Something Hidden Part 2

something hidden new

Author: SakuRaa (@_raraa84)

Title: Something Hidden (Chapter 2)

Cast:

-Byun Baekhyun (Baekhyun)

-Oh Sehun (Sehun)

-Kim Jongin (Kai)

-Park Chanyeol (Chanyeol)

-Do Kyungsoo (Kyungsoo)

-Kim Joon Myun (Suho)

Genre: Family, Brothership, Friendship, School Life.

Rating: General

Length: Chaptered

 

“Tidak, aku tidak akan menyerah untuk mimpiku. Aku akan kembali jika aku sudah berhasil. aku sudah sejauh ini, Aku tak akan mengecewakanmu. Aku janji.”

 

==============

Chapter 1:

https://koreadansaya.wordpress.com/2014/07/26/something-hidden-part-1/

 

Baekhyun masih terus berjalan sepanjang lorong untuk menemukan kamar asrama barunya. Asrama ini terletak tepat disebelah gedung utama Sekolah Yongguk. Terdapat 6 lantai didalamnya, dan setiap kamar, akan ditempati oleh 2 orang siswa. Entah murid Beasiswa, atau Murid orang ‘berada’. Sekolah Yongguk juga memberikan fasilitas asrama untuk para murid beasiswa, karena kebanyakan murid beasiswa sekolah itu berasal dari luar kota Seoul. Mereka akan menjalani serangkaian tes, dan di-ranking. Jika mereka mendapat surat balasan dari sekolah, berarti mereka lolos tes. Baekhyun juga begitu.

 

Baekhyun memang murid terpintar disekolahnya dulu. Ia selalu masuk 5 besar dari seluruh teman sebaya-nya. Ia hanya tahu, jika tiba-tiba ada surat ‘balasan’ dari SMA Yongguk, bahwa ia lolos untuk menjadi murid ‘percobaan’ beasiswa disana.

 

“403… yang mana?” ia melihat lagi gantungan kunci calon kamarnya yang bertulis nomor ‘403’, calon kamarnya nanti.

Sungguh, ia tak sabar untuk melihat asrama barunya dan bertemu dengan roomate-nya.

 

Akhirnya Baekhyun menemukan kamar bernomor 403. “aha, ini pasti kamarnya!” ia tersenyum senang, dan segera membuka pintu kamar yang memang terkunci dengan kunci yang diberikan oleh receptionist dilantai bawah.

 

“wooaah, kamarnya bagus sekali” baekhyun mengedarkan pandangannya keseluruh ruangan. Memang cukup baik, tempat tidur tingkat, 2 meja belajar yang saling membelakangi, lemari buku berukuran sedang yang menjadi sekat antara meja belajar dengan 1 sofa disudut ruangan. Cat nya juga dicat dengan warna putih, sehingga menjadikan ruangan ini lebih terang dan luas.

 

Segera, Baekhyun menggeret kopernya masuk dan menutup pintu. Ia lalu meletakkan koper warna birunya diatas kasur dan membukanya. Ia tak mau menunda-nunda waktu, waktu nya disini hanya 6 bulan. Ya, jika dia berhasil dia bisa 3 tahun disini. Jika tidak, dia harus kembali ke desanya, Busan. Dan mungkin Baekhyun akan sekolah di SMA terdekat yang ada disana.

 

“kau tidak harus melakukan segala cara untuk mencapai mimpimu, Baek. Jika takdir tidak menentukan, kau bisa kapan saja kembali kesini. Kasih sayang Ibu tidak akan pernah berubah padamu.” Ibunya pernah bilang begitu.

 

Baekhyun menggeleng, “Tidak, aku tidak akan menyerah untuk mimpiku. Aku akan kembali jika aku sudah berhasil. aku sudah sejauh ini, Aku tak akan mengecewakanmu. Aku janji.” Baekhyun mengenggam erat kalung cincin pemberian Ibunya. Ia menciumnya dan segera memakainya.

 

Hal yang pertama yang Baekhyun ambil dari kopernya adalah Kalender meja. Ia juga mengambil bulpen dari ranselnya dan melingkari sebuah tanggal yang tertera disana.

