Remember Me

Untitled

 

Author                 : Nam Hae Rin

Judul Cerita         : Remember Me

Tag                      :

  • EXO’s D.O. as Do Kyungsoo
  • EXO’s Kai as Kai
  • EXO’s Baekhyun as Byun Baekhyun
  • EXO’s Sehun as Oh Sehun
  • EXO’s Luhan as Oh Luhan
  • SNSD’s Jessica as Jessica

 

Genre                   : Brothership, Drama, Misteri(?)

Rating                  : T

Length                 : Oneshoot

 

Catatan Author         : Annyeong readers ^^, maafkan author yang sejenak kehilangan ide untuk melanjutkan cerita SeKai dari Trilogi [Hyung, You miss me, don’t you?]. Sebenarnya pengen buat Trilogi lagi, tapi berbuhung idenya ga dapat-dapat dan Admin kita mau hiatus, jadi FF ini dibuat dengan segala keburu-buruan. Yang belum baca kisah sebelumnya bisa langsung klik [https://koreadansaya.wordpress.com/2014/06/29/hyung-you-miss-me-dont-you-13/]. Selama Admin kita hiatus, author juga hiatus berarti~ Happy reading dan jangan lupa beri komentar serta saran, gomawoyo *bow*

 

Summary :

“Aku sangat mengingat kejadian itu, jantungku berdegup begitu kencang setelah aku membaca namamu. Tapi aku sama sekali tidak tau apa sebenarnya yang membuatku seperti itu”, jelas Kai mengakhiri ceritanya.

 

***

 

Siang itu Kai dan Sehun menghabiskan waktu mereka di kamar Sehun yang berada di rumah Luhan. Mereka sibuk melihat-lihat album foto keluarga Sehun dengan harapan dapat menemukan ingatan mereka yang hilang, atau paling tidak menemukan petunjuk kecil mengapa mereka saling melupakan.

 

Sehun menghela nafasnya panjang, “Aaarrgh, aku menyerah Kai”, ia menutup salah satu dari lima album foto yang baru saja ia buka.

 

Kai yang masih sibuk dengan album foto lain di tangannya hanya mendengus mendengar keluhan Sehun dan sedikit berpindah dari posisi duduknya di kasur Sehun. Sehun menelungkupkan tubuhnya sambil menatap Kai kemudian mencoba mengalihkan perhatian Kai dari album foto tersebut.

 

“Yaaa, kenapa kau terus menggangguku!!!”, pekik Kai kehilangan kesabaran.

 

“Apa kau benar-benar ingin meninggalkan bumi hah? Kalau kita memang tidak dapat menemukannya bagaimana? Kau akan terus merengek? Bukankah lebih baik kita tetap ada di bumi, disini ada Luhan hyung, Kyungsoo hyung dan Baekhyun hyung yang menyayangi kita”, ujar Sehun membombardir Kai dengan pertanyaan yang tidak mampu Kai jawab.

 

Kai menghela nafasnya panjang, “Kau berisik”, ujarnya singkat.

 

“Ayolah Kai jawab pertanyaanku, ini sudah kesepuluh kalinya kau tidak mau menjawab pertanyaanku”, rengek Sehun pada Kai yang pura-pura tidak mendengarnya.

 

“Kai ah, aku benar-benar tidak tau hal apa yang telah membuat kita belum bisa kembali. Jujur, aku hanya tidak ingat kenanganku saat aku bersamamu, ingatan itu sama sekali tidak ada di dalam otakku”, keluh Sehun yang tampak putus asa sambil menggigit bibir bawahnya.

“Kau beruntung hanya melupakan hal itu, nah aku? Aku belum ingat apa-apa hingga kini. Aku yakin kejadian yang kita alami itu benar-benar berarti untuk hidupku, kalau tidak mana mungkin aku melupakan semua kenangan hidupku hanya untuk satu kejadian sepele”, tambah Kai yang masih sibuk memerhatikan album foto Sehun

 

Tiba-tiba Kai berhenti membalikkan halaman dari sebuah album foto yang sejak tadi ia lihat.

