Something Hidden Part 4

something hidden new

Author: SakuRaa (@_raraa84)

Title: Something Hidden (Chapter 4)

Cast:

-Byun Baekhyun (Baekhyun)

-Oh Sehun (Sehun)

-Kim Jongin (Kai)

-Park Chanyeol (Chanyeol)

-Do Kyungsoo (Kyungsoo)

-Kim Joon Myun (Suho)

Genre: Family, Brothership, Friendship, School Life.

Rating: General

Length: Chaptered

Note: It’s my Mega Project :v tolong komentar, like, dan sebagainya😀

 

“seseorang yang tak bisa bertepuk tangan karena kebahagiaan orang lain, seseorang yang tak bisa tersenyum karena keberhasilan orang lain, berarti hatinya sudah ada dineraka.”

 

================

Chapter 3:

https://koreadansaya.wordpress.com/2014/08/10/something-hidden-part-3/

 

Sehun masih terdiam, ia masih bertahan didepan gerbang Sekolah, semenit yang lalu Baekhyun masih berjalan beriringan dengannya, tapi setelah itu ia pergi untuk bekerja paruh waktu di Café tempat ia bekerja itu.

 

Sehun menghela napas, “seharusnya… ia tak bekerja seperti itu, kehidupannya yang sesungguhnya lebih layak dari ini, apa dia tidak tahu yang sebenarnya?”

 

“andai saja aku bisa melakukan sesuatu untuknya…” Sehun memutar matanya, semenit kemudian, ia seperti mendapat ide dan langsung berlari keluar gerbang.

 

*

 

“Sehun? Bukankah kau tadi mau pulang?” tanya Baekhyun sambil duduk dihadapan Sehun, ia sudah mengganti seragam sekolahnya dengan seragam karyawan.

 

Sehun masih menyeruput segelas Choco Bubble Tea yang ia pesan, “percuma saja aku diasrama, aku pasti akan bermain game, nonton TV, atau tidur. Dan aku tahu jika kau pulang nanti, kau pasti akan mengomeliku.”

 

Baekhyun tersenyum sambil menggeleng-gelengkan kepalanya, “lalu, jika kau disini sepanjang hari untuk menemaniku… bukan, bukan. Menggangguku bekerja, itu sama saja aku akan mengomelimu nanti.”

 

*

 

Apakah kau akan tetap membebankan semua ini untuk Kai nanti? Apa dia sanggup? Apa dia akan mampu begitu saja? Jong Dae, pikirkanlah lagi, dia masih umur 15 tahun…”

 

Ayah Kai, Kim Jong Dae, masih mengingat jelas perkataan Tuan Do tadi siang, ia berencana mengarahkan Kai untuk masuk kedunia Bisnis mulai sekarang, seperti dia. Dan Tuan Do –ayah Kyungsoo tak pernah setuju dengan hal itu. Baginya, dunia bisnis masih sangat dini untuk dipelajari Kai, dia masih baru lulus SMP, tetapi sekeras apapun Tuan Do mengingatkan Ayah Kai, ia semakin ingin menjalankan apa yang ia rencanakan.

 

“ayah, sudah siap?” Kai masuk keruang kerja ayahnya, Tuan Kim Jong Dae sedikit tersentak. Tetapi sedetik kemudian ia mengangguk sambil meraih jas dibelakang kursi yang ia duduki.

 

Kai membantu ayahnya untuk berjalan, orang tua sepertinya selalu sulit berdiri apalagi berjalan ketika sudah duduk terlalu lama. “kau juga ikut denganku.” Kai menoleh,

 

“ha-haruskah? Bukankah ayah akan bertemu Klien penting? Aku takut mengganggu”

 

“kau malah harus ikut, kau harus tahu bagaimana caranya menghadapi Klien.” Kai menunduk, akhir-akhir ini Tuan Kim selalu menuntut Kai ini dan itu. Tetapi Kai selalu ingat, ayahnya adalah orang tuanya satu-satunya. Bahkan keluarganya satu-satunya. Tuan Kim tak pernah sekalipun menceritakan kejadian apapun tentang masa lalunya.

