FF: Ghost Rider (Part 18)

Ghost Rider

Author : Oh Mi Ja

Genre : Horror. Mystery, Comedy, Friendship

cast : Byun Baekhyun, Park Chanyeol

Support Cast : Kim Myungsoo (Infinite), Kim Jongdae

Rasanya Jongdae ingin berlari dari tempat itu. Ingin melarikan diri dari pertanyaan Baekhyun yang berhasil membuat lidahnya kelu seketika. Kemarin, dia dan Cahnyeol telah sepakat untuk melipakan hal ini dan meninggalkannya dibelakang. Tidak disangka Baekhyun justru membahasnya kembali.

“Astaga!” Tiba-tiba Baekhyun menepuk keningnya membuat Jongdae mengerjap kaget. “Aku harus pergi. Dosen ingin bertemu denganku karena aku telah ijin cukup lama. Dia pasti akan memberikan tugas yang banyak. Aah, menyebalkan sekali.”keluhnya.

Kemudian, Baekhyun berdiri dan menyampirkan tas ranselnya disebelah punggung. “Aku pergi dulu. Tidak usah menungguku. Sepertinya akan memakan waktu lama. Ku baca di catatanku, kau harus mengajar setiap sore. Pergilah. Aku bisa pulang sendiri.”

Baekhyun berlalu dari pandangan Jongdae. Meninggalkan Jongdae yang masih terpaku ditempatnya. Jantungnya tak henti-hentinyta berdegup kencang. Bahkan saat Baekhyun sudah pergi.

Apa perbuatannya adalah hal yang benar? Dia ingin membuat Baekhyun melupakan Chanyeol padahal kenyataannya, Chanyeol adalah satu-satunya orang yang masih tertinggal diingatannya.

Tidak adil memang. Tapi Jongdae tetap tidak bisa menyalahkan ingatan Baekhyun yang tidak mengingatnya sama sekali walaupun mereka sudah berteman sejak lama. Mungkin Chanyeol meninggalkan kesan lain, dan persahabatan tidak normal mereka membuat Baekhyun masih menyisahkan sedikit bagian di memory-nya. Hal lain yang dipikirkan Jongdae, mungkin karena tekad Baekhyun yang belum terlaksana sehingga dia belum bisa tenang –tanpa dia sadari-

Dia belum sempat memenangkan pertandingan itu untuk Chanyeol, terlanjur kehilangan ingatannya dan membuat Jongdae semakin khawatir. Tidak perduli, diatas segalanya keselamatan Baekhyun adalah yang terpenting. Dan dia pikir, Baekhyun sudah cukup berkorban selama ini.

Menyakitkan atau tidak, sebisa mungkin dia akan menjadi sahabat yang tega untuk Baekhyun. Tidak akan membiarkannya terluka lagi. Terutama untuk seseorang yang tidak tau cara berterima kasih seperti Chanyeol.

***___***

“Dimana Chanyeol?”tanya Yixing sesaat setelah Kyungsoo membuka pintu rumahnya.

“Diatas. Sedang tidur.”jawab Kyungsoo, dia mengiring Yixing menuju ruang tamu. “Apa yang sebenarnya sedang terjadi? Dia tidak terlihat baik saat dia datang.”

Yixing menghela napas panjang sembari menjatuhkan dirinya diatas sofa, “Baekhyun sudah kembali, Kyungsoo. Dia sudah kembali.”

Detik itu juga, Kyungsoo langsung menoleh kaget, “HAH?! Apa kau bilang?!”

“Dia kembali dan Chanyeol tidak memiliki cukup nyali untuk menemuinya. Semuanya menjadi semakin rumit, parahnya, besok adalah hari pertandingan.”jelas Yixing, nadanya merendah.

“Lalu? Bagaimana keadaannya? Apa dia baik-baik saja? Kenapa tidak memberitahunya jika Chanyeol sudah sadar?” Mata Kyungsoo semakin membulat lebar, menatap Yixing.

