Special Gift

Special Gift

Title : “Special Gift”

Author : ANee (anee2809.wordpress.com)

Main Cast : Lee Taemin . Krystal Jung

Support Cast : SHINee’s Member . Choi Sulli . Victoria Song

Length : Oneshoot

Rating : T

Genre : Friendship, Romance.

 

Disclaimer : Story is Mine!! No Plagiarism!

Cast milik Tuhan sepenuhnya, saya hanya meminjam nama. Maaf jika mengandung banyak typo(s).

.

.

.

~~Happy Reading~~

.

.

.

Ruang ganti “SHINee”. Begitulah tulisan pada sebuah kertas yang tertera di pintu. Seharusnya di dalamnya ada lima orang pria tampan, tapi saat itu hanya ada dua orang. Itupun mereka sibuk dengan diri masing-masing. Key, member SHINee yang memiliki nama asli Kim Ki Bum itu sedang menikmati fitur games di laptop-nya. Sedangkan yang satu, Lee Taemin, ia sedari tadi hanya memperhatikan ponselnya dengan gusar dan sesekali mengerang kecil. Hingga akhirnya Key merasa terganggu dan berinisiatif bertanya pada Maknae SHINee tersebut.

 

“Taeminie~ dari tadi kuperhatikan kau terlihat gelisah, ada apa?”

 

Kini matanya terfokus pada Taemin. Dengan suka rela meninggalkan aktifitas ng-game-nya, ia pun beranjak mendekati sang maknae.

 

“Tidak ada apa-apa, hyung. Aku hanya sedang memikirkan seseorang.” Aku taemin memandang sekilat Hyung-nya.

 

“Ah~ maksudmu Krys-“

Tiba-tiba Key berteriak dan membuat Taemin harus membekap mulut Hyung-nya itu sementara.

 

“Hyung jangan keras-keras! Hyung mau fans tahu bahwa aku sudah memiliki kekasih?”

 

Setelah mulutnya terbebas dari tangan Taemin, Key menutup mulutnya sendiri dengan jari-jarinya. Merasa bersalah. Dan hanya bisa menanggapi pertanyaan Taemin dengan gelengan kuat.

 

“Memangnya, ada apa dengan dia?” kini Key tak beniat menyebut nama gadis itu.

 

“Dia tidak ada kabar beberapa hari ini, hyung. Bahkan tiga hari yang lalu, dia tidak mengucapkan selamat padaku.” Kepala Taemin semakin menunduk dalam. Membuat Key iba melihat adik tercintanya yang biasa ceria tapi tiba-tiba murung karena memikirkan sang kekasih.

 

“Mungkin dia sedang sibuk. Apa kau sudah mencoba menghubunginya?”

 

Key menepuk punggung Taemin, lantas mengusapnya. Terlihat rapuh.

 

“Bahkan ponselnya tidak aktif, hyung.”

 

“Berpikir positiflah! Menurutku, dia tidak mungkin melupakan hari ulang tahunmu tanpa alasan.

Besok kan kita sudah kembali, kau bisa datang ke apartemennya dan minta penjelasan.

Sudahlah, jangan cemberut seperti itu! Nanti keimutanmu berkurang. Senyum~”

Kini kedua jari telunjuk Key menempel di dua sisi bibir Taemin, mencoba membuat bentuk senyum di bibir plump itu.

 

“YA! Hyung, aku ini manly!”

 

“Tidak! Kau cantik. Haha.”

 

“Terserah!

 

Tapi terimakasih atas nasehatmu, hyung. Kau memang lebih dewasa dari kelihatannya.” Ya. Key memang dewasa. Taemin percaya itu. Buktinya sekarang hatinya lebih tenang setelah menceritakan kegelisahannya pada sang ‘master key’.

 

“Jangan berlebihan, Taem.” Ucap Key malu-malu.

 

Dengan penuh rasa yakin kini Taemin mengukir senyum terbaiknya.

 

Rasa penasarannya besok akan terbayar.

.

.


Time flies when you’re having fun


You wake up and half the year is gone


You’re twenty-one

(The Click Five – Happy Birthday)

 

Sudah 6 bulan terhitung sejak Taemin dan Krystal resmi menjadi sepasang kekasih. Banyak hal yang telah mereka lalui bersama. Baik itu suka maupun duka. Tak jarang mereka terlibat sebuah pertengkaran kecil yang menjadi bumbu dalam hubungan mereka.

 

Tidak mudah bagi Krystal untuk menjalin hubungan dengan seorang Taemin, ia harus mempersiapkan hati ketika sang kekasih dikabarkan dengan gadis lain. Bahkan ia harus rela untuk tidak diakui oleh Taemin di hadapan publik, tapi memang itulah kesepakatan awal mereka. Krytal tak ingin kehidupannya diketahui lantas diganggu oleh fans Taemin yang tidak rela idolnya memiliki kekasih.

