Edelweis (Chapter 10) END

CIMG0155 - Copy(1)

Title                 : Edelweis (Final Chapter)

Author             : Jung Ri Young

Cast                 :-Oh Sehun

-Park Chanyeol

-Byun Baekhyun

-Kim Jongin

-Kim Yeejin (OC)

-Park Yoora (Chanyeol noona)

-Jung Ahra

Genre              : Family, Brothership, Romance, Little Comedy

Rating             : T

Length             : Chapter

Disclaimer       : Member EXO milik Tuhan, Orang tua dan SMEnt. Kecuali Baekhyun milik saya! kekeke

Summary         : “Mungkin sering terjadi hal-hal buruk menimpaku, tapi percayalah, kalian terbaik yang pernah ada dalam hidupku.”

Chapter sebelumnya : 1 , 2 , 3 , 4 , 5, 6, 7, 8, 9

.

.

.

Baekhyun terperanjat mendengar penuturan langsung dari Jongin. Menggeleng, ia tak percaya. Jadi bagaimana? Bagaimana bisa Yeejin tiba-tiba menjadi adik Jongin? Sejak kapan mereka berhubungan darah kalau jelas-jelas Yeejin adalah seorang anak tunggal? Oh, ayolah, Jangan lupakan fakta bahwa Baekhyun adalah mantan kekasihnya, ia tahu persis dari cerita-cerita Yeejin selama mereka berpacaran dulu.

“Tidak mungkin, ini tidak mungkin!”

Sehun dan Jongin mengangguk lesu, sedetik kemudian mereka mendelik lalu menoleh ke belakang dengan gerakan cepat. “MWOO????”

.

-xoxo-

.

“Jelaskan. Jelaskan apa maksud perkataanmu barusan, Kim Jongin!” Baekhyun menuntut pada namja berkulit gelap di depannya. Mereka berdua –Sehun dan Jongin- kini sudah seperti tersangka yang tertangkap basah dan sedang diadili.

“Kau mendengarnya, hyung?”

“Tentu saja! Telingaku masih berfungsi dengan baik, kalau kau tak tahu.” Sambarnya kesal. Ia tahu, Jongin hanya sedang mengulur-ulur waktu bahkan mungkin mengalihkan pembicaraan. Sedangkan Sehun, ia tak berniat mencecarnya lebih lanjut karena ia tahu si albino itu juga sama syok seperti dirinya.

“Hyung..kalau kau sudah mendengar kenapa masih memojokan Jongin seperti itu? Kau tak lihat muka hitamnya semakin kelam karena terpojok?”

“Ya! Jaga bicaramu, Oh Sehun!” Jongin mendadak kesal. Tak lupa tangan yang sedari tadi bebas mendarat mulus di kepala sahabatnya itu.

“Aku sedang membelamu, bodoh! Kenapa kau memukulku!” Bisik Sehun mengusap kepalanya. Mereka kemudian beradu mulut untuk waktu yang lama gara-gara masalah sepele tersebut.

Baekhyun memutar bola mata melihat kelakuan dua tiang listrik di depannya yang sangat kekanak-kanakan. Jengah. Ia serasa ingin menenggelamkan mereka berdua yang tak kunjung berhenti.

“Jadi kalian benar-benar tak mau menjelaskan padaku, huh?”

Keduanya menoleh, sadar akan keberadaan Baekhyun yang sempat terabaikan. Jongin berdeham sejenak sebelum menjelaskan hal yang sebelumnya telah ia katakan pada Sehun. Sedikit malas, sebenarnya. Namun tatapan mengintimidasi dari hyung bermata kecilnya sangat membuat risih. Jadi terpaksa, benar-benar terpaksa. Oh ayolah, siapa juga yang mau menjelaskan hal yang sama dua kali berturut-turut di waktu yang hampir berdekatan seperti ini? Bahkan mungkin dosen profesional pun akan jengkel. Apalagi Jongin? yang notabene adalah seorang namja dengan kadar kesabaran di bawah rata-rata. Baekhyun pasti cari mati!

Jongin menghela nafas setelah menghabiskan kurang lebih lima menit untuk menjelaskan pada Baekhyun. Tak mau panjang lebar, ia menyingkat ceritanya dan hanya memberi tahu hal-hal yang menjadi inti masalah hidupnya yang cukup berbelit.

“Jadi..Oh..bagaimana bisa?” Baekhyun terlihat kesulitan mengekspresikan perasaannya saat ini. Terkejut, bingung, dan tidak menyangka. Semua berkecamuk hingga membuat lidahnya kelu.

“Aku percaya hidup penuh dengan kebetulan, tapi ini? apa ini masih pantas disebut kebetulan? ck, jinjja!” Sehun yang sedari tadi diam ikut berkomentar.

“Benar. Tunggu—jadi waktu kau membuka kotak rahasia di kamarku?”

“Tsk, tentu saja aku melihat wajah adikku di dalamnya. Dia tersenyum sangat manis, bukan begitu?”

“Tapi mengapa saat itu kau bilang tidak ada apa-apa, huh?”

“Memangnya kau mau menjelaskan apa pada Chanyeol hyung jika aku mengatakan foto kekasihnya terpampang di kotak rahasia milik sahabatnya sendiri, hah? Kau bosan berteman dengan kami? Kau mau memecahkan persahabatan ini?” Jongin semakin kesal dengan pertanyaan bodoh yang terlontar padanya. Apa yang ada di pikiran Baekhyun sebenarnya? Apa hyungnya itu sudah gila? Ia semakin yakin jika Baekhyun benar-benar mencari mati.

Baekhyun terdiam, tak mampu lagi membalas pertanyaan Jongin karena ia sendiri tidak tahu jawabannya. Jongin benar. Memangnya apa yang akan ia katakan? Apa yang bisa ia jelaskan pada Chanyeol jika sahabatnya itu mengetahuinya? Sedetik kemudian ia tersadar. Mungkin selama ini Baekhyun merasa dunia tak adil padanya. Ia merasa tersakiti, tertusuk, dan terhianati. Namun bagaimana dengan Chanyeol? Ia bahkan tak sedikitpun tahu jika Baekhyun pernah menjalin hubungan dengan Yeejin. Ia tak tahu diam-diam Baekhyun masih menginginkan Yeejin. Dan ia tak tahu jika kenyataannya Yeejin juga masih menyimpan rasa pada Baekhyun, sahabatnya sendiri. Bukankah itu lebih menyakitkan dari apa yang Baekhyun alami sekarang? Chanyeol terlalu buta, buta akan cintanya pada seorang Kim Yeejin. Dan parahnya, sahabat-sahabat yang seharusnya menyadarkannya justru seolah turut menjerumuskan. Membiarkan Chanyeol semakin tenggelam dalam ketidaktahuan.