 

Tak pernah.

Jika ia tak menuruti Ayahnya, kepada siapa ia akan mengadu?

 

*

 

Sehun mulai menguap, sudah 2 jam dia duduk disini sambil meminum Bubble Tea kesukaannya. Ia masih terfokus pada layar 5 inch dihadapannya, entah memainkan apa. Sesekali ia melihat sekitar, dan tampak Baekhyun yang mondar-mandir mengantar pesanan.

 

Baekhyun sudah berulang kali berkata bahwa jika Sehun lelah, dia bisa pulang duluan, ya, tapi begitulah. Sehun tak akan mendengarkan perkataan orang lain.

 

Sehun terkadang tersenyum ketika ia melihat layar Handphonenya, jari telunjuknya sesekali menggeser layar itu kekiri dan kekanan.

 

‘sudah lama kita tak bermain seperti ini…’ ucapnya dalam hati. Ternyata ia sedari tadi membuka Gallery photo di Handphonenya dan tampak ratusan foto-fotonya bersama keluarganya, apalagi Ayahnya.

 

Ketika tampak salah satu foto keluarga, ia memandanginya lama. Tampak 2 anak kecil yang sedang dipangku oleh seorang pria setengah baya yang duduk disebuah bangku berlatar belakang taman bermain. Seorang wanita juga tersenyum bahagia dipinggir foto sambil memamerkan tas picnic berwarna coklat.

 

Ingatan-ingatan masa kecil Sehun sekelebat masuk memenuhi otaknya, mendominasi otak itu menjadi sebuah roll film, yang memutarkan masa kecil mereka. Masa kecil yang indah, Ketika ia dan kakak laki-lakinya bermain layangan bersama sepanjang sore, ketika ia pergi tamasya bersama keluarganya yang utuh, dan ketika ia juga belajar bersama dengan teman-temannya.

 

Tetapi semakin lama semua berubah, ketika ia dan kakak nya tumbuh remaja,

 

ketika kebersamaan bukan lagi menjadi prioritas mereka. Yang ada hanya ego,

 

ketika Sehun yang masih SMP waktu itu sering mendengar ayahnya memarahi kakaknya, ketika ia sering mendengar ibunya menangis didalam kamar, ketika ia melihat kakakknya pergi dengan koper keluar dari rumah besar mereka. Itu semua menjadi kenangan yang pahit.

 

Ia menggeser layar itu semakin cepat, ia baru sadar bahwa ia sedari tadi melihat Gallery foto dari yang terbaru hingga terlama. Ia bahkan baru ingat bahwa ia masih menyimpan foto-foto itu.

 

“Sehun…” Baekhyun menghampiri Sehun yang masih terfokus dengan Handphonenya, ia sudah berganti pakaian lagi dengan seragam sekolahnya tetapi tanpa Blazer, Baekhyun sangat menyayangi Blazer itu karena bahannya sangat tebal dan pasti harganya mahal, mungkin Baekhyun tak akan bisa lagi membeli Blazer untuk seragamnya semahal itu.

 

“kau mau pulang?” Baekhyun mengangguk. Sehun langsung memasukkan Handphonenya dan meraih tas ranselnya.

 

*

 

Suasana sedikit hening, hanya alunan musik dari NA Yunkwon yang sedikit meramaikan mobil ini, Kai sibuk menyetir, dan Ayahnya, disebelahnya, hanya memandang lurus. Sesekali Kai menoleh kearah Ayahnya, ada banyak hal yang ingin Kai tanyakan, apalagi waktu bersama mereka seperti ini bisa dibilang lama, walaupun hanya perjalanan dimobil.

 

“bagaimana sekolahmu, Kai?”

 

“em, baik Ayah.”

 

“kau sudah menuruti perkataan ayah kan? Kau harus jauhi Jihyun?”