 

Krystal bukanlah seorang idol seperti Taemin, ia hanya gadis biasa yang menimba ilmu dan tinggal sendiri di Seoul karena keluarganya memang menetap di Jepang.

 

Ia adalah gadis mandiri, meskipun sebenarnya ia bisa saja mengandalkan uang pemberian orang tuanya untuk mencukupi semua kebutuhannya di Seoul. Namun ia lebih memilih kerja paruh waktu di sela-sela kesibukannya di kampus.

 

Itulah salah satu sifat Krystal yang membuat Taemin menaruh rasa padanya. Dan dengan yakin Taemin mengungkapkan perasaannya pada gadis manis itu 6 bulan lalu di sebuah cafe tempat Krystal bekerja.

 

Taemin mengira, ulang tahunnya yang ke-21 tahun ini akan berbeda dari tahun sebelumnya dengan kehadiran Krystal. Tapi justru ia diliputi rasa khawatir, gadisnya tidak memberi kabar beberapa hari ini. Ia mencoba berpikir positif, mungkin Krystal sedang mempersiapkan sesuatu untuknya dan sengaja terlambat mengucapkan selamat ulang tahun padanya. Ya, ia harus berpikir positif seperti saran Key -hyung satu grupnya di SHINee-.

.

.

Keesokan harinya, SHINee dijadwalkan kembali ke Seoul. Dalam perjalanan, pikirannya tak bisa lepas dari memikirkan keadaan Krystal. Pasalnya, ia tadi mendapat pesan dari Sulli, teman dekat Krystal. Bahwa gadisnya sedang membutuhkannya, tapi Sulli tidak mengatakan yang sebenarnya. Ia hanya meminta Taemin, jika sudah sampai di Seoul untuk segera ke apartemen Krystal.

Ingin rasanya Taemin menelpon Sulli dan meminta penjelasan, tapi ia sadar sekarang sedang berada di dalam pesawat. Tidak mungkin ia melakukannya.

.

.

.

Benar saja, tanpa basa-basi. Bahkan tanpa memperdulikan tubuhnya yang terasa lelah, setelah sampai di dorm Taemin langsung bergegas menuju apartemen Krystal. Meminta ijin manajer dan para member SHINee.

 

“Taem, sebaiknya kau diantar sopir memakai van kita. Aku khawatir kau tak akan konsentrasi di jalan jika mengemudikan mobil sendirian.” Sang Leader yang memang sangat memperhatikan para dongsaengnya pun memberi saran. Ia tahu tubuh maupun pikiran Taemin sekarang teramat lelah.

.

.

Setelah sampai pada tujuannya -apartemen Krystal- , Taemin disambut Sulli yang duduk manis di ruang tamu. Saling menatap dan tersenyum sebentar dengan Taemin yang melangkah mendekati Sulli.

 

“Sul? Ada apa kau menyuruhku segera kemari?”

 

“Duduklah dulu.”

 

Sulli menggeser posisi duduknya dan meminta Taemin untuk duduk di sebelahnya.

 

“Dimana Krystal?”

 

“Dia sedang istirahat di kamarnya.” Jawab Sulli dan diberi anggukan mengerti oleh Taemin.

 

“Taem, sebelumnya aku minta maaf karena tiba-tiba menyuruhmu kemari tanpa memikirkan jadwalmu yang padat itu. Dan pasti kau lelah. Tapi sekarang Krystal benar-benar membutuhkanmu.”

 

Taemin mengusap wajahnya kasar.

 

“Sebenarnya, apa yang terjadi Sul?” tanya Taemin dengan nada yang terdengar lelah.

 

“Krystal memintaku untuk tak menceritakan ini padamu, tapi sepertinya kau perlu mengetahuinya.” Sulli berhenti sejenak, melihat apa reaksi Taemin. Tapi pria tampan itu hanya diam menatapnya penuh tanya. “Kejadian ini sudah lima hari yang lalu di cafe. Saat itu Krystal sedang melayani seorang pelanggan. Tapi tiba-tiba ada yang memanggilnya..” Sulli mulai menceritakan kejadian yang sebenarnya pada Taemin.

 

#FLASBACK ON#

 

“Hei, perempuan tak tau malu!”

 

Kepala Krytal mendongak saat ada suara seseorang yang berteriak padanya tengah berdiri di hadapannya. Ternyata tidak hanya satu, tapi dua. Dua orang siswi yang masih mengenakan seragam sekolah. Mereka terlihat sangat marah.

 

“Maaf, ada yang bisa saya bantu?” sebisa mungkin Krystal tetap tersenyum ramah, mengingat ia sedang bekerja sekarang. Pelanggan adalah nomor satu.

