FF: Ghost Rider (Part 19)

Ghost Rider

Author : Oh Mi Ja

Genre : Horror. Mystery, Comedy, Friendship

cast : Byun Baekhyun, Park Chanyeol

Support Cast : Kim Myungsoo (Infinite), Kim Jongdae

Bagaimana bisa seseorang yang ia pikir sudah mati kini berdiri dihadapannya. Tidak ada yang berbeda. Tubuh, wajah, bahkan tatapannya masih sama. Bagaimana bisa dia hidup kembali? Dia memang tidak memastikan keadaannya waktu itu, tapi kecelakaan parah yang ia alami sudah jelas menyatakan jika dia akan mati. Bagaimana caranya dia bisa selamat?

Chanyeol tersenyum menyeringai diatas keterperangahan Myungsoo, “kau pasti terkejut, kan?”

Jadi benar, selama ini Byun Baekhyun memang mempunyai hubungan dengan Park Chanyeol.

“Jika kemarin aku kalah, mungkin aku memang sedang sial.”seru Chanyeol dingin. “Tapi sekarang, kekalahan akan berada dipihakmu.”

***___***

Mobil Yixing tiba bersamaan dengan mulainya pertandingan. Yixing dan Kyungsoo membopong tubuh Baekhyun dan membawanya berdiri paling depan. Saat bertemu dengan Kris, awalnya ia terkejut karena melihat kehadiran Baekhyun yang sangat tidak terduga. Dia sempat berpikir jika pria itu telah mengingat semuanya, tapi ternyata, dia datang atas paksaan Kyungsoo dan Yixing.

“Jadi mereka sudah bertemu?”tanya Yixing, jantungnya berdegup-degup tak karuan.

Kris mengangguk, terus menatap ke depan. “Tidak hanya Myungsoo, semua orang juga terkejut.”

Yixing bisa membayangkan bagaimana reaksi Myungsoo saat dia melihat Chanyeol tadi. Dia yakin, pria licik itu pasti tidak menyangka sama sekali. Sempat mempunyai pikiran yang sama dengan Jongdae jika dia juga yang mungkin telah mencelakai Baekhyun hingga kakinya terkilir, Mungkin saja. Dia adalah orang yang licik.

Setelah penantian panjang, dan pada akhirnya Chanyeol tersadar, rasa khawatirnya tetap tidak menghilang. Jika dulu dia mengkhawatirkan keadaan Chanyeol, kali ini dia khawatir tentang nasib Chanyeol.

Rasa trauma itu sepertinya juga dirasakan oleh sahabat-sahabatnya. Tentang sebuah rasa ketakutan jika Chanyeol akan terluka lagi. Tapi, seberapa keraspun usaha mereka untuk menghentikan, Chanyeol tetap tidak akan mendengarkan. Dendamnya telah tertancap mati, dan dia sangat membenci Myungsoo.

“Sebenarnya apa yang kita lakukan disini? Aku ingin pulang.”rutuk Baekhyun, dia tidak nyaman berada di tempat seperti ini.

“Dia adalah Park Chanyeol.” Kyungsoo menunjuk seseorang yang duduk di kemudi mobil biru. Erangan gas mobil meraung-raung, tinggal menunggu waktu.

Baekhyun mengikuti arah telunjuk Kyungsoo. Seingatnya, dia tidak mengenal orang itu. Namun anehnya, dia tidak bisa mengalihkan pandangannya. Seperti orang itu telah mengunci fokusnya kuat-kuat.

Baekhyun terdiam. Terus tenggelam dan tanpa sadar membiarkan otaknya bekerja sendiri. Angin berhembus lumayan kencang, menggigit tubuh namun Baekhyun seperti mati rasa tanpa jaket. Orang-orang seperti menghilang, meninggalkan mereka berdua dalam satu garis lurus.

Ada yang hilang.

Keningnya berkerut tanpa sadar. Bertanya-tanya tentang perasaan kosong yang tiba-tiba merasuki dirinya. Dia yakin ada yang hilang. Ada yang tertinggal dibelakang dan terlewat untuk dicatat. Tapi, dia sendiri tidak mengetahui dengan pasti apa itu.

Tentang orang itu, mobil biru dan dirinya…

Saat seorang wanita menjatuhkan kain yang dipegangnya, mobil biru itu bergerak. Dan tepat saat itu juga mata mereka bertemu.

