Overdose!

overdosecover1

Title | Overdose! |

Author | Chocopanda25 (@Anggarsary) |

Length | Oneshoot (7.570 word) |

Genre | Angst , Psychology , Bit Romance |

Rating | PG-13 |

Main Cast | Oh Sehun ,Park Cheonsa [OC] |

Additional Cast | Xi Luhan and Others |

Disclaimer : All story line is mine . Please don’t copy-paste !

Author’s note : Ini ff pertama author yang sukses sampai end . Mian jika masih banyak typo yang berserakan, author masih terbilang newbie . Mian juga klo jalan ceritanya aneh, gak sesuai judul atau apapun itu ,tapi author sudah berusaha sebaik mungkin J . Posternya juga masih abal-abal maklum author belum ahli bikin poster ^^V. Ini ff pernah author post di salah satu blog tp dg poster yg berbeda. Jika reader menemukan ff yg sma dg author chocopanda25 berarti itu asli ff saya J hehe. Setelah baca ff abal-abal ini mohon kritik dan sarannya ya biar author tambah semangat untuk memperbaikinya, gomawo ^_^

 

Happy reading ,hope you like it J

.

.

.

            Aku tak pernah merasakan perasaan seperti ini sebelumnya. Degupan jantungku yang selalu berdetak cepat ,sangat cepat ketika aku berpapasan dengannya bahkan saat aku hanya bisa melihatnya dari jauh. Ya, aku menyukainya ,tidak .. tapi aku mencintainya sangat mencintainya, melebihi rasa cintaku pada apapun. Rasa cinta ku terlalu besar padanya, bahkan aku tak bisa berpikir dengan rasional ,didalam otak ku hanya ada gadis itu, dia milikku . Tak akan kubiarkan seseorangpun merebutnya dariku. She is MINE!

            Awal aku bertemu dengannya tiga tahun yang lalu ,saat upacara penerimaan mahasiswa baru Seoul University. Seorang gadis dengan rambut panjang yang tergerai bebas dengan penampilan yang sederhana tetapi membuatnya terlihat manis ,sangat cantik. Dan beruntungnya ,dia duduk disamping kiriku. Saat aku menoleh padanya ,ia tersenyum sangat manis dan tiba-tiba memperkenalkan dirinya padaku. “Annyeong…Park Cheonsa imnida, bangapseumnida” ucapnya tanpa mengurangi kadar senyumnya. Aku hanya bisa menganggukkan kepalaku dengan muka datar tanpa membalas ucapannya. Bukannya aku seseorang yang sombong ataupun tak punya sopan santun , aku hanya terlalu kaget dengan jantungku yang tiba-tiba berdetak sangat cepat. Jujur aku tak pernah merasakan seperti ini sebelumnya , bukannya aku tidak normal tetapi dia gadis pertama yang membuatku mengalami ‘love at first sight’. Aku jatuh cinta padanya hanya pada hitungan detik.

            Park Cheonsa , yang berarti malaikat. Nama yang indah sesuai dengan pemiliknya. Gadis itu memang cantik dan memiliki hati seperti malaikat. Beberapa hari yang lalu aku tak sengaja ,tidak .. tapi sengaja mengikutinya. Ya , tiga tahun ini aku tak pernah absen untuk mengikutinya ,mengikuti kemanapun dia pergi . I’m stalker. Saat itu aku melihatnya keluar dari gerbang kampus dengan senyum yang masih tersungging dipipinya, tetap manis. Tidakkah dia merasa lelah selalu tersenyum setiap saat? Bukan maksudku benci dengan senyumnya , aku terlalu candu pada pemilik senyum itu . Aku hanya tak suka kalau senyum itu ditunjukkan pada semua orang ,apa dia tak sadar bahwa semua pria menatapnya begitu lapar ,aku tau apa yang dipikirkan pria-pria itu ,pikiran-pikiran yang menjijikkan dan membuatku muak. Senyum itu hanya untukku , hanya boleh ditunjukkan padaku , hanya AKU! Apa kalian lupa . SHE IS MINE!

            Saat itu aku berjalan sekitar 10 meter di belakangnya . Ketika dia menengok kebelakang ,dengan secepat kilat aku bersembunyi di balik pohon ,tiang listrik ,pagar ,ataupun sesuatu yang bisa menyembunyikan tubuh tinggiku ini. Dan itu sukses membuatnya tidak curiga . Bukannya aku seorang stalker yang hebat? Buktinya selama tiga tahun ini dia tak pernah curiga ataupun mempergokiku yang slalu mengikutinya. Tiba-tiba dia menghentikan langkahnya dan berbelok kekanan ,berjalan kearah tong sampah yang berada disudut jalan. Aku penasaran apa yang membuatnya pergi ke tumpukan sampah-sampah kotor tersebut. Dan seketika aku tercengang dengan apa yang dilakukannya , mengapa dia mengais sampah-sampah itu? Apa yang dia cari? Tiga menit telah berlalu dan aku tau jawabannya. Seekor anak kucing dengan bulu warna putih tengah mengeong digendongan gadisku. Samar-samar aku melihat kaki depan sebelah kanan kucing manis itu terluka . Aku tak mendengar apa yang dikatakan gadisku itu tapi aku melihat ekpresi sedih di wajahnya. Dan itu juga membuatku sedih. Sebegitu khawatirnya kau pada kucing itu cheonsa~ya? Kulihat dia mengambil suatu benda yang berada di dalam tasnya ,dan kuyakini itu adalah sapu tangan. Kemudian dia membalut kaki kucing itu dengan sapu tangan tersebut ,setelah itu menggendongnya dan membawanya pergi. Bukankah gadisku benar-benar seorang malaikat?

  • –   –     –     –   –          –           –           –           –           –   –   –   –     –   –   –   –   –   –   –   –

            Suasana perpustakaan siang ini begitu sepi, mungkin jumlah mahasiswa yang ada bisa dihitung dengan jari. Dan itu sangat menguntungkanku ,karna aku bisa melihat gadisku sepuasnya tanpa mata-mata lapar yang meliriknya. Kutatap buku tebal yang berada didepanku tanpa berminat membacanya. Bukankah aku sudah menemukan objek yang lebih menarik? mengamati gadisku yang serius membaca di sudut perpustakaan . Lihatlah walaupun ekpresinya serius seperti itu ,tetapi tak mengurangi kadar cantiknya. Ya, gadisku selalu cantik dimataku.

            Aku merasakan getaran di saku celanaku. Tanpa mengalihkan pandanganku padanya (gadisku) ,dengan secepat kilat tanganku merogoh kedalam saku celana dan mengambil sebuah benda hitam berbentuk segi panjang yang tak berhenti bergetar.

“Yeoboseyo…” ucapku lirih pada seseorang yang meneleponku diseberang sana.

“…..”

“hmm.. ne, arraseo..”

Klik. Kuputuskan sambungan dan kumasukkan kembali benda persegi panjang itu ke dalam kantong celanaku. Saat aku menoleh ke sudut ruangan ,aku tak menemukan gadisku. Dimanakah ia pergi? Dan baru kali ini aku kehilangan jejaknya. Aiissh.. gara-gara telepon sialan itu aku kehilangan gadisku. Damn!

Jika eomma tak menyuruhku untuk segera pulang ke Daegu ,mungkin sekarang aku sedang asyik mengikuti gadisku kemanapun dia pergi. Baiklah aku akan mengalah kali ini. ‘Kau bebas hari ini cheonsa~ya’ .

  • –   –   –   –   – –   –   –   –   – –   –   –   –   –   –   –   – – –   –   –   –   –   –   – –   – –   – – – –

            Sebuah bangunan gaya eropa tapi begitu mewah tengah berapa tepat didepanku. Sudah tiga tahun sejak aku memutuskan untuk melanjutkan pendidikanku di Seoul ,aku tak lagi tinggal disini ,walaupun kadang-kadang setiap liburan semester eomma slalu menyuruhku untuk berkunjung kerumah. Kubuka pintu dengan ukiran-ukiran kuno itu ,dan aku sedikit kaget dengan apa yang aku lihat. Begitu banyak orang yang sibuk mendesain ruangan ini. Apakah akan ada pesta?

Kulihat seorang wanita paruh baya tapi masih tetap terlihat cantik tengah tersenyum dan berjalan menghampiriku.

“Sehun~ah ,kau sudah sampai nak..” ucap wanita paruh baya itu ,yang tidak lain adalah eommaku.

“hmm..” balasku singkat dan datar . Aku sedikit merasa bingung dengan apa yang terjadi dirumah ini. Mungkin eomma melihat ekspresi kebingunganku. Tanpa bertanya kepadaku ,iya langsung menjelaskan apa yang terjadi.

