Angel and Devil Part 2

Poster Angel and Devil

Title                 : Angel and Devil

Author             : Magnae Yehet

Main Cast        : Kai, Luhan and other EXO

Genre              : Brothership, Fantasy, Comedy (maybe)

Rating                         : T

Lenght             : Chaptered

Maaf kalau alurnya kecepetan. Karena ini juga pikiran author terbagi menjadi dua antara cerita ini dengan pendaftaran autho ke SMA jadi mohon maaf sebesar-besarnya.

Sang mentari pun telah bangkit dari alamnya menggantikan tugas si Dewi Malam untuk menyinari Bumi dengan bias sinarnya yang menyilaukan. Tampak embun-embun terdapat di beberapa dedaunan menambah kesan jika di luar itu sangat sejuk.

Dari salah satu kamar terdapat dua namja yang sedang tertidur yaitu namja manis itu dan namja berkulit tan. Tampak sang adik sepupu Luhan yaitu Jongin memeluk pinggang Luhan berharap Luhan tidak akan meninggalkannya.

“Eungh…”

Luhan pun mulai terbangun. Mengerjabkan kedua matanya dengan lucu. Mencoba membiasakan penglihatannya dengan bias sinar yang silau. Luhan menoleh ke sisi kanannya, ia melihat Jongin yang tengah memeluk dirinya. Luhan hanya tersenyum menanggapi itu.

“Jongin!” panggil Luhan dengan nada yang lembut sambil mengelus puncak kepala Jongin

“Jongin? Bangun. Sudah pagi dan kita harus bersiap-siap untuk sekolah.”

Karena Jongin tidak bergerak seinchi pun dari tempat itu, jadinya Luhan langsung mengalihkan tangannya yang memeluk Luhan. Dan Luhan pun yang terbangun langsung melesat menuju kamar mandi dan langsung bersiap-siap memakai seragam sekolahnya.

Setelah selesai, Luhan langsung menghampiri Jongin yang masih saja tidur di kasurnya.

“Ya! Jongin-ah! Bangun!” teriak Luhan sambil berkacak pinggang

“Ya! Menyebalkan!”

BUG

Luhan langsung melempar kepala Jongin dengan buku kamus miliknya. Dan jatuh tepat mengenai kepalanya.

“Ya! Siapa yang melempar buku ini eoh?” teriak Jongin

“Aku. Memangnya kenapa?” ucap Luhan

“Oe? Kenapa hyung melempar buku ke kepalaku eoh?”

“Ya. Itu karena sekarang sudah pagi dan kita harus sekolah. Cepat kau siap-siap.”

“Haaah. Ne, aku akan siap-siap.”

Jongin langsung berjalan dengan santainya ke kamar mandi dan itu mengundang ancaman dari mulut Luhan.

“Ya! Kim Jong In! Cepatlah.”

“Ne. Tenang saja. Tidak perlu terburu-buru hyung.”

“Ya! Kau menyebalkan. Cepatlah Kim Jong In atau kamus ini mendarat lagi di kepalamu.” Ucap Luhan dengan nada mengancam

“Ya! Ya! Ya! Aku akan cepat hyung.” Ucap Jongin yang langsung berlari menuju kamar mandi dan mempercepat persiapannya

Luhan yang melihat itu hanya menggeleng-gelengkan kepalanya sambil tersenyum dan langsung pergi ke kamar itu untuk menuju ruang makan bersama Kyungsoo dan Jongdae. Tapi sebelum keluar?

“Jongin? Hyung tunggu di ruang makan ne?”

“Ne hyung.”

Luhan pun meninggalkan Jongin di kamar sendirian dan menuju ke ruang makan untuk sarapan bersama keluarga barunya yaitu Kyungsoo dan Jongdae.

.

.

.

\(^_^)/

.

.

.

Di ruang makan.

Kyungsoo dan Jongdae pun sedang memasak untuk sarapan mereka berempat. Dengan senyum yang mengembang di wajah Kyungsoo dan Jongdae menghias dapur itu. Tampaknya Kyungsoo dan Jongdae sangat senang karena mempunyai keluarga baru yaitu Luhan dan Jongin selain itu mereka bisa merasakan kalau rumah itu ramai hanya dengan kedatangan Luhan dan Jongin.

Lalu setelah selesai memasak, Kyungsoo dan Jongdae langsung menatanya di meja makan dan duduk disana sembari menunggu kedatangan Luhan dan Jongin.

“Hyung?” panggil Kyungsoo

“Ne?” jawab Jongdae

“Rasanya rumah ini terasa ramai hanya dengan kedatangan Luhan hyung dan Jongin. Kau merasakannya?”

“Ne. Meskipun mereka berdua sering bertengkar namun itu yang membuat kita merindukan kebahagiaan. Benar bukan?”

“Ne. Kau benar hyung.”

“Wah! Sarapan sudah siap ya?” ucap Luhan sambil menunjukkan senyum manisnya

“Wah! Luhan hyung? Kau sudah siap ternyata. Dimana Jongin?” tanya Kyungsoo

“Hm? Jongin? Dia masih mandi. Kebiasaan. Ia tak bisa dibangunkan jika kepalanya tidak aku lempar dengan kamus milikku.” Ucap Luhan sambil duduk di depan Kyungsoo dan Jongdae

“Ya! Kau kira kepalaku adalah rak buku eoh?” teriak Jongin sambil menampilkan wajah masamnya

“Memangnya kenapa? Lagipula salahmu juga. Sudah baik aku bangunkan kau dengan lembut awalnya, tapi kau tidak bangun. Langsung saja dengan cara kasar.”

Kemudian berlanjutlah adu mulut antara dua bersaudara ini. Sementara Jongdae dan Kyungsoo pun hanya senyum sambil geleng-geleng.

“Luhan hyung? Jongin? Kajja sarapan. Nanti kita akan terlambat lagi.” Ucap Kyungsoo

Kedua makhluk setengah manusia itu pun langsung menatap Kyungsoo dan Jongdae. Lalu secara bersamaan mengalihkan perhatiannya ke jam dinding yang ada. Seketika kedua mata makhluk setengah manusia itu langsung terbelalak. 06.45 KST? Itu artinya waktu masuk tinggal 15 menit.