Yah, Baekhyun semakin yakin jika dia pernah mengenal orang itu. Tapi tidak tau dimana, juga tidak tau apa orang itu penting atau tidak. Hanya saja…dia benar-benar tidak asing.

Berusaha keras memaksa otaknya untuk mengingat sesuatu, kepala Baekhyun jadi terasa pening. Sangat pening, hingga membuatnya terhuyung mundur dan tubuh belakangnya menabrak badan mobil Yixing. Yixing dan Kyungsoo dengan sigap menangkapnya,namun tidak bertanya apapun karena Baekhyun kini tengah terpaku.

Sementara Chanyeol, dia tidak yakin dengan apa yang sudah dilihatnya tadi. Dia menganggap semua itu hanya ilusi, namun semakin menyadari jika semangatnya telah kembali.

Kenapa… Baekhyun selalu terlihat dimanapun?

***___***

Fokus Chanyeol semakin bertambah saat ia melihat mobil Myungsoo menyelip mobilnya dari sisi kanan. Dia tersadar dan menginjak pedal gasnya semakin kuat. Keduanya meninggalkan semua mobil lain di belakang, menyisakan mereka berdua untuk menjadi pemenang.

Ini pertandingan keduanya dan dia tidak boleh kalah. Seperti Tuhan telah memberikannya kesempatan kedua untuk memenangkan ini dan menggapai mimpinya. Arena balap adalah kemauannya, dan menjadi pembalap adalah mimpinya. Dia tidak boleh kalah lagi,

Mobil Chanyeol perlahan berhasil menjajari mobil Myungsoo yang melaju didepannya. Ia menoleh, bersamaan dengan Myungsoo yang juga menatap kesal kearahnya. Tatapannya dan mata dinginnya tidak pernah berubah dari beberapa tahun lalu. Dari saat dia menabraknya malam itu.

Mata penuh kebencian,

Chanyeol seperti sedang melawan ruang dan waktu. Melewati dimensi lain karena dia melaju sangat kencang. Sangat kencang sampai sekitarnya terasa berubah seperti warna-warna yang melesat begitu saja. Kenangan-kenangan masa lalu ikut mengejarnya, melaju bersamanya.

Terutama, saat kematian ibunya.

BRAKK

Tubuh Chanyeol terguncang tiba-tiba saat mobil Myungsoo menghantam sisi badan mobilnya. Ia tersadar, disusul rasa anic hebat karena mobilnya tiba-tiba keluar jalur dan kehilangan keseimbangan,

Chanyeol memejamkan matanya. Dia melihat ibu. Dia melihat Baekhyun. Dia melihat teman-temannya.

Tidak. Ini tidak boleh terjadi lagi.

Chanyeol mencengkram setirnya kuat-kuat sampai buku-buku jarinya memutih. Hembusan napas keras terdengar menggema di mobilnya. Ia membuka mata dan langsung membanting setirnya ke kanan, menghindari besi pembatas jalan yang ada didepannya.

Suara decitan rem terdengar menyakitkan telinga saat kakinya menginjak rem dalam-dalam secara tiba-tiba, membuat tubuhnya bahkan terayun ke depan dan terbanting ke sandaran kursi akibat penahanan dari sabuk pengaman.

Desahan napasnya berubah menjadi tidak teratur, degupan jantungnya menjadi berantakan seiring rasa dingin yang perlahan merasuki tubuhnya. Bola matanya seperti ingin keluar dari cangkang, larut dalam keterperangahan hebat.

Tepat didepannya, ia melihat tiang pembatas. Menariknya kembali ke saat-saat kecelakaan itu berlangsung. Dia masih bisa mengingatnya dengan jelas, bahkan rasa sakitnya masih belum menghilang.

Dia… kehilangan keberaniannya…

***___***

“Mungkin terdengar mustahil. Tapi semua yang ku ceritakan adalah kenyataan. Chanyeol adalah sahabatmu saat dia menjadi roh. Pada awalnya kau ingin membantunya membalaskan dendamnya sebelum kau kehilangan ingatan.”

“Aku sudah menceritakan semuanya, Baekhyun. Aku harap kau mempercayaiku.”

Baekhyun terus terdiam di tempat duduknya. Ia tergugu. Matanya mulai terasa panas dan tenggorokannya terasa tercekat. Ia menggigit bibir dan mengerjapkan mata, salah satu usahanya untuk menahan air matanya yang ingin terjun.

