipula itu kan perintah dari otakmu.”

“Apa benar begitu?”

“Ya! Aku ini siswa yang cerdas Kai. Tentu itu benar. Apa perlu aku menjelaskan sampai ke saraf-saraf motorik huh?”

“Ya. Aku kan hanya bercanda.”

“Bercandamu tidak lucu Kai.”

Setelah itu tidak ada yang memulai pembicaraan. Mereka berdua tenggelam dalam pikiran mereka sendiri. Hingga mereka tak menyadari jika ada 2 bunga sakura di tengah-tengah mereka dan terukir gambar aneh dengan corak emas dan peraknya.

Luhan yang merasa jengah pun hanya melihat sekelilingnya. Dan tanpa sengaja ia melihat di dekat tangannya ada 2 bunga sakura. Ia ambil 2 bunga itu sambil meneliti gambar apa yang terukir di bunga itu.

“Kai!”

“Ne?”

“Coba kau lihat bunga ini.” Ucapnya sambil memberikan salah satu bunga itu kepada Kai

“Memangnya ada apa dengan bunga ini Lu?”

“Coba kau teliti bunga itu. Aku rasa di bunga ini terdapat ukiran aneh dari emas dan perak.”

Kai yang mendengar pernyataan Luhan itu pun langsung mengalihkan perhatian sepenuhnya ke bunga sakura itu. Dilihatnya baik-baik bunga sakura itu sampai akhirnya terlihat corak perak dan emas yang terukir di bunga itu akibat terpantul bias matahari.

“Kau benar. Di bunga ini terdapat gambar segitiga dengan pusaran berbentuk lingkaran aneh ditengahnya. Yang ditanganmu?”

“Ditanganku? Entahlah Kai. Gambarnya sangat rumit. Ada banyak sekali lingkaran-lingkaran tidak jelas dan juga ada lingkaran di tengah yang sedikit lebih besar dari yang lainnya.”

“Seperti tata surya begitu?”

“Kurang lebih seperti itu Kai. Tapi lingkaran-lingkaran kecil ini tidak membentuk sebuah orbit planet. Ini berbentuk…? Ah! Aku tidak tahu ini bentuk apa.”

Sampai dengan perkataan Luhan tadi. Tidak ada yang membuka pembicaraan. Mereka berdua tenggelam dalam pikiran masing-masing sambil mengamati bunga itu. Dalam hati mereka berdua sama-sama berkata.

‘apa maksud gambar ini?’

Tak lama setelah itu, ada sebuah pesan masuk secara bersamaan lewat ponsel mereka. Sebuah pesan dari teman mereka ‘Minwoo’.

‘Kalian berdua yang mendapat pesan ini segera pergi ke ruang Kepala Sekolah. Ada hal penting yang harus Kepala Sekolah bicarakan dengan kalian.’

‘Minwoo.’

Keduanya mengernyit bingung setelah membaca pesan itu. Kemudian saling memandang satu sama lain dan melihat ponsel mereka.

“Kau mendapat pesan untuk ke ruang Kepala Sekolah Lu?”

“Ne. Bagaimana dengan kau Kai?”

“Sama. Itu artinya…?”

Luhan dan Kai saling memandang lama. Menatap dalam kedua manik kembar milik mereka masing-masing sampai akhirnya Luhan langsung melesat pergi meninggalkan Kai.

“Ya! Rusa jelek! Tunggu!”

.

.

.

\(^_^)/

.

.

.

CheongShim International Academy side.

Angin penghujung Januari menerbangkan sisa-sisa euforia semalam. Berhembus dengan lembut menyelimuti bangunan angkuh yang disebut sekolah itu.

Tampak di sudut kelas ada seorang namja dengan surai caramel-nya tengah manrikan jemari-jemarinya diatas tuts-tuts piano. Bibirnya tengah mengucapkan sesuatu atau biasa disebut sebagai nyanyian.

Yap. Namja itu sedang menyanyi sekarang. Dengan suaranya yang keras menggelegar bak petir mengamuk ia bernyanyi. Disampingnya juga terdapat namja yang tubuhnya sedikit lebih mungil dari yang tadi.

Dengan mata bulatnya yang menyerupai kelereng itu menatap jemari mungil miliknya yang terus menari diatas tuts-tuts piano. Namja mungil ini tengah bernyanyi bersama namja disampingnya.

Namja dengan suara bak petir itu bernama Kim Chen sementara namja bermata bulat itu bernama Do Kyungsoo. Mereka terus saja bernyanyi istilahnya berkolaborasi untuk menyanyikan sebuah lagu.