“Luhan akan bertunangan malam ini ,maka dari itu eomma menyuruhmu pulang” . Oh Luhan saudara kembarku itu akan bertunangan? Bukankah dia masih berada di China? Ya ,saudara kembarku itu lebih memilih melanjutkan pendidikannya di China, dengan alasan ingin tinggal bersama halmeoni. Sejak haraboji meninggal empat tahun yang lalu ,setelah kami lulus sekolah menengah atas ,Luhan meminta kedua orang tua kami untuk melanjutkan pendidikannya di China dan ingin menemani halmeoni yang sudah tua. Aku hanya bisa mengerutkan dahi dan memiringkan kepalaku mendengar apa yang eomma barusan ucapkan. Dan untuk kedua kalinya eomma melihat raut bingungku ,beliau mengacak rambutku dengan lembut dan melanjutkan penjelasannya. “Luhan kembali 3 hari yang lalu ,karna malamnya kami mengadakan pertemuan dengan pihak dari keluarga sang perempuan untuk membahas hari pertunangan mereka . Kau pasti bertanya kenapa begitu cepat ,iya kan? Ya , Luhan kami jodohkan sehun~ah ,kakek dari calon tunangan luhan teman dekat haraboeji ,dan sebelum haraboeji meninggal ,beliau berpesan pada teman dekatnya itu untuk menjodohkan cucunya ,dan kakek memilih Luhan ,karna beliau tau kamu pasti tidak akan menerima perjodohan ini” ucap eomma menjelaskan. Gila , perjodohan? Begitu gilanya ia menerima perjodohan ini dengan mudah. Aku hanya tak habis pikir dengan apa yang dipikirkan kembaranku itu. Kenapa ia terlalu menjadi anak yang penurut?

“Apakah Luhan sama sekali tidak menolak?” kataku akhirnya.

“ Tidak sama sekali , kau tau bukan jika kembaranmu itu sangat penurut dan sangat berbeda denganmu” ucap eommaku menyindir. “dan selain itu ,kenapa dia harus menolak ,calonnya saja begitu sangat cantik dan anggun” lanjutnya.                                                                                                                         

            Tiba-tiba aku merasakan sebuah tangan yang menepuk pundakku dari belakang. “Wah ,ternyata adikku sudah pulang ,bogoshippoeyo!” ucapnya lalu memelukku. Ya, pemilik tangan itu adalah Luhan saudara kembarku. Kenapa dia memanggilku adik? Karna aku lahir 2 menit lebih 25 detik setelahnya. Aku dulu sempat memprotesnya ,tetapi percuma berdebat dengan Luhan ,walaupun dia anak yang penurut tetapi kadar cerewetnya sangat tinggi ,bahkan melebihi eomma. “kau tak merindukanku?” ucapnya setelah melepaskan pelukankannya padaku. “tidak..” ucapku singkat dan datar. “Aigoo , kau masih saja dingin padaku” balasnya dengan ekspresi yang dibuat kecewa. Walaupun saudara kembar ,dari dulu kami memang tidak terlalu dekat. Lebih tepatnya aku tak menyukainya. Dari kecil Luhan dinomor satukan dan menjadi anak yang selalu dibanggakan. Ya aku tau ,dia memang lebih pintar dariku ,dan selalu menuruti apa yang diperintahkan eomma ,appa ,hlmeoni ataupun haraboeji. Sedangkan aku hanya bisa membuat mereka marah dengan apa yang aku lakukan. Apakah aku sekarang terlihat seperti iri pada Luhan? Tidak , sama sekali Tidak! Aku hanya ingin mereka adil padaku tanpa membeda-bedakan kami , bukankah setiap manusia mempunyai kelebihan dan kekurangannya masing-masing? Dan aku tekankan aku tidak iri padanya!

            “Hmm .. baiklah lupakan . O iya ,aku ingin bercerita padamu selama aku di China. Kajja kekamarmu!” ucapnya senang . Lalu ia menarik lenganku untuk mengikutinya. Dengan segera , ku hempaskan tangannya yang menyentuh lenganku , kulirik ia begitu kaget dengan apa yang aku lakukan. “aku lelah ,aku ingin istirahat” ucapku lirih tanpa melihatnya. Samar-samar kudengar ia menghembuskan nafasnya ,kecewa. “Sehun!!!” bentak eomma yang membuatku menghentikan langkahku. “Gwaenchana eomma , mungkin benar sehun pasti sangat lelah ,biarkanlah dia beristirahat” ucap Luhan lembut pada eommaku . Ciih , masih beraninya ia sok baik didepanku. Kugenggam telapak tanganku begitu erat ,lalu tanpa memperdulikan mereka kulangkahkan kakiku menuju kamarku yang berada dilantai dua. Hah, mungkin aku butuh sedikit obat penenang.

  • – –           –           –           –           –           –           –           –           –           –           –

            Suasana rumah ini begitu ramai ,banyak tamu-tamu yang berdatangan dari berbagai rekan bisnis Appa. Ya ,malam ini adalah hari pertunangan Luhan ,saudara kembarku. Kuberdiri di dekat jendela kaca dengan tangan kananku memegang segelas anggur dan tangan kiri kumasukkan di saku celanaku. Aku lebih suka sendiri disini daripada bersama mereka, mendengarkan berbagai komentar pujian untuk Luhan dari colega-colega bisnis appa ,dan ucapan appa yang membangga-banggakan Luhan ‘dialah putra kebanggaanku’ . Ciih ,membuatku semakin muak.

            Dan inilah puncak acara malam ini. Pertemuan kedua calon dan dilanjutkan acara tukar cincin. Sebenarnya aku tak terlalu peduli dengan acara yang mereka lakukan didepan sana ,tapi aku sedikit penasaran dengan calon tunangan Luhan yang sangat eomma bangga-banggakan. Kuangkat kepalaku dan kurahkan pandanganku pada gadis yang akan bertunangan dengan Luhan. ‘Deg..’ aku merasa kepalaku tertimpa batu besar dan jantungku tertusuk pedang yang begitu tajam. Begitu sakit. Kenapa gadisku bisa berada disana? Sebenarnya apa yang terjadi?

‘PRAANNGG..!’ tanpa aku sadari gelas yang aku genggam jatuh kelantai dan pecah menjadi berkeping-keping. Dan bertepatan dengan itu sebuah cincin berlian terpasang manis di jari tengah gadisku. Gadisku sudah menjadi milik Luhan?

            Semua orang menatap kearahku sedikit kaget dengan apa yang barusan terjadi. Kuberjalan kearah Luhan dan gadisku dengan kedua tangan yang menggenggam erat ,menahan marah. Kuhentikan langkahku disamping Luhan dan menoleh kearahnya. “Kali ini aku tak akan mengalah” ucapku lirih dengan tatapan tajam yang menusuk. Luhan begitu kaget dan terlihat bingung .Kulirik Cheonsa yang menatapku bingung ,terlihat dari ekspresinya yang mengerutkan dahinya. Setelah itu ,kutabrak pundak kiri Luhan dan berjalan menjauh tanpa memperdulikan tatapan orang-orang kepadaku. Bahkan aku sempat mendengar appa berteriak geram padaku. Aku tak peduli!

            Kubanting pintu kamarku begitu keras .Dan ‘PRAANGG!’ dengan sekali pukulan, cermin didepanku itu pecah tak berbentuk. Kini tubuhku merosot tak berdaya di sudut kamar. ‘Arrrrggghh…’ kuberteriak marah dengan apa yang terjadi padaku. Aku tak mempedulikan tanganku yang kini dipenuhi dengan cairan kental berwarna merah darah. Ini tak seberapa sakitnya dengan hatiku. Kenapa ini begitu sakit? Kuremas dadaku erat. Ya Tuhan ,ini sangat sakit. Akhirnya pertahanankupun hancur ,cairan bening mulai turun membasahi pipiku. Kuberdiri dan berjalan menuju meja disamping ranjang tempat tidurku. Kutarik laci meja tersebut dan mengambil sebuah botol kaca berwarna coklat . Kutuangkan ketelapak tananganku beberapa pil yang berada didalam botol itu. Lalu menelannya dengan sekali tegukkan. Hanya obat ini yang bisa sedikit menenangkanku ,walaupun tak bisa menyembuhkan hatiku yang hancur. Kududuk dilantai dingin kamar ini dengan memeluk kedua kakiku. ‘aku tak akan begitu saja menyerah ,Oh Luhan! Aku akan merebutnya darimu’ ucapku tajam dengan seringaian yang penuh kebencian. Kutenggelamkan kepalaku diantara kedua kakiku. Aku tak peduli bagaimana marahnya eomma ataupun appa setelah melihat betapa hancurnya kamar ini. Bukankah mereka memang tak peduli padaku?

  • – –           –           –           –           –           –           –           –           –           –           –

            Pagi ini suasana meja makan biasa saja ,bahkan seperti tak ada kejadian apapun. Kulirik appa yang kini tengah berbincang dengan luhan ,sedangkan eomma bercanda dengan Cheonsa. Ya ,kudengar gadis itu semalam tidur dirumah ini karna eomma tak rela ia pulang kerumahnya. Lihatlah mereka tak memganggapku , bahkan sekedar menanyakan keadaanku saja tidak. Setelah pesta pertunangan semalam ,Appa mendobrak kamarku dan memarahiku habis-habisan. Bahkan eomma ikut memarahiku tanpa memperdulikan luka ditanganku. Bukankah itu semakin meyakinkan bahwa mereka tak memperdulikanku atau bahkan tak menganggapku sebagai anak mereka. Mungkin mereka hanya menganggapku parasit yang tak berguna. Mungkin hanya satu orang dirumah ini yang peduli padaku , Jung Ahjumma ,wanita paruh baya yang sudah lebih dari 25 tahun mengabdikan dirinya bekerja dirumah ini ,dan dialah yang merawatku dari kecil. Dia juga yang mengobati luka ditanganku semalam.

