S.I.X part 7

Untitled

Tittle     : S.I.X

Author   : BPI

Cast         : Kim Jongin-Kai (EXO)

       Jung Ririn (OC)

       Oh Sehun (EXO)

                    Xi Luhan (EXO)

         Anh Hara (OC)

         Kim Jongdae-Chen (EXO)

         Shin Yongri (OC)

         And other… (temukan sendiri)

 

Genre     : Friendship, School, Romance, Comedy (maybe)

 

Annyeong yang pertama aku mau bilang mianhae..

Maaf aku baru bisa nerusin ff ini dan ff lainnya. Aku baru aja selesai praktek dan laptop nya rusak, file nya pada ilang, ya jadi wayahna aku harus baca semuanya dulu baru bisa nerusin ff ni hehe.. Mian ya buat reader yang masih nunggu ff ni, gumawo..

 

 

 

Kedua siswa siswi itu hanya melotot kaget melihat songsaenimnya berbicara santai mengenai pergantian konsep yang sudah sebulan lalu mereka pakai. Dengan cideranya Luhan, Taemin tak akan memaksakan groupnya untuk menari dan menyanyi di seleksi pertama ujian akhir ini. Lagi pula menyuruh Ririn dan Jongin untuk bernyanyi tak terlalu sulit, bukankah mereka salah satu murid baik di rapping.

“Songsaenim, bagaimana bisa kita berlatih menyanyi, ini 3 hari sebelum putaran seleksi pertama?” Tanya Ririn, matanya membulat di balik kaca matanya.

Di sampingnya Jongin hanya mengangguk mengiyakan. Taemin hanya tersenyum manis lalu berdiri di dari duduknya, memasukkan tangan ke saku celana nya dan memandang ke dua murid nya itu.

“Lalu kalian masih ingin tetap menampilkan tarian itu? Bagaimana dengan Luhan? Kalian ingin meninggalkannya?” Tanya Taemin menuntut

“Bukan begitu…” Ririn tertunduk. Songsaenim benar, mana mungkin hanya ia dan Jongin yang tampil, lalu Luhan harus menunggu hingga tahun depan untuk ujian akhir ini.

“Ini lagu hip hop yang akan kalian nyanyikan , gullity yang di tenarkan oleh dinamic duo . hanya membutuhkan 1 vocalis dan 2 rapper. Bagaimana?”

Taemin melemparkan mp3 nya ke hadapan ke dua murid yang masih saja berat hati menerima perubahan konsep dadakan ini . Mereka tahu kalau Luhan belum bisa menari dengan baik, apalagi berita mengenai cideranya sudah tersebar ke seluruh sekolah ini. Luhan tak bisa menari. Lalu apa yang harus mereka lakukan.

“Menari adalah hal yang biasa kalian lakukan, Kim Jongin si penari yang baik di kelas Lee songsaenim, dan Jung Ririn anak ballerina terbaik di korea. ini waktunya untuk kalian memperkenalkan diri menjadi orang lain. Bukan jongin dan Ririn yang mereka kenal”

Jongin dan Ririn membuang nafas berat setelah menutup pintu ruangan Taemin. Mereka tak ada yang membuka suara, hanya Jongin yang memakai heandshet nya dari mp3 yang di berikan Taemin lalu memberikan sebelahnya ke Ririn.

“Lagu yang sedih, apakah aku bisa menghayatinya” Ucap Ririn saat mereka duduk di bangku taman secara bersamaan.

“Tidak terlalu buruk, aku menyukainya” Kata Jongin tersenyum lebar memberikan semangat pada Ririn, tapi gadis di sebelahnya hanya diam saja.

“Yak, kita tak boleh egois Rin ah~ kau tau kan Luhan-“

“Aku tahu kondisi Luhan hanya saja.. kenapa ia menyembunyikannya dari kita? Kalau kita tahu ini dari dulu pasti tak akan terjadi, pasti kita tak akan menguras habis tenaga nya dalam berdansa”

Jongin mengangguk mengerti, mendekati Ririn lalu mengelus punggung wanita itu pelan. Di belakang mereka, Sehun yang hendak menghampiri Jongin hanya terdiam, lalu berbalik begitu saja.

“Sejak kapan mereka semakin dekat?” tanya Sehun pada dirinya sendiri.

Ia tetap berjalan lurus, melewati beberapa murid yang menatap wajah kerasnya di koridor tanpa berani menegur pria tampan tersebut. Langkahnya berhenti saat melihat eommanya baru saja keluar dari ruangan ballet, dan melambai manis ke arahnya.

“Eomma sedang apa di sini?” Tanya Sehun menatap eommanya galak

“Aigo, kau ini.kenapa tidak memberi salam terlebih dahulu. Memangnya eomma mengajarimu jadi anak kurang ajar” Ucap Tiffany mengoceh di tengah-tengah koridor, membuat Sehun terlihat kesal lalu menarik wanita cantik itu hingga ke parkiran mobil.

“Yak Oh Sehun”

Tiffany melotot galak ke arah Sehun yang menaruh tangannya di pinggang. Siap-siap mengomeli eommanya.