Alunan musik itu terus menggema di setiap sudut ruangan yang bertuliskan ‘music room’. Memenuhi setiap jengkal ruangan itu untuk memberitahu bahwa mereka sedang bernyanyi dengan bahagia.

Sreek. Sreek.

Sebuah suara gemerisik dedaunan rimbun dengan tembok ruangan dari luar itu menginterupsi kegiatan mereka. Mereka menghentikan permainan mereka dan melihat ke arah luar. Lebih tepatnya mencari sumber suara tersebut.

“Kau dengar suara itu Kyungsoo?”

“Ne. Aku mendengarnya Chen. Apa kita harus memeriksanya?”

“Memeriksa? Kurasa kita ha-” perkataan Chen barusan terpotong dengan kehadiran seseorang.

Cklek. Krieet.

Tampaklah seorang yeoja manis di bibir pintu ruangan tersebut bermaksud untuk memanggil Chen dan Kyungsoo.

“Chen oppa? Kyungsoo oppa?” panggil yeoja itu

“Ne? Waeyo Luna?”

“Tidak apa. Hanya saja kalian berdua dipanggil Kepala Sekolah untuk segera menemuinya di ruangannya.”

“Geurae? Baiklah. Kami akan segera kesana.”

“Baiklah. Aku pergi dulu ne oppa. Anyeong.”

Luna meninggalkan ruangan yang bertuliskan ‘music room’ itu dan lalu pergi menuju kelasnya. Sementara Chen dan Kyungsoo saling pandang kemudian salah satu dari mereka membuka pembicaraan.

“Aku akan kesana sekarang. Bagaimana dengan kau Kyungsoo?”

“Ya. Baiklah. Kurasa suara tadi itu tidak penting jadi kita harus segera ke Ruang Kepala Sekolah.” Ucap Kyungsoo sambil beranjak pergi menuju ruang Kepala Sekolah

“Kyungsoo! Do Kyungsoo! Tunggu aku! Issh…Menyebalkan!” ucap Chen sambil berlari menyusul Kyungsoo

.

.

.

\(^_^)/

.

.

.

Daeyoung High School.

Di sebuah perpustakaan dari sekolah yang cukup terkenal yaitu Daeyoung High School. Terlihat 2 orang namja sedang duduk di perpustakaan sembari membaca buku.

“Kau sedang membaca apa Baozi?”

“Ya! Berhenti memanggilku Baozi, Dahi Lebar!”

Terlihat 2 orang namja yang sedang bertengkar kecil. Yang disebut Baozi itu adalah Kim Xiumin atau biasa dipanggil Xiumin sementara si Dahi Lebar itu adalah Kim Suho yang biasa dipanggil Suho.

“Kau juga! Berhenti memanggilku Dahi Lebar! Kim Xiumin!”

“Kim Suho!”

“Ah! Kenapa kita seperti anak kecil begini? Kim Xiumin! Buku apa yang kau baca?”

“Aku? Kau bertanya padaku?”

“Aniyo. Aku bertanya pada bukumu. Ya iyalah. Aku bicara denganmu.”

“Oh! Begitu. Apa pertanyaanmu tadi?”

“Ya! Seriuslah.”

“Baiklah. Baiklah. Hehe. Aku sedang membaca “The Power of Twelve Bijuu”. Wae?”

“Mwo? Buku apa yang kau baca?”

“Tidak ada siaran ulang. Memangnya kenapa?”

“Baiklah. Baiklah. Kau sudah membacanya sampai habis?”

“Sudah. Malahan ini sudah ke-12 kalinya.”

“Kau memiliki bukunya?”

“Ne. Ada di rumah. Wae?”

“Tidak apa. Kau merasa bahwa buku itu kenyataan tidak Min?”

“Mwo? Maksudmu? Cerita menjadi kenyataan begitu?”

“Ne. Bagaimana menurutmu?”

“Kurasa tidak. Menurutmu Suho?”

“Entahlah. Aku merasa bahwa buku itu memang kenyataan tapi di sisi lain aku sedikit menyangkalnya. Karena beberapa hari ini, aku sering bermimpi hal yang aneh. Dan anehnya mimpi itu sama seperti yang ada di buku itu.”

“Intinya kau masih 50% kenyataan dan 50% tidak begitu? Lalu mimpi aneh? Mungkin kau terlalu memikirkannya sehingga berujung pada mimpi aneh Suho.”

“Eum. Begitulah…….sepertinya.”

