History… (Chapter 4)

EXO History3C

Author: SakuRaa (@_raraa84)

Title: EXO: History… (Chapter 4)

Cast:

-Kim Joon Myun (Suho)

-Park Chanyeol (Chanyeol)

-Byun Baekhyun (Baekhyun)

-Do Kyungsoo (Kyungsoo)

-Kim Jongin (Kai)

-Oh Sehun (Sehun)

Genre: Family, Brothership, Friendship, Little Tragedy, Slight! Sad.

Rating: General

Length: Chaptered

 

“Ketika mungkin mereka yang selama ini selalu bersama, kadang merasa jenuh.

Ketika hati mereka penuh dengan gejolak ingin protes, tapi yang mereka lakukan hanya diam.

Dan ketika semua sudah mencapai batasnya, mereka baru menyadari, mengapa kita tak melakukan ini dari dulu?”

 

==================

Chapter 3:

https://koreadansaya.wordpress.com/2014/07/28/history-chapter-3/

=============

“Ayo… one two three four, five six seven eight! One and two, and three—

Perintah pelatih mereka sambil memberi instruksi pada anak-anak EXO-K. Ia sedari tadi terus menyuruh mereka untuk pemanasan, meregangkan tubuh-tubuh mereka yang sudah lama tak lagi menginjak Practice Room ini. tidak hanya kaki mereka yang sudah lama tak menginjak ruangannya ini, tetapi seluruh tubuh mereka seperti lumpuh total tanpa pernah berlatih.

 

Semua hanya diam, tentu saja. Mereka ber-6 sedang sibuk pemanasan sendiri-sendiri, seperti Chanyeol yang berlari-lari kecil mengitari ruangan, Kai yang sedang push-up, Kyungsoo back-up dan dibantu Sehun, serta Suho yang sekedar meregangkan lengan-lengannya keatas, dan Baekhyun yang meluruskan otot-otot kakinya.

 

Hingga akhirnya suara Kyungsoo memecah keheningan mereka, “em, seonsaengnim? Bukankah kita tidak ada jadwal Perform? Mengapa kita berlatih?”

5 pasang mata tertuju kearahnya. Mereka hanya mengangguk dan meng-iyakan dalam hati. Tumben sekali pelatih koreografer EXO itu tiba-tiba menyuruh mereka ke Practice Room.

 

Kim-Seonsaengnim hanya tersenyum, ia menatap satu-persatu member EXO. “kalian mau kehilangan basic-dance kalian? Sewaktu kalian trainee kalian juga selalu berlatih bahkan setiap hari bukan? Jadi mulai sekarang biasakan latihan minimal seminggu sekali, oke?” yang lain hanya saling tatap dan melanjutkan pemanasan mereka.

 

Setelah 5 menit berlalu, pelatih dance bermarga Kim itu memberi instruksi “Finish, Sekarang kita mulai dengan lagu Wolf.” ucapnya sambil berjalan kearah sound System disudut ruangan, dan mereka ber-6 hanya saling diam sambil mengatur posisi mereka masing-masing.

 

Tak ada suara, tak ada tawa, tak ada bantahan dari mulut salah satu dari mereka, hingga suara hentakan sepatu mereka ketika mereka berjalan sangat kentara jelas. Pelatih yang berusia diatas 30-an itu hanya menatap ragu, ia bukan sedang mengajar sekelompok Robot kan? Ia bukan sedang berbicara dengan sekelompok manusia bisu/Tuna wicara kan? Mungkin pria itu sudah terbiasa dengan kebisingan yang selalu dibuat anak-anak didiknya, mungkin ia sudah terbiasa dengan suara-suara keras yang keluar dari mulutnya karena mereka sangatlah susah diatur. Mungkin.

 

Tidak. Suasana tidak lagi hening ketika Intro lagu Wolf dengan volume 60% mulai terdengar di ruangan ini. mereka mengawali seperti formasi yang sudah diajarkan. Membuat formasi Tree of Life.

 

Chogiwa danbeone neukkyeo, neol hanibe chijeucheoreom jibeoneoheulteda

 

Mereka tampak mengerjakan tugasnya dengan baik, setidaknya Kim-Seonsaengnim bisa tersenyum, karena minimal mereka masih mau menyanyi dan menari dalam satu komposisi.

