We Are One! We Are EXO! [Chapt. 2]

Untitled-1

Tittle               : We Are One, We Are EXO!

Author             : Ohmija

Genre               : Brothership, Friendship, Family, Life

Cast                 : All member EXO

Summary          : Aku rasa aku harus segera belajar Bahasa Mandarin agar bisa berkomunikasi dengannya, dia terlihat kesepian.

Note: FF ini emang author ambil dari kisah nyata member EXO dari mereka belum debut, tapi ngga semua yang author tulis itu fakta yaa…

22.00 P.M KST – Canteen Room, SM Building

 

“Jadi, ini adalah hari pertamamu?”tanya Junmyeon setelah mereka mengakhiri latihan menari. Jongin mengangguk.

“Yah, ini adalah hari pertamaku, hyung.”jawabnya menunduk sedikit malu.

“Wah, selamat.” Junmyeon tersenyum lebar. “bagaimana kau bisa menjadi trainee?” ia memulai pembicaraan diantara mereka.

“Hmm.. sebenarnya aku pernah mengikuti audisi saat aku kelas 6 sd tapi mereka menolakku. Mereka menyuruhku kembali lagi di tahun depan.” Jongin menggaruk tengkuk belakangnya. “Jadi selama setahun ini, aku terus berlatih agar mereka menerimaku dan akhirnya…” Kini ia tersenyum lebar.

Junmyeon terkekeh, “hey, berapa umurmu sekarang? Kau masih SMP kan?” Ia menebak dari tubuh wajah dan tubuh Jongin yang mungil.

Anak kecil berkulit gelap itu mengangguk-anggukkan kepalanya, “Aku lahir di awal tahun 1994, sekarang aku kelas 1 SMP. Sedangkan hyung? Jika dilihat-lihat, aku yakin hyung pasti murid SMU.”

“Kenapa? Apa wajahku terlihat tua?”

Jongin tertawa sambil mengibas-ngibaskan tangannya merasa tidak enak hati, “bukan.. bukan seperti itu.”

Junmyeon ikut tertawa, “aku memang murid SMU. Saat ini aku kelas 1.”

“Lalu bagaimana hyung bisa menjadi trainee? Apa sudah sejak lama?” Jongin mulai bisa mengakrabkan diri.

“Aku mulai menjadi trainee tahun lalu. Saat itu aku dan teman-temanku datang ke sebuah acara amal dan disana ada acara musik, aku menontonnya kemudian seseorang menawariku untuk ikut audisi.”

Aktivitas mengunyah Jongin seketika berhenti, ia menatap Junmyeon dengan mata membulat, “semudah itu?!”

“Mudah? Tidak sama sekali.” Junmyeon menggeleng. “Keluargaku sama sekali tidak mendukung keputusanku. Terutama ayahku, dia lebih menginginkanku jadi professor daripada penyanyi.”

“Whooa, kau pasti berasal dari keluarga yang sangat berpendidikan.”decak Jongin kagum.

“Ayahku adalah seorang professor dan ibuku adalah seorang guru.”lirih Junmyeon tersenyum kecut.

“Tidak apa-apa. Jika tidak ada yang mendukungmu, ada aku yang akan mendukungmu, hyung.”

Junmyeon terkekeh, “Haha benarkah?”

“Tentu saja. Kau adalah orang pertama yang aku temui saat aku berada disini, aku ingin mempercayaimu.”ucap Jongin sungguh-sungguh. “Dan tentunya hyung bisa mempercayaiku juga.”

Melihat wajah polos anak kecil yang sedang duduk didepannya, dalam hati Junmyeon merasa jika dia memang bisa mempercayai anak ini. Pada awalnya, anak kecil berkulit gelap itu memang terlihat sedikit menakutkan dan susah didekati. Tapi ternyata setelah mengenalnya, pandangannya jadi berbeda. Dia sangat hangat dan sangat polos.

“Hey, Jongin!”

Jongin dan Junmyeon sama-sama menoleh ke belakang. Trainee yang dilihat Junmyeon kemarin, Taemin, terlihat muncul memasuki ruang kantin. Junmyeon terkejut, bagaimana bisa dia mengetahui nama Jongin?

“Kau baru selesai latihan?”tanya Jongin.