“Apa yang eomma lakukan? Memanipulasi lagi nilaiku eoh? Aku su- aww”

Tiffany memukuli Sehun yang kesakitan di depan mobilnya, ia tak segan memukul anak semata wayangnya itu dengan tas mahal nya. Beberapa murid yang berkeliaran menjadikan mereka tontonan gratis.

“Yak eomma appo!”

“Jangan berteriak padaku Oh Sehun” Ucap Tiffany memperingati, lalu memukul tubuh anaknya itu lagi

“Kau itu terlalu sering bergaul dengan anak haram itu, jadi kurang ajar seperti ini”

“Eomma!”

Kini Sehun berteriak keras sekali, sampai-sampai beberapa murid yang berada di taman menatap horor padanya. Baekhyun pun terkejut saat Jongdae berhenti tiba tiba di koridor saat mendengar ucapan tiffany, dan menatap Tiffany kesal.

“Jongdae?” Tanya Baekhyun takut-takut, ia tak pernah melihat Jongdae semengerikan ini sebelumnya.

Jongdae hanya diam menatap Baekhyun, lalu melanjutkan jalannya sebelum melirik sebentar ke arah Jongin yang diam di tempatnya bersama Ririn yang masih asik menonton perkelahian antara anak-eomma tersebut.

 

-_-

 

“Ayo antarkan aku ke toko pakaian, pakaian ku sudah habis kotor semua di rumah Jessica songsaenim” Ajak Baekhyun bersemangat, sedangkan Jongdae hanya diam lalu menggelengkan kepalanya.

“Wae?” Tanya pria imut mempoutkan bibirnya di hadapan Jongdae yang bahkan tak meliriknya sama sekali.

“Maaf Baekhyun, Minseok ahjusshi meminta bantuan ku sore ini” Ucap Jongdae, dengan langkah terburu-buru

“Bantuan apa?”

Baekhyun mengikuti Jongdae hingga mereka berada di luar pintu kelas. Jongdae mengehal nafas sebentar, menatap dengan tatapan maaf satu-satunya sahabatnya itu.

“Membantu seorang temannya. Aku harus pergi, kau bisa pergi bersama Chanyeol atau Kris. Ok, aku duluan”

Baekhyun mendengus kesal, lalu menatap Kris yang hanya diam menatap layar handphone nya dan Chanyeol yang asik berbincang dengan Yongri dan Tao mengenai penampilan dance tradisional yang akan nanti mereka tampilkan di putaran seleksi pertama.

“Jadi nanti kami akan mengkolaborasikan kungfu dengan tarian china, ini pasti sangat keren” Ucap Yongri antusias, sedang Chanyeol berbinar-binar mendengar penuturan mereka.

“Baekhyun, kemana jongdae?”

Baekhyun yang hendak menghampiri Chanyeol berhenti sebentar lalu menggidikkan bahu. Gadis yang memanggilnya menatapnya dengan kerutan di dahinya.

“Tak tahu, dia bilang minseok ahjusshi membutuhkannya, waeyo?”

“Ani”

Hara menyampirkan tas nya lalu pergi begitu saja. Sehun yang sejak tadi menunggunya keluar tersenyum dan mengikuti gadis berambut panjang tersebut. Ini jarang terjadi, biasanya Jongdae akan pulang bersama, bukankah ini kesempatan bagus baginya.

“Hara yah`!” Panggil Sehun dengan suara menggema, membuat beberapa murid wanita menatap Hara tak suka.

“Ada apa?” Tanya Hara membuat jarak di antara dia dan Sehun.

“Kau pulang sendirikan? Jongdae sudah pergi. Ayo pulang dengan ku” Ajak Sehun mendekati gadis yang malah menjauhinya, membuat langkah Sehun berhenti. Ia menatap kecewa ke arah Hara yang lebih asik menatap lantai yang ia pijak.

“Aku pulang sendiri, mulai saat ini. menjauhlah dari ku” Hara langsung berjalan cepat menjauhi Sehun yang hanya diam terpaku di tempatnya.

Hatinya sakit, tentu saja. Hara tak pernah seperti ini padanya, walaupun selalu menolaknya Hara pasti masih menampilkan wajah dinginnya, tapi tadi, menatapnya saja Hara tidak ingin. Sehun terdiam menatap punggung Hara yang hilang dari kerumunan murid.

“Jackpot”

Mata Sehun melebar kesal saat tahu siapa yang membisikkan kata itu membuatnya terkejut sekaligus kesal dalam waktu yang bersamaan. Senyuman mengejek mengembang di wajah gadis menyebalkan itu membuat emosi Sehun makin memanas di buatnya.

“Aku yakin Hara memang membencimu Oh Sehun, jangan kejar dia lagi. Kasihan” Ririn memamerkan wajah kasihannya di hadapan Sehun yang terlihat sangat kesal.

“Tak ada urusannya dengan mu” Ucap Sehun, menabrak sedikit pundak Ririn yang tertawa keras di koridor kelas. Ia sangat puas melihat wajah tampan itu memerah menahan kesal karenanya.

Hatinya senang sekali telah membalas dendam ke Sehun, tapi ini belum seberapa. Seorang Oh Sehun harus menerima yang sebanding dengan apa yang ia terima.

“Rin apa yang kau lakukan di sini?” Tanya Yongri melihat sahabatnya tertawa seperti orang gila di depan kelasnnya.