 

Tapi pertanyaannya, apakah dua perempuan itu pelanggan. Dari kata-kata pembukanya saja mereka sangat tidak layak disebut akan membeli, melainkan melabrak?

 

“Krytal, sepertinya kau dalam bahaya.” Teriak Krytal dalam hati.

 

“Tak perlu sok ramah pada kami! Kami kesini bukan untuk membeli makanan ataupun minuman murahanmu itu.” Dengar itu. Bahkan mereka dengan lancangnya mengatai makanan dan minuman yang di jual di cafe tempat Krystal bekerja adalah sesuatu yang murahan. Sekaya apa mereka?

 

Ah, itu tidak penting. Untuk apa kaya harta, jika miskin sopan santun?. Menyedihkan!

 

“Maaf, jika anda tidak ingin menikmati hidangan kami mungkin anda bisa kembali pulang. Saya sedang sibuk.”

 

Krytal tak ingin ambil pusing, mungkin dua perempuan itu memang tidak waras. Bagaimana bisa datang ke tempat umum dan berteriak tak jelas seperti itu?

 

“Ada apa ini, Krys?”

 

Itu suara sang pemilik cafe, yang diketahui bernama Victoria. Ada satu pelayan juga yang mengekor di belakangnya. Ia Sulli, sahabat Krystal yang juga bekerja paruh waktu disana.

 

Krytal dan kedua perempuan ‘tak dikenal’ itu pun menoleh pada sumber suara.

 

Krystal lantas angkat bicara “Maaf, eonni. Tiba-tiba saja mereka datang dan berteriak.” Jelasnya

 

“Maaf, kami ada urusan dengan perempuan murahan ini, bukan dengan anda.” Sahut salah satu perempuan berambut sebahu dan diikuti anggukan perempuan satunya yang memiliki rambut lebih panjang.

 

Victoria agak geram, bisa-bisanya anak sekolah seperti mereka berkata demikian. Tapi ia dengan cepat mengambil keputusan, untuk menghindari keributan di dalam cafe-nya.

 

“Baiklah, kalian bertiga bisa selesaikan urusan kalian di luar.” perintah Victoria dengan nada yang halus tapi tegas.

 

“Tapi eonni, saya tidak memiliki urusan dengan mereka bahkan saya tidak mengenal mereka.” Sanggah Krystal dengan wajah cemas. Sesekali ia melirik ke arah Sulli yang sedari tadi hanya diam tanpa suara. Berharap sahabatnya itu membantunya. Tapi Nihil.

 

“Aku tahu kau tidak mengenalnya, Krys. Tapi mereka mengatakan ada urusan denganmu, jadi lebih baik segera selesaikan itu. Jangan memperpanjang keributan di cafe ini. Kumohon.” Jelas Victoria panjang lebar.

 

Krystal hanya bisa menunduk, begitupun dengan Sulli. Tapi berbeda dengan kedua perempuan tadi, mereka justru menyeringai senang.

 

“Ayo, ikut kami eonni cantik!” itu bukan pujian melainkan hinaan.

 

Tanpa banyak bicara, dengan berat hati Krystal mengikuti mereka.

 

Sekali lagi melirik pada sahabat dan boss-nya, tapi justru senyuman lembut dari Victoria yang ia dapat. Sulli? Ia menatap Krystal dengan raut wajah khawatir.

 

Pikiran-pikiran buruk terus berputar di otaknya. Kenapa ia merasa ini berhubungan dengan Taemin? Entahlah..

.

Saat krystal sudah sampai di ambang pintu, Victoria menepuk pundak Sulli. Dengan gerakan yang sedikit terkejut, Sulli menoleh dan membulatkan matanya ketika Victoria mengatakan sesuatu padanya.

 

“Sepertinya Krystal membutuhkanmu, ikutlah dengan mereka juga. Masalah cafe, biar aku dan pelayan lain yang handle.”

 

Hubungan Victoria dengan Sulli dan Krytal bukan hanya sebatas boss dan karyawan. Tapi Victoria sudah menggap mereka sebagai adiknya sendiri.

.

.

Saat ini mereka berempat sedang berada di taman dekat cafe. Sudah sore menjelang malam, taman itu jelas sudah sepi. Mungkin hanya ada beberapa orang, itu pun hanya sekedar berlalu lalang.

 

“Ada urusan apa kalian denganku?” Krytal mulai membuka suara.

 

Eonni jangan sok tidak tahu! Kami adalah fans Lee Taemin, jadi eonni pasti tahu urusan apa yg ingin kami selesaikan dengan eonni!” Jelas perempuan berambut pendek dengan tangan yang terlipat di dada dan tatapan meremehkan.

Tapi tunggu, dia tadi menyebut “eonni”? Oh.. Itu ‘sedikit’ sopan. Tapi hanya sedikit.