Taemin mengangguk, “Maaf karena aku tidak bisa menemuimu. Ayo pulang, ini sudah larut.” Tiba-tiba ia menoleh dan melihat Junmyeon. Taemin terkejut dan langsung membungkuk sopan padanya. “Annyeong haseo…”sapanya ramah.

Junmyeon ikut berdiri dan membungkuk, “Annyeong…”

“Hyung, aku belum mengatakannya ya? Dia adalah sahabatku sekaligus sunbaeku disini, Lee Taemin.”

Taemin menaikkan tinggi alisnya lalu melotot kearah Jongin, “jangan mengatakan hal yang tidak-tidak!” disusul dengan sebuah pukulan pelan di dadanya.

Jongin tertawa, “oke.. oke.. dia adalah sahabatku hyung. Kau pasti mengenalnya kan? Dia sudah menjadi trainee sejak 2005.”

“Hentikan Jongin. Kau tidak perlu menjelaskannya.”cibir Taemin kesal.

Junmyeon terkekeh. “kami tidak saling mengenal tapi aku mengetahuinya.”serunya. “Aku Kim Junmyeon.”

“Aku juga sering melihatmu, hyung.”balas Taemin. “Kau terlihat sangat dekat dengan Kyuhyun hyung.”

“Ah, yah. Aku dan Kyuhyun sunbaenim memang sering keluar bersama.”

“Sudah malam. Sebaiknya kita pulang sekarang.” Jongin menghentikan percakapan singkat antara Taemin dan Junmyeon. Sudah larut malam dan besok mereka harus pergi ke sekolah.

Junmyeon melirik jam tangannya lalu mengangguk, “Benar. Sudah malam. Sebaiknya kita pulang sekarang.”

“Hyung, sampai bertemu besok. Kita latihan bersama sepulang sekolah.” Jongin merangkul pundak Taemin lalu melambaikan tangannya pada Junmyeon. Namun ternyata, Junmyeon menyusul langkah mereka berdua.

“Tunggu.”cegahnya, Taemin dan Jongin sama-sama menoleh. “Ini sudah malam. Sebaiknya aku mengantar kalian pulang.”

Keduanya terkejut, “Hah?”

“Ayo. Kita naik kereta bawah tanah sambil mengobrol. Apa rumah kalian searah?”

Jongin dan Taemin sama-sama mengangguk, “rumah kami berdekatan. Tapi, dimana rumah hyung?

“Apgeujong. Aku tinggal di daerah Apgeujong.”

“Bukankah itu cukup dekat dengan gedung ini? Jangan mengantar kami, hyung bisa berputar-putar dan tiba larut malam di rumah.”seru Taemin.

Jongin menyetujui, “Hyung, jangan mencari masalah dengan ayahmu lagi. Kau harus membuktikan jika kau bisa menjadi murid yang baik.” Pria berkulit cokelat itu menepuk bahu Suho sembari tersenyum. “Jangan khawatir, kami akan baik-baik saja. Terima kasih karena telah memperhatikan kami. Lain kali, ayo pulang bersama.”

Junmyeon menatap Jongin sesaat. Baru menyadari jika perkataan Jongin barusan ada benarnya. Jika dia tiba larut malam, ayahnya mungkin saja akan marah lagi dan menganggapnya tidak pernah belajar.

Pada akhirnya, dia menatap Jongin ragu, “sungguh tidak apa-apa?”

“Iya.” Jongin mengangguk yakin. “Walaupun kami masih kelas 1 SMP tapi kami sudah bisa kembali ke rumah seorang diri. Jangan khawatir.”

“Kalau begitu, biarkan aku mengantar kalian sampai ke stasiun, oke?”

Jongin menghela napas panjang, hanya bisa geleng-geleng kepala melihat kekeras kepalaan Junmyeon, “Ah hyung, kau ini. Sebenarnya kau tidak perlu melakukannya.”

“Aku hanya khawatir. Setelah kalian masuk ke dalam stasiun, aku akan pulang. Lagipula, stasiun tidak jauh dari sini, kan?”

Tidak ada penawaran lagi. Kali ini Junmyeon berjalan lebih dulu di depan. Dibelakangnya, Jongin dan Taemin saling pandang kemudian geleng-geleng kepala lalu mengikutinya. Orang itu… keras kepala sekali.