“Anio anio.” Ucap Ririn, lalu mendekati Yongri yang keluar kelas bersama Tao dan Lami.

“Hari ini aku dan Jongin ingin membuat pesta keluarnya Luhan dari rumah sakit, kau ingin ikut?” Tanya Ririn menatap Yongri yang langsung mengangguk senang, lalu menatap kedua sahabatnya.

“Tao , Lami , mereka boleh ikutkan?” Tanya Yongri, yang langsung di iyakan oleh Ririn,

“Ahh tentu saja, kalian kan temannya juga, kajja. Jongin sedang membeli peralatan pesta, kita harus memesan makanan “

Mereka lalu meninggalkan koridor kelas dengan sinda gurau, membuat seorang pria yang baru keluar kelas itu menatapnya sendu. Baekhyun dengan langkah lemas berjalan menuju parkiran dan pergi seorang diri ke toko pakaian, karena Chanyeol dan Kris harus latihan Rapping siang ini dengan Eunhyuk songsaenim.

 

(^^)

 

 

~Flash Back~

 

 

Gadis dengan pakaian ballet berlatih sendirian di tempat ruang latihan sekolah, ia tak menghiraukan hiruk pikuk yang terjadi di luar ruangan ini, di fikirannya hanyalah ia harus berlatih dan tampil sempurna untuk lolos di putaran seleksi pertama, dan membuat semuanya bangga memilikinya.

Tariannya berhenti saat melihat siluet wanita cantik dengan kaca mata coklat di belakangnya. Pakaian modis dan bermerek menutupi tubuh langsingnya, apalagi saat tangan lentiknya membuka kaca matanya, dan memperlihatkan eyesmile nya yang menggoda. Membuat Hara membungkuk hormat di hadapan Tiffany.

“Ternyata memang benar, tarianmu sangat indah” Ucap Tiffany bertepuk tangan heboh sendiri, membuat Hara membungkuk kembali berterimaksih.

“Terimakasih Ahjumma”

“Ahjumma? Hahaha..”

Hara menatap Tiffany tertawa renyah di hadapannya, lalu tersenyum manis. Ia mendekati gadis dingin itu lalu merangkul nya bersahabat

“Hara, sebentar lagi aku akan menjadi eommamu, janganlah terlalu gugup seperti ini” Tiffany memajukan dirinya dan mengelus rambut panjang Hara yang panjang, lalu tersenyum kembali.

“Aku akan mempublikasikan hubunganku dengan ayahmu, dan mungkin pernikahan kita akan di laksanakan sebentar lagi”

Hara menatap Tiffany yang berjalan melihat lihat ruang latihan. Ekor matanya memang menatap siluet wanita cantik itu, tapi fikirannya langsung tertuju pada seseorang yang sangat ia rindukan keberadaanya.

“Sampai saat ini, aku belum mengatakannya kepada Sehun. Kau tahukan wataknya sangat keras sama sepertiku, dan ku dengar ia baik padamu, mungkin kau bisa berbicara dengannya sebelum aku mengumumkan semua ini”

Hara tertunduk, seperti hantaman keras terjadi pada dirinya. Ia tahu ini akan terjadi, 2 tahun membungkam hubungan ayahnya dengan wanita cantik ini, dan sekarang ia sendiri yang harus memberitahu satu-satunya orang yang ia tak ingin tahu masalah ini. Ia menghindari Sehun selama ini karena inilah sebabnya. Ia dan Sehun akan menjadi keluarga suatu saat nanti.

Hara memang harus menghindari Sehun, ia tahu kebahagiaan ayah adalah nomor satu baginya. Ayahnya yang sudah membesarkannya sendiri, dan bisa menjadi sekretaris pribadi Tiffany ini selalu memperhatikannya, dan selalu menomorsatukannya. Mana mungkin ia dapat membuat orang tua itu sedih karena penolakannya.

“Hara” Tiffany menepuk pucuk kepala gadis dingin itu lembut, Hara menengok lalu mengangguk.

“Nde.. eom.. eomma, aku akan melakukannya”

Tiffany lalu tersenyum dan pergi begitu saja, meninggalkan Hara yang terjatuh terduduk dan menatap dirinya yang menangis di rungan ballet sendirian.

 

Flash Back Off

 

“Eomma” Panggil Hara lirih, menatap wanita cantik dengan kulit pucat mirip sepertinya terdiam membelakanginya menatap jendela. Hara hanya bisa menggapai kaca yang menjadikan pemisah di antara mereka.

“Eomma aku datang sendiri, Jongdae… ada urusan” Ucap nya lirih, merasakan bagaimana rasanya tersendiriannya saat ini. biasanya Jongdae akan menemaninya di sisinya saat akan bertemu wanita yang sangat ia rindukan ini.

“Hari ini, Tiffany ahjumma datang lagi dan ia bilang akan menikah dengan appa… dan aku harus memberitahu Sehun, bagaimana ini? bagaimana kalau ia membenciku? Aku tak mau itu terjadi…”

Pipi putih pucat Hara basah karena air matanya, ia menghapusnya asal dengan lengan baju dan menatap kembali wanita yang masih enggan bergerak dari tempatnya.