“Bagaimana keadaan luka ditanganmu ,sehun~ah?” ucap seseorang yang sangat aku benci. Kugenggam sendok itu begitu erat ,dan kututup sebentar mataku ,menahan marah . Lalu kubalas pertanyaan luhan tanpa menatapnya “gwaenchana..” . Setelah kata-kata itu meluncur dari mulutku , semua orang kembali melanjutkan aktivitas mereka yang sempat berhenti karena pertanyaan Luhan padaku. Tak sengaja aku melihat Cheonsa menatapku khawatir. Apakah ia benar-benar kawatir padaku? Atau hanya perasaanku saja?

            Kubaringkan tubuhku dibawah pohon maple yang berada di halaman belakang rumahku. Dengan kedua tangan yang menopang kepalaku , kumulai memejamkan mata dan menikmati semilir angin yang berhembus lembut diwajahku. Haahh,,, begitu menenangkan. “Sehun~ssi..” sebuah suara lembut nan lirih memanggilku. Dan seketika kurasakan seseorang kini duduk disampingku. Kubuka mataku perlahan dan menoleh kesumber suara . Aku tidak terkejut dengan suara yang memanggilku tadi ,karna aku tau pemilik suara itu. Park Cheonsa ,ya gadisku itulah yang kini duduk disebelahku. Mungkin ini kedua kalinya aku duduk disampingnya dan mendengarnya berbicara padaku. Selama tiga tahun ini aku tak pernah berbicara atau sekedar menyapanya atau bahkan mengungkapkan isi hatiku padanya. Mungkin kalian menganggapku seorang pengecut. Ya aku akui ,aku memang seorang pria pengecut yang tak berani mengungkapkan isi hatinya pada seorang gadis. Dan aku hanya memilih memendam perasaan itu. Tanpa tau kapan aku akan mengungkapkan isi hatiku padanya. Hanya diam ,menatapnya dari jauh dan menjadi seorang penguntit. Itulah kenyataannya.

“Ada apa? Jika bertanya padaku hanya untuk mencari Luhan ,kau salah. Aku tak tau” ucapku dingin tanpa melihatnya. ‘maafkan aku Cheonsa~ya , jika mengingat kejadian tadi malam itu membuatku sakit dan sangat marah’.

“Aniyo ,aku kesini mencarimu” ucapnya yang sedikit membuatku kaget.

“Waeyo?” balasku dengan masih tak menatapnya dan berusaha biasa saja. Aku tak ingin ia memergokiku karena sikap terkejutku.

“Apa kau baik-baik saja?” kutolehkan kepalaku menatapnya dengan dahi berkerut.

“hmm.. itu luka ,tanganmu” lanjutnya cepat karna tau ekspresi bingungku sambil melirik tangan kiriku yang terluka.

“Apa kau khawatir padaku?” ucapku dengan menatapnya tajam.

“nde? Bu..bukan itu maksudku ,aaa..ku hanya…” lihatlah ekspresi gugupnya, membuatku ingin menciumnya. Yakk! Hentikan pikiran mesummu itu Oh Sehun!

“gwaenchana…” potongku tanpa menunggu lanjutkan kalimatnya. Kualihkan pandanganku darinya . Aku hanya tak ingin pertahananku hancur dan langsung menciumnya karna ekspresinya yang terlihat menggemaskan dimataku. Jika itu terjadi ,bisa dipastikan gadisku ini akan marah besar dan menganggapku telah melecehkannya sebagai wanita.

“emm.. syukurlah. O iya ,bukankah ini kedua kalinya kita bertatap muka? Yang pertama 3 tahun yang lalu saat upacara penerimaan mahasiswa baru ,apa kau ingat?” ucapnya tersenyum manis padaku. Ya Tuhan ,bahkan dia masih mengingat kejadian itu. Dan ini sedikit membuatku senang. Aku tak akan pernah melupakan kejadian itu Cheonsa~ya ,saat dimana hatiku terpatri pada seseorang ,dan itu adalah kamu.

“Aniyo ,aku tak ingat” ucapku berbohong. Maafkan aku Cheonsa~ya.

“Sudah kuduga pasti kau tak ingat ,karna itu juga tak begitu penting, hehe” balasnya dengan masih tersenyum tapi aku sedikit melihat ekspresi kecewanya. ‘kau salah ,itu sangat penting bagitu ,sangat’

“Sebenarnya aku punya satu pertanyaan padamu yang membuatku sangat penasaran. Hmm ,bolehkah aku bertanya sehum~ssi?” ucapnya lirih sedikit takut. ‘apa yang dia takutkan padaku?’

“Ne .. apa yang ingin kau tanyakan?”

“Apakah benar kau kembaran Luhan?” balasku dengan menganggukkan kepalaku. Hah, aku jadi malas jika menyangkut laki-laki itu.

“Ternyata benar. Tapi ku lihat hubungan kalian tak begitu baik. Setahuku hubungan saudara kandung bahkan kembaran itu begitu dekat ,ibaratnya mereka tak bisa dipisahkan. Tapi ,kalian tidak seperti itu” katanya dengan kalimat terakhir yang sedikit pelan. Mungkin dia takut menyinggungku.

“Apa kah sudah tak ada yang kau bicarakan?” ucapku cepat. Aku mulai marah setiap mengingat si brengsek itu. “Asal kau tau nona Park ,tidak semua hubungan saudara seperti itu. Dan jangan pernah mengurusi urusan kami, aku tak suka. Kau orang baru yang tak tau apa-apa” lanjutku dengan menatapnya marah. ‘Walaupun kau gadis yang aku sukai ,aku tak segan-segan marah padamu karna mencampuri urusanku’. Setelah itu ,kuberdiri dan berjalan meninggalkannya.

“Yaakk! Sehun~ssi!” teriaknya padaku. Tapi aku tak peduli, aku terlanjur marah padamu Park Cheonsa.

“Aiish , kenapa ia begitu marah setiap aku menyinggung nama Luhan?” kudengar ia berguman lirih. Hanya mendengar nama laki-laki itu saja sudah membuatku marah. Hah…Aku membutuhkan obat itu lagi.

  • – –           –           –           –           –           –           –           –           –           –           –          

            Aku benci suasana yang seperti ini dan dikelilingi orang-orang seperti mereka, kecuali gadisku. Malam ini ,genap seminggu setelah acara pertunangan terkutuk itu, semua keluarga baik dari keluarga gadisku berkumpul diruangan ini. Entahlah ,apa yang mereka rencanakan ,aku tak peduli, yang aku butuhkan hanya cepat segera pergi dari sini . Kau tau ,bahkan rasanya perutku ingin mual melihat si brengsek Luhan yang sok seperti malaikat itu. ‘Hah.. sabar Sehun ,kau hanya butuh kesabaran saat ini’. Aku merasa Cheonsa mengamatiku yang menunduk sambil memainkan tanganku. Mungkin dia mengerti jika aku tak suka situasi seperti ini. “Ehem.. baiklah ,saya akan langsung menyampaikan maksud dari acara malam ini” ucap Appa tiba-tiba yang membuat kami semua menatapnya ,kecuali aku. “Pernikahan Luhan dan Cheonsa akan dilaksanakan tiga hari lagi ,bagaimana denganmu Luhan?” ‘Deg..’ kalimat appa barusan seakan seperti bom waktu yang dengan sekejab menghancurkan hatiku tanpa perasaan. Bukankah ini terlalu cepat? “Aku terserah appa” jawab Luhan tersenyum. “dan bagaimana denganmu Cheonsa ,kau setuju?” tanya appa pada gadisku. Kulirik dia yang hanya diam menunduk. ‘Tolong katakana kalau kau menolak cheonsa~ya’ batinku penuh harap. “Cheonsa pasti setuju ,dia putri kami yang sangat penurut ,iya kan nak” ucap Park Ahjussi ,appa cheonsa akhirnya. “hhh..syukurlah ,kita akan menjadi keluarga besar” kata eommaku senang. Kutatap Cheonsa yang hanya diam saja bahkan tak memberontak. Dan itu semakin membuatku hancur. ‘Tak taukah kau ,hatiku sakit Cheonsa~ya!’

