Angel and Devil Part 3

Poster Angel and Devil

Title                 : Angel and Devil

Author             : Magnae Yehet

Main Cast        : Kai, Luhan and other EXO

Genre              : Brothership, Fantasy, Comedy (maybe)

Rating                         : T

Lenght             : Chaptered

 

Pagi hari pun telah tiba. Semua penghuni yang berada di rumah Jongdae dan Kyungsoo masih saja terlelap dalam tidurnya dan menjelajah dalam dunia mimpi mereka. Semuanya masih tetap sama, masih saja belum ada yang bergerak seinchi pun dari kasur itu.

Saat bias sinar mentari tengah menyinari rumah ini namun tidak tampak bahwa penghuni rumah ini akan melakukan aktifitasnya. Sementara Kyungsoo, Jongdae dan Lay sudah bangun untuk memasak sarapan bagi ke-5 penghuni yang ada di rumahnya.

Perlahan tapi pasti 3 orang diantaranya sudah bangun dan duduk menunggu di meja makan. Dan 2 diantarnya masih saja siap-siap di dalam kamar. Ya. Kedua makhluk setengah manusia itu seperti biasa. Mereka keluar dari kamar paling akhir.

Jongdae, Kyungsoo dan Lay pun sudah menata makanan yang baru saja mereka masak di meja makan sementara 3 orang lainnya yaitu Xiumin, Suho dan Baekhyun sudah memandang lapar makanan yang dibawa Jongdae, Kyungsoo dan Lay.

“Dimana Luhan dan Jongin?” tanya Lay

“Seperti biasa kalau mereka berdua. Kemarin saja kita berempat sampai hampir terlambat hyung.” Ucap Jongdae

“Apa selalu seperti itu?” tanya Baekhyun

“Ne. Tapi tak apalah. Mau bagaimana lagi juga. Tapi beruntung Jongin punya kekuatan teleportasi jadi kita tidak terlambat.” Ucap Kyungsoo

“Sudah. Kajja makan.” Ucap Xiumin

“Ya! Xiumin hyung! Kau tidak tahu suasana. Kita tunggu Luhan dan Jongin dulu, baru kita sarapan.” Ucap Suho

“Hm. Oke.”

Akhirnya mereka berenam memutuskan untuk tidak memakan sarapan itu sebelum Luhan dan Jongin datang di hadapan mereka.

.

.

.

\(^_^)/

.

.

.

Di kamar Kai-Luhan.

Tampak Luhan dan Jongin yang saling lempar bantalnya. Entah apa yang dipermasalahkan oleh mereka tetapi mereka kekanakan.

“Ya! Jongin! Cepatlah! Dan jangan dekat-dekat denganku lagi. Kau membuatku takut.” Teriak Luhan

“Mwo? Memangnya apa yang sudah kuperbuat hyung?”

“Apa kau tidak sadar eoh? Atau kau pura-pura tidak sadar? Kau menciumku Kkamjong pabbo.”

“Mwo? Kenapa kau mengataiku pabbo hyung? Kau tidak kasihan dengan adikmu yang paling tampan ini?”

“Mwo? Tampan kau bilang? Kau terlalu percaya diri Kkamjong.”

“Ya! Kenapa kau memanggilku Kkamjong? Aku tidak hitam tapi sedikit gelap.”

“Gelap dan hitam apa bedanya pabbo? Ternyata selain mesum kau juga pabbo.”

“Mwo? Kau keterlaluan Luhan hyung.”

“Biar-”

Luhan tidak sengaja melihat jam dinding yang bertengger angkuh di sudut ruangan itu. Seketika kedua matanya terbelalak. 06.45? Sial. Lagi-lagi mereka harus tergesa-gesa.

“Kkamjong?! Lihat jam itu. Kita harus cepat.”

“Tenang sa-”

“WAHHH!!!! KENAPA KAU TIDAK BILANG PADAKU EOH?!”

“Aku sudah bilang padamu. Ppali kita harus berteleportasi ke ruang makan.”

“Ne hyung.”

Jongin dan Luhan saling pegangan tangan lalu mencoba berteleportasi ke ruang makan di rumah milik Jongdae dan Kyungsoo.

WHUUSSH. BRUK.

Mereka berdua sampai di ruang makan itu dan membuat ke-6 saudara mereka menatap bingung Jongin dan Luhan. Jongin dan Luhan tampak mengabaikan tatapan bingung dari saudara mereka dan segera mempercepat makan mereka.

“Kenapa kalian seperti tergesa-gesa?” tanya Suho

“Oh! Jangan bilang Jongin! Luhan hyung!” teriak Jongdae dan Kyungsoo

Sementara yang ditanya pun hanya mengangguk dan membuat Jongdae dan Kyungsoo juga mempercepat makan mereka.

“Ya! Ada apa dengan kalian berempat?” tanya Lay

“Cepatlah kalian sarapan. Sekarang sudah pukul 06.45 dan itu artinya 15 menit bel masuk akan berbunyi.” Ucap Kyungsoo

“MWO?!” teriak Xiumin, Suho, Lay dan Baekhyun heboh dan langsung melihat jam. Seketika kedua mata mereka membulat jadinya mereka juga ikut-ikutan seperti Luhan, Jongdae, Jongin dan Kyungsoo.

Tampaknya mereka semua sangat suka sekali dengan yang namanya tergesa-gesa. Buktinya? Pagi ini menjadi saksi bahwa kejadian pagi kemarin terulang kembali.

Setelah mereka semua selesai makan, mereka langsung menyambar tas mereka yang berada di ruang tamu kecuali Luhan dan Jongin lalu segera lari menuju sekolah mereka. Sebelum itu Jongdae sudah mengunci pintu rumahnya.

Lagi-lagi terulang kembali. Mereka semua berlarian menuju sekolah mereka. Lagi-lagi mereka melupakan fakta teleportasi milik Jongin.