Setelah itu tidak ada lagi pembicaraan, yang ada hanya kegiatan mereka yaitu membaca buku. Sampai ada sebuah suara yeoja menginterupsi kegiatan mereka berdua.

“Suho oppa? Xiumin oppa?”

“Ne? Ada apa Eunji? Ada urusan apa yang membawamu untuk berbicara dengan kita berdua?” tanya Suho kalem

“Tidak ada apa-apa oppa. Hanya saja kalian berdua dipanggil ke ruang Kepala Sekolah.”

“Ah! Geurae? Baiklah. Kami akan segera kesana.”

“Ne. Kalau begitu, aku permisi dulu oppa. Anyeong.”

“Ne. Semoga harimu menyenangkan.”

Tak berapa lama kemudian, siswi bernama Eunji itu sudah berlalu meninggalkan Xiumin dan Suho berdua saja. Suho mengalihkan perhatiannya menuju Xiumin.

“Xiumin? Kau akan segera pergi ke ruang Kepala Sekolah?”

“Tentu saja. Kajja!” ucap Xiumin sambil berlalu begitu saja dan meninggalkan buku yang sempat dibacanya di meja

“Tidak bisakah kau menungguku Xiumin?”

.

.

.

\(^_^)/

.

.

.

Chungju High School.

Di salah satu ruang di sekolah ternama seperti Chungju High School. Terlihat seorang namja dengan kulit putih mulusnya sedang menari dengan indahnya mengikuti irama lagu yang sedang berputar menggema di seluruh penjuru ruangan.

Lantai yang terdengar berdecit karena gesekan antara sepatunya dan lantai yang licin. Terus menari sambil sesekali terlihat menyeka keringat yang mengucur lewat keningnya. Tak berapa lama irama lagu yang merdu itu pun terhenti dengan sendirinya dan itu menandakan bahwa namja yang sedang menari itu menghentikan aktifitasnya.

“Haah. Lelahnya.” Ucap namja itu sambil menyeka keringatnya

“Kalau dirasakan seperti ini, ruangan ini terasa panas ternyata. Kenapa aku baru menyadarinya ya?” gumam namja itu sambil mengibas-ibaskan tangannya bermaksud mengipasi wajahnya yang penuh dengan keringat

“Tentu sangat panas Lay. Bagaimana bisa kau baru merasakannya sekarang huh?” tanya seorang namja yang baru saja masuk dan menghampiri seseorang yang baru saja menghentikan acara menarinya

“Eoh? Ternyata kau Baekhyun.”

Namja yang baru saja menghentikan aktifitas menarinya bernama Zhang Lay atau biasa di panggil Lay sementara namja yang baru saja memasuki ruangan itu bernama Byun Baekhyun atau biasa dipanggil Baekhyun.

Baekhyun yang baru saja datang langsung ikut duduk di sebelah Lay. Duduk bersama dengan Lay di lantai yang dingin itu sambil memandang lantai yang entah apa indahnya.

“Apa yang membuatmu kesini Baekhyun?”

“Tidak ada. Hanya ingin mengelilingi sekolah dan tanpa sengaja aku mendengar ucapanmu tadi jadi aku langsung masuk saja Lay. Memangnya kenapa? Tidak boleh ya aku datang kesini?”

“Hm? Tentu saja boleh. Kau merindukan seseorang Baekhyun?”

“Seseorang? Kata siapa kau?”

“Entah. Hanya saja terlihat dari tatapanmu yang begitu merindukan seseorang. Siapa yang kau rindukan? Kekasihmu?”

“Aniyo! Aku tidak berminat mencari kekasih. Hanya saja aku sedang merindukan Chanyeol.”

“Chanyeol? Siapa Chanyeol? Adikmu?”

“Aniyo. Dia bukan adikku hanya saja Chanyeol itu teman masa kecil. Bahkan bisa dibilang ia adalah pasangan hebohku.”

“Pasangan heboh? Apa maksudmu?”

“Maksud dari pasangan heboh itu adalah pasangan Happy Virus. Aku dan Chanyeol itu dikenal sebagai duo Happy Virus di sekolahku yang dulu. Ah! Aku jadi merindukan masa-masa saat aku bersamanya. Saling bercanda, saling mengerjai teman.”

“Ah! Mianhaeyo Baekkie. Aku jadi mengingatkanmu tentang itu.”

“Tidak apa Lay. Lagipula saat ini aku merasa bahwa aku dan Chanyeol akan bertemu lagi.”

“Mwo? Bertemu lagi?”