Kuremas sofa tak bersalah ini begitu kuat ,bahkan aku bisa merasakan sofa itu sedikit sobek karena tekanan dari kukuku. “Tidakkah ini terlalu cepat” ucapku akhirnya dengan masih menunduk. “Tidak , karna semakin cepat semakin baik. Dan aku tak sabar ingin segera menimang cucu ,hahaha” kalimat terakhir appa membuat semua orang tertawa dan menyetujui pendapat appa. ‘cucu? Itu artinya anak gadisku dan si brengsek itu? Andwe!! Tak akan aku biarkan!’ Beberapa detik kemudian ,kutinju Gucci yang berada tepat disamping kiriku. “PRANNKK” Gucci itu hancur bersamaan dengan cairan merah yang keluar dari genggaman tanganku dan menetes mengotori lantai putih itu. Aku tak peduli jika itu adalah Gucci kesayangan eomma. Bahkan aku juga tak peduli dengan tanganku yang terluka dua kali di tangan yang sama. Semua orang begitu terkejut dan tercengang melihat kelakuan bodohku. Kuberdiri dengan nafas yang memburu ,terlalu lama menahan marah. Jangan salahkan jika monster didiriku ini mulai memberontak. Aku sudah lelah menahan semua ini! Kuangkat kepalaku dan menatap tajam semua orang yang ada diruangan ini. Rasanya mataku benar-benar panas . “YAAKK! APA YANG KAU LAKUKAN OH SEHUN!” bentak appa geram ,berdiri dan menunjuk wajahku. Aku tau laki-laki paruh baya itu marah besar. “Aku tak setuju dan tak akan pernah setuju dengan rencana pernikahan ini! AKU MENCINTAINYA! AKU MENCINTAI PARK CHEONSA!” kulihat Cheonsa membulatkan matanya. Mungkin ia sangat terkejut dengan pengakuanku. “Aku lebih dulu menyukainya dari pada Luhan. Selama 3 tahun aku terlebih dulu mencintainya! KENAPA KALIAN TAK PERNAH MENGERTI PERASAAN KU ,HAH! Dari kecil aku selalu kalah dari Luhan ,dan dari kecil aku selalu tak dianggap. Luhan yang selalu kalian banggakan. AKU MEMBENCI KALIAN!” ucapku akhirnya dengan nafas yang memburu. Aku benar-benar sangat marah ,dan inilah akhir dari pertahananku selama ini. Appa berjalan kearahku dengan tergesa-gesa dengan perasaan marah. ‘PLAK’ bahkan aku tak menyadari tangan besar yang selama ini bertanggung jawab menafkahi keluarga ini mendarat mulus di pipiku. Sakit? Tidak! Bahkan aku tak merasakan sedikit sakitpun dipipiku karena tamparan appa. Tapi disini lebih sakit , hatiku yang merasakan rasa sakit itu. Sebegitu bencinya appa padaku. Semua orang semakin terkejut dengan apa yang barusan terjadi. Suasana ruangan ini semakin memanas. Sekilas aku mendengar Cheonsa menyebut namaku lirih. “APPA TAK AKAN MEMBATALKAN PERNIKAHAAN INI, APAPUN ALASANNYA APPA TAK PEDULI!” dan ucapan appa sukses membuatku kembali marah. Kugenggam tanganku erat dan ingin melayangkan sebuah pukulan diwajah laki-laki yang mengaku sebagai ayahku itu. Massa bodoh aku akan dicap anak durhaka, aku tak peduli. Tapi kurasakan sebuah tangan menggenggam pergelangan tanganku ,menghentikan tindakan yang ingin aku lakukan. Luhan menatapku dalam ,dari pancaran matanya aku tau dia menyuruhku untuk tidak memberontak pada appa. “Tenanglah sehun..” ucapnya lirih. Ciih.. aku muak. Kuhempaskan tangan Luhan kasar. “AKU MEMBENCIMU BRENGSEK!” ucapku tajam dan menusuk. Kulihat dari matanya dia terlihat sedih dan sangat terpukul. ‘Damn! Aku tak akan tersentuh dengan kepura-puraanmu itu Oh Luhan , kau tau aktingmu itu sangat buruk ,kau bahkan sama sekali tak berbakat menjadi aktor’ . Kuberjalan pergi meninggalkan semua orang yang menatapku tercengang.

            Aku berjalan terburu-buru menuju laci meja yang berada dikamarku. Benda itu yang sangat aku butuhkan. Kuobrak-abrik semua isi laci tersebut ,tapi benda yang aku cari tak juga kutemukan. ‘Aiish.. dimana botol itu?’ kuberjongkok melihat dibawah bantal ,kasur bahkan dikolong tempat tidur tetapi tetap saja benda yang aku cari tak ada. Kuberlari kearah almari di pojok kamar ,membuka dan membongkar semua isinya dengan tidak sabaran. Tetap tidak ada. Semua isi di kamar ini kuobrak abrik seperti kerasukan setan. Aku tak peduli dengan keadaan kamarku yang seperti kapal pecah ,yang aku butuhkan hanya satu , benda itu. Tapi hasilnya nihil. “BRENGSEK! DIMANA BENDA SIALAN ITU? ARRRGGGHH!” teriakku frustasi. Kuremas rambutku kuat . Berteriak dan berteriak yang aku lakukan. Saat ini monsterlah yang menguasai tubuh ini. Seakan dia tertawa bahagia melihatku seperti ini. ‘hahaha..kau kalah oh sehun ,kau kalah! Kau itu manusia yang tak berguna ,manusia yang tak diharapkan kehadirannya didunia ini! Bukankah dunia ini kejam? Menyerahlah sehun! Terima nasibmu! Hahaha’ suara mengejek itu seakan memenuhi mendengaranku dan otakku. “Arrrggghh.. PERGIIII! JANGAN GANGGU AKUUU!! Hhhhhh…” kuberteriak histeris ,mengusir suara yang entah dari mana asalnya. Kupukul kepalaku bertubi-tubi . Saat ini aku tak bisa berfikir rasional. Suara itu terus berputar-putar disekelilingku. Mataku berkunang-kunang dan rasa sakit menyergapi kepalaku.

            “SEHUN~ssi!” seseorang berteriak memanggilku. Dan kurasakan sebuah tangan menghentikan aksiku memukul kepalaku. “Tenanglah ,aku disini..” ucap suara itu lembut lalu merengkuh tubuh lemahku ini ,mengelus punggungku ,dan menenangkanku dengan kesabaran. Gadisku selalu bisa membuatku tenang dan nyaman. Kurasakan perlahan ia mulai melepaskan pelukannya .Dan jujur ini sedikit membuatku kecewa. Kulihat ia berdiri dan ingin pergi meninggalkanku. ‘Tidak jangan tinggalkan aku!’. Dengan segera kugenggam tangannya , bermaksud menghentikan niatnya. Dia tersenyum dan dengan lembut mengelus tanganku yang menggenggamnya dan perlahan melepaskannya. “Aku tak akan pergi. Aku hanya ingin mengambil obat untuk mengobati luka ditanganmu” katanya lembut. Tapi itu masih tak membuatku yakin ,aku takut ia akan meninggalkanku. “Aku janji..” lanjutnya. Mungkin dia mengerti kekhawatiranku. Beberapa menit dia datang dengan kotak obat yang berada ditangannya. Dengan telaten ,cheonsa mengobati luka ditanganku lalu membalutnya. Aku sama sekali tak merasakan sakit. Yang aku lakukan hanya menatapnya dalam jarak yang lumayan dekat ini. Kulihat raut wajahnya yang serius. Dia semakin cantik jika dilihat sedekat ini. Matanya yang bulat kecil ,bulu matanya yang lentik ,hidungnya yang mancung dan bibir cerinya yang berwarna merah muda alami . ‘Yeppo..’ ucapku tanpa kusadari. “huh?” ucapnya sedikit terkejut lalu menatapku. Apakah suaraku terlalu keras? Bahkan aku yakin semutpun tak akan mendengarnya. Satu fakta lagi yang aku ketahui dari diri Cheonsa , dia mempunyai pendengaran yang cukup tajam. Daebak!

“Gomawo..” ucapku tulus dan sekaligus mengalihkan pertanyaannya. “hmm…ne” balasnya singkat. Tib-tiba suasana menjadi sedikit canggung, dan itu membuatku sedikit tak nyaman. Apakah harus aku yang memulai pembicaraan? Hah, kau terlalu gengsi sehun.

“Seh….”

“Cheon..” Tiba-tiba kami berbicara bersamaan. Hahaha bukannya kami sangat cocok?

“emm.. kau duluan” ucap cheonsa akhirnya.

“Jangan memanggilku seformal itu ,dengan embel-embel ssi .Aku tak nyaman ,aku juga tidak setua itu. Bukankah kita seumuran? Walaupun aku lebih tua 13 hari darimu” jelasku jujur. Memang benar ,setiap dia memanggilku dengan embel-embel ssi itu selalu membuatku geli.

“Mianhae…” jawabnya lirih.

“Emm.. Sekarang apa yang ingin kau katakana?…” ucapku padanya. Aku tak ingin melihat raut bersalahnya itu.