 

1 menit-

aww, kau menginjak kakiku!” suara Baekhyun terdengar keras hingga semua orang serempak menoleh kearahnya, ia terlihat sedang memarahi Suho yang tak sengaja menginjak kaki Baekhyun pada saat pindah formasi. Semua orang tahu dilagu ini mereka berpindah formasih dengan cara Sliding-move, meloncat-loncat meniru gerakan Serigala pada umumnya.

 

“maaf…” ucap Suho sambil kembali ke posisinya. Kim-seonsaengnim hanya menatap mereka, ia menghela napas kasar, jika hal semacam itu, menginjak, bertabrakan, itu sudah biasa, apalagi lagu ini bertempo cepat, tetapi anak didiknya yang terbiasa selalu mengumbar kata-kata konyol, selalu tersenyum apapun keadaannya itu, siapa lagi jika bukan Baekhyun, tapi kali ini ia seperti benar-benar marah, ‘tidak seperti biasanya’-ucapnya dalam hati.

 

“ayolah! Kalian hanya butuh fokus, kalian menyanyikan lagu ini sudah ratusan kali kan!”

 

2 menit-

Chanyeol menepuk pundak Kyungsoo saat mereka akan membentuk formasi Tree of Life yang ke-2, “hei, kau disana kan?” Chanyeol menunjuk barisan 2 didepannya.

 

Kyungsoo mengerjapkan matanya beberapa kali ketika sadar ia berdiri diformasi Chanyeol. “oh ya.” Ucapnya singkat. Ia kembali keposisinya yang seharusnya.

 

Setelah lagu selesai, Baekhyun menoleh kearah Suho, “Ya Hyung! kenapa dari tadi gerakanmu salah terus sih?” lagi-lagi Baekhyun… Baekhyun dan Suho.

entah apa yang mendasari Baekhyun membenci Suho melebihi Kai membenci leader mereka itu, ingatkan kan? Kai pernah membentak Suho saat terakhir kali mereka ber-6 diruang tengah? mereka juga sebenarnya benci pada Suho jauh didalam hati mereka, sebenarnya tidak membenci. Mereka hanya sedikit tak suka karena Suho selalu terlihat ‘over’ dalam segala hal. Walau sebenarnya wajar.

 

Kai dan Kyungsoo yang pose ending-nya bersebelahan, hanya saling melempar pandang, Kyungsoo menangkap arti tatapan Kai yang mengisyaratkan apa-yang-sebenarnya-terjadi-dengan-baekhyun? Dan Kyungsoo pun hanya menggeleng pelan, karena ia memang benar-benar tidak tahu apa yang meracuni pikiran Baekhyun hingga menjadi makhluk tak terkendali seperti ini.

 

Suho hanya menunduk, ia saat ini hanya tidak fokus. Ia terus memikirkan tawaran Ayahnya agar ia sebaiknya kembali kerumah sementara ia tak ada kontrak hingga 6 bulan kedepan. Ia sebenarnya ingin sebentar saja lepas dari segala kekacauan digrupnya ini. tapi dilain hal, Suho merasa ia seperti lepas tanggung jawab jika tiba-tiba ia pergi dari Dorm dan kembali kerumah orang tuanya.

 

Baekhyun memandang wajah mereka satu persatu, ia mencibir, “percuma saja kita latihan seperti ini, tak akan merubah apapun!” ucapnya sedikit membentak, dan yang lainnya tahu adalah Baekhyun yang sudah melesat keluar dari ruangan. Ia juga membanting pintu dengan keras hingga Suho dan yang lainnya sedikit terkejut.

 

Suho ingin mengejarnya, tapi tangan Chanyeol buru-buru menahan lengannya, ia tersenyum kearah Suho. “biar aku yang mengejarnya…” Suho mengangguk.

Mungkin Chanyeol bisa meredakan amarah Baekhyun. Suho juga sempat tak yakin jika ia menemui Baekhyun sekarang, yang ada mungkin Baekhyun semakin marah dan semakin membencinya.

 

Sehun mengelus pundak Suho, “sudahlah Hyung. Hyung kan tahu jika Baekhyun Hyung itu anak yang super labil, ia kadang marah seperti orang psikopat, tapi tak jarang ia bersifat konyol seperti orang idiot. Marahnya Baekhyun Hyung kan tidak pernah lama.”