Aku bersalah padamu, Chanyeol-ah…

.

-xoxo-

.

Namja tinggi itu, seperti yang telah di duga masih bergelut dengan selimut di kamarnya. Yoora menyandarkan tubuh pada daun pintu. Memperhatikan adiknya yang sedang terlelap. Ada kepedihan yang ia tangkap di sana, di wajah Chanyeol yang biasanya hanya akan memancarkan keceriaan. Yoora semakin bertanya-tanya, apa yang terjadi? –Baekhyun. Ya, ia harus bertanya pada Baekhyun soal ini. Aissh, Yoora merutuk dalam hati sembari berjalan menuju telepon yang berada di ruang tengah. Mengapa ia tak kepikiran sebelumnya? Baekhyun adalah orang terdekat Chanyeol dan ia pasti tahu segalanya.

“Nde, noona?” Terdengar suara namja dari seberang. Yoora tak langsung menjawab, menimbang-nimbang bagaimana ia harus bertanya agar orang itu mau berkata jujur padanya. Oh ayolah, Yoora tahu persis Baekhyun selalu berada di pihak Chanyeol, ia tak mungkin membeberkan cerita semudah itu apalagi pada kakak sahabatnya.

“Kau sedang apa?”

“Aku masih di kampus bersama Sehun dan Jongin. Waeyo?

“Bisa kita bicara sebentar? Ani— maksudku, bertemu? aku ingin mendiskusikan acara pernikahanku. Aku ingin kau mengisi acara dengan lagu-lagumu itu.” Yoora berbicara tak beraturan sehingga membuat Baekhyun mengeryit di sana.

“Begitu? Ah, sayang sekali aku hari ini ada kuliah sampai malam. Mungkin nanti sepulang dari kampus aku akan ke apartemen noona.”

“Mm..baiklah kalau begitu. Sampai nanti.” Yoora hendak memutuskan panggilan sebelum Baekhyun kembali bersuara.

“Noona, aku tidak menemukan Chanyeol di kampus. Apa dia sudah pulang?”

“Yeaah, dia sudah menghubungiku tadi. Dia baik-baik saja. Jangan khawatir.”

“Oh, syukurlah.”

“Ne..”

Yoora menghela nafas setelah mengakhiri panggilan. Baekhyun tak menunjukan adanya perselisihan di antara mereka. Dia berbicara seperti biasa. Apa Chanyeol sedang bermasalah dengan dua adiknya yang lain? Jongin dan Sehun? Ah, sebenarnya ada apa?

dreett..dreett..dreett..

Lampu led di layar hadphone Yoora menyala. Ada pesan masuk di sana. Ia dengan malas menyambar benda itu untuk melihat si pengirim pesan. Senyumnya tiba-tiba mengembang membaca deretan tulisan singkat yang ia terima. Yoora memasuki kamarnya dengan terburu-buru. Mengacak lemari untuk menemukan pakaian yang cocok.

Suara gaduh dari kamar Yoora membuat Chanyeol terganggu. Ia mengerang di ranjangnya. Kemudian melompat turun untuk melihat apa yang terjadi.

“Mwo??? Ya! apa yang kau lakukan, noona?” Mata sayu Chanyeol tiba-tiba membulat heboh ketika melihat pemandangan di kamar kakaknya.

“Ah, Yeollie. Kau sudah bangun. Otte? Apa ini bagus?” Yoora tak menghiraukan tatapan horror adiknya. Ia masih sibuk bergelut dengan dressnya ketika Chanyeol melangkah menghampiri. Bahkan ia tidak peduli saat lelaki itu berjingkat-jingkat berusaha mencari jalan agar tidak menginjak baju-baju Yoora yang sudah berserakan di lantai.

“Memangnya kau mau kemana? apa kau akan bekerja dengan pakaian seperti itu?”

“Tentu saja tidak. Oppa mengajakku mengunjungi eomonim.” Balas Yoora berseri-seri. Chanyeol memutar bola mata sebagai jawaban. Ia lupa, siapa lagi yang bisa membuat kakaknya ini bertindak heboh selain Kim Joonmyun? Seharusnya ia sudah tahu dari awal.

“Ah ya, aku sudah menyiapkan makanan untukmu. Kau tinggal memanasi saja sebelum memakannya. Jangan makan ramen! kau bisa sakit. Annyeong~”

Yoora menghilang dari balik pintu sebelum mengucapkan pesan yang sudah sangat sering ia lontarkan. Meninggalkan Chanyeol seorang diri di tengah-tengah pakaian Yoora yang masih berserakan.

“Bahkan kau meninggalkan kamar dengan keadaan berantakan seperti ini, huh? hyung pasti sudah salah memilih calon istri!” omelnya sambil memunguti pakaian itu.

.

-xoxo-

.

“Kau cantik sekali, chagi-ya.” kalimat sederhana itu mampu membuat darah menjalar ke pipi Yoora. Wajahnya merona. Bukan karena namja itu memujinya cantik. Ia memang terlahir dengan wajah rupawan hingga pujian itu sudah sangat sering di dengarnya. Tapi kali ini berbeda karena kekasihnya yang mengatakannya. Bertahun-tahun menjalin hubungan dengan Joonmyun, ia sangat hafal watak namja di sampingnya itu. Joonmyun bukan tipe orang yang bisa secara gamblang mengungkapkan perasaannya. Bahkan kekasihnya itu tak pernah sekalipun mengomentari penampilan Yoora.

“Aigoo..mukamu semerah tomat!” tangan Joonmyun terulur untuk mengacak rambut calon istrinya. Ia tertawa pelan mendapati Yoora yang tersipu.

“Oppa..kau membuatku malu.”

“Hahaha..tapi aku tidak berbohong. Kau memang yeoja paling cantik yang pernah kutemui.” ucap Joonmyun kembali.

Yoora memajukan bibirnya mendengar bualan dari kekasihnya. “Apa kau sedang menggodaku saat ini? huh?”