“Ya! Kenapa kita harus lari pabboya?” teriak Jongdae yang terus sambil berlari

“Waeyo Jongdae-ya?” teriak Suho sambil berlari

“HAAH! KKAMJONG?! BAGAIMANA BISA KAU LUPA DENGAN KEKUATANMU SENDIRI?!” teriak Luhan emosi yang akhirnya menghentikan larinya begitupun dengan Jongin

“YA! MIANHAEYO HYUNG! AKU BENAR-BENAR LUPA DENGAN TELEPORTASIKU!” teriak Jongin

“YAHH! KAU MENYEBALKAN JONGIN-AH! KENAPA TIDAK BILANG DARITADI EOH?! JADINYA KITA TIDAK PERLU BERLARIAN SEPERTI ORANG GILA BEGINI!” ucap mereka semua serempak

Akhirnya satu persatu menghampiri Luhan dan Jongin lalu saling berpegangan tangan. Dan tak lama setelah itu mereka pun berteleportasi dan sampai di jalan sempit di dekat sekolah mereka.

WHUSSH. BRUK.

Mereka sudah sampai dan langsung melanjutkan lagi lari menuju sekolah mereka. Tinggal 5 menit sebelum bel masuk berbunyi akhirnya mereka pun sampai di sekolah mereka. Setelah menyadari mereka sampai di sekolah sebelum bel masuk berbunyi, mereka semua menghela nafas lega.

Tetapi tiba-tiba Luhan, Xiumin, Suho dan Lay langsung saling pandang sambil melebarkan kedua mata mereka. Mereka menyadari bahwa mereka sebagai siswa tingkat akhir yang harusnya ada bimbingan malah mereka terlambat bahkan mereka melewatkannya.

“KITA TERLAMBAT?!” teriak Luhan, Xiumin, Suho dan Lay

Hampir saja mereka berlari namun sebuah suara akhirnya menghentikan langkah mereka.

“Aigoo hyung! Suara kalian hyung! Telingaku sakit jadinya.” Ucap Baekhyun sambil mengelus telinganya

“Memangnya kenapa kalian berteriak eoh?” tanya Jongdae

“Kita melewatkan bimbingan.” Ucap Xiumin lemas

“Chakkaman!” teriak Luhan

“Wae?” tanya Suho dengan lemasnya

“Bukankah kita sudah tidak ada bimbingan pagi? Kan bimbingan kita sudah diganti seperti pelajaran?”

“Wah! Benar juga. Untung saja kita tidak langsung lari tadi.” Ucap Lay

“Kalau begitu, Baekhyun kau segera bawa Chanyeol dan Kris ke kantin sementara Kyungsoo kau segera bawa Sehun dan Tao. Aku bersama yang lain akan menunggu di kantin.” Ucap Suho

“Baekhyun? Jongdae? Kyungsoo? Jongin? Kami pergi ke kelas dulu ne?” ucap Luhan

“Ne.” Ucap Jongdae

“Jongdae? Kajja kita ke kelas?” ajak Baekhyun

“Baiklah. Kami pergi dulu ne Jongin? Kyungsoo?” ucap Jongdae

“Ne.” Ucap Jongin

“Kajja Jongin kita ke kelas.” Ajak Kyungsoo

“Ne. Tapi jangan harap nanti aku mau membawa Oh Se Hun dan Huang Zi Tao. Kau saja sendiri.” Ucap Jongin sambil berlalu meninggalkan Kyungsoo

Sedangkan Kyungsoo? Ia hanya berdiam diri sambil memasang wajah cemberut dan lalu berlalu meninggalkan tempat itu. Bermaksud untuk menyusul Jongin dengan berjalan di belakangnya.

.

.

.

\(^_^)/

.

.

.

Di kantin sekolah.

Ke-6 legenda saat ini sedang berada di kantin. Tempat yang mereka janjikan bersama Kyungsoo dan Baekhyun. Ya. Saat ini Kyungsoo dan Baekhyun tengah menjalankan misi dari Luhan untuk membawa ke-4 legenda lainnya ke hadapan mereka berenam.

Kyungsoo yang akhirnya sendirian membawa Oh Se Hun dan Huang Zi Tao sedangkan Baekhyun yang juga sendirian membawa Park Chan Yeol dan Wu Fan.

“Dimana mereka ini? Selalu saja seperti ini pasti akan menunggu lama.” Celoteh Xiumin

“Tenanglah Xiumin hyung. Kita harus bersabar.” Ucap Suho menenangkan Xiumin

“Kau benar Suho-ah. Tapi tidak selama ini juga bukan? Kalau hanya kita saja itu tidak apa karena kita siswa tingkat terakhir sedangkan Jongdae dan Jongin? Mereka harus segera masuk kelas setelah ini.”

Perdebatan antara Xiumin dan Suho pun berlanjut. Sementara Luhan, Lay, Jongdae dan Jongin hanya menatap malas perdebatan mereka. Luhan yang tidak tahan dengan berisik yang ditimbulkan Xiumin dan Suho hanya bisa menghela nafas panjang sambil membuka buku EXO itu.

“Jongin-ah!” panggil Kyungsoo

“Ah! Kyungsoo ne?”

“Eh? Kenapa malas begitu?”

“Karena ada dia.”

“Dia?”

“Tentu saja. Apa kau lupa dengan kalimat legenda terakhir?”

“Legenda terakhir? Ah! Begitu.”

Sementara itu Sehun dan Tao itu pun hanya menatap malas ke-7 orang itu. Mereka yang meminta kesini namun malah mereka juga yang mengacuhkannya. Sejenak Sehun belum menyadari bahwa disana ada Luhan.

“YA!” teriak Sehun dan Tao membuat semua yang disana menolehkan kepala mereka ke arah mereka

“Kalian yang meminta kami kesini kenapa juga kalian yang mengacuhkan kami eoh?” teriak Tao

“Ouh! Ternyata ada orang lain ne? Kalian Oh Se Hun dan Huang Zi Tao?” tanya Jongin

“Ne.” Jawab Sehun dan Tao bersamaan

“Baiklah. Sebaiknya kita memperkenalkan diri terlebih dahulu. Dimulai dari kau Xiumin.” Ucap Luhan

Sehun yang melihat adanya keberadaan Luhan langsung menatap Luhan dengan mata berbinar-binar. Tampak sangat senang sekali bisa bertemu dengan namja manis itu.

“Mwo? Kenapa harus aku dahulu?”

“Tentu saja. Diantara kita, kau adalah yang paling tua.”

“Haah. Baiklah. Kim Min Seok imnida. Tapi biasa dipanggil Xiumin. Siswa tingkat akhir.”

“Xi Lu Han imnida. Kalian bisa memanggilku Luhan. Siswa tingkat akhir.”