 

*

Chanyeol

Aku tahu Baekhyun sekarang berubah. Ia bukan Baekhyun yang selama ini aku, atau kami semua kenal. Ia menjadi makhluk yang mudah marah, dan sensitif. Ia bahkan mendadak benci pada Suho Hyung.

 

Aku tahu Baekhyun bukan orang yang mudah menyerah. Ia di-Trainee super kilat untuk bisa mengejar kemampuan kami yang di-Trainee lebih senior. Aku tahu cita-cita terbesarnya adalah menjadi seorang penyanyi, dikenal banyak orang, dihargai, dicintai. Ya aku tahu.

 

Tapi dia harus tahu kan bahwa kita tak bisa menyalahkan siapapun atas semua kekacauan ini?

Apa dia membenci Suho Hyung karena dia merasa Suho Hyung gagal menjadi leader begitu?

 

Aku turun dari lantai 2 menggunakan tangga karena aku melihat Baekhyun menuruni tangga ini beberapa waktu lalu. aku masih bisa melihatnya yang menuruni tangga sambil mendekatkan Handphonenya kearah telinganya, mungkin dia menelpon seseorang.

 

Aku ingin memanggilnya ketika ia ada didepan pintu keluar dan sudah siap dengan kacamata hitam dan topinya, tapi sesaat langkahku berhenti ketika seorang wanita menghampirinya dan langsung bergelayut manja dilengan Baekhyun. Aku mengernyit heran, Tunggu… wajahnya sangat familiar, wanita dengan rambut sedikit bergelombang sebahu, memakai Crop Tee panjang dan memakai Hotpants.

 

“b-bukankah itu…”

Aku membulatkan mataku, dan rahangku jatuh beberapa senti, ketika aku menyadari siapa wanita yang saat ini menggenggam erat tangan Baekhyun. Wajahnya terlihat setengah ketika ia menoleh kearah Baekhyun. Tidak mungkin!

 

“Taeyeon noona?”

 

Aku mengerjapkan mataku berkali-kali,

“Taeyeon-noona… dengan Baekhyun?”

 

Aku tidak salah lihat kan? Jangan-jangan…

“Bae—”

 

Aku menelan kembali teriakanku ketika seseorang menepuk pundakku, aku refleks melonjak kaget. Oh, Suho Hyung.

 

“Chanyeol… bagaimana dengan Baekhyun?” DEG! Aku harus jawab apa?! Aku melirik sekilas kearah Baekhyun dan Taeyeon-noona, rupanya mereka sudah pergi.

 

“oh… e-em, dia sudah pergi Hyung” yah, dia. Bukan mereka.

 

Suho Hyung hanya tersenyum miris, “mungkin dia kembali ke dorm, aku akan bicara padanya nanti” aku hanya mengangguk kikuk. “sekarang ayo kita latihan lagi.”

 

Aku kembali mengangguk dan mengekor dibelakang Suho Hyung, Baekhyun dengan Taeyeon-noona? Apa iya? Tapi aku benar-benar yakin dia Taeyeon-noona, tapi mengapa ia langsung bergelayut manja seperti itu pada Baekhyun? Dan… Baekhyun tak merasa risih sama sekali serta ekspresinya berubah cerah ketika Taeyeon-noona menghampirinya.

 

Apa… mereka pacaran?

 

Mustahil!

 

*

Kyungsoo kembali membaca ulang surat ber-kop salah satu Agency terkenal dikota Seoul itu, tidak sebesar SM memang, tetapi Agency itu sudah banyak menerbitkan Artis-artis asuhannya, apalagi penyanyi solo.

Ia kembali mengingat pertemuannya dengan kakaknya tempo hari.

“Kyungsoo-ah, dengar, Nuuna tak akan memaksamu lagi untuk keluar dari EXO, aku tak akan memaksamu lagi untuk keluar dari SM ent. Tapi tolong pertimbangkan usulan kakakmu ini, tolong baca ini…” ucapnya sambil menyodorkan sebuah Amplop berwarna coklat.