***___***

Beberapa minggu berlalu, dan Junmyeon menemukan fakta jika ternyata Taemin masuk ke dalam agensi pada akhir tahun 2005, yang mana hanya berbeda beberapa bulan dengannya. Taemin juga memperkenalkannya dengan beberapa member lain – calon member yang akan debut bersamanya – namun ia menjadi lebih dekat dengan Jonghyun karena mereka berada di tingkat sekolah yang sama.

Pria bersuara emas itu bernama Kim Jonghyun. Dia lahir di tahun 1990 namun Junmyeon tidak menggunakan Bahasa formal padanya karena mereka berada berada di tingkat sekolah yang sama –Junmyeon masuk lebih awal- Jonghyun juga menjadi trainee pada tahun 2005, berbeda beberapa bulan dengan Junmyeon.

Pergi dan pulang bersama saat akhir pekan, seperti biasa mereka menghabiskan hari-hari dengan siklus yang sama. Latihan dan latihan.

Seperti pagi di hari sabtu ini, mereka tiba di perusahaan pukul 11 dan bersiap untuk latihan. Junmyeon bertemu dengan Kyuwan di depan perusahaan sehingga keduanya berjalan bersama memasuki perusahaan.

Di lobby, mereka kembali bertemu dengan Donghae dan Eunhyuk, member Super Junior. Junmyeon langsung menghampiri mereka dan menyapanya sopan.

“Annyeong haseo, sunbaenim.” Junmyeon membungkuk membuat keduanya menoleh bersamaan.

“Kau Kim Junmyeon, kan?”selidik Donghae.

Junmyeon mengangguk sembari tersenyum lebar lalu melirik kearah Eunhyuk, “Bagaimana keadaanmu, hyung-nim? Aku mendengar kabar itu namun tidak bisa menjenguk kalian. Aku juga ingin menjenguk Kyuhyun hyung namun tidak bisa. Bagaimana keadaannya?”

“Aku tidak apa-apa. Terima kasih, Junmyeon. Hanya saja Kyuhyun dan Teuki hyung mendapat luka yang cukup parah. Terutama Kyuhyun. Tolong doakan dia agar dia cepat sadar dan bisa kembali bersama kita lagi.”

“Tolong sampaikan salamku padanya, hyung. Maaf aku tidak bisa menjenguknya. Pelatih tidak mengijinkanku keluar. Lagipula, ku dengar tidak ada akses untuk orang asing. Tapi aku akan menjenguknya saat dia keluar nanti.”

Eunhyuk tersenyum, mengulurkan tangan dan menepuk pundak Junmyeon, “Terima kasih, Junmyeon. Berlatihlah dengan keras. Ayo bertemu diatas panggung secepatnya.”

***___***

“Kenapa kau tidak pernah latihan bersama kami?”cetus Jongin, enggan melepaskan lengan Taemin yang ingin pergi ke lantai lain. Anak kecil berkulit cokelat itu terus aja menarik-narik lengan sahabatnya agar ikut bersamanya.

“Jongin… hyungdeul sudah menungguku. Aku harus pergi.”

“Jawab dulu pertanyaanku. Kenapa?”

“Aku akan menjelaskannya nanti, oke? Sekarang, aku ingin pergi dulu. Aku harus latihan.”

Jongin cemberut, dengan terpaksa melepaskan lengan Taemin. “Pergilah,”cetusnya setengah kesal.

“Jangan marah. Kita bertemu saat pulang, yaa. Annyeong.”

Taemin melambaikan tangannya pada Jongin sembari berjalan mundur lalu berbalik dan berlari menuju lift. Yang lain sudah menunggunya disana. Setelah pintu lift tertutup, bersungut-sungut Jongin menyeret langkahnya menuju ruang latihannya sendiri.

Kesal.

Selama menjadi trainee di SM Entertaiment, tidak pernah sekalipun mereka latihan bersama. Taemin selalu saja berlatih di ruangan lain tanpa memberitahukan alasannya. Jengkel memang, dia pikir mereka bisa berlatih bersama selama berada di tempat ini.

“Ya, Kim Jongin!”

Jongin menoleh, terlihat Junmyeon dan Kyuwan muncul, sedang berjalan kearahnya.

“Hyung?”