 

“Hei, kau kenal siapa wanita ini?”, tanya Kai menunjukkan foto seorang wanita sedang mencium pipi Sehun di pesta ulang tahunnya yang ke-10.

 

“Yang itu? Dia Jessica noona, mantan pacar Luhan hyung. Dulu dia sangat sering main ke rumah hingga beberapa tahun yang lalu saat aku kelas 3 SMP Luhan hyung putus dengannya”, jelas Sehun.

 

Kai mengangguk paham, namun terlihat jelas ada kerutan di dahinya yang menandakan ada hal lain yang ia pikirkan.

 

“Apa kau pernah mengenalnya?”, tanya Sehun.

 

“Ntah lah tiba-tiba saja aku merasa sedikit sakit di dadaku saat melihat wajah wanita ini. Oh ya!! Aku pernah merasakan hal ini sebelumnya”, ujar Kai.

 

“Kapan? Saat kau hidup? Berarti sekarang kau sudah mulai kembali mendapat sedikit ingatanmu bukan?”, tanya Sehun beruntun.

 

Flashback kejadian dua bulan yang lalu setelah Jongin meninggal.

“Kau sudah baca berita hari ini?”, tanya seorang namja kepada temannya di sebuah halte bus.

“Belum, memangnya kenapa?”, tanya temannya kembali.

“Lihat ini, adik pengusaha muda Oh meninggal dunia dalam kecelakaan lalulintas. Sayang sekali usianya masih sangat muda”, ujar namja itu menjelaskan.

“Em, tampaknya kakaknya sangat menyesal dengan kejadian itu ya”, tambah temannya.

“Ya benar, rasanya baru beberapa hari yang lalu tragedi yang sama menimpa keluarga mereka dan merengut nyawa suami-istri Oh, sekarang sudah ada tragedi lainnya. Berarti sekarang tuan muda Oh menjadi satu-satunya pewaris dan pengelola perusahaan itu kan”, namja pertama mengakhiri pembicaraan.

 

Keduanya naik ke sebuah bus yang baru saja tiba dan meletakkan koran yang baru saja mereka perbincangkan di bangku halte bus. Sesosok kumuh duduk di bangku halte itu kemudian mengangkat koran yang ditinggalkan pemiliknya itu.

 

“Oh Sehun”, DEG. Dada Kai bergetar seakan ada sesuatu yang ingin keluar dari dalam sana setelah membaca nama itu.

Flashback end.

“Aku sangat mengingat kejadian itu, jantungku berdegup begitu kencang setelah aku membaca namamu. Tapi aku sama sekali tidak tau apa sebenarnya yang membuatku seperti itu”, jelas Kai mengakhiri ceritanya.

“Apakah kau menyukaiku?”, tanya Sehun sambil membulatkan matanya seperti Kyungsoo.

PLETAK. Kai memukul kepala Sehun dengan tangan kirinya.

“Ah, appo”, protes Sehun sambil menggosok-gosok kepalanya.

“Mana mungkin! Saat itu kita masih berumur 10 tahun, apakah mungkin anak umur sudah mengerti jatuh cinta? Apa mungkin cinta kita cinta terlarang?”, tanya Kai berbalik menatap Sehun sambil mengusap bahu Sehun dengan tatapan mesumnya.

PLETAK. Sehun balik memukul kepala Kai.

“Kau gila? Aku kira kau akan bilang ‘mana mungkin kau menyukaiku’ ”, protes Sehun.

Kai tertawa terbahak sambil membangkitkan tubuhnya.

“Aku hanya bercanda Sehun ah, mana mungkin hal itu terjadi, aku ini normal dan umur kita memang masih terlalu muda untuk hal-hal aneh seperti yang kau pikirkan itu. Pasti ada hal lain yang membuat kita saling melupakan satu sama lain”, jelas Kai menenangkan Sehun yang membuang pandangannya dari Kai.

