Crazy Without You Part 2

Crazy Without You

Tittle     : Crazy Without You

Author   : Ohmija

Cast  : Donghae SJ, Yoona SNSD, Sehun EXO

Support Cast    : The Rest members SUJU, SNSD, EXO

Genre : Romance, Family, Friendship, Comedy

Summary    : “Hyung, kau tau? Aku sangat membenci wanita itu. Dia pikir dia siapa? Apa dia tidak memiliki televisi di rumah? Dia bahkan tidak mengetahui siapa aku. Dia menyebalkan sekali.”

Yoona menggigit bibir bawahnya kesal saat ia mencoba berdiri seorang diri sambil memegang sepatunya yang rusak. Dia melotot lebar-lebar kearah seorang pria yang tanpa sengaja telah menabraknya dengan keras tadi.

“Apa kau tidak melihat jika didepanmu ada seseorang yang sedang berjalan, hah?!”bentaknya galak.

Pria yang ternyata Donghae itu mengerjap beberapa kali, mulutnya sudah terbuka namun dia tidak bisa bicara apapun. Member yang lain telah naik ke lantai dua lebih dulu, meninggalkannya tanpa mengetahui jika Donghae sedang mengalami masalah di bawah. Yoona terlalu galak untuk dihadapi seorang diri.

“Maaf, nona. Aku tidak sengaja. Aku sedang terburu-buru dan—“

“Apa kau mau aku melaporkanmu pada satpam karena kau sudah masuk seenaknya ke tempat ini?” Donghae mengerjapkan matanya semakin bingung. “Siapa kau? Apa yang kau lakukan disini? Kau pasti seorang sesaeng fans, kan?”

Donghae terkejut bukan main mendengarnya, “Hah?”

“Katakan saja. Penampilanmu tidak memperlihatkan kau seorang artis atau staff disini. Siapa kau?!”

Donghae menarik napas panjang, mencoba menahan-nahan kesabarannya. Siapa wanita ini? Tiba-tiba marah dan menuduhnya macam-macam. Pagi ini, dia memang hanya memakai kaus hitam dan celana setengah betis. Dia tidak memakai sepatu karena sepatunya tertinggal di loker ruang latihan. Memakai sandal dan penampilan acak tidak mencerminkan jika kau adalah seorang sesaeng, kan? Lagipula, apa dia tidak pernah menonton televisi sebelumnya? Seluruh dunia juga tau siapa Lee Donghae itu.

“Dengar nona, kau tau kan jika masuk ke tempat ini membutuhkan ID Card? Jika aku adalah sesaeng fans, aku tidak akan memilikinya dan aku tidak akan bisa masuk.”ucap Donghae jelas dan tegas.

“Kau bisa saja menyamar, kan? Aku tidak pernah melihatmu disini, jadi kau pasti orang asing.”

Donghae menggertakkan giginya semakin kesal, “Sebaiknya kau mencari tahu sebelum berkata seperti itu padaku. Kau bisa menyesal nantinya.”

“Menyesal?” Yoona tertawa mendengus. “Cih, jangan mengancamku. Aku bahkan mengenal tuan Lee Sooman dan Kim Youngmin dengan baik. Kami sering minum kopi bersama, jadi jangan coba-coba mengancamku!”

Ucapan bualan Yoona membuat Donghae berkecap lalu geleng-geleng kepala. Ia memperhatikan penampilan Yoona dari atas kepala hingga ujung kaki. Dia tidak pernah melihat wanita ini disini, bagaimana bisa dia mengenal pemilik SM dengan baik?

“Sudahlah. Tidak usah mengatakan apapun dan kau tidak perlu mengganti sepatuku.”cerocos Yoona lagi.

“Ya, Im Yoona!” Tiba-tiba seseorang memanggil Yoona, Yoona mendongak keatas mencari-cari sumber suara dan akhirnya menemukan sosok wanita cantik sedang berdiri di lantai dua.

Dia tersenyum lebar, “Sunbae!”

Sedangkan Donghae berlalu sambil terus geleng-geleng kepala melihat tingkah laku Yoona, dia meninggalkan wanita itu dan memilih untuk naik lewat lift yang ada diebelakangnya.