 

Kyungsoo memandang ragu, tapi ia akhirnya meraih Amplop itu sambil perlahan membuka isinya, ia membaca surat ber-kop salah satu Agency besar di Korea itu,

 

“disitu tertulis, bahwa Agency mereka sedang mencari seseorang untuk ia debutkan menjadi Penyanyi Solo, dan bahkan salah satu Eksekutif Manajer sempat menelponku dan bertemu denganku, membicarakan hal ini, dia bilang bahwa kau cocok untuk didebutkan sebagai Penyanyi Solo, dan aktingmu di drama & film juga bisa dipertimbangkan…”

 

Kyungsoo tersenyum singkat, ia memajukan posisinya dan menyodorkan kembali surat itu dihadapan kakaknya. “maaf Nuuna—”

 

Kakak perempuan nya itu menolak, “Kyungsoo, jangan jawab sekarang, aku ingin kau memikirkannya sekali lagi, Kau sudah terbiasa 3 tahun naik turun panggung, jika sekarang kau mendadak berhenti total seperti ini, apa tidak disayangkan?”

“aku hanya ingin membantumu, aku kakakmu, sudah kewajibanku untuk membuat adikku sendiri bahagia, iya kan? Setidaknya kau mencoba… jika kedepannya itu tidak cocok untukmu, kau boleh memundurkan diri dan kembali bersama EXO. Hanya mencoba, apa salahnya?”

 

“sedang apa Hyung?” suara Kai membuat Kyungsoo terlonjak kaget, Kai mengusap kepalanya dengan handuk, dan melirik kertas ditangan Kyungsoo. “itu apa?”

 

Kyungsoo mengedipkan matanya berulang kali, ia tak mungkin mengatakan hal yang sebenarnya pada Kai. Kai pasti akan marah, Kyungsoo tahu bahwa Kai tidak suka dan melarang keras untuk semua member EXO tidak pecah satu sama lain. Sudah cukup dengan kasus Kris, Kai tak mau kehilangan 9 Hyungnya + 1 Dongsaengnya juga. Maka dari itu dia marah besar karena Suho seakan ingin menyerah pada EXO.

 

“ah-tidak… hanya brosur biasa… aku ke supermarket tadi, lalu diberi brosur ini” Kyungsoo lalu tersenyum kikuk. Kai hanya mengangguk paham.

 

*

ceklek

Baekhyun membuka pintu kamarnya perlahan, ia melihat kamarnya dan Chanyeol begitu gelap, dan ia pikir Chanyeol sudah tidur.

 

Ia menutup pintu, dan melirik kearah jarum tangannya, benar saja, jam menunjukkan pukul 1 pagi. Ia kemudian mecopot topinya dan jaketnya, matanya kali ini sangat berat dan tubuhnya benar-benar lelah. Yang ia butuhkan saat ini hanyalah membaringkan tubuhnya dan tidur.

 

“baru sampai?” Baekhyun melonjak kaget, jaket yang ia ingin gantungkan dibalik pintu lalu jatuh kelantai. Chanyeol membalikkan badannya kearah Baekhyun.

 

“kau mengagetkan ku saja.” Ucap Baekhyun setengah gugup sambil memungut jaket yang ia jatuhkan.

 

Chanyeol tersenyum singkat, “darimana?”

 

Baekhyun merasa menelan ludahnya kali ini sangatlah sulit, apalagi Chanyeol terus mengarahkan tatapan menyelidik kearah Baekhyun. “dari…… Café.”

 

Baekhyun bukan seorang yang pintar berbohong, Chanyeol tentu tahu itu, menjadi teman sekamar Baekhyun lebih dari 3 tahun, membuat Chanyeol tahu banyak hal tentang Baekhyun.

 

Baekhyun adalah orang yang sebenarnya jujur, ia sering melontarkan kata-kata konyol, dan ia adalah orang yang tak bisa diam, ia sering melontarkan kata-kata yang meluncur langsung dari otaknya, sehingga ia tak terbiasa menyimpan itu semua, ia tak terbiasa berbohong, walau kata-kata nya kadang pedas, dan menyakitkan orang lain.

 

“Oh. Café. Jam segini ya?”

 

“y-ya. Café 24 jam.” Baekhyun saat ini hanya ingin berteriak agar Chanyeol berhenti meng-interogasinya, dan menghentikan tatapan tajamnya itu padanya.