***

Kai memutuskan untuk kembali ke rumah atap Baekhyun malam ini, sedangkan Sehun ingin menghabiskan waktunya di rumahnya agar bisa memerhatikan segala kegiatan yang Luhan lakukan, karena menurutnya, ketika ia kembali nanti, ia mungkin saja akan merindukan kakaknya itu.

 

Kai memilih berjalan kaki sambil menikmati angin malam kota busan untuk sampai ke rumah atap Baekhyun.

 

‘Andai saja Kyungsoo hyung ada disini sekarang’, batin Kai sambil mengerucutkan bibirnya.

 

Ya, Kyungsoo meninggalkan Busan beberapa hari yang lalu karena dia ingin menyelesaikan segala hal yang ada di Seoul dan kemudian pindah ke Busan untuk mengelola perusahaan keluarga Do yang ada disana serta membantu adiknya menyelesaikan masalahnya dengan Sehun.

 

Kai tiba di tangga rumah atap, ia berhenti sejenak melihat sebuah mobil minibus silver yang diparkirkan di samping tangga tersebut. ‘Apakah Baekhyun hyung sedang ada tamu?’, batinnya.

 

***

 

Kai menembus pintu rumah atap Baekhyun dan segera berjalan menuju dapur. Ia sangat terkejut, ekspresi wajahnya berubah menjadi sangat ceria melihat sosok mungil yang ada di dapur. Kyungsoo sibuk memotong sayuran dengan posisi membelakangi Kai, hal ini mempermudah Kai untuk mengagetkannya. Kai jalan mengendap-endap layaknya pencuri, padahal tanpa mengendap pun langkahnya memang tidak terdengar oleh siapa pun, apakah dia lupa kalau dia hantu?

 

“Yaa Kim Jongin!!”, pekik Kyungsoo mengacungkan pisau yang ia pegang setelah Kai mengagetkannya.

 

Kai tertawa terbahak-bahak melihat ekspresi kaget hyungnya itu, “Mata hyung seperti akan keluar dari kelopaknya”, ujar Kai sambil melanjutkan tawanya.

 

“Bisakah sekali saja kau tidak menjahili Kyungie hyung”, ujar sebuah suara dari belakang Kai.

 

Kai membalikkan badannya, “Oh Sehun? Sedang apa kau disini? Bukankah kau ingin bermalam bersama hyungmu?”, tanya Kai yang masih tidak menyangka bahwa suara ketiga itu adalah Sehun.

 

“Aku dengar pembicaraan Luhan hyung dengan Kyungsoo hyung di telepon, katanya Kyungsoo hyung akan berangkat dari Seoul, dan aku memutuskan untuk kemari dengan berteleportasi. Ku kira kau sudah sampai, ternyata belum, kau berjalan kaki lagi unuk pulang kesini?”, jelas Sehun yang mengakhiri penjelasannya dengan pertanyaan.

 

“Aku lebih suka berjalan kaki, siapa tau saat berjalan aku menemukan ingatanku”, jawab Kai sambil tersenyum dengan menunjukkan gigi-giginya yang putih.

 

Kyungsoo hanya tersenyum mendengarkan percakapan kedua hantu muda itu sambil membereskan sampah sayuran yang baru saja ia potong. Ia memgambil sepanci beras dan mencucinya dengan hati-hati, Kai dan Sehun yang mulai merasa bosan menemukan titik ‘bully-able’ Kyungsoo saat melihat beberapa bahan masak lainnya.

 

“Hyung apakah nasi ini akan sangat enak jika kita campur dengan lada?”, tanya Sehun polos sambil mencoba menuangkan lada ke dalam panci yang sedang Kyungsoo pegang.

 

“Mana mungkin, yang benar saja, kau ingin membunuh orang yang memakan nasi ini”, celetuk Kyungsoo dengan sigap menghalangi tindakan Sehun.