“Dasar gila.”denusnya kesal.

“Ayo naik, aku akan memberitahumu ruang kerjamu.”seru wanita itu.

Yoona mengangguk, saat dia berbalik, dia tidak menemukan Donghae dimanapun.

“Astaga, apa dia melarikan diri?”gumam Yoona menatap ke segala arah.

Sesaat kemudian tidak memperdulikan hal itu karena dia harus segera memulai pekerjaannya. Yoona melepas kedua sepatunya lalu menaiki lantai dua dan menghampiri wanita yang ia panggil senior itu.

“Kenapa sepatumu?”tanyanya menatap Yoona bingung.

Yoona tersenyum kikuk, menggaruk belakang tengkuknya yang tidak gatal. “Maaf sunbae, seseorang mendorongku sehingga aku terjatuh dan mematahkan hak sepatuku.”

“Omo! Benarkah?”

“Sunbae, maaf aku telah mengecewakan di hari pertamaku bekerja. Aku benar-benar minta maaf.” Wanita tinggi itu membungkuk dua kali, menatap wanita yang berdiri dihadapannya dengan ekspresi menyesal.

“Tidak apa-apa. Aku akan meminjamkanmu sepatuku karena sebentar lagi kau akan menangani member SNSD. Ayo cepat.”

Yoona mengangguk, kemudian mengikuti langkah wanita itu pergi.

***___***

“Kau lama sekali! Apa yang kau lakukan di bawah?!”cetus Eunhyuk begitu pintu terbuka dan memperlihatkan Donghae di baliknya.

“Diamlah,. Aku tidak ingin bicara apapun denganmu.”ketus Donghae terus berjalan melewati Eunhyuk menuju loker dan mengganti sepatunya.

Melihat wajah Donghae yang terlihat sangat masam, enam member lainnya langsung saling pandang bingung. Sepertinya Donghae sedang marah sekarang. Apa karena mereka meninggalkannya tadi?

“Donghae hyung, apa kau marah?”selidik Kibum hati-hati. “Tadi kami hanya—“

“Aissh, memangnya dia pikir siapa dia?!” Tiba-tiba Donghae merutuk seorang diri membuat member lain kembali saling pandang. “Aku hanya tidak sengaja merusak sepatunya! Lagipula aku sudah minta maaf. Apa itu belum cukup? Dasar wanira gila!”

Keenam member lain semakin bingung melihat tingkah Donghae. Tidak biasanya pria penyabar itu marah-marah seperti ini, terlebih lagi di depan semua member. Jika merasa kesal, biasanya dia akan mengalah atau hanya mengobrol dengan Eunhyuk.

“Apa yang terjadi?”tegur Leeteuk.

Donghae menoleh, wajahnya semakin masam, “Hyung, kau tau? Aku sangat membenci wanita itu. Dia pikir dia siapa? Apa dia tidak memiliki televisi di rumah? Dia bahkan tidak mengetahui siapa aku. Dia menyebalkan sekali.”

“Siapa yang menyebalkan?”

“Wanita itu…” ucapan Donghae terhenti, dia berpikir sejenak kemudian baru menyadari dia sendiri tidak mengetahuinya. “…aku tidak tau siapa dia. Tapi aku membencinya. Dia menuduhku adalah sesaeng fans, hyung!”lanjut Donghae lagi tidak perduli dia mengenal wanita itu atau tidak.

“Hah? Sesaeng fans?”

Donghae mengangguk-angguk semakin kesal, “Yah, dia bilang aku adalah sesaeng yang menyelinap masuk ke gedung ini. Dia bodoh. Sesaeng fans tidak akan bisa masuk kecuali dia memiliki kartu ID. Ahh, aku benci sekali!” Donghae membanting topinya ke lantai lalu menendangnya.

Sedangkan yang lain tidak bersuara lagi. Entah, siapa yang sedang dibicarakan Donghae sebenarnya?

***___***

“Annyeong haseo, aku adalah Im Yoona. Aku adalah stylish baru SM Entertaiment dan sementara akan menggantikan tugas Han Cha Yeong sunbaenim selama dia hamil.”seru Yoona tersenyum lebar.

“Annyeong haseo, kami adalah SNSD!”balas grup wanita SNSD serempak.