“Kau mau ke ruang latihan, kan? Ayo!” Kyuwan merangkul pundak Jongin, setengah memaksanya untuk melangkah bersamanya.

Di dalam ruangan berwarna putih itu, sudah berkumpul beberapa orang anak laki-laki. Umur mereka sekitar 13 – 17 tahun. Berbaur menjadi satu di tengah dan mendiskusikan apa saja yang akan mereka lakukan setelah ini.

Junmyeon, Jongin dan Kyuwan duduk bersandar pada dinding bergambar awan yang ada di sisi belakang, menghadap cermin luas didepan mereka. Bukan menarik diri, namun mereka sedang ingin melakukan pemanasan. Sebentar lagi latihan akan di mulai, jika tidak, mereka akan mendapatkan cedera dengan mudah.

“Ku dengar ada trainee baru.” Seorang anak laki-laki memakai kaus kebesaran berwarna abu-abu, juga celana jins setengah betis menghampiri mereka. Wajahnya sangat manis, dengan mata bulat dan poni-poni tipis menutupi keningnya.

Kening Jongin berkerut, “siapa?”

“Dari Cina. Aku tidak tau namanya. Tapi dia sudah berada di ruangan Sooman songsenim tadi.”

“Mungkin dia akan ikut latihan bersama kita hari ini.”tebak Junmyeon, melakukan peregangan pada kedua kakinya.

“Ya, Moonkyu. Bukankah itu adalah kaus kaki yang kita beli di Myeongdong waktu itu?” Jongin maju dua langkah, menjatuhkan diri disamping anak laki-laki yang ternyata bernama Moonkyu itu. Ia menarik salah satu kaki Moonkyu dengan mata berbinar, “benarkan? Ini kaus kaki kita.”

Moonkyu menarik kakinya kembali, sembari memandang Jongin dengan ekspresi aneh. “Kaus kaki milikmu sudah rusak, kan? Kau merobeknya saat berlatih kemarin.”

Jongin menggeleng, “Tidak. Masih bisa dipakai. Aku akan meminta ibuku untuk menjahitnya nanti.”

Tiba-tiba seluruh anak laki-laki yang bergerombol di lantai, berdiri begitu pintu terbuka dan memperlihatkan seorang pelatih muncul dari sana. Di belakangnya, seorang anak laki-laki lain mengikuti. Junmyeon pikir, mungkin itu yang di maksud oleh Moonkyu. Seorang trainee dari Cina.

“Dia adalah Zhang Yixing.” Pelatih itu tidak basa-basi, berdiri didepan sambil memperkenalkannya. “Dia berasal dari Cina jadi dia belum bisa berkomunikasi dengan kalian. Tapi, aku harap kalian bisa bergaul dengan baik.”

Menerobos kerumunan, Junmyeon memperhatikan anak itu dari atas hingga ujung kaki. Wajahnya tampan dan dia terlihat baik, lesung pipinya sangat manis. Junmyeon terus memandanginya, hingga tiba-tiba tatapan mereka bertabrakan.

Junmyeon tersenyum, sedangkah Yixing membungkuk sedikit kemudian balas tersenyum, senyum kikuk.

“Ayo latihan!”

***___***

JUNMYEON POV

Aku terbangun karena suara alarm ponsel yang terletak tepat di samping telingaku. Bangun terlonjak hingga kepalaku terasa sedikit pening. Di sabtu pagi seperti ini, sepertinya aku adalah orang yang terlalu rajin untuk bangun dan bergegas mandi.

Masih jam 7 pagi, namun aku harus segera pergi untuk latihan piano dan les matematika. Latihan piano selama 90 menit dan les matematika selama 120 menit. Setelah itu, aku harus bergegas lagi menuju SM Building untuk latihan hingga larut malam.

Entah, aku sendiri sudah tidak tau sudah berapa lama aku tidak tidur dengan cukup. Selama setahun belakangan ini, aku selalu saja tidur selama 3 sampai 4 jam perhari. Aku lelah. Sungguh. Tidak jarang aku tertidur di kelas saat jam istirahat karena mengantuk, dan tidak jarang pula aku membolos di kelas siang untuk kabur ke tempat sauna hanya untuk tidur.