Luhan dan Jongin pun langsung mempercepat makan mereka sementara Jongdae dan Kyungsoo hanya menatap bingung keduanya.

“Kenapa kalian terburu-buru sekali?” tanya Jongdae

“Apa kau tidak lihat jamnya eoh Jongdae? Sekarang sudah pukul 06.45.” ucap Luhan

“MWO?!” teriak Jongdae dan Kyungsoo lalu menolehkan kepalanya melihat jam. Dan ternyata benar, lalu mereka berdua langsung mempercepat makan mereka

Setelah selesai, mereka berempat langsung meninggalkan ruang makan itu dan melesat keluar menuju sekolah mereka. Tapi sebelum itu, Jongdae sudah mengunci pintu rumah itu dan menyusul Luhan, Jongin dan Kyungsoo.

Mereka berempat pun langsung berlari menuju sekolah mereka berharap mereka belum terlambat. Sampai mereka melupakan fakta jika Jongin mempunyai kekuatan teleportasi

“Ya! Luhan hyung? Kenapa kita lari eoh? Apa kau bodoh? Apa kau lupa jika adik kesayanganmu yang paling tampan ini punya kekuatan teleportasi?” teriak Jongin sambil tetap berlari

“Ya! Jongin-ah? Kenapa kau baru mengingatkanku sekarang eoh? Cepat larilah kesini. Tidak ada waktu lagi!” teriak Luhan

Luhan, Jongdae dan Kyungsoo pun berpegangan tangan sembari menunggu Jongin yang berlari di belakang mereka. Setelah Jongin sampai di depan mereka bertiga, Jongin langsung memegang tangan Luhan dan Kyungsoo. Lalu setelah itu Jongin langsung berteleportasi.

WHUSSHH. BRUK.

Mereka menghilang dan muncul di gang sempit di dekat sekolah mereka. Lalu mereka berempat meneruskan lari mereka untuk segera memasuki halaman sekolah. Akhirnya mereka sampai di sekolah tepat waktu. Kurang 5 menit bel masuk berbunyi, mereka sudah sampai di sekolah mereka.

Luhan, Jongin beserta Jongdae dan Kyungsoo pun berhenti sejenak sambil menstabilkan deru nafas mereka yang sangat cepat itu sampai terengah-engah.

“Hosh…hosh…hosh…bagaimana…hosh…kalian…bisa…hosh…lupa dengan kekuatan teleportasiku eoh?” tanya Jongin masih sambil terengah-engah

“Ya! Itu karena faktor tertekan oleh waktu yang sempit seperti tadi. Kalau kami bertiga masih dimaklumi karena teleportasi bukan keahlian kami. Sementara kau? Kau bahkan lupa dengan kekuatanmu sendiri.” Cerca Jongdae

“Sudahlah Jongdae-ya. Jongin. Lagipula kita tidak terlambat. Kalau begitu aku ke kelas dulu ne Jongdae-ya? Jongin-ah? Kyungsoo? Anyeong.” Ucap Luhan sambil meninggalkan mereka bertiga

“Ne. Anyeong hyung.” Ucap Kyungsoo

“Eh? Luhan hyung?” panggil Jongin

“Mwo?” tanya Luhan sambil menolehkan kepalanya

“Kau tidak lupa dengan tugasmu kan? Segera cari Kim Joon Myeon dan Kim Min Seok.” Ucap Jongin

“Tentu. Aku pergi.” Ucap Luhan lagi sambil meninggalkan mereka

“Lalu kau Jongdae hyung? Kyungsoo? Kalian tidak lupa kan? Segera cari Byun Baek Hyun. Dan aku akan mencari Zhang Yi Xing. Sudahlah. Jongdae hyung? Aku dan Kyungsoo ke kelas dulu ne? Anyeong.” Ucap Jongin panjang lebar tinggi sambil menggandeng tangan Kyungsoo

“Ne. Anyeong.” Ucap Jongdae

Akhirnya mereka berempat pun berpisah menuju ke kelas masing-masing sambil mengemban tugas untuk mencari 4 orang itu.

.

.

.

\(^_^)/

.

.

.

Di kelas Luhan.

Luhan melangkahkan kakinya menuju kelasnya. Mencoba menemui temannya yaitu Suho dan Xiumin. Sesampainya disana, Luhan langsung mengedarkan pandangannya. Mencari Suho dan Xiumin. Akhirnya Luhan menyunggingkan senyumnya karena manik hijau-birunya telah menemukan sosok Suho dan Xiumin yang tengah berbincang.

Luhan pun langsung menghampiri kedua bersaudara itu. Menyapa teman sekelasnya sendiri.

“Suho? Xiumin?” panggil Luhan

Suho dan Xiumin pun langsung menolehkan pandangannya ke arah Luhan sambil menampilkan senyum manisnya.

“Ada apa Luhan?” tanya Xiumin

“Bisakah nanti istirahat kalian berdua ikut denganku ke kantin?” tanya Luhan

“Hm? Kenapa? Kau takut jika kesana sendiri?” goda Suho

“Ya! Suho! Jangan macam-macam kau. Kalau tidak tasku yang berat ini akan mendarat di kepalamu.” Ancam Luhan

“Ya Luhan! Aku hanya bercanda.”

“Bercandanya tidak lucu. Jadi bisa atau tidak?”

“Tentu saja. Memangnya kenapa?” tanya Xiumin

“Tidak ada apa-apa. Aku dan adikku Jongin sedang mengumpulkan seseorang.”

“Seseorang? Apa maksudmu?” tanya Suho

“Hm? Nanti saja waktu istirahat oke? Kalau begitu aku ke tempat dudukku dulu. Kim Sonsaengnim sudah datang.”

“Mwo? Kim Sonsaengnim? Kau bercanda? Kim Sonsaengnim hari ini tidak masuk.” Ucap Xiumin

“Kalian tidak percaya? Kalau begitu aku kembali dulu.”