“Ah, wae? apa aku tak boleh menggoda calon istriku sendiri? hmm?”

Mereka tertawa setelahnya. Melupakan fakta bahwa hari ini mungkin akan terjadi pertengkaran yang akan mereka saksikan. Joonmyun memang tak memberi tahu Yoora. Ia hanya memendam sendiri semua rencananya mempertemukan orang tua kandungnya.

Flashback

“Eomma tak keberatan, Joonmyun. Pergilah temui eomma kandungmu. Walaupun nantinya eomma harus mengalah karena kehadiran dia kembali di rumah ini, eomma tak akan marah. Eomma akan menerimanya.”

Ucapan nyonya Kim begitu menohok hati Joonmyun. Ia –dan mungkin Jongin- menginginkan eommanya kembali. Namun ia juga tak bisa berbuat banyak karena appa sekarang telah memiliki istri baru. Wanita yang sangat lembut dan telah membesarkan adiknya penuh kasih sayang.

“Tidak akan ada yang bisa mengganti posisimu. Bagaimanapun, kau telah mengisi kekurangan keluarga kami karena appa dan eomma berpisah. Bahkan sampai saat ini Jongin masih merasa bahwa kaulah eomma kandungnya. Walaupun ia juga tak menolak kehadiran eomma kandung kami.” papar Joonmyun sedih. Sebagai anak pertama, ia tentu sangat ingin menjaga keutuhan keluarganya. Berkumpul kembali dengan eomma appanya. Memberi kesempatan pada Jongin untuk merasakan hangatnya keluarga. Jongin memang tak kekurangan kasih sayang. Ia tahu itu. Nyonya Kim merawatnya dengan baik. Namun tetap saja, bagi Joonmyun itu semua masih mengganjal.

“Pergilah, temui eommamu. Aku akan membantu meyakinkan appa tentang adik perempuanmu. Dia pasti sangat sedih selama ini.”

Ya. Satu lagi orang yang Joonmyun pikir telah banyak tersakiti. Kim Yeejin, adik perempuannya. Bahkan yeoja yang kini telah beranjak dewasa itu belum sekalipun bertemu dengan appa. Apalagi merasakan kasih sayang appa. Malah, kehadiran yeoja itu di dunialah yang membuat eomma dan appa berpisah.

Ketika Jongin lahir belum genap satu tahun. Eomma ‘kecolongan’ dan kembali mengandung. Appa, yang mengetahui hal ini merasa tak percaya dan menuduh yang tidak-tidak pada eomma. Beliau menuduh eomma telah berselingkuh dengan orang lain karena memang saat itu eomma lebih sering di luar, bekerja sebagai jaksa. Tentu saja hal itu membuat eomma murka. Mereka bertengkar hebat hingga akhirnya berpisah. Appa membawa kedua putranya ke Seoul sedangkan eomma pergi entah kemana. Bersama anak yang masih dalam kandungannya.

Flashback End

“Oppa!!”

“Ne?” Joonmyun terperanjat ketika tersadar dari lamunannya.

“Kau melamun?” Tanya Yoora menyelidik. Pasalnya, mereka kini sedang dalam perjalanan. Sangat tidak lucu jika sepasang calon pengantin itu nantinya tertabrak kendaraan lain karena Joonmyun menyetir tanpa kesadaran penuh.

“Mianhae.” Jawaban Joonmyun tentu membuat Yoora mengeryitkan dahi. Orang ini biasanya tak pernah mengaku jika sedang melamun. Lebih sering menyangkal dengan seribu alasan. Tapi sekarang? “Apa yang kau pikirkan, oppa?”

Jeda. Joonmyun tak langsung merespon pertanyaan Yoora. Hingga akhirnya ia mengedikan bahu.

“Entahlah.” Nah, kan?

.

-xoxo-

.

From : Joonmyun hyung

Pergilah ke rumah eomma

kita bertemu di sana

Pesan singkat yang di terima membuat Jongin menghentikan langkah. Ia tadinya sudah berjanjian dengan kedua sahabatnya untuk pergi bersama, namun sepertinya hyungnya lebih membutuhkannya saat ini.

“Hyung, pergilah bersama Sehun. Aku ada urusan.” Ucap Jongin setengah berteriak. Ia lalu melesat menuju mobilnya yang terparkir sedikit lebih jauh dari mobil Baekhyun dan Sehun.

“Ya ya ya! kau mau kemana?” Baekhyun mengimbangi teriakan Jongin, namun namja berkulit gelap itu mengabaikannya. Jongin hanya membunyikan klakson sekali ketika melewati Baekhyun dan Sehun. Lalu menghilang bersama mobil yang di kendarainya.

“Kenapa anak itu?” Sehun yang baru datang terlihat bingung.

Baekhyun mengedikan bahu, ia sendiri juga tidak tahu. “Ada urusan, katanya.”

“Begitu? Ya sudah. Kajja!” Sehun melompat ke dalam mobilnya, kemudian keluar perlahan dari deretan mobil mahasiswa lain yang terparkir disitu. Baekhyun yang menyadari telah ditinggal juga ikut membuka pintu mobilnya sendiri.

Lima belas menit mereka habiskan di jalanan sebelum sampai di sebuah apartemen yang menjadi tempat favorite mereka untuk bersantai. Tapi kali ini bukan itu tujuan mereka kemari. Yoora yang meminta Baekhyun datang. Sedangkan Sehun, ia tentu lebih memilih ikut daripada berdiam di rumah seorang diri. Toh ia juga ingin bertemu dengan Chanyeol. Setidaknya, ia punya alasan untuk memaki hyungnya itu karena mendadak menghilang begitu saja.

Seperti biasa, mereka memencet deretan tombol kunci elektronik yang sudah sangat di hafal. Namun berkali-kali mencoba Baekhyun dan Sehun tetap saja tak bisa membukanya. “Mereka mengganti password sepertinya.” gumam Sehun sembari memencet bell. Ia menampakan wajah pada intercom agar siapapun yang berada di dalam tahu bahwa dirinya yang datang berkunjung.

Cukup lama, akhirnya pintu terbuka menampakan visual tubuh menjulang yang sedikit mengerikan karena penampilannya yang acak-acakan. Namja itu—Chanyeol, sudah siap mengomel pada Sehun sebelum terkesiap melihat Baekhyun di sampingnya. Ia tidak tahu, sosok yang lebih kecil itu tidak terlihat di layar intercom.

