Crazy Without You Part 1

Crazy Without You

Tittle     : Crazy Without You

Author   : Ohmija

Cast  : Donghae SJ, Yoona SNSD, Sehun EXO

Support Cast    : The Rest members SUJU, SNSD, EXO

Genre : Romance, Family, Friendship, Comedy

Summary    : “Kenapa? Bukankah aku adalah anak kalian? Kenapa kalian tidak menikah?”

 

Seoul, 2011

Seorang namja cilik itu dengan lincah menggiring bolanya dengan berbagai tekhnik, mencoba untuk menipu ayahnya yang sedang menjaga gawang dengan merentangkan kedua tangan.

“GOOOOLL!!!!”

Tendangan itu pelan dan mudah ditebak namun ayahnya sengaja berpura-pura gagal untuk menangkapnya. Ia bersorak senang.

“Wohoooo!” Kaki-kaki kecilnya berlari berputar-putar sambil merentangkan kedua tangannya, melakukan selebrasi layaknya seorang pemain sepak bola professional. Semakin terlihat lucu karena kaus dan sepatu yang dipakainya sedikit kebesaran.

“Sehunnie, kau mengalahkan appa lagi”keluh ayahnya memasang wajah sedih.

“Appa, harusnya appa banyak belajar dariku. Aku selalu bisa mengalahkan appa”balas Sehun bangga. Ia tersenyum lebar memperlihatkan eyesmile-nya, membuat ayahnya juga ikut tersenyum.

“Benarkah? Kalau begitu appa akan mengalahkanmu dengan ini…”

Ayahnya memeluk Sehun tiba-tiba, mengurung tubuhnya dan menggelitik perutnya hingga Sehun tertawa terbahak-bahak.

“Appa, jangan menggelitikku lagi. Appa…”

“Karena kau selalu mengalahkan appa, Sehunie”

“Appa, perutku sangat geli pwahahaa….”

 

8 Years later…

“Donghae?”

Tepukan Eunhyuk di pundak Donghae membuat pria tampan itu tersadar. Ia mengerjap bingung, mendongak menatap Eunhyuk.

“Oh, kau?”

“Kami menunggumu di ruang latihan sejak tadi. Ini sudah lewat 30 menit.”

Donghae melirik kearah arlojinya dan menyadari jika memang sudah lewat dari waktu yang dijanjikan member grupnya untuk latihan.

Ia menarik tubuhnya dari dinding dan berdiri tegak, “Maaf, ayo..”Donghae bergegas meninggalkan tempatnya.

“Donghae?”panggil Eunhyuk pelan.

Donghae berbalik, “Ya?”

“Kau tidak apa-apa?”tanyanya menatap Donghae khawatir.

“Aku?” Donghae menunjuk dirinya sendiri kemudian mengendikkan bahu. “Memangnya aku kenapa?”

Eunhyuk terus menatap sahabatnya itu dalam keraguan hebat. Mereka telah bersahabat selama lebih dari 10 tahun, ia akan langsung mengetahui jika sahabatnya itu berbohong atau tidak. Menyimpan rasa sakit atau tidak.

“Ini tanggal 12 April.”lirihnya. “Kau tidak apa-apa?”

Ucapan Eunhyuk seakan mampu membuat tubuh Donghae yang sudah lemah semakin kehilangan kekuatannya.

Butuh tenaga besar untuk menyeret kakinya dan maju selangkah. Ia menunduk, untuk sekejap menjatuhkan beningan-beningan air mata yang sejak tadi tertahan di pelupuk matanya. Kenangan itu mengikatnya, tidak mau melepaskan.

“Jika dia masih hidup, ini adalah tahun pertamanya masuk ke Sekolah Menengah Pertama.”isak Donghae, tubuhnya bergetar. “Jika dia masih hidup, aku pasti akan mengantarnya ke sekolah baru dan mengajarkan banyak hal padanya.”

“Donghae.” Eunhyuk mengulurkan tangannya, menyentuh pundak Donghae.

“Jika dia masih hidup, aku berjanji akan sering pulang dan menemaninya tidur. Jika saja dia masih—“

“Donghae!”suara Eunhyuk nyaris diwarnai bentakan namun tetap terdengar lembut. Dia memeluk sahabatnya itu. Meletakkan kepalanya di pundaknya agar ia bisa melepaskan beban di hatinya.