 

“bersama… Taeyeon-noona ya?” Baekhyun seketika membeku ditempatnya berdiri. Ia merasa ada sebuah belati yang langsung menusuk kepalanya. Bagaimana Chanyeol bisa tahu?

 

“a-apa maksudmu?”

 

Chanyeol hanya tersenyum miring ketika melihat ekspresi Baekhyun. “Oh ya, Suho hyung tadi berniat berbicara suatu hal padamu, mungkin penting, dia juga berkata bahwa ia tidak enak karena kejadian di ruang latihan tadi, tapi karena kau belum pulang hingga larut malam, sehingga aku menyuruhnya tidur, aku berkata dia kan bisa berbicara padamu besok pagi.”

 

Chanyeol kembali melanjutkan ucapannya “apa kau lebih mementingkan Taeyeon-noona daripada Suho hyung yang rela menungguimu pulang hingga larut malam huh?”

 

Baekhyun menoleh cepat kearah Chanyeol yang saat ini sudah berbalik memunggunginya, ia merasa nafasnya tercekat, serta keringat dingin tak hentinya mengucur dipelipisnya, dan ia menginggit bagian bawah bibirnya keras-keras. Chanyeol sudah tahu…

 

*

“Kai, jangan biarkan Handphonemu dicharge semalaman.” Kyungsoo melihat Kai yang sudah tertidur pulas, mungkin dia kecapekan. Kai pasti akan tertidur pulas seperti ini jika tadi ia sudah berlatih dance. Kai selalu memberikan penampilan total walau ia hanya sedang berlatih.

 

Kyungsoo tersenyum. Apa dia yakin akan menerima tawaran dari Agency itu jika disini ia sudah mendapatkan dongsaeng seperti Kai? Ia sangat menyayangi Kai karena memang mereka sudah bersama dari masa-masa Trainee.

 

Ia meraih Smartphone Kai dan mencabut kabel Chash dari lubangnya, dan Smartphone itu menyala. Kyungsoo tak melihat kunci layar disana, ia malah melihat TimeLine account twitter Kai. Kyungsoo tersenyum ternyata Kai sebelum tidur selalu online di account twitter officialnya itu.

 

Tapi senyum Kyungsoo perlahan menghilang, ketika manik matanya mulai bergerak dari kiri kekanan, dan ibu jari tangannya perlahan meng-Scroll down layar itu.

 

Matanya memanas, karena semakin ia meng-scroll down TimeLine itu, semakin banyak cacian, makian, cemoohan dari orang-orang yang tak penting. Sungguh, Kyungsoo baru tahu bahwa fans, haters, atau siapapun orang diluar sana tak bosan-bosannya membicarakan mereka, padahal berita itu sudah kelewat 1 bulan. Ya, Kyungsoo bukan orang yang maniak Internet seperti Kai, ia sangat jarang membuka Handphone untuk sekedar online.

 

Cukup sudah! Jadi ini pekerjaan Kai sebelum tidur, yang Kyungsoo lihat mata Kai selalu tak berhenti menatap layar 5.1 inch Smartphone itu? ia terkadang menaruh Handphonennya dengan bantingan cukup keras hingga Kyungsoo yang sudah tertidur sempat memerjapkan matanya.

 

Konyol! Gumam Kyungsoo sambil menoleh kearah Kai yang masih memejamkan matanya, wajahnya sangat damai, ditambah lampu duduk yang remang-remang menyinari wajahnya.

Tidakkah itu kegiatan yang bodoh ketika Kai malah melihat bagaimana orang-orang diluar sana sedang menilai mereka?

 

Ia kembali melirik kerah amplop coklat berisi surat tawaran bernyanyi Solo itu, tanpa ragu Kyungsoo meraihnya dan segera menyalin nomor Telpon Agency itu ke Handphonenya. ‘Noona benar, aku tak bisa diam seperti ini terus’

 

*

Semua berawal dari ke-tidak jujuran.

Ketika mungkin mereka yang selama ini selalu bersama, kadang merasa jenuh. Ketika hati mereka penuh dengan gejolak ingin protes, tapi yang mereka lakukan hanya diam.

Dan ketika semua sudah mencapai batasnya, mereka baru menyadari, mengapa kita tak melakukan ini dari dulu?