 

Belum sempat Krystal menjawab, sudah ada suara lain yang mengintrupsi.

 

Eonni jangan murahan ya! Eonni mendekati Taemin oppa hanya untuk memanfaatkannya, bukan?! Jujur saja!”

“Ka-kalian!!” Kini Sulli yang angkat bicara. Geram dengan kata-kata yang sudah dilontarkan dari mulut kedua perempuan itu.

 

“Sul, ini urusanku. Kumohon, tenanglah. Dan biarkan aku menyelesaikan ini dengan mereka.” Sulli menatap Krystal tak percaya. Hanya helaan nafas dan anggukan kecil yang ia jadikan jawaban.

 

“Jadi, apa mau kalian?”

Nada bicara Krystal terdengar tegas. Ia tak boleh terlihat lemah dihadapan mereka.

 

“Jauhi Lee Taemin!”

Kata salah satu dari mereka. Terlihat ada kilatan marah dimatanya.

 

Inikah yang mereka sebut fans itu?

 

Ya, fans yang terlalu terobesesi pada idolanya.

 

Krystal tak bergeming.

Apakah dia harus melakukan apa yang diperintahkan kedua bocah yang mengaku fans kekasihnya itu?!

“Asal eonni tahu ya! Eonni itu tidak pantas bersanding dengan seorang Lee Taemin. Lihatlah! Eonni hanya seorang pelayan cafe!”

 

Benar. Ia hanya pelayan, sedangkan Taemin? Dia artis yang banyak digemari orang.

 

Hei.. tapi kan sebenarnya keluarga Krystal adalah keluarga yang terbilang kaya. Jadi tidak masalah, bukan?

 

“Jika kalian bisa menjamin kebahagian Taemin oppa, aku akan melakukannya dengan senang hati.”

 

“Krys-” Sulli tak percaya dengan apa yang telah dikatakan oleh sahabatnya. Tidak seharusnya Krystal melakukan itu. Ini hanya sebuah gertakan.

 

“Jelas kami bisa menjamin itu karena yang dibutuhkan dari Taemin oppa hanya cinta fans, bukan eonni!”

 

Lee taemin membutuhkan cinta dari fans-nya, tapi ia juga sangat membutuhkan cinta dan kehadiran dari seorang wanita yang ia sebut belahan jiwa.

 

Tapi sayang, bukan itu yang ada dipikiran Krystal saat ini.

 

“Jika kami tahu eonni masih berhubungan dengan Taemin oppa! Mungkin eonni tidak akan kami apa-apakan, tapi jangan harap Lee Taemin baik-baik saja!”

 

Krystal sangat sangat terkejut dengan ancaman salah satu fans Taemin itu, membuat ia berpikir lagi “inikah yang benar-benar disebut fans? Mengerikan!”

 

Kalian ingat istilah “sasaeng fans“? Mungkin mereka adalah salah satu bagiannya. Rela melakukan apa saja untuk idolanya, termasuk menjauhkan sang idola dengan orang yang memiliki hubungan spesial dengan idola tersebut. Mereka tak ingin Lee taemin dekat dengan wanita lain kecuali fans.

 

“Apa-apaan kalian, hah? Seharusnya-” Krystal mencengkeram pelan lengan Sulli, memberi isyarat untuk tidak melanjutkan kata-katanya. “ta-tapi Krys, mereka sudah keterlaluan!”

Ujar Sulli setengah berteriak, namun sepertinya Krystal tak menghiraukannya.

 

“Kumohon jangan sakiti Taemin oppa, aku berjanji akan menjauhinya.”

 

Kata-kata itu begitu lirih nia ucapkan. Tidak yakin. Bahkan sekarang Krystal sudah menangis. Pertahanannya runtuh.

 

“Bagus! urusan kita selasai, eonni. Annyeong!

 

Setelah kepergian kedua gadis itu, tangis Krystal pun pecah, dengan sigap Sulli memeluknya.

 

#FLASHBACK OFF#

 

“Taem-” Sulli terkejut ketika melihat sepasang mata Taemin yang memerah. Cairan itu siap meleleh kapan saja.

 

Dan benar, saat Taemin refleks berkedip, cairan hangat itu pun lolos dari kedua matanya.

 

Taemin berpikir, mengapa ada orang yang mengaku mencintainya tapi justru menyakiti gadis yang teramat ia cintai? Mungkinkah Krystal masih mau berhubungan dengannya jika tekanan dari fans-nya sendiri yang akan Krystal dapatkan nantinya?

 

Tapi disisi lain, Taemin juga berpikir. Ia tidak mungkin memutuskan begitu saja hubungannya dengan sang kekasih. Perasaan ini tidak mungkin begitu saja dibuang.

 

Seakan tahu apa yang sedang Taemin pikirkan, Sulli mulai memberinya sebuah pengertian.