“Kupikir kau sendirian.” ujar Chanyeol sambil ngeloyor masuk. Meninggalkan mereka berdua yang terbengong-bengong.

“Apa yang terjadi, Yeol? Kau berantakan sekali.” Baekhyun mengekor sambil mencecar namja tinggi itu.

Chanyeol menjatuhkan badan pada sofa. Meraih remote untuk menyalakan televisi.

“Hyung, kau darimana saja? Kenapa kemarin tidak datang, huh?”

“Aku lelah, Hun.”

“Ck! Kau pasti pergi berkencan!”

Chanyeol menoleh sengit mendengar topik sensitif itu. Ia kesal, susah payah menahan ledakan hatinya ketika melihat wajah Baekhyun. Namun Sehun malah dengan santai membukanya.

“Wae?” Sehun terheran melihat perubahan wajah hyungnya. Keruh, seperti hendak menerkam Sehun bulat-bulat.

Tak ada jawaban maupun suara lain setelah Sehun melontarkan pertanyaan pada Chanyeol. Mereka terdiam. Tenggelam dalam pikiran masing-masing dan mencoba mencerna situasia apa yang terjadi.

Baekhyun, yang sedari tadi di abaikan oleh Chanyeol sedikit demi sedikit merasakan takut dalam hatinya. Berbagai argumen negatif berterbangan dalam pikiran. Apa ia berbuat salah? Apa Chanyeol marah padanya? Atau yang lebih parah, apa Chanyeol sudah mengetahui hubungannya dengan Yeejin di masa lalu? Baekhyun merasa penasaran. Ingin sekali bertanya pada Chanyeol. Tetapi, ia terlalu takut mendengar jawabannya terlebih jika dugaannya memang benar.

“Noona menyuruhku kemari. Dimana dia sekarang?” akhirnya Baekhyun memberanikan diri membuka suara. Ia menatap Chanyeol was-was.

“Oh, kau mencari noona? Bukan mencariku?” Jawab Chanyeol sarkatis.

Baekhyun beberapa kali mengerjap-erjapkan matanya. Baru pertama kali ini dia merasa begitu kikuk bicara dengan orang yang sudah puluhan tahun menjadi sahabatnya. Di sampingnya, Sehun hanya memperhatikan dua hyungnya itu dalam diam.

“Y-yeaah, mencarimu juga sebenarnya. Kau menghilang begitu saja.” Baekhyun berusaha mengontrol suaranya.

“Baguslah! Karena kau hutang penjelasan padaku, bukan?”

“Penjelasan?” Kening Baekhyun berkerut. “Penjelasan a—“

“Kim Yeejin.” Chanyeol memotong dengan santainya. Masih belum menatap Baekhyun. Sepertinya layar televisi lebih menarik dibandingkan lawan bicaranya itu.

“A-apa ma-maksud-mu, Yeol?” Baekhyun mulai terbata mendengar ucapan Chanyeol. Ia terperanjat. Tak menyangka Chanyeol akan menanyakannya segamblang itu.

“AKU YANG SEHARUSNYA BERTANYA APA MAKSUDMU, BAEKHYUN!!!” Mereka berdua terlonjak mendengar teriakan Chanyeol yang sangat tiba-tiba. Tubuh tinggi itu berdiri, mencerkam kemeja Baekhyun dengan geram hingga tubuh kecil itu mau tak mau ikut berdiri. Chanyeol mencekik leher Baekhyun dan merapatkannya ke dinding apartemen.

“Kau!” Mata Chanyeol berkilat-kilat “Apa yang kau lakukan dengan Yeejin? Hah? Bisakah kau jelaskan padaku?”

“Hyung, jangan seperti ini. Lepaskan Baekhyun hyung!” Sehun tak kuasa untuk tak melerai keduanya. Baekhyun dan Chanyeol, dua hyungnya yang sangat akur itu bersitegang hanya karena seorang yeoja. Sehun benar-benar merasa panik melihat wajah Baekhyun yang kian memucat. Chanyeol mencengkram lehernya begitu kuat, membuat Baekhyun kewalahan untuk bernafas.

“Kuperingatkan kau, Oh Sehun. Jangan melibatkan diri dalam masalah ini. Aku hanya butuh penjelasan dari namja brengsek ini. Bukan kau.” Chanyeol mendesis rendah sambil masih menatap Baekhyun yang meringis. Kesakitan.

“Bagaimana dia akan menjelaskan jika kau mencekiknya seperti itu! Baekhyun hyung bisa mati! Hyung cepat lepaskan!” seru Sehun kian meninggi. Baekhyun tak berdaya di tempatnya. Ia benar-benar khawatir.

“M-Mi..an..hae..” dengan susah payah kalimat itu lolos dari mulut Baekhyun.

“Chanyeol hyuung..” Sehun terus merajuk. Berharap Chanyeol segera melepaskan tubuh kecil Baekhyun.

Tubuh Baekhyun merosot seiring dengan Chanyeol yang menarik tangan dari lehernya. Nafasnya tersenggal-senggal, beberapa kali ia terbatuk karena lehernya sempat tercekat. Sehun buru-buru meraih tubuh kecil itu. Memapahnya menuju sofa kembali. Baekhyun yang sudah lemas hanya bisa menurut tanpa penolakan.

“Mianhae Chanyeollie…Jeongmall mianhae..”

“Kenapa kau melakukan ini, Baekhyun? Apa salahku padamu?”

Chanyeol berkata lirih sambil memunggungi lawan bicaranya. Ia menengadah, tak sedikitpun berniat menatap sahabatnya itu.

Baekhyun menatap Sehun yang masih merangkulnya. Seolah meminta bantuan apa yang harus dikatakannya. Sehun mengangguk mantap, meyakinkan Baekhyun agar namja bermata sipit itu berbicara apa adanya. Chanyeol harus tahu. Chanyeol berhak mengetahui kebenarannya.

“Aku..aku masih mencintainya, Yeol. Sungguh aku minta maaf.” ucapan itu mampu membuat Chanyeol terkesiap dan berbalik. Baekhyun mencintai Yeejin. Chanyeol sudah bisa menebak. Namun namja itu tak habis pikir jika sahabatnya akan dengan pasrah mengakuinya. Bahkan di depannya, kekasih Yeejin sendiri.

“Brengsek! Kau tak tahu diri!”