“Kim Joon Myeon imnida. Tapi kalian bisa memanggilku Suho. Siswa tingkat akhir. Dan merupakan adik sepupu Xiumin hyung.”

“Zhang Yi Xing imnida. Kalian bisa memanggilku Lay. Siswa tingkat akhir.”

“Kim Jong Dae imnida. Panggil saja Jongdae. Siswa tingkat kedua.”

“Do Kyung Soo imnida. Panggil saja Kyungsoo. Siswa tingkat pertama seperti kalian dan merupakan adik sepupu Jongdae hyung.”

“Kim Jong In. Dan aku adalah adik sepupu dari Luhan hyung.”

Sementara Sehun? Ia hanya bisa berdiam diri ketika melihat Luhan yang ada disana. Ia sangat menyayangi Luhan seperti hyung kandungnya sendiri. Terlihat dari tatapan Sehun bahwa ia ingin memeluk Luhan detik itu juga. Namun hal itu hal itu terlihat oleh Jongin.

Dan Jongin langsung melangkahkan kaki menuju Luhan dan duduk di sebelahnya.

“Luhan hyung?” rengek manja Jongin sambil memeluk pinggang ramping Luhan

“Mwo?”

“Jangan pergi dariku ne?”

“Maksudmu?”

“Jangan pernah pergi dari hidupku hyung. Kau satu-satunya yang kumiliki. Dan jangan pernah salahkan aku jika nantinya aku akan berlaku overprotectiv padamu.”

“Ne. Arraseo. Kau tahu? Kau seperti seorang lelaki yang sedang menasehati kekasih wanita tercintanya.”

“Hm? Bukankah kau memang kekasihku Luhan hyung?” goda Jongin

“Dalam mimpimu Kim Jongin!” bentak Luhan sambil memukul kepala Jongin dengan buku EXO itu

“Aww! Appo hyung!” teriak Jongin

Teriakan Jongin barusan membuat ke-7 saudara mereka melihat ke arah Jongin dan Luhan. Menatap bingung keduanya.

“Kenapa kau memukulku eoh?”

“Tentu saja. Karena kau terlalu mengkhayal dengan ingin menjadi kekasihku.”

Berlanjutlah pertengkaran kedua makhluk setengah manusia itu. Sembari mereka menunggu Baekhyun yang membawa Park Chan Yeol dan Wu Fan. Sehun pun berinisiatif untuk mendekati Luhan dan mulai bermanja-manja dengannya.

“Luhan hyung?” panggil Sehun yang duduk disamping Luhan sementara Jongin di sisi yang lain

“Hm? Ada apa Hunnie?” ucap Luhan dengan nada yang lembut sambil tersenyum manis menatap Sehun

“Ya! Jika bersamaku kau tidak selembut itu. Tetapi jika bersamanya kau bisa selembut itu. Kau pilih kasih hyung.”

“Jongin-ah? Apa kau cemburu eoh?”

“Tentu saja.”

Jongin pun hanya mencibir Luhan kenapa ia bisa selembut itu dengan Sehun sementara dengan dirinya sendiri tidak.

“Luhan hyung?” panggil Sehun

“Hm? Ada apa Hunnie?”

“Ggwaenchana. Boleh aku menjadikanmu hyungku?”

“Hm? Tentu saja boleh.”

“Goma-”

“Ya! Bagaimana denganku eoh Luhan hyung?” tanya Jongin dengan ekspresi cemberut

“Tenang saja Jongin-ah. Kalian berdua adalah adikku. Aku sama sekali tidak pilih kasih. Tenang saja.” ucap Luhan dengan mengelus puncak kepala Jongin dan Sehun kemudian menatap mereka berdua dengan lembut

“Hyung? Apa yang kita lakukan disini?” tanya Sehun dengan nada manja sambil memeluk Luhan dari samping sementara Jongin pun juga mengikuti Sehun yang memeluk Luhan dari sisi yang lain

“Kita harus menunggu Baekhyun yang membawa Park Chan Yeol dan Wu Fan, Hunnie. Kau diam dulu ne.”

“Ne hyung.”

“Sepertinya ada yang cemburu nih? Benarkan Jongdae hyung?” goda Kyungsoo

“Kau benar Kyungsoo-ya. Jongin-ah? Kau cemburu jika melihat Sehun dan Luhan hyung? Tenang saja. Luhan hyung sangat menyayangimu.” Terang Jongdae

Sementara yang digoda –Jongin- tampak mengacuhkan godaan dari kedua bersaudara itu. Ya. Jongin akan cemburu jika ada yang dekat dengan Luhan apalagi sampai merengek manja dengannya. Cemburu bukan artian sebagai kekasih tetapi sebagai Dongsaeng kepada Hyungnya. Jongin takut jika kasih sayang Luhan padanya akan berkurang karena kehadiran orang lain. Itulah alasannya.

Cukup lama mereka menunggu Baekhyun, sampai akhirnya bel masuk berbunyi. Sementara Baekhyun yang membawa Chanyeol dan Kris baru saja datang.

“Ya! Kenapa kalian sangat lama eoh? Bahkan sekarang bel masuk sudah berbunyi.” Ucap Kyungsoo dengan sedikit meninggikan nada suaranya

“Tenang saja. Aku bersama Chanyeol dan Kris hyung sudah memberitahukan kepada guru kalau kita semua akan absen hari ini.”

“Benarkah itu Chanyeol?” tanya Jongdae dengan nada curiga

“Tentu saja.” ucap Chanyeol sambil mengangguk mantap dan tersenyum sembari menampilkan deretan gigi putih miliknya

“Baiklah. Aku akan memperkenalkan diri. Kim Min Seok imnida. Tapi biasa dipanggil Xiumin. Siswa tingkat akhir.”

“Xi Lu Han imnida. Panggil aku Luhan. Siswa tingkat akhir.”

“Kim Joon Myeon imnida. Biasa dipanggil Suho. Siswa tingkat akhir dan juga adik dari Xiumin hyung.”

“Zhang Yi Xing imnida. Biasa dipanggil Lay. Siswa tingkat akhir.”

“Kurasa kalian berdua sudah mengenalku. Byun Baek Hyun imnida. Panggil aku Baekhyun. Siswa tingkat kedua.”

“Kim Jong Dae imnida. Panggil saja aku Jongdae. Siswa tingkat kedua.”