Luhan pun kembali ke tempat duduknya karena ia adalah malaikat pastinya ia mempunyai kekuatan lebih untuk merasakan kedatangan seseorang dari jauh. Sementara Suho dan Xiumin pun hanya menatap bingung Luhan dan berpikir ‘ia pasti gila’. Tak lama kemudian…

“Anyeonghaseyo.” Ucap Kim Sonsaengnim

“A-anyeonghaseyo.” Ucap Suho dan Xiumin tergagap saat mendapati sosok Kim Sonsaengnim

Suho dan Xiumin pun langsung menatap kaget ke arah Luhan sementara Luhan sendiri hanya tersenyum sedikit meremehkan.

‘Bagaimana bisa?’ mulut Suho mengatakan itu kepada Luhan namun menggunakan bahasa bibir

‘Ya. Bisa saja. Maka dari itu, ikutlah denganku ke kantin nanti. Baru akan ku jelaskan.’

Suho dan Xiumin pun langsung mengangguk mengiyakan perkataan Luhan tadi. Lalu setelah itu, tidak ada lagi percakapan diantara mereka bertiga dan berkonsentrasi terhadap pembicaraan Kim Sonsaengnim.

.

.

.

\(^_^)/

.

.

.

Waktu istirahat di kelas Jongin dan Kyungsoo.

“Kyungsoo? Aku keluar dulu ne?” ucap Jongin

“Eh? Mau kemana?”

“Mau mencari Lay hyung.”

“Oh!”

“Kau ingat tugasmu kan?”

“Tugas apa? Bukankah aku tidak ada tugas?”

“Ya! Bagaimana bisa kau lupa eoh?”

“Ya bisa saja.”

“Haah. Kau bersama Jongdae hyung segera cari Byun Baek Hyun lalu berkumpul di kantin ne?”ucap Jongin

“Ne Jongin.”

Jongin pun keluar dari kelas itu meninggalkan Kyungsoo dan teman-temannya yang masih saja ribut. Beberapa menit kemudian, Kyungsoo keluar kelas dan berjalan menuju kelas hyungnya. Jongdae.

.

.

.

\(^_^)/

.

.

.

Di kelas Jongdae.

Jongdae berdiri di depan kelasnya. Berdiri sambil menunggu adiknya Kyungsoo. Karena ia dan Kyungsoo harus segera menemukan Byun Baek Hyun.

“Jongdae hyung?” panggil Kyungsoo

“Kyungsoo-ya!”

“Kajja kita cari Byun Baek Hyun.”

“Ne. Kajja. Tapi kenapa kau lama sekali eoh?”

“Biarin. Santai saja hyung. Tidak perlu terburu-buru.”

Akhirnya Jongdae dan Kyungsoo pun meninggalkan kelas Jongdae dan segera mencari kelas Baekhyun dan mengajaknya ke kantin. Jongdae dan Kyungsoo pun sampai di kelas Baekhyun.

Lalu Jongdae dan Kyungsoo melangkahkan kakinya untuk memasuki kelas itu tapi tidak ada yang memulai pembicaraan.

“Disini adakah yang bernama Byun Baek Hyun?” tanya Kyungsoo

“Itu aku. Ada apa?” tanya salah seorang dari mereka yang ternyata bernama Baekhyun

“Tidak ada apa-apa. Bisakah kau ikut kami sebentar?” tanya Jongdae

“Kemana?”

“Ke kantin.” Ucap Kyungsoo

“Mwo? Aniyo. Shireo.”

“Ya! Kau menyebalkan.” Ucap Jongdae

Jongdae dan Kyungsoo pun langsung menghampiri Baekhyun dan segera menyeretnya untuk ikut ke kantin.

“Ya! Lepaskan. Aku tidak mau ke kantin.” Ronta Baekhyun

“Diam! Kalau kau tidak diam, aku akan buat kau kehilangan pendengaranmu.” Desis Jongdae tajam

Lalu setelah itu tidak ada lagi yang berbicara. Yang ada hanya suara sepatu yang berjalan menghiasi perjalanan mereka menuju kantin.

.

.

.

\(^_^)/

.

.

.

Luhan, Suho dan Xiumin pun sudah sampai di kantin dan tinggal menunggu Jongin, Jongdae dan Kyungsoo yang membawa Lay dan Baekhyun.

“Luhan?” panggil Suho

“Hm?’

“Apa yang akan kita lakukan disini?”

“Bertemu dengan adikku.”

“Oe? Lalu kenapa kami harus ikut?” tanya Xiumin

“Tunggu saja. Nanti akan ku jelaskan.”

“Kenapa tidak sekarang saja?” tanya Suho

“Tidak. Aku malas yang mau menceritakannya berulang kali.”

“Jadi siapa yang akan kita tunggu?” tanya Xiumin

“Kita akan menunggu Jongdae-ya dan Kyungsoo yang tengah menyeret Baekhyun. Dan Jongin-ah yang membawa Lay.”

“Oh! Lalu bolehkah kami tanya sesuatu?” tanya Suho

“Apa?”

“Kenapa warna matamu berbeda begitu? Hijau untuk yang kanan sedangkan yang kiri berwarna biru.” Ucap Xiumin

“Hm? Nanti akan ku jelaskan. Kalian sudah bertemu dengan Jongin?”

“Jongin?” ucap Suho dan Xiumin bersamaan

“Ne. Dance partnernya Lay. Dia adikku. Kalian sudah bertemu dengannya?”

“Belum. Kenapa?” tanya Suho

“Kalian akan terkejut jika sudah bertemu dengannya.”

“Terkejut? Kenapa?” tanya Xiumin

“Tentu saja. Warna bola mataku adalah hijau dan biru bukan? Jika kalian bertemu dengan Jongin, ia punya warna mata yang berbeda juga.”

“Berbeda? Maksudmu hijau dan biru?” tanya Suho

“Tidak. Yang sebelah kanan itu warna matanya adalah biru sedangkan yang kiri berwarna merah.”

“Mwo? Bagaimana bisa begitu?” tanya Xiumin

“Bisa saja.”

“Tapi-”

Belum selesai Xiumin meneruskan perkataannya, ia sudah dipotong terlebih dahulu oleh perkataan Luhan.

“Jika kalian bertanya lagi, maka buku besar EXO ini akan mendarat di kepala kalian.”

“Baiklah.”