“3 tahun yang lalu , tidak … tapi setiap 25 April hari ulang tahunku ,apakah kau yang selalu mengirimiku sebuah boneka teddy bear dan setangkai mawar putih? dan sepucuk surat yang berisikan ‘Saengil Chukkaeyo sayangku ,aku mencintaimu’ tanpa ada nama pengirimnya?” aku sedikit terkejut dengan pertanyaannya. Tapi benar , itu aku yang melakukannya. Aku hanya diam ,tak sedikitpun berniat menjawab pertanyaan Cheonsa. Kulihat di masih setia menatapku ,menunggu jawabanku?

“Diam ,tandanya itu memang benar.. huft” ucapnya sambil menghela nafas. “Kau tau sehun~ah ,itu membuatku takut. Coba kau pikirkan ,setiap dihari ulang tahunmu tiba-tiba ada seseorang yang mengirimimu kado dan sepucuk surat yang mengatakan dia mencintaimu ,dan orang itu tak menyebutkan namanya. Dan selama 3 tahun juga aku merasa ada seseorang yang selalu mengamatiku bahkan mengikutiku kemanapun aku pergi. Tapi aku berusaha membuang perasaan itu jauh-jauh. Aku yakin itu pasti juga kau. Aku takut sehun~ah” kulihat setetes cairan bening mulai membasahi pipi gadis yang berada dihadapanku ini. ‘apakah selama ini aku selalu membuatmu takut dan tak nyaman cheonsa~ya? Maafkan aku’ Kuangkat dagunya dan kuhapus dengan ibu jariku cairan bening yang membasahi pipinya itu. “Uljima … jeongml mianhae” kataku lirih ,aku benar-benar merasa bersalah padanya. Kurengkuh tubuh ringkihnya dan dia diam saja ,sama sekali tak memberontak. “Kau menyukaiku selama ini sehun ,tapi kenapa kau tak pernah mengungkapkan perasaanmu itu? Hiks..” aku sungguh membenci diriku yang membuatnya menangis seperti ini. “Maafkan aku cheonsa~ya ,maafkan aku . Aku memang laki-laki pengecut. Seorang pria yang hanya bisa menatap wajahmu dari jauh ,seorang pria yang terlalu terobsesi padamu dan seorang pria pengecut yang tak berani mengungkapkan isi hatinya. Jeongmal mianhae..” Kutatap pemilik mata indah itu. Perlahan , kuhapus jarak diantara kami. Bahkan dapat kurasakan kini hidung kami bersentuhan . Sekali gerakan, dapat dipastikan kami akan berciuman. Ku menunggu reaksi darinya. Perlahan ,ia menutup matanya. Apakah dia terlihat pasrah? Dalam hitungan detik kusapu bibir ceri itu dengan lembut. Manis. Tapi beberapa saat kurasakan cairan asin masuk ke dalam mulutku. Kenapa dia menangis lagi? Kenapa gadisku menangis? Apa dia menyesal aku menciumnya? Pertanyaan-pertanyaan itu berputar-putar dikepalaku. Kurasakan tangan kecilnya mendorong dadaku menjauh. Sakit , kecewa ,itu yang aku rasakan. “Mianhae..” kenapa dia meminta maaf?

“Aku mencintaimu Cheonsa~ya . Dapatkah kau mengabulkan permintanku? Jangan pernah menikah dengan Luhan ,kumohon” ucapku memohon penuh harap padanya. Masa bodoh dengan rasa gengsi itu ,yang aku inginkan hanya gadisku. Apakah aku terlalu egois?

“Mianhae Sehun~ah ,jeongmal mianhae” jawabnya dengan rasa bersalah. Apa maksudnya?

“Apa maksudmu?”

“Aku tidak bisa Sehun~ah. Aku menyukainya ,menyukainya sejak pertama aku bertemu kalian. Apa kau ingat gadis kecil 13 tahun yang lalu? Gadis kecil yang tiba-tiba berlari kearah Luhan dan Sehun kecil yang sedang bermain di taman belakang rumah mereka. Gadis kecil itu berteriak memanggil nama Luhan kecil . Tapi ,karena tidak melihat sekelilingnya ,gadis kecil itu tersandung batu dan terjatuh di tanah . Gadis kecil itu menangis melihat kakinya yang berdarah ,tetapi tiba-tiba Luhan kecil menghampiri gadis kecil itu lalu menggendongnya. Dan saat itu aku mulai menyukainya ,Sehun~ah.. . Tetapi setelah itu kami sekeluarga pindah ke Canada. Dan beberapa hari yang lalu eomma memberitahuku bahwa aku telah dijodohkan ,dan laki-laki itu adalah Luhan ,cinta pertamaku. Aku sungguh bahagia dan tanpa berfikir panjang menyetujui perjodohan itu. Maafkan aku Sehun~ah”

‘Deg..’ aku sungguh terkejut mendengar pengakuan Cheonsa. Apakah aku akan kalah semudah ini? Hatiku benar-benar sakit. Bagaimana perasaan kalian jika seseorang yang kalian cintai mengaku didepanmu bahwa ia mencintai laki-laki lain? Sakit? Hancur? Tidak terima? Kecewa? Apakah ini akhir dari kisah cintaku? TIDAK! Aku tak akan menyerah! GADISKU HANYA MILIKKU!

“ANDWE! Kau milikku Cheonsa~ya , kau harus menjadi MILIKKU!” aku berteriak tidak terima . Ku genggam erat kedua tangannya. Lalu kupeluk tubuhnya secara paksa. Seperti seorang anak kecil yang tidak mau mainannya hilang. Aku tak peduli dia menatap ku takut dan terus memberontak. Park Cheonsa hanya milik seorang Oh Sehun. Kalimat itu yang kini memenuhi kepalaku. Apakah aku seperti seorang psychopat? “Sehun~ah ,lepaskan aku” Cheonsa terus memberontak , air matanya semakin deras. Bodoh! Aku tak peduli! Kini monster itu kembali menguasai tubuh dan akal pikiranku.

‘BRAKK!!’ aku mendengar suara pintu kamarku yang didobrak paksa. Tapi aku tetap tak peduli. “YAKK! APA YANG KAU LAKUKAN OH SEHUN!” ‘BUGH..! kurasakan seseorang meninju wajahku. Dan itu membuat pelukanku pada Cheonsa terlepas. “KAU BRENGSEK!” BUGH! Sekali lagi tangan itu memukuliku membabi buta. Ku seka darah yang keluar dari sudut bibirku dengan punggung tanganku. Lalu kutatap tajam pemilik tangan yang berani-beraninya memukul wajah tampanku. “Ciih..” kutunjukkan seringaianku ,mengejek kearahnya. Oh Luhan ,laki-laki brengsek itu kembali ingin melayangkan pukulannya ,tapi sebelum itu terjadi secepat kilat kulayangkan pukulanku pada wajahnya. ‘Bugh’. Ia terjatuh dan punggungnya membentur pinggiran ranjang. Aku sempat mendengrnya meringis kesakitan. Hahaha rasakan! Itu tak sebanding sakitnya dengan hatiku selama ini Oh Luhan! Pandanganku mengarah pada sebuah gunting yang berada diatas meja yang ada dibelakangku. Sebuah ide tiba-tiba muncul dipikiranku. Dengan sekejab gunting itu telah berada digenggamanku. Bukankah ini akan menjadi lebih menarik , Oh Luhan?

Aku berjalan kearah luhan dengan memain-mainkan gunting itu. Dapat kulihat kembaran yang tak kuharapkan itu bergidik ngeri menatapku. Apa kau takut Oh Luhan? Hahaha aku semakin bahagia menyiksanya seperti ini. Aku berjongkok didepannya ,memegang dagunya dan menyentuhkan gunting itu kelehernya. Hanya menyentuhnya ,tidak lebih. “Kenapa kau selalu menang dariku Oh Luhan , KENAPA.. HAH?” kutatap tajam mata itu ,menekan perlahan gunting itu ,dan cairan merah mulai keluar dari leher luhan. ‘Arrrrhh..’ Laki-laki itu mengerang kesakitan. Hahah aku tak peduli. Apakah aku seseorang yang tak mempunyai hati nurani? Ya ,memang itulah kenyataannya sekarang. Aku mendengar gadisku berteriak ,menyuruhku berhenti. Tapi telinga ini berpura-pura tuli. Monsterlah yang menguasaiku sekarang ,menguasai diri seorang Oh Sehun. “Hyung.. kenapa aku selalu kalah? Apa salahku?” ucapku lirih dan raut wajahku menjadi sendu. Luhan sedikit terkejut dengn perubahanku. “Dari kecil appa dan eomma selalu membeda-bedakan kita ,mereka selalu membanggakanmu. Sedangkan aku, hanya dianggap parasit penganggu dirumah ini. Kau tau hyung , aku juga butuh belaian kasih sayang dari mereka dan aku juga ingin kata-kata pujian dari mereka. Tapi kena..pa?” entahlah kenapa aku berbicara seperti itu pada Luhan ,bahkan aku merasakan cairan bening mulai membasahi pipiku. Apakah aku menangis? Menangis dihadapan Luhan? Apakah ini kembali pada diri seorang Oh Sehun yang lemah? “Sehun~ah..” Luhan mengenggam pundakku dan menatapku sendu. Dari pancaran matanya ada sebersit rasa bersalah . Aku semakin dalam menyelami mata Luhan ,dan mata itu berbicara ‘bahwa seorang Oh Luhan sangat menyayangi kembarannya ,Oh Sehun . Merindukan kedekatan mereka saat berusia 4 tahun. Saat Luhan kecil yang tidak mau jauh dari Sehun kecil dan saat Sehun kecil yang tidak mau jauh dari Luhan kecil’. Sempat ada rasa rindu itu dihatiku. ‘Yakk! Jangan mudah terkecoh dengan topeng laki-laki itu Oh Sehun! Itu hanya sebuah topeng busuk!’ tiba-tiba suara aneh itu datang lagi memenuhi pendengaranku. “Arrrgggh!!!!” gunting itu jatuh dari genggamanku. Kuberteriak histeris dan menjambak-jambak rambutku.’hahaha.. kau gila Oh Sehun. Kau tidak waras. Kau GILA! Hahaha’ suara misterius itu semakin mengusikku dan tertawa mengejek. “PERGI! JANGAN GANGGU AKU! AKU TIDAK GILA! PERGIII!!! ARRGGHH!!!” aku semakin berteriak frustasi. Kubenturkan kepalaku pada dinding kamar ini. Luhan hanya berteriak ,menyuruhku berhenti . Aku mendengar Cheonsa menangis histeris. Entahlah ,aku tak bisa menghentikan tubuhku ini. Otakku tak sejalan dengan apa yang aku perintahkan. Ya Tuhan ,bahkan aku tak bisa mengontrol tubuhku sendiri.