“Do Kyung Soo imnida. Panggil saja Kyungsoo. Siswa tingkat pertama dan juga adik dari Jongdae hyung.”

“Huang Zi Tao imnida. Panggil aku Tao. Siswa tingkat pertama.”

“Kim Jong In imnida. Panggil saja aku Jongin. Siswa tingkat pertama dan juga adik dari Luhan hyung.”

“Oh Se Hun imnida. Panggil aku Sehun. Siswa tingkat pertama dan juga adik dari Luhan hyung.” Ucapnya sambil menunjukkan eye smile-nya

“MWO?!” teriak semuanya kecuali Sehun, Chanyeol dan Kris

“Wae?” tanya Sehun polos

“Bagaimana bisa kau mengklaim bahwa kau adik dari Luhan hyung? Aku adiknya.” Balas Jongin

“Mwo? Bisa saja. Bukankah tadi Luhan hyung bilang bahwa kau dan aku adalah adiknya?” balas Sehun tak mau kalah

“Tapi tidak begitu juga.”

“Maunya bagaimana?”

Dan terjadilah perang lagi antara kulit albino dan hitam. Sehun dan Jongin pun semakin beradu mulut dan tidak ada ujungnya. Sementara yang lain hanya menatap malas mereka. Sampai akhirnya Luhan memutuskan…

BUK! BUK!

Buku EXO super tebal itu pun mendarat dengan mulus dan selamat di kepala Jongin dan Sehun. Sementara yang dipukul hanya mendelik kesal ke arah Luhan.

“Kenapa kau memukulku eoh?” teriak Jongin dan Sehun bersamaan

“Bahkan kalian kompak sekali berteriak. Aku ingin kalian diam.”

“Kalau kau ingin memukul. Pukul saja Jongin. Dia kan adikmu?” ucap Sehun

“Mwo? Bukankah tadi kau bilang kau juga adik Luhan hyung?”

“Tentu saja. Tapi ti-”

“DIAM!! KALIAN BERDUA ADALAH ADIKKU!” teriak Luhan marah yang menyebabkan seluruh dunia berguncang akibat amarah Luhan

“Ya! Ya! Ya! Luhan!!!” teriak semuanya kecuali Chanyeol, Kris, Tao dan Sehun

“Yak! Luhan hyung? Hentikan! Kau ingin menghancurkan seluruh dunia eoh?” teriak Jongin

Setelah teriakan Jongin tadi, bumi yang semula berguncang langsung berhenti. Sepertinya Luhan sudah menyadarinya. Semua yang ada disana memandang takut ke arah Luhan kecuali Chanyeol, Kris, Tao dan Sehun.

“Haah. Beruntung kau bisa menghentikannya Luhan hyung. Kau tahu? Hampir saja aku mati ketakutan karena guncangan tadi.” ucap Baekhyun

“Luhan? Kumohon jangan marah lagi ne? Amarahmu sangat menakutkan.” Ucap Suho dan Xiumin

“Memangnya bumi berguncang tadi itu karena ulah Luhan hyung?” tanya Chanyeol

“Ne.” Ucap Jongdae dan Kyungsoo

Sementara Lay hanya diam saja karena masih shock akibat guncangan tadi. Hanya dengan membuat marah namja manis itu bisa sampai menghancurkan seluruh dunia. Jongin pun juga menunduk akibat amarah Luhan tadi. Baru kali ini ia melihat hyungnya semarah itu sedangkan Luhan? Ia hanya bisa menutup mulut sambil menenangkan diri terlebih dahulu.

“MWO?!” teriak Chanyeol, Tao dan Sehun sedangkan Kris hanya diam saja. Masih merasa takut dengan yang tadi.

“Luhan hyung?” panggil Jongin

Luhan tidak bergeming ataupun menjawabnya.

“Hyung? Mianhaeyo. Kau marah karena aku ne?”

“Aniyo.”

“Lalu?”

“Diamlah Jongin. Atau aku akan menghancurkan dunia ini sekarang juga. Aku masih ingin menenangkan diriku terlebih dahulu.”

“Baiklah.”

“Serahkan buku ini pada Kris, Chanyeol, Tao dan Sehun. Dan juga jelaskan juga pada mereka berempat. Aku ingin menenangkan diri terlebih dahulu. Jika masih ada yang belum jelas tanyakan saja pada Jongin dan aku.” Ucap Luhan sambil menyerahkan buku EXO itu kepada Suho

“Baiklah.”

“Kris, Chanyeol, Tao dan Sehun kemarilah.” Ucap Lay

“Ada apa?” tanya Kris yang akhirnya membuka suara

“Pegang buku ini. Baca dari halaman pertama dan hanya yang ada tulisannya saja.” ucap Suho memberikan buku EXO itu pada ke-4 nya

“Hyung?” panggil Kyungsoo kepada Xiumin

“Hm?”

“Kami akan mengambil tas kami terlebih dahulu ne?” tanya Jongdae

“Baiklah. Dan juga tolong ambilkan tas milik Kris, Chanyeol, Tao dan Sehun juga.” Ucap Lay

“Tenang saja hyung. Kajja Jongin.”

Sementara yang dipanggil hanya diam. Merasakan bahwa atmosfir di tengah kedua penghuni atas dan bawah itu sangat tegang. Suho, Lay dan Xiumin yang mengerti itu langsung angkat bicara. Luhan dan Jongin sama-sama diam dan tidak berbicara apapun.

“Sekalian saja kalian ambilkan tas milik Jongin.” Ucap Xiumin

“Baiklah. Kajja.”

Jongdae bersama Baekhyun berjalan menuju kelas mereka untuk mengambil tas milik mereka dan Chanyeol. Kyungsoo langsung menuju kelasnya untuk mengambil tas miliknya dan Jongin, serta tak lupa ke kelas Tao dan Sehun yang juga mengambil tas mereka.

“Benar-benar tidak masuk akal.” Ucap Kris yang disambut anggukan dari Chanyeol, Tao dan Sehun

“Benar. Bagaimana bisa Penghuni Atas dan Penghuni Bawah ada di dunia ini? Kupikir itu hanya legenda belaka.” Ucap Chanyeol

“Luhan hyung?” panggil Sehun

“Jongin?” panggil Tao

“Hm?”

“Benarkah itu?”