“Ne. Karena setiap malam akhir-akhir ini aku selalu bermimpi bertemu dengan Chanyeol.”

“Ah! Geurae? Baiklah. Semoga saja kau bertemu dengan pasangan Happy Virusmu hehehe.”

“Ya. Tentu saja. Goma-”

Ucapan Baekhyun terhenti seketika dengan suara ringtone dari ponsel Lay dan Baekhyun. Keduanya sama-sama membuka ponsel mereka dan terlihat sebuah pesan dari teman satu kelasnya.

‘Yang mendapat pesanku ini segeralah pergi menuju ruangan Kepala Sekolah. Kalian telah ditunggu oleh beliau di ruangannya.’

‘Taecyeon.’

“Ah! Aku harus segera ke ruang Kepala Sekolah Baekkie.”

“Mwo? Ruang Kepala Sekolah? Aku ikut Lay.”

“Kenapa kau ikut?”

“Aku juga disuruh kesana. Kajja.”

“Ah! Ne. Kajja.” Ucap Lay yang kemudian berlari menuju ruang Kepala Sekolah diikuti Baekhyun di belakangnya

.

.

.

\(^_^)/

.

.

.

Bundang High School.

Terlihat di sebuah lapangan basket ada 2 orang namja yang sedang iseng bermain basket. Saat ini adalah awal tahun ajaran baru yang dapat dipastikan siswa tingkat kedua dan akhir tidak akan memulai kegiatan belajar mereka.

2 orang namja jangkung itu saling men-dribble bola basket itu untuk dimasukkan ke dalam ring. Sangat lincah itulah yang terlihat sekarang. Dapat dilihat dari tinggi badan, kelincahan, serta skill bermain basketnya bahwa mereka memiliki hobby basket dan menjadi atlet basket.

“Chanyeol!” panggil namja jangkung berambut pirang sambil tetap men-dribble bola yang ada di tangannya

“Hm? Ada apa Kris?”

Namja jangkung berambut pirang itu bernnama Kris Wu yang biasa dipanggil Kris sementara namja satunya lagi bernama Park Chanyeol yang biasa dipanggil Chanyeol.

“Apa kau merindukan seseorang?”

“Mwo? Bagaimana bisa kau mengatakan itu?”

“Entah. Kalimat itu tiba-tiba saja keluar dari mulutku ketika melihat tatapan sendu milikmu itu. Apalagi ditambah dengan dirimu yang tidak semangat seperti hari ini. Tapi apa itu benar Chanyeol?”

“Hm? Yang mana?”

“Issh! Kau ini mendengarku atau tidak Park Chanyeol?” geram Kris

“Ahahaha. Kris janganlah kau marah. Aku hanya bercanda.”

“Jadi apa jawabanmu?”

“Issh! Baiklah. Ne aku sedang merindukan seseorang. Kau puas sekarang?”

“Ya. Tentu. Siapa yang kau rindukan?”

“Apa itu perlu untuk ku jawab?”

“Tentu.”

“Haah. Aku sedang merindukan Baekhyun. Teman semasa SMP-ku sekaligus pasangan Happy Virusku Kris.”

“Happy Virus? Ah! Kau seorang moodmaker dengan Byun Baekhyun itu eoh?”

“Ne. Aku merindukannya.”

“Rindu dengan Baekhyun atau rindu menjahili temanmu dengan Baekhyun?” tanya Kris penuh selidik

“Hehehe. Aku rindu menjahili orang dengan Baekhyun.”

“Issh! Kalau begitu lebih baik kau tidak perlu bertemu dengan Baekhyun.”

“Ya! Kenapa kau mendo’akanku yang buruk?”

“Karena kau berharap bertemu dengannya dengan niat buruk.”

“Tapi kan ti-”

Ucapan Chanyeol terhenti dengan kedatangan seorang namja yang baru saja berlari ke arahnya dan Kris. Tampak ia masih mengatur nafasnya yang tersengal-sengal.

“Ada apa Nickhun? Apa yang membuatmu tergesa-gesa seperti itu?” tanya Kris tenang

“Kalian berdua dipanggil oleh Kepala Sekolah sekarang.”

“Mwo? Kami berdua?” tanya Chanyeol

“Ne. Kalian berdua.”

“Memangnya kami berdua membuat masalah eoh?” tanya Chanyeol di sela kepanikannya

“Entah. Mungkin saja iya dan mungkin saja tidak.”

“Ya! Kau ini serius sedikitlah!”

