Precious Metals (Chapter 1 : Draconisius vs Monocerus)

project

Title                 : Precious Metals (Chapter 1 : Draconisius vs Monocerus)

Author             : Jung Ri Young

Cast                 : EXO OT12

Genre              : Action, Brothership, Thriller, Adventure

Rating             : PG-13

Length             : Chaptered

Disclaimer       : Member EXO milik Tuhan, Orang tua dan SMEnt.

Summary         : Tugas kepolisian semakin berat dengan munculnya kasus penyelundupan besar-besaran. Siapa dalang di balik semua itu? Mampukah Suho sebagai kepala kepolisian menemukan menemukan titik terang? Dan apa yang membuat Kris tersenyum puas sedangkan Luhan semakin geram?

.

Jung Ri Young

  1. .

.

.

-Precious Metals-

-Draconisius vs Monocerus-

.

Kastil itu terlihat megah. Berdiri kokoh di sebuah tempat jauh dari pusat keramaian. Jauh dan terpencil. Bahkan untuk sampai ke tempat tersebut, dibutuhkan kesabaran ekstra karena akses jalan yang ditempuh sangat tak layak di lewati. Gelap, sepi, hanya terdapat pepohonan rimbun di sebelah kanan dan kiri sejauh mata memandang. Belum lagi, penjagaan yang begitu ketat mempersulit siapapun yang akan masuk ke bangunan mewah bernuansa klasik tersebut. Hanya orang-orang tertentu, atau bisa dibilang hanya orang-orang bertatto naga dengan tulisan draconis di pangkal lengan kirinya yang mampu melenggang bebas keluar masuk tempat itu. Ya, tempat tersebut tak lain adalah Dragon Manor. Sebuah kastil mewah yang menjadi benteng pertahanan bagi perkumpulan petarung –dan juga mafia- kelas kakap yang menamai diri mereka sebagai ‘Draconisius’.

.

-Precious Metals-

.

 

Kris Wu

Lelaki berkharisma pendiri Draconisius. Penjahat kelas kakap, gembong narkoba yang sangat terkenal di kalangan pasar gelap Korea Selatan. Ia merupakan tipe orang yang tak pernah bisa ditebak jalan pikirannya. Tegas, tenang, tak banyak bicara. Kris memiliki otak licik dan cerdas. Membuatnya tak pernah kesulitan mengerjakan sesuatu berkat dua anugrah Tuhan tersebut. Namun jangan lupakan bahwa dia seorang mafia. Mafia berdarah dingin yang tak memiliki perasaan. Entah sudah berapa banyak nyawa yang terpisah dari raganya di tangan Kris. Ia bahkan tak lagi mengingat. Bukan hanya karena terlalu banyak, namun Kris juga telah menjelajahi sebagian belahan bumi ini seperti Jepang, China, Hongkong, Australia, dan segala penjuru benua Amerika.

Oh Sehun

Remaja belasan tahun berwajah tampan yang menjadi anak buah kesayangan Kris. Ia ditemukan saat masih bayi oleh pendiri Draconisius di jalan menuju Dragon Manor. Tanpa identitas yang jelas dan hanya menyisakan selembar kertas bertuliskan namanya, Oh Sehun. Sepertinya ia sengaja dibuang oleh orang tuanya. Entah untuk alasan apa, Kris tak peduli. Yang jelas, ia telah melatih skill Sehun sejak kecil hingga dia tumbuh setangguh ini. Sehun licik, tentu saja. Ia seperti cerminan masa muda seorang Kris Wu, pemimpinnya. Tentang skill bertarung, tak perlu diragukan lagi. Kemampuan memegang benda tajam maupun senjata api bahkan lebih handal dari polisi sekalipun. Di balik wajah tampan dan innocent seorang Sehun, dia adalah makhluk yang sangat berbahaya.