Sahabat? Bagaimana bisa mereka bersahabat?

Jadi ini alasan kenapa ibunya tidak pernah menceritakan tentang Chanyeol dan hanya Jongdae. Jadi ini alasan kenapa Baekhyun merasa ada yang hilang dan membuatnya terus menunggu sambil menatap atap rumah?

Karena hanya dia yang bersama Chanyeol. Hanya dia yang Chanyeol miliki saat itu.

Tidak ada yang mengerti arti persahabatan mereka kecuali mereka sendiri. Bagaimana kisah itu terjalin, mereka juga tidak mengetahuinya. Hanya sebatas mengetahui secara garis besar, juga atas pengorbanan-pengorbanan kecil yang terlihat.

Ingatannya hilang, namun ruang kosong yang selalu disediakan oleh Baekhyun seakan terus mencoba mengingatkannya.

Dia melupakan Chanyeol, namun terus menunggunya di balkon kamar.

Pertanyaan-pertanyaan tentang Chanyeol hilang dan muncul. Menghilang saat dia tidur, dan muncul keesokan harinya. Seberapa jauh dia pergi, dan seberapa kuat dia mengelak, pertanyaan itu akan terus mengikuti.

“Arggghhhh!”

Teriakan itu akhirnya menggema di mobil, sebuah bentuk atas kekesalannya karena tidak bisa mengingat apapun. Ia menangis, menjambaki rambutnya, dan memukul setir kuat-kuat. Ia melakukan semuanya namun tetap tidak bisa mengingatnya. Seberapa keras usahanya, tidak ada yang bisa dijadikan jawaban atas semua pertanyaannya. Dia seperti kehilangan arah.

“Aku mohon… hanya satu kali… ayo ingat sesuatu…”

“J-j-jadi kau mempunyai niat untuk memakanku?”

 

“Jika kau menabrak dan mati, kau akan menjadi hantu sepertiku. Mungkin wajahmu akan berlumuran darah”

 

“Kau suka naruto? Aku juga menyukainya.”

 

“terima kasih, Baekhyun. Dan..maafkan aku”

 

“Aku belum menemukan Chanyeol, aku harap aku belum mati”

 

“Kau ada disana. Kau sedang tidur dan mesin pendetak jantung itu masih berbunyi. Tubuhmu dipenuhi dengan alat-alat kedokteran. Kau masih hidup Chanyeol!”

 

“Kau memang tidak melindungi tubuhku. Tapi kau melindungi impianku. Terima kasih”

“Chanyeol…”

Kesadarannya menghilang, terbang jauh bersama angin malam yang berhembus kencang. Air mata di pipinya bahkan belum mengering saat tangannya tiba-tiba memutar kunci dan menarik handbrake. Mobil itu bergerak, bersama dengan Baekhyun di dalamnya.

Kerumunan orang-orang yang berkumpul didepannya, seketika membentuk sebuah jalan saat didengarnya suara mesin bergerak dibelakang mereka.

“Baekhyun!”

Di pinggir, Yixing, Kyungsoo dan Kris ikut terperangah hebat saat Baekhyun tiba-tiba pergi. Dia pergi, melajukan mobilnya kearena balap.

Dia menemukan jawabannya. Jawaban atas semua pertanyaannya. Dia harus cepat, dia harus menemukannya sebelum semuanya menghilang lagi. Sebelum dia melupakan semuanya keesokan hari.

Park Chanyeol…

Dia adalah hantu yang terus memaksanya untuk mewujudkan impiannya, hantu yang menakutinya dan mengendalikan untuk mengikuti semua keinginannya. Tapi, seiring berjalannya waktu, kenapa semua rasa takut itu berubah menjadi rasa persahabatan yang kuat?

Kenapa dia mau berkorban demi Chanyeol?

Saat mereka termenung dalam diam di malam hari bersama. Baekhyun suka menatap Chanyeol yang duduk diatap rumah nyadari balkon kamar. Baekhyun suka menepuk pundaknya dan menguatkannya saat dia mulai menyerah.

Dan semuanya tentang mereka.

Bukan. Dia menjadi dewasa bukan karena Jongdae. Ketakutannya menghilang dan dia tidak menjadi pengecut lagi, itu karena Chanyeol. Chanyeol mengajarkannya semuanya.