“Sudahlah Chanyeol. Kajja kita ke ruang Kepala Sekolah. Kita tidak mau membuatnya marah bukan? Kajja.” Ucap Kris sambil berlari menuju ruang Kepala Sekolah sementara Chanyeol mengikutinya di belakang meninggalkan Nickhun yang bingung menatap keduanya

“Ya! Kris! Tiang listrik! Berhenti! Tunggu aku!”

.

.

.

\(^_^)/

.

.

.

Inha Arts High School.

Di sebuah ruangan kosong, entah itu apa nama ruangan yang tengah disinggahinya terlihat seorang namja berperawakan tinggi dan terkesan menakutkan sedang lihai memainkan pedangnya. Sedangkan di satu sisi namja dengan kulit seputih susu terlihat sedang menatap malas ke arah yang ada di depannya.

“Tao? Huang Zi Tao? Apa kau tidak bosan berlatih pedang terus?”

“Tentu tidak Sehun. Jika aku sudah bosan maka aku sudah menghentikan latihan pedangku.”

“Haaah. Selalu seperti itu alasanmu.”

Namja yang sedang memainkan pedang itu bernama Huang Zi Tao dan dipanggil Tao sementara namja berkulit susu itu bernama Oh Sehun yang biasa dipanggil Sehun.

“Memangnya kenapa Sehun?”

“Aku yang melihatmu jadi bosan Tao.”

“Mwo? Kau bilang apa Sehun?”

“Entahlah Tao. Tidak ada siaran ulang.”

“Selalu seperti itu.”

“Maka dari itu segeralah perbaiki telingamu itu.”

“Ya. Baiklah. Aku akan memperbaiki telingaku jika sudah waktunya.”

Tiba-tiba terdengar sebuah pesan masuk di ponsel mereka berdua. Dengan segera mereka membuka pesan itu.

‘Kalian yang mendapat pesan ini. Segeralah menuju ruang Kepala Sekolah. Tidak ada penolakan.’

‘TOP.’  

“Mwo? Tao? Kau mendapat pesan untuk segera ke ru-”

Sementara yang diajak bicara telah pergi meninggalkan Sehun untuk segera menuju ruang Kepala Sekolah.

“Sialan kau Tao! Tunggu aku!” ucap Sehun lalu pergi meninggalkan ruangan itu.

.

.

.

\(^_^)/

.

.

.

XOXO Academy High School’side.

Terdengar suara riuh dari sekolah ternama ini. Suara riuh ini terengar bising dari mulut-mulut siswa tingkat kedua dan akhir yang tengah bebas berkeliaran di halaman sekolah.

Terlihat di atap sekolah itu terdapat 12 siswa sedang berdiam diri disana. 12 siswa itu adalah siswa dari sekolah ternama ini sekaligus anggota organisasi ‘Rassvet’. Sebuah organisasi yang dibentuk secara khusus untuk memburu seekor Bijuu. Lebih tepatnya 12 Bijuu itu.

Mereka berdua belas ini sangat haus akan kekuasaan dan kekuatan. Mereka semua tidak puas dengan kekuatan tersendiri yang mereka punya. Dan akhirnya kekuatan itu berubah menjadi kekuatan kegelapan.

Disaat seluruh penghuni sekolah itu mengasah kekuatan mereka untuk kebaikan dan dapat dipastikan kekuatan mereka itu memiliki aura cerah. Dengan tujuan untuk menjaga dunia ini meskipun memang tidak ada yang perlu dikhawatirkan.

Dikarenakan legenda Bijuu itu pun belum terbukti benar adanya. Mereka semua dilatih sebenarnya untuk melindungi ke-12 Jinchuriki. Tapi dikarenakan legenda Bijuu itu belum benar adanya maka mereka dilatih hanya untuk iseng belaka.

Kembali pada anggota Rassvet yang saat ini masih saja berdiam diri di atap gedung sambil menatap sinis ke arah para guru dan siswa teman mereka. Mereka saat ini tengah duduk di kelas XI. Satu kelas itu pun hanya terdiri dari beberapa siswa.

Karena memang dibagi tiap kelompok dan 1 orang guru pendamping untuk setiap kelompok belajar. Ada yang pria dicampur dengan wanita. Ada yang wanita saja dan juga ada yang pria saja. Dan kelompok belajar mereka berdua belas ini bernama Mixe.