 

“Baiklah, 8 hari lagi, masuk sekolah hari pertama”

 

*

 

“apa?! Jadi kau akan sekolah disana juga?” tanya seorang pria yang sedang duduk manis sambil memegang stick Play Station. Matanya terfokus pada layar TV 42inch dihadapannya.

 

“kau tidak menolak? Bagaimana dengan rencanamu yang akan sekolah di LA?” tanya pria satu lagi yang juga sedang bermain Play Station bersama teman sebelahnya. Ia terlihat tenang, tetapi mata bulatnya tak berhenti melihat layar.

 

Kai hanya menyandarkan kepalanya dipinggir Sofa sambil memainkan jam pasir dengan sebelah tangannya. Jam pasir itu terbuat dari kayu yang sangat halus, dan pasirnya berwarna biru gelap, serta ada batu-batu pualam kecil berwarna warni tertempel disana. Kai sangat suka mengguling-gulingkan jam pasir seukuran saku itu ketika ia bosan.

 

“aku hanya tak bisa menolaknya.” Jawab Kai dengan muka datarnya.

 

aissh, aku kalah lagi!” teriak Chanyeol sambil menepuk jidatnya. Kyungsoo hanya tersenyum puas sambil melirik Chanyeol. “aku tidak akan kalah dalam permainan ini”

 

*

 

Tok tok tok

 

Baekhyun menggeliat diatas tempat tidurnya, ia baru tidur sebentar karena sibuk membereskan barang-barangnya dan membersihkan kamar ini, tetapi…

 

Demi Tuhan. Ini pukul 01 malam, dan ada orang yang mengetuk kamar Baekhyun?

 

ouh, siapa yang mengunjungiku jam segini?”

 

Tok tok tok tok!

 

Pintu semakin keras diketuk oleh seseorang, terpaksa Baekhyun bangkit dan berjalan linglung sambil mengucek matanya.

 

Ia membuka pintu dan seorang pria berpostur tubuh tinggi dengan rambut berwarna Dark-Brown sedang menatap malas Baekhyun sambil membawa kopernya. Pria itu terlihat seumuran dengan Baekhyun.

 

Baekhyun membuka matanya lebih lebar lagi, “siapa?”

 

“aku teman sekamarmu. Baiklah, minggir!” pria itu seketika menggeret kopernya dan langsung masuk dalam kamar. Ia meletakkan kopernya disebelah meja belajar, dan Baekhyun hanya mengerutkan alisnya sambil menatap pria itu dengan tatapan-aneh.

 

“oh, baiklah. Anyyeong. Tapi mengapa kau menggedor pintu? Kau pasti punya kunci kamar ini, kan?”

 

Pria itu menoleh sambil memutar matanya malas, “hei! Bagaimana aku bisa membuka pintu jika kuncimu kau biarkan menancap disana? Bagaimana kunciku bisa masuk, huh?”

 

Baekhyun tersenyum kikuk, “maaf. Aku lupa tak mencabutnya” ia lalu menutup pintu dan berjalan kekasurnya. Ia memperhatikan pria yang jam segini menganggu tidur-nyenyak-nya.

 

Pria itu mendongak dan mengedarkan pandangannya keseluruh penjuru kamar. Sesaat, ia lalu mengangguk beberapa kali. “kamar ini cukup besar. Baiklah.”

 

Kelihatannya dia bukan murid Beasiswa, bajunya rapi dengan kemeja warna putih dan jaket biru bertuliskan “MoonLight”, jasnya juga terlihat mahal, dan baru saja ia meletakkan kunci mobil diatas meja.

 

Baekhyun kembali ketempat tidurnya, pria itu selesai mencuci kaki dan naik keatas tempat tidur miliknya diatas milik Baekhyun. Tempat tidur bertingkat itu tak goyang sedikitpun ketika pria asing itu memanjat tangga.

 

“perkenalkan, na-namaku Baekhyun.”

 

“oh—” jawab pria itu samar. “besok saja ya, aku mengantuk” Suaranya sedikit lebih kecil daripada ketika ia datang tadi, tapi Baekhyun masih bisa mendengarnya.