 

Kai terdiam sejenak, beberapa hari ini ia sudah menjauhi Jihyun dengan menghindar darinya, tetapi hal itu pasti tak akan berjalan lama, Jihyun suatu saat juga menghampirinya dan menyapanya. “sudah ayah”

 

“baguslah. Ayah hanya mencoba memilihkan teman terbaik untukmu, Kai.”

 

*

 

Jihyun

Aku keluar dari kelasku, waktu istirahat tiba, aku mengajak temanku untuk kekantin. Yah, aku harap aku bisa bertemu dengan Kai… setelah aku kembali ke Korea, aku belum bercakap banyak dengannya. Tidakkah dia tahu aku sangat merindukannya? Tidakkah dia ingat jika dulu siapa yang mengejarku ketika aku akan pergi ke Paris, huh?

 

Aku mengedarkan pandangannku di Kantin yang sangat luas ini, siswa sekolah ini sangat banyak, wajar jika kantinnya seperti restaurant mewah-pikirku. Lagi pula, semua fasilitas ini juga ayah Kai yang membuatnya. Dia kan pemilik Sekolah ini.

 

Sepersekian detik, Akhirnya aku menangkap sosok pria berkulit sedikit gelap dengan kemeja berwarna putih duduk disudut meja kantin, ia sedang mengobrol dengan 2 temannya, tunggu… salah satu dari mereka Kyungsoo, bukan?

 

Aku segera menghampirinya, “Kai…” ia memandangku sekilas, juga 2 temannya itu. Tetapi sesaat, ia kembali menunduk dan menatap Cappuchino dihadapannya. Ada apa dengannya?

 

Salah satu temannya, pria dengan mata oval dan rambut sedikit kecoklatan, ia juga memakai kacamata hitam tak berlensa diwajahnya menyikut lengan Kai, “dia… Jihyun?”

 

Aku tersenyum lembut, “Annyeong, iya aku Jihyun”

 

Mereka terdiam, Kyungsoo… dia dulu orang yang suka bicara dan sedikit cerewet, tetapi sekarang dia hanya diam. Sedetik kemudian Kai bangkit sambil menoleh kearahku, wajahnya sedikit gugup hingga ia tak berani menatapku,

 

“Jihyun… aku…”

 

“aku mohon, jauhi aku!”

 

Mulutku terbuka beberapa saat, sambil mengerutkan dahiku, ‘apa?! Apa yang dia bilang tadi? Di…dia membentakku?’

 

*

Kyungsoo dan Chanyeol seketika menoleh kearah Kai, tidak hanya mereka, seluruh pengunjung kantin ini juga memperhatikan mereka. Wajar saja.

 

“kenapa?” Kai hanya diam, “aku hanya memohon jauhi aku! Apa kurang jelas? Jika kau bertanya alasannya…”

 

“karena aku membencimu!” bentak Kai hingga seluruh penghuni kantin mulai berbisik tentangnya. Jihyun menahan napas, dadanya sesak, dan ia tak tahu apa yang harus dia lakukan saat ini, seketika ia berbalik dan berlari keluar area kantin.

 

Kyungsoo yang melihatnya juga hendak pergi, namun dicegah oleh Chanyeol “kau mau kemana?” Kyungsoo hanya diam, ia berlari keluar kantin, dan mengejar Jihyun.

 

*

Kyungsoo melihat Jihyun sedang duduk ditaman belakang sekolah, ia sudah memperhatikannya sedari 10 menit yang lalu tanpa berniat menghampirinya, melihat Jihyun yang kesal, tetapi akhirnya menangis.

 

Dimenit ke-11, Kyungsoo melangkahkan kakinya kearah Jihyun, duduk dibangku tepat disebelahnya, “Jihyun…” ia menoleh,

 

“aku berusaha menyelesaikan sekolah ku di Paris dengan cepat, aku berusaha tidak membuang waktu sedikitpun untuk belajar, aku berusaha membujuk ayahku agar aku bisa secepatnya kembali ke Korea setelah keadaannya mulai membaik, setelah bisnis ayah mulai pulih… itu semua untuk siapa…” ucap Jihyun sambil terisak, ia menoleh kearah Kyungsoo yang hanya mendengarkan Jihyun dan menguncinya dalam matanya.