Baekhyun segera melompat keluar dari mobilnya dan berlari sekencang mungkin begitu melihat mobil biru itu terhenti didekat tiang pembatas, melupakan rasa sakit di kakinya yang tiba-tiba saja menghilang. Dia tidak boleh kalah. Dia tidak boleh menyerah.

“CHANYEOL!”

Baekhyun menggedor kaca jendela mobil Chanyeol membuat seseorang yang sedang termenung di dalamnya tersadar kemudian menoleh dengan keterkejutan hebat.

Chanyeol menurunkan kaca mobilnya secepat mungkin saat dia melihat Baekhyun, “Baekhyun…”

“Kenapa kau berhenti disini? Kau tidak sedang menyerah kan? Sadarlah! Ini adalah mimpimu! Kau harus bisa mengalahkannya!”

Chanyeol masih terpaku, dia mengulurkan tangan, di sentuhnya pipi Baekhyun dengan kedua telapak tangannya karena dia masih ragu dengan apa yang sedang dilihatnya.

“Baekhyun… benarkah ini kau? Kau mengingatku?”lirihnya bersamaan dengan air mata yang terjatuh saat dia mengerjap.

Baekhyun mengangguk, “ini aku. Aku Byun Baekhyun!”

“Baekhyun maafkan aku. Kau seperti ini—“

“Park Chanyeol aku mohon.”isak Baekhyun menggenggam kedua tangan Chanyeol erat. “Aku tidak membawa buku catatanku. Sebelum aku melupakanmu, aku mohon menangkan pertandingan ini. Aku mohon.” Ia menghusap air matanya dengan lengan baju. “Aku tidak bisa mewujudkan impianmu. Maafkan aku. Aku mohon menangkan pertandingan ini agar aku tidak merasa bersalah. Bisakah? Park Chanyeol, kita sudah memikirkannya bersama kan? Aku mohon, sebelum aku kehilangan ingatanku lagi…”

“Byun Baekhyun…”

Baekhyun menghusap air matanya lagi lalu menepuk pundak Chanyeol, “Aku menunggumu di garis finish. Kau harus sampai pertama kali. Mengerti?”

Tepukan ini. Yah, sebuah tepukan yang selalu disukai Chanyeol. Ini adalah semangatnya.

Chanyeol tersenyum kemudian mengangguk, “aku mengerti.”

Baekhyun mundur dua langkah dan Chanyeol menaikkan kaca jendelanya lagi. Dia menginjak gas dalam-dalam, bergegas menyusul Myungsoo yang sudah melaju lebih dulu.

Baekyun masih berdiri ditempatnya untuk sesaat, masih memandang mobil Chanyeol hingga menghilang di pekatnya kegelapan malam.

Tuhan, terima kasih…

***___***

Myungsoo langsung menoleh ke belakang saat didengarnya suara deru mobil melesat. Dia terkejut, mobil biru itu kini sudah berada dibelakangnya. Tepat di belakangnya,

“Sial! Bagaimana bisa?!” Dia memukul setirnya. Tangan kirinya menarik tuas speed dan dia semakin menginjak pedal gasnya kuat-kuat.

Dari arah kiri, Chanyeol mulai menyelip. Ia tersenyum saat ia melihat persimpangan yang ada didepannya. Ini saatnya melakukan tekhnik Drifting, jika dia berhasil mendahului Myungsoo, kesempatan menang akan semakin besar. Yang terpenting adalah melewatinya dulu.

Chanyeol menarik tuas speednya, ia menginjak pedal gas dalam-dalam bergegas untuk belokan yang ada didepannya. Semuanya telah disiapkan dengan baik, Handbreak, ABS, LSD dan semuanya.

Chanyeol menahan napas. Ini saatnya dia melakukannya. Mobilnya sudah melaju kencang, namun dia berada disisi kiri sedangkan persimpangan yang harus dia pilih adalah persimpangan sebelah kanan. Jika tidak tepat waktu, mobil Myungsoo bisa saja menabrak mobilnya.

“Tuhan, aku sudah berjanji pada Baekhyun. Aku mohon bantu aku.”

Dia mengumpulkan semua keyakinannya. Menginjak pedal gasnya kuat-kuat hingga jarum pada spidometer menunjukkan angka 100 lalu membanting setirnya secara patah membuat Myungsoo terkejut bukan main.