 

Baekhyun hanya mendengus kesal, ia melirik kearah tempat tidur diatasnya. Dia pikir hanya dia yang mengantuk? Tapi dalam hatinya, ia sangat senang, setidaknya teman sekamarnya tidak terlalu buruk dari yang ia harapkan.

 

*

Brak krek braak braak

 

Dipagi atau mungkin di fajar hari seperti ini kamar asrama Baekhyun terdengar suara-suara berisik. Karena merasa terganggu, pria asing yang –dini hari tadi- datang kekamar Baekhyun membuka matanya perlahan, ia bergeliat kecil sambil mengucek matanya. memastikan siapa yang membuat suara-suara kecil didalam kamarnya subuh-subuh seperti ini.

 

Pria itu melongokkan kepalanya kebawah, dan melihat Baekhyun yang sedang menata buku-buku dari ranselnya ke rak buku disebelah meja belajarnya.

 

anak itu rajin sekali, sungguh. Ngomong-ngomong siapa namanya kemarin?’ ucap pria itu dalam hati. Ia tadi malam begitu mengantuk dan capek sehingga tak mendengar begitu jelas apa yang Baekhyun katakan.

 

Merasa diperhatikan, Baekhyun kemudian menoleh keatas, dan terlihat pria itu sedang menatap nya dengan tatapan datar.

 

“maaf, aku telalu keras ya? Aku membangunkanmu.” Ucap Baekhyun sambil meletakkan buku Biologi kedalam rak buku.

 

“tidak, aku memang sudah bangun” ucap pria itu tenang, sambil turun dari kasurnya, ia kemudian duduk di kursi dihadapan meja belajar Baekhyun.

 

“namamu siapa kemarin?” pria itu bertanya lagi, Baekhyun langsung menoleh dan menghentikan aktivitasnya. Ia merasa tak sopan jika berbicara pada orang lain tanpa menatap wajahnya.

 

“namaku Baekhyun. Byun Baekhyun. Namamu?”

 

Pria itu sedikit tercekat begitu mendengar nama Baekhyun di telinganya. Ia mengangkat salah satu alisnya, “namamu By-byun Baekhyun?”

 

Baekhyun mengangguk, “iya, kenapa? Apa kau pernah mengenalku sebelumnya?” pria itu seketika menggeleng kepalanya cepat.

 

“a-aku Sehun. Oh Sehun.” Sehun menoleh kearah Baekhyun, tetapi sesaat kemudian ia mengedarkan pandangnya keluar jendela dihadapannya.

 

Baekhyun mengangguk, tetapi suasana kembali hening. Sehun sesekali menguap lebar dan cairan air dimatanya berlinang.

 

Baekhyun kembali dengan kegiatannya tadi, ia lalu teringat dengan kertas-kertas yang harus ia isi kemarin. Ia mengambilnya dari dalam laci dan kembali membacanya. Ia harus segera melengkapinya dan mengembalikannya pada sekertariat Sekolah.

 

“hei Sehun, kau sudah melengkapi surat-surat ini?” Sehun berbalik dan menatap Baekhyun yang sedang mengangkat surat-surat itu kearah Sehun.

 

“kau murid Beasiswa kan?” Baekhyun mengangguk, alih-alih menjawab pertanyaannya, Sehun malah menanyainya balik.

 

“pantas saja kau mengurus semua ini sendiri.” Baekhyun sedikit tak mengerti, tetapi ia terus memperhatikan Sehun.

 

“aku murid Billing. Jadi aku tak perlu susah-susah untuk mengurus itu semua. keluargaku sudah mengurusnya untukku.” Lanjut Sehun kemudian ia bangkit dan berjalan menuju kamar mandi.

 

Baekhyun hanya diam sambil memperhatikan Sehun. Jadi dugaannya benar, ia memang golongan murid orang ‘berada’.

 

*

 

Hari pertama dimulai. Semua murid sedang bersiap untuk mengikuti upacara pembukaan Murid Baru. Jika dilihat dari CCTV lorong setiap asrama, setiap menitnya ada beberapa murid yang keluar dari kamarnya masing-masing dengan seragam baru mereka.