Suho dan Xiumin pun hanya menghela nafas pasrah. Tak lama setelah itu…

“Luhan hyung?” panggil Jongdae

“Jongdae-ya! Kyungsoo!”

Jongdae, Kyungsoo dan Baekhyun pun menghampiri Luhan, Suho dan Xiumin.

“Kenapa kalian lama sekali eoh?” tanya Luhan

“Jangan salahkan kami. Salahkan Baekhyun yang menolak untuk datang kesini.” Ucap Jongdae

“Ya! Kenapa kau malah menyalahkanku?”

“DIAM!!! JIKA TIDAK, TINGGAL NAMA KALIAN DI TANGANKU!!” ancam Luhan

Setelah itu, tidak ada lagi yang membuka pembicaraan. Takut dengan amarah Luhan yang sangat mengerikan bagaikan Dewa Kematian yang bangkit dari segelnya.

.

.

.

\(^_^)/

.

.

.

Di ruang latihan klub dance.

Jongin langsung berlari melewati pintu ruang latihan dance itu dan segera masuk ke dalam kelas itu. Kedua manik merah dan birunya tampak sedang berkelana mencari sosok Lay.

Saat Jongin sudah mendapati sosok Lay yang tengah menari dengan lincahnya, ia langsung berlari menuju Lay. Sampai ia lupa dengan teleportasi miliknya. Tapi itu lebih baik karena jika ada orang selain mereka berdua belas maka akibatnya akan fatal.

“Lay hyung!” panggil Jongin

“Ne? Whoa! Jongin-ah. Ada apa?” tanya Lay sambil menghentikan menarinya dan menoleh ke arah Jongin

“Tidak ada apa-apa. Bisakah kau ikut aku ke kantin hyung?”

“Mwo? Ada apa di kantin?”

“Tidak ada apa-apa. Hanya saja aku dan hyungku sedang ada janji di kantin. Jadi bisakah kau ikut untuk menemaniku?”

“Hm? Untuk apa aku ikut? Bukankah yang ada perlu adalah kau Jongin? Lalu kenapa kau mengajakku?”

“Sudahlah hyung. Ikut aku saja. Kajja.”

Jongin pun langsung menggandeng tangan Lay dan menariknya untuk segera mengikutinya menuju kantin. Tidak peduli dengan erangan protes yang keluar dari mulut Lay.

Tak butuh waktu berapa lama, Jongin dan Lay pun sudah sampai di kantin.

“Luhan hyung!” panggil Jongin

“Jongin!”

Jongin dan Lay pun langsung berlari menghampiri Luhan, Jongdae dan Kyungsoo beserta 3 orang lainnya yang pasti hanya 3 orang yang dikenalnya yaitu Luhan, Suho dan Xiumin dikarenakan kelas mereka setingkat.

“Ya! Kenapa kau lama sekali eoh?” tanya Luhan

“Ya! Tidak perlu seperti itu hyung. Aku harus mencari Lay hyung ke ruang latihan klub dance. Tidakkah kau tahu betapa jauhnya itu?”

“Ne. Kalau begitu, aku akan menjelaskan pada kalian berempat.” Ucap Luhan

“Empat? Tapi aku tidak mengenal kalian selain Luhan, Xiumin, Suho, Jongin dan Baekhyun.” tanya Lay

“Oe? Benar juga. Kim Jong Dae imnida dan ini adik sepupuku Do Kyung Soo.” Ucap Jongdae sambil membungkuk

“Do Kyung Soo imnida.” Ucap Kyungsoo yang kemudian membungkuk juga

“Baiklah. Aku telah mengenal kalian.” Ucap Lay

“Kalau begitu, akan ku beritahu maksudku, Jongin, Jongdae dan Kyungsoo mengumpulkan kalian berempat.” Ucap Luhan

“Luhan hyung? Daripada menjelaskannya pada mereka lebih baik berikan buku EXO itu pada mereka berempat.” Bisik Jongin sambil memeluk pinggang Luhan dari belakang

“Ya! Kau membuatku takut Jongin! Jangan pernah lakukan ini lagi.” Ucap Luhan

“Kalian sepasang kekasih?” tanya Baekhyun

“MWO?! KAU BILANG APA BYUN BAEK HYUN?! KAMI?! SEPASANG KEKASIH?!” teriak Jongin dan Luhan yang membuat 6 orang lainnya harus menutup kedua telinga mereka

“Kalau aku mau saja, tapi kurasa tidak dengan Luhan hyung.” Ucap Jongin

PLETAK!

Buku EXO yang tebalnya sejagat raya itu mengenai kepala Jongin. Sementara Jongin pun hanya memasang wajah masamnya.

“Aww! Appo hyung! Kenapa kau suka sekali memukul kepalaku eoh?”

“Kau menjijikkan Jongin-ah. Dan kau Byun Baek Hyun? Jongin ini adalah adik sepupuku. Jadi jangan berpikir yang tidak-tidak.” Ucap Luhan

“Oe? Adik sepupu? Kalau begitu, mianhaeyo hyung.” Ucap Baekhyun

“Aku tanya pada kalian berempat. Suho? Apa kau memiliki tanda seperti water drop?” tanya Luhan

“Ne. Aku punya. Bagaimana kau tahu?”

“Lalu Xiumin hyung? Apa kau memiliki tanda seperti snowflake?” tanya Jongin

“Ne. Bagaimana kau bisa tahu?”

“Baekhyun? Apa kau memiliki tanda seperti berkas cahaya bersinar?” tanya Jongdae

“Ne. Bagaimana kau tahu?”

“Lalu Lay hyung? Apa kau memiliki tanda seperti kepala unicorn?” tanya Kyungsoo

“Ne. Bagaimana kalian bisa tahu?”

“Baiklah. Aku akan berikan buku EXO ini pada kalian Suho, Xiumin, Baekhyun dan Lay. Kalian berempat baca ini hanya yang ada tulisannya saja.” ucap Luhan sambil memberikan buku itu kepada Suho, Xiumin, Baekhyun dan Lay

Suho, Xiumin, Baekhyun dan Lay pun membaca buku itu dengan seksama. Dimulai dari halaman yang menjelaskan tentang Jongin-Luhan, Kyungsoo-Jongdae, Suho-Xiumin dan terakhir Baekhyun-Lay. Setelah membacanya keempatnya terbelalak. Tampak tak percaya dengan yang barusan mereka baca.