-BUGH-

-BUGH-

-BUGH-

Baekhyun mengerang ketika tinju Chanyeol menghujam wajahnya. Sakit sekali. Ia merasa rahangnya bergeser beberapa inchi dari tempatnya.

Chanyeol kembali menghempaskan tubuh Baekhyun setelah puas menghajarnya. Tangannya kesemutan. Tanda bahwa pukulannya barusan bukan main-main. Ia telah menumpahkan segala kemarahannya di sana. Di wajah sahabatnya. Namun ia belum juga merasa puas. Hatinya masih berkobar akibat percikan api cemburu yang Baekhyun sulut.

“Maafkan aku.” Lirih Baekhyun kembali. Ucapan itu malah bagai mantra yang membuat Chanyeol kembali kalap.

-BUGH-

Sekali lagi. Wajah Baekhyun menjadi sasaran kemarahan Chanyeol. Kali ini lebih keras. Hingga sudut bibirnya robek dan mengeluarkan Cairan kental berwarna merah.

Baekhyun tak melawan. Ia hanya pasrah Chanyeol memperlakukannya seperti itu. Ia juga meminta Sehun tak menghalangi. Saat ini, Chanyeol butuh pelampiasan. Ia butuh menyalurkan segala amarahnya dan Baekhyun lah orang yang harus bertanggung jawab di atas semua itu.

“Ambil lah jika kau benar-benar mencintainya. Aku tak sudi berbagi wanita denganmu.” Ujar Chanyeol sambil berlalu.

“Tidak Yeol!” Baekhyun berbicara agak keras untuk menahan langkahnya. “Aku tidak akan merebutnya darimu, sungguh.”

“LALU APA YANG KAU LAKUKAN TEMPO HARI BERSAMANYA JIKA KAU TAK BERNIAT MEREBUTNYA!!!”

“Itu..aku..itu..sebenarnya..”

“Bisakah kau mengatakan lebih jelas Tuan Byun?!”

Baekhyun memejamkan mata sejenak. Menghela nafas untuk menetralkan suaranya yang bergetar. Ia tak punya nyali. Ia sangat takut mengatakan kebenarannya dan membuat Chanyeol kembali terluka. “Maafkan aku.” akhirnya hanya kata itulah yang sanggup ia ucapkan.

Chanyeol tertawa mendengus. Melemparkan tatapan mengejek pada orang yang sedang gemetar di depannya. “Lihat, Oh Sehun! Begini cara ia membalasku sebagai seorang sahabat. Menyedihkan!”

“Kau sendiri bagaimana hyung?” Sehun, yang sedari tadi berusaha menahan diri kini mendongak.

“Aku?”

“Ya, bagaimana denganmu yang tak mau mendengarkan alasan sahabatmu sendiri. Apa itu tidak sama menyedihkannya?” Sehun menjaga nada bicaranya agar tetap rendah. Ia mencoba bersikap netral.

“Alasan apa lagi yang harus ku dengar? Dia tak memiliki alibi apapun untuk membela diri. Ya. Itu karena dia bersalah!” Ujar Chanyeol berapi-api.

Sehun kini bangkit. Menarik Baekhyun agar mendekati Chanyeol. Ia berdiri di antara keduanya dengan perasaan yang mulai memanas.

“Begini. Kalian berdua bersahabat bahkan sebelum kalian mengerti apa itu persahabatan. Kalian selalu menjaga satu sama lain dan selalu lolos dari masalah-masalah yang akan menghancurkan persahabatan yang kalian bangun. Tapi sekarang? Bagaimana aku bisa tinggal diam ketika persahabatan yang kokoh itu dihancurkan oleh seorang yeoja? Demi Tuhan, hyungdeul! Aku ingin sekali membunuh yeoja bernama Kim Yeejin itu! Namun apa yang bisa ku lakukan? Jongin akan membunuhku terlebih dahulu jika ia mengetahui rencanaku terhadap adiknya!”

“Siapa yang kau sebut adik Jongin?”

“Yeejin, tentu saja!”

Chanyeol mengerjapkan matanya mendengar penuturan Sehun. “Jangan bercanda!”

“Sungguh hyung, aku tidak bercanda. Yeejin adalah putri Nyonya Shin. Dia adik Jongin!”

“Dan kau.” Lanjut Sehun. “Jika kau masih ingin melihat noona menikah dengan Joonmyun hyung, kau harus melepaskan Yeejin secepat mungkin. Kalian akan menjadi saudara ipar nantinya. Kalian tidak bisa terus bersama. Itu mustahil. Biarkan Yeejin bahagia dengan mantan kekasihnya ini. Mereka sal—“

“Mantan??” Sekali lagi kening Chanyeol berkerut.

“Jangan potong ucapanku. Issh!”

“Yeejin mantanmu?” Tanya Chanyeol tak mempedulikan gerutuan Sehun. Ia hanya memandang lurus Baekhyun.

Baekhyun mengangguk pelan. Tak berani membalas tatapan Chanyeol. Ia merasa bersalah. Beribu-ribu kali dari sebelumnya.

“Mianhae..”

Chanyeol terdiam beberapa saat setelah mendengar permintaan maaf yang telah berkali-kali diucapkan oleh Baekhyun. Ia tak mampu berfikir. Otaknya bebal. Fakta-fakta baru yang ia dapatkan membuat lidahnya kelu dan tak mampu di gerakan sebagaimana mestinya.

“Mianhae…aku tak bermaksud menyembunyikannya darimu.” kata Baekhyun kembali. Ia sepertinya telah mengetahui isi kepala Chanyeol.

Chanyeol hanya bergeming tanpa suara. Tatapannya meredup. Ia lupa bagaimana caranya bicara apalagi mengekspresikan perasaannya saat ini. Hatinya terasa di aduk-aduk. Marah, bingung, kaget, semua bercampur aduk membuatnya mual seketika.

“Hyung, gwenchana?” Sehun dengan sigap meraih tubuh Chanyeol ketika namja itu merosot di tempatnya. Bahkan di saat seperti ini, otot-otot kakinya seolah ikut bekerjasama membuat ia kian melemah.

Sehun memapah Chanyeol untuk duduk di sofa. Disusul dengan Baekhyun yang sama khawatirnya. Wajahnya memucat. Ia tahu, kali ini Chanyeol akan marah besar padanya, kembali menghajarnya, bahkan mungkin memutus persahabatannya.