 

Kemeja putih dengan renda ditengahnya, ditutup dengan blazer berwarna biru dongker dengan bed Logo ‘Yongguk High School’ disebelah dada bagian kanan. Sedangkan kiri dibiarkan kosong untuk meletakkan name tag pada saat upacara berlangsung.

 

Pagi buta seperti ini, Baekhyun sudah berdiri didepan kaca sambil tersenyum senang. Senyum itu tak pernah hilang dari wajahnya ketika ia memakai seragam mewah itu. Ia harus menyadari, baju seragam ini harganya sangat mahal, ia bahkan harus mengangsur hingga 3 bulan agar bisa menggunakan seragam itu, Ia lagi-lagi menatap kalung cincin dilehernya.

 

“aku bahkan lupa memberi kabar pada ibu. Tetapi dia tidak punya Telpon.” Baekhyun berpikir kembali, ibunya memang tak punya Handphone atau bahkan telpon rumah. Biaya memasang telpon rumah sangat mahal sekarang, dan HP pun, walau ada yang murah, ibunya pasti tak bisa menggunakannya.

“baiklah, aku akan mengirim surat lewat pos nanti.”

 

Kriing kriing kriing kriingg

 

Suara nyaring dari tempat tidur Sehun terus berbunyi membuat Baekhyun harus menutup telinganya. Ia mendengus kesal, bagaimana bisa seseorang yang sedang tidur lalu mendengar suara yang memekakkan seperti itu, tetapi ia masih bergelung dengan selimut tebalnya.

 

“Sehun! Bangunlah, matikan alarm mu.” Teriak Baekhyun sambil menatap kasur Sehun diatas. Sehun bergeliat, sesaat kemudian suara nyaring itu tak terdengar lagi dikamar 403 ini.

 

“hooam. Jam berapa ini?” Sehun bangkit sambil menutup mulutnya yang menguap.

 

“sehun, ini sudah jam 6 pagi. Dan sekarang hari pertama masuk sekolah.” Baekhyun menunjuk jam dinding diatas pintu. Sehun menoleh,

 

“sekarang ‘masih’ jam 6, oke? Dan sekolah kita ada disamping bangunan ini.” Sehun memutar matanya malas. dia tak sadar, bahwa tadi malam ia men-setting alarm tepat jam 6 pagi.

 

“terserah kau saja” ucap Baekhyun sambil mengemasi barang-barang nya kedalam ransel. Setelah selesai, ia segera bangkit dan siap membuka pintu.

 

Sehun yang tahu hal itu segera beranjak dari posisinya, “tunggu, tunggu. Kau mau berangkat?” Baekhyun menoleh kearah Sehun yang akan turun dari tempat tidurnya, kemudian mengangguk.

 

“baiklah, jangan tinggalkan aku, oke? Kita berangkat bersama” Sehun segera melesat kekamar mandi. Baekhyun hanya tersenyum sambil menggelengkan kepalanya. Ia kembali duduk.

 

“’sekolah kita ada disamping bangunan ini’… tetapi buktinya ia juga tak berani sendirian.” Dengus Baekhyun sambil menirukan suara Sehun.

 

*

Pukul 07.20, jika tepat, 10 menit lagi upacara pembukaan itu akan segera dimulai.

 

Baekhyun dan Sehun baru keluar dari asrama mereka, walaupun Sehun sedikit lama, tetapi Baekhyun tetap tidak protes. Ia malah bilang, jika ia sangat gugup kali ini.

 

“kau tak perlu khawatir, ini hany—”

 

Tin Tin Tin

 

Tiba-tiba sebuah mobil Mercendenz berwarna hitam mengkilap lewat dihadapan mereka dengan kecepatan tinggi. Karena mobil itu sedikit dihalangi, ia membunyikan klakson dengan keras.

 

“awas!” Sehun memundurkan tubuh Baekhyun, ia lalu memperhatikan Mobil itu yang berhenti di area parkir mobil yang membatasi antara Asrama dengan Sekolah.

