Something Hidden Part 3

something hidden new

Author: SakuRaa (@_raraa84)

Title: Something Hidden (Chapter 3)

Cast:

-Byun Baekhyun (Baekhyun)

-Oh Sehun (Sehun)

-Kim Jongin (Kai)

-Park Chanyeol (Chanyeol)

-Do Kyungsoo (Kyungsoo)

-Kim Joon Myun (Suho)

Genre: Family, Brothership, Friendship, School Life.

Rating: General

Length: Chaptered

Note: It’s my Mega Project :v tolong komentar, like, dan sebagainya😀

 

“Sahabat bisa berubah menjadi musuh, karena mereka lebih sering mengenal satu sama lain. Seorang sahabat juga bisa melempar bola api padamu, jika itu menguntungkannya. Tapi jika begitu, dia bukan sahabatmu. Yah, mungkin kau yang salah jika masih menganggapnya sahabat.”

 

==============

Chapter 2:

https://koreadansaya.wordpress.com/2014/07/26/something-hidden-part-2/

========

Sehun

 

Aku kembali berjalan menuju kelasku, sebenarnya aku tak ingin membentak Jihyun sama sekali, apalagi meninggalkannya seperti tadi. Tapi jujur, aku tak ingin membahas tentang Kai saat ini, walaupun sebenarnya itu wajar, karena dari SD, dia sebenarnya menyukai Kai. Dan aku pikir, sampai sekarang pun perasaannya tak berubah.

 

Aku masuk kekelasku, hampir semua murid sudah memasuki kelas ini, dan…

 

Ya Tuhan…

 

Kai?

 

Kai. Ada. disini?! Dikelas ini?!

 

 

Baiklah, Aku mencoba mengacuhkannya, ini hari pertamaku masuk sekolah, dan aku tak mau mengacaukannya, sungguh.

Dia duduk di barisan ke-2, dan kursi kosong hanya ada dibelakang, dibarisan ke-4, 2 dari barat. Mau tak mau aku harus melewatinya, baiklah… aku tak punya urusan dengannya ‘lagi’, aku bahkan tak harus peduli jika dia saat ini hanya menatapku dengan tatapan sinisnya itu.

 

 

“lama tak bertemu, Oh Sehun…” Kai memang tak menoleh dan tak menunjukkan siapa yang dia ajak bicara, tapi Sehun tahu itu. Dan semua orang dikelas ini hanya menatap Kai,

 

Kim Kai. Semua orang pasti tahu, tak ada seorang pun disekolah ini yang tidak mengetahui seorang pria berumur 15 tahun, berkulit sedikit gelap, postur tubuhnya yang tinggi dan tegap, dan tatapan matanya yang tajam seperti elang. Ia dikenal karena ayahnya pemilik Sekolah ini.

 

Bayangkan saja, sekolah sebesar dan se-elit ini.

 

Sehun menoleh, “apakah kau hanya berbasa-basi? Katakan, apa yang ingin kau bicarakan?”

 

Kai berbalik sambil menyeringai dan menatap Sehun tajam, “kau masih berusaha sombong seperti itu, hm? Ck. Kau tak pernah berubah dari dulu, Sehun.”

 

“oh, begitukah?” Sehun kembali ingin melanjutkan langkahnya, tetapi ia berbalik lagi “Oh ya, kau harus segera bertemu Jihyun karena dia sedari tadi mencarimu…”

 

“Jihyun…” Kai terperanggah, sudah lebih dari 3 tahun ia tak pernah mendengar kabar tentang Jihyun, dan tak seorangpun yang membahasnya, tetapi sekarang dia kembali ke Korea?

 

Suasana hening, semua murid membungkam mulutnya, kadang mereka berbisik untuk mencari tahu apa yang sebenarnya terjadi dari 2 pria tampan yang saat ini saling menatap tajam.