“Apa kalian sudah membacanya?” tanya Jongin

“Sudah. Jadi seperti itu. Kita berdelapan adalah seorang legenda dan kita tinggal mencari empat orang lainnya?” tanya Baekhyun

“Ne. Begitulah.” Ucap Luhan

“Tapi aku masih tidak percaya.” Ucap Xiumin

“Bagian mana?” tanya Jongdae

“Bagian dimana Luhan adalah manusia setengah malaikat dan Jongin adalah manusia setengah iblis.” Ucap Suho dan disambut dengan anggukan dari Xiumin, Baekhyun dan Lay

“Jadi itukah alasannya yang kau katakan tadi?” tanya Xiumin

“Ne. Begitulah.” Ucap Luhan

“Lalu yang kami lihat sekarang adalah wujud manusia kalian kan?” tanya Lay

“Ne. Waeyo Lay hyung?” tanya Jongin

“Luhan? Jongin-ah? Bisakah kalian berdua menunjukkan pada kami berenam wujud malaikat dan iblis kalian?” tanya Lay

Pertanyaan itu membuat Luhan dan Jongin menatap kaget Lay sementara 5 orang lainnya beserta Lay hanya menampakkan wajah antusiasnya dan segera menolehkan pandangannya ke arah Luhan dan Jongin.

“Bagaimana? Ayolah. Kami juga ingin lihat wujud malaikat serta iblis kalian berdua.” Ucap Xiumin

“Ada apa Luhan hyung? Jongin-ah?” tanya Kyungsoo

“Tidak ada apa-apa. Hanya saja, kami berdua belum bisa mengeluarkan wujud malaikat dan iblis.” Ucap Jongin lirih dan disusul oleh anggukan oleh Luhan

“Mwo? Lalu kapan kalian bisa mengeluarkan wujud itu pada kami semua?” tanya Baekhyun

“Entahlah. Kata orang tua kami, jika waktunya sudah tepat dan kami berdua juga sudah merasakan adanya aura malaikat dan iblis dalam diri kami baru kami bisa mengeluarkannya.” Ucap Luhan

“Hm? Begitu. Kalau begitu kami tidak akan memaksa kalian.” Ucap Lay

“Jadi untuk sementara kita akan berkumpul dimana?” tanya Baekhyun

“Bagaimana kalau di rumahku saja?” usul Jongdae

“Rumahmu?” tanya Suho, Xiumin, Baekhyun dan Lay

“Ne. Untungnya rumah kami cukup besar. Ada 6 kamar di dalamnya. Dan 2 diantaranya sudah dipakai kami dan Luhan hyung beserta Jongin.” Ucap Kyungsoo

“Mwo? Lalu dimana orang tua kalian?” tanya Xiumin

“Orang tua?” tanya Jongdae

“Orang tua…” ucap Kyungsoo dengan lirih

“Orang tua kami sudah meninggal karena dibunuh oleh pasukan Artemis.” Ucap Luhan

“Mwo?” teriak Suho, Xiumin, Baekhyun dan Lay

“Wae?” tanya Jongin

“Orang tua kami juga sudah dibunuh oleh Artemis.” Ucap Xiumin yang disusul dengan anggukan dari Suho

“Sama. Orang tuaku juga dibunuh Artemis.” Ucap Baekhyun

“Ne. Orang tuaku dibunuh juga oleh Artemis.” Ucap Lay

“Tapi kalian tinggal dimana?” tanya Jongdae

“Mereka tinggal di apartemen.” Ucap Luhan

“Mwo? Bagaimana kau tahu?” tanya Xiumin

“Tentu saja. Aku adalah Telekinesis selain itu aku juga bisa membaca pikiran kalian.”

“Bagaimana? Apa kalian mau tinggal di rumah kami?” tanya Kyungsoo

“Baiklah. Kita akan tinggal di rumah kalian Jongdae-ya. Kyungsoo-ya.” ucap Lay

“Tapi kami akan pulang ke apartemen kami dulu untuk membereskan perlengkapan kami. Bagaimana?” tanya Suho

“Baiklah.”

Bel masuk pun berbunyi. Waktunya Jongin, Jongdae, Kyungsoo dan Baekhyun untuk masuk kembali ke kelas mereka sementara untuk Luhan, Suho, Xiumin dan Lay adalah bel pulang.

“Luhan? Jongin? Jongdae? Kyungsoo? Bolehkah kami minta nomor handphone kalian?” tanya Suho

“Itu tidak perlu.” Ucap Luhan

“Wae?” tanya Lay

“Karena aku sudah menuliskannya di handphone kalian semua.”

“Mwo? Kapan kau memegang handphone kami dan menuliskannya?”

“Tadi. Sewaktu kalian berempat baca buku itu. Aku memasukkannya dengan menggunakan pikiranku.”

“Hm. Begitu rupanya.”

“Wah! Bel masuk sudah berbunyi. Kami masuk kelas dulu ne? Anyeong. Kajja Kyungsoo.” Ajak Jongin lalu pergi

“Ne. Hyung? Aku dan Baekhyun masuk kelas dulu ne? Anyeong. Kajja Baekhyun.” Ajak Jongdae lalu pergi ke kelas mereka.

“Tunggu.” Ucap Luhan

“Mwo?” ucap Jongin sambil menoleh ke arah Luhan begitupun dengan Jongdae, Baekhyun dan Kyungsoo

“Seperti kemarin ne? Kami tunggu di halaman depan.”

“Tentu hyung.” Ucap Jongin-Kyungsoo dan Jongdae-Baekhyun

Jadilah hanya mereka berempat yang masih ada di kantin sepi itu.

“Luhan?” panggil Suho

“Ne?”

“Kalau begitu kami ke apartemen dulu ne? Mau ambil barang-barang kami dulu.”

“Baiklah. Sekalian kalian bawakan barang Baekhyun ne? Bukankah kalian satu apartemen dan hanya berbeda kamar?”

“Tentu saja.”