“Kenapa Baekhyun? Kenapa?” Chanyeol berbisik lirih, “Kenapa kau membiarkanku menjadi seorang idiot seperti ini?” tuntutnya masih memandang Baekhyun.

Lelaki kecil itu –Baekhyun- tak meresponnya. Bahkan menurutnya, dialah yang terlihat seperti seorang idiot. Lelaki idiot yang tak berani jujur pada sahabatnya sendiri.

“Mianhae…” tutur Chanyeol kembali. Ia bangkit mendekati Baekhyun. Sehun yang mengira hyungnya akan kembali kalap ikut bangkit. Namun perkiraannya salah. Chanyeol tak melayangkan tinjunya lagi. Ia melayangkan pelukan. Mendekap erat sahabat bermata sipitnya. Sambil berkali-kali meminta maaf.

.

-xoxo-

.

“Jadi..” Chanyeol kembali membuka suara setelah keadaan benar-benar tenang. Mereka kini telah berhasil menguasai emosi masing-masing. Berusaha menerima dan saling memaafkan satu sama lain. “kau pernah berkencan dengan Yeejin waktu berpisah dengan kami? di Bucheon?”

Baekhyun mengedikan bahu. Lalu menuangkan air dan meneguk hingga sepertiganya. Ia merasa lega. Benar-benar lega tak harus menyembunyikan apapun lagi dari Chanyeol.

“Kau mencuri start, Baek. Dasar curang!” dengusnya bercanda. Baekhyun ikut nyengir dibuatnya. Membuat Sehun memutar bola mata.

“Lihat! Bahkan luka itu masih basah. Dan kalian sudah bercanda lagi seperti ini? Astaga!”

Mereka tertawa kecil. Hampir saja melupakan Sehun yang sedari tadi menjadi saksi pertengkaran –dan baikan- mereka. “Aku tak ingat ada kau disini, albino.” Chanyeol menyikut pelan pinggang Sehun.

“Ya. Itu karena kalian sibuk sendiri memperebutkan Kim Yeejin.”

“Kami tidak rebutan!”

“Kami tidak rebutan!”

“Tapi kalian masih kompak.” cibirnya sebal.

“Lantas, apa yang akan kalian lakukan sekarang?” kata Sehun lagi.

Mereka berdua mengedikan bahu. Seolah hal yang Sehun tanyakan sangat tidak berarti. Sehun meringis lebar. Puas dengan jawaban implisit yang mereka berikan. “Ya, persahabatan kita lebih berarti.”

=========================================

epilog

Sehun POV

Warna putih mendominasi taman milik keluarga Kim. Lahan yang cukup luas itu kini telah disulap menjadi sebuah tempat yang lebih indah. Joonmyun hyung dan Yoora noona terlihat sedang berbincang dengan beberapa tamu undangan. Konsep pesta kebun ini memang terlihat lebih mewah namun tetap santai.

Aku duduk di meja yang lebih jauh. Menghindari hiruk pikuk suasana pesta yang meriah. Yeah, sekaligus menghindari orang tuaku yang super cerewet itu. Mereka tak henti-hentinya mengintrogasiku jika baru pulang ke rumah. Untuk sekedar bertanya, bagaimana kuliahmu, Sehun? bagaimana hidupmu selama kami tak ada? Apa kamu kesepian? Oh ayolah, aku memiliki tiga sahabat berisik yang sudah jelas menjamin hidupku tak akan semenyedihkan itu. Yah, tiga sahabat yang terkadang membuatku sakit kepala juga.

Kurasakan seseorang menepuk pundakku dari belakang. Oh, ini mereka. Panjang umur sekali!

“Sehun sunbae.” seorang yeoja mengenakan dress selutut dengan rambut tergerai menyapaku. Oh, aku salah orang.

“Kau sendirian?” sapaku kembali, berbasa-basi.

Yeoja itu –Yeejin- hanya mengangguk. “Kau masih marah padaku, sunbae?”

Pertanyaan itu di lontarkan dengan nada waspada yang sangat kentara. Kulirik sekilas wajahnya. Ya, sejak insiden itu aku tak lagi bertemu dengannya. Dia takut, sepertinya.

“Selama mereka baik-baik saja, aku juga akan baik-baik terhadapmu. Jadi, jangan pernah mempermainkan mereka lagi.” Ucapku dengan sedikit penekanan.

Yeejin menggigit bibir bawahnya. Kemudian mengangguk patuh.

“Ya! Kau pasti mau menyakiti adikku lagi!” Ucap suara dari belakangku lagi Oh, ini Kkamjong. Aku tak mungkin salah.

“Oppa, aku hanya meminta maaf. Kami tidak bertengkar.” Yeejin menenangkan. Ia lalu menarik lengan Jongin untuk duduk di sebelahnya. Keluarga romantis, cibirku dalam hati.

“Oh..hubungan kalian manis sekali.” ujarku dengan nada yang ku buat-buat. Membuat Jongin memutar bola mata.

“Tutup mulutmu Oh Sehun.”

“Ya ya ya, kau cocok jadi seorang bodyguard, ngomong-ngomong.”

“Kubilang tutup mulutmu.” ucapnya gemas sambil menjejalkan sepotong kue ke dalam mulutku.

“Lihat, kau semakin sensitif semenjak mempunyai adik perempuan.” komentarku sembari mengunyah kue yang terlanjur masuk mulut. Yeah, aku juga lapar, jika kalian ingin tahu.

“Dan kalian semakin akur akhir-akhir ini.” timpal suara yang lain. Itu Chanyeol hyung. Ia ikut bergabung dengan kami. Menjatuhkan diri di kursi sebelahku.

“Yah, tidak seperti kalian yang selalu bertengkar untuk memperebutkan yeoja.” sindirku tepat sasaran. Aku dan Jongin tertawa puas. Berhighfive ria sementara Chanyeol hyung sibuk mencibir.

“ Lihat, siapa yang datang.” Jongin mengedikan dagu untuk menunjuk ke arah pintu gerbang. Seorang pria paru baya, diamit istrinya yang memakai gaun sedikit mencolok. Mereka terlihat lebih menonjol di banding tamu yang lain. Itu keluarga Byun. Mereka memang glamour, yeah sudah pasti. Dan yang berjalan di belakangnya, itu calon ahli warisnya. Byun Baekhyun yang masih sedikit babak belur. Ia memakai kemeja panjang yang di gulung lengannya. Memberikan kesan santai tapi tetap keren yang selalu menjadi ciri khasnya.