Sudah siap dengan tas ranselku, aku meraih ponselku yang tergeletak di atas tempat tidur. Ada sebuah pesan masuk dan ternyata pesan itu berasal dari Taemin.

 

Hyung, kau tidak memberitahu Jongin apapun, kan? Dia terus bertanya padaku.

 

“Apa Jongin masih belum mengetahuinya?”gumamku seorang diri, kemudian membalas pesan Taemin.

 

Seperti kemauanmu, aku tidak mengatakan apapun. Cepat beritahu dia sebelum dia kesal, oke?

 

Untuk beberapa alasan, secara diam-diam aku menyetujui permintaan Taemin untuk tidak memberitahu pada Jongin tentang persiapan debutnya. Hingga kini, Jongin belum mengetahui apapun. Saat Taemin harus pergi ke ruangan lain untuk latihan bersama grupnya, Jongin hanya bisa menatapnya tanpa mengetahui apapun.

Namun, aku pikir. Lebih baik Taemin sendiri yang memberitahunya. Mereka adalah sahabat baik, mereka tidak akan bertengkar karena ini. Aku yakin.

Lagipula, ini adalah cobaan terbesar saat menajdi trainee. Menunggu kapan saatnya debut. Terkadang, aku sendiri merasa iri dengan Taemin dan Jonghyun karena mereka bisa dengan mudah debut dan tidak membutuhkan waktu lama untuk berlatih. Tapi di sisi lain, aku sadar mereka sudah siap untuk melakukan itu.

Suatu malam, aku pernah melihat Taemin menari bersama Jongin –seusai latihan biasanya dia pergi ke ruang latihan kami untuk menghampiri Jongin, mereka latihan bersama dan akan pulang bersama setelahnya- Aku benar-benar takjub dengan skill menarinya itu. Sangat keren. Padahal dia hanya seorang anak yang masih duduk di bangku kelas 1 SMP.

Dan Jonghyun, semua orang juga tau jika suaranya benar-benar powerfull. Untuk ukuran seorang trainee, dia mampu bernyanyi seperti layaknya seorang idol sungguhan. Keren.

“Junmyeon! Kim Junmyeon!”

“Ya oema!”

Gawat. Aku terlambat.

***___***

 

5 Agustus 2007

“Hyuuuuung! Cepaaat! Ayooo cepaaaat!” Jongin meneriaki kami dari pintu belakang gedung.

Taemin dan Moonkyu sudah berlari menghampirinya. Aku menoleh, menemukan Yixing yang hanya berdiri mematung tidak mengetahui apapun.

“Yixing, ayo!” Aku menyambar punggung tangannya dan menariknya, membuat ia terkejut. Aku mendengar dia mengatakan sesuatu dalam Bahasa Cina yang tidak ku mengerti. Biar ku tebak, mungkin artinya, ‘kita mau kemana?’ semoga aku tidak salah.

Kami di berikan waktu sekitar 2 jam oleh pelatih untuk istirahat. Pada akhirnya, memutuskan untuk melihat SNSD sunbaenim yang akan melakukan debut hari ini di Inkigayo. Menghentikan sebuah taksi yang lewat, segera mungkin aku menyuruh supir taksi untuk menuju gedung SBS.

Aaah, aku benar-benar ingin melihat mereka. Para wanita cantik yang pada akhirnya debut. Mereka pasti akan dengan mudah bisa terkenal seperti Boa sunbaenim, TVXQ sunbaenim dan Super Junior sunbaenim. Dari semua kesulitan yang telah mereka lalui, aku harap mereka akan sukses.

Walaupun tidak mengenal mereka secara dekat, hanya saja aku sedikit mengetahui tentang sejarah terbentuknya mereka. Mulai dari pengurangan jumlah anggota yang awalnya akan debut sebanyak 11 orang, juga masuk dan keluarnya anggota baru.

Aku mengenal salah satu dari ex member awal mereka, dia adalah Kim Yejin. Gadis cantik bertubuh ramping itu menangis saat dia di putuskan untuk tidak ikut debut bersama SNSD. Yeah, mereka pikir, Yejin belum cukup berpotensi untuk menjadi member yang akan menduduki posisi magnae. Pada akhirnya, Joohyun yang menempati posisi itu. Biar bagaimanapun, dia juga cantik.