            Luhan menarik pundakku ,bermaksud menghentikan tindakan bodohku. Tapi secara kasar kudorong tubuhnya dan membuatnya jatuh kebelakang. Aku kembali membentur-benturkan kepalaku. Dapat aku lihat bercak darah berceceran didinding . Dan juga kini kepalaku dipenuhi dengan cairan merah kental yang mengalir cukup deras membasahi wajahku . Bahkan aku tak lagi merasakan bagaimana rasa sakit itu. Apakah aku normal?

“Sehuuunn.. hentikaaan naak!!” aku mendengar suara eomma berteriak ,menangis histeris melihatku seperti ini. Tapi aku sungguh tak bisa mengontrol tubuh ini. Dua pasang tangan menarik lengan kiri dan kananku. Ya ,appa dan Luhan berusaha menghentikan tubuhku. Tiba-tiba tubuh ini lemah ,pandanganku mulai mengabur ,dan kepalaku juga terasa sangat pusing. Entahlah ,apa yang selanjutnya terjadi. Untuk terakhirnya samar-samar aku mendengar beberapa orang berteriak memanggil namaku.

 

Seoul National Hospital

            Bau obat-obatan bercampur alkohol sangat menyengat organ penciumanku. Dimana aku? Aku mencoba untuk membuka kedua mataku ,tapi mata ini seakan terolesi dengan lem perekat yang sangat kuat.

“Bagaimana keadaan putra kami dokter?” samar-samar aku mendengar suara eomma. Jadi aku dirumah sakit? Sebenarnya apa yang terjadi denganku? Aku ingin berteriak ,tetapi mulut ini seakan terkunci rapat.

“Untuk saat ini putra anda baik-baik saja ,mungkin sebentar lagi dia akan siuman. Tapi sebenarnya keadaannya sangat serius”

“Apa maksud dokter?” kini suara Luhan yang kudengar.

“Sehun~ssi adalah pasien saya 5 tahun yang lalu. Saat itu ada seorang pemuda yang datang menemui saya ,dilihat dari penampilannya ia adalah seorang siswa sekolah menengah atas. Pemuda itu mengeluh sering mual-mual ,pusing ,kurang mampu mengendalikan diri dan sering merasa bingung. Dan saat itu dia menunjukkan sebuah kapsul yang sering dia konsumsi. Katanya itu adalah obat penenang yang sudah dia konsumsi sejak tahun kedua di sekolah menengah pertama. Saya bertanya kenapa dia mengonsumsi obat itu dan dari mana dia mendapatkannya? Dia bercerita bahwa begitu banyak masalah yang dihadapinya dirumah. Tentang kedua orang tuanya yang selalu memarahinya dan membeda-bedakan dengan saudara kembarnya. Dan itu membuatnya merasa tertekan dan depresi. Dia juga mendapatkan obat itu dari salah satu temannya disekolah. Apakah anda tau jenis obat penenang yang sering dikonsumsi putra anda?

Obat itu adalah sejenis Ekstasi atau Metilendioksimetamfetamin. Salah satu zat adiktif yang berbahaya. MDMA atau ekstasi bersifat halusinogen. Ekstasi bisa berupa bubuk atau kapsul. Dan dampak langsung dari ekstasi diantaranya perasaan senang berlebihan, perasaan nyaman, mual-mual, berkeringat dan dehidrasi, percaya diri dan kurang mampu mengendalikn diri, suka menggertakkan dan menggesek gigi, meningkatkan denyut jantung, tekanan darah dan suhu tubuh, kebingungan, pusing atau suka bercanda yang tidak lucu. Dan dampak jangka panjang dari mengonsumsi ekstasi itu menyebabkan resiko kerusakan psikologi dan mental sangat tinggi. Seperti merusak otak dan mengganggu daya ingat, membahayakan otak yang berfungsi untuk pembelajaran dan berfikir cepat, dapat menyebabkan kerusakan jantung dan hati ,dan penggunaan rutin dapat menyebabkan diri pengonsumsi mengalami depresi ekstrim dan gangguan mental. Saya sudah menyarankannya untuk tidak lagi mengonsumsi obat tersebut karena efek-efek yang ditimbulkannya, tetapi saya tidak tau apakah Sehun~ssi masih mengonsumsinya atau tidak ,karena 1 tahun belakangan ini dia tidak lagi datang menemui saya” jelas dokter itu panjang lebar.

“Ya Tuhan ,Sehun~ maafkan eomma nak” kumendengar eomma menangis menyesali apa yang telah dia lakukan padaku. Appa ikut menangis dan berusaha menenangkan eomma. Aku juga mendengar Luhan berteriak marah ,menyesal , atau bahkan sedih? Hah..bukankah itu sudah terlambat. Aku tak butuh ucapan maaf kalian. Bukankah ini yang seharusnya kalian harapkan? Membuatku seperti ini.

“Dan kondisi Sehun saat ini sangat tidak baik. Dia mengalami depresi akut dan gangguan kejiwaan yang tinggi karena tekanan hidupnya dan terus menerus mengonsumsi obat itu yang menyebabkannya overdosis. Bahkan dia tak segan-segan menyakiti orang disekitarnya ataupun menyakiti dirinya sendiri. Kami para dokter disini menyarankan ingin menindaklanjuti proses penyembuhan putra anda dengan….”

“Aku mengerti dokter. Terserah apapun yang dokter lakukan. Aku sebagai orangtuanya hanya ingin putra kami sembuh”

“Baiklah nyonya , kami akan berusaha keras”

Apa yang mereka bicarakan? Bahkan pendengaranku perlahan-lahan semakin berkurang. Ada apa denganku? Kenapa aku tak bisa membuka mata ataupun mulutku?

 

Six Months Later

            Disinilah aku sekarang ,terkurung di dalam sebuah ruangan serba putih yang bagiku adalah sebuah penjara. Dengan kedua tangan dan kaki yang terikat disisi ranjang. Apa yang mereka lakukan padaku? “YAKK! KELUARKAN AKU DARI SINI!” kuberteriak keras berharap ada orang yang mendengarkanku dan melepaskanku dari tempat terkutuk ini. Kenapa mereka tak lelah-lelahnya menyiksaku. Sebencin itukah mereka padaku? Bahkan tega mengurungku dirumah sakit jiwa ini. Menganggapku seperti orang gila. Tidak! Aku tidak gila!

            Suara sebuah pintu terbuka dan seorang wanita berpakaian serba putih muncul di balik pintu itu. Berjalan menghampiriku dengan membawa berbagai botol obat-obatan yang berada diatas nampan besi berwarna perak. “Suster ,lepaskan aku. Keluarkan aku dari sini ,aku tidak gila, sungguh” ucapku memohon pada wanita itu yang tidak lain adalah seorang suster dirumh sakit ini. “Iya ,tapi kamu harus minum obat ini dulu ya” kata suster itu ramah dan memberikanku berbagi pil yng berbeda-beda warnanya itu. “Suster janji akan meengeluarkanku jika aku meminum obat ini?” tanyaku memastikan. Apakah sekarang aku terlihat seperti seorang anak kecil yang merajuk? “Iya ,cepat diminum” ucap suster itu menyakinkan. Dengan segera ,kutelan pil-pil itu dengan sekali tegukkan. “Anak yang pintar..” kata suster itu bangga lalu membereskan botol obat-obatan itu dan beranjak ingin pergi. ‘Hey , dia berjanji akan melepaskanku jika aku menurutinya meminum obat sialan itu, tapi dia berbohong!’ lihatlah bahkan aku sekarang terlihat seperti anak kecil yang mudah dibohongi. “SUSTER LEPASKAN AKU! KAU SUDAH BERJANJI! HEY LEPASKAN! DAMN!!!” aku meneriakinya tetapi dia tak peduli dan pergi begitu saja meninggalkanku diruangan ini. Sialan!