Sekilas tak ada yang janggal dengan kedatangan mereka. Hingga Tuan dan Nyonya Byun berbelok menghampiri keluarga Kim, Baekhyun hyung yang berjalan ke arah kami terlihat lebih jelas. Ya, tepatnya yeoja yang berjalan dengan Baekhyun hyung yang terlihat jelas.

Mata kami membulat. Bahkan baru kemarin mereka berebut Yeejin. Sekarang ia menggandeng yeoja lain? Astaga! Mata keranjang juga ternyata.

“Annyeong..” Sapanya santai. Sepertinya ia tak mempedulikan kami yang masih melongo.

“Wae? mukamu jelek sekali.” Ia malah mencemooh. Lihat? dasar tak tahu diri.

“Ahra-ya, duduk sebelahku sini.” Yeejin yang sedari tadi diam berseru senang.

Aku mendelik, refleks. “Mwo?? Ahra? Jung Ahra?”

Mereka kini giliran melemparkan tatapan aneh padaku. “Wae?” tanyaku sewot. Aku benci ditatap sepeti itu.

“Apa kau tidak mengenalinya? Ish, jangan bilang kau mengira dia pacar baruku.” cibir Baekhyun hyung.

Iya, aku benar-benar tidak mengenalinya. Dress biru muda dengan make up yang tidak terlalu tebal, serta rambut yang digulung ke atas membuatnya semakin elegan, tidak seperti biasanya jika di kampus. Hari ini ia terlihat sangat berbeda.

“Mianhae Ahra-ya. Hanya saja, kau terlihat sangat cantik hari ini.” pujiku jujur.

“Ya! Apa kau sedang menggoda kekasihku?” Jongin tiba-tiba emosi. Membuatku mendelik untuk kesekian kalinya.

“Jangan kaget seperti itu.” ucapnya sebelum aku sempat membuka mulut. “Kau terlalu sibuk melindungi dua makhluk itu sehingga tak punya waktu untuk mendengarkan ceritaku.”

Mereka tertawa kecil melihat ekspresiku. Aku hanya mengerjap-ngerjapkan mata, bingung. Sial sekali. Bahkan mereka sudah berpacaran tanpa ku ketahui sama sekali. Oh Tuhan, bersyukur Jongin tak pernah tahu aku pernah berniat membuatkan lagu untuk yeoja itu. Jika sampai dia tahu, habislah riwayatku.

 

==========================================

“Seorang sahabat tidak akan menyembunyikan kesalahan untuk menghindari perselisihan, justru karena kasih sayangnya ia memberanikan diri menegur apa adanya.” –Park Chanyeol yang pernah terkhianati :p

“Percayalah, bukan pengkhianatan yang akan mengakhirkan kita, namun persahabatan abadi yang akan menemani kita untuk selamanya.” –Byun Baekhyun yang telah menyesal 😀

Berjalanlah pada pintu dimana kau memulai persahabatan, lalu ukirlah tentang jiwanya agar engkau bisa mengerti, bahwa setiap manusia memiliki karakter yang berbeda. Dan menerimanya dengan ikhlas adalah keanggunan yang tiada duanya.” –Kim Jongin yang sedang jatuh cinta ❤

“Apa yang telah kita alami demi sahabat terkadang melelahkan dan menjengkelkan, tetapi itulah yang membuat persahabatan mempunyai nilai yang sangat indah.”—Oh Sehun yang dibuat pusing sahabat-sahabatnya! -_-

 

-END-

 

Huaaaaaa,, ini ff astaga! akhirnya kelar juga. Author Cuma mau bilang makasih. Makasih banget buat owner wp ini, Oh Mi Ja yang udah berbaik hati menampung hasil imajinasiku. Makasih buat para readers yang masih mengikuti cerita ini. Aku nyampe hafal satu-satu ussername kalian (yang ga mungkin ku sebut semua). Makasih banget udah support aku hingga ff ini kelar. Semoga endingnya ga mengecewakan. Karena aku sendiri juga lama-lama ilfeel sama seorang Kim Yeejin (reader : woy baru nyadar lu, Thor!) iya aku baru nyadar coba -_- Maaf jika banyak kekurangan dan kesalahan baik di chapter ini maupun chapter-chapter sebelumnya. Dan terakhir, mohon reviewnya setelah membaca. Reader yang baik akan selalu menghargai karya yang dibacanya ^^

26 thoughts on “Edelweis (Chapter 10) END

  1. Suharnila berkata:

    Ya udah end,,akhirnya baekhyun-chanyeol baikan.
    Ga nyangka deh,ending nya kyak gini,aku kirain si sehun bkal sma ahra,ternyata malah sma jongin n knapa ga da momen baekhyun-yejin.
    Tegang bnget deh,part nya chanyeol yg pukulin baekhyun,ksihan baekhyun di buat bbak belur.

    • JungRiYoung berkata:

      emang tuh si jongin diam2 mnghanyutkan,,
      maaf bgt ga ada yeejin-baek moment, gak tega bikin chanyeol menderita terus,,hehe

  2. indahtentiana berkata:

    aaaaaaa . eonnniiiiii masih ingatkah sama aku ? wkwkwk . aku puaaaaaaaas banget sama endingnya , semua kayakketerkaitan banget jadi sebuah keluarga . wkwkwk . satu yg ganjel knp ahra bisa dtg samaa baekhyun ? sepupu kah ? wkwkwk . gpp sih , coba aja sehun sama ahra yg akhirnya jadian . wkwkwk . tapi gpp , yg penting baekhyun gak tersakiti lagi . haha
    ketawa sama yg di bagian akhir , chanyeol yg tersakiti ? rossa kalek .. oke ini kepanjangan , kalo aku sebutin semua yg pengen aku bilang mungkin bakalan kaya jalan tol panjangnya . wkwkwk
    akhir kata Yey !!! good job eonni ! dirimu emang paling bisa buat aku campur aduk gara2 yeejin . hoho , ditunggu ff lainnya . (baekhyunnya maincast dong) :p . jgn dinistakan ya !! .wkwkwk paipaiiii