“Ne. Itu benar. Aku adalah Penghuni Bawah sementara hyungku adalah Penghuni Atas. Terlihat dari warna mata kami yaitu Penghuni Bawah merah sedangkan Penghuni Atas adalah hijau sementara warna biru ini melambangkan manusia. Selain karena aku adalah salah satu dari ke-12 legenda, karena alasan inilah aku dan hyungku sering dijadikan target pembunuhan mereka.” Ucap Jongin

“Target pembunuhan mereka? Makasudmu Artemis?” tanya Suho

“Ne.”

“Tenang saja. Kami akan melindungi kalian. Kalian juga saudara kami.” Ucap Xiumin

“Mianhaeyo Luhan hyung tentang masalah tadi.” Ucap Sehun

“Tidak apa.” Ucap Luhan sambil tersenyum manis

“Kajja kita pulang?” ajak Jongdae

“Yak! Jongdae hyung? Kau sama sekali tidak tahu suasana.” Ucap Kyungsoo

“Biarkan saja. Kris hyung, Chanyeol, Tao dan Sehun segera bereskan barang-barang kalian dan tinggallah di rumah kami.”

“MWO?!” teriak mereka berempat

“Tenang saja. Kita semua juga tinggal di rumahnya.” Ucap Lay tersenyum

“Baiklah. Tapi kami harus pulang dulu.” Ucap Tao

“Tentu. Tapi ingat kami akan menunggu kalian di halaman depan.”

Kris, Chanyeol, Tao dan Sehun pun berjalan menyusuri jalan pulang untuk membereskan barang-barang mereka. Sementara sisanya pun berjalan ke depan gerbang untuk menunggu mereka berempat.

Tak lama kemudian, mereka berempat sudah sampai di sekolah mereka. Mereka pun berjalan menuju jalan sempit yang baru saja mereka lewat tadi pagi.

“Eh? Kenapa kita kesini?” tanya Sehun

“Tenang saja. Kita berpegangan tangan.” Ucap Jongin

Semuanya pun berpegangan tangan dengan tersenyum kecuali Kris, Chanyeol, Tao dan Sehun yang memandang mereka bingung.

WHUUSSSHH. BRUK.

Semuanya pun berteleportasi menuju ke kediaman Jongdae dan Kyungsoo. Kris, Chanyeol, Tao dan Sehun tampak sangat terkejut ketika tadinya mereka berada di dekat sekolah sekarang berada di kediaman Jongdae dan Kyungsoo.

“Itu disebut teleportasi.” Ucap Jongin dan Luhan yang mengerti ekspresi bingung mereka bermpat

“Dan bahkan Kris bisa terbang dengan menunggangi naga sementara Chanyeol juga bisa terbang menunggangi phoenix dan juga Sehun bisa terbang dengan kekuatan anginnya.” Terang Luhan

“MWO?! NAGA?! PHOENIX?!” teriak mereka semua kecuali Luhan dan Jongin

“Ne. Wae?”

“Bukankah naga dan phoenix itu hanya hewan khayalan?” tanya Suho

“Ne. Memang tapi sekarang tidak lagi. Naga, phoenix dan unicorn adalah hewan nyata bagi kita berdua belas bukan yang lain.”

“MWO?! UNICORN?!” teriak Xiumin

“Siapa yang memiliki Unicorn?” tanya Lay

“Seseorang bernama Zhang Yi Xing tapi dipanggil Lay.”

“Mwo? Aku? Aku punya unicorn?”

“Ne. Dan kalau tidak salah nama Naga milik Kris itu Zipple, Phoenix milik Chanyeol itu bernama Punchx kemudian Unicorn milikmu Lay bernama Sapphire.”

“Ouh! Oke. Zipple? Lain kali jika aku membutuhkanmu aku akan memanggilmu.” Ucap Kris

“Punchx? Nama yang unik. Jika aku membutuhkanmu kau harus segera datang Punchx.” Ucap Chanyeol

“Oe? Sapphire? Nama yang bagus. Aku menyukainya.” Ucap Lay

“Lalu apa kita tidak ada yang punya hewan legenda seperti itu selain mereka bertiga?” tanya Baekhyun

“Ada. Hanya aku dan Luhan hyung jika kalian menanyakan yang lain. Selebihnya kurasa tidak ada. Benarkan Luhan hyung?” tanya Jongin

“Ne. Jongin benar. Selain mereka bertiga, aku dan Jongin juga punya tapi selebihnya tidak ada.”

“Lalu hewan legenda milikmu dan Jongin apa hyung?” tanya Jongdae

“Jangan bertanya terus. Lebih baik kita masuk terlebih dahulu.” Ucap Xiumin

“Hm. Baiklah.”

“Jongdae hyung? Kau tahu tugasmu bukan?” panggil Kyungsoo

Tanpa disuruh pun Jongdae langsung berjalan mendekati pintu rumah miliknya dan mengeluarkan kunci dari tasnya. Mengeluarkannya dari tas lalu memasukkannya ke dalam lubang kunci pintu tersebut. Lalu secara bergantian mereka berjalan memasuki rumah milik Jongdae dan Kyungsoo.

.

.

.

\(^_^)/

.

.

.

Malam pun tiba.

Ke-12 legenda itu telah berkumpul di ruang tamu milik Jongdae dan Kyungsoo. Tampak belum ada yang memulai pembicaraan. Tiba-tiba Baekhyun yang teringat dengan hewan legenda itu…

“Luhan hyung?”

“Hm?”

“Bukankah selain Kris hyung, Chanyeol dan Lay hyung hanya kau dan Jongin yang mempunyai hewan legenda? Bagaimana bisa?”

“Tentu saja. Karena aku dan Luhan hyung adalah Penghuni Atas dan Bawah.”

“Begitu. Lalu Luhan hyung? Apakah di halaman selanjutnya terdapat tulisan?” tanya Chanyeol

“Tulisan? Tunggu sebentar.”

Luhan pun membuka buku EXO itu dan menampilkan halaman Jongin-Luhan, Kyungsoo-Jongdae, Suho-Xiumin, Baekhyun-Lay, Chanyeol-Kris dan Sehun-Tao. Kemudian di halaman selanjutnya sudah terdapat tulisan. Luhan berinisiatif untuk membacanya.

“Di halaman selanjutnya, terdapat tulisan. Aku akan membacanya.”