            Beberapa menit kemudian ,pintu itu terbuka kembali dan menampakkan seorang gadis yang sangat aku rindukan. Seseorang yang selama dua bulan ini tak aku lihat. Dan selama itu aku merindukannya ,merindukan senyumannya. Bahkan jantung ini masih berdetak ketika menatap matanya. Begitu besarkah dia menguasahi seluruh organ tubuhku? Setelah menutup kembali pintu itu, cheonsa berjalan perlahan kearahku. “Sehun~ah” panggilnya lembut. “Cheonsa~ya ,kau tau aku tidak gila. Mereka tega mengurungku disini. Bahkan mengikatku seperti ini. Kau tau ,kaki dan tanganku semuanya terasa sakit, bahkan punggungku juga. Bayangkan selama dua bulan kau hanya bisa berbaring dengan keadaan seperti ini. Aku lelah” apakah sekarang aku terlihat seperti mengadu pada cheonsa? Aku tak peduli dia berfikiran macam-macam padaku. Yang aku inginkan ,semua ikatan ini terlepas dan aku bisa leluasa memeluk gadisku ini. Aku sungguh sangat merindukannya. “Aku akan melepaskanmu” ucapnya yang membuatku terkejut dan tentu saja senang. Gadisku ini benar-benar berhati malaikat.

            Gadis itu dengan satu persatu melepaskan ikatan-ikatan di tangan dan kakiku. Matanya hanya focus dengan apa yang dia lakukan. Melihatnya seperti ini membuat hatiku menjadi teduh ,sangat damai. Tidak lebih dari 3 menit ,kain-kain menyebalkan yang membuatku tersiksa itu akhirnya terlepas dari tubuh ku ,dengan segera kuhamburkan tubuhku memeluk gadis pujaanku ini ,memeluknya sangat erat dan tak kuijinkan dia lepas lagi dariku. “jeongmal bogossipoyo..” bisikku lembut. Aku merasakan tubuh cheonsa sedikit bergetar , apa dia takut padaku? Ingin aku bertanya padanya ,tetapi sebelum kulakukan ,telingaku menangkap sebuah suara yang tiba-tiba membuatku sedikit terkejut. “nado ,se…hun~ah” aku tersenyum disela-sela pelukan kami. Kuistirahatkan kepalaku dibahu kanannya ,menghirup sepuasnya wangi tubuh gadisku ini. Mawar putih . . aku suka dan membuatku candu ingin selalu menghirupnya setiap detik. Apakah aku gila? Ck, I don’t care .

            Entah keberanian dari mana ,kini aku tengah menempelkan hidungku dileher jenjangnya menikmati wangi tubuhnya lebih dalam. Astaga ,aku bisa gila. Sesuatu mendorongku untuk melakukan lebih. Sungguh aku tak bisa menghentikan naluriku ini. Aku mencium leher cheonsa ,hanya menempelkan bibirku pada lehernya ,tidak lebih ,dan itu hanya berlangsung selama 5 detik. Aku tidak ingin monster didalam tubuhku ini menguasaiku dan membuatku menyerang gadisku ini.

Sehun~ah…

Hmm…” kutatap sayu mata cheonsa dan kubiarkan tangan ini mengelus lembut pipinya. Mata yang bulat ,kecil dan lensa mata yang berwarna kecoklatan itu membuatku tak bisa mengalihkan mataku dari tatapannya. Seakan didalam mata itu ada sebuah magnet yang semakin kuat menarik ku untuk lebih mendekat padanya. Dan tanpa aku sadari ,kini hidung kami telah bersentuhan , aku yakin jika aku melakukan sedikit gerakan ,dapat dipastikan kami akan berciuman. Dan akan aku buat itu menjadi kenyataan. Am i pervert?

Sesuatu didalam tubuhku kembali memberontak ,dan mendorongku untuk mengikuti kata naluriku. Aku tak peduli setelah ini cheonsa akan menampar pipiku dengan keras dan menghinaku dengan kata-kata kasarnya. Kualihkan tatapanku ke bibir cerry itu diikuti dengan pergerakan kepalaku yang semakin mendekatinya. Chu~ kucium sudut bibir kanannya . Gadisku hanya diam tak melakukan suatu penolakan. Apakah ini tandanya dia mengizinkanku? kusentuh sudut bibir kirinya dengan ibu jariku dan kutarik perlahan tengkuknya agar lebih mendekat.

Mianhae..” suara itu membuatku menghentikan pergerakanku untuk benar-benar menciumnya. Dia kembali menolakku. Dan itu semakin membuatku sakit. Mata itu perlahan-lahan mengeluarkan sebuah cairan bening yang semakin membuatku merasa bersalah. Apa aku menyakitinya? Jariku dengan lembut menghapus cairan yang menghiasi wajah cantik gadis yang sangat aku cintai ini.

Kenapa? kenapa kau menolakku lagi ,Park Cheonsa?

Mianhae ,aku tak ingin lebih menyakitimu Sehun~ah” Apa? Tapi kini kau semakin menyakitiku cheonsa~ya .

Aku hanya ingin dirimu Cheonsa~ya” ucapku memohon padanya. Aku tau ,aku sangat egois. Tapi aku benar-benar ingin menjadikannya milikku seorang. Aku sangat mencintainya, lebih dari Luhan mencintainya.

Tapi aku tak bisa sehun~ah ,aku milik orang lain , hati dan tubuhku sudah menjadi milikinya

Apa mak..sudmu?” aku terkejut dengan apa yang cheonsa katakan. Tolong jangan semakin menyakitiku.

Aku sudah menikah dengannya 5 bulan yang lalu dan kini aku mengandung anak Luhan 3 bulan, maafkan aku sehun~ah dan tolong mengertilah ,jangan menyiksa dirimu dengan selalu menungguku” Ya Tuhan.. apa yang dia katakan? Apa dia berbohong padaku? Aku merasa langit benar-benar runtuh dan jatuh tepat dipunggungku.

Hahahaha.. jangan berbohong cheonsa~ya , ini benar-benar tidak lucu” aku tertawa miris dan mencoba mengelak dari kenyataan. Kuremas dadaku erat ,bermaksud mengurangi rasa sakit yang menyerang hatiku. Tapi percuma …

“JANGAN MENGELAK DARI KENYATAAN OH SEHUN! LEPASKAN AKU DAN LUPAKANLAH PERASAANMU PADAKU. AKU MOHON! KAU MASIH PUNYA MASA DEPAN YANG PANJANG SEHUN~AH ,JANGAN KAU SIA-SIAKAN HIDUPMU HANYA UNTUK INI! AKU MOHON… “ gadis didepanku ini menangis dan mengcengkeram erat bajuku.

“APA YANG KAU KATAKAN? KAU TAK MENGERTI PARK CHEONSA! HIDUPKU TAK AKAN BERARTI TANPAMU. AKU TERLALU MENCINTAIMU DAN KAU DENGAN SEMUDAHNYA MENYURUHKU UNTUK MELUPAKANMU? KAU GILA! AKU LEBIH BAIK MATI DARI PADA BERHENTI MENCINTAIMU!”

PLAAKK!!!

Cheonsa menamparku. Tangannya bergetar ,matanya menyiratkan emosi yang susah payah dia tahan dan air mata itu semakin deras membasahi pipinya. Tamparan ini bahkan tak sesakit hatiku sekarang. Kucengkram kedua bahu cheonsa dan ku tatap matanya dengan tajam.

Lepaskan Sehun~ah , ini sakit!” dia meringis kesakitan . Apakah cengkramanku terlalu kuat? Tapi aku tak peduli , emosiku telah menguasai seluruh syaraf otakku.

“KAU GILA OH SEHUN! LEPASKAN AKU!” baiklah ,bahkan gadisku telah mengataiku gila. Ya mungkin aku memang sudah benar-benar gila , karenanya.

“KAU BENAR ,AKU MEMANG GILA. GILA KARENAMU PARK CHEONSA! AKU TAK PEDULI KAU MENGATAIKU GILA ,PSIKOPAT ,ATAU APAPUN ITU ,KARNA AKU MENCINTAIMU!”

Rasa cintamu telah membutakan mata dan hatimu sehun~ah ,tolong jangan semakin menyakiti dirimu sendiri. Aku tak ingin membuatmu lebih hancur karenaku . Tolong sehun~ah

“hahahah aku tak peduli. Aku hanya ingin dirimu ,menjadi milikku seorang Park Cheonsa” kupeluk cheonsa dengan sangat erat . Kedua tangannya memukul dadaku dan mencoba mendorongku untuk melepaskannya. Bahkan monster ini telah menguasai tubuhku.