“Kita akan pergi melihat SNSD sunbaenim.” Aku menjelaskan pada Yixing, dia terlihat bingung duduk disampingku.

Mwo?”balasnya, dia berkata Bahasa Korea namun dengan logat Changsha. Aku berani bertaruh, dia hanya mengetahui kata itu untuk membalas ucapanku.

“Hyung, gunakan Bahasa Mandarin. Kau sudah mempelajarinya, kan?”celetuk Jongin, duduk disamping kemudi.

Wǒmen…” aku menunjuk diriku dan yang lain. “…eumm…”

Guānkàn…”sahut Taemin.

Moonkyu langsung menoleh, “apa yang kau atakana?”

“Bukankah itu artinya adalah ‘menonton’?” Taemin justru balik bertanya. Ekspresinya terlihat aneh.

“Benarkah?”

Wǒmen Guānkàn.. emm… watching. You know?” Pasrah, lebih baik aku menggunakan Bahasa Inggris. Aku cukup mengetahui kata-kata sederhana. “SNSD… uri… sunbae… emm… senior!” Terbata-bata, pada akhirnya aku berhasil menyelesaikan ucapanku.

“Shì tā hǎo ma? Wǒ dānxīn, atak de lǎoshī huì zhǎo women. – Apa tidak apa-apa? Aku khawatir pelatih akan mencari kita-

“M-mwo?” Aku mengerjap beberapa kali. Apa yang sedang dia atakana? Aku sama sekali tidak mengerti. Arrgh, mengajaknya benar-benar membuatku hampir gila.

“Hyung.. hyung…” panggil Jongin dari kursi depan. Ia meletakkan jarinya di depan telunjuk, “Don’t.. speaking. Plise..”

Pada akhirnya, sepertinya Yixing mengerti dengan apa yang sedang kami atakana padanya, karena setelah itu dia hanya diam dan tidak bicara apapun. Aku rasa aku harus segera belajar Bahasa Mandarin agar bisa berkomunikasi dengannya, dia terlihat kesepian.

Menoleh kearahnya yang sedang memandang ke luar jendela kaca, aku menepuk-nepuk punggung tangannya dan membuatnya menoleh.

“Jangan khawatir. Aku akan membantumu.”

Tidak perduli dia mengerti atau tidak. Tapi, aku melihatnya tersenyum lalu mengangguk kearahku.

***___***

AUTHOR POV

06.00 PM, SM Building

 

“Sungguh. Mereka sangat keren. Aku langsung menjadi fans mereka. Sungguh! Yoona noona!”

“Moonkyu, kau sudah mengatakannya berkali-kali, kan? Hentikan.”cibir Jongin saling berangkulan dengan Taemin.

“Tapi mereka benar-benar daebak! Mereka keren!”

“Perhatikan jalanmu, Moonkyu. Kau bisa menabrak pintu.”sahut Taemin, lalu menarik lengan Moonkyu yang seperti sedang terbang melayang.

Dibelakang mereka, Junmyeon dan Yixing terkekeh. “Pabo. Ayo latihan.”

“Kau tidak latihan bersama kami lagi?” Jongin langsung menatap Taemin, sedangkan yang ditatapnya seketika tertawa kikuk.

“Aku akan meminta pelatih untuk pindah ke ruang latihan kalian nanti. Tapi untuk saat ini sepertinya kita harus latihan di ruang yang terpisah. Seusai latihan, aku akan ke ruanganmu.”

Jongin menghela napas panjang, “baiklah. Aku tidak akan memaksa lagi. Bye.” Ia melambaikan tangan, berganti merangkul Moonkyu dan berjalan menuju ruang latihan.

“Kalian pikir, kenapa Taemin tidak pernah latihan bersama dengan kita sih? Apa kita dan dia berbeda?” Jongin mengeluarkan suara, membuat yang lain seketika menoleh dengan mata membulat.

“Tidak mungkin kan seluruh trainee mampu di latih dalam satu ruangan, mungkin ruangan kita sudah penuh.”elak Moonkyu, diam-diam Junmyeon menghela napas lega. Moonkyu pintar juga.

“Tidak apa-apa. Lagipula kalian selalu latihan bersama setiap malam, kan?”sahut Junmyeon tersenyum lebar.