 

“Selamat pagi, semuanya.” Hingga suara bass dari seorang guru setengah baya terdengar keras dikelas itu. Mereka semua tertunduk dan kembali kebangku mereka masing-masing. Kai yang menyadari hal itu segera berbalik dan duduk dibangkunya. Begitu juga dengan Sehun.

 

*

 

Seorang pria sedang berlari dengan wajah gusar, ia sesekali berhenti untuk memasuki setiap kelas yang ia lewati, jam istirahat hampir usai, dan pria itu seharusnya berada dikelasnya saat ini,

 

Hingga Ia kembali membuka pintu dan memasuki sebuah kelas yang bertuliskan ‘Billing Class 10-6’, wajahnya berkeringat, nafasnya tak beraturan dan pundaknya naik turun. Tapi akhirnya ia lega, seseorang yang ia cari telah ada disini dibangkunya.

 

Pria itu masih terus terdiam dengan keringat dingin yang terus mengucur dikeningnya, nafasnya naik turn tak seimbang, dan jantungnya berkerja 2x lipat sambil menatap seseorang yang duduk dibangku dengan sebuah buku ditangannya, seseorang itu sepertinya tak menyadari keberadaan pria itu, walaupun teman di kelasnya saat ini sudah mulai berbisik-bisik.

 

Pria itu akhirnya mendekat, “Jihyun…” gadis itu menoleh, dan mendapati Kai ada dihadapannya saat ini.

 

Wajahnya tak banyak berubah, walaupun Jihyun dan Kai sudah lama tak bertemu, mereka masih mengingat benar wajah mereka satu sama lain.

 

“Kai…”

 

*

“Kai!” Chanyeol menepuk pundak Kai yang langsung membuatnya tersentak. Ia menoleh kearah Chanyeol dan menatapnya malas.

 

“kau tidak perlu mengagetkanku, Park Chanyeol!” Chanyeol hanya tersenyum kikuk.

 

“Maaf. Oh iya, tadi kau bertemu Jihyun dikelasnya, benar?” tanya Chanyeol sambil berjalan disamping Kai.

 

Kai seketika menoleh, “bagaimana kau tahu?”

 

“Ya Tuhan, jadi semua itu benar? Sungguh, kejadian itu sudah menghebohkan seluruh isi kelasku! Bagaimana bisa seorang Kim Kai, anak pemilik sekolah ini, tiba-tiba menjadi tak terkendali untuk menemui seorang gadis” cibir Chanyeol.

 

Kai hanya diam, ia kemudian mencari kunci mobil dalam sakunya, dan membuka pintu mobil Mercendez warna hitam itu. Tapi sedetik kemudian, Chanyeol menahan tangan Kai dan mengambil alih pintu itu.

 

“kali ini aku yang menyetir” ucapnya yang langsung dibalas sekali anggukan dari Kai.

 

Setelah Kai dan Chanyeol masuk kedalam mobil, Chanyeol kembali menatap Kai, “Kai, ceritakan padaku, apa yang sebenarnya terjadi? Siapa gadis yang kau temui itu?”

 

Kai menghela napas panjang, ia menyenderkan tubuhnya diatas sandaran jok yang lembut, “dia… ”

 

“dia dulu sahabatku.”

 

Mata oval Chanyeol membulat sempurna, ia berteman dengan Kai dan Kyungsoo sudah sejak mereka SMP, tetapi ia tak pernah mendengar jika Kai memiliki sahabat lain selain dirinya, Kyungsoo, dan yeah… Sehun. Apalagi perempuan.

 

“kami bersahabat dari kelas 3 SD, ayahku dan ayahnya berteman baik, apalagi tentang bisnis. tetapi entah mengapa, saat aku dan dia akan masuk SMP, dia tiba-tiba pindah keluar Korea.” Kai mengedarkan pandangannya keluar jendela. Pemandangan tetap sama, murid-murid masih terlihat diarea sekolah.