    • JungRiYoung berkata:

      indah indah yang udh jadi adik gue karena jadi madunya suami gue (red:baekhyun) kemana aja lu :3 kkkk~
      kangen banget ocehan tentang Baekhyunnya,,
      eh pdhal di ff yang satu, tuh yang udah terbit juga (pamer sih) baekhyun rada2 ternistakan,, maapin gue,,wkwkw

      • indahtentiana berkata:

        yang precious metal entu yak ? heh mian yg itu blm baca 😀 trlalu fokus sama ini . kalo ini gak terbit sama karyanya mija eonni aku gabakal ngeh sama yg lain . baru ngeh liat nama authornya itu barusan . kekeke . mian ne eonn . ntar aku baca deeeeh . aku sibuk training soalnya , jadi aku cuma baca ff seperlunya aja . hehe . dinistakan ? omaigat . kamu nyari masalah ya eonn ? ngajak berantem nih . tega2nnya dirimuuuuuu ….. seneng deh dianggep adik .. wkwkwk . adik dunia maya , wkwk . nanti aku lanjut ocehanku kalo misalkan baekhyun dinistakannya gak bjsa aku terima di ffmu yg lain . see youuuu :* ~

      • JungRiYoung berkata:

        ah dasar sok sibuk bgt kamu :3
        training? kerja ato masuk sma?? aah apapun itu tetep hwaiting :*
        okeeh, aku tunggu ocehanmu selalu yang bikin aku ngakak guling2 itu,, kkkkk~

  3. bintang dwi ananda berkata:

    eonni:” jongin kuuuu:” ahhhh knp sm ahra?? biarin sm sehunn ajaaa:” ahhhh:”

    daebakkkkk!!!!!! eonni sekai momentnya banyakkkkkkk skli ahh puasnya:p aku jg dk ktawa2 sndri kl sehun lg sbl sm hyungdeulnya astagaa!!!!

    untuk ff yg lain aku juga udah bc ^^ yg jdlnya precious metal itu kkk~~ sneng bgt sekris kayak anak bapak gt kkkk~~~~ aku tunggu ff lainnya

    annyeong,^^

    • JungRiYoung berkata:

      bintang hallo bintang 😀 /Sokenal/
      mian kalo endingnya kaya gitu, kamu pasti salah satu dari berjuta (/) istri jongin,, miaaaann,, kekekee
      ah thanks kalo baca ffku yang lain, saranghae 😀

  4. Dinda Kharisma Imansary berkata:

    Nae bgg harus panggil author saeng at unnie.. Ah,, Chingu..
    Masih ingatkah aku Dinda orang gila yg pernah koment di Chapter 3.
    sebenernya nae ngg nyangka ini ff cuma sampe chapter 10. padahal aq berharap ini jadi kaya film nya Tersanjung yang beribu” episode..
    Ini ending yang memuaskan,ceritanya rapi dan g banyak typo.
    Nae kasih nilai ff ini Jempol nya 1 RT, Ini daebak.
    *Kalo ending nya jadi si Sehun yg jatuh cinta m yejin n terus di bantai bareng” sama ChanbaekKai itu mungkin akan lebih seru chingu..
    Tapi nanti akan banyak protes tentang albino itu..
    #PelukSehun
    Keep writting Chingu,, di tunggu ff Baekyeol yang lain :* :* :* :* Cium Authorrrr :*

  5. JungRiYoung berkata:

    Hi! author 94line, terserah manggil eonnie, dongsaeng, ahjumma, asal jangan panggil oppa atau ahjussi :3
    thanks banget udah baca, saranghae 😀

  6. Hilma berkata:

    wah, udah end ternyata…
    gak nyangka kalau ahra sama jongin, kirain sama sehun…
    well, nice story chingu…
    keep writing.. ^^

  7. ParkJudit berkata:

    HORE!!!! Akhirnya tamat juga ni FF!!!
    Sebenarnya aku itu first komen tp pas mau komen aku mlh ketiduran duluan.:3
    Yeeeeeeee!!!!! Chanyeol ga jadi sama Yeejin HORE!!!!!!!
    APA?? Sehun mau bunuh yeejin? Gpp bunuh aja. Aku setuju banget ama Sehun!!!
    Hidup SEHUN yeeee!!!!!!! Aku pendukung Sehun!!!
    Hehe, mian thor heboh sendiri. Daebbak thor, laki gua ga di buat sma yeejin *peluk author
    Daebak ! Edelweis jjang jjang jjang!!!!
    Ditunggu karya selanjutnya ya ;;)
    o iy FF baru author yg versus2 itu jng lupa di next ya. ;;)

    Sekian, lopyu author. Hihi.

  8. diah berkata:

    Thor… itu pesanpesan terakhir dr tokoh utama ny ko agak gimanaaaaa gtu ya ?? Wakakakaka ngakak abis 😄

    Maafin aku bru comment d chapter akhir yaaa… TT.TT aku keterusan bacanya… keburu penasaran… maafin y thor.. tp ini sumpah keren bgt !!! ^^ aku suka pake bgt !!! Bikin lg yg kya begini thor !!! Ya ampun kyanya baca sekali ga cukup… aku suka karakter 4 org itu.. plus yoora unnie sama joonmyeon oppa jg… ^^

    Sukses buat karya berikutny ya thor ^^

  9. In Soo berkata:

    huuuaaa,, endingnya bagus banget,,,,
    aaaaaaa jongin aku kira ahra bakalan pacaran sma sehun, eh ternyata kau lbh dulu,,, kkkkkkkkk~
    sequel nya dong lg 3 chapter aja deh,,, #ppplllaaakkk

    d tunggu ff yg lainnya 🙂

  10. rani novia berkata:

    bagus banget ff nya 🙂 ….
    tapi kenapa jongin sama ahra 😦 kenapa gak sama aku 🙂 hehehehe 😀
    pokonya keren dech (y)

  11. wikapratiwi8wp berkata:

    hahaha….aku baru baca…dan aku benar-benar minta maaf karena baru menemukan ff ini setelah sekian lama ngerusuh di wp ini wkwkwkw mian ohmija eon…wkwkwk
    aku malah seneng kalo sehunnya gak sama ahra….yeeee biarkan sehun menemani chanyeol ngejomblo wkwkwkwk fighting terus dehhh,…

  12. diyah pudji rahayu berkata:

    baguuusss…, persahabatan n persaudaraan yg sgt kental, cerita yg menarik, keep fighting n stay healty, d tunggu karya lain’a, thanks

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s