 

“Taem, aku tahu ini sulit. Tapi kumohon jangan membuat keputusan dengan gegabah. Aku yakin, Krystal pun terpaksa melakukannya. Dia sangat berat untuk meninggalkanmu apalgi untuk melupakanmu. Sekalipun ia mencoba terus bekerja dan mengerjakan prosalnya untuk segera skripsi, itu tidak akan berhasil. Terbukti keadaannya justru drop dan proposalnya tak segera dibenarkan oleh dosen pembimbing. Bicaralah baik-baik padanya. Ia butuh kepercayaan darimu kali ini.” Jelas Sulli panjang lebar.

 

Mungkin Sulli benar, ia harus berpikir jernih sekarang. Jangan sampai keputusan yang ia ambil justru akan berdampak buruk pada Krystal mapun dirinya sendiri.

.

Tanpa mereka ketahui, Krystal sudah menuju ke arah mereka.

 

“Sul..” Panggil Krystal parau. Rupanya gadis itu juga mennagis sedari tadi.

 

Taemin dan Sulli pun menoleh ke belakang lantas berdiri. Dengan kasar Taemin mengusap air matanya yang tadi sempat keluar.

 

“Krys-” Ucap Taemin dan Sulli hampir bersamaan.

 

Tatapan mata Krystal benar-benar sayu. Membuat hati keduanya ngilu. Tak tega.

 

Taemin pun menghampiri Krystal, mengajaknya duduk. Dan Krystal tak menolak, sungguh kakinya sudah terasa pegal karena sejak tadi berdiri memperhatikan Sulli yang menceritakan semuanya pada Taemin. Itu memang sangat lama.

 

“Kenapa kau bangun? Seharusnya kau tidur di kamar, Krys.” Ucap Taemin halus saat mencoba mendudukan Krystal di sofa.

 

Krystal masih diam. Ia sendiri bingung harus mengatakan apa sekarang.

 

Sulli yang merasa harus memberi waktu kepada dua pasangan itu bicara pun berinisiatif untuk berpamitan.

 

“Umm~ sepertinya aku harus pergi. Kalian bicaralah berdua.” Ia mengambil tas yang terletak tak jauh dari tempatnya tadi. Tapi saat ia benar-benar akan beranjak, Krystal meraih tangannya.

 

“Tetaplah disini. Aku membutuhkanmu.” Sungguh Sulli tidak sampai hati, wajah Krystal terlihat sangat memohon. Tapi ia tidak bisa, ini bukan kapasitasnya lagi.

 

Sulli pun menyejajarkan tubuhnya dengan tubuh Krystal.

 

“Krys, yang kau butuhkan sekarang adalah Taemin. Kalian bicarakan masalah kalian baik-baik. Aku janji, besok aku akan kemari. Kau jangan seperti ini. Aku tahu kau pasti juga ingin tahu apa pendapat Taemin tentang masalah kalian. Dan kumohon, dengarkan kata hatimu.” Ujar Sulli penuh pengertian.

 

Tanpa menunggu jawaban dari Krystal, Sulli pun berdiri dan mulai melangkah kearah pintu.

 

Tubuh ramping Sulli mulai menjauh dan menghilang di balik pintu tersebut.

.

.

Keheningan menyelimuti ruangan yang kini di tempati Krystal dan Taemin.

 

Taemin menatap wajah lemah Krystal dengan seksama, pandangannya mengisyaratkan khawatiran. Laki-laki mana yang tidak khawatir melihat gadisnya jatuh sakit. Sepertinya tidak ada, apalagi untuk Taemin yang teramat mencintai Krystal.

 

Tapi yang ditatap hanya diam menatap lurus ke depan. Belum ada tanda-tanda akan angkat bicara.

.

Akhirnya Taemin menyerah dengan keheningan ini.

 

“Krys..” Taemin mengawali pembicaraannya dengan helaan nafas.

 

Yang disebut namanya pun menoleh. Sejurus kemudian, ia langsung berhambur memeluk Taemin. Krystal tak bisa bohong, ia sangat merindukan kekasih-nya itu selama ini. Ia pun menangis di bahu lebar Taemin.

 

“Krys, maafkan aku.” Tangan kanannya mengelus surai hitam Krystal dan membisikkan kata padanya. Sadar bahwa ia melakukan kesalahan, meskipun tidak secara langsung.

 

Krystal menggeleng kuat di pundak Taemin. Menurut Krystal, tak ada yang pantas disalahkan disini.

 

“Hiks. Oppa.. aku tidak bisa, aku menyerah. Ini sulit oppa.” Awalnya Taemin bingung apa maksud kata-kata gadisnya, tapi sedetik kemudian Krystal mengatakan “Aku tak bisa melupakanmu, aku tak sanggup melepasmu begitu saja oppa. Aku merasa ini akan sangat sulit jika terus kupaksakan.” Taemin mengukir senyumnya. Ia pun berpikir sama. Ia tak akan mengakhiri hubungan mereka begitu saja.