“Eonnie, apa sudah waktunya?”tanya wanita berambut blonde bergelombang, Jessica.

“Sudah 7 bulan dan aku sudah sering merasakan kontraksi di bagian perutku. Jadi aku memutuskan untuk mengambil cuti.”jelas Chayeong. “Yoona adalah juniorku saat kami sama-sama berada di perusahaan fashion. Dia mempunyai ciri khas yang berbeda dalam hal fashion jadi kalian tidak perlu khawatir.”

Yoona tersenyum lebar kemudian membungkuk lagi, “Tolong percaya padaku dan perlakukan aku dengan baik. Senang bertemu dengan kalian.”

Yuri tertawa renyah, “tolong buat kami jadi yang tercantik, eumm… Yoona? Atau?”

“Umurku 29 tahun.”

“Ah benarkah? Jadi kau lebih muda dariku?” Yuri terlihat kecewa, kemudian wanita berkulit coklat itu tertawa menghibur diri. “Tidak apa-apa. Aku adalah wanita sekarang.”

“Yuri-yaa, perhatikan hubunganmu dengan Taeyang. Mengerti?”ejek Chayeong disusul tawa dari member lain.

“Eonnie, sudah ku katakan jika kami telah putus.”

“Taeyang?” Yoona mengerjap beberapa kali. “Bigbang?”selidiknya, matanya menyipit ingin tau.

Yuri tersenyum malu, “tolong rahasiakan ini dari publik. Kami memang sempat berkencan selama beberapa bulan.”

Chayeong tersenyum geli, “Ku pikir kau tidak memiliki pengetahuan apapun tentang grup idola, tidak ku sangka kau mengetahui Taeyang.”

“Sejujurnya aku mulai menyukai musik Bigbang baru-baru ini.” Yoona menggaruk tengkuknya kikuk. “Mereka adalah satu-satunya grup laki-laki yang ku ketahui dan kusukai.”

“Maksudnya? Eonnie tidak mengenal kami juga?”tanya Seohyun, member termuda SNSD.

“Apa kami belum begitu terkenal?”sahut Tiffany.

“Tidak. Bukan begitu.” Yoona mengibaskan kedua telapak tangannya merasa bersalah. “Sebenarnya aku…”

“Dia memang tidak begitu tertarik dengan grup idola dalam negeri.” Chayeong menjelaskan sembari tertawa melirik Yoona yang kini menunduk. “Rasa fashionnya berkiblat pada negeri barat. Lagipula, isi otaknya hanya ada fashion bukan musik. Dia hanya menonton acara fashion bukan acara musik. Jadi tolong kalian maklumi jika dia tidak begitu mengenal idola Korea.” Chayeong memberikan pengertian, member SNSD mengangguk-angguk.

“Tapi bukan berarti aku tidak mengetahui sama sekali. Aku menyukai Bigbang dan aku menyukai Boa sunbaenim dan Kangta sunbaenim sejak lama.”elak Yoona, menghindari prasangka buruk dari wanita-wanita yang sedang berdiri didepannya itu.

“Sudahlah. Aku akan membawamu ke ruang kerja. Untuk sementara, kau menempati ruanganku. Aku juga akan menerangkan beberapa tugas yang harus kau laksanakan dalam waktu dekat. Ayo.” Chayeong merangkul pundak Yoona bergegas membawanya pergi.

“Eonnie, tapi bukankah kita ada jadwal untuk hunting pakaian?”cegah Jessica membuat Chayeong dan Yoona menoleh kembali.

Chayeong mengangguk, “tunggu aku setengah jam lagi, oke?”

“Oke, I got it.”

***___***

Sehun hanya duduk terdiam seorang diri di bangkunya. Merasa asing ditengah keributan yang kini terjadi di kelas barunya. Dia belum mendapatkan teman, dan dia merupakan seseorang yang sulit untuk bergaul. Mencari teman baru adalah yang paling sulit.

“Halo.” Seseorang datang, Sehun mendongak. “Boleh aku duduk disini?”sapanya sambil tersenyum, eyesmilenya terbentuk sangat indah. “Belum ada yang menduduki tempat ini kan?”tanyanya lagi karena Sehun tidak bereaksi.