Sudah delapan tahun berlalu, namun Donghae tidak berubah. Setiap tanggal 12 april, yang dia lakukan hanya membiarkan dirinya larut dalam kesendirian. Dia ingat, tahun lalu di tanggal yang sama, saat dia tidak menemukan Donghae dimanapun, pada akhirnya ia menemukan pria itu sedang duduk di tengah lapangan bola sambil menatap lurus ke sebuah kue ulang tahun di depannya.

Dia selalu menganggap jika Sehun masih hidup dan seakan sedang merayakan ulang tahun anak kandungnya itu bersama-sama.

Sehun menyukai sepak bola, sama seperti Donghae. Sehun takut kegelapan, namun Donghae berusaha untuk melawan kegelapan itu karena Sehun. Donghae takut menonton film horror, tapi dia memberanikan diri untuk menontonnya demi menemani Sehun.

Donghae melawan semua ketakutannya sejak dia memiliki Sehun.

Baginya, anak itu adalah hal yang paling berharga. Mati-matian menjaganya dan menyembunyikannya dari dunia, namun pada akhirnya dia tetap menghilang.

Kejadian 8 tahun lalu, dipastikan sebagai hari kejatuhan Donghae. Seumur hidup, saat itu adalah petama kalinya Eunhyuk mendapati sahabatnya itu mabuk berat. Tergeletak di tangga dorm tanpa kesadaran. Yang dia ingat hanya Sehun.

“Aku adalah ayah yang buruk, kan? Aku tidak bisa menjaganya dengan baik. Aku sangat bodoh.”seru Donghae dalam kesedihan mendalam. “Aku terus memohon padaTuhan agar aku diberikan kesempatan kedua. Aku tidak bisa hidup tanpa dia, Eunhyuk. Aku benar-benar tidak bisa.”

***___***

 

“Ya! Choi Sehun! Berhenti bermain playstatio atau oema akan merusaknya!”teriak Yoona dari dapur, suaranya yang menggelegar mampu didengar oleh seorang anak laki-laki berusia 12 tahun yang sejak tadi asyik dengan Winning Eleven-nya.

“Ya oema, sebentar lagi.”balasnya, sama sekali tidak berpaling dari layar televisi.

“Choi Sehun, kau tau akibatnya jika macam-macam dengan oema, kan?!”ancam Yoona, dia sibuk mencuci piring di dapur.

“Isssh, oema sebentar lagi…”rengek Sehun menggeleng-gelengkan kepalanya.

Tiba-tiba suara bunyi bel rumah mereka berbunyi. Yoona hanya menghela napas panjang, Sehun tidak akan bisa diganggu jika sudah bermain playstation. Daripada bertengkar, lebih baik mengalah dan membukanya sendiri.

Yoona mencuci tangan lalu mengeringkannya di lap putih, lalu bergegas menuju pintu rumah. Mungkin Sooyoung, pikirnya.

“Oppa.” Yoona berseru senang begitu dilihatnya Choi Siwon sudah berdiri dibalik pintu rumahnya. Ia memeluk pria tinggi itu lalu mempersilakannya masuk. “Kapan kau pulang? Kenapa tidak memberitahuku?”

“Aku sengaja ingin memberikan kejutan.” Siwon tersenyum. “Dimana Sehun?”

Yoona langsung merengut, “Seperti biasa. Bermain playstation hingga mengacuhkanku.”

“Benarkah? Hahaha.. aku sangat merindukannya. Aku ingin menemuinya.” Siwon bergegas menuju ruang tengah, menghampiri Sehun sedangkan Yoona kembali ke dapur untuk menyelesaikan pekerjaannya dan membuatkan minum untuk Siwon.

Melihat namja cilik yang sedang serius bermain playstation itu, Siwon tersenyum. Tidak berubah. Dia selalu menyukai sepak bola.

Siwon menjatuhkan diri di belakang Sehun tiba-tiba sambil memeluknya dari belakang.

“Sehunnie… Sehunnie…”

Sehun terkejut, dia menoleh ke belakang dan langsung tersenyum senang, “Ahjussi?!”serunya. “Ahjussi sudah kembali? Kenapa tidak memberitahuku?” Ia meninggalkan playstationnya. “Aku dan oema bisa menjemput ahjussi di bandara.”

“Tidak perlu. Ahjussi sengaja ingin memberikanmu kejutan. Bukankah besok adalah hari pertamamu masuk sekolah? Sudah mempersiapkan semuanya?”

“Apa oppa pikir dia bisa melakukan semuanya tanpa aku?” Yoona menyahuti sambil membawa minuman untuk Siwon dan Sehun.