Byun Baekhyun & Huang Zitao

Dua anak buah kebanggaan Kris selain Sehun. Mereka berbeda —maksudnya, mereka bagai cerminan kebalikan satu sama lain. Baekhyun berpostur kecil, berkulit putih dan cenderung banyak bicara. Sedangkan Zitao –atau sebut saja Tao- ia memiliki postur tinggi, berkulit gelap dan jarang bicara. Baekhyun memiliki otak jenius. Ahli komputer dan segala perangkatnya. Ia juga sangat pandai meretas jaringan. Pernah suatu saat ia memporak-porandakan jaringan utama kepolisian pusat, hanya untuk menghapus jejak Draconisius yang terlanjur terlacak. Berbeda dengannya, Tao lebih mengandalkan kekuatan otot ketimbang otaknya yang nyaris kosong. Keduanya bertolak belakang, namun mereka merupakan partner yang sangat kompak. Bersama Sehun, mereka selalu sukses menjalankan misi-misi Draconisius hingga membuat Kris tersenyum puas.

Zhang Yixing ‘Lay’ & Luhan

Monocerus. Begitu mereka dikenal ketimbang namanya sendiri. Luhan merupakan seorang kriminal yang bersembunyi di balik wajah polosnya. Ia harus bersyukur, Tuhan memberikan tampang imut sehingga ia mampu menutup identitasnya dengan baik. Sedangkan Zhang Yixing –atau yang akrab dipanggil Lay, dia merupakan mafia tangguh yang selalu menjadi saingan terberat Kris. Ia bersama Luhan telah ratusan kali menumbangkan saingan bisnis gelap mereka. Namun satu yang masih belum tersingkirkan. Draconisius.

Kim Minseok, Kim Jongdae & Kim Jongin

Tiga lelaki yang sama-sama bermarga Kim. Namun jangan berfikir mereka saudara kandung atau setidaknya memiliki ikatan darah satu sama lain. Mereka hanya segelintir orang yang kebetulan memiliki marga yang sama dan terkumpul dalam perkumpulan mafia Monocerus. Mereka tangguh, sudah pasti. Sangat lihai bergelut di dunia pasar gelap di bawah naungan organisasi Monocerus. Bahkan mereka memiliki nama lain untuk menutupi identitas masing-masing. Xiumin untuk Minseok, Chen untuk Jongdae, dan Kai untuk Jongin.

Kim Joonmyun

Kepala kepolisian Korea Selatan. Musuh abadi para kriminal kelas kakap seperti Draconisius dan Monocerus. Ia di kenal di kalangan kepolisian dengan nama Suho. Ia menduduki posisi tertinggi di instansi berkat otak jeniusnya. Dan jangan lupakan bahwa ia masih muda. Ruang geraknya sangat lincah bersama dengan semangat yang membara menumpas kejahatan di negerinya.

Park Chanyeol & Do Kyungsoo

Dua kaki tangan andalan Suho. Chanyeol merupakan anggota polisi dengan kadar kebahagiaan berlebih. Sangat ramah dan easy going. Segala sesuatu dapat ia jadikan candaan, kecuali tugas kepolisian. Menguasai seluk beluk teknologi dengan baik. Itulah mengapa ia di rekrut. Untuk mengawasi pergerakan target dengan layar monitor. Sedangkan Do Kyungsoo –atau sebut saja D.O- merupakan anggota kepolisian berpostur kecil yang selalu melakukan segala hal dengan serius. Jangan remehkan dia karena ukuran tubuhnya. Di balik postur di bawah rata-rata tersebut, ia memiliki tenaga sekuat kuda. Sangat tangguh.

.

-Precious Metals-

and

The Story Begin

Fajar belum tiba ketika Sehun melompat dari atas kapal boat yang telah berlabuh. Disusul dengan dua langkah kaki lain milik Baekhyun dan Tao. Masih dini hari. Mereka berdiri sejajar membelakangi lautan lepas yang telah diarungi semalam. Saksi bisu atas pertarungannya dengan musuh sejati, organisasi Monocerus.

Mereka menoleh satu sama lain, kemudian serentak menyunggingkan senyum licik masing-masing. Senyuman yang menjadi tanda kemenangan mereka. Sekali lagi, petarung Monocerus tumbang oleh tiga anak buah Kris. Terpaksa menyerah dan membiarkan mereka menjadi pecundang di wilayah kekuasaan sendiri. Tanpa bisa mempertahankan sebuah koper berukuran besar yang menjadi alasan pertarungan besar itu terjadi. Ya, koper berukuran besar yang tentunya berisi barang berharga yang membuat mereka rela mempertaruhkan harga diri seperti ini.

Baekhyun menepuk pundak Sehun yang berdiri di sebelahnya, kemudian mengedikan kepala sebagai tanda agar mereka cepat beranjak. Waktu terus berjalan, dan Draconisius tak akan mengambil resiko untuk berkeliaran ketika matahari telah muncul di ufuk timur. Sehun mengerti itu. Ia berjalan memimpin menuju sebuah tempat dimana van mereka terparkir dengan aman. Lalu membiarkan Tao mengambil alih kemudi menuju markas besar mereka.

.

-Precious Metals-

.

“Brengsek!” Kai masih mengumpat ketika mereka telah tiba di Mansion, sebutan bagi markas Monocerus. Rahangnya mengeras. Ia masih tak percaya jika mereka –Kai, Xiumin dan Chen- kembali di kalahkan oleh Draconisius. Sekali lagi, ia tak dapat berkutik berhadapan dengan lelaki berkulit pucat bernama Sehun. Skill bertarungnya sangat handal, tentu saja. Namun Sehun selalu mengerti titik lemahnya. Menggunakan strategi yang tak pernah di duga untuk melumpuhkannya. Dan itu membuatnya tak terima.

Xiumin tak menghiraukan kekesalan Kai. Ia melemparkan kotak obat pada lelaki berkulit gelap tersebut tanpa bicara. Kemudian duduk bersandar, menanti Chen yang sedang melaporkan kegagalan aksi mereka pada pemimpin Monocerus, Lay dan Luhan. Xiumin menengadahkan kepala yang bersandar di sofa itu, pikirannya melayang. Bagaimana bisa rencana yang telah matang tersebut dapat bocor pada organisasi Draconisius? Bagaimana bisa kesuksesan yang sudah di depan mata seketika gagal total akibat serangan mendadak tiga anak buah Kris Wu? Ia sendiri sebenarnya geram. Mengingat penyelundupan itu dilakukannya dengan susah payah bersama Kai dan Chen. Serangan mereka begitu rapi, bahkan lebih rapi daripada aksi penyelundupan itu sendiri sehingga membuat mereka bertiga kalah telak.

Pintu ruang utama Mansion terbuka lebar, membuat Xiumin dan Kai yang sedang terdiam beringsut mendekat satu sama lain. Seorang laki-laki berwajah datar berjalan dengan tenang menghampiri mereka, disusul dengan laki-laki lain yang mengenakan hoodie abu-abu sembari menenggelamkan jari-jari pada saku jeans. Sedangkan Chen, ia mengekor langkah mereka dengan menunduk. Telah diberi ‘pelajaran’, sepertinya.

“Bagaimana bisa terjadi?” Desis Lay tajam. Wajahnya tetap tenang, namun nada bicaranya sarat ancaman.

Xiumin dan Kai berpandangan satu sama lain. Seolah melemparkan tugas untuk menjawab pertanyaan pemimpinnya. Ini bukan berita bagus, dan tentunya mereka sedikit khawatir jika jawaban yang diberikan nantinya akan berubah menjadi petaka.

Cukup lama jeda yang mereka ciptakan, sampai akhirnya Kai mendengus sebal pada Xiumin sebelum beralih pada pemimpinnya. Ia tahu diri jika Xiumin lebih tua darinya sehingga mau tak mau ia mengalah. “Kami sudah hampir berhasil sebelum Draconisius menyerang dengan tiba-tiba. Maafkan kami, Lay. Ini benar-benar di luar dugaan.”

“Ck!” Luhan berdecak meremehkan. Membuat Kai mengalihkan pandangan waspada pada lelaki berwajah cantik di samping Lay. Daripada pemimpin Monocerus yang sesungguhnya –Lay- Luhan yang sebenarnya menempati posisi kedua lebih berbahaya menurut Kai. Lelaki itu bisa saja menyerangnya setiap saat. Tak segan-segan melukai siapa saja yang berani mengecewakannya. Tak terkecuali Kai, kaki tangan andalan Monocerus sendiri. Namun bukan berarti Lay tak berbahaya. Ia juga sangat berbahaya. Tapi orang itu tak akan bertindak tiba-tiba seperti Luhan. Setidaknya, Kai bisa mengantisipasi kalau-kalau Lay berencana membunuhnya.

“Untuk apa kalian berlatih setiap hari jika pada akhirnya berujung menjadi pecundang seperti ini?”

Kai mendesah, tak tahu lagi harus menanggapi pertanyaan Luhan yang bernada merendahkan tersebut. Ia menatap Xiumin di sebelahnya, meminta pertolongan agar lelaki itu ganti menjawab. Xiumin yang menyadari situasi mulai memanas segera menyangkal. “Bukan begitu, Luhan. Rencana ini sudah tersusun sangat rapi, kau tahu persis itu. Namun kita melupakan organisasi licik itu. Kita terlalu fokus pada target tanpa mengantisipasi serangan dari saingan yang akan ikut campur. Kelalaian ini bukan sepenuhnya salah kita.”

“Tapi kalian ini bertiga!” tandasnya tak terima. Ia merasa geram pada orang-orang yang sama sekali tidak becus ini.

“Jika kau menyangka mereka hanya menurunkan Byun Baekhyun dan Zitao, kau salah Luhan. Kris Wu memerintahkan Oh Sehun untuk memimpin penyerangan ini.”

“APA?!” Luhan berbalik menatap Chen. Benar-benar terkejut mendengar penuturannya. Sedangkan Lay masih pada posisinya. Ia sudah menyangka. Tak mungkin ketiga anak buahnya akan tumbang begitu saja menghadapi Baekhyun dan Tao, kecuali jika Kris melepaskan peliharaan kesayangannya untuk ikut menyerang. Oh Sehun.

Lay tertawa mendengus di tempatnya. Kemudian beranjak pergi sebelum mengucapkan kalimat terakhir, “sudah ku duga!”

.

-Precious Metals-

.

Plaakk

Tumpukan kertas laporan investigasi mendarat mulus di meja kerja D.O. Lelaki bermata bulat yang sedari tadi berkutat dengan pekerjaannya itu mendongak, memandang ‘tersangka’ yang melempar sebelum tatapannya jatuh pada kertas-kertas tersebut. Ia meraihnya, membaca sejenak lalu mengangguk-angguk. Pekerjaan baru, pikirnya. Ia kemudian mematap intens pada koleganya untuk menuntut kejelasan lebih lanjut.

“Sejauh ini dugaan sementara adalah penyelundupan narkoba oleh pihak dalam. Namun belum terlalu pasti, kau harus menelusuri kasus ini lebih lanjut.” papar Chanyeol.

D.O mengerutkan kening, sedikit bingung dengan perkataan Chanyeol yang hanya menyebut ‘kau’ bukan ‘kita’. Hey, jangan lupakan fakta bahwa mereka sebuah tim. Jadi itu sangat tak adil jika Chanyeol hanya membebankan tugas padanya. “Hanya aku?” tanya D.O terus terang.

“Aku bertugas mengawasi jaringan yang dicurigai menjadi dalang di balik penyelundupan besar-besaran ini.”

“Kau bilang tadi dugaan sementara adalah penyelundupan oleh pihak dalam. Lalu mengapa ada jaringan yang harus diawasi pula?”

Chanyeol mengedikan bahu, “itu baru dugaan sementara, D.O. Suho menyuruhku mengawasi organisasi lain yang menurutnya mencurigakan. Kau tahu dia selalu memiliki pola pikir berbeda dari kita, bukan?”

D.O mengangguk, mengiyakan perkataan Chanyeol yang memang benar adanya. Suho memang memiliki otak brilian. Dia selalu memecahkan kasus dengan cara yang berbeda dengan polisi pada umumnya.

“Jalan pemikirannya menarik. Dia itu unik, menurutku.”

Selang beberapa saat D.O menyelesaikan kalimatnya, pintu ruangan lain terbuka. Memperlihatkan lelaki berseragam sama namun dengan lencana berbeda. “Apa kalian akan terus bergosip seperti ini? Bagaimana perkembangan jaringan yang kau awasi, Chanyeol? sudah membuahkan hasil?” tanya lelaki itu.

“Ah, kau panjang umur, Suho.” Chanyeol yang mendapati raut muka kesal atasannya tak lantas menciut. Ia justru menanggapi dengan senyuman lebar. D.O menggeleng-geleng melihat tingkah rekannya, kemudian kembali berkutat dengan pekerjaan yang sempat tertunda sebelum Suho murka.

“Tidak ada tanda-tanda pergerakan yang mencurigakan. Persepsimu mungkin salah.” lanjut Chanyeol. Suho terdiam mendapati jawaban dari bawahannya. Terlihat memikirkan sesuatu. “Tapi aku benar-benar mencurigai mereka.” gumamnya pada diri sendiri. “Terus awasi mereka. Dan kau D.O, sebaiknya kau lekas bersiap karena kita akan turun langsung ke lapangan menyelidiki kasus ini.”

“Hah? Kau akan turun langsung? Bukankah itu pekerjaan D.O?” tanya Chanyeol tak percaya.

Suho semakin kesal pada Chanyeol yang menurutnya sangat cerewet. Ia benar-benar ingin menyumpal mulut polisi abnormal itu dengan sepatu miliknya. “Kerjakan saja tugas yang kuberikan, Park Chanyeol. Aku yakin kasus ini tak sesederhana yang di laporkan.” tukasnya tak terbantahkan.

.

-Precious Metals-

.

Kris menyunggingkan seringaian mendapati keberhasilan ketiga anak buahnya. Ia terlihat puas. Tangannya terulur meraih koper yang diberikan oleh Tao. Sedangkan Sehun dan Baekhyun duduk santai di sofa yang tersedia di ruangan pemimpinnya itu. Kris membuka koper tersebut, semakin menyeringai ketika mendapati isinya. Puluhan –atau mungkin ratusan- emas batangan bernilai tinggi telah tergenggam. Kris memang tak terlalu membutuhkannya untuk menambah kekayaan. Namun ia membutuhkannya untuk keperluan yang lain. Sebuah rencana yang telah lama tersusun di otaknya. Dan kini mulai ia jalankan dengan menggunakan kaki tangan andalannya itu.

“Kerja bagus!” seru Kris. Ia kemudian melemparkan satu batang emas yang dengan sigap Sehun tangkap. Cukup untuk berpesta malam ini, pikirnya. Mereka bertiga kemudian beranjak dengan senyuman yang tak dapat disembunyikan. Belum sempat keluar, Kris kembali berseru, “alihkan perhatian polisi pada organisasi Monocerus, Baekhyun. Buat bukti yang mengarah pada mereka. Mulailah dengan memanipulasi radar. Kepolisian pasti mengawasinya.” titahnya tegas.

Baekhyun mengangguk patuh. Itu memang tugasnya. Ialah yang selalu mengontrol keamanan Draconisius lewat layar monitor. Mengantisipasi jika polisi mengetahui pergerakan organisasi itu. Dan kini ia tahu, Kris benar-benar akan menghancurkan Monocerus lewat satu koper batang emas yang mereka perebutkan tadi malam.

to be continue…

.

.

Uwwooo….Apa ini? kekeke~ Ada yang familiar sama nama-namanya? Iya, fanfic ini meminjam nama Draco di Harry Potter (yang artinya Naga, simbol Kris) dan nama rumahnya Draco sendiri, Malfoy Manor. Sedangkan Monocerus itu nama lain dari Unicorn (simbolnya Lay).

Author ga tau pada suka fanfic kaya gini apa engga. Fanfic ini hanya akan di lanjut jika respon readers memadai. So, mohon tinggalkan jejak jika sudah selesai membaca. Readers yang baik akan selalu menghargai karya yang dibacanya. J

35 thoughts on “Precious Metals (Chapter 1 : Draconisius vs Monocerus)

  1. Clarissa Tiara berkata:

    Wow! Ini ff baru eon , bagus kok eon , sudah menarik sekali , penasaran sama kelanjutannya , keep writing ya eon , ditunggu reflectionnya sama Edelweisnya , eon punya wp gk ?? Barangkali nanti aku mampir😀
    Ditunggu kelanjutannya eon❤

    • JungRiYoung berkata:

      ini, ini alasanku jadi freelance terus-terusan. aku gaptek masalah wp *plakk
      edelweis baru aja selesai ketik, mungkin di postingan selanjutnya udah ikut publish, hehe
      gomawo saeng masih nungguin ff’ku, mwah❤ pokoknya /digaplok/

  2. deomi berkata:

    woowww… ini dia genre fic kesukaan ku thor
    idenya bagus thor semua member exo ikutan lagi ahahah
    kerennn thor apdet cepet yahh

  3. jelsa berkata:

    Aaaak paling suka sama ff kaya gini, kerenn..
    Ceritanya seru, gak ngebosenin.
    Harus dilanjut eon
    Semangat eonni. Ditunggu kelanjutannya..

    • JungRiYoung berkata:

      aku 94line, terserah manggil eonnie, kakak, adek, dongsaeng, ahjumma (?) atau apalah asal jangan panggil oppa apalagi ahjussi :3😀

  4. dakkochan berkata:

    suka!! aku suka banget sm ff ya kaya gini!! tolong dilanjut ya thor😄
    aku kira monocerus itu bahasa latin yg sering muncul di buku biologi😐

  5. choco berkata:

    ini genre ff yang aku suka thor!
    bahasanya bagus, ceritanya menarik
    suka banget sama ff yang banyak strategi dan teka teki
    lanjutkan thor baguss banget ff nyaaa
    keep writing!! hwaiting author!

  6. rim A berkata:

    waaa!! daebak thor!!
    ffny keren bgt, apalagi genreny action*suka* ..
    kok draconisius licikny banget sih.. trus knp bias.ku kris ge yg jdi pmimpiny sih thor!!
    tpi gpp.lah keren kok ffny🙂
    keep fighting thor!!

  7. uni aidita berkata:

    wah FFnya menarik… nama Monoceus mirip seperti nama fansclub temenku monicius *plakkk… itu gara gara kaka kls yg kurang kerjaan… BTW KEEP WRITING OKE?

  8. uni aidita berkata:

    wah FFnya menarik… nama Monoceus mirip seperti nama fansclub temenku, monicius *plakkk… itu gara gara kaka kls yg kurang kerjaan… BTW KEEP WRITING OKE?

  9. wikapratiwi8wp berkata:

    Uppsss…kali ini aku benar2 kecewa eon….seriusss dehhh…kecewa dgn diriku yg belum sepenuhnya bisa melacak ff2 disini hahahaha
    gomawo ff nya eon…ditunggu terus chapter2 selanjutnya..:)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s