Sehun menggeleng kaku, seperti robot. “Tidak.”

“Aku duduk disini, ya.”serunya lagi, kini menjatuhkan diri disamping Sehun tanpa menunggu ijin dari sang pemilik. Anak laki-laki berwajah lucu itu mulai mengeluarkan buku-bukunya dan meletakkannya diatas meja. “Hari pertama pasti membosankan. Aku yakin guru akan menyuruh kita untuk memperkenalkan diri masing-masing dan meninggalkan kita setelahnya. Alasannya untuk memberikan waktu agar kita bisa beradaptasi tapi aku yakin mereka hanya ingin liburan lebih panjang.”

Sehun mengerutkan keningnya, “darimana kau tau?”

“Kakakku yang memberitahuku.” Ia mengangguk serius. Kemudian ia mendekatkan wajahnya pada Sehun ingin berbisik, namun Sehun yang masih merasa asing dengan teman barunya langsung menarik wajahnya menjauh. “Aku ingin memberitahu sesuatu.”

“Kau bisa bicara seperti ini.” Sehun menggeleng.

“Tidak bisa. Ini rahasia.” Anak laki-laki itu langsung menarik lengan Sehun dan membisikkan sesuatu di telinganya, salah satu telapak tangannya berada disamping telinga Sehun. “Sebenarnya kakak kandungku adalah Kim Heechul. Salah satu anggota Super Junior itu.” Kemudian ia menjauhkan diri dan menatap Sehun sungguh-sungguh. “Ingat ya, ini adalah rahasia. Kau tidak boleh membocorkan hal ini pada siapapun.”

Sehun mengerjap beberapa kali, “aku bahkan tidak tau siapa itu Super Junior. Apa itu adalah nama club sepak bola Korea yang baru?”

“Hah? Club sepak bola?” Anak laki-laki itu melebarkan mata kecilnya. “Bukaaan. Bukan Club sepak bola. Super Junior adalah grup musik laki-laki yang sangat terkenal di Korea bahkan di dunia. Bagaimana kau bisa tidak mengetahuinya?” Dia berubah menjadi sewot karena ternyata Sehun tidak mengetahui apapun.

Sehun menggeleng, masih dengan wajah polos. “Aku tidak mengetahui mereka.”

“Aigooo, sepertinya kau tidak memiliki televisi di rumah.” Dia berdecak, lalu geleng-geleng kepala sambil mendelik kearah Sehun.

Sehun hanya diam, lantas mengembalikan pandangannya ke depan kembali. Mejanya masih bersih, tidak ada buku yang ia keluarkan. Ia menyandarkan kepalanya di dinding sambil menatap keluar jendela.

“Aiissh, sepertinya aku salah karena telah memberitahu rahasia terbesarku padamu.” Anak laki-laki itu masih mengoceh. “Kau bahkan tidak mengetahui apapun tentang kakakku.”

“Mian.”balas Sehun pendek, tidak menoleh sama sekali.

“Oh, ya. Kita belum berkenalan. Aku adalah Byun Baekhyun. Siapa namamu?”

Sehun menoleh, “Aku Choi Sehun.”

“Oh oke. Sehun.” Baekhyun mengangguk. “Jangan tanya kenapa margaku berbeda dengan kakakku. Saat aku masih bayi, orang tua kami bercerai dan tak lama eoma menikah lagi. Aku terlanjur mengikuti marga ayah tiriku jadi aku bermarga Byun. Sedangkan kakakku, dia tinggal bersama appa dan tetap bermarga Kim. Sekarang, ayah tiriku sudah meninggal dan oema kembali tinggal bersama appa. Tapi, tetap saja aku bermarga Byun. Oema bilang, dia tidak mau menghabiskan uangnya untuk mengibah akte lahirku. Hahaha, bukankah itu lucu? Ditengah-tengah keluarga Kim, aku seorang diri yang bermarga Byun.” Baekhyun tertawa seorang diri, sedangkan lawan bicaranya sama sekali tidak tertarik dengan apa yang dia katakan.

Sebenarnya juga tidak mengerti dengan apa yang sedang di katakan olehnya. Dia bicara begitu cepat, tanpa menarik napas terlebih dahulu.