Sehun langsung cemberut, “Oema, aku lelah.”

“Memangnya apa yang sudah kau lakukan, huh? Hari ini kau hanya bermain bola lalu bermain playstation seharian.”

Siwon menghusap kepala Sehun sambil tertawa kecil, “Ahjussi akan mengantarmu pergi sekolah besok, bagaimana?”

“Benarkah?” Sehun mendongak, menatap wajah Siwon.

“Oppa, kau bisa terlambat pergi ke kantor.”

“Tidak apa-apa. Hanya terlambat beberapa menit. Karena besok adalah hari pertama Sehun masuk sekolah, aku ingin menemanimu mengantarnya.”

“Oema, ahjussi akan mengantarku jadi jangan suruh aku naik sepeda. Mehrong…” Sehun menjulurkan lidahnya, mengolok Yoona lalu tertawa geli bersama Siwon. Sedangkan Yoona hanya memasang muka masam melihat perlakuan anaknya yang nakal itu.

“Nah, sekarang waktunya kau tidur. Jika tidak, kau bisa terlambat besok pagi.”suruh Siwon menghusap kepala Sehun.

“Kenapa ahjussi tidak menginap disini saja?”

Siwon menggeleng, “Masih ada hal yang harus ahjussi lakukan setelah ini. Lain kali, ahjussi akan menginap disini dan menemanimu bermain lagi.”

“Arasseo. Kalau begitu, aku tidur dulu.”

Sehun bangkit dari duduknya, dia menghampiri ibunya dan mencium pipinya lalu mencium pipi Siwon juga. Kemudian bergegas menuju kamarnya di lantai dua.

“Lihat, dia bahkan tidak merapikan playstationnya.”decak Yoona hanya bisa geleng-geleng kepala.

Siwon hanya tersenyum singkat, dia memandangi Yoona yang kini sibuk membersihkan playstaion Sehun.

“Kau masih belum berhenti bekerja?”

Pertanyaan Siwon seketika membuat Yoona menghentikan aktivitasnya, ia menoleh, menatap Siwon dengan senyum kecut.

“Oppa, kau tau kan sejak ibu dan ayah meninggal, aku adalah tulang punggung keluarga ini. Jika aku tidak bekerja, bagaimana hidupku dan Sehun?”

“Lalu bagaimana dengan Sehun? Selama ini dia terus mengeluh karena kau tidak mempunyai waktu dengannya, kan?”

“Aku akan berusaha mengatur waktu. Lagipula, aku sudah di terima di SM Entertainment. Aku sudah membuat perjanjian dan aku mendapatkan dua hari libur setiap hari senin dan selasa.”

“Tapi Sehun membutuhkanmu saat akhir pekan, Yoona.”balas Siwon.

“Oppa, aku diijinkan untuk membawa Sehun setiap akhir pekan atau saat dia libur. Jika aku harus keluar kota, aku akan membawanya.” Yoona tersenyum lebar, dia berusaha menenangkan pria tinggi yang sedang duduk didepannya itu.

Siwon menghela napas panjang, ia mengulurkan tangan dan meraih sebelah tangan Yoona, “Kau bisa tinggal bersamaku. Aku bisa menghidupimu dan Sehun.”

Yoona tertegun. Ini sudah yang kesekian kalinya Siwon mengutarakan niatnya untuk mengajak mereka tinggal bersama. Ia menatap Siwon dengan tatapan terima kasih.

“Oppa,” Yoona menepuk-nepuk punggung tangan Siwon yang sedang menggenggam sebelah tangannya. “Aku bisa menjaga diriku dan Sehun. Jangan khawatir,”

Siwon menarik tangannya, ekspresinya terlihat kecewa. Yoona adalah tetangganya di masa kecil sebelum dia tinggal di Amerika selama beberapa tahun, dan masih menjadi seseorang yang berarti di hidupnya setelah dia kembali ke Korea. Walaupun mereka tidak tinggal bersebelahan seperti dulu, tapi Siwon masih sering mengunjungi wanita cantik itu dan keluarganya.

“Oppa, kenapa tidak terkejut?” Yoona mencoba mencairkan suasana. “Aku bilang aku akan bekerja di SM Entertaiment. Aku adalah penata busana dan perias wajah artis-artis disana. Ada kemungkinan aku bertemu dengan SNSD.”

Siwon menatap Yoona lurus, “lalu kenapa?”