 

*

(Coming soon in Next Chapter!)

“Hyung… jika salah satu dari kita ada yang… pacaran, dan beritanya masuk Media, bagaimana?”

Suho malah tertawa sambil menggeleng-gelengkan kepalanya, “mengapa kau bertanya hal seperti itu? itu tak akan merubah apapun, kita akan tetap bersama sampai akhir kan?”

*

“Sehun, ada apa?”

Sehun hanya menoleh kearah Chanyeol sekilas dan pandangannya kembali kearah TV, Chanyeol membaca berita yang ada dilayar itu.

[NEWS UPDATE] Baekhyun EXO dikabarkan berpacaran. Dan sudah dikonfirmasi langsung oleh SM Entertaiment!’

“apa?! Mana mungkin…”

Kai keluar dari kamar sambil menunjukkan Handphonenya kearah mereka ber-2 “Hyung-hyung! kau lihat ini, disini ditulis jika salah satu Media memergoki Baekhyun ber-2an dengan Taeyeon noona jam 2 pagi!”

 

“dimana Baekhyun sekarang? Dia tidak pulang!”

(See more in Chapter 5!)

*TBC*

 

Yuhuu! Chapter 4 is Up! :v gimana, gimana, gimana? /hening/ ._.

 

Ternyata kalian udah nebak ya kalau itu Taeyeon, iya emang Taeyeon :v wkwk, berdasarkan… *uhuk fakta… *uhuk

Makasih banget sama Readers yang mau nungguin Fanfic-fanfic ku, yang udah Comment, atau blog yang udah nge-like, Makasih😀 dan ada yang bilang makin lama tata bahasaku semakin bagus, iya deh Makasiih (untung makin bagus yee :v)

 

Comment dan saran tetap ditunggu, Bye.

@_raraa84 (if you wanna talk to me, you can mention my account, thank’s!^^)

15 thoughts on “History… (Chapter 4)

  1. Se-Kaiiii♥ berkata:

    Aiih thor, ini sih bkan history lgi nmanya, ini mah udh behind the scene nya Exo, nggk kbayang deh kalo exo kehdupan nyata nya kyk ginii :”
    Seru thor kyk asli😀 daebakk!!

  2. Ade Zeni Anggraeni - Fanfiction Park Jiyeon ♥ EXO berkata:

    berasa nyataaa😀 jadi sedikit nyesek gitu yah, apalagi kalau inget Kris. di FF ini aja mereka kaya menderita ya, padahal cuma FF gak kebayang gimana aslinya mereka menghadapi semua masalah yang menimpa EXO.😦

    Lanjut thor, SEMANGAT😀🙂

    • sakuRaaa (@_raraa84) berkata:

      iyaa :” aku pas nulis juga inget kris:(
      iya kasihan deh exo kalo ditimpa masalah bertubi-tubi gitu kan ya, makanya aku nulis ff ini buat yg lain tau ‘dikit’ gimana perasaan member exo kalo lagi dalam masalah kek gitu :v

      makasiih, tunggu yaa!

  3. sfsclouds...^.^ berkata:

    jangan terima kyung… udah tetep bareng exo ajaaa…
    untung cuma ff yaa… kalo beneran aku gak tau harus gmn. walaupun sbnernya gugatan kris juga pasangan baekyeon itu nyata…
    smg dikehidupan nyata mereka akur, solid, dan memiliki ikatan yg kuat yaa…
    lanjut thoor… semangaaat.

  4. mongochi*hae berkata:

    walaupun ini fanfict tpi n mdkati real…

    huaaaa ak gk bsa byangin klo bnran dan real klo suho ninggalin exo dan lbh mmlh kmbli kkeluargany…

  5. ParkJudit berkata:

    Makin seru aja nih, wahhhhh, mian ya telat komen.
    Sebenernya nyesek sih baca nya, feeling nya dpet sih, huh sakit nya tuh di sini *remes pantat(?)* :”” Nginget2 masa kek gitu, fiuhhhh~~ nyesek.
    Oke ditunggu kelanjutan nya ya ;;)

  6. Jung Han Ni berkata:

    jadi kyungsoo setuju sama usulan noonanya? wah masalahnya makin rumit nih. kutunggu kelanjutannya ya thor, keep writing!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s