 

“aku tahu, semua karena Kai, kan?” Jihyun menunduk, dari dulu, Kyungsoo selalu bisa menebak arah ucapan Jihyun yang kadang sedikit membingungkan.

 

Sedetik kemudian Kyungsoo tersenyum, menatap lurus kedepan memperhatikan murid-murid yang berlalu-lalang, “aku tahu kau tak pernah menyerah untuk Kai, kan?”

 

Ia melanjutkan kalimatnya, “dan sudah 3 tahun berlalu, tak bisakah kau membuka hatimu untuk seseorang diluar sana?”

 

Kyungsoo kembali menatap Jihyun, sahabat masa kecilnya, sahabatnya yang dulu sering tersenyum malu jika Kyungsoo sudah membicarakan banyak hal tentang Kai, sahabatnya yang dulu sering bercerita tentang hal-hal berbau Horror yang mengakibatkan Kyungsoo tak bisa tidur semalaman.

 

“Kyungsoo, aku—”

 

“tak usah dijawab, kau masih menyukai Kai sampai saat ini kan? aku tak mau mendengar jawabanmu, jika jawaban itu sama seperti 3 tahun lalu… seperti disaat kita duduk diHalte dan aku mengucapkan isi hatiku padamu, dan… yah kau menolakku karena Kai. Aku tahu.”

 

Kyungsoo kembali menatap Jihyun sambil mengelus pelan pundaknya, “dia tidak jahat, dia hanya masih labil dengan hatinya sendiri, dia masih harus bertarung dengan hatinya untuk melakukan apa yang akan ia putuskan.”

 

“Jihyun… dia masih Kai yang 3 tahun lalu kau kenal.”

 

*

Baekhyun mengerutkan dahinya, ia menatap Sehun yang masih berdiri diam sambil membawa nampan makan siang ditangannya, ia masih melihat kearah yang sama sejak beberap menit yang lalu.

 

“Hei, Sehun. Sampai kapan kau berdiri disana? Ayo makan!” ucap Baekhyun sambil memasukkan Curry Ramyeon kedalam mulutnya. Sehun tersadar, dan segera duduk dihadapan Baekhyun.

 

“kau pasti mengenalnya, kan? Sudah 2x kau memperhatikannya seperti itu” Sehun kemudian ingat tentang kejadian diarea parkir hari pertama sekolah waktu itu. Ia menyendok makanannya,

 

“dia—dia dulu temanku” ucap Sehun dengan suara datar khasnya. Baekhyun seketika menoleh,

 

“kau mengenalnya? Kata teman kelasku, dia anak pemilik Yayasan sekolah ini kan?” Sehun mengangguk.

 

“yah, maka dari itu, dia bisa seenaknya disini.”

 

Baekhyun mengangguk sambil berpikir, “em, kamu tadi bilang apa? Dulu temanmu? Berarti sekarang bukan, begitu?” Baekhyun memasukkan kembali makanannya kedalam mulutnya, lalu menatap Sehun,

”ada-ada saja kau ini, mana ada ‘mantan teman’, kalau ‘mantan musuh’ atau ‘mantan pacar’ baru ada” ucapnya polos.

 

Sehun mendengus, bagaimana bisa murid polos seperti Baekhyun ini menjadi temannya sekaligus teman sekamarnya diasrama. Sehun tak pernah membayangkannya.

 

“dia bukan hanya mantan temanku, dia juga mantan sahabatku. Yah, Kau benar, aku mungkin salah memilihnya menjadi sahabatku”

 

*

Ada kalanya antara murid Billing Class dan murid Reguler Class dihadapkan dengan jadwal yang sama, seperti Olahraga, Seni Budaya, Bahasa, dan extrakulikuler. Seperti sekarang ini, kelas Baekhyun memiliki jadwal yang sama dengan kelas Kai dan Sehun. Seni Budaya.