“Tapi ingat, kembali lagi kesini di halaman depan ne? Aku sudah bilang pada Jongin untuk berkumpul di halaman depan. Lalu kita pulang bersama.”

“Baiklah. Kami pergi dulu ne? Anyeong.” Ucap Suho, Xiumin dan Lay lalu pergi meninggalkan Luhan

Setelah itu Luhan berjalan ke sisi yang lain untuk mencapai halaman depan dan menunggu kedatangan keempat dongsaengnya.

.

.

.

\(^_^)/

.

.

.

Di halaman depan.

Luhan bersama Xiumin, Suho dan Lay pun setia menunggu keempat dongsaeng mereka di tempat yang telah mereka janjikan yaitu halaman depan sekolah. Bel pulang pun berbunyi.

“Luhan hyung!” panggil Jongin

“Jongin!” balas Luhan

Jongin langsung berlari menuju tempat hyungnya dan meninggalkan Jongdae, Kyungsoo dan Baekhyun yang berjalan di belakangnya sambil geleng-geleng kepala. Jongin langsung menerjang Luhan dengan pelukannya.

“Kajja kita pulang.” Ucap Jongin

“Eh? Tunggu dulu. Aku masih harus-” ucap Baekhyun terpotong

“Tidak perlu. Lay sudah membereskannya. Dan sekarang kau ambil barangmu yang ada pada Lay. Baru kita pulang.” Ucap Luhan

“Wah! Gomawo hyung.” Ucap Baekhyun sambil mengambil barangnya yang ada pada Lay

“Kajja kita pulang!” teriak Jongdae dan Kyungsoo

Mereka berdelapan pun segera berjalan menyusuri jalanan yang sepi. Tapi tidak sampai di rumah Jongdae dan Kyungsoo, dua bersaudara setengah manusia menghentikan langkahnya dan membuat yang lain menatap mereka bingung.

Keduanya saling tersenyum seperti seseorang yang tengah menemukan ide. Sementara yang lain yang menatap itu hanya bergidik ngeri melihat kelakuan kedua makhluk setengah manusia. Maklumi saja mereka bukan manusia, pikir yang lain.

“Ada apa Jongin?” tanya Lay

“Tidak ada apa-apa. Benarkan Luhan hyung?”

“Kau benar sekali Jongin-ah.”

“Kalian berdua aneh membuat kami takut saja.” Ucap Baekhyun dan disambut anggukan oleh yang lain

“Tentu saja. Bukankah kami bukan manusia seutuhnya? Wajar saja jika sikap kami sedikit aneh.” Ucap Jongin

“Kita berpegangan tangan.” Perintah Luhan

“Mwo? Kenapa harus pegangan tangan?” tanya Jongdae

“Lakukan saja.” ucap Jongin

Yang lain pun hanya menurut dengan berpegangan tangan lalu setelah itu Jongin dan Luhan tersenyum mantap. Luhan menoleh ke arah Jongin dan Jongin langsung mengangguk dengan mantapnya.

WHUSSH. BRUK.

Mereka semua pun diteleportasi oleh Jongin supaya mereka tidak lama sampai di rumah Jongdae dan Kyungsoo nantinya. Dan langsung terjatuh dengan tidak elitnya di halaman depan rumah Jongdae dan Kyungsoo kecuali Jongin dan Luhan.

“Ya! Apa yang kau lakukan?” teriak Xiumin

“Tentu saja berteleportasi. Benarkan Luhan hyung?” ucap Jongin

“Benar.”

“Tapi kenapa hanya kalian yang tidak jatuh huh? Tidakkah kau tahu jika rasanya sangat sakit?” omel Kyungsoo

“Itu salah kalian sendiri.” Ucap Luhan

“Mwo? Bagaimana bisa?” tanya Jongdae

“Tentu saja bisa. Salah kalian karena melepas pegangan kalian tadi.”

“Haaah. Ya. Kalau begitu, kita yang salah. Sudahlah. Jongdae! Cepat buka pintunya!” ucap Suho

Tak butuh waktu lama, Jongdae pun berjalan ke arah pintu dan mulai membukanya.

Cklek! Krieet!

Jongdae membukanya. Semua yang disana pun langsung berdiri setelah adegan jatuh tadi. Mereka langsung memasuki rumah itu dan memilih kamar yang mereka suka. Kecuali Jongdae, Kyungsoo, Luhan dan Jongin.

Suho memilih akan sekamar dengan Xiumin sementara Lay akan sekamar dengan Baekhyun.

Jongdae yang menutup pintu lalu menuju ke kamarnya dan Kyungsoo. Dan Kyungsoo yang juga langsung masuk ke kamarnya dan Jongdae. Jongin dan Luhan pun juga memasuki kamarnya tapi dengan cara yang aneh yaitu berteleportasi.

Setelah berganti baju, Kyungsoo dan Jongdae langsung menuju dapur untuk memasak meninggalkan 6 orang lainnya berkumpul di ruang makan. Tidak ada yang memulai pembicaraan, yang ada semuanya lelah. Yang ada hanya tatapan sendu yang mereka perlihatkan. Disaat seperti itu Lay meninggalkan mereka berlima dan menuju ke dapur bersama Kyungsoo dan Jongdae untuk membantu mereka memasak.

“Aku bosan.” Ucap Baekhyun

“Lalu? Kau maunya apa?” tanya Xiumin

“Mollayo.” Jawab Baekhyun

“Luhan hyung?” panggil Jongin

“Hm?”

“Lebih baik kita cari yang selanjutnya saja.”

“Baiklah. Tunggu disini.” Ucap Luhan yang membuat Suho, Xiumin dan Baekhyun bingung

Luhan keluar dari ruang makan itu dan segera kembali ke kamarnya dan Jongin untuk mengambil buku EXO itu. Tak lama kemudian, Luhan sudah mengambil buku itu dan membawa nya ke ruang makan. Akhirnya Luhan sampai di ruang makan dan itu membuat yang lain melihat ke arahnya.

“Luhan hyung? Apakah sudah ada tulisannya?” tanya Jongin

“Entah. Aku buka dulu ne?”