 

“lalu, kau tak bertanya apa alasan dia pindah?” tanya Chanyeol sambil manancapkan gas, dan mobil itu segera melesat keluar dari gerbang.

 

“aku sudah bertanya, tentu saja. Tetapi ia tak bilang apapun. Ia hanya disuruh ayahnya untuk pindah dari Korea karena perusahaan mereka bangkrut, itu saja.”

 

Chanyeol terdiam, ia hanya menatap lurus kedepan sambil fokus dengan setir mobilnya. Sesekali menatap kaca spion untuk memastikan keadaan dibelakang.

Ia tidak tahu apa sebenarnya yang terjadi, sehingga ia memilih diam.

 

*

Pukul 15.30, Sehun baru sampai dikamar Asramanya dan Baekhyun. Ia mencoba membuka pintu, karena ia pikir Baekhyun sudah ada didalam, tetapi ia salah, pintu masih terkunci.

 

Sehun merogoh saku celananya dan mengambil kunci dan langsung membuka pintu itu. Ia berjalan sambil menghempaskan tas ranselnya ke sofa kecil disudut ruangan.

 

“kemana perginya Baekhyun? Aku bahkan tak melihatnya seharian tadi.” Ia berpikir Baekhyun mungkin masih ada kelas tambahan, kelas Reguler memang sangat ketat dalam hal pelajaran.

 

*

Baekhyun baru sampai didepan kamar asramanya sekitar pukul 19.18 malam. Ia langsung membuka pintu yang ia pikir tak terkunci.

 

Hal yang pertama kali dilihat Baekhyun saat masuk kekamarnya adalah…

 

Gelap

 

Klik, ia menghidupkan saklar lampu disamping pintu, dan menemui Sehun yang tertidur dikasur atas, kepalanya sedikit menyembul dari celah-celah pembatas tempat tidurnya.

 

Baekhyun mendengus, “apakah hanya tidur yang bisa ia lakukan, huh?” ia meletakkan ranselnya disamping tempat tidurnya, kemudian ia berjalan menuju kamar mandi.

 

Suara gemericik air terdengar samar ditelinga Sehun, tetapi ia akhirnya bergeliat, lalu bangkit untuk memastikan siapa yang ada dikamar mandi, pasti Baekhyun—pikirnya.

 

Baekhyun keluar dari kamar mandi sambil mengusap rambutnya dengan handuk, “kau darimana, Baekhyun? Jam berapa ini?” ia melihat jam, dan ternyata sudah pukul 20.00,

 

“aku tadi bekerja, kau ingat aku pernah bilang bahwa Café Bubble Tea didekat sekolah membutuhkan karyawan baru?” Sehun memiringkan kepalanya, tetapi sedetik kemudian ia mengangguk. “ya, aku kerja disana.”

 

Sehun terdiam, disaat temannya bekerja hingga pulang malam, ia hanya tidur sambil bergelung selimut diatas sini. Ia harusnya bersyukur. Apa dia tidak tahu siapa dia sebenarnya? Padahal kehidupannya yang sebenarnya lebih layak darini, tak mengharuskan dia bekerja keras untuk kelangsungan hidupnya seperti ini. Benar benar kejam!—Sehun

 

“apakah kau akan selalu pulang malam seperti ini?” Baekhyun menggeleng.

 

“tidak, karena aku masih pelajar, aku boleh libur dihari Sabtu dan Minggu, aku akan terus belajar dihari itu, aku tak boleh menyiakan waktuku untuk bersantai-santai disini. Waktu ku untuk membuktikan semua itu hanya 6 bulan” ia lalu menarik kursi dihadapan meja belajarnya. Ia mulai membuka buku tanpa menghiraukan Sehun yang masih duduk terdiam.

 

“kau tahu? Aku tak banyak mengenalmu, aku belum lama sekamar denganmu, tapi…”

 

“kau lebih baik dari semua sahabatku.”

 

Baekhyun menoleh, ia tersenyum. “lalu seperti apa sahabatmu itu?”

 

“sebenarnya aku malas menceritakannya, tapi… baiklah.”

“sahabatku… oh bukan. Maksudku temanku. Aku punya teman, aku sudah mengenalnya dari kami SD. Aku sudah mengenalnya jauh dari teman-temannya yang lain mengenalnya, dia sudah aku anggap sebagai kakakku sendiri, karena dia sangat baik padaku. Saat kami masih anak-anak, kami sering bermain bersama, belajar bersama…”

 

“tapi ketika kita mulai remaja, jalan pikiran kita mulai berbeda, pilihan kita juga tak lagi sama. Semakin hari, semakin banyak perbedaan yang terjadi, semakin hari, semakin banyak pertengkaran kecil yang mulai terjadi, tetapi semua ada batasnya. Yah, Aku bahkan tak mengerti mengapa ia begitu menuruti perkataan ayahnya, padahal aku yakin pilihan itu belum tentu tepat.” Yah, itulah Kai, pikir Sehun

 

Baekhyun yang sedari tadi mendengarkan cerita Sehun hanya mengangguk-angguk paham, “kau harus tahu, Sehun. Sahabat bisa berubah menjadi musuh, karena mereka lebih sering mengenal satu sama lain. Seorang sahabat juga bisa melempar bola api padamu, jika itu menguntungkannya. Tapi jika begitu, dia bukan sahabatmu. Yah, mungkin kau yang salah jika masih menganggapnya sahabat.”

Dan Baekhyun kembali hanyut dengan buku-bukunya, lalu Sehun hanya menatap nya dalam diam sambil memikirkan kata-kata Baekhyun barusan.

 

*

 

Diruangan tempat kerja ayahnya, Kai masih sibuk dengan tumpukan-tumpukan kertas yang berisi diagram-diagram perkembangan perusahaan ayahnya. Walau ia tak begitu mengerti, tetapi setidaknya ia masih mengerti jika ayahnya memintanya untuk memisah antara perusahaan satu, dengan perusahaan lainnya.

 

“Ayah dengar, Jihyun temanmu itu sudah kembali ke Korea, benar?”

 

Kai menoleh sesaat, “Darimana ayah tahu?”

 

“tidak ada apapun yang tidak Ayahmu ini ketahui tentangmu, Kai.” Kai kembali fokus ke setumpuk Map dihadapannya.

 

“kalau begitu… jauhi dia.” Kini Kai menoleh cepat kearah ayahnya sambil mulut terbuka dan matanya membulat sempurna. Ia baru bertemu teman masa kecilnya itu, dan ayahnya menyuruhnya untuk menjauhi nya?

 

“ayah, dia dulu sahabatku. Aku baru bertemu dengannya tadi pagi setelah 3 tahun tak bertemu, dan Tuan Park juga rekan bisnis ayah dulu kan? Lalu kenap—”

 

“itu dulu Kai! Jangan pernah membahas masa lalu! Semua bisa terjadi. Hal-hal yang tak terduga pun bisa terjadi. Tuan Park saat ini juga bukan lagi rekan bisnis ayah, dan kau harus tahu, dia bukan orang yang baik!” Ayah Kai ikut membentak.

 

“tapi ayah, aku tak—”

 

“Kai, kau tahu Ayah tak pernah mau mendengar sedikitpun penolakan darimu, kan?” Kai menunduk, rahangnya mengatup keras, ia mengepalkan kedua tangannya dan menekannya kuat-kuat diatas meja sambil membantunya berdiri. Ia membungkuk sekilas lalu membanting pintu dengan keras.

 

Ia tak mengerti, Apakah setiap pembicaraannya dengan ayahnya selalu berakhir dengan kekecewaan? Apakah setiap pembicaraannya dengan ayahnya selalu berakhir dengan kata-kata pedas dari ayahnya? Dan apakah pembicaraannya dengan ayahnya selalu ingin menjauhkannya dengan orang yang ia sayangi?

 

Dulu Sehun…

 

Sekarang Jihyun…

 

Baiklah, selanjutnya siapa lagi?

 

“Ayah Sehun itu pengkhianat, Kai. Ia hampir ingin mengambil 30% saham dari perusahaan asing untuk kepentingannya sendiri, dan kau tahu? ayah Sehun itu seorang Mafia.”

Tapi itu memang benar, Tuan Oh setelah itu melarikan diri keluar negeri, hingga sekarang. Itu yang membuat Kai semakin membenci Sehun. Bisa saja Sehun akan mengikuti jejak ayahnya?

 

Kepalan tangan Kai menghantam pintu kamarnya sendiri. Ia memukul-mukulkan tangannya kepintu kamar yang terbuat dari kayu yang dilapisi cat berwarna biru gelap itu. Tapi sedetik kemudian, ia merogoh saku celananya dan mengambil Handphonenya.

 

“Kyungsoo… aku… kau mau main dirumahku?”

 

*

Dikamar tidur lantai 2 yang luas ini, 2 orang pria sedang duduk bersila ditempat tidur, Kai dan Kyungsoo. Kyungsoo kemudian melempar jam pasir kesukaan Kai. Kai memandanginya heran.

 

“mengapa ini ada padamu?” tanya Kai sambil memperhatikan jam pasir ditangan kanannya.

 

“kemarin tertinggal dirumahku.” Hening. Mereka kembali diam seperti beberapa menit yang lalu ketika Kyungsoo masuk kekamar Kai dan melihat Kai seperti orang depresi. –mungkin iya—

 

“baiklah, ceritakan padaku, apa yang membuatmu memanggilku malam-malam begini? Demi Tuhan, aku bukan restaurant Mc Donald yang akan On Time 24 jam, Kai.” Kyungsoo sebenarnya iba pada Kai. Dia sebenarnya pria yang baik, dan lucu.

Tetapi mengapa ia selalu melawan hatinya sendiri?

 

“maafkan aku…”

 

Kai memang begitu, ia sebenarnya kesepian, sangat kesepian. Ia selalu berpura-pura menjadi seorang yang berkuasa disekolahnya agar semua orang memperhatikannya. Tapi sebenarnya, dia hanya tetap anak berumur 15 tahun yang baru masuk SMA.

 

*

Flasback-

“bisakah kau tak pergi, Jihyun?” tanya seorang pria berumur 12 tahun yang masih menenangkan irama detak jantungnya sambil mengusap pelan keringat yang bercucuran dikeningnya, karena ia baru saja berlari dari sekolahnya menuju kemari.

 

Ya, jika dipikir-pikir ia saat itu memang gila, keluar dari gerbang sekolah saat pelajaran, dan memilih berlari sejauh 3 km kerumah sahabatnya, Ia berusaha bertemu untuk yang terakhir kalinya dengan sahabat perempuannya itu. Seorang gadis berambut panjang terurai menepuk pundak Kai dan mengusap keningnya yang basah.

 

“aku harus pergi Kai, ayahku menyuruhku pindah sekolah” ucap gadis putih manis sambil membawa ransel berwarna ungu muda dipunggungnya.

 

Entah sadar atau tidak, ia memilih diam, mengamati setiap detik ketika Jihyun menaiki mobil, sebelum itu, ia sempat mengucap salam perpisahan pada Kai.

 

Kai hanya menatap mobil sedan hitam yang menjauh itu dengan tatapan nanar. Perlahan, kakinya berjalan searah dengan laju mobil itu, berjalan hingga berlari mengejarnya.

 

Berlari seperti orang yang sangat putus asa sehingga ia terus meneriakkan kembali nama gadis kecil itu hingga mobil pun berhenti, dan sosok Jihyun kembali turun dari mobil dan mendekati Kai dengan langkah tergesa.

 

“kumohon jangan pergi!” Kai menggenggam tangan Jihyun erat.

 

Seorang pria setengah baya ikut turun dari mobil, ia masih mengamati Jihyun dan Kai yang saat ini masih berpelukan.

 

“mungkin jika bukan karena ayahmu, Kai. aku tak akan membawa Jihyun pergi dari Korea…” gumamnya pelan, sebelum memanggil Jihyun untuk kembali masuk ke mobil.

 

Flashback end-

 

*

 

Kai melihat Sehun yang berjalan meninggalkan kelas sambil memasukkan tangannya kedalam saku celananya, Kai kemudian bangkit, ia menepuk pundak Sehun sehingga ia berbalik menatap Kai.

 

“em, siapa pria yang selalu bersamamu itu? Apa sekarang dia temanmu?” tanya Kai yang langsung dibalas dengan anggukan Sehun.

 

“ya, memang kenapa? Yang pasti dia lebih baik darimu” Kai sedikit kesal karena Sehun merespon pertanyaannya dengan jawaban datar.

 

Kai menyeringai, “oh ya?”

 

Sehun menghela napas, “kau tidak perlu berurusan dengannya, dia sama sekali tak ada hubungannya denganmu!” Sehun tahu, Kai pasti akan mengincar Baekhyun saat ini. Apa sih mau Kai sebenarnya?

 

“dia hanya anak kelas Reguler kan? Apa yang akan dia banggakan didepanku? Kau harus tahu itu.”

 

Sehun hanya mencibir, “dia yang seharusnya bangga karena dia masuk kesini atas usahanya sendiri, kau juga harus tahu itu.” ia berbalik, kembali melanjutkan langkahnya.

 

Kai tak akan menang jika melawan kata-kata Sehun, ia berteriak, “Hei, Suatu saat jika kau benar-benar sendirian, jika semua orang meninggalkanmu, aku pastikan kau akan memohon-mohon dihadapanku”

 

Sehun menoleh sambil menyeringai, ia tak peduli jika anak lain sedang melihatnya saat ini.

 

“sebenarnya, siapa yang kesepian, huh?”

 

ia kemudian melanjutkan kembali langkahnya. Kai hanya menatapnya kosong. Kata-kata Sehun barusan seperti bola api yang langsung menghujam hatinya. Ia lalu mengepalkan kedua tangannya.

 

“siapa nama nya waktu itu? Byun…” “Byun Baekhyun?”

 

“Tunggu saja nanti …”

 

*

(Coming soon in Next Chapter!)

 

Semu mata tertuju kearah Sehun, ‘yang benar saja, ia mengajakku battle dance?’ gumam Sehun dalam hati.

 

Kai menyeringai, “baiklah, tunjukkan kemampuanmu, Sehun” gumam Kai yang masih bisa Sehun dengar.

*

Baekhyun bangkit dengan ragu, Sehun menahan lengannya, “kau yakin bisa bernyanyi?” tanyanya ragu.

 

Baekhyun mengangguk yakin, “tentu saja, jangan meragukanku.”

 

(See more in Chapter 4)

*TBC*

Chapter 3 is Up! :v

Aku lagi nggak punya inspirasi buat nerusin fanfic yang History… chapter 5, mungkin minggu depan :v jadi aku post ff ini, sabar yaa

 

Kenapa pada kaget sih kalau aku line 2000, iya aku line 2000, aku masih kecil, iyaa -,- dan ternyata para readers line 90+ semuaa :3

Terimakasih buat kakak-kakak (?) readers yang setia nungguin fanfic-fanficku, ninggalin komentar, atau blog yang like, terimakasiih *bow

 

Oh iya, mungkin aku bakal jarang post fanfic, sekitar 2 minggu sekali, karena aku saat ini kelas 9, huhuhu-_- jadi ya harus bagi-bagi waktu buat nulis fanfic, sekolah, dan lain sebagainya, harap maklum. :v

 