 

Disini, diruang yang lebarnya 5x lebar kamar Asrama Sehun dan Baekhyun, mereka berkumpul untuk memainkan alat musik yang mereka sukai, semua sudah tersedia disana. Seperti Piano, Recorder, Gitar, Drum atau Pianika. Beberapa hasil dari Seni Rupa juga terpajang disepanjang dinding ruangan ini.

 

Sehun yang duduk disamping Baekhyun hanya tersenyum simpul, “disini berisik sekali” Ucap Baekhyun yang terdengar samar ditelinga Sehun. Segala bunyi alat musik masuk ketelinga Baekhyun hingga ia menutup telinganya.

 

Tak lama, seorang guru perempuan setengah baya memasuki ruangan, ia berjalan menuju satu-satunya meja diruangan itu. Ruangan Seni Budaya hanya terdapat kursi panjang yang terbuat dari kayu, Kai ada dibarisan depan, dan Sehun serta Baekhyun dibarisan kedua. Sehun jarang berinteraksi dengan Kai, sehingga ia tak begitu peduli dengannya.

 

“Selamat siang semuanya, perkenalkan, saya Mrs. Yoon. Saya yang akan mengajar mata pelajaran Seni disini. Em jadwal saya hari ini Reguller Class 10-5 & 10-8, lalu Billing Class 10-3” Ucap guru itu dengan suara yang berat, Baekhyun bisa menduga jika bernyanyi, suaranya pasti merdu.

 

“baiklah, karena ini masih pertama-tama, saya akan melihat kelebihan kalian terlebih dahulu. Ada yang mahir bermain piano? Gitar? Bernyanyi? At—” Kai mengangkat tangan, Mrs. Yoon mengarahkan pandangannya kearah Kai, begitu juga penghuni kelas.

 

“bagaimana jika modern Dance?” tanya Kai yang langsung diberi anggukan oleh Mrs. Yoon.

 

“silahkan, apa saja, kau mau menunjukkan kemampuanmu, Kai?” oh, jangan kaget, semua penghuni sekolah ini tahu jika anak yang saat ini berdiri didepan ruangan sambil diikuti seluruh pasang mata yang melihatnya saat ini adalah anak dari pemilik Sekolah ini.

 

BackSound:

G-Dragon – Heart Breaker.

 

Suara dentuman bass dari intro lagu G-Dragon ini membuat seluruh isi kelas bertepuk tangan. Ia menyambut Kai yang mulai menggerakkan tangannya kekanan, menyeret kakinya kekiri dan menggoyangkan pinggulnya bersemangat.

 

Sungguh, dance freestyle Kai sangat membuat siapapun gadis yang melihatnya meleleh. Ia meliuk-liukkan tangannya sesuai irama, membuat gerakan Flasno yang tepat.

 

Sehun hanya diam, sambil memperhatikan Kai yang sedang beraksi didepan sana, ia hanya melirik Baekhyun yang sudah mulai –terpana- dengan gerakan dance Kai. Tunggu, tetapi mata Kai hanya tertuju pada satu arah. Ia menatap Sehun.

 

Sehun sama sekali tak tertintimidasi dengan tatapan Kai, tetapi ketika tangan Kai mulai mengayun seakan mengajak seseorang, semua mata mulai tertuju kearah Sehun.

 

‘yang benar saja, ia mengajakku battle dance?’

 

Seluruh murid semakin menyoraki Sehun, begitu juga dengan Baekhyun, ia bertepuk tangan sambil mendorong punggung Sehun agar kedepan. Sehun mendengus sebelum akhirnya ia bangkit dan menuju kedepan ruangan.

 

Kai menyeringai, “baiklah, tunjukkan kemampuanmu, Sehun” gumam Kai yang masih bisa Sehun dengar.

Ia menghela napas sekali lagi, dan mulai melakukan gerakan Wive. Disusul dengan Tating jarinya yang seakan seirama dengan Kai. Kai membalasnya, ia melakukan gerakan robotic dan Babyfree yang langsung disambut dengan tepuk tangan yang meriah. Harus diakui, Babyfree disaat spontan seperti itu tidak mudah. Sehun bahkan tak bisa melakukannya dari dulu.