“Waktu anda sudah habis noona” Seorang suster mendekati Hara yang masih saja menatap wanita itu, lalu mengangguk.

Ia melangkah lesu keluar dari lorong rumah sakit dengan perawatan penyakit jiwa tersebut, langkahnya berhenti melihat Jongdae yang baru saja masuk ke koridor lain melewatinya begitu saja. Ia ingin memanggil pria itu tapi handphone nya berbunyi dan dengan malas ia mengambil handphone tersebut.

Hara melenguh sebentar lalu menengok ke belakang, tapi ia tak mendapatkan apa-apa. Sepertinya Jongdae membelok di beberapa koridor yang ia lihat. Lalu ia melangkahkan kakinya menuju parkiran.

 

-_-

 

“Ghamsahapnida” Luhan membungkuk ramah ke suster yang sudah membantunya membereskan beberapa pakaiannya. Di rawat selama beberapa hari, harus membuat Luhan membawa sebagian kebutuhannya di rumah sakit. Ia tahu kalau Xiumin atau Jongin tak dapat kemari. Xiumin ada rapat bersama pemegang saham SM untuk acara seleksi pertama ujian akhir Kirin yang akan di tayangkan Live di TV sedangkan Jongin, sahabat barunya itu bilang akan berlatih bersama Ririn.

Ia lalu mengangkat tas nya untu di bawa, tapi seseorang membuatnya berhenti dan membungkuk kaku di depan pria yang sama sama terlihat kikuk.

“Ahjusshi menyuruhku untuk mengantarmu pulang” Ucap Jongdae, tersenyum kikuk, lalu membawa tas yang sudah di jinjing Luhan.

“Terimakasih”

Tak ada suara di antara mereka, hanya kayu yang menjadi tahanan Luhan saat berjalan. Karena cidera pahanya cukup parah dokter menyarankan Luhan untuk menggunakan alat bantu untuk berjalan.

“Maaf, telah merepotkanmu” Ucap Luhan, setelah mereka sudah duduk lama di mobil yang membawa mereka ke apartemen sederhana Luhan.

“Tidak apa apa” Jawab Jongdae seadanya, ia menatap lurus kedepan

Luhan menengok ke arah Jongdae yang masih memasang wajah dinginnya. Ia sangat mengenal Jongdae, walaupun selama 3 tahun mereka seperti orang yang tak saling kenal, tapi Luhan tahu jongdae. Luhan menghela nafas panjang lalu membuka suara.

“Maafkan aku, aku tak bermaksud meninggalkanmu atau melupakannmu dengan xiumin ahjusshi”

Jongdae menatap Luhan yang menatap jalan lurus.

“Aku yakin kau pasti berfikir aku adalah orang yang tak tahu terimakasih, saat itu aku ingin sekali bermain lagi denganmu, tinggal bersama Xiumin ahjushhi, tapi karena schedule yang sangat padat orang tuaku melarang”

“saat mengetahui kalian kembali ke Korea aku sangat kesal, aku tak ingin bernyanyi, aku tak ingin menari.. dan kejadian itu berlangsung sangat cepat”

 

Flash Back

 

Anak berumur 15 tahun itu merengut kesal di jok penumpang, membuat kedua orang dewasa yang melihatnya kesal. Mereka baru saja menyelesaikan wawancara live yang di bintangi artis cilik yang sedang naik daun ini Xi Luhan, tapi karena mood anak itu sedang tak baik, acara live tersebut hancur. Membuat produser memarahi manajer artis tersebut, tak lain adalah orang tuannya.

“Luhan apa yang kau lakukan tadi huh? Kau ini artis, kau harus profesional” Omel pria dewasa yang sedang menyetir itu, menatap wajah Luhan dari kaca spion depannya.

“Papa Mama jahat! Kalian tidak memberitahuku Chen dan Xiumin ahjusshi kembali ke Korea, setidaknya aku harus minta maaf ke Chen karena tak pernah bermain dengannya” Cicit Luhan di jok belakang

“Luhan, mama yakin Chen mengerti dengan apa yang terjadi dengan mu saat ini, kau ini artis yang memiliki banyak kegiatan”

“Aku tak mau menjadi artis kalau pada akhirnya aku di jauhi sahabatku, mama Chen menjauhiku di sekolah sejak aku menjadi artis” Teriak Luhan kesal, mengingat ingat bagaimana dinginnya Chen dengannya selama 1 tahun belakangan ini.

“Luhan kau harus profesional, ini adalah jalan yang kau pilih” Teriak pria dewasa tersebut tanpa menghiraukan lampu merah yang menyala dan semuanya gelap.

Suara dentuman keras pun memecahkan keheningan yang ada, dan suara ledakan menggema di kuping Luhan, hanya saja anak remaja itu belum dapat membuka matanya. Yang ia rasakan hanya kak kirinya yang mati rasa karena terbentur keras dengan plang lampu merah yang ada.

Pria kecil yang duduk di belakang jok tanpa menggunakan pengaman itu terlempar keluar dari mobil yang sudah terbakar beberapa meter di hadapannya. Sirine mobil menghiasi pendengarannya, matanya yang lemah membuka perlahan dan ia melihat orang orang ramai dan orang orang dengan pakaian putih menutupi pemandangannya dari mobil terbakar tersebut.