“Eyyy, kenapa responnya hanya seperti itu? Bukankah salah satu membernya adalah teman semasa kecilmu selama tinggal di Amerika? Oppa masih berhubungan dengannya, kan?”

“Tidak juga. Dia sangat sibuk.” Siwon menggeleng. “Apa ini usahamu untuk menebus rasa bersalahmu, Im Yoona?”

Siwon menebak tepat membuat Yoona tertawa, “Bagaimana oppa bisa mengetahuinya?”

“Tebuslah dengan membuatkanku sarapan besok pagi dan biarkan aku mengantarmu bekerja, oke?”

***___***

 

“OEMA!!! HUAAAA!!!”

PRANK

“Astaga, Sehun!”

Tanpa sengaja Yoona memecahkan piring yang baru diambilnya dari lemari kaca begitu mendengar suara tangisan Sehun. Lalu berlari panik menuju lantai dua dan menghampiri anaknya itu. Ia melihat Sehun sudah terduduk di ranjang tidurnya sambil menangis dan menghuap-husap matanya.

“Hey.. hey… ada apa sayang?” Yoona mendekap tubuh anak laki-lakinya itu sembari menepuk-nepuk pundaknya. “Kau mimpi buruk, hm?”

“Oema… mereka ingin menangkapku. Ada yang ingin menangkapku.”tangisnya di pelukan Yoona.

“Siapa? Tidak ada yang akan menangkapmu, Sehunnie. Oema ada disini.”

Sehun masih terisak. “Oema, aku takut…”

“Jangan takut. Oema akan melindungimu.” Yoona menepuk-nepuk punggung Sehun menenangkannya. Kemudian mengatupkan kedua telapak tangannya di pipi Sehun. “Oema akan menyiapkan air panas untukmu, setelah ini kau harus mandi dan bersiap pergi ke sekolah. Arasseo?”

Sehun mengangguk-angguk sambil menghusap air matanya dengan lengan piyamanya. Menunggu sebentar Yoona yang sedang menyiapkan air panas untuknya lalu pergi membersihkan diri. Setelah Sehun masuk ke dalam kamar mandi, Yoona menyiapkan seragam sekolahnya dan meletakkannya diatas ranjang tidur. Lengkap beserta dari dan kaus kakinya. Sehun tidak akan bisa menemukan benda-benda seperti itu.

Suara bel berbunyi bertepatan saat Yoona tiba di lantai satu. Ia sudah bisa menebak siapa yang datang. Dan tebakannya benar, Siwon sudah berdiri di balik pintu dengan seikat bunga mawar merah di tangannya.

“Aku melihat bunga yang ada di ruang tamumu sudah layu, jadi aku membelinya.” Ia tersenyum.

Yoona tertawa mendengar kilahan Siwon yang terdengar tidak masuk akal. Ia menerima bucket bunga itu sambil mengangguk-angguk.

“Apa kau melakukan ini pada semua gadis, oppa?”

“Tidak juga. Hanya dengan gadis yang berambut panjang.” Siwon mengikuti Yoona yang berjalan menuju dapur.

Dia tidak terkejut melihat penampilan Yoona yang masih berantakan di pagi seperti ini. Wanita bertubuh ramping itu memang tidak terlalu memikirkan penampilannya sehingga ia tetap percaya diri saat masih mengenakan apron dengan rambut yang digelung keatas.

Yoona meletakkan bucket bunga yang diberikan Siwon kedalam vas. Saat melihat pecahan beling di lantai, kening Siwon langsung berkerut.

“Apa yang sudah terjadi?”

Yoona menoleh dan meliriksekilas kearah pecahanbeling itu lalu meletakkan vas bunga diatas meja, “Aku tidak sengaja memecahkan piring. Tadi Sehun histeris dan menangis jadi aku buru-buru ke lantai dua.”

Siwon terkejut, “menangis? Kenapa?”

“Mimpi buruk. Aku lupa membuatkannya susu semalam, sepertinya karena itu.” Kini Yoona bergegas membersihkan pecahan beling dengan sapu kecil.

Beberapa saat kemudian, Sehun terlihat turun dari lantai dua sambil menyeret tas ranselnya dan menghusap-husap mata.

“Annyeong ahjussi.”sapanya, suaranya masih terdengar berat. Ia menjatuhkan diri di kursi yang ada disamping Siwon.

“Annyeong.”balas Siwon mengacak rambut Sehun sambil tertawa geli. “Masih mengantuk, hm?”