 

“Hyung, bagaimana kalau kita campur berasnya dengan ramen instan. Pasti akan sangat enak saat dimakan”, ujar Kai yang berhasil meraih beberapa bungkus ramen dari kabinet makanan siap saji Baekhyun.

 

“Ya tuhan, kenapa kau membiarkanku bisa melihat kedua bocah ini”, umpat Kyungsoo sambil terus mencuci beras yang akan ia masak.

 

Kai dan Sehun terkekeh melihat Kyungsoo yang kelabakan dengan tingkah mereka.

 

“Oh ya hyung, tadi di samping tangga rumah atap aku melihat sebuah minibus diparkirkan, apakah hyung membawa minibus itu dari Seoul?”, tanya Kai.

 

“Oh itu, itu milikn…”, Kyungsoo terdiam setelah seorang yeoja keluar dari kamar mandi rumah itu yang terletak tepat di hadapan dapur.

 

“Kyungsoo yah, apa Baekhyun belum pulang juga?”, tanya yeoja cantik yang baru saja keluar dari kamar mandi itu dengan nada membentak.

 

“Ah, b-be-belum noona, m-mu-mungkin dia akan sedikit terlambat karena ia masih mengantri untuk membeli cokelat panas pesanan noona”, ujar Kyungsoo sambil meletakkan panci berisi beras ke dalam penanak nasi.

 

“Dari dulu dia belum berubah, melakukan hal yang kecil saja sulit baginya”, dengus yeoja itu.

 

Yeoja itu kemudian berjalan menuju ke ruang tamu dan menghidupkan televisi Baekhyun dengan volume yang tinggi.

 

Sehun dan Kai yang melihat hal itu mengerucutkan bibirnya sambil saling tatap dan segera mendekati Kyungsoo, keduanya memasang wajah tampan penasaran mereka.

 

Kyungsoo menghela nafasnya kemudian berbisik, “Dia itu sepupunya Baekhyun, namanya Jessica noona. Dia kesini untuk mengajak Baekhyun ke Seoul untuk menjadi penyanyi di sebuah agensi artis tempat ia bekerja”.

 

Sehun membulatkan mulutnya, sedangkan Kai membulatkan matanya karena mendegar nama ‘Jessica’.

 

“Sehun ah, apakah dia orang yang ada di foto yang tadi kita lihat?”, tanya Kai pada Sehun.

 

“Jelas sekali bukan, Jessica noona itu orang yang lembut dan punya sopan santun, tidak galak dan menyebalkan seperti wanita itu”, jawab Sehun menolak untuk mengiyakan pertanyaan Kai.

 

Kai akhirnya menarik tangan Sehun untuk melihat Jessica dari dekat. Mereka duduk di kiri dan kanan sofa tempat Jessica duduk, Kai memaksa Sehun untuk menatap wajah wanita itu. Sehun menelusuri wajah wanita itu, ia ingin memastikan bahwa ia tidak mengenal wanita yang sedang ia tatap ini. Tapi ekspresi wajahnya tidak bisa berbohong, ia terkesiap setelah sadar bahwa ia sangat mengenal wajah itu.

 

“Dia Jessica noona”, ujar Sehun sambil menundukkan kepalanya.

 

Tiba-tiba Jessica memalingkan kepalanya ke arah Sehun dan tatapannya terhenti pada sebuah bingkai foto. Ia menembus tubuh Sehun dan mengambil bingkai foto yang di panjang di meja sebelah sofa tempat ia duduk. Ia menatap foto itu dalam, tak lama kemudian air matanya meleleh. Kyungsoo yang sedang berjalan menuju ke sofa untuk menyuguhkan minuman menghentikan langkahnya ketika menatap kedua hantu di samping Jessica berekspresi kebingungan.

 

“Hyung noona ini menangis”, Kai menunjuk Jessica.