 

Flash Back off

 

Jongdae menatap wajah sendu Luhan, ia tahu bagaimana kalutnya Luhan saat ini. sebenernya saat pertama kali ia melihat Luhan kembali di sekolah Kirin, ia ingin sekali menegurnya, tetapi ia pun takut Luhan akan menjauhinya karena ia menjauhi Luhan terlebih dahulu.

“Para dokter berkata aku tak bisa menari lagi, pahaku sudah remuk, aku melakukan operasi lebih dari 10 kali dalam setahun. Aku selalu keluar masuk rumah sakit, saat itu aku sangat membutuhkan Xiumin ahjusshi yang selalu membuatku tertawa dengan wajah bakpao nya atau dirimu yang selalu menjagaku”

“Luhan.. mian.. mianhae..”

Jongdae mengelus punggung Luhan yang sudah naik turun, memberikan kekuatan kepada sahabat kecilnya ini. di balik kemudi, seorang pria menatapnya tersenyum. Melihat kedua sahabat ini kembali menjadi sahabat kembali

 

-_-

 

Tin Tong

Suara bel membuat ke 5 kepala yang di taruh ke meja tersebut terangkat secara bersamaan. Mereka saling tatap lalu menyuruh satu sama lain untuk membuka pintu tersebut.

“Jangan bilang itu pengantar ayam dari restoran mu Yongri” Ucap Jongin yang sudah kesal, mereka sudah menunggu sejak 2 jam lalu tadi, tapi Luhan belum saja menampakkan wajah nya hanya beberapa tukang antar makanan dan satpam apartemen yang datang.

Jongin membuka pintu apartemen Luhan, di ikutin dengan yang lain di belakang. Saat tubuh Luhan terlihat mereka meniup terompet dan menyemprotkan manik manik di wajah Luhan yang terkejut melihat ada beberapa orang di apartemennya.

“Welkam to home Xi Luhan” Teriak mereka bersamaan

Bibir Luhan mengembang membentuk senyuman, begitu pula yang laiinya. Tapi senyuman Jongin berhenti saat melihat siapa yang berada di belakang Luhan. Jongdae membungkuk sebentar di hadapan ke 5 orang yang menatapnya diam.

“Aku harus pergi” Ucap Jongdae pergi begitu saja memberikan tas Luhan ke Jongin yang paling dekat dengannya.

“Jongdae, makanlah dulu Yongri banyak membawa ayam goreng” Ajak Lami menatap Jongdae yang hanya tersenyum menolaknya, lalu pamit dari hadapan mereka.

Dia lalu pergi begitu saja, meninggalkan Jongin yang masih menatap punggung Jongdae yang hilang di balik lift.

 

“Aku tak tahu kau dekat dengan Jongdae?” Ucap Yongri saat mereka semua sudah di depan meja makan.

“Kami berteman” Kata Luhan, lalu terpana melihat banyak ayam goreng di meja makan kecilnya.

“Yak Jongin, berdoalah dulu sebelum makan” Omel Tao menepuk tangan Jongin, Jongin hanya melotot kesal kearahnya.

“Aku tak tahu orang sepertimu berdoa juga sebelum makan” ejek Jongin membuat Tao menyikutnya kembali

Luhan lalu melerai pertengakaran antara kedua pria itu lalu memimpin berdoa sebelum mereka makan, setelahnya dengan sigap Jongin langsung mengambil ayam goreng yang ada di depannya.

“Apakah aku ulang tahun hari ini?”

Semuanya menatap Luhan bingung, begitu pula Jongin yang asik dengan ayam goreng yang sudah di depan mulutnya.

“Ini pesta kepulangan mu dari rumah sakit Luhan” Kata Ririn malas, Luhan itu polos ok.

“Untuk apa?” Tanya nya lagi, Lami yang melihat Ririn sudah menggulung seragamnya langsung menjawab pertanyaan Luhan.

“Hanya pesta, kami senang kau sudah pulang dari rumah sakit, ya begitulah” Ucap Lami, menatap Ririn yang sudah ingin menjitak Luhan.

 

(^^)

 

Suara jam beker menghiasi kamar bernuansa klasik tersebut, membuat si pemiliknya dengan asal memlemparnya entah kemana.

“Aw.. yak Jung Ririn!” Teriak Yongri kesal, sembari menggosok kepala nya dengan handuk yang ada di tanganya, ia baru saja mandi langsung mendapatkan lemparan gratis.

Di bangku rias Lami tertawa, gadis manis jepang itu lalu mendekati Ririn yang masih bergelut dengan guling di kasur empuknya.

“Rin ah~ kau bilang hari ini kau ada latihan bersama Jongin dan Luhan, bangunlah” Ucap Lami lembut, dan tak ada pergerakkan sama sekali yang terjadi pada diri Ririn.

“Sepertinya bukan begitu cara membangunkan putri tidur kita” Ucap Yongri menyeringai, lalu mengambil jam weker yang tadi di lemparkan oleh Ririn.

Ia mengatur ulang kembali jam weker itu, lalu menaruhnya tepat di telinga Ririn. Di samping Yongri, Lami takut-takut menatap kelakukan sahabat ini, ia takut kalau Ririn bangun dan langsung memarahi mereka. mereka harus tahu kalau ini rumah Jung Ririn.