 

“Kau tidak perlu melakukan itu, Krys. Mungkin ini adalah cara Tuhan untuk menguatkan hubungan kita, agar kita tidak mudah menyerah hanya karena hujatan orang-orang. Jika kau percaya bahwa aku adalah takdirmu, maka aku akan berusaha untuk tetap melindungimu. Mempertahankan hubungan kita sampai maut yang memisahkan.”

 

“Maafkan aku, Oppa. Aku tak bermaksud tak mempercayaimu sebagai takdirku, aku hanya ragu jika kau tak akan bahagia jika tetap bersamaku”

 

“Kumohon, jangan pernah bicara seperti itu. Aku sangat bahagia memilikimu. Fans memang membuatku bahagia dengan banyaknya cinta yang mereka berikan namun aku lebih bahagia ketika kau selalu ada disisiku.”

 

Krystal terdiam. Ia merasa bersalah telah berpikir ingin meninggalkan Taemin sebelumnya. Kini ia sadar, bahwa kebahagiaan Taemin adalah Taemin sendiri yang tahu. Dan Taemin telah mengungkapkan apa yang membuatnya bahagia, yaitu Krystal.

 

“Krys, bagiku kau adalah matahari yang selalu aku butuhkan kehadirannya setiap hari dan fans adalah bintang-bintang yang tak bisa kupungkiri keberadaannya di dalam hidupku. Kaulah yang memiliki hatiku sepenuhnya.”

 

Seberharga itukah dirinya untuk Taemin? Tapi ia senang, ia bersyukur karena mereka saling mencintai. Sama-sama memiliki perasaan yang begitu besar.

 

Krystal menyerah.. Ia telah jatuh cinta sepenuhnya pada Taemin, maka ia akan terus mencintainya dan akan membuat Taemin bahagia dengan memenuhi apa yang Taemin inginkan.

 

“Jika itu yang Oppa inginkan, maka aku akan melakukannya. Aku akan selalu menjadi matahari yang mengiringi setiap langkah dan menyinari hari-harimu hingga waktu yang aku sendiri tak tahu. Aku akan berusaha untuk tetap bersamamu, disisimu meskipun ada banyak rintangan yang harus kita hadapi. Aku mencintaimu, Oppa.”

 

“Terimakasih, Krys. Aku pun akan berusaha tak akan membuatmu kecewa telah menjadi matahariku. Kita hadapi semuanya bersama-sama. Aku lebih mencintaimu.”

 

Krystal terharu mendengar penuturan Taemin. Lelakinya memang selalu tulus ketika mengungkapkan sesuatu untuknya. Membuatnya selalu jatuh cinta.

 

“Janji untuk tak terpengaruh kata-kata fans-ku lagi?”

 

“Janji!!” Krystal sudah kembali. Ia bahagia karena sekarang ia tak perlu bersusah payah untuk menjauhi Taemin. Dan ia percaya bahwa cinta mereka akan selalu bersemi meskipun dilanda musim gugur maupun salju.

Setelah perbincangan panjang tadi, Taemin dan Krystal sudah bersikap seperti biasa, tak ada kecanggungan diantara mereka. Bahkan Krystal sudah bisa tertawa dengan candaan koyol yang Taemin lontarkan. Semua masalah akan ada jalan keluarnya, jika dibicarakan dengan pikiran yang dingin dan hati yang hangat.

 

Hingga Taemin mengubah tema pembicaraan mereka. Membicarakan tentang ulang tahun, sepertinya.

 

“Krys, apa kau benar-benar melupakan hari ulang tahunku?” Tanya Taemin to-the-point.

 

“Aku sengaja melupakannya.” Jawab Krystal enteng. Tapi nampaknya ia memang tak menyiapkan apapun untuk Taemin.

 

Setelah pertengakaran Krystal dengan dua orang fans Taemin beberapa hari lalu ia sering mendapat teror sms dari nomor yang tidak dikenal. Hingga ia harus menon-aktifkan ponselnya untuk sementara waktu. Tapi ia tidak mengatakannya pada Taemin, sang kekasih. Bahkan Sulli pun tidak ia beritahu. Ia takut jika tanpa sepengetahuannya, Sulli memberitahu Taemin. Itu tak akan berdampak baik jika sampai taemin tau. Itulah alasan kenapa ia tak mengucapkan apa-apa di hari ulang tahun Taemin tapi ia tak ingin mengatakan yang sebenarnya pada sang kekasih.