 

Seorang pria dengan ransel hitam perlahan turun dari kiri depan mobil, sepertinya ia yang menyetir tadi. Mobil di Korea sangat berbeda dengan Indonesia, jok setir berada dikiri, dan penumpangnya dikanan.

Sedangkan ke-2 temannya yang lain turun dari pintu sebelah kanan depan, dan kanan belakang.

 

Sehun masih menatap pria yang menyetir itu dengan matanya yang menyipit dan rahangnya terkatup keras. Baekhyun hanya diam sambil memperhatikan Sehun yang sepertinya mengenal salah satu pria itu. Atau mungkin semuanya.

 

“kau kenal mereka, Sehun?” Sehun menoleh cepat, tapi sedetik kemudian Sehun kembali mengerahkan pandangnya pada mobil itu, dan seketika datang para murid-murid lain yang mengerumuni mobil beserta 3 pria yang menumpangi mobil mewah itu. Kebanyakan murid wanita.

 

Sehun mendengus kesal sambil membuang muka,

“sok pamer.” desisnya, ia kemudian berjalan cepat dan terpaksa Baekhyun harus mengejarnya.

 

*

 

Kai dan Kyungsoo sudah berjalan beriringan tanpa mempedulikan Chayeol yang masih terdiam sambil memperhatikan 2 orang pria yang sedang berjalan menuju gedung utama.

 

“bukankah itu tadi Sehun, Kai?” ucap Chanyeol sambil tangannya merangkul pundak Kai. Kai hanya diam sambil melirik sinis Chanyeol.

 

“ya, apakah itu mengagetkanmu?” Chanyeol menggeleng. Jika sudah seperti ini, ia tak lagi berani bertanya pada Kai. Ia tak ingin memancing amarahnya lagi.

 

Kyungsoo yang memperhatikan mereka hanya menghela napas panjang sambil mengedarkan pandangannya ke arah lain. Ia lalu menangkap sosok gadis yang sedang berbicara dengan gadis lain yang tak Kyungsoo kenal.

 

Ia menghentikan langkahnya, memastikan jika gadis yang ia lihat adalah gadis yang ia pikirkan saat ini. Kai dan Chanyeol berhenti, ia memperhatikan arah mata Kyungsoo.

 

“Ji Hyun…”

 

“dia kembali…”

 

*

Kyungsoo

 

“Ji Hyun…”

 

di-dia kembali? Dia kembali?

Ya Tuhan, Ji Hyun ada di Korea, dan dia memakai seragam sekolah ini? Itu berarti…

 

Ji Hyun adalah teman ku sewaktu SD. Tidak, bukan hanya temanku, tetapi juga teman Kai dan Sehun. Saat kami kelas 6, entah mengapa tetapi ia tiba-tiba pindah dari sekolah kami. Aku hanya mendengar, jika keluarganya bangkrut, itu saja.

 

Tapi sebenarnya mustahil Ayahnya bisa bangkrut dalam waktu secepat itu, yah. Tapi dunia bisnis memang begitu. Tak ada yang bisa terduga dan menduga. Semua bisa terjadi begitu saja, Ayahku selalu berbicara seperti itu padaku.

 

Kai menepuk pundakku, aku menoleh dan langsung membuang muka kearah lain.

 

“ayo jalan” ucapku sambil kembali melangkahkan kakiku. Aku hanya melirik mereka yang saling berpandangan, aku tak peduli.

 

*

Upacara pembukaan segera dimulai. Para murid yang sudah datang, dipersilahkan untuk memasuki sebuah Hall Room di gedung utama lantai 3.

 

Baekhyun sedikit kagum karena Hall Room itu sangat besar dan luas. Ketika ia masuk bersama Sehun, udara berubah menjadi hangat. Ruangan itu juga sudah disediakan ratusan tempat duduk.

 

Sehun duluan duduk disalah satu kursi kosong ditengah ruangan. Baekhyun masih terpaku ditempatnya berdiri sambil manik matanya yang coklat tak hentinya menatap seluruh ruangan ini.

 

“Hei, kau belum pernah melihat ruangan seperti ini sebelumnya, huh?” Sehun melipat tangannya didepan dada sambil memejamkan matanya. Sebenarnya ia masih mengantuk saat ini.

 

Baekhyun duduk disebelah Sehun, “memang belum pernah.”

 

Sehun masih memejamkan matanya, ketika Baekhyun menyikut lengannya pelan, “hei, hei. Lihatlah, itu pasti ketua OSIS-nya.”

 

Sehun membuka matanya dan menoleh kearah Baekhyun, Baekhyun mengarahkan pandangan Sehun kearah depan, tampak seorang pria tampan dengan eye smile yang menghiasi wajah damainya. Ia berdiri diatas podium dan membenarkan mic dihadapannya.

 

Ia mulai berbicara, “Selamat pagi, semua. Perkenalkan, nama saya Kim JoonMyun. Panggil saja Suho. Saya selaku ketua OSIS SMA Yongguk sangat bangga karena untuk yang ke-2 kalinya saya berdiri ditempat ini untuk menyambut kedatangan Murid Baru kelas 10. Kami harap—”

 

Sehun kembali menutup matanya, ia sangat bosan jika harus mendengar ocehan dan ceramah-an siapapun, itu membuatnya semakin mengantuk.

 

*

 

“ketua OSIS itu tadi sangat hebat, bukan?” ucap Baekhyun sambil berjalan beriringan dengan Sehun. “biasa saja” ucap Sehun singkat.

 

“menurutku itu hebat, dia bisa berbicara seperti itu tanpa teks, dan dia tidak gugup sama sekali.” Baekhyun berbicara sambil mengingat-ngingat ketua OSIS bernama Suho itu.

 

Sehun memutar matanya malas, “yah itu wajar, Baekhyun. Dia tidak mungkin terpilih menjadi ketua OSIS jika berbicara saja seperti anak TK!”

 

“Baiklah.” Sehun berhenti di tengah koridor. Pandangannya menatap kertas yang berisikan jadwal kelas dan pelajarannya yang baru dibagi tadi setelah upacara itu selesai.

 

“setelah ini aku di Billing Class 10-3. Kau?” Sehun menoleh kearah Baekhyun yang hanya menatapnya dengan tatapan konyol. Sedetik kemudian ia baru sadar jika sedari tadi kertas yang dibawa Baekhyun masih ada ditangannya tanpa ia lihat sedikitpun. Mungkin ia terlalu kagum dengan ketua OSIS yang tingginya tak melebihi Sehun itu.

 

“oh, em aku…” “Reguler Class 10-5.” Baekhyun menghela napas, “kelas kita jauh sekali.”

 

*

Setelah berpisah dengan Baekhyun diujung koridor, Sehun berjalan tenang ke kelasnya. Ia memang tak begitu hafal letak kelas disekolah ini, tetapi petunjuk anak panah sangat membantunya, lagipula kelas ditata agar berurutan mulai dari kelas terkecil.

 

“Sehun!”

 

Ditengah jalan, seorang gadis memanggil namanya, ia sedikit berlari dengan ransel merah dipunggungnya. Sehun memperhatikan gadis itu dari jauh, semakin mendekat, Sehun semakin mengenali gadis yang ada dihadapannya saat ini.

 

“Ji Hyun?” Sehun menyipitkan matanya, ia memperhatikan gadis itu dari ujung kepala hingga ujung kaki. Gadis itu hanya tersenyum,

 

“kapan kau kembali dari Paris?” tanya Sehun sambil tersenyum. Ia sangat terkejut karena teman SD nya ini tiba-tiba ada disini satu sekolah dengannya.

 

“belum lama. 1 minggu lalu.” Sehun hanya mengangguk. Walaupun hubungannya dengan Ji Hyun tak begitu akrab dari kecil, tetapi ia tahu bahwa Ji Hyun adalah anak yang baik, dan rendah hati. Seperti ayahnya.

 

“oh iya, aku dengar… Kai disekolah ini juga ya? Aku belum melihatnya” tanya Jihyun dengan suara yang diperkecil. Ia menundukkan kepalanya.

 

Sehun menghela napas, sebenarnya ia malas jika sudah menyangkut Kai, ia tak ingin lagi berurusan dengannya.

 

“ya, kau benar. Aku tadi melihatnya.” Jawab Sehun dengan nada datar. Ia lalu melanjutkan langkahnya kekelas barunya. Pelajaran pertama dan kedua akan dimulai 20 menit lagi.

 

“kau tidak berangkat bersama dengannya? Bukankah kau sahabatnya?” Jihyun mensejajarkan langkahnya dengan Sehun. Tapi sedetik kemudian, Sehun kembali berhenti dan menoleh kearah Jihyun.

 

“Dia bukan sahabatku lagi!” ia kembali melanjutkan langkahnya dan dibalas dengan tatapan terkejut Jihyun.

 

*TBC*

(Coming Soon next Chapter!)

 

Kai berteriak, “Suatu saat jika kau benar-benar sendirian, jika semua orang meninggalkanmu, aku pastikan kau akan memohon-mohon dihadapanku”

Sehun menoleh sambil menyeringai, ia tak peduli jika anak lain ada yang melihatnya.

“sebenarnya, siapa yang kesepian, huh?”

(See more in Chapter 3)

TBC

 

Hei ya! Author Raraa update chapter berikutnya😀 ini agak panjang dikit nggak papa kan ya? ._.

Untuk sementara aku mau ngelanjutin yang History + In The Rain… kalau mereka sudah pada finish aku lanjutin fanfic ini buat chapter berikutnya, oke😀

 

Oh iya, kenalan dulu deh ya, namaku Raraa, aku line 2000, jadi kalau kalian merasa lebih tua dari aku jangan panggil aku eonnie dong -_- takut salah paham aja :v kalian bisa panggil aku Rara, dek, kak, mbak, ato terserah lah._.

 

Comment, dan saran masih tetap ditunggu, Bye.

@_raraa84 (if you wanna talk to me, you can mention my account, thank you^^)

 

22 thoughts on “Something Hidden Part 2

  1. Clarissa Tiara berkata:

    Hallo kak aku line 02 , ff ya kerenn bangettt , sukaaa pokoknyaneomuneomujoha sama ff kakak❤❤ , kak punya wp gk ? Kali kali aku mampir ke wp kakak🙂 , kyaaa sehun sama kai kenapa kok musuhan ??
    Ff nya seruu , lebih panjang juga Gpp,malah sukaa
    Keep writing Thor🙂❤

  2. Bintanh Dwi Ananda berkata:

    astagaaa 2000??? seumuran ade alu hufftttt kagum ya sm km:) aku line 96 tp niat myelesain.ffku msh stngah2 dan akhirnya berujung terlantar-_-

    salut sm km!!!!! smua ffnya keren2 bgt:” aku tunggu nextttttttttttttttttt jgn lama2 yaaaa^^ annyeong^^

  3. luxiaoluhan berkata:

    ooh haii… kenalin aku line 97😀 aku manggilnya chingu saja ya, biar kedenger lebih akrab😀
    kalo chap berikutnya panjang gpp chingu, aku suka yg panjang2 (?) . next chapnya jangan lama2 ya chingu {}
    ooh ya, apa nanti member exo lainnya bakal muncul di chap2 lainnya? aku ga sabar pengen tau ceritanya, soalnya ceritanya bagus apalagi gaada romancenya bikin aku semangat😀
    keep writing ya. hwaiting!!

  4. rani novia berkata:

    hai ,kenalin aku line 94 ..ternyata kamu seumuran ade aku ya ..ff nya keren :)kalo lagi bosen sama kerjaan ,aku suka baca ff kamu😀 ditunggu part 4 nya🙂 semangat ….

  5. Tridha Aristantia berkata:

    ff mu bagus bgt raraa, baca ini serasa nonton drakor deh😀
    baby Baek ku polos bgt tp syukur deh dia sekamar ma sehun dan sehun baik ma dia walau awal’a sedikit cuek🙂

  6. Oh nazma berkata:

    Hehe.. Maaf. Krain q km lbih tua dri aq. Ok kita seumuran… Chingu aj kli cocok.. Ok chingu critanya bgs.😀..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s