“YAK KEBAKARAN.. KWON AHJUSSHI KEBAKARAN!!!!” teriak Ririn yang langsung berdiri dari kasurnya, dan terdiam begitu saja melihat kedua sahabatnya menertawakannya.

Ririn lalu mengacak pinggang dan memplototi mereka, Lami lalu terdiam di ikuti Yongri yang tersenyum bodoh.

“Kau ingin membunuhku eoh?” Teriak Ririn, langsung melompat dan memukul Yongri dengan bantalnya.

“Yak yak yak! Jung Ririn dengarkan aku. Ini sudah pukul 7, bukankah kau ada janji dengan Jongin dan Luhan?” Tanya Yongri, mencoba menghindar dari pukulan Ririn.

Berhasil. Ririn berhenti lalu memikirkan sesuatu, ia menggaruk rambut panjangnya yang acak-acakan dengan bodohnya di hadapan kedua sahabatnya itu.

“Kau ada latihan vocal pagi ini dengan Luhan dan Jongin, kau lupa?” Tanya Lami, suara manisnya membuat Ririn mendapat pencerahan, ia lalu berlari begitu saja ke dalam kamar mandinya.

 

Hyeoyon memandang jengah ke arah Lami dan Yongri yang baru bergabung sarapan bersama mereka. di sebrangnya terlihat Chanyeol bertingkah konyol dengan telur setengah matang yang baru saja di sajikannya.

“Yak Park Chanyeol, jangan kau mainkan makanan” Teriak Luna, memandang Chanyeol yang masih asik memainkkan telur mata sapi itu.

“Ku dengan Ririn berteriak, ada apa?” Tanya Tao, yang hanya di balas cekikikan oleh ke dua gadis yang ada di sampingnya.

“Bukankah ini acara live, dan kita harus tidur masing-masing di kamar yang sudah di siapkan, bila kau tidak ada di kamar, bukankah jessica songsaenim akan memarahi kalian” Ucap Hyeohyon membuat ruang makan menjadi tegang.

Yongri menatap malas ke wajah angkuhnya lalu mengambil telur dan memakannya.

“memang tidak adil, walaupun kalian berteman sebaiknya salah satu dari kita tak mendapatkan keistimewaan dari tuan rumah” Ucap Sehun, yang kini memandang ke 3 orang yang duduk paling pojok kanan.

“Maaf, kami tidak akan tidur di kamar Ririn lagi” Ucap Lami, membuat Hyeohyon mengangguk mantap.

“Lagi pula kalau Jessica sunbaenim tahu kalian berada di lantai dua, bukankah itu pelanggaran?” Kini Chanyeol yang buka suara, memandang ke 3 orang yang mendapat intimidasi saat ini.

“Kalau kalian tidak bilang, Jessica sunbaenim tidak akan tahu. Makanlah , ini masalah kecil, sebentar lagi kita akan on air” Jongdae memandang satu persatu teman-teman segroupnya dan terhenti ke Hara yang hanya diam sedari tadi .

 

-_-

 

Ke 2 murid itu hanya diam menatap pengajar yang baru saja datang di hadapannya. Mereka menyewa studio musik dekat sekolah untuk latihan vocal kali ini. Lay yang datang dengan wajah datar menatap ke 2 murid yang juga memandangnya datar.

“Kalian akan berlatih tidak?” Tanya Lay, melipat tangannya di dada

“Lay songsaenim baik dalam rapper maupun vocal, ia juga baik dalam bermain musik dan menciptakan lagu” Jelas Luhan, menatap ke dua teman segroupnya yang masih mempertanyakan keberadaan songsaenim yang cukup di segani ini

“Kau juga bisa berdansa?” Tanya Jongin, dia menyeriangai, saat melihat Lay membuka jas nya.

Lay hanya mengangguk lalu menyuruh Luhan untuk memainkan sebuah lagu dengan piano yang ada di pinggir ruangan. Setelah menemukan nada yang pas, ia meliuk asik, membuat Jongin dan Ririn terkejut melihatnya, dengan gerakan santai ia mengajak Jongin beatle yang langsung di sambut semangat oleh pria tan itu.

“Daebak, aku tak tahu songsaenim bisa menari juga, kau sungguh hebat” Ucap Ririn heboh bertepuk tangan di ikuti Luhan di balik pianonya.

“Pengenalan telah usai, aku di perintahkan Lee songsaenim untuk mengajarkan kalian. Ini sudah H-3 dan para guru vocal dan rapper pasti sudah di booking oleh para group lain, jadi aku yang akan mengajari kalian”

Lalu Lay menyuruh mereka mendemostrasikan lagu yang telah di beri Taemin sebelumnya, dia menikmati suara ke 3 murid nya ini. Hanya saja kerutan di wajahnya bertambah saat mendengar suara Luhan yang sedikit melenceng. Membuat dia menatap Luhan.

“Maaf, aku belum hapal” Ucap Luhan, membungkuk di hadapan Lay.

“Apakah kau tak bisa bernyanyi Rin?”

Ririn melotot galak, tak bisa bernyanyi? Ia bisa, tadikan ia baru saja menyanyi, walaupun hanya rapping.