 

Sehun dan Kai adalah dancer di SMPnya. Mereka sama-sama memiliki hobby dance, dan masuk Extrakulikuler Dance disana. Biasanya, Chanyeol yang akan mengiringinya dengan BeatBox atau rappingnya. Kyungsoo? Dia hanya menjadi penonton, karena ia lebih suka bernyanyi daripada Rapp, atau dance.

 

Sebenarnya mereka masih mengingat masa-masa itu.

 

Gerakan mereka diakhir dengan habisnya lagu yang berdurasi 03:23 menit itu, semua orang bertepuk tangan, setelah itu mereka sama-sama membungkuk dan saling tatap. “wow, gerakan modern dance kalian sangat bagus.” Komentar Mrs. Yoon sambil menyuruh mereka kembali dan duduk.

 

“baiklah, sekarang kita coba lihat kemampuan kalian yang lain.” Ucap Mrs. Yoon sambil mengedarkan pandangannya keseluruh isi kelas. Ia lalu menunjuk Baekhyun, Baekhyun hanya menoleh kekanan-kekiri sambil menunjuk dirinya sendiri, Sehun memutar matanya dan menyenggol lengan Baekhyun.

 

“kamu? Iya kamu yang sebelahnya anak yang dance bersama Kai, bagaimana denganmu? Apa kemampuanmu, Nak?” tanya guru itu yang kemudian membenarkan letak kacamatanya.

 

Baekhyun terkesiap, “oh, saya… saya bisa menyanyi.” Ucapnya spontan. Sehun menoleh tak percaya, diikuti dengan suara tertawaan dari murid lain. Murid dengan tatapan konyol seperti Baekhyun? Mustahil.

 

“baiklah tunjukkan pada kami sedikit saja”

 

Baekhyun bangkit dengan ragu, tapi Sehun cepat menahan lengannya, “kau yakin bisa bernyanyi?” tanyanya ragu.

 

Baekhyun mengangguk, “tentu saja, jangan meragukanku.”

 

Mrs. Yoon memberikan mic kepada Baekhyun, tangannya gemetar, napasnya naik turun, sebenarnya ia sudah sering bernyanyi di Desanya dulu, mengikuti lomba kecil-kecilan yang diadakan disekolahnya, tetapi tatapan mereka yang membuat Baekhyun takut.

 

Beberapa detik, Baekhyun masih diam, yang membuat murid diruang ini semakin menatapnya aneh. Tetapi sedetik kemudian, ia meraba kerah seragamnya, ia memegang kalung berliontin cincin pemberian Ibunya itu, Kai menatapnya malas, ia berpikir anak seperti Baekhyun bukan saingannya.

 

“Kau bisa Baekhyun, buat semua orang tak pernah melupakanmu…” ucapnya dalam hati, Ibunya pernah bilang begitu.

 

Baekhyun menarik napas sebelum mengeluarkan suara pertamanya,

“Baby Don’t cry, tonight…” seluruh isi kelas menatap nya takjub, begitu juga dengan Sehun, anggapannya yang sedikit meremehkan Baekhyun, kini hilang karena 1 kalimat lirik pertama dari Baekhyun.

 

Backsound: EXO K – Baby don’t Cry (english translation)

 

after the darkness passed,”

“Baby Don’t Cry, tonight… it’ll become as if it never happened

You’re not the one to dissapear into foam, something you never should’ve known,”

suaranya begitu merdu, halus, tetapi kuat. Baekhyun sangat mudah dalam hal menyampaikan perasaan, apalagi wajahnya yang begitu lembut dengan eye smile yang menghiasi wajahnya ketika ia tersenyum.

 

“So Baby don’t cry, cry… My love will protect you~

 

Ia mengakhiri suaranya dan membungkukkan badannya, langsung disambut dengan riuh suara tepuk tangan dari seluruh murid diruang itu, teramsuk Sehun yang tampak tak percaya jika Baekhyun bisa menyanyi semerdu itu.