Yixing membalas dengan gelengan pelan, “Tidak mungkin. Baekhyun telah kehilangan ingatannya dan sama sekali tidak mengingat kita. Dia tidak mungkin percaya walaupun kita berusaha memberitahunya. Cerita ini terlalu konyol dan terlalu mustahil.” Kedua lengannya disanggah diatas lutut, keseupuh jarinya saling bertaut. “Disisi lain, hal yang aku sesalkan adalah Chanyeol yang lebih memilih untuk mundur dan meninggalkan Baekhyun karena dia merasa jika dia adalah penyebab semua ini.”

“Hah? Aku khawatir jika hal ini justru akan membuat Jongdae salah paham.”

Yixing mengangguk lesu, “itulah yang sedang terjadi sekarang. Jongdae sangat membenci Chanyeol karena dia menganggap Chanyeol tidak tau balas budi. Bukan bermaksud membela, tapi jika aku menjadi Jongdae, mungkin aku juga akan berpikiran seperti itu.”

Diam. Setelah itu tidak ada suara lagi yang terdengar antara kedua pria itu. Ruang tamu tampak lengang, dan semakin terasa kosong saat tidak ada yang membuka mulut.

Chanyeol masih tidur, tidak mengetahui jika Yixing datang dan dia sudah mengetahui segala permasalahanya. Hari ini Kris juga terlihat aneh, sama sekali tidak mau keluar kamar saat Yixing mengajaknya sarapan bersama tadi pagi. Dia bilang dia sudah kenyang, padahal dia tau sejak semalam kakaknya itu belum makan apapun.

Rencana awal menjadi berantakan. Baekhyun mundur secara terpaksa dari daftar orang yang dicantumkan, digantikan oleh Chanyeol yang masih menggunakan nama Baekhyun untuk menutupi identitasnya dari Myungsoo.

Pada akhirnya, ini seperti Dejavu dimana Chanyeol bertarung kembali dengan Myungsoo.

“Jika Chanyeol memilih pergi, berarti kita harus membuat Baekhyun yang datang.” Akhirnya Kyungsoo membuka suara, matanya lurus menatap lantai, melewatkan ekspresi bingung Yixing. Dia menarik napas panjang dalam-dalam. “Aku tidak ingin dibenci lagi. Dan sebenarnya Chanyeol bukanlah alasan kenapa Baekhyun bisa seperti ini. Aku yang bersalah dan aku ingin bertanggung jawab. Semuanya tidak bisa diputuskan dengan cara melarikan diri dari semua masa lalu karena lari bukanlah kebebasan. Walaupun tidak bisa berbuat banyak, setidaknya aku ingin membuat mereka bertemu lagi. Aku ingin Baekhyun bisa mengingat Chanyeol, walaupun hanya satu kali…”

***___***

Baekhyun berjalan di pinggir trotoar, menuju halte bus setelah dia selesai menyelesaikan urusannya. Dia ingin pulang, karena dia merasa lelah.

Menjatuhkan diri di kursi halte, pria mungil itu tenggelam dalam pikirannya sembari menunggu bus datang. Tiba-tiba saja merasa ingin memeriksakan keadaannya pada dokter. Dia tau, dia kehilangan kemampuan untuk mengingat memory jangka pendek, tapi, dia akan tetap bisa mengingat memory jangka panjang, bukan?

Hanya ingin mengetahui siapa dirinya sebenarnya dimasa lalu, juga tentang orang-orang yang pernah datang ke kehidupannya. Dia khawatir, dia telah mengecewakan seseorang karena buruknya ingatannya.

“Hey, Byun Baekhyun!”

Baekhyun mengerjap, sebuah mobil berhenti didepannya. Di lihat dari celah kaca jendela, sepertinya dia pernah bertemu orang itu.

“Akhir-akhir ini aku tidak melihatmu memakai mobil, kenapa? Sudah menyerah?”

Baekhyun semakin mengerjap-ngerjapkan matanya. Lidahnya terasa kelu. Dia sama sekali tidak mengetahui jawaban atas pertanyaan itu. Mobil? Apa selama ini dia punya mobil?

“Berhati-hatilah. Besok adalah hari penting kan? Bukankah kau ingin membalaskan dendam Chanyeol?”