“Maksudku, kau bisa menjadi vocalist wanita di sini, terdengar janggal bila hanya Luhan yang menjadi vocal, apalagi ku dengar ia terlalu keteteran saat terdapat harmonisasi nada ini. Kau dapat membantunya”

Dengan ragu Ririn mengiyakan apa yang di minta Lay. Dia dengan cermat mendengarkan semua komentar pedas yang di lontarkan songsaenim berdimple itu. Berulang kali, ia harus berlatih sendiri atau di ajari Luhan bagaimana caranya. Ia memang pernah masuk kelas vocal, tapi ia tak pernah membayangkan akan menjadi vocalist nantinya.

“Aku bangga pada kalian, ku kira Taemin memilih kalian karena kalian dapat menari, tapi kalian juga baik pada vocal. Dan Kau Ririn, belajarlah lagi” Lay lalu pergi dari hadapan mereka.

Ririn langsung merosot, dan meminum minuman nya yang sudah habis. Di sampingnya Luhan memberikan minumannya padanya.

“Sangat melelahkan, lebih melelahkan dari pada berdansa” Komentar Ririn saat menghabiskan minuman Luhan juga.

“Aku harus pergi, ada pekerjaan” Ucap Jongin, langsung berdiri di hadapan ke dua orang yang masih terduduk

“Bukankah kau sudah tak kerja paruh waktu lagi?” Tanya Ririn, ikut berdiri di hadapan Jongin

“Sudah tidak, tapi Ahjusshi tempat aku bekerja butuh pelayan. Karena sekarang hari libur jadi beberapa pelayannya berlibur” Ucap Jongin, hendak pergi.

“Tunggu, aku ikut” Ucapan Luhan membuat Ririn dan Jongin menatapnya

“Yak Luhan, kau baru saja sembuh. Menjadi pelayan itu bukan hanya diam saja, kau harus membawa makanan ke meja meja” Ucap Jongin, menatap wajah kecil Luhan yang kecewa.

“Ayolah Jongin, anggap saja ini ucapan terimakasih ku karena kau membawaku kerumah sakit waktu itu, ku mohon”

Jongin pun tak bisa berkata tidak saat Luhan menangkup kedua tangannya di wajahnya, begitu pula Ririn yang mengangguk mantap ingin ikut membantu.

 

-_-

Pria botak dengan badan gemuk itu berterimakasih kepada 3 orang remaja yang kini ada di hadapannya. Jongin dengan malas berkata kalau mereka sahabatnya, dan mengatakan mereka akan bekerja secara cuma-cuma. Sebelum pemilik restoran mengenali Ririn, Jongin langsung menarik kedua sahabatnya itu ke ruang ganti pelayan, untuk menggunakan seragam.

“dari dulu aku ingin sekali bekerja paruh waktu, tapi eomma tak pernah memperbolehkannya” Ucap Ririn memandang pantulah tubuhnya di cermin, menampakan tubuhnya yang bagus dengan seragam pelayan berwarna hitam itu, dan topi imut di kepalanya.

Di sampingnya Jongin menatapnya malas, lalu menatap Luhan yang juga terlihat senang dengan seragamnya.

“Selamat bersenang-senang” Ucap Jongin, sebelum dia keluar terlebih dahulu.

Ia menatap ke sekeliling ruangan, ternyata ada pesta di sini, pantas ahjusshi membutuhkannya. Ia lalu menghampiri satu meja yang memanggilnya.

“Pesanan anda?” Tanya Jongin sopan

“Oh bukankah kau Kim Jongin?”

Jongin terdiam, begitu pula semua para tamu yang tadinya berbisik terdiam. Jeomyun yang sedang asik berbicara pun menatap asiknya itu yang masih membungkuk ramah ke arah ahjusshi yang menatapnya ingin tahu.

“Apa yang Kai lakukan?” Tanya Minseok yang duduk di samping Joonmyeon. Pria angelic itu hanya menggeleng lemah.

“Maaf anda salah orang” Tanya Jongin, tetap dengan profesionalitasnya sebagai pelayan.

“Mana mungkin aku salah, wajahmu berada di headline koran korea seminggu ini. Ya kan? Dia Kim Jongin? Hei Suho.. Dia adikmu kan?” Tanya Ahjusshi itu lagi membuat Jongin menunduk enggan melihat wajah Suho yang malah tersenyum membalas tatapan ingin tahu para tamu.

“Maaf tuan, anda tidak boleh melakukan seperti itu ke pelayan kami” Ucap salah seorang pelayan senior lalu menyuruh Jongin pergi. Jongin pun membungkuk dan segera pergi ke belakang.

Sepertinya pesta ini milik beberapa saham SM, dengan cepat Jongin mencari Ririn sebelum gadis itu bertemu Jessica atau siapapun yang mengenalnya. Ia bertanya ke semua pelayan yang sibuk dengan pesanan, dan jawaban mereka sama, tidak ada. Wajah khawatirnya langsung cerah saat melihat Luhan masuk ke ruang pelayan.

“Dimana Ririn?” Tanya Jongin, langsung membuat senyum Luhan hilang

“Aku tak tahu, kami berpisah saat seorang ahjusshi menyuruhku membawa pesanan, wae?”

“Gawat, ini pesta saham SM , bila Jessica melihat Ririn, ini akan gawat”

 

-_-

 

“Sepertinya aku mengenal anda”

Ririn menggigit bibirnya, walaupun sudah membuka kaca mata dan menggerai rambutnya yang panjang hingga menutupi wajah, Tiffany, wanita cantik yang paling ia segani ini mengenalinya.

Ririn hanya membungkuk memohon diri hendak pegi. Tapi dengan sigap Tiffany menahan lengannya.

“Tiffany apa yang kau lakukan?” Tanya Sooyong, sahabatnya yang heran melihat tingkah lakunya.

“Ternyata benar, kau Jung Ririn” Tiffany sengaja mengeraskan suaranya, membuat Jessica yang sedang membimbing ke 10 besar untuk wawancara itu menengok begitu pula ke 10 besar yang menatapnya.

“Sepertinya Jessica Kurang memperhatikanmu, dia bahkan tak tahu apa yang di lakukan anaknya di luar rumah, menjadi pelayan” Ucap Tiffany dengan senyuman mengejek.

“Aku tak tahu Jessica membiarkanmu menjadi pelayan dan… Bergaul dengan kalangan.. Kau taulah” Ucap Tiffany mendelik ke arah Jongin dan Luhan yang ingin menyusul Ririn. Jongin menggertakan giginya berjalan lurus, tapi Luhan menahannya. Luhan menggelengkan kepalanya, karena bila Jongin ikut campur semua ini akan semakin rumit.

Sehun pun hendak menghentikan tingkah laku eommanya, ia benar-benar tak tahu apa yang eommanya lakukan saat ini. Apalagi saat melihat wajah bingung Jessica saat melihat anaknya itu menggunakan seragam pelayan di pesta besar ini.

“Maaf Nyonya, ibuku selalu memperhatikanku dan mengajariku untuk bergaul dengan siapa saja, tak perlu kalangan atas atau bawah, yang penting ia memiliki hati yang kaya bukan hanya hartanya yang kaya ”

“Dan eommaku mengajariku untuk berteman dengan orang yang tak hanya memikirkan kalangan saja ” Ucap Soojung, melepaskan tangan Tiffany dari lengan adiknya.

“Kami hanya membantu teman, lagi pula jadi pelayan bukan hal yang buruk” Kini Luhan membuka suara membuat para tamu menatapnya dengan Jongin yang menatapnya dari samping.

Para tamu berbisik bisik, menatap wajah cantik Tiffany yang memerah, lalu menatap ke 3 remaja yang menjadi pelayan tersebut. Soojung menarik Ririn dan menyuruh adiknya itu duduk di sampingnya begitu pula Jongin yang hanya menatap Suho lalu berbalik ke ruang pelayan di ikuti Luhan.

“Ghamsahapnida”

Gadis berambut merah itu menengok ke arah Ririn yang hanya tertunduk, ia tersenyum lalu menepuk kepala adiknya itu sayang.

“Tidak perlu. Maafkan aku tak pernah memperhatikanmu, mulai saat ini aku akan memperhatikanmu”

Ririn tersenyum menatap wajah dingin eonninya yang tersenyum itu. Dari jauh Jessica tersenyum lembut, ingin sekali memeluk kedua putri nya itu, tapi wawancara yang hendak di mulai membuatnya harus mengurungkan niatnya.

 

TBC

8 thoughts on “S.I.X part 7

  1. indahtentiana berkata:

    Eiiuyuhhh . Tiffany pingin tak bogem aja . Suka sama adegan terakhir . Kirain jessica bakalan marah2 ato gimana . Ternyata malah seneng . Soojung juga . Wkwkwk . Prtamanya bingung soojung itu siapa . Salah ketik kah ? Wkwkwk tapi aku baru inget . Soojung kan kakaknya ririn . Good job ^^

  2. Sania berkata:

    Aku udah lama nunggu ff ini dah akhirnya dilanjut juga,

    makin seru ceritanya thor, jongin sama jongdae kapan akurnya?? Makin penasaran aja, jangan lama-lama updatenya ya? Semangat

  3. Sania berkata:

    Aku udah lama nunggu ff ini dah akhirnya dilanjut juga,

    makin seru ceritanya thor, jongin sama jongdae kapan akurnya?? Makin penasaran aAku udah lama nunggu ff ini dah akhirnya dilanjut juga,

    makin seru ceritanya thor, jongin sama jongdae kapan akurnya?? Makin penasaran aja, jangan lama-lama updatenya ya? Semangat

  4. kyuRiani18 berkata:

    Akhirnya stelah sekian lama menunggu ff ini d lanjut jg, tengkyu yaa authornim jd gak pnasaran lg..ending d part ini aq suka banget..trnyata jessica gak marah sm ririn malah kakaknya si krystal ikut bantuin ririn..tiffany pst malu banget hahahaa..next partnya semoga gak lama ya authornim..fighting.

  5. tisyaaa berkata:

    akhirnyaaa yg ditunggu tunggu ada laagi. Kiraain bakal berenti di part 6 thor syukurlah diterusin jg akhirnyaa.
    part selanjutnya tambah momen sehun ririn nya yaaa
    ditunggu kelanjutanya thor jangan lama lama kalo bisaa🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s