Beberapa saat kemudian Baekhyun menutup mulutnya dengan ekspresi terkejut, “apa yang sedang ku katakan? Kenapa aku membocorkan rahasiaku pada orang asing?”rutuknya seorang diri. Kemudian ia melirik Sehun sinis. “Ya! Jangan berani-berani membocorkannya, mengerti?!”

Sehun hanya mendengus, dalam hati merasa kesal karena dia mendapat teman sebangku yang begitu menyebalkan. Dia terlalu banyak bicara. Bahkan mereka baru mengetahui nama satu sama lain beberapa menit yang lalu.

“Ngomong-ngomong….”

“Issh, apa lagi?” Sehun memotong ucapan Baekhyun kesal, membuat Baekhyun mengerjap kaget.

“Kenapa kau marah?”

“Kau pasti akan membocorkan rahasiamu lagi setelah ini. Setelah mengatakannya kau akan memarahiku. Kau membuatku kesal. Berhenti bicara denganku, oke?!”ketus Sehun.

“Tidak. Aku tidak begitu.” Baekhyun menggeleng. “Aku hanya ingin mengajakmu bicara agar kita bisa menjadi sahabat dengan cepat.”

 

Siapa yang mau bersahabat denganmu?

 

Sehun menghela napas panjang, membuang pandangan kembali dan menatap keluar jendela. Sedangkan Baekhyun terus saja mengoceh tanpa henti.

“Apa kau adalah anak seorang artis? Kau terlihat berbeda.”seru Baekhyun. “Walaupun kau tidak lebih tampan dariku, tapi kau terlihat cukup tampan. Bahkan kulitmu terlihat cerah dan seputih susu. Seperti hyungku.”

Sehun hanya diam.

“Atau jangan-jangan kau adalah anak orang kaya? Kau pasti sering melakukan perawatan kan? Mustahil jika kau–”

“Ya!” Sehun tiba-tiba berdiri dari kursinya. Ia melotot kearah Baekhyun.

“Kenapa kau memandangku seperti itu?”

Sehun menghela napas panjang, menahan-nahan kesabarannya, dia tidak boleh terlibat pertengkaran di hari pertamanya masuk sekolah. Dia tidak ingin merusak hari yang harusnya menjadi hari bahagia ini.

“Minggir. Aku ingin keluar.”

“Kau mau kemana?”

“Bisakah kau memberiku jalan?”tanya Sehun dingin membuat Baekhyun langsung memiringkan tubuh dan memberikan jalan untuk Sehun.

Setelah Sehun menghilang, Baekhyun bergumam seorang diri, “apa aku melakukan kesalahan? Kenapa dia sangat dingin?”

***___***

“Apa tidak apa-apa jika aku duduk disini?”tanya Yoona merasa tidak enak.

“Tentu saja tidak. Lagipula tidak ada tempat lagi untukmu.”

“Tapi, bagaimana dengan pandangan orang lain? Mereka akan berpikiran yang—“

“Aku sudah mengatakan pada staffku jika kau adalah calon penggantiku.”potong Chayeong membuat Yoona langsung tersentak. Chayeong tersenyum, “aku tidak mungkin seperti ini selamanya. Sebentar lagi aku akan memiliki anak dan aku memiliki suami yang harus aku urus. Ini adalah anak pertamaku jadi aku ingin fokus merawatnya.”

Yoona menggigit bibir bawahnya kelu. “Sunbaenim tapi—“

“Yoona, aku mengetahui bagaimana hidupmu. Kau harus menghidupi dirimu sendiri dan Sehun, kan? Jika kau menempati posisiku, kau akan mendapatkan gaji dua kali lipat.”

“Tapi aku baru bekerja hari ini. Bagaimana bisa aku menggantikanmu? Sunbaenim, aku tidak bisa. Aku bahkan tidak mengerti selera fashion mereka.”

“Perusahaan ini memiliki beberapa grup musik. Tapi kau hanya perlu menangani 2 grup. SNSD dan Super Junior. Sisanya, mereka telah memiliki stylish mereka sendiri.”

“Kenapa aku tidak menjadi stylish Boa dan Kangta saja?”

Chayeong memukul kepala Yoona dengan buku di tangannya membuat wanita itu seketika mengaduh sambil menghusap kepalanya.

“Kau mengatakan jika kau adalah fans dari Boa dan Kangta sejak lama. Tapi kau sama sekali tidak mengetahui apapun tentang mereka.”

“Memangnya apa yang harus aku ketahui?”

“Mereka sudah tidak menjadi artis lagi. Sekarang mereka diangkat menjadi direksi kreatif di perusahaan ini. Yaaah, walaupun Boa masih menjalani aktivitasnya sebagai artis tapi sudah sejak lama dia tidak mengeluarkan album dan memilih menjadi pemain drama. Sedangkan Kangta, dia sudah memutuskan untuk pension.”

Mata Yoona sontak membulat, “benarkah?”

Chayeong mencibir, “Semuanya telah berbeda dari belasan tahun lalu. Jadi hilangkan sifat sok tahumu dan bicaralah dengan benar. Jangan bicara yang tidak-tidak.”

Yoona cemberut, “aku tau.”

“Aku akan menemani Jessica melihat-lihat. Sementara aku pergi, sebaiknya kau membaca ini.” Chayeong mengambil sebuah buku dari rak bukunya dan memberikannya pada Yoona. “Ini adalah catatanku tentang karakter fashion SNSD dan Super Junior, pelajari ini. Dua hari lagi, kau akan menangani SNSD dan akhir pekan nanti, kau akan menangani SNSD dan Super Junior di SM Town.”

“Secepat itu?!”

“Karena itu belajarlah dengan baik.” Chayeong memukul kepala Yoona dengan buku lagi. “Aku pergi.”

 

Issh, sekarang aku menyesal berhenti diperusahaan lamaku.

Yoona mulai membuka buku yang diberikan oleh Chayeong. Buku itu ternyata adalah buku catatan yang dibuat oleh Chayeong sendiri, berisi profil juga karakter fashion masing-masing member.

“SNSD memiliki 7 member. Leadernya adalah Kim Taeyeon. Ah dia cantik juga.”gumam Yoona begitu melihat foto Taeyeon di halaman pertama. “Dia lahir tahun 1989, berarti lebih tua dariku 2 tahun. Mempunyai kepribadian yang sedikit gila dan lucu. Dia menyukai style yang feminim juga tomboy. Ah, aku rasa dia lebih cocok memakai baju yang imut.”

“Kwon Yuri, dia adalah visual. Ah, eonnie yang baru saja putus dengan Taeyang itu.” Yoona mengangguk-angguk sambil mengetuk-ngetuk dagunya dengan pensil. “Dia menyukai fashion yang sport namun biasanya dia memakai baju yang bisa menunjukkan lekukan tubuhnya. Dia adalah member terseksi.”

“Jung Jessica, dia juga lebih tua dariku. Fashionnya condong ke feminim dan glamour. Lebih suka terlihat seperti goddess dan menjadi member dengan gaya fashion terbaik.”

Yoona membuka halaman berikutnya, “Hyoyeon, gaya fashionnya tomboy dan simple. Dia adalah lead dancer bersama Yuri, tidak jarang dia berada di posisi depan. Ah, okay…”

“Lee Sunkyu atau Sunny, member yang paling imut dan postur tubuh mungil. Dia menyukai baju-baju yang bisa membuatnya terlihat lucu.”

Yoona tertawa mendengus, “Ah, aku benci wanita-wanita seperti ini.”rutuknya kemudian membuka halaman berikutnya.

“Hwang Miyoung atau Tiffany. Ahh, jadi ini Tiffany.” Yoona mengangguk-angguk. “Dia cantik juga.” Lalu melanjutkan membaca profil tentang Tiffany, “Dia penggila warna pink. Gaya fashionnya sangat feminim dan glamour.”

“Dan terakhir, Seo Joohyun atau Seohyun. Dia adalah member termuda. Gaya fashionnya adalah anggun dan dewasa. Dia tidak begitu menyukai pakaian yang terlalu banyak memperlihatkan kulitnya.”

Yoona selesai dengan member SNSD. Selanjutnya, dia mulai membaca halaman tentang Super Junior. Lembar pertama memperlihatkan seorang pria dengan senyuman tulus dan wajah yang dewasa. Sejujurnya, Yoona menyukai tipe pria seperti ini. Terlihat sangat nyaman dan pandai mengayomi.

“Park Jungsoo atau Leeteuk. Posisinya adalah Leader.”bacanya kemudian tersenyum. “Dia sangat tampan.” Telunjuknya menghusap-husap gambar Leeteuk. “Menyukai warna putih dan gaya berpakaiannya cenderung simple.”

Yoona menghela napas panjang sambil mendongakkan wajah menatap langit-langit, “Ahh, kenapa dia bisa setampan ini?”

Selama beberapa detik tenggelam dalam pesona Leeteuk, akhirnya Yoona membuka lembar selanjutnya.

“Lee Donghae. Posisinya adalah Visu…al. Astaga!” Ia menutup mulutnya dengan telapak tangan saat matanya melihat foto yang ada di sudut kiri. Bukankah dia adalah pria yang tadi menabraknya?

Yoona mendekatkan bukunya dan menatap gambarnya lekat-lekat. Benar. Mereka sama. Wajah mereka sama. Tidak salah lagi.

“Tidak mungkin. Tidak mungkin!” Ia memukul-mukul kepalanya sendiri. “Bodoh, bodoh, aku pasti mati. Bodoh!”

***___***

“Bye Sehunnieee!” teriak Baekhyun sambil melambai-lambaikan tangan saat sebuah mobil menjemputnya di depan gerbang. Sehun hanya mendengus, masih kesal dengan tingak laku Baekhyun yang selalu berisik dan terkesan mengganggunya. Sialnya, dia akan menjadi teman sebangkunya selama satu tahun ke depan.

“Hey,” Siwon muncul, mengibaskan tangannya didepan Sehun membuat anak laki-laki itu mengerjap kaget.

Ia tersenyum lebar, “Ahjussi!”

“Ayo kita makan siang.”

Sehun mengangguk lalu masuk ke dalam mobil. Siwon menggerakkan mobilnya menuju restoran ddokbukkie kesukaan Sehun, berada tak jauh dari sekolah.

“Bagaimana hari pertamamu?”

Sehun menghela napas terlebih dahulu, “buruk.”

Kening Siwon berkerut, “Kenapa?”

“Aku dapat teman sebangku yang menyebalkan.”

“Benarkah?” Siwon tersenyum geli.

“Dia selalu bicara panjang lebar. Membocorkan rahasianya sendiri lalu marah padaku. Tak lama membocorkannya lagi lalu marah lagi. Aku muak. Dia sanagt berisik dan banyak bicara membuatku kesal.” Sehun cemberut sambil melipat kedua tangannya di depan dada.

“Memang apa yang dia katakan?”

“Aku tidak tau. Aku bahkan tidak mendengarnya. Aissh, aku ingin pindah tempat duduk.”

“Kau belum mengenalnya dengan baik, kan? Mungkin saja dia adalah orang yang menyenangkan.” Hibur Siwon, tangannya terulur lalu mengacak rambut Sehun.

“Tidak.” Sehun menggeleng. “Aku tidak mau berteman dengannya. Menyebalkan.”

Siwon hanya tersenyum geli melihat cemberut Sehun. Anak itu tidak akan bisa dibujuk jika sudah begini. Tapi ada satu cara yang bisa membuatnya lebih baik.

“Oleh-oleh yang ahjussi berikan untukmu ada di bagasi. Kau ingin memainkannya?”

Seketika mata Sehun berbinar, ia menjawab dengan cepat. “Mau! Akhirnya aku mempunyai bola kaki yang berasal dari Brazil. Wohoo!” Ia menepuk tangan sambil menjerit senang.

“Setelah makan, bagaimana jika kita menjemput Jongin lalu mencari lapangan di dekat rumahmu?”

Kening Sehun seketika berkerut, “Bukankah ahjussi harus lanjut bekerja?”

“Tidak apa-apa. Ahjussi sudah tidak ada pekerjaan. Bagaimana?”

Sehun tersenyum lebar lalu mengangguk, “tentu saja aku mau.”

TBC

53 thoughts on “Crazy Without You Part 2

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s