“Baiklah. Kami akan mendengarkan.” Ucap Suho

‘Gerakan mata nan cepat di tengah tidur yang nyenyak’

‘Saat kita tersenyum di mimpi yang terus tersambung’

‘Memberikan pertanda akan jalinan takdir yang kita jalani’

‘Sebuah program khayalan yang diciptakan Tuhan’

‘Samakan irama tipu daya kematian’

‘Rebut keajaiban yang kau damba dengan keberanian hidup’

‘Permainan hidup dan mati’

‘Sulur malapetaka’

‘Pengembara yang menyedihkan, wujudkan hak keadilan untuk bertahan hidup’

‘Surga memang terletak di ujung jalan’

‘Kami mempercayai hal itu beserta keajaiban nan kekal abadi’

“Seperti itulah kalimatnya.”

“Kalimat itu membuatku takut.” Ucap Tao

“Kenapa takut?” tanya Sehun

“Tentu saja. Aku mendengar kalimat ini ‘sebuah program khayalan yang diciptakan Tuhan. Permainan hidup dan mati. Sulur malapetaka. Pengembara yang menyedihkan, wujudkan hak keadilan untuk bertehan hidup.’ Bukankah itu sama artinya dengan takdir kita yang sebentar lagi akan terbunuh karena legenda itu?” ucap Tao dengan ketakutan

“Takdir kita?” tanya Jongin

“Kau benar Tao-ya. Ini adalah takdir kita.” Ucap Luhan

“Apa maksudmu Luhan?” tanya Suho

“Bukankah disini ada yang tertulis ‘program khayalan yang diciptakan Tuhan. Permainan hidup dan mati. Sulur malapetaka. Pengembara menyedihkan, wujudkan hak keadilan untuk bertahan hidup’. Program khayalan Tuhan bisa disebut sebagai takdir yang sudah digariskan untuk kita sebagai legenda. Permainan hidup dan mati bisa disebut sebagai takdir yang akan kita jalani ini adalah permainan hidup dan mati, sejak kita mengumpulkan kalian semua kita sudah masuk dalam permainan hidup dan mati yang diciptakan Tuhan.”

“Sulur malapetaka bisa disebut sebagai banyaknya rintangan saat kita akan melawan pasukan Artemis seperti kita yang hampir terbunuh. Pengembara menyedihkan, wujudkan hak keadilan untuk bertahan hidup bisa disebut sebagai kita berdua belas adalah pengembara menyedihkan itu lalu kita juga berusaha mengibarkan bendera keadilan untuk semua umat manusia bisa bertahan hidup meskipun kita akan mati nantinya.”

“Bukankah dengan kita mengumpulkan ke-12 legenda ini, kita telah masuk ke dalam Permainan Hidup dan Mati? Kita adalah pengembara yang berjuang untuk mewujudkan keadilan yaitu bertahan hidup dari pembantaian Artemis. Bukankah sejak kita bertemu dengan Artemis kita sudah masuk ke dalam permainan ini?” tanya Luhan

“Kau benar Luhan.”

“Jadi apa kalian ingin mengikuti Permainan Hidup dan Mati ini?” tanya Jongin

“Tentu saja. Karena ini sudah mencapai setengah jalan. Kita harus bisa menuntaskan permainan ini. Kita harus bisa membantai seluruh kaum Artemis. Asalkan kita bersama, kita akan menang.” Ucap Suho selaku pemimpin

“Baiklah. Aku bacakan kalimat selanjutnya.” Ucap Luhan

“Mwo? Selanjutnya? Apa masih ada lagi?” tanya Baekhyun

“Ne. Masih ada. Dengarkan saja.”

‘Ke-12 legenda telah berkumpul. Permainan Hidup dan Mati telah dimulai. Sulur malapetaka mulai memanjang dan menjerat kalian. Segera kalian membasmi Kekuatan Hitam dengan Kekuatan Putih milik kalian. Setelah mengalahkan Kekuatan Hitam, korbankanlah kehidupan Atas dan Bawah untuk melindungi kehidupan Duniawi dengan Penolakan Fenomena.’

“Seperti itu.”

“Apa kalian mengerti maksudnya?” tanya Jongdae

Semua yang ada disana menggelengkan kepala mereka memberikan pertanda bahwa mereka tidak mengetahui maksud dari kalimat itu kecuali Luhan dan Jongin yang tampak terpaku dengan kalimat barusan.

“Apa kalian mengetahuinya Luhan hyung? Jongin?” tanya Kyungsoo

“Tentu saja. Kita diharuskan membasmi kaum Artemis tanpa sisa. Tetapi sebelum itu, kita harus menyelesaikan sekolah kita baru kita semua menjalankan misi kita. Setidaknya sampai ujian ini.” Ucap Jongin

“Lalu yang dimaksud dengan mengorbankan kehidupan Atas dan Bawah untuk melindungi kehidupan Duniawi dengan Penolakan Fenomena itu apa?” tanya Lay

“Kalau itu, kami tidak tahu.” Ucap Luhan

“Benarkah?”

“Tentu. Sudahlah. Kajja kita harus belajar untuk menghadapi ujian ini lalu setelah itu kita berlatih untuk melatih kekuatan kita.” Ucap Luhan lalu meninggalkan ruang tamu dan diikuti dengan Jongin

“Apa yang terjadi pada mereka? Aneh.” Ucap Kris

“Kau benar Kris. Tapi begitulah. Karena mereka bukan manusia seutuhnya jadi harap dimaklumi saja.” Ucap Suho

“Hm. Kau benar.”

.

.

.

\(^_^)/

.

.

.

Liburan menjelang musim dingin.

Liburan menjelang musim dingin yang dinantikan oleh ke-12 legenda ini telah tiba. Semua menyambutnya dengan suka cita. Banyak yang menantikan liburan ini dikarenakan misi yang harus mereka jalani. Ke-12 legenda ini tengah berada di halaman belakang rumah Jongdae dan Kyungsoo.

Tampak mereka mulai menyalakan api unggun di malam yang dingin itu. Mulai memasang alat pembakaran untuk membakar daging nantinya. Yap. Pesta Barbeque. Mereka tengah persiapan untuk mengadakan Pesta Barbeque.