Tanpa mengetahui apapun, Jongin mengangguk. Kemudian, Junmyeon menoleh ke kiri lalu menarik lengan Yixing, “Kajja, Yixing.”

***___***

YIXING POV

Annyeong? Aku benar, kan?” Aku bertanya pada Jongin yang tengah bersiap-siap akan pulang. Dia dan Taemin menoleh, menatapku dengan kening berkerut sesaat, detik berikutnya mengangguk. Sepertinya mereka mengerti maksudku.

“Hyung, seperti ini… annyeong…” Jongin membungkukkan tubuhnya 90º, “Atau… annyeong…” kini ia melambai-lambaikan tangannya. “Kau mengerti?”

Aku mengerjap beberapa kali, mencoba mengerti apa maksud Jongin namun sepertinya aku mengerti. Kata ‘annyeong’ sepertinya adalah ucapan untuk menyapa seseorang atau mengucapkan selamat tinggal. Begitu kan? Aku harap aku benar.

“Yixing, kami pulang dulu. Kau harus kembali ke dorm, kan? Jaga dirimu. Teike.. kerr…” Aku tersenyum geli mendengar bahasa inggris Junmyeon namun juga merasa terharu karena dia benar-benar berusaha keras untuk berkomunikasi denganku.

Kami berjalan meninggalkan gedung SM. Aku menuju sebuah apartement, tempat dimana para trainee asing menginap. Beberapa hari ini, aku tinggal seorang diri tanpa teman sekamar membuatku merasa kesepian.

Annyeong Junmyeon.” Aku melambaikan tanganku dengan bersemangat, Junmyeon berbalik. Aku bisa melihat ekspresi keterkejutannya saat mendengarku mengatakan Bahasa Korea. Namun ia tersenyum.

Annyeong, Yixing. Jalja~”

***___***

Untuk beberapa alasan, aku masih tidak terlalu bersemangat menjalankan latihanku karena aku harus beradaptasi dengan lingkungan. Tidak ada ibu, tidak ada nenek. Hal itu membuatku sedikit frustasi.

Dikeseharianku yang dulu, aku selalu memiliki mereka yang akan menyemangatiku. Sedangkan sekarang, aku harus berjuang sendirian.

Setiap hari, di pagi hari, aku akan selalu mendapatkan pelatihan tentang Bahasa Korea, siangnya, aku akan pergi ke Perusahaan untuk latihan individual juga tim. Aku tidak bermaksud pindah sekolah, sehingga Perusahaan memberikan waktu untukku untuk menyelesaikan SMU-ku di Changsha. Aku yakin, tahun-tahun ke depan akan terasa snagat berat. Aku akan pergi dan pulang dari Seoul ke Changsha.

***___***

AUTHOP POV

 

Januari, 2008. SM Building.

“Ini dimana? Apa yang akan aku lakukan disini?”gumam seorang anak kecil, ia menatap kesekeliling bangunan yang sedang di pijaknya.

Banyak orang-orang berlalu lalang, terlihat asing. Semakin merasa takut saat ia melihat beberapa penjaga yang berjaga didepan pintu.

Aigoo, kyeowo.”

Anak itu mundur satu langkah ke belakang, saat seorang wanita tiba-tiba menghampirinya. Itu Yoona.

“Apa kau seorang trainee baru?” ia berjongkok didepan anak itu, tersenyum lebar,

Dia hanya diam, menatap Yoona bingung.

“Siapa namamu?”

“Oh Sehun.”suara kecilnya terdengar lucu.

“Ah, Oh Sehun? Siapa yang sedang kau tunggu?”

“Ahreum ahjumma.”

“Yoona, ayo! Kita ada jadwal.”teriak Sunny dari belakang.

Yoona menoleh, “baik, eonnie.” Kemudian menghampiri seorang penjaga, “hubungi Ahreum eonnie, seseorang menunggunya di lobby. Terima kasih.”

Annyeong, Sehunnie.” Yoona melambaikan tangannya kearahSehun, lalu mengikuti para member yang lain meninggalkan gedung.

Sehun hanya menatapnya dengan ekspresi datar. Tak lama, Ahreum turun dengan senyuman lebar. Akhirnya, hari yang telah ia tunggu-tunggu datang juga. Sehun telah menginjak bangku SMP. Dia sudah bisa mengikuti pelatihan.