Sehun membalasnya dengan anggukan beberapa kali.

“Choi Sehun, sudah berapa kali oema bilang untuk tidak memakai kaus kaki di dalam rumah? Kau bisa terpeleset lagi.”seru Yoona mengingat Sehun sering kali terpeleset saat dia baru bangun dan berjalan ke kamar mandi. “Aigoo, kau bahkan tidak menyisir rambutmu? Oema sudah membelikanmu gel rambut dan rapikan rambutmu. Besok kita akan memotongnya. Rambutmu sudah panjang dan berbentuk seperti jamur. Kau bisa tidak mendengar penjelasan guru nanti,”cerocos Yoona tanpa henti, sibuk menyiapkan sarapan. “Kau adalah anak dari seorang stylist harusnya kau menjaga penampilanmu. Oema tidak mau kau terlihat jelek di hari pertamamu masuk sekolah.”

Sehun hanya menghela napas panjang mendengar ocehan Yoona yang tidak ada hentinya. Dia selalu saja memperingatkan Sehun ini dan itu walaupun ia tau Sehun akan melupakannya dan tidak melakukannya sama sekali.

Siwon tersenyum geli begitu dilihatnya ekspresi Sehun yang terlihat sedikit risih dengan ocehan ibunya. Jika tidak mengantuk, biasanya dia akan membalas ucapan Yoona danakhirnya bertengkar. Tapi sepertinya, hari ini dia sangat lelah.

“Hey, ahjussi punya oleh-oleh untukmu?”bisik Siwon di telinga Sehun. Sehun menoleh. “Ayo ambil di bagasi mobil. Kau pasti menyukainya.”

Siwon menggandeng lengan Sehun dan mengajaknya keluar secara diam-diam. Yoona yang tidak mengetahui jika Siwon dan Sehun sudah tidak ada ditempat mereka langsung menghentikan omelannya begitu melihat kursi makan sudah kosong.

“Ya! Choi Sehun!”

***___***

Seluruh member Super Junior bangun pagi-pagi sekali dan pergi ke gedung SM untuk latihan karena jadwal comeback mereka semakin dekat. Menjadi boy band yang semakin lama semakin dikenal membuat mereka harus latihan keras agar tidak mengecewakan penggemar.

“Kenapa kau terlihat lesu sekali hari ini?”tanya Eunhyuk pada Kyuhyun di perjalanan mereka menuju gedung SM.

Donghae tertawa, “Bertengkar lagi dengan Seohyun.”

“Aku hanya lupa membalas pesannya karena aku sibuk bermain star craft. Saat aku menelponnya, dia sama sekali tidak mengangkatnya sampai sekarang.”

“Ck, kau sudah mengejarnya selama 10 tahun dan akhirnya menjalin hubungan dengannya selama satu tahun tapi kebiasaanmu tetap tidak berubah. Apa kau mau 10 tahunmu sia-sia begitu saja, huh?”cibir Sungmin.

“Tentu saja tidak.” Kyuhyung menggeleng lemas, kemudian ia menunduk.

“Apa SNSD tidak mempunyai jadwal ke gedung SM? Kau bisa menghampirinya disana.”usul Donghae. Kyuhyun seketika menarik punggungnya dari sandaran kursi lalu menoleh kearah Eunhyuk.

“Hyung, coba kau hubungi Hyoyeon. Tanyakan jadwal mereka hari ini.”serunya mengguncang bahu Eunhyuk.

Eunhyuk mendengus, “Kenapa aku harus melakukannya? Aku tidak mau!”tolaknya mentah-mentah.

“Kenapa? Apa kau tidak mau menolongku?”

“Dia juga akan menghabisiku jika aku mengganggu tidurnya. Aku tidak mau.”

“Ish, diamlah. Aku akan menelpon Tiffany sekarang.” Akhirnya Donghae mengambil alih. Ia meraih ponselnya kemudian menghubungi Tiffany.

***___***

“Berhati-hatilah di sekolah dan belajar dengan baik. Dengarkan perintah guru dan berteman dengan anak-anak yang baik.”

“Oema sudah mengatakannya 100 kali. Aku tau.”

“Karena kau tidak pernah mendengarkan ucapan oema jadi oema akan terus mengatakannya.” Yoona membungkuk didepan Sehun lalu merapikan dasi dan seragamnya. “Sepulang sekolah nanti, pergilah ke rumah Sooyoung imo. Kau bisa makan bersama Jongin disana.”