“Wah! Tidak terasa sekarang sudah liburan menjelang musim dingin sudah tiba.” Ucap Baekhyun

“Kau benar Baekhyun. Benar-benar hari yang melelahkan.” Ucap Chanyeol

“Hey! Bagaimana kalau kita mencoba berlatih sekarang?” tanya Baekhyun

“Yak! Bagaimana bisa kau lupa eoh? Bagaimana dengan kita yang sedang mempersiapkan pesta ini?” teriak Jongdae

“Biarkan saja Jongdae-ya. Bagi yang tidak mendapat tugas apapun untuk pesta BBQ ini, silahkan saja jika ingin berlatih. Tapi kalau masih ada yang mendapat tugas untuk pesta ini, jangan harap ingin berlatih.” Ucap Suho

“Baiklah. Kajja Luhan hyung. Kita latihan.” Ucap Jongin sambil menarik tangan Luhan

“Ne. Kajja.”

“Luhan hyung? Aku latihan bersama kalian ne?”

“Eh? Baiklah. Kajja Hunnie.”

“Menyebalkan.” Ucap Jongin

“Kau juga menyebalkan Kkamjong.”

“Mwo? Albino cadel.”

“Kkamjong.”

“Albino cadel.”

“Sudah, sudah. Kajja kita latihan. Jika bertengkar seperti ini, nanti tidak selesai.” Ucap Luhan sambil menarik tangan Jongin dan Sehun

“Eh? Aku ikut Luhan hyung.” Ucap Tao sambil berlari menghampiri Luhan, Jongin dan Sehun

Semua legenda ini yang tidak disibukkan dengan persiapan pesta itu langsung berlatih. Yang mengurusi pesta BBQ ini adalah Kyungsoo dan Lay. Jadi dipastikan 10 orang yang lain akan berlatih.

Suho berlatih bersama Xiumin, Jongdae latihan dengan Baekhyun, Kris dengan Chanyeol sedangkan yang terakhir berlatih sekaligus dengan 4 orang yaitu Luhan-Jongin dan Tao-Sehun.

.

.

.

\(^_^)/

.

.

.

Suho-Xiumin side.

Suho dan Xiumin pun saling bertarung untuk latihan. Saling latihan memerangi untuk nantinya melawan pasukan Artemis nantinya.

Suho dikelilingi dengan air dari kekuatan miliknya. Air itu berputar mengelilingi tubuh sang pengendali Suho. Seperti mengamuk.

“Tornado of Water” ucap Suho lantang yang mengakibatkan air disekelilingnya berputar menjadi seperti tornado

Tornado air itu pun bergerak dengan cepat menuju Xiumin yang siap menghadang dengan kekuatan pembeku miliknya.

“Frozen” teriak Xiumin yang membuat tornado air milik Suho langsung membeku

Udara dingin dari es milik Xiumin menyebar di sekitar area Suho dan Xiumin. Suho sepertinya tampak terkejut ketika melihat serangan air miliknya membeku.

“Bagaimana Suho-ah? Airmu tidak akan bisa menyentuhku.” Ucap Xiumin

“Kita lihat saja nanti hyung.”

“Water Fury”

Seketika air itu muncul lagi dalam kapasitas yang sangat besar. Air itu mengamuk ketika diperintah oleh tuan mereka Suho. Bergerak acak dengan cepat menuju Xiumin membuat Xiumin langsung terbelalak lebar.

‘sial’ umpatnya dalam hati

“Frost Attack”

Seketika juga air yang mengamuk itu membeku dengan sangat indah. Berubah menjadi es yang berkilau ditempa sinar rembulan malam itu.

“Baiklah. Selanjutnya adalah…”

“Snow storm”

Seketika awan mendung terbentuk dari atas. Membentuk sebuah gumpalan awan hitam. Dan ditambah dengan angin yang berhembus kencang. Xiumin baru saja membuat badai salju buatan hanya dengan kekuatan miliknya.

Suho langsung menggigil kedinginan akibat badai salju yang baru saja Xiumin buat dengan kekuatannya.

“Xiumin hyung? Cukup sudah. Aku mengaku kalah. Aku kedinginan hyung.” Ucap Suho sambil menggigil

“Baiklah. Aku akan menghentikan badai ini.”

“Snow storm off”

Badai salju yang tadinya berhembus kencang langsung menghilang seketika dan berubah menjadi cuaca malam yang sangat tenang dan damai.

“Kau keterlaluan hyung. Kau tahu kelemahanku adalah dingin jadi kau membuat badai.”

“Hahaha. Jika tidak begitu, maka tidak akan ada yang menang nantinya.”

Setelah mengucapkan itu Suho dan Xiumin langsung menghentikan latihan mereka dan berjalan mendatangi Kyungsoo dan Lay.

.

.

.

\(^_^)/

.

.

.

Luhan-Jongin and Tao-Sehun side.

Tao dan Sehun bekerja sama sebagai tim melawan Luhan dan Jongin yang juga bekerja sama sebagai tim. Tao mulai melancarkan serangan.

“Cessation of time”

Tao menghentikan waktu disekitar Luhan dan Jongin namun Jongin lebih cepat berteleportasi sehingga Jongin berhasil lolos dari serangan Tao dan yang mengenainya adalah Luhan.

Tao yang mulai melancarkan serangan kepada Luhan pun harus terhenti karena serangan balik Jongin. Jongin berteleportasi dan muncul secara tiba-tiba dihadapan Tao dan langsung memukul balik Tao sehingga waktu kembali berputar sesuai jalannya.

“Kau tidak akan bisa melawan kami Huang Zi Tao? Karena aku dan Luhan hyung adalah kekuatan terbesar. Apa kau lupa? Dan jangan pernah kau sentuh Luhan hyung. Lawanmu adalah aku.” ucap Jongin

“Jangan sombong dulu kau Kim Jong In. Kita lihat siapa diantara kita yang akan menang.”

Pertarungan antara Jongin dan Tao pun terus berlanjut. Sementara di sisi lain yaitu Luhan dan Sehun pun melakukan hal yang sama.

“Tornado of Wind”

Sehun dengan lantang mengucapkan kata tornado yang membuat angin itu berputar dengan cepat ke arah Luhan. Sementara Luhan? Ia hanya bisa diam dengan tenang melihat angin tornado berputar dengan cepat ke arahnya.

“Stop”

Satu kata yang keluar dari mulut Luhan langsung menghentikan angin tornado tersebut dan langsung menghilang. Tanpa disadari mereka berempat, terlihat beberapa pasang mata asing yang menatap ke arah mereka dengan benci.