“Kudengar akan ada 12 siswa baru di sekolah ini. Semuanya pun pria.” ucap pemimpin mereka Onew

“Ah! Benarkah Onew hyung? Kau tahu dari siapa?” tanya Taemin

“Kau tanyakan pada Key dan Minho, Taemin-ah.” Ucap Onew sambil tersenyum manis ke arah Taemin

“Apa itu benar Key hyung? Minho hyung?” tanya P.O

“Ne. Itu benar P.O.” Ucap Key

“Kalian tahu darimana?” tanya Taeil

“Apa kau lupa Taeil hyung? Key dan Minho itu adalah seorang Mind dan Mind Reader. Tentu itu adalah hal mudah bagi mereka untuk mendapatkan informasi. Benarkan Key hyung? Minho hyung?” Ucap Kyung

“Ehm. Kyung benar.” Ucap Minho

“Apakah kita harus memeriksa 12 siswa baru itu nantinya?” tanya Jonghyun

“Ne. Tentu kita harus memeriksa mereka berdua belas Jonghyun hyung.” Ucap Zico

“Ehm. Tapi siapa guru pembimbing mereka kali ini?” tanya Jaehyo

“Entah. Kau tanyakan saja pada Key dan Minho.” Ucap B-Bomb

“Jadi siapa guru pembimbing mereka Key hyung? Minho hyung?” tanya U-Kwon

“Siapa? Kau ingat Key hyung?” tanya Minho

“Ya! Bagaimana kau bisa jadi Mind Reader sementara kau sendiri pelupa begitu.”

“Ahahahah. Jangan marah dulu Key hyung. Kalau tidak salah nama guru pembimbing mereka itu Lee Sonsangnim. Dan nama kelompok mereka itu EXO.”

“Jangan kalau tidak salah Minho hyung. Jika begitu kau masih ragu.” Ucap P.O

“Ne. P.O benar.” Ucap Taemin menyetujui P.O

“Ya! Kenapa kau malah menyetujuinya Taemin-ah?”

“Sudah, sudah. Ne. Nama guru pembimbing mereka itu adalah Lee Sonsangnim.” Ucap Key kalem

“HAAH?!?! LEE SONSANGNIM?!?!” teriak Jonghyun dengan suara menggelegar membuat petir bergemuruh seketika

“Kecilkan sedikit suaramu Jonghyun.” desis Onew

“Ah! Mianhaeyo Onew hyung.”

“KIM JONGHYUN!!! LAINKALI KECILKAN VOLUME SUARAMU!!!” teriak semua penghuni sekolah

.

.

.

\(^_^)/

.

.

.

Di sebuah ruangan Kepala Sekolah di 6 sekolah berbeda.

Terlihat di 6 ruang Kepala Sekolah yang berbeda dan 6 sekolah yang berbeda. Masing-masing di ruang Kepala Sekolah yang berbeda itu terdapat 2 siswa yang sedang menunggu Kepala Sekolah mereka membuka arah pembicaraan mereka.

Lama sekali mereka saling bertatap muka satu sama lain dengan Kepala Sekolah masing-masing. Ke-11 siswa itu menatap serius ke arah Kepala Sekolah mereka kecuali 1 orang yang menatap polos ke arah Kepala Sekolah mereka. Kalian tahu siapa? Ah! Pasti kalian tahu.

“Eum? Kepala Sekolah? Ada apa anda memanggil kemari kami berdua?” tanya 12 siswa yang berbeda sekolah itu secara bersamaan

“Kami mendapat undangan dari XOXO Academy High School. Dan undangan itu ditujukan untuk kalian berdua. Intinya seperti beasiswa ke sekolah itu sampai kalian lulus. Jadi lusa kalian akan langsung dipindahkan kesana.”

“MWOOO??!! PINDAAHHH?!?!”teriak 12 siswa itu heboh

 

7 thoughts on “Mifologia part 2

  1. Park Ponty berkata:

    Annyeong… Aku jadi orang pertama yang komen nih? Aku jadi penasaran gimana pas mereka masuk xoxo akademy high school, lanjut thor…

  2. junia angel.58 berkata:

    mian bru koment hehehe aku bru bca salnya
    yg polos itu Luhan kan???
    klu di priksa nanti bsa ketauan dong klu mereka itu hewan legenda yg di maksud????
    ga sbar liat chap depan ngliat mreka bertmu hehehe
    lnjut thor di tunggu next chapnya

  3. ParkJudit berkata:

    Haaaaaa !!! Lanjutttttttt !!!!! Seru nih !!!!
    Itu yg jd anggota rassvet, shinee sama block b kan ?
    Terus yg natap polos itu siapa ? Sehun ya ?
    Next !!!!!!!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s