“Ayo!” Ahreum menarik lengan Sehun dan membawanya ke lantai dua.

“Ahjumma, apa yang akan aku lakukan disini?”tanya Sehun di sela-sela langkah mereka.

“Kau akan mendapat pendidikan menari dan bernyanyi. Kelak, suatu hari nanti, kau akan mnjadi artis yang terkenal. Kau mau, kan?” Ahreum menoleh sekilas kearah Sehun.

Anak kecil itu mengendikkan kedua bahunya, “Tidak tau. Sebenarnya aku sama sekali tidak mengetahui apa itu artis.”

Ahreum hanya bisa menghela napas panjang. Anak ini… dia benar-benar sangat polos.

Ahreum mengetuk pintu sebuah ruangan, lalu membuka pintunya. Beberapa anak laki-laki yang berada di dalam seketika menoleh. Juga seorang pelatih yang langsung menghentikan pengajarannya.

“Aku akan memperkenalkan seorang teman baru untuk kalian.”ucap Ahreum merangkul pundak kecil Sehun. “Perkenalkan namamu, Sehunnie.”

Sehun menatap beberapa anak laki-laki yang ada didepannya dengan ekspresi takut, “Namaku Oh Sehun. Aku kelas 1 SMP.”serunya kemudian menunduk.

“Kim Junmyeon.”panggil pelatih.

“Yee sonsengnim!” Junmyeon mengangkat salah satu tangannya lalu melangkah ke depan.

“Kau urus dia yaa.” Pelatih menunjuk Sehun, Junmyeon mengangguk. Ia menghampiri Sehun, membungkuk sambil meraih salah satu lengannya.

“Kajja Sehunnie. Kita latihan.”

Sehun mengangguk, lalu mengikuti langkah Junmyeon dan mulai berlatih menari.

TBC

 

 

 

 

24 thoughts on “We Are One! We Are EXO! [Chapt. 2]

  1. nina berkata:

    ahh tataem gg bilang sm jongin soal mau debut iia
    dan jongin bakalan marah tuhh
    hehe kasihan sm lucu juga iia yixing :3
    kyyaaahhh akhirnya sehunnie datang hihihihi

  2. Dini berkata:

    Lucu juga interaksi pertama antara Yixing sama Suho kkk~ aku bener pake hati bgt bacanya, dan ngebayangan setiap kata2nya…aigoo bener2 sedih, setiap orang punya perjuangan keras sendiri dalam menggapai cita2 mereka :’) aaahh makin cinta EXO!<3
    jjang unnie ^^ Hwaiting! next chap di tunggu🙂

  3. Kai's fan berkata:

    gimana reaksi Jongin pas tau Taemin udah debut? ada Sehunnie..
    disini itu perannya lebih banyak ke Suho ya?

    next jangan lama-lama thor

  4. alice park berkata:

    Huaa >< ffnya bener2 kayak nyata…bener2 kayak ngeliat cerita predebut member exo,KEREN!!♥ Ditunggu kelanjutannya~~

  5. youngra berkata:

    sehun,sehunieku aigoo dia lucu sekali..msa artis aja gk tau ahaha^^ polos sekali kmu sehunie oppa:D
    lnjut thor,d tunggu next chapter’a..~~

  6. littlecheonsasss berkata:

    Duh Sehun udah SMP atau masih umur 3 tahun sih? Masa gak tau artis :3. Hunnie.. Hunnie..
    Lay imut juga ya, karakternya..
    Jongin kasian..gak tau Taemin bakalan debut😦.
    Ah, keren dan pada imut😀. Ceoat cepat lanjut ya!

    FF baru yang satunya lagi mana eon? Aku lupa judulnya, hehehe..😀

  7. Nuraya berkata:

    Bener2 nyata thor~~
    apakah TaeKai dulunya seperti itu?
    Taemin biasku di SHINee🙂
    dan udh gk sbar nunggu munculnya luhan😀

    next thor~ jgn lama2 ne😉
    Fighting !!

  8. Jung Han Ni berkata:

    ya ampun sehun lucu banget >< kasian yixing harus beradaptasi tapi untung suho perhatian sama dia🙂 dia juga jadi tinggal jauh dari ibu sama neneknya
    keep writing!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s