Luhan membuka buku bersampul EXO itu dan mencari halaman setelah milik Baekhyun dan Lay. Berharap mereka akan segera menemukan 4 saudara mereka yang lain. Saat dibuka, terlihat 2 buah tulisan dan 2 gambar yang berbeda di halaman yang berbeda pula. Luhan membacanya.

“Di halaman ini ada lambang Phoenix dan Dragon. Baiklah akan kubacakan halaman Phoenix terlebih dahulu.” Ucap Luhan

‘sang Penguasa Api telah muncul. Ia mempunyai badan yang menjulang tinggi. Ia orang yang sangat ceria dan mudah bergaul dengan orang lain. Ia mempunyai karakter yang hampir sama dengan Penguasa Cahaya. Ia juga adalah orang yang sangat hangat, selalu memikirkan orang lain dan selalu bisa membuat orang yang berada disekitarnya tersenyum bahagia. Ia bernama Park Chan Yeol.’

“Begitu katanya. Apa kalian mengenal seseorang bernama Park Chan Yeol?” tanya Luhan

“Oe? Chanyeol? Park Chan Yeol, hyung? Benar tulisannya disana adalah Park Chan Yeol?” tanya Baekhyun

“Ne. Waeyo?” tanya Luhan

“Park Chan Yeol adalah teman sekelasku.”

“Kalau begitu, biar Park Chan Yeol itu kau yang urus Baek hyung.” Ucap Jongin dan disetujui oleh Luhan

“Baiklah. Serahkan padaku. Selanjutnya Luhan hyung.”

“Baiklah. Lambang kedua ada lambang Dragon. Akan kubacakan.”

‘sang Penguasa Langit telah muncul. Ia sangat peduli kepada orang lain yang berada disekitarnya. Meskipun ketika kali pertama orang lain bertemu dengannya akan terlihat sangat dingin dan cuek tetapi sebenarnya ia adalah orang yang sangat memperhatikan orang lain di balik sikap dinginnya itu. Ia seorang yang tegas jika ia mengatakan hal benar. Ia bernama Wu Fan.’

“MWO?! WU FAN?!” pekik Baekhyun yang membuat Jongin, Luhan, Suho dan Xiumin menutup telinganya

“Ya! Tidak bisakah kau kecilkan volume suaramu?” jawab Xiumin sambil mendengus kesal

“Hehehe. Mianhaeyo hyung. Aku shock tadi.”

“Kenapa sampai seperti itu?” tanya Luhan

“Tentu saja. Karena Wu Fan atau yang biasa dipanggil Kris itu adalah teman dekatnya Chanyeol selain aku meskipun berbeda kelas.”

“Beda kelas?” tanya Jongin

“Ne. Jongin-ah. Kris hyung itu setingkat dengan Luhan hyung, Suho hyung, Xiumin hyung dan Lay hyung.”

“Begitu. Kalau begitu, biar kau saja yang mengurus mereka berdua. Tetap di tempat biasanya. Di kantin hyung.”

“Baiklah. Percayakan saja padaku.”

“Baiklah. Luhan hyung? Coba lihat halaman selanjutnya mungkin saja sudah muncul tulisannya.” Ucap Jongin kepada Luhan

“Baiklah.”

Disaat Luhan membuka halaman selanjutnya, datanglah Jongdae, Kyungsoo dan Lay yang membawa makanan ke meja makan. Semua tampak menatap lapar makanan itu kecuali Luhan karena ia harus membaca halaman terakhir.

“Jongin-ah? Sudah ada tulisannya.”

“Kalau begitu, baca saja hyung.” Ucap Kyungsoo

“Tunggu. Apa kalian berdua mencari kami semua hanya dengan berpedoman dengan buku itu?” tanya Lay dan disetujui oleh Suho dan Xiumin

“Ne. Aku dan Jongin mencari kalian dengan berpedoman dengan buku ini. Sudah dulu. Aku akan membaca karakteristik dari saudara kita yang terakhir.”

“Baiklah. Kami akan dengarkan.” Ucap Suho mewakili yang lain

“Gambar di halaman pertama pasangan ini yaitu lambang jam pasir. Baiklah akan kubaca kalimatnya.” Ucap Luhan

‘sang Penguasa Waktu telah muncul. Ia adalah orang yang terlihat dari luar tampak menyeramkan tapi jika sudah mengenalnya dengan baik maka ia akan menjadi orang yang polos dan menggemaskan. Ia orang yang sangat menghargai waktu. Dan ditambah ia sangat jago dalam hal ilmu beladiri seperti wushu. Selain itu ia juga sangat jago dalam memainkan pedang. Ia bernama Huang Zi Tao.’

“Seperti kalimatnya tapi apa kalian mengenal orang bernama Huang Zi Tao?” tanya Luhan

“Huang Zi Tao?” tanya Kyungsoo yang membuat semuanya menoleh ke arahnya

“Ne. Huang Zi Tao. Kau mengenalnya?”

“Wah! Ia siswa tingkat pertama sama seperti Jongin dan aku. Hanya saja kita berbeda kelas.”

“Kalau begitu, biar kau dan Jongin yang bawa mereka ke tempat biasanya. Bagaimana?” tanya Suho

“Baiklah. Selanjutnya hyung.” Ucap Jongin

“Gambar simbol yang terakhir ini adalah pusaran angin. Kalau begitu akan kubaca kalimatnya.”

‘sang Penguasa Angin sekaligus legenda terakhir akhirnya muncul. Ketika bertemu dengan orang baru, ia akan sangat dingin dan bahkan sampai tidak memperdulikannya, tetapi jika ia sudah mengenal orang itu ia akan menjadi orang yang sangat perhatian dan manja. Ia hampir satu tipe dengan Penguasa Langit. Dan juga ia mungkin akan sangat dekat dan manja kepada Penguasa Pikiran. Ia bernama Oh Se Hun.’

“Begitu. Kalimatnya.” Ucap Luhan

“Mwo? Apa-apaan kalimat terakhir itu?” protes Jongin

“Mwo? Kenapa Jongin-ah?”