Chanyeol melewatinya secara tiba-tiba, dengan kecepatan yang seharusnya tidak digunakan untuk berbelok.

Sial. Dia telah di bodohi oleh tekhnik itu.

Myungsoo menginjak remnya dalam-dalam atas keterkejutannya. Asap putih mulai keluar dari kap depan mobil, beruntungnya mobilnya tidak meledak.

“Arrgghh!”

Chanyeol tersenyum penuh kemenangan. Dia meninju kepalan tangannya di udara sambil berteriak.

Baekhyun… aku telah melewatinya. Aku berhasil melakukannya…

***___***

Tekad Kris seketika menjadi bulat saat dia melihat Baekhyun kembali. Untuk sekejap keberaniannya terkumpul penuh atas semua hal yang ia pikirkan akhir-akhir ini. Melihat ketulusan Baekhyun dan keberaniannya untuk membela Chanyeol. Ditambah lagi, hal yang baru saja dia lakukan untuk mendukung sahabatnnya itu.

Kris ingin menebus semuanya. Semua kesalahannya di masa lalu. Dan mungkin ini jalan satu-satunya. Dia ingin Chanyeol bahagia.

“Yixing.”panggil Kris, suaranya terdengar sangat pelan.

Yixing meninggalkan Kyungsoo dan Baekhyun kemudian menghampiri Kris dan berjongok di sisi kakaknya itu, “Ya? Kau mau sesuatu?”

“Maukah kau mengantarku ke suatu tempat?”

Kening Yixing seketika berkerut. “Kemana?”

“Aku akan memberitahunya nanti. Maukah?” Ia tersenyum, matanya terlihat sayu.

“Tapi… Chanyeol?”

“Kyungsoo dan Baekhyun akan menunggunya. Bisakah?” Kris bertanya lagi,sorot wajahnya memohon.

Yixing terdiam sejenak. Tidak mengerti dengan apa yang sedang di inginkan oleh Kris saat ini. Dia memang terlihat aneh akhir-akhir ini. Berubah menjadi pendiam dan lebih sering mengunci dirinya di kamar.

Kapanpun Yixing bertanya apa yang sedang terjadi dengannya, dia selalu menjawab jika dia baik-baik saja.

Pada akhirnya ia menghela napas panjang dan mengangguk. Kedua tangannya ia ulurkan dan membantu memindahkan Kris dari kursi roda ke kursi di samping kemudi. Dia menghampiri Baekhyun dan Kyungsoo sesaat, hanya untuk mengatakan jika dia akan pergi sebentar dengan Kris.

“Hey, sebenarnya apa yang terjadi denganmu akhir-akhir ini? Kau punya masalah?” Yixing bertanya, sambil mengarahkan mobilnya untuk menjauh dari arena balap.

Kris tidak langsung menjawab, matanya menerawang ke luar jendela, menatapi toko-toko dan bangunan yang bergerak. Ia tersenyum miris.

“Pernahkah kau berpikir tentang ‘apa aku sudah pernah berkorban untuk sahabatku?’ atau ‘ apa aku adalah sahabat yang baik?’ Yixing?”

Yixing menoleh sekilas dengan kening berkerut, ia tertawa kecil, “apa yang sedang kau katakan?”

“Kenyataannya tidak.” Ia menggeleng sebagai jawaban atas pertanyaannya sendiri. “Kita sudah bersahabat cukup lama, namun aku rasa kita belum mengetahui apa arti persabatan itu. Kita hanya sekedar bersahabat.”serunya pelan. “Akhir-akhir ini, aku terus berpikir untuk melakukan sesuatu. Bukan pengorbanan tapi menebus kesalahan.”

Yixing tertegun, kemudian menatap kakaknya, “apa maksudmu, Kris?”

Kris tetap tidak memalingkan wajahnya yang terus menatap keluar jendela, salah satu bentuk usahanya untuk menyembunyikan beningan air mata yang telah terjatuh di pipinya.

“Selama ini… aku selalu berpura-pura menjadi kuat untuk menutupi rasa takutku. Aku selalu berpura-pura tegar didepanmu, dan di depan kalian. Kenyataannya, aku selalu merasa ketakutan karena rasa bersalah itu selalu mengejarku. Aku sangat takut.”

Yixing mulai mengerti maksud pembicaraan Kris, ia tersentak, “Kris, kejadian itu sudah berlalu cukup lama, oke? Chanyeol sudah sadar dan—“

“Kau tidak akan mengerti, Yixing.”potong Kris. “Kau tidak akan mengerti bagaimana hidupku selama ini.”

Yixing menginjak rem dan menepikan mobilnya ke sisi jalan, “Kris…”

“Yixing,” Kris tetap tidak memberikan kesempatan pada Yixing untuk bicara. Kini ia menoleh, dengan wajah yang sudah basah karena air mata. “Bisakah… kau mengantarku ke kantor polisi?”

“Kris, tidak!”tolak Yixing menggeleng kuat. “Aku tidak akan melakukannya!”

“Rasanya, baru kemarin aku melihatmu duduk di bangku SMU. Tidak ku sangka, waktu terus berjalan dan kau tumbuh dengan sangat cepat. Kini, kau sudah menjadi dokter dan pria yang baik.” Ia menghusap air matanya dengan lengan baju. “Adikku, terima kasih karena selama kau hidup bersamaku, kau tidak pernah mengeluh. Terima kasih karena kau selalu menjaga perasaanku dengan selalu menerima apapun yang aku berikan.”

“Kris, aku mohon. Jangan lakukan itu.” Yixing ikut terisak. Ia mengulurkan tangan dan menggenggam kedua tangan Kris erat. “Aku akan menjadi adik yang baik untukmu, aku akan melakukan apapun, asalkan kau tidak meninggalkanku. Aku mohon jangan tinggalkan aku.”

Kris tersenyum, ia menghusap kepala Yixing lembut lalu mengatupkan kedua telapak tangannya di pipi adik kecilnya itu, “Aku ingin menjadi contoh yang baik untukmu. Aku ingin kau mengingatku sebagai panutanmu. Jangan khawatir, aku tidak meninggalkanmu. Anggap saja aku sedang melakukan wajib militer dan pergi sebentar. Aku ingin menjadi pria yang berani.”

“Jika kau pergi, siapa yang akan mengurusku?”

“Bukankah selama ini kau yang mengurusku?” Kris tertawa.

“Kris…”

Kris mengulurkan kedua tangannya, memeluk tubuh adik kecilnya yang semakin menangis deras di pundaknya.

“Maafkan aku, Kris. Ini semua karena aku. Aku mohon maafkan aku.”tangis Yixing.

Kris menggeleng, “Kau tau aku sangat menyayangimu, kan?”

***___***

Baekhyun dan Kyungsoo seketika melompat saat mereka melihat mobil biru Chanyeol muncul pertama kali. Disusul teriakan orang-orang yang berubah jadi mendukung Chanyeol. Baekhyun dan Kyungsoo menghampiri mobil Chanyeol dan langsung memeluk pria bertubuh tinggi itu.

“Kau berhasil, Chanyeol. Kau berhasil.”seru Kyungsoo, mengacak rambut Chanyeol.

Chanyeol hanya mengangguk dalam diam, dia menangis.

“Kau berhasil, tuan hantu.” Baekhyun juga tersenyum, kemudian menepuk pundaknya.

Chanyeol menghusap air matanya, “aku berhasil.”

“Byun Baekhyun.” seorang laki-laki yang diketahui sebagai slaah satu staff uji coba menghampiri mereka.

“Sebenarnya namaku Park Chanyeol.”ralat Chanyeol.

Laki-laki itu tertawa, “siapapun namamu.” Ia mengulurkan tangan, “selamat.”

Chanyeol membalas uluran tangannya, “terima kasih.”

Detik berikutnya, tempat itu dihebohkan dengan suara sirine polisi. Mereka tidak melewati tempat ini, namun sepertinya mereka sedang berada disekitar sini. Chanyeol, Baekhyun dan Kyungsoo memutar tubuh, menyapu semua sudut untuk mencari tau apa yang sedang terjadi.

“Myungsoo ditangkap!”

“Apa? Myungsoo?”

“Mereka menangkap Myungsoo yang berhenti disebelah sana.”

Suara-suara kecil orang-orang yang berada dekat dengan Chanyeol membuat pria tinggi itu menoleh dengan mata melebar. Myungsoo ditangkap? Dia pasti salah dengar. Dia yakin.

“Kyungsoo, dimana Kris dan Yixing?”tanya Chanyeol mulai panik.

“Aku tidak tau. Tapi mereka bilang, mereka akan pergi sebentar.”

Tidak. Tuhan, aku mohon jangan…

TBC

 

 

 

43 thoughts on “FF: Ghost Rider (Part 19)

  1. liu mei rin berkata:

    huaaaa… sedih baca pas bagian krislay dan terharu pas baca bagian chanbaek…
    itu yg ditangkap bukan myungsoo kan tapi kris? huaa… kris bener baru ngorbanin? huaaaaa….
    lanjut lanjut kyanya mau tamat nih wkwkwk….

  2. DaeKim berkata:

    hueee
    kenapa tiba” ada polisi😥

    seneng bgt akhirnya baekhyun bisa ingat chanyeol,walaupun mungkin dalam waktu satu malam aja :’)

  3. Kai's fan berkata:

    reader baru.. aku izin baca dari chapter 1 ya. seru bgt FF nya,sebenernya Kris sama Yixing kemana sih??

    next ya thor~

  4. Ks127Cy berkata:

    Hiye…. Kris mau ke penjara?ia rela menebus kesalahannya…
    #sedih😦

    lebay banget#ha-ha-ha -_-”

    ok next thor~
    oh iya thor FF GROWL.nya ditunggu ya#:-D

  5. dakkochan berkata:

    yah gak tega kris masuk penjara:( tapi akhirnya myungsoo ditangkep juga…
    abis ini baekhyun lupa lagi ya sm chanyeol? yah trus baekhyun gak bisa sembuh ya? bakal lupa terus gitu? ah:'(

  6. Momo Ran berkata:

    wah… lagi seru baca, tiba2 langsung TBC😦
    kris pergi kepenjara??
    pasti buat pengakuan agar Myungsoo dipenjara kan?. Tpi, Kris gak bakalan dipenjara kan? diakan udah jujur…
    pokoknya tambah seru nih FF nya
    lanjut terus ya???

  7. sunaaoi berkata:

    huaaaaa kris dipenjara? yaampun sepertinya rasa bersalahnya belum menghilang… tapi aku suka kata-kata ini: “Kita sudah bersahabat cukup
    lama, namun aku rasa kita
    belum mengetahui apa arti
    persabatan itu. Kita hanya
    sekedar bersahabat.” nah ini bagus banget maknanya.
    good job
    Tetap Semangattttt…..

  8. nina berkata:

    waahhh panjang haha😀
    aaa byunbaek akhirnya inget juga
    walau sepotong2 :’)
    dan chanyeol juara!!!! yeeeee
    aaaaa kris😦
    myungsoo ditangkep pasti krn laporan dari kris juga iia
    tp kris harus berkorban juga iia😥

  9. Ren berkata:

    ah iya mau nanya, daddy’s best friend ko lama muncul nya ya kak?😦
    the lord of legend juga hehe the tree house juga heheh ah penasaraaan kakk blm comeback lagi😦
    yg heart beating nya bpi juga belom muncul lagi😦

  10. Ade Zeni Anggraeni - Fanfiction Park Jiyeon ♥ EXO berkata:

    Terharu T_T
    KrisLay saat baca moment mereka di FF ini, entahlah aku merasa selalu ingin menangis setiap kali baca FF brothership pas scene kris. Aku merindukan Kris-ge T_T

    Thor, lanjut yah ? FF author yang lainnya juga cepet publish yah. SEMANGAT, pokoknya jangan dulu menghilang sebelum semua FF selesai.🙂

  11. Chanchan_Hwang berkata:

    huaaaaaa~~~
    kris gk bakal di penjara kan???? myungsoo aja yang di penjara!!! myungsoo aja yang masuk penjara…kris jgn ikutan!!
    huuaaa akhirnya baekhyun inget!! tp besok udah lupa lagi …

    daebakkkkk!!!! yeayyyyyy chanlie menang!!!

  12. Fitri MY berkata:

    Yeyeyeyeye Chnyeol akhirnya menang, senangnya…..
    Apa Baekhyun akan melupakan malam ini bila ia tidur?? Penasaran

    Masalah sudah beres, Chanyeol sudah menang, dan Myungsoo ditangkap, haduuuhhh jadi deg-degan ff ni berakhir. Aku masih mau bacaaaaa, moga ngga cepat-cepat berakhir.
    Dituggu lanjutannya……
    Dan ffnya jangan buru-buru tamat ya, hehe

  13. Lee Jee Hwa berkata:

    satu masalah selesai eh muncul masalah baru. ini.mau ending yah? gak rela sih tapi……yaudahlah keep writing kamijaa~~^^

  14. Tiikaa berkata:

    Chanyeolll menang , myungsoo akhirnya ditangkap tpi itu kris mau ngapain. Dia kok mau nyerahin diri ke polisi gitu.. Astagaa
    Dan itu apa nnti baekhyun bkalan lupa sma kejadian mlam itu kah?
    Kyaaaa penasaran

  15. phalifa berkata:

    Kyaa akhirnya yeol yg menang pertandingan😀
    Baek dah mulai ingat yeol kah ??
    Terus sih kris ngapain nyerahin diri kepolisi ??
    Jgn2 yg nge laporin myungsoo si kris ??
    Baek lucu bgt manggil lucu dengan sebutan tuan hantu😀😀
    Next part jgn lama2 dong ^^,dah gk sabar nunggu kelanjutannya😀
    Oh ya the lords of the legend kpan di lanjut thor ??,dah penasaran bgt ma tuh ff😀

  16. we are one berkata:

    aku suka bgt ff ini, kerennn. aku jg suka ff karangan author yg lain. next ya thor, semoga baekki ingat terus,…
    hidup Baekyeol !!!!

  17. Dini berkata:

    unnie aku juga baca part 17, 18 sama 19 sekaligus karena aku baru sempet berkunjung kemari malem ini dan mian aku langsung comment disini aja ya tanggung😀
    di chap 17 18 aku sempet gregettt sama amnesianya baekhyun, tapi lucu juga past bagian berantem sama jongdaenya😀
    disini aku banyak terharu, dan kyaaa akhirnya baek inget hantu chan juga dan…blam! say goodbye to Myungsoo hahaha *ketawaevil*
    Tapi ttp sedih, Kris yaaa andwe.. dont go laxy ge:(

    ahhhh uda mau tamat ya, hwaiting unnie untuk sisa2 chap nya ^_^ aku tunggu😉

  18. Ijah Elf berkata:

    Kyaa … Ff nya daebak … Aku nangis pas bagian yixing sm kris … Kris please jgn dpnjara ….

    #ditunggu klnjutannya

  19. pertiwi berkata:

    baca part ini jadi terharu*elap ingus* eh myungsoo mau di penjara ya??haha sukurin makanya jangan jahat ama hantu chan😀 ..chanyeol menang ya??selamat ya yeol*peluk baekhyun(?)*kris jangan di penjara donk..kasian lay sendirian..pokoknya next aja deh!!😀

  20. salsa berkata:

    Huaaa sedih sedih sedih , dasar kris gege bodoh , chanyeol kan udah maafin dia , hiks hiks myungsoo biasku juga ke tangkap , hiks d tnggu klnjutnnya ya ^^

  21. bLueee^^ berkata:

    waaahh dikit lagi selesai nih ff.. ditunggu kelanjutannya yaaa..
    penasaran bgt sama akhirnya.

    semoga amnesianya si baek bisa sembuh. semoga kris ga ikutan di penjara. semoga persahabatan mereka b6 ga terpecah belah lagi.

    semangaaaatt thor !!!

  22. chacaaa berkata:

    Ihh itu knp ada polisi??!!! Si myungsoo ditangkap??syukurlah klo gt huha😀 semoga si baekhyun amnesianya sembuh…sama persaahabatan mereka gk akan pernah luntur(?)

  23. vitriieGk berkata:

    ditunggu next chapter nya ..
    Kris jangan di penjara .. nanti yixing ama siapa ..
    Akh,kenapa baekhyun pny syndrom amnesia ..

  24. Nuraya berkata:

    Yehet~
    baekhyun sudah mengingat chanyeol😀
    tpi baekhyun masih blom sembuh amnesianya, besok udh lupa lgi😦
    kris gk akan masuk penjara kan?

    Next thor~~
    Fighting!!! >.<

  25. Juni Lu berkata:

    kok.aku bawaannya nangis terus ya baca ff ini
    aku terharu bnget ama persahabatn mereka , astaga emosional bnget aku ini

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s