 

“huh? Jadi semudah itu kau melupakan hari yang special untukku?” Sebisa mungkin taemin berakting seolah-olah ia kecewa pada Krystal. Hanya tipuan. Lagi pula sebenarnya itu tidaklah penting, yang terpenting sekarang adalah Krystal sudah membuatnya yakin akan sebuah keputusan untuk hidupnya di masa depan.

 

“Maaf tuan Lee yang tampan. Kau kan tahu aku sedang tidak dalam keadaan baik saat hari ulang tahunmu, tapi sekarang kau boleh meminta sesuatu padaku.”

 

“Benarkah? Apapun itu?” Ucap Tamin senang.

 

“Ya, apapun itu. Asal oppa tak marah padaku.”

 

Okey! Aku akan meminta tiga permintaan darimu.” Jarinya membentuk angka tiga dan menampakkan seringai jahil.

 

“Tiga? banyak sekali, oppa? Kenapa tidak satu saja?” Merasa Taemin manfaatkan kesempatan, Krystal pun mempout bibirnya lucu.

 

“Eitss. Dilarang membantah! Bukankah tadi aku boleh meminta apapun? ha ha.”

 

Bagaimana bisa ia begitu saja memberi kesempatan Taemin untuk meminta apapun tanpa persyaratan? Oh tidak. Ia sungguh ceroboh.

 

“Baiklah..Baiklah.. Apa tiga permintaan itu, cepat sebutkan, oppa?!”

 

“Dengarkan baik-baik.

Pertama, kau harus menjaga kesehatanmu, jangan sakit lagi. Kedua, cepat selesaikan skripsimu, karena aku tak sabar melihatmu memakai seragam kelulusan.” Taemin tertawa sejenak mengingat perkataannya barusan. Terkesan memaksa. Pikirnya.

Dan ia pun melanjutkan “Lalu yang ketiga..” Taemin sengaja menggantungkan kalimatanya. Berniat membuat gadisnya penasaran.

 

“Apa yang ketiga, oppa? Cepat katakan!”

 

“Akan aku katakan setelah, kau memenuhi permintaan pertama dan keduaku.”

 

“Mengapa begitu? Kenapa tidak sekarang saja?”

 

“Tidak! Jika kau sangat penasaran, maka teruslah sehat dan lulus kuliah, nona manis~” Jari telunjuk taemin menelusuri dahi hingga dagu krystal ketika mengatakan -nona manis-. Ia sunggung gemas melihat gadisnya yang nampak tegang dengan permintaannya.

 

“Aish! oppa menyebalkan!”

 

“Menyebalkan tapi kau mencintaiku, bukan?”

 

Tak henti-hentinya sejak tadi Taemin menggoda Krystal. Rasa rindu menuntutnya untuk melakukan hal itu.

 

“Iya. Hehe.”

 

“Hahaha”

Atmosfer ruang tamu apartemen Krystal yang saat pertama kali Taemin masuk terasa sangat dingin, namun kini berubah hangat dengan selingan tawa keduanya.

 

Oppa.. Aku tahu ini terlambat, tapi selamat tahun untukmu.”

 

“Terimakasih, sayangku. Berkatmu, ulang tahunku yang ke-21 ini lebih istimewa.”

 

Lee Taemin selalu mencintai Krystal Jung dan Krystal jung selalu mencintai Lee Taemin. Bisik mereka dalam hati masing-masing.

.

.

.

-END-

.

.

.

Epilog

Oppa! Lihat ini!” Sorak Krystal kegirangan saat menunjukkan selembar kertas yang disitu menyatakan bahwa ia telah menyelesaikan pendidikan S1-nya, pada Taemin. Kini mereka ada di taman Kampus Krystal.

 

Taemin yang meminta, karena ia tak bias dating ketika Krystal diwisuda. Tentu kalian tahu apa alasannya. SHINee adalah boy-grup yang sibuk dengan segelintir jadwal yang melelahkan, tapi menyenangkan. Itu yang selalu Taemin katakana pada Krystal. Fans lah yang membuat energy mereka bertambah berkali-kali lipat.

 

“Kau memang hebat, Krys!” Ucap Taemin sembari mengusak kepala Krystal yang masih dihiasi toga.

 

“Berarti aku sudah boleh tahu permintaan ketiga oppa?”

 

“Ah~ Kau masih mengingatnya? ha ha”

 

Taemin bersyukur karena Krystal tak melupakan janjinya untuk memenuhi apapun permintaannya sebagai kado ulang tahun. Ini adalah permintaan yang ‘mungkin’ akan sangat mengejutkan sang kekasih. Tapi ia tak peduli, yang jelas hatinya sudah mantap kali ini.

 

“Tak mungkin aku lupa, oppa. A-yo katakan!”

 

Kita lihat apakah ekspresi Krystal akan berubah setelah mendengar permintaan ketiga Taemin?