 

Lain dengan Kai. Ia hanya melipat tangannya didepan dada, dan membuang pandangannya kearah jendela yang ada tepat disampingnya. Sehun yang melihatnya hanya tersenyum simpul,

 

“seseorang yang tak bisa bertepuk tangan karena kebahagiaan orang lain, seseorang yang tak bisa tersenyum karena keberhasilan orang lain, berarti hatinya sudah ada dineraka.”

 

Gumam Sehun tepat ditelinga Kai, Kai hanya diam tanpa menoleh sedikitpun. Dagunya mengatup keras, sambil mengepalkan tangannya dibalik saku jaketnya.

 

*

(Coming Soon In Next Chapter!)

“ya, memang aku dari keluarga orang kaya, kau benar. Tapi—”

“aku tak pernah merasa bahagia…”

 

“kau tahu Family Potrait? Mereka pasti berpikir keluarga itu lengkap, mereka pasti berpikir keluarga itu bahagia, tetapi mereka tak tahu, rahasia sebesar apa yang dimiliki keluarga itu.”

*

“Aku tahu dari dulu kau sangat suka menari. Tetapi mengapa kau sekarang berhenti menunjukkan kemampuanmu itu?”

 

“jika aku mengatakan, aku berhenti menari karena kau… bagaimana?”

ucap Sehun sambil menatap pria itu dingin. Ia tahu, pasti pria dihadapannya yang tak lain adalah Kim Kai ini, pria yang sangat dibenci Sehun sampai batas ubun-ubunnya itu tak mengerti apa arti dari perkataannya barusan.

 

“karena aku?”

 

(See More in Chapter 5!)

 

*TBC*

Chapter 4 is Up!😀 hope you like it!

 

Oh iya, kalian ingat kata-kata nya Baekhyun dichapter sebelumnya? Yah emang itulah teman. Kita nggak bakal tahu gimana isi hati seseorang, apakah mereka akan melempar bola api ke kita? Siapa yang tahu… yang paling penting kita harus Waspada, bukan niat fitnah atau apa, tapi waspada kan penting.

 

Nah, Kai itu sebenernya orangnya baik, awalnya. Tapi karena mungkin dia tertekan terus dirumahnya karena Ayahnya, jadi pelampiasannya malah jadi jahat disekolahnya. Yah, mungkin :”

 

Fanfic yang History Chapter 5, sabar, masih proses, tapi bakalan seru kok nanti lanjutannya, tunggu-in aja yaa😀

 

Satu lagi, fanfic ini dibuat bukan karena kisah nyatanya sapa2 :v aku cuman iseng, + yah mau nyampein pesan moral aja dari fanfic ini :v

 

Comment dan saran tetang ditunggu yaa, maaf nggak bisa balas satu-satu, Bye.

@_raraa84

19 thoughts on “Something Hidden Part 4

  1. Park Rami berkata:

    wah daebakkk……….
    aku tambah ingin cepat-capat baca…
    soalnya seru and aku suka hunbaek dan yag lainnya keren kok..^_^

  2. Rosepixylalala... berkata:

    akhirnyaaa.. udah ada lanjutannyaaa.. #tereakpakesedotan_loh
    itu maksud kata2nya sehun diawal itu apaan? ” kehidupannya yang sesungguhnya lebih layak dari ini, apa dia tidak tahu yang sebenarnya?” emang apa yg sebenarnya?
    q membayangkan seorang chen menjadi ayah kai.. #pura2mikirkeras
    dan itu apalagi, d,o suka siapa? jihyun? #tendangjihyun..😀
    q berasa kurang panjangg.. tapi q ngerti kok, kita kan sama2 kelas sembilan #peluk..
    kenal q gk? itu loh yg itu.. /siapa/ itu yg biasa komen pake babyhun itu..🙂
    seperti biasa ditunggu lanjutannyaa🙂😉

  3. In Soo berkata:

    aaaaaa,, aku jadi penasaran sma lanjutannya,, aku gak ska liat kai sma sehun jusuhan kayak gtu,,, cpt baikqn ya🙂
    d tunggu next chapterny,,,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s