“Apa kalian juga mendengarnya?” tanya Jongin kepada yang lain dan mengundang anggukan dari mereka

“Kenapa Jongin-ah? Ada apa?” tanya Luhan lagi

“Apa kau tidak merasa ada yang menjanggal hyung? Kalimat terakhir dari deskripsi tentang Penguasa Angin yaitu ‘ia mungkin akan sangat dekat dan manja kepada Penguasa Pikiran’. Apa kau tidak merasa aneh dengan itu?”

“Hm? Kalimat itu?”

“Ne.”

“Oh!”

“Eh? Kenapa kau hanya ber’oh’ria eoh?”

Lama Luhan yang belum menyadari kalimat itu sementara yang lain hanya menatapnya aneh. Lama sekali sampai 5 menit pun berlalu.

“MWO?!” teriak Luhan histeris yang mengundang lainnya harus menutup telinga mereka

“Aigoo! Suaramu hyung. Telingaku sakit jadinya.” Ucap Jongin

“Haah. Tak apalah Jongin-ah. Nantinya juga ia akan menjadi adikku nanti.”

“Tidak! Aku tidak akan membiarkanmu dekat-dekat dengan Oh Se Hun itu.”

“Ya. Terserah kau sajalah. Tapi apa kalian mengenal Oh Se Hun?” tanya Luhan pada yang lain

“Kurasa aku mengenalnya.” Ucap Kyungsoo

“Benarkah?” tanya Suho

“Cobalah untuk mengingatnya.” Ucap Baekhyun

“Hm? Wah! Iya. Oh Se Hun itu juga siswa tingkat pertama seperti Tao. Ia juga teman dekat Tao selain itu aku juga mendengar bahwa Oh Se Hun itu sangat mengagumimu Luhan hyung. Katanya Oh Se Hun juga sangat ingin kau menjadi hyungnya.” Ucap Kyungsoo

“Mwo? Kenapa harus aku?”

“Aku juga mendengar rumor bahwa alasannya hanya karena kau sangat perhatian padanya. Apa itu benar?”

“Bukankah aku selalu seperti itu kepada semua orang?”

“Benar juga. Tapi katanya ada yang beda dari perhatianmu. Oh! Aku ingat satu lagi alasannya yang paling masuk akal.”

“Apa itu?” tanya mereka bersamaan

“Itu karena Luhan hyung secara fisik dan psikis sangat mirip dengan hyungnya yang sudah meninggal. Hyung Sehun yang sudah meninggal itu kata Sehun mempunyai kemiripan denganmu lalu tingkah lakumu serta caramu memberikan perhatian dalam artian hyung kepada dongsaeng seperti hyungnya Sehun itu.”

“Hm. Begitu. Kalau itu pantas saja.” ucap Xiumin

“Jadi Jongin-ah? Kyungsoo? Kalian yang mencari Huang Zi Tao dan Oh Se Hun ne?” tanya Luhan

“Kalau aku mau saja hyung. Tapi kurasa tidak dengan Jongin.”

“Jongin?” panggil Luhan

“Aku tidak mau jika harus memanggil Oh Se Hun itu. Kau saja yang memanggilnya Kyungsoo.”

“Tapi-”

“Aku bilang-”

“Sudahlah. Jangan dilanjutkan lagi Jongin. Apa kau mau membuat setengah dari dunia ini hancur hanya dengan masalah sepele seperti ini?” tanya Luhan

“MWO?! SETENGAH DARI DUNIA?!” teriak mereka semua kecuali Jongin dan Luhan

“Aigo! Suara kalian sangat abstrak. Tidak bisakah diberi tangga nada?” tanya Jongin

“Apa kau bilang Luhan? Jongin? Marah? Menghancurkan setengah dari dunia?” tanya Xiumin

“Ne. Waeyo? Aku pun juga begitu. Hanya saja kalau aku bukan hanya setengah tapi seluruh alam semesta yang bisa diartikan sebagai kiamat.” Ucap Luhan

“MWO?! KIAMAT?!” teriak mereka lagi

Sementara Jongin dan Luhan hanya menatap malas ke arah 6 orang yang baru saja tercengang itu.

“Tapi bagaimana bisa hyung?” tanya Baekhyun

“Tentu saja. Bukankah aku dan Jongin bukanlah manusia? Aku adalah setengah malaikat sementara Jongin adalah setengah iblis. Jadi bisa dipastikan kami memiliki kekuatan lebih besar dari kalian para manusia.”

“Tidak bisa dipercaya.” Ucap Lay

“Benar.”

“Tapi aku harus bersama siapa Luhan hyung? Aku sendiri begitu yang menjemput Tao dan Sehun?” tanya Kyungsoo

“Ne. Bolehkan Kyungsoo?”

“Haah. Baiklah.” Ucap Kyungsoo sambil menghela nafas

“Hey! Jangan menghela nafas atau kebahagiaanmu akan hilang secara perlahan.” Ucap Suho

“Kalau begitu, sebaiknya kita harus makan terlebih dahulu. Kajja.” Ucap Baekhyun yang akhirnya menghilangkan aura ketegangan tadi

.

.

.

\(^_^)/

.

.

.

Di ruang tamu.

Kedelapan legenda ini tengah duduk berdiam diri di ruang tamu itu. Tidak ada yang berbicara. Mereka hanya ditemani dengan keheningan dan kebosanan yang memuncak. Sampai akhirnya…

“Hoaam. Aku ngantuk. Aku mau tidur dulu ne?” tanya Luhan

“Mwo? Luhan hyung? Kau mau tidur? Aku ikut. Aku juga sudah mengantuk.”

“Baiklah. Kajja Jongin-ah. Dan Kyungsoo jangan lupa bawa Sehun dan Tao lalu Baekhyun jangan lupa bawa Kris dan Chanyeol. Aku tidur dulu. Jaljayo.” Ucap Luhan yang akhirnya berjalan menuju kamarnya bersama Jongin dibelakang yang memeluk Luhan

“Baiklah. Sudah sangat malam. Sebaiknya kita tidur. Jaljayo semuanya.” Ucap Jongdae

“Jaljayo.” Jawab mereka serempak

Semuanya langsung kembali menuju habitat (?) masing-masing dan kemudian tidur supaya mereka bisa bangun pagi untuk sekolah besok.

 

 

 

 

 

 

4 thoughts on “Angel and Devil Part 2

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s