Baekhyun masih diam, tidak menemukan alasan yang tepat. Namun, sebuah pertanyaan kembali menyelinap di dalam hatinya. Chanyeol? Bukankah dia adalah seseorang yang ingin ia ketahui selama ini? Kenapa semuanya selalu menyangkut tentang Chanyeol?

Mengakhirinya dengan senyuman yang Baekhyun pikir adalah hal terlicik yang pernah ia lihat, Baekhyun tau jika ada sesuatu yang tidak ia ketahui –lebih tepatnya tidak ia ingat- terjadi. Dia yakin, ada sesuatu yang terhubung antara Chanyeol dan mobil, juga Myungsoo dan pertandingan. Entah pertandingan apa itu.

Baekhyun mengeluarkan ponsel dan mencari nama Jongdae disana. Dia menghubungi pria itu, karena dia adalah satu-satunya orang yang bisa ia percaya.

“Jongdae?” Baekhyun berdiri, berjalan meninggalkan halte.

“Ada apa?”

Pria mungil itu terdiam sesaat, sebelum akhirnya suaranya yang serak mengeluarkan pertanyaan, “Apa ada sesuatu yang kau sembunyikan dariku?” Dia menelan ludah. “Maksudku.. apa kau sudah menceritakan semuanya tentang hidupku?”

“Eungg… apa lagi yang kurang? Aku rasa sudah. Kau pernah terjatuh dari sepeda saat kau berumur 15 tahun. Waktu itu, kau mengajakku brtanding sepulang sekolah dan—“

“Bukan itu.” Baekhyun memotong. “Apa aku mempunyai sebuah hal yang belum aku selesaikan sebelum aku kehilangan ingatan?”

“Hah? Apa maksudmu?”

“Jongdae… AKH!”

Mendengar jeritan Baekhyun, disebrang panggilan Jogdae terkejut, “Baekhyun?! Baekhyun?! Apa yang terjadi?”

Tidak ada sahutan apapun dari Baekhyun, dan detik berikutnya panggilan justru terputus.

“Baekhyun?! Ya! Byun Baekhyun?!”

***___***

“Bersyukurlah kakimu tidak patah.” Seorang dokter menggunting ujung perban dan mengikatnya erat di kaki Baekhyun. “Bagaimana bisa kau tertabrak? Bukankah kau berjalan diatas trotoar?”

“Aku tidak tau. Sedang tidak fokus.” Pandangannya kosong.

“Berhati-hatilah dilain hari. Kau tidak mau kehilangan kakimu, kan?”

“Terima kasih. Aku akan pulang.”

Baekhyun turun dari ranjang tidur rumah sakit dengan tergopoh-gopoh. Langkahnya terlihat pincang karena kaki kanannya ditabrak oleh sebuah mobil tadi. Kejadiannya begitu cepat, bahkan dia tidak mengetahui bagaimana itu bisa terjadi. Orang itu pergi, sebelum melihat bagaimana luka Baekhyun.

“Padahal ku pikir, Seoul adalah kota yang paling aman. Ternyata masih saja ada orang yang tidak bertanggung jawab.” Dia berdecak, setelah beberapa langkah meninggalkan ruang UGD, memilih duduk disebuah kursi karena kakinya terasa ngilu.

“Bagaimana aku bisa pulang jika seperti ini?”

Dia mengeluarkan buku catatannya, menuliskan tanggal di sudut kanan atas dilanjutkan dengan tulisan yang lain.

‘seseorang menabrakku. Hari ini aneh.”

Byun Baekhyun menderita Amnesia Anterograde. Dia kehilangan kemampuannya untuk mengingat hal-hal jangka pendek setelah ia bangun tidur. Dia tidak mampu mengigat kejadian hari ini atau dua hari yang lalu, namun masih diusahakan untuk mengingat hal-hal satu atau dua tahun yang lalu.

Ingatanya kosong, seperti tidak memiliki isi. Dia seperti kehilangan arah, karena semua hal yang tersimpan dalam ingatan jangka pendeknya terhapus. Terutama, tentang Park Chanyeