One Less Lonely Girl

Nama : Jejeauurd 
Judul : One Less Lonely Girl
Tag (tokoh) : Oh Sehun (EXO), Park Seolhyun (OC)
Genre : romance, school life, fangirl life(?), comedy
Rating : Teen
Length : OneShoot
Disclaimer : also posted on my personal blog >> jejeauurd.wordpress.com ^^ need review :3
1459068_528903873888710_305735769_n

One Less Lonely Girl || Oh Se Hun (EXO-K), Park Seol Hyun (OC), Justin Bieber (as Cameo) || School Life, Teenagers, Romance || Oneshoot ( > 2.700 words )

 

Dari milyaran gadis, kenapa harus dia ?

 

(Story line from me, poster : cr the owner)

~@^-^@=Woooke, Happy Reading All=@^-^@~

 

 

Hari itu Seoul diguyur hujan. Tapi tak masalah bagi seorang Oh Sehun. Murid tingkat dua sekolah menengah atas itu tetap mengantri panjang demi mendapatkan dua lembar tiket konser idolanya. Kendati acara mainnya dengan Jongin harus ditunda.

 

Ayolah, semua teman-temannya tahu. Sehun bukanlah tipe orang yang dengan gamblang mau mengorbankan waktu mainnya. Dia tipe anak yang rajin belajar, berlatih dan membantu orang tua. Sebagai seorang trainee ia tergolong sibuk, jarang mendapatkan waktu main. Apalagi waktu dengan kekasihnya. Apa trainee boleh pacaran? Ah, tak ada yang tahu hal ini.

 

Well, hebatnya hubungan mereka dapat bertahan lama. Dua tahun. Sesama worka holic , mereka berdua sama-sama sibuk dan jarang memiliki waktu berdua seperti pasangan lainnya. Untungnya, mereka satu kelas jadi mereka sering bertemu.

 

Setelah mendapatkan dua tiket keramat itu, Sehun bergegas pulang ke rumahnya. Dan tak lupa ia mengetik sesuatu dari ponselnya.

 

 

 

To : Si Bawel

 

Minggu depan jalan denganku ya.

 

Ah, aku tak mau dapat penolakan!

 

Kurang dari lima menit Si Bawel menjawab,

 

From : Si Bawel

 

Ya, kau memaksa aku bisa apa -___-

 

~@^-^@~

 

Siang itu cuaca sangat cerah. Sehun berjalan santai dengan menyampirkan tasnya di bahu. Hari ini ia tak ada latihan. Dilihatnya Seolhyun yang masih asyik mengerjakan tugasnya sendirian. Rambut hitamnya yang terurai menutup sebagian wajahnya membuat ia makin cantik. Sesekali ia mengerucutkan mulutnya sebal.

Saking fokusnya pada tugas, ia bahkan tak menyadari bahwa Sehun sudah duduk di depannya. Dengan iseng, Sehun menyedot segelas bubble tea yang menganggur di samping tumpukan buku. Mendengar suara ‘minumnya diambil’ Seolhyun angkat bicara,

“Hei! Tak sopan, itu milikku harusnya kau izin dulu”

“Ya, kau sendiri terlalu sibuk sih”

“Hey! Itu bukan salahku, tapi salah tugas ini.. Sungguh aku tak mengerti kenapa Kim Songsaengnim memintaku untuk membuat rangkuman sejarah, lagi!”

“Itu karena kau pintar, coba kalau kau bodoh, ia pasti tak akan memintamu”

Merasa pendapatnya tak didukung, Seolhyun hanya mendelik sebal ke arah Sehun. Sementara Sehun hanya menaik-turunkan alisnya sambil tersenyum. Hei, Seolhyun tak akan luluh meski dia begitu.

Tiba-tiba Seolhyun melepas kacamatanya dan meletakkan bolpoinnya. Setelah berdehem singkat, ia mulai angkat bicara

“Hun, kau tahu kan hari Minggu ada Believe Tour?” dengan tatapan bahagia ia berbicara.

Sehun hanya menganggukkan kepalanya. Ia mengerti, kekasihnya ini salah satu fans berat artis Kanada tersebut. Maka Sehun meletakkan segelas bubble tea chocolate – aduh, padahal ini kesukaannya- ke meja seperti semula lalu menjawab,

 

“Lalu?”

Go with me, please

Pletak.

Jitakan kecil itu mulus mendarat di puncak kepala Seolhyun.

“Kau ini! Jangan gagalkan rencanaku!” Sehun mendengus

“Ya, apanya yang mengagalkan! Aku hanya memberi usul. Lagipula, kau tak ada latihan kan? Ujian sekolah juga masih lama, noonamu juga sudah selesai ujian, jadi kau tak akan menjaga toko buku itu, kan?”

“Ah, bawel. Aku malas mesti berdesak-desakan mengantri dari pagi buta, padahal konsernya kan malam hari, kau tahu tidak? Jika kita nonton konser, pasti nanti fanboynya sedikit! Ah, aku malu. Toh, nanti juga pasti ada fancam

“Yasudah”

“Tapi aku punya yang lebih bagus dari itu”

“Mana ada yang lebih bagus dari itu Sehun! Aku lupa, kau ini bukan fans sejati, eww

Nada bicara Seolhyun kecewa.

“Aku ini fanboy, hanya melihat ia tampil dari layar televisi dan laptop pun aku sudah senang, lagipula apa sih yang membuatmu sebegitu tertariknya dengan si Bieber?”

“Ih, pertanyaanmu itu konyol! Mau kujelaskan dari A sampai Z kau tak akan mengerti Hun, aku ini fangirl

“Ah, pasti kau bermimpi menjadi OLLG”

“Aamiin, ku anggap itu do’a. Kau tahu Hun? Menjadi OLLG itu … ”

Sebal rasanya jika Seolhyun mulai membicarakan idolanya tersebut. Sehun memang seorang fanboy dari penyanyi muda itu. Tapi, sebagai seorang penggemar tak perlu jadi fanatik juga kan? Lagipula, idola itu hanya pacuan semangat belajar bukan segalanya.

 

~@^-^@~

 

Sehun tahu kalau Seolhyun sangat fanatik dengan Justin Bieber. Mungkin karena kekasihnya ini perempuan, jadi ia berlebihan. Lagian, masa iya sih Sehun pacaran dengan laki-laki -,-“

Sehun ingat betul seberapa fanatik gadisnya ini terhadap artis itu. Di kamarnya, Seolhyun punya banyak poster Justin Bieber, ada juga foto-foto yang di pigura sangat cantik dan itu foto Bieber! Dua tahun berpacaran, Seolhyun hanya memasang satu fotonya dengan Sehun (itupun karena Sehun yang meminta). Cat kamarnya ungu, gordennya ungu, jamnya, lemarinya, ponselnya, bindernya, laptopnya. Ah, semua berbau Justin Bieber.

Jangan lupa juga kaset yang tertumpuk di bawah meja belajarnya. Itu semua ada hubungannya dengan Bieber. Sehun ingat betul, saat mereka masih kelas sembilan, Seolhyun memaksa Sehun menemaninya mengantri berjam-jam hanya untuk membeli parfum. Toh, dalam waktu kurang dari sebulanpun parfum itu habis. Dan itu semua parfum Bieber.

Kadang Sehun merasa cemburu.

Kenapa sih, semuanya harus Bieber? Bahkan wallpaper ponselnya pun Bieber. Haruskah Sehun menjalani oprasi plastik agar mirip Bieber? Tapi oprasi plastik itu tidak baik. Itu melawan takdir, Sehun tak mau berdosa atas hal itu.

“Hun, kau dengar aku kan?”

Lamunan Sehun akan sifat Seolhyun yang begitu menggilai Bieber terhenti. Gadis itu menyadarkannya.

“Ah, apa? Oh, ya, aku dengar”

Aish, kau selalu seperti ini. Menyebalkan, kita jarang berdua kenapa sih kau tidak pernah – “

 

Ucapan Seolhyun terhenti karena Sehun.

 

Tidak, Sehun tidak melakukan apa-apa selain mengeluarkan dua lembar tiket VVIP Believe Tour dari dalam tasnya. Seolhyun tak percaya. Mulutnya menganga lebar jangan biarkan ada lalat masuk ke dalamnya, mata sipitnya seketika membesar. Dia kaget dengan sangat sempurna. Ia memandang Sehun dan tiket itu lekat dengan wajah shock berat.

“Hun, ini kan … ini….”

“Ini tiket karaoke tahu!”

“Hun, tak lucu! Kau.. kau serius? Bagaimana bisa? …”

“Mudah sih untuk mendapatkan hal seperti ini bagi orang tampan sepertiku”

“…” Seolhyun kehilangan kata-kata.

Ya ampun, Sehun selalu bisa membuat harinya berwarna.

 

~@^-^@~

 

Sepulangnya dari sekolah, Sehun langsung dicerca banyak pertanyaan oleh kekasih tercintanya.

“Bagaimana bisa kau mendapatkannya?”

“Kau serius Hun?”

“Hun, sungguh tiket ini mahal sekali. Dan kau membeli dua? VVIP pula”

“Hun, apa kau menggunakan uang orang tuamu? Atau uang tabunganmu?”

“Ya ampun, itu sayang sekali! Padahal, aku bisa ikut quiz

“Hun…”

“Hun…”

“Hun…”

Dan Sehun hanya menjawab sekedarnya. Ia banyak berbohong hari itu. Terutama, soal bagaimana ia bisa membelinya. Ia takut Seolhyun akan kecewa padanya. Ia sangat mencintai gadisnya itu. Dan hari itu, di sepanjang jalan menuju rumah, mereka berdua berbagi headset dan mendengarkan lagu favorit mereka.

Membiarkan alunan melodi menemani saat bis melaju. Hingga mengantarkan kantuk bagi Seolhyun. Lalu, gadis itu tertidur dengan pulas di bahu kanan Sehun. Sementara Sehun dengan santai meletakkan kepalanya diatas kepala Seolhyun dan mengeggam tangan gadis itu erat.

Karena, hal ini tak akan pernah Sehun lakukan saat Seolhyun terjaga.

 

~@^-^@~

Minggu pun tiba.

 

Pukul satu siang, Sehun datang ke rumah Seolhyun. Ia mengenakan kaos serta sneaker ungunya. Penampilan sehun sangat sederhana. Gaya cassual yang membuatnya terlihat tampan. Dia tampan tanpa buatan.

Sementara Seolhyun terlihat berbeda. Rambutnya di kuncir satu, dan tak biasanya ia menggunakan hot pants. Sehun agak kecewa, kenapa Seolhyun mau memakai pakaian begitu.

Di perjalanan, mereka sama-sama ribut sendiri. Dari berkaraoke, mengobrol tentang ini – itu, sampai tertidur. Sepertinya, tidur di perjalanan merupakan hobi baru bagi Sehun.

Sesampainya di lokasi, mereka langsung menukarkan tiket dengan ID card. Merasa bosan, mereka berdua berkeliling lokasi. Dari pergi ke satu stan bazaar ke stan lain, mencicipi makanan, membeli stuff Justin Bieber, ikut photo booth, game dan lain sebagainya.

Setelah kurang lebih dua jam menunggu, hanya dengan menunjukkan ID card VVIP, mereka diperbolehkan masuk satu jam sebelum open gate. Ugh, beruntungnya mereka karena tak perlu menunggu berjam-jam di luar.

Bahkan, di dalam sana mereka bisa melihat persiapan yang ada. Mereka diperbolehkan keliling backstage. Tiba-tiba seorang wanita menghampiri keduanya.

Hello, my name’s Clara. What’s your name?”

“I’m Sehun and this is Seolhyun”

“Oh, nice name! Uhmm, Seolhyun you’re belieber of course!”

Perasaan Sehun mulai tak enak.

Yes, absolutely I am”

“Do you want something special ?”

“Yes I want, but.. Wait, what does it means ‘something special’ ?”

“Oh, in every Justin’s concert you know that he had OLLG”

“Oh My GOD?! What… what do you mean? I… I…”

“Congratulations! You are the choosen one! Be OLLG for tonight!

Seolhyun mendekap mulutnya, matanya berkaca-kaca, ia berteriak-teriak kecil sambil loncat-loncat. Ya Tuhan, rasanya ia ingin berteriak histeris dan gila seharian penuh! OLLG ? Justin Bieber?! Hey, itu impiannya!!! Bagaimana bisa dia terpilih? Oh, dewi fortuna di pihaknya hari ini.

Tanpa sadar ia melupakan Sehun.

OLLG?

Ini tak baik.

Batin Sehun.

~@^-^@~

 

Di awal konser dimulai Sehun terus-terusan gelisah. Tapi gadis disampingnya ini terus-terusan memasang senyum andalannya. Ah, menyesal sekali Sehun hari ini. Harusnya tadi ia tak membawa Seolhyun ke backstage. Kekasihnya akan menjadi seorang OLLG, itu artinya Seolhyun akan – Ah, sudahlah!

Rasa kagumnya pada sosok Justin Bieber hilang sudah. Ia sebal, kesal, marah dan benci.

Dari milyaran gadis, kenapa harus dia?

Ingin ia menarik Seolhyun dari kerumunan manusia yang berteriak-teriak gila. Sementara Sehun hanya duduk di bangkunya dengan tangan terlipat di dada. Ia merasa bosan. Mungkin, sepulang konser ia tak akan menjadi fanboy dari sesosok Justin Bieber lagi.

Satu lagu, dua lagu hingga tujuh lagu telah ia lewati. Seolhyun seperti tak kenal lelah. Ia terus – terusan meriaki nama Justin. Sehun cemburu sekali. Lalu, saat break, Clara menghampirinya – lebih tepatnya menghampiri Seolhyun – ia mengajak Seolhyun untuk bersiap di lagu selanjutnya. Sehun tentu tak dapat menahan gadisnya lebih lama. Meskipun ia cemburu, ia tetap tidak tega membiarkan gadisnya ini kecewa karnanya.

“Seoul, Are you ready ??!!”

Suara bass milik Justin terdengar memenuhi seisi ruangan. Seakan-akan memperingati Sehun untuk siap pada adegan selanjutnya.

I met a pretty girl from Seoul. She’s so adorable, she stole my heart tonight, swag! She’s my One Less Lonely Girl

Suara teriakan dan tangisan buncah di mana – mana. Sehun muak dengan semua ini. Sangat muak! Belum lagi tadi ia mendengar yang dikatakan Justin

“She’s my One Less Lonely Girl”

F*ck up Justin! She’s my girl! My one and only girl! Not yours!”

Sehun marah. Sangat marah. Rasanya ia ingin naik ke atas panggung, lalu mendorong Justin Bieber ke arah kerumunan fangirl. Lalu menarik Seolhyun pulang. Bak pahlawan menyelamatkan gadis pujaannya dari sarang penyamun.

Teriakan di mana-mana. Part lagu ini sangat histeris. Ada yang menangis terharu, cemburu dan sebagainya. Ingin Sehun ikut manangis, tapi ia kan laki-laki.

That should be me!!!!” teriak salah satu fangirl di sebelahnya.

 

Yeah, that should be me, Bieber! Not you!

 

Melihat Bieber menyematkan flower crown di kepala Seolhyun rasanya Sehun ingin membakar arena konser. Bieber memperlakukan Seolhyun seperti putri di negeri dongeng. Seakan Seolhyun adalah benda rapuh mudah pecah.

Belum lagi adegan skinship yang bahkan Sehun selama dua tahun menjadi pacarnya tak pernah melakukan hal itu. Tapi Justin, baru juga bertemu dengan Seolhyun tapi sudah berani macam-macam.

Salahkah jika Sehun ingin meninju wajah Justin lalu menyeretnya di atas panggung. Membuat artis muda itu babak belur karena telah menyentuh gadisnya dengan santai di hadapan semua orang. Dan Sehun tambah murka ketika melihat Seolhyun yang sangaaat bahagia. Ah, dia jadi tak tega.

Justin menarik Seolhyun ke dalam pangkuannya. Seolhyun terima.

Justin menarik ikat rambut Seolhyun, membuat rambut gadis itu terurai sempurna.

Justin membelai pipi Seolhyun.

Justin memeluk gadis itu.

 

Byuntae!”

“JB! Justin Byuntae!!!”

Rasa cemburu yang menyerangnya semakin lama semakin besar. Jika boleh, ia akan naik ke atas panggung merampas gitar milik Dan Kater lalu membantingnya tepat di wajah si Bieber.

“Yaaa! Jangan lakukan skinship!! “

Justin Bieber, aku tak akan menjadi fans mu lagi.

 

~@^-^@~

 

“Hun, kau tak berbicara dengannya sejak kapan?”

“…”

“Kalian bertengkar? Hanya karena itu?”

Jongin yang merasa terabaikan hanya memutar bola matanya. Mendengus sebal lalu sesekali memukul-mukul penggarisnya ke arah jendela kelas.

“Jongin, aku rasa aku mulai ..”

Jongin mengernyitkan alisnya heran. Temannya ini memang sering bertingkah aneh. Hobinya membuat Jongin penasaran. Ia sering menggantungkan kalimatnya.

“Ayolah, kau ada apa sebenarnya?”

Tiba-tiba Baekhyun dan Kyungsoo datang dari luar kelas

“Haha! Dia cemburu dengan Bieber! Hahaha”

Sehun hanya mendelik sebal ke arah Baekhyun. Lalu ia hanya membiarkan kepalanya tertelungkup di atas meja.

One Less Lonely Girl…” goda Kyungsoo sambil tertawa renyah dengan Baekhyun

“Hyung, hentikan!” Sehun berdecak sebal.

Sepertinya, semua temannya sama menyebalkannya dengan si Justin Bieber. Sehunpun memilih meninggalkan teman-temannya. Ia berjalan ke luar kelas dengan headset menyumbat kedua lubang telinganya.

Tapi percuma. Selama perjalanan ke luar kelas, ia mendengar teman-temannya membahas Seolhyun. Secara samar tentunya. Ada yang merasa bangga, iri, senang, kaget atau apalah. Sehun mencoba tak peduli.

Sudah tiga hari sejak konser kemarin. Rasanya Sehun kehilangan setengah hatinya. Seolhyun menjadi sangat terkenal. Di dunia maya, maupun dunia nyata. Tawaran wawancara pun tak luput ditujukan pada Seolhyun. Sementara rasa kesal terus menerus mengejarnya.

 

Sadarkah orang – orang di luar sana bahwa Seolhyun telah memiliki kekasih?

~@^-^@~

 

Rooftop bukanlah tempat favorit Sehun. Tapi untuk kali ini, ia menyempatkan diri untuk ke rooftop gedung kesenian sekolahnya. Klasik sih, ia hanya mendengarkan musik sambil duduk santai menghabiskan jam istirahatnya ditemani semilir angin.

Ia terus menerus memikirkan bagaimana caranya agar sakit hatinya cepat sembuh. Jika diingat lagi, tak ada pihak yang bisa disalahkan. Semuanya sesuai kehendak Tuhan. Dan jika diingat lagi, Sehun sangat berlebihan. Dia sadar itu. Tapi semua yang ia lakukan karena rasa sayangnya semata.

 

Love Is Blind.

 

Tiba-tiba, ia merasa bahwa ada seseorang yang duduk di sampingnya. Dari baunya, Sehun sudah tahu siapa orang itu.

“Kau di sini dari tadi?” tanya orang itu

“Ya. Noona ngapain ke sini?” tanya Sehun balik.

“Kau tak lihat Minhyuk ke mana?” tanya kakaknya, dan Sehun hanya menggeleng.

“Eh, bagaimana kabar Seolhyun setelah jadi-“

“Noona aku pergi dulu” Sehun melepas headset nya lalu ia meninggalkan kakaknya sendiri. Ia cukup peka atas topik yang akan Hayoung bahas.

“Ya! Ya! Adik macam apa kau? Aku kan cuma tanya” sebelum Sehun jauh melangkah, Hayoung mengejarnya.

“Kamu marah? Ya ampun! Cemburu ya?” tanya Hayoung sambil menunjuk-nunjukkan jarinya ke depan wajah datar Sehun.

Sialan. Bagaimana bisa Sehun tenang jika setiap orang terdekatnya terus-menerus menggodanya. Semua orang. Dari teman-temannya, hingga kakak kandungnya sendiri.

Gantunglah aku di Namsan Tower, Ya Tuhan!

Baru sekian langkah, Minhyuk – kekasih kakaknya – membuka pintu masuk/keluar rooftop. Kalau begini, artinya Sehun terkepung oleh pasangan ter-absurd di dunia (menurutnya).

“Hai, dude! Apa kabar?” sapa Minhyuk hangat

Dan Sehun terpaksa menjawab, “Baik hyung” lalu ia bergegas pergi. Lagi – lagi, belum sempat ia melangkah lebih jauh, Hayoung memblokade langkahnya.

Eits, kita belum selesai! Aku ingin menjadi seorang kakak yang baik untukmu”

____________________

 

“Oh, hanya itu. Kau memang berlebihan sih” kata Hayoung enteng

Jawaban macam apa ini? Tidak membantu!

“Aku harus bagaimana lagi? Aku kan bosan dan kesal mendengar orang di luar sana. Mereka terus menerus menyorot Seolhyun. Bahkan, sekarang Seolhyun jadi jaga jarak denganku. Bagaimana aku bisa terima ini semua? Coba hyung, kau bayangkan saja posisiku” jawab Sehun sekenanya.

“Ah, itu sih simple. Selama Hayoung bahagia, aku tak masalah”

Semburat merah muncul di kedua pipi Hayoung. Sehun yang melihatnya hanya menahan desisan gelinya. Dua orang di depannya ini memang absurd. Dua tahun ia berpacaran dengan Seolhyun, ia tak pernah menggombal sebegitunya.

“Aku punya ide!” kata Hayoung bahagia,

“Kapan kalian anniv?”

“Tepat minggu depan. Itu tahun ke tiga” jawab Sehun dengan nada sangat malas.

~@^-^@~

 

Siang itu ia telah berjanji dengan Seolhyun. Mereka sama-sama tak ada pekerjaan lain. Seolhyun juga ingat betul kalau hari itu adalah hari jadinya di tahun ke tiga. Maka ia datang membawa coklat kesukaan mereka berdua. Seolhyun datang lebih dulu. Ia menunggu di sebuah gazebo taman. Angin musim panas kali ini tak memberikan kesan buruk. Rasa sejuk menjalar ke mana-mana.

To : Si Aneh

Tuan Oh, kau di mana? Aku sudah sampai -___-

Sent.

Setelah sekian menit ia mengirim pesan singkatnya. Sehun membalas,

From : Si Aneh

Jalanan macet Nyonya Oh -____-

Seolhyun terkekeh geli. Bisa-bisanya Sehun memanggilnya Nyonya Oh. Marganya kan Park bukan, Oh. Merasa bosan, Seolhyun memutuskan untuk mendengarkan lagu-lagu favoritnya. Namun, belum genap lima belas menit, seseorang menepuk pundaknya. Ia fikir, itu Sehun tapi ternyata bukan.

“Pergi-pergi bukannya izin eomma!”

“Sudah. Untuk apa kau ke mari?” jawab Seolhyun sarkatik

“Aku disuruh eomma untuk mencarimu. Kalau kau sudah izin, pasti dia tak khawatir”

“Tahu dari mana aku di sini?”

“Dasar! Kau pasti pergi dengan Sehun ke sini, paling jauh juga ke Lotte World”

Jika Park Chanyeol sudah mencarinya. Ia tak bisa berbuat apa-apa selain menuruti kakaknya ini. Nanti, bisa-bisa eomma-nya akan marah besar di rumah. Dengan kesal, Seolhyun beranjak dari kursinya lalu membuntuti kakaknya.

Di hari jadinya ini, ia tak mau mengecewakan Sehun. Tapi, nyatanya ia tak bisa bertemu dengan Sehun. Sambil berjalan menuju tempat parkir, ia mengeluarkan ponselnya. Ia ingin menghubungi Sehun kalau ia terpaksa pulang.

Tapi tiba-tiba, suara gitar mengiterupsi kegiatannya. Ia menoleh ke sumber suara.

If I was your boyfriend, i’ll never let you go

Matanya terbelalak kaget. Sama kagetnya saat ia menerima tiket VVIP Believe Tour tempo hari.

Sehun bernyanyi, serius dia bernyanyi. Setahunya, Sehun tidak bisa bernyanyi. Sehun itu trainee, dancer, rapper, soccer player dan siswa teladan. Dia memang bisa memainkan alat musik semacam gitar dan drum. Tapi tidak dengan bernyanyi.

Sehun mendekat ke arahnya. Diikuti Hayoung yang membawa sebuah kotak. Entah apa isinya, Seolhyun tak peduli. Kalau didengar lagi, suara Sehun sangat aneh. Tidak cocok. Lebih baik dia menari saja. Tanpa terasa, lagu yang dibawakan Sehun telah selesai.

How? I’m cooler than Bieber, right?” kata Sehun dengan percaya dirinya. Seolhyun hanya menggeleng-geleng tak percaya.

Chanyeol yang memang bekerja sama dengan Hayoung dan Minhyuk hanya tertawa ringan menyaksikan reaksi pasangan muda itu. Menggelikan, pikirnya. Tapi tidak untuk Seolhyun.

Ia merasa bahwa usaha Sehun untuk menyamai idolanya sangat tinggi. Patut dihargai. Maka iapun menghampiri Sehun lalu memeluk pria itu dengan hangat.

“Oh, jadi kau lebih memilih aku dari Bieber?”

Seolhyun melepaskan pelukannya dengan kasar.

What? Itu beda urusan Sehunnie”

Wow, aku punya panggilan baru! Yaampun Hyunie~” Sehun mengacak rambut Seolhyun gemas.

“Kau biasa memanggilku, Hun, Hun.. Apa itu, hun hun? Ini lebih baik, Sehunnie. Barangkali tahun depan kau mau memanggilku yeobo

Pletak.

Kali ini giliran Seolhyun menjitak Sehun. Bedanya, ini lebih keras dari yang Sehun beri padanya.

“Tahun depan kita baru kelas tiga, bodoh! Yeobo kan untuk orang menikah!”

“Oh, jadi kau tak mau menikah dnganku? Oke, fine!” Sehun mengerucutkan bibirnya. Manjanya anak ini.

“Ih, sesukamu lah” Seolhyun tak kalah keras kepala. Ia malah meninggalkan Sehun dengan sengaja. Sehun buru-buru meletakkan gitarnya lalu mengejarnya.

“Ah, baru begitu saja marah”

“Kau duluan, sih!”

“Aku bercanda. Hey, tak ada penghargaan untukku?” tanya Sehun dengan nada menggoda.

“Ha, penghargaan apa?”

Tck, itu tadi. Kejutan tadi” Seolhyun terdiam. “Kan aku sudah memelukmu. Itu penghargaan dariku” Sehun kembali menekuk wajahnya.

“Mau apa kau?” Sehun kembali tersenyum sumringah. Ia menunjuk bibirnya. Tapi setelahnya, Seolhyun malah menginjak keras kaki Sehun.

“Baiklah, anggap saja first kiss di sini” Sehun menunjuk anggota wajahnya yang lain, pipi.

“Tidak. Kita hanya pacaran, tak lebih! Kau bukan suamiku, aku tak mau” Seolhyun masih keras kepala.

Fine

Sehun langsung memasang wajah seriusnya. Tiba-tiba Seolhyun merasa takut dan kecewa. Maka ia berjalan mendekat ke arah Sehun. Ia meletakkan tangannya di kedua bahu laki-laki itu sambil berjinjit. Bermaksud untuk mengecup pipi Sehun.

Tapi, Sehun tak habis akal. Dengan sengaja ia menolehkan wajahnya. Sepersekian detik kemudian. Mereka yah, kau tahu lah. -_-“ (Sehun modus! Sehun modus!)

Sementara dari kejauhan, Minhyuk, Hayoung dan Chanyeol makin menjadi-jadi. Mereka bertiga tertawa geli memperhatikan pasangan tersebut. Ah, cemburu itu simple.

Di hari itu juga, Sehun merasa sangat berterima kasih pada pasangan absurd dan si tiang konslet. Berkat mereka bertiga, hubungannya kembali seperti semula. Serta, di hari jadinya yang ke tiga tahun ini, Sehun malah menerima first kiss-nya. Ternyata, belajar banyak dari pengalaman tiga orang tadi memang berguna, pikirnya.

-END-

 

6 thoughts on “One Less Lonely Girl

  1. rahma sabrina berkata:

    wah ff nya keren. jadi inget pas gimana fanatiknya aku dulu masih jadi bliebers
    eh pas seneng exo. ternyata memeber exo ada yg seneng JB
    jadi seneng lagi
    *eh maaf jadi curhat*
    salam kenal thor^.^

  2. amel berkata:

    waha.. sehun cemburu gituh..
    ya ampun ini keren thor.. ^^
    ngk sia” sehun minta bantuan pasangan absurd sama si tiang kongslet wkkk.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s