“Aku selalu makan disana dan merepotkan mereka. Aku malu.” desah Sehun, ia memasang wajah cemberut.

“Sudahlah. Aku akan menjemputnya sepulang sekolah nanti, dia bisa makan bersamaku.”

“Oppa, tidak perlu.” Yoona langsung menolak saran Siwon.

“Tidak apa-apa. Hanya sebentar, kan?”

“Oema, sudahlah, Semuanya bisa terselesaikan jika oema menikah dengan Siwon ahjussi.”seru Sehun seenaknya.

“Jangan bicara sembarangan, Sehunnie.”dengus Yoona kesal.

“Kenapa? Bukankah aku adalah anak kalian? Kenapa kalian tidak menikah?”

Mendengar ucapan polos Sehun, mata Yoona langsung membulat seketika, “siapa yang mengatakannya?!”

“Sooyoung imo. Dia memberitahuku. Jadi cepatlah menikah.”

 

Dasar, orang itu…

 

Siwon tertawa sambil menepuk-nepuk kepala Sehun, “cepat masuk. Kau bisa terlambat.”

Sehun mengangguk, lalu melingkarkan kedua tangannya di leher Yoona dan mencium pipinya. “Oema, aku menyayangi oema.”

“Oema juga menyayangimu.” Yoona balas mencium pipi Sehun.

Sehun bergegas memasuki gerbang sekolah, beberapa langkah masih menghadap Yoona dan Siwon sambil melambaikan tangan lalu berbalik.

“Jangan lupa dengan yang oema katakana yaa… ”teriak Yoona.

Siwon tersenyum lalu merangkul pundak Yoona, “Ayo, kita juga bekerja.”

***___***

Ini hari pertama. Dan Yoona harap harinya bisa berjalan dengan baik. Pekerjaannya tidak berubah, hanya tempat dan suasananya yang akan berubah. Dia akan bertemu dengan orang-orang baru dan tentunya artis-artis baru.

Tidak di pungkiri, Yoona yang ternyata adalah fans berat dari Boa dan HOT sangat bahagia saat dia diterima di perusahaan. Tidak sabar untuk bertemu dengan Boa dan Kangta.

Yoona membungkuk di jendela kaca mobil Siwon, “Tidak mau menitip salam untuknya, oppa?” godanya.

Siwon mengacak rambut Yoona, “pergilah. Jangan khawatir, aku akan mengurus anak kita.” Kemudian ia tertawa.

Yoona ikut tertawa, “gomawo yeobo.”

Ia berjalan menuju gedung SM saat mobil Siwon sudah menghilang. Memasuki lobby, Yoona menyapu pandangannya ke sekitar gedung. Dua hari lalu, sebenarnya dia sudah diajak berkeliling oleh salah satu staff SM namun sepertinya dia belum bisa membiasakan dirinya dengan cepat. Tempat ini masih asing.

“Ya, Eunhyuk-ah!”

BRUKK

Tiba-tiba seseorang menabrak tubuh Yoona dari belakang membuat wanita tinggi itu terjatuh ke lantai.

“Astaga… sepatuku…”

Yoona merasakan jika terjadi sesuatu dengan hak sepatunya dan ternyata benar. Saat ia melepas sepatunya, ia melihat haknya patah.

“Maaf, aku tidak—“

“YA! KAU MERUSAK SEPATUKU!”

TBC

 

 

 

 

 

 

Iklan

66 thoughts on “Crazy Without You Part 1

  1. hyejin berkata:

    Wuiih ada yoong suka suka
    Tuh sehun unyuk amet dan nakal tentunya
    Apa hubungan yoona ma donghae
    Masa lalu kah??

    Oh ya kenalin kak aq mantan sider disini
    Maaf banget kak ya slama ini aq jdi sider
    Dulu tuh hp.q yg dulu g bisa dbuat komen jadi ya.. Gitu deh #curhatmendadak ok abaikan
    Aq dah bca semua ffnya kag mija dan aq suka bnget sma tulisan kag mija. Terus berkarya yaaaa

  2. iis solihat berkata:

    Donghae pnya ank
    Sehun jga?
    Ap jgn” choi sehun ank ny?
    Penasaran
    Keren ceritaanya
    Bkaln seru klnjtanny

  3. Yati berkata:

    Sorry telat bgt bacanya… Penasaran nih, Sehun anaknya siapa? Klo anaknya Yoona sama siwon, trus kok Sehun pernah sama Donghae. Ugh penasaran…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s