(Nb: MY NEW PROJECT FANFIC! Genre: BROTHERSHIP, FANTASY, ADVENTURE!) ini fanfic Fantasy pertama aku, harap maklum. Tunggu teaser nya yaa!😀

 

Comment dan Saran sebanyak-banyaknya! Tetap ditunggu :3 Bye

 

@_raraa84

 

26 thoughts on “Something Hidden Part 3

  1. lidya berkata:

    line 2000, hah semakin merasa tua aku-.-. tapi kamu daebbak bisa punya ide bikin cerita kaya gini.. semangat di tunggu chapter selanjutnya,.^^9

  2. BabyHun berkata:

    ya ampunnnn… maafkan q!!!!!!!,,, apa ini???? q baru komen dichap ini, kemana q dichap 2 dan 3????? ini nguras emosiku bgtt.. karena sahabat juga yg membuat q berlali ke dunia maya, tuk melupakan rasa sakitku… beneran dehhh… ini bagussss… tolong maafkan q yg baru komen, salahkan laptop yg benar2 pengen dibantinggg.. dan sekolah yg padet bgttt…gethok reader mu iniiiiiii… q kget loh kamu lahir ditahun yg sama dgn kuuuu… sama2 kelas 9…🙂 dan plissssss lanjutinnnnnn…..

    • sakuRaaa (@_raraa84) berkata:

      iya iya aku maafin kok ^^
      haha, inget kata2 nya baekhyun dichapter ini? yah itulah sahabat😀
      jangan digethok dong, kalo kenapa-napa gimana?! :v apaan sih-,-
      oh kelas 9 juga ya? wkwk, plek duluu :v
      iya tunggu next chapter ya

  3. BabyHun berkata:

    eh ada typo, q gk komen di chap 1 dan 2, jaringan bener2 gk bersahabat… ini kai sama sehun kok bisa jadi musuh, penyebabnya blum jelas.. dannnn ayahnya kai itu juga kenapa begitu?.. kai kok juga bisa nurut bgt gitu??? ditungguuuu lnjutannya🙂

  4. kimlean berkata:

    huaaaahhh… ceritamu bagus banget thor! maaf di chapter sebelumnya aku jadi silent reader -_- line2000 ya? sama dong, hehehe #gananya -__- keep writing ya thor, fighting!

  5. Clarissa Tiara berkata:

    Omoooooo , gilaaaaaa suka bangettt sama part ini , suka suka sukaaaaaa#teriakpakemulut(?)
    Halloo eon aku line 2002 huahahaha masa iya naega yg faling muda disini#geer salam kenal ya eon😉
    Pengen kai sama sehun baikan lagiii , ff nya bagus ss , lanjutkan karyamu eon
    Keep writing yaaa😉❤

  6. rani novia berkata:

    kapan chapter selanjutnya ??gak sabar mau baca …..kayanya kai sama baekhyun adik kaka atau saudaraan ya ..
    pokonya ditunggu banget chapter selanjutnya🙂

  7. In Soo berkata:

    tambah penasaran sma jalan ceritanya,, kasian smamkai d sni, knpa dia harus kehilangan 2 orang shabatnya gra2 harus ikut ayahnya,,, iiiisssshhhh

    d tunggu next capternya🙂

  8. youngra berkata:

    heii ~
    uwaaaah seru…ayahnya kai kenapa sih kok kya gtu? huhuhu T_T sehunie aku knpa ? kai kasihan bngt…
    lnjut thor ..go go go fighting thor ~~

  9. youngra berkata:

    heii ~
    uwaaaah seru…ayahnya kai kenapa sih kok kya gtu? huhuhu T_T sehunie aku knpa ? kai kasihan bngt…
    lnjut thor ..di tunggu next chapter’a😀

  10. Tridha Aristantia berkata:

    waaah kai mau ngapain baekhyun tuuuh…awas ya jangan macem2 ma baby baek ku…

    kereeeeen cerita’a jd serasa nonton drakor :3

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s