Salah satu dari orang itu melemparkan jarum beracun ke arah Luhan dan tepat mengenai leher Luhan.

“Akh..” ringis Luhan sambil memegang leher kanannya

“Hyung? Kau tidak apa-apa?” panggil Sehun sambil berlari menghampiri Luhan

“Tidak apa-apa Hunnie. Hanya saja ada sesuatu yang menusuk di sekitar leherku.”

“Sini aku lihat hyung.”

“Tidak perlu Hunnie. Aku tidak ap-”

BRUK.

“Tepat sasaran. Selanjutnya iblis sialan itu.” Ucapnya sambil menyeringai

Luhan langsung terjatuh pingsan dan dengan segera Sehun langsung menangkap Luhan supaya tidak menyentuh tanah. Sehun mencoba membangunkan Luhan. Mencoba menyadarkan Luhan yang pingsan itu.

“Luhan hyung? Hyung? Ireona. Hyung? Ireona hyung. Sadarlah. Apa yang terjadi denganmu eoh?” ucap Sehun

Karena tidak kunjung bangun, Sehun berinisiatif untuk mengangkat Luhan ala bridal style menuju tempat latihan Tao dan Jongin.

Di tempat lain Jongin dan Tao pun masih saja bertarung. Belum ada pemenang diantara mereka berdua. Mereka sama-sama kuat.

Tanpa disadari pun ada seseorang yang tadi baru saja melempar jarum racun ke arah Luhan dan sekarang orang itu akan melemparkan jarum itu juga kepada Jongin. Si Manusia setengah Iblis.

“Ternyata kita sama-sama kuat. Benarkan Jongin?” tanya Tao

“Kau benar. Tidak sal-… Akh!”

Jongin merasakan jarum penuh racun itu menembus kulit di sekitar leher kirinya. Akibatnya ia sedikit meringis kesakitan namun sedetik kemudian Jongin kembali seperti biasa.

“Jongin? Kau tidak apa-apa? Apa yang terjadi padamu?” tanya Tao sambil menghampiri Jongin

“Aku tidak ap-”

BRUK.

“Tepat sasaran.” Ucap orang itu sambil menyeringai

Jongin langsung terjatuh pingsan dan dengan segera Tao langsung menangkapnya supaya tidak terjatuh menyentuh tanah. Tao mengguncang badan Jongin berusaha untuk membangunkan Jongin.

“Jongin? Ireona Jongin. Apa yang terjadi padamu eoh?”

Karena tidak kunjung bangun, Tao langsung mengangkat Jongin. Tangan kanan Jongin disampirkan ke pundaknya dan mulai berjalan menuju tempat para hyungnya.

“Bertahanlah Jongin. Aku akan membawamu ke Lay hyung secepatnya.”

“Tao? Tao-ya?” panggil seseorang di belakang Tao

Tao sedikit membalikkan badannya dan tampaklah Sehun berjalan dengan sedikit tergesa-gesa menghampirinya dengan menggendong Luhan bridal style.

“Hey! Tao-ya? Apa yang terjadi dengan Jongin?” tanya Sehun

“Mollayo. Aku hanya bicara dengannya lalu tiba-tiba ia merasakan sakit di sekitar lehernya kemudian pingsan. Lalu apa yang terjadi pada Luhan hyung?”

“Mollayo. Ia bernasib sama dengan Jongin. Sekarang kita harus ke tempat Lay hyung. Kajja.”

“Ne. Kajja.”

Tao yang membawa Jongin di pundaknya dan Sehun yang menggendong Luhan bridal style mulai mempercepat langkah mereka menuju tempat hyung mereka terutama Lay karena ia adalah healing.

.

.

.

\(^_^)/

.

.

.

Di markas Artemis.

Terlihat seorang namja tampan dengan hiasan seringai di wajah miliknya yang membuatnya terlihat semakin tampan. Duduk dengan tenang namun sebenarnya ia sangat takut jika ramalan bahwa ke-12 legenda itu akan memusnahkan Artemis terwujud. Ia bernama Kyuhyun. Seorang pemimpin dari Artemis.

Yang berada di sebelahnya adalah Minho. Adik kesayangan dari Kyuhyun. Yang mempunyai wajah tak kalah tampan dari hyungnya Kyuhyun.

“Tuan?” panggil salah seorang bawahannya

“Ada apa prajurit setiaku?” tanya Kyuhyun

“Kita berhasil. Kita berhasil melumpuhkan si Penghuni Atas dan Bawah. Kita berhasil melumpuhkan mereka. Tinggal menunggu kematian mereka saja.” Ucapnya sambil berlutut hormat

“Hahaha. Pintar. Pintar sekali. Aku senang. Baiklah. Rencana selanjutnya adalah tinggal membunuh mereka semua. Karena kekuatan terbesar mereka si Penghuni Atas dan Bawah sudah lumpuh.”

“Hahaha. Kyuhyun hyung, kau sangat pintar kau tahu? Aku jadi semakin menyayangimu.” Ucap Minho

“Tentu saja. Tapi tidak denganmu Minho-ya.”

“Mwo? Aku?” tanyanya sambil menunjuk dirinya sendiri

“Ne. Kau juga harus bisa membuat rencana selanjutnya. Arraseo?”

“Arraseo hyung. Tenang saja.”

Malam itu pun menjadi saksi bahwa pemimpin Artemis yaitu Kyuhyun dengan adiknya Minho tertawa menggelegar dengan keras. Tampak sangat bahagia mendengar kekuatan terbesar mereka yaitu Penghuni Atas dan Bawah telah lumpuh.

 

 

 

TBC.

3 thoughts on “Angel and Devil Part 3

  1. PJA berkata:

    arraso arraso, kayanya ini pertengkaran antara KYuLine dan EXo gkgkgk keren tp lama baru upload padahal kan kangen, lanjut upload yah gommmawo

  2. junia angel.58 berkata:

    mian thor bru komen bru bca salnya hehehe
    apa maksudnya hrus mngorbankan khidupan atas dan bwah itu mngorbanka KaiLu??? atau mreka smua???
    Artmis mlai mnyerang sdngkan KaiLu udh di lumpuhkan andweee jngan biarkan pra Artmis mlukai mreka😦
    lnjut thor di tunggu next chapnya

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s