 

Kyungsoo segera mendekati Jassica, ia meletakan minuman yang telah ia siapkan untuk Jessica kemudian duduk di tempat Kai duduk dan Kai memutuskan untuk berdiri karena merasa sedikit risih ketika Kyungsoo menduduki arwahnya.

 

“Waeyo noona?”, tanya Kyungsoo sambil menatap Jessica.

 

Jessica melepaskan pelukannya dari bingkai foto yang membuatnya menangis tadi, ia menatap Kyungsoo sejenak kemudian kembali terisak.

 

“Apa yang kalian lakukan padanya??”, tanya Kyungsoo berbisik pada Kai. Kai hanya mengedikkan bahu dan memasang wajah kebingungannya.

 

“Apakah kau mengenal Luhan, Kyung?”, tanya Jessica tiba-tiba. Bingkai foto itu ternyata berisi foto Luhan, Baekhyun dan Kyungsoo saat mereka berliburan di pantai Heundae setelah mereka menemukan Jongin.

 

“Aku mengenalnya beberapa bulan yang lalu. Ia telah membantuku mencari adik tiriku yang telah ayahku telantarkan selama ini noona”, jawab Kyungsoo lembut.

 

“Adikmu?”, tanya Jessica menghapus air matanya.

 

“Iya noona, adikku Kim Jongin adalah anak dari pembantu rumah tangga keluarga Oh. Apakah noona juga mengenal Luhan hyung?”, tanya Kyungsoo lagi.

 

“Kim Jongin?”, tanya Jessica tampak terkejut.

 

Kyungsoo mengangguk dan Jessica kembali terisak dengan tangisan yang lebih keras.

 

“Ada apa noona, sebenarnya apa yang membuat noona menangis seperti ini?”, tanya Kyungsoo yang mulai panik.

 

Jessica masih menangis, ia kembali memeluk bingkai foto itu, “Maafkan aku Luhanie, aku masih mencintaimu”, isaknya tiba-tiba.

 

“Ada apa ini noona?”, Kyungsoo makin kebingungan dan menatap kedua adik hantunya itu. Sehun hanya menunduk dan Kai pun mendekatinya.

 

“Sebenarnya apa yang terjadi antara Luhan hyung dan noona ini?”, tanya Kai pada Sehun.

 

“Luhan hyung yang memutuskan hubungan mereka, Luhan hyung tidak pernah cerita apa penyebab dari keputusannya yang tiba-tiba itu padaku Kai. Aku tau mereka saling mencintai, tapi entahlah, aku tidak mengerti”, jelas Sehun menghela nafas.

 

Kyungsoo yang mendengar penjelasan dari Sehun memberanikan diri untuk menepuk-nepuk pundak Jessica dengan lembut. Ia terus berusaha menenangkan Jessica yang perlahan mendapatkan kembali ketenangannya.

 

“Dimana Jongin sekarang Kyung?”, tanya Jessica sambil mengatur nafasnya.

 

“Di..di..dia, sudah meninggal noona. Meninggal dalam peristiwa kebakaran di panti asuhan milik kerabat keluarga Oh”, jelas Kyungsoo sambil mengalihkan pandangannya ke arah Kai.

 

“Apa? Dia meninggal?”

 

“Ini semua karenaku, coba waktu itu aku tidak begitu jahat padanya, mungkin dia masih tinggal di rumah keluarga Oh dan Sehunie tidak akan membencinya”, Kai dan Sehun terkesiap mendengar pernyataan ini. “Bagaimana dengan Sehunie, apakah dia baik-baik saja?”, tanya Jessica lagi.

 

“Sehun juga sudah meninggal noona, ia mengalami kecelakaan”, Kyungsoo menunduk sejenak. “Tapi apa maksud perkataan noona tentang Sehun membenci Ka..Jongin?”, tambah Kyungsoo lagi.