 

“ehm!” Taemin mencoba menetralisir perasaannya yang tiba-tiba menjadi gugup. Dan.. Taemin pun bergaya layaknya pangeran yang ingin mengajak tuan putrinya bedansa.

 

“Jadilah teman hidupku selamanya. Menikahlah denganku, My Krystal.” Kata itu akhirnya keluar dari bibir seorang Lee Taemin.

 

Refleks tangan Krystal memukul lengan Taemin. Membuat si empunya mengaduh kecil.

 

“Ahaha oppa jangan bercanda!” alasan Krystal mengatakannya adalah karena usia mereka yang terbilang muda. Apa Taemin yakin dengan keputusannya?

 

Dengan sigap Taemin berdiri.

 

“Apa aku terlihat bercanda, Krys?” Krystal berhenti tertawa karena melihat wajah Taemin yang berubah serius.

 

SKAKMATT!

 

“Umm~ apa ini tidak terlalu cepat, oppa? Kau tidak akan menyesal?” Tanya Krystal hati-hati.

 

“Kukira, menikah muda juga tidak buruk Krys. Dan aku tak akan pernah menyesal jika yang aku nikahi itu adalah kau.”

 

Tulus. Itulah satu kata yang dapat Krystal gambarkan dari ucapan Taemin. Membuat pipi putihnya kini bersemu merah.

 

“Sejak awal aku sudah berjanji pada oppa bahwa aku akan mengabulkan semua permintaan yang oppa inginkan. Maka aku, tak akan menolaknya. Aku mau, oppa!!”

 

Krytal tahu Taemin tak main-main dengan ucapannya. Gadis cantik itu memeluk tubuh tegap Taemin. Memberi jawaban dari pertanyaan yang dilontarkan padanya disertai anggukan kuat.

 

“Terimakasih, Krys. Kau adalah kado yang paling indah diantara kado yang selalu aku terima di hari ulang tahunku. Dan aku minta maaf karena tak ada kejutan special saat ini. Tapi aku-“

 

Perlahan Krystal melepas pelukannya membuat Taemin menghentikan kata-katanya. Dan jari telunjuk kanan Krystal bergerak. Menenpelkannya pada bibir Taemin. Tatapan mata mereka pun bertemu.

 

Oppa, itu tak masalah bagiku. Cinta tulus oppa lebih berharga dari kejutan apapun. Dan aku tahu oppa pasti lelah dan tak memiliki banyak waktu untuk hal semacam itu. Sikap beranimu sudah membuatku terpukau, oppa.”

 

Krystal tidak berdusta atas kata-katanya. Ia teramat tahu akan kesibukan Taemin. Dan lagi, Krystal merasa teramat berharga karena selama ini Taemin sudah memperlakukannya special.

 

Tangan itu kini digenggam Taemin erat di dadanya. Mengisyaratkan bahwa jantungnya berdegup kencang setiap bersama Krystal. Perasaan yang tak ia rasakan ketika bersama wanita lain.

 

“Kau wanita berharga setelah ibuku yang teramat kucintai, Krys. Aku tak akan pernah rela untuk melepasmu. Sedetik pun!.” Taemin tersenyum lembut.

 

“Aku percaya 99.99% padamu, oppa.” Canda Krystal

 

“Lalu yang 0.01% bagaiman? Kau tidak percaya sepenuhnya padaku, hmm?” Taemin tahu Krystal tak cukup serius mengatakannya.

 

“Setelah kau bertemu dengan kedua orang tuaku dan meminta restu, maka kepercayaanku akan menjadi 100% padamu!” Krystal cerdik.

 

“Jika itu bisa membuatmu sepenuhnya mempercayai cintaku, maka tanpa menundanya lagi, a-yo! Kita bertemu orang tuamu! Kajja!”

 

Mereka melangkah dengan bahagia. Menggenggam rasa masing-masing dan tak pernah berniat melepaskannya.

 

Kado spesial untuk Taemin dari Krystal.. Pernikahan.

.

.

-Real END-

.

.

.

Dirimu yang kini beranjak dewasa

Mulai memahami apa itu makna cinta

Dirimu yang kini beranjak dewasa

Terbiasa melewati liku jalan dalam langkah

Dirimu yang kini beranjak dewasa

Bijak disetiap keputusan hidup

Dirimu yang kini beranjak dewasa

Teruslah berkarya untuk mereka yang setia

Dirimu yang kini beranjak dewasa

Berhentilah menengok ke belakang,

Jika hanya sesal yang kau putar ulang

Dirimu yang kini beranjak dewasa

Melangkahlah ke depan,

Hadapi segala aral bersama bimbingan tangan Tuhan.

 

Terimakasih untuk readers yang bersedia meluangkan waktunya untuk membaca karya saya.

 

One thought on “Special Gift

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s