Cheonsa menangis histeris dan berteriak memohon agar aku melepaskannya. Tetapi telingaku seakan tuli. Jika aku melepaskannya ,dia akan berlari menjauhiku dan aku tak akan melihatnya lagi. Itulah serangkaian kalimat yang kini memenuhi kepalaku dan membuatku semakin erat memeluknya. Aku takut kehilangannya ,sangat takut. Apakah cintaku padanya terlalu berlebihan? Ya ,this is overdose!

Suara beberapa langkah kaki yang terdengar terburu-buru semakin jelas memenuhi rongga pendengaranku. Tiba-tiba pintu kayu bercat putih itu dibuka secara paksa dan menampakkan tiga orang berpakaian serba putih. Ciih.. menggangguku saja.

Dua orang dari ketiga orang berpakaian putih itu berjalan mendekati kami, lalu menarikku dan mencengkram kedua tanganku, sehingga membuatku melepaskan pelukkanku pada cheonsa. Shit!

“YAKK! LEPASKAN AKU!” aku memberontak dan berusaha melepaskan diri. Tapi sial ,kedua orang ini terlalu kuat menahan tanganku. Kulihat seorang lagi yang berpakaian putih mengeluarkan sebuah jarum suntik dan berjalan mendekat kearahku. Tak akan aku biarkan benda sialan itu kembali memasuki tubuhku! Ketika jarum itu sedikit lagi akan menancap di lenganku , kutendang perut orang yang kuyakini salah satu dokter dirumah sakit jiwa ini. Kulihat kedua orang yang menahanku ini sedikit terkejut , kumanfaatkan kesempatan ini untuk menendang kedua kaki orang-orang itu dan akhirnya cengkraman ditanganku terlepas. Sebelum orang-orang itu kembali menangkapku dan mengurungku ,aku berlari meninggalkan ruangan yang menyiksaku selama 6 bulan terakhir. Aku bersumpah tak akan kembali ketempat seperti neraka ini lagi!

            Apakah seperti ini udara bebas? Tanpa bau obat-obatan ,tanpa kegelapan ,tanpa semua benda yang serba putih dan tanpa sebuah jarum yang selalu menyakiti tubuhmu setiap saat. Inikah dunia? Pohon-pohon yang tumbuh besar dipinggir jalan , orang-orang yang melakukan aktivitasnya ,entah bekerja ,menuju sekolah ataupun hanya sekedar berjalan-jalan , dan kendaraan yang berlalu lalang memadati jalan raya. Tetapi aku merasa separuh hidupku hilang ,akankah aku bisa hidup tanpanya? Hatiku mengatakan tidak! Mengapa dunia ini begitu kejam? Kenapa ini harus terjadi padaku hah? Kenapa? kuremas kuat dadaku ,merasakan betapa sakitnya hati ini. ‘Kau sudah kalah oh sehun ,menyerahlah. Ini telah berakhir! Kau pecundang , kau gila , kau psikopat ,dan kau tak berguna. Hahaha you are LOSE! Kau kalah dari permainan yang kau ciptakan sendiri . Kau sungguh menyedihkan oh sehun ,,,hahaha’ suara itu kembali lagi menguasahi pendengaranku. “HENTIKAN! JANGAN MENGGANGUKU!” kututup erat kedua telingaku ,suara ejekan itu semakin menyakitiku dan membuat kepala ku berdenyut sakit.

“SEHUUUN….” Suara itu ,suara lembut itu memanggilku. Suara gadisku. Dia berdiri diseberang jalan dengan nafas yang tersengal-sengal. Apakah dia berlari mengejarku? Aku tersenyum manis kearahnya ,tapi yang kulihat ekspresinya tiba-tiba menegang. Kenapa?

“SEHUUUNN .. . ANDWEEEE!!!!”

Aku menutup mataku dan merentangkan kedua tanganku ,lalu kudongakkan kepalaku dan menghirup udara dibumi ini dengan perlahan. Mungkin untuk yang terakhir kalinya. Entahlah aku tak tahu , hanya firasatku.

 

.

.

.

.

BRAAAKK!

Beberapa detik kemudian kurasakan sebuah hantaman ditubuhku. Tulang-tulangku seakan hancur berkeping-keping bersamaan dengan hatiku yang patah. Sial ,bahkan aku mencium bau anyir yang semakin membuat kesadaranku hilang. Dan suara itu kembali lagi ,dan kini dia mentertawakanku ,begitu senang kah melihatku seperti ini? Apakah ini sudah berakhir? hanya sampai disini saja?

‘semuanya telah berakhir oh sehun. Kau kalah dan kau akan MATI! hahaha’ suara itu mengejek ku lagi. Tapi, kini justru sebuah seringaian menakutkan tersungging dibibirku.

Tidak! Aku masih belum kalah dan ini belum berakhir. . .

Ini adalah awal permulaan …

Karena …               

Permaianan yang sesungguhnya akan segera dimulai …

The game will be soon start, baby…

Aku bersumpah ,kau akan menjadi milikku di kehidupan mendatang Park Cheonsa …

I swear!

 

~This is overdose~

 

THE END

31 thoughts on “Overdose!

  1. kyuRiani18 berkata:

    Sehun jd mengerikan karna pengaruh obat2..kirain ceritanya bakal happy ending trnyata sebaliknya tapi aq sangat suka karna tdk semua yg kt inginkan bs kt miliki..keep writing.

  2. Kai's fan berkata:

    Sehun serem bgt si hidup nya:(.aku kira bakalan happy ending.Sehun sih bukannya bilang ke Cheonsa kalo dia suka. penyesalan selalu datamg terakhir

    Keep Writing!!

  3. moddkzrl berkata:

    itu setan ngapain dalem tubuh sehun?-_- kasian sehunnya plis,hidup luhan mah enak eh kembarannya mati gitu aja, seru thor,keren,menarik dan hufft harus diakui agak takut juga baca sepagi ini,karena setannya ngeselin:3 sequel dong thor,ditunggu juga ff lainnyaaa yaaa

  4. Dark Angel berkata:

    Thor kok DA jadi gak suka ama Luhan disini :’v
    Setiap ff psycho kalo ada HunHan, OC pasti ujung”nya sehun yg dikorbanin-“

  5. na berkata:

    sukaaaaaa
    bgs bgt ceritanyaaaa mskpun angst ending nyaaa huhuhuhu TT-TT
    Klo boleh ksih saran sbaiknya klo nulis awalan itu dipisah biar sesuaindgn EYD jdi klo ke perpustakan, ke kamar dll itu dipisah td ada di atas yg nulisnya slah digabung pdhl yg bner di pisah.
    itu aja yg lain udh bgs jdi enk bacanya klo tata bahasanya bgs hehe

  6. oh feby berkata:

    sumpah….. ini ff tersedih dan paling makan hati….. dari sekian banyak ff yg pernah aku baca…. aku sampe nangis los bacanya…..
    sehun…. sangat sulit untuk membayangkan posisimu oppa…..
    고마워 thor atas karyamu yg sangat menguras emosi….. waduh….
    bikin lanjutannya dong thor… sehun hilang ingatan kek atau apalah itu……

    Aku kasih author 100 poin buat ff ini….

  7. rista berkata:

    Aaarrrggghhh , keren banget ❤ pembaca bisa ikut masuk k alur & terbawa suasana yg terasa real….I'm love it ❤

  8. Aegi berkata:

    Sumpah ni ff bkin aq baper.telat bgt aq bca’a.hehe mian mian.
    Q kya bisa ngerasain perasaan’a sehun.bgz bgt kalo ada lnjutan’a…

  9. Novia Kpop berkata:

    Aku suka cerita nya thor~
    aku sampe heart attack dan sampai mengeluarkan air mata gegara baca bagian kisah nya sehun.. kasihan banget…. sehun seperti itu karena keluargaa, kasih sayang, kepedulian, hubungan antar keluarga dan saudara yang begitu buruk dan menyedihkan membuat ku terasa teriris mengikuti alur cerita nyaaa.. 😦 😥 benar da author, kagak bohong aku 😦 😥 😉 Daebakkk.. thor~ untuk ff nya… 100 % bagussssss bagi ku..
    Tetap semangat membuat karya yang lain nya.. ! Fighting! ^_^ 🙂

  10. Novia Kpop berkata:

    Aku suka cerita nya thor~
    I like it..~ I like it……~
    aku sampe heart attack dan sampai mengeluarkan air mata gegara baca bagian kisah nya sehun.. kasihan banget…. sehun seperti itu karena keluargaa, kasih sayang, kepedulian, hubungan antar keluarga dan saudara yang begitu buruk dan menyedihkan membuat ku terasa teriris mengikuti alur cerita nyaaa.. 😦 😥 benar da author, kagak bohong aku 😦 😥 😉 Daebakkk.. thor~ untuk ff nya… 100 % bagussssss bagi ku..
    Tetap semangat membuat karya yang lain nya.. ! Fighting! ^_^ 🙂 🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s