 

“Aku yang telah menghancurkan persahabatan kedua bocah itu. Aku benci dengan diriku sendiri Kyung”

 

“Jongin tidak sengaja melihatku sedang jalan dengan seorang lelaki yang saat itu adalah selingkuhanku, aku takut Luhan mengatahui hal ini, maka dari itu aku mencoba untuk menjauhkannya dari keluarga Oh”

 

“Saat itu ibu Jongin sakit parah, ia membutuhkan donor ginjal, tuan Oh dan nyonya Oh berusaha mencari donor yang cocok ke segala rumah sakit terkenal di Korea, hingga pada malam itu, keduanya mengalami kecelakaan saat akan mengunjungi ibu Jongin di rumah sakit”

 

“Mereka meninggal, Sehun sangat terpukul, aku mencoba menghasut Sehun dengan mengatakan bahwa semua ini adalah salahnya Jongin. Kalau saja ibu Jongin tidak sakit, pasti orang tua Sehunie tidak perlu repot-repot mencari donor sampai mereka harus kecelakaan dan meninggal”

 

“Sejak saat itu Sehunie membenci Jongin, Jongin kecil sama sekali tidak tau apa kesalahannya hingga Sehunie tidak mau berteman dengannya lagi. Sehunie mengalami masa-masa sulit setelah ayah dan ibunya meninggal, Luhan sibuk mengurusi mental adiknya dan menyerahkan masalah ibu Jongin kepadaku. Aku memutuskan untuk mengrhentikan pembayaran rumah sakit ibu Jongin, kemudian aku tidak pernah tau lagi kabar mereka”

 

“Beberapa tahun kemudian, setelah Sehunie masuk SMP, Luhan mengetahui apa yang menyebabkan Sehunie membenci Jongin, dan ia memutuskan hubungan kami. Aku sudah berusaha untuk meminta maaf, tapi Luhan tidak bisa memaafkanku”

 

“Luhan berusaha mencari Jongin kemana-mana, hingga akhirnya ia menemukan Jongin dan menitipkannya di panti asuhan. Ia tidak ingin Sehunie tau yang sebenarnya, karena dia tau Sehunie sangat menyayangiku, Sehunie sudah menganggapku seperti kakak kandung sendiri. Maka dari itu Luhan menjaga rahasiaku dan menjaga jarak antara Jongin dan Sehun”

 

“Aku jahat sekali kan Kyung?”, tanya Jessica mengakhiri ceritanya.

 

***

 

Kai terduduk di lantai setelah Jessica mengakhiri ceritanya, ia tidak percaya kalau kisah hidupnya benar-benar semengerikan itu. Sehun berjongkok di hadapan Kai, ia menatap wajah Kai dalam.

 

“Maafkan aku Kai, aku..aku benar-benar kekanakan bukan? Maafkan aku kai”, ujar Sehun yang kemudian menundukkan wajahnya.

 

Kai masih terdiam, tatapannya kosong dia berulang kali menghembuskan nafasnya dan mengatur emosinya.

 

“Kai..”, panggil Sehun.

 

Kai memberanikan diri menatap Sehun, “Aku memaafkanmu Sehun”, ujarnya sambil menepuk bahu Sehun.

 

Sehun segera menghamburkan pelukannya untuk Kai. Kyungsoo mulai berkaca-kaca menatap hal itu.

 

“Aku sekarang mengerti kenapa hal ini bisa hilang dari ingatanku, ini sangat menyakitkan dan memalukan. Mana mungkin seorang sahabat harus membenci sahabatnya karena kejadian kekanakan seperti itu”, ujar Sehun.

 

“Aku senang bisa mengetahui ini. Maafkan aku juga Huun”, ujar Kai.

 

“Aku tidak benar-benar ingin meninggalkan bumi, tapi aku benar-benar ingin tahu bagaimana mungkin persahabatan kita bisa hancur begitu saja”, jelas Kai menjawab pertanyaan Sehun tadi siang.

 

“Aku mengerti Kai”, Sehun memberikan eyesmile-nya

 

***

 

“Maafkan aku Kyung, semua ini karenaku”, ujar Jessica.

 

“Selama mereka sudah tau kenapa mereka bermusuhan, aku rasa itu sudah lebih dari cukup noona. Terimakasih sudah menjelaskan semuanya dengan detail, aku yakin mereka sudah tenang sekarang”, jawab kyungsoo sambil menatap Kai dan Sehun.

 

***

 

Baekhyun tiba di rumah bersama denga Luhan, Luhan terkejut melihat Jessica yang sedang mengobrol dengan Kyungsoo.

 

“Jessica?”, panggil Luhan.

 

Jessica membalikkan tubuhnya dan ia juga ikut terkejut melihat kedatangan Luhan.

 

“Kyung, apakah mereka sudah dengar tentang itu?”, tanya Luhan khawatir.

 

Kyungsoo mengangguk.

 

“Maafkan hyung, hyung tidak ingin Jongin terluka”, ucapnya berharap kedua adik hantunya mendengarkannya.

 

“Mereka pasti mengerti hyung”, ujar Kyungsoo menenangkan Luhan.

 

“Apa maksudmu Lue?”, tanya Jessica.

 

“Bukan apa-apa”, jawab Luhan.

 

Baekhyun yang mulai mengerti mendekati Kyungsoo, “Apakah mereka sudah kembali?”, tanya Baekhyun.

 

Secercah cahaya putih memasuki ruang tamu rumah atap baekhyun, Kai dan Sehun menatap cahaya itu, kemudian memberikan senyum kepada Kyungsoo. Mereka menghilang.

 

“Mereka sudah kembali”, ujar Kyungsoo menitikkan air matanya.

 

“Selamat jalan pororo dan krong kami”, ujar Baekhyun mendekap bahu Kyungsoo.

 

“Selamat jalan”, tambah Luhan yang kemudian menundukkan wajahnya.

 

“Ada apa sebenarnya?”, tanya Jessica yang benar-benar kebingungan.

 

(END)

 

~Well, maafkan author jika ceritanya mengecewakan kalian~

 

 

 

 

 

 

11 thoughts on “Remember Me

  1. Chanchan_Hwang berkata:

    huuuaaaa ternyata begitu knp mereka bisa saling melupakan
    kasian temsek!! menderita banget!! dr paman yang jahat. ibu meninggal. mati ke bakar. di jahati jessica. arwah gentayangan. di musuhi sehun pula!! tp itu dulu…knp kai selalu ternistakan hahahaha

    daebakkk ternyata gitu…
    wahhh mereka tenang!!!!

  2. yuntil berkata:

    huaaa… mau nangis bacanya…😦
    suka bagian d.o di bully 2 setan…
    mang dasar evil… oh iya mereka kan evil… hehhehe…
    keep writing thor…

    • namhaerin berkata:

      itu momen di showtime, waktu sekai ngebully chen
      lebih ngena ke dio, karena dia lebih bully-able
      sedang diusahakan yg selanjutnya ~

  3. Riniknik berkata:

    thor thor ceritanya semacam kata drama western Ghost wisperer yang di star world yaps haha.. atau atau emabg ter inspirasi??? hHa seru seruuu.

    ada part yg pas sehun kai jailin chen pas mau masak.nasi di exo showtime ep 5 apa 6 gitu haha😄

    keep writing thor~~ ^^

    • namhaerin berkata:

      iya, antara ghost whisperer sama master sun gitu pokoknya ..haha
      udh teracuni sama serial yg begituan😀

      hahaha iya-iya, cuma lebih bully-able kyungsoo kalo pake moment itu >_<

      ne, sedang diusahakan yg berikutnya

  4. Sakina Asna berkata:

    ceritanya bagus thor aku suka momen-momen sekai
    keep writing thor
    boleh minta alamat email? pleaae jawab ya thor aku butuh banget

  5. Sakina Asna berkata:

    wah bagus ceritanya aku suka moment-moment sekai
    keep writing ya thor
    emmm kalo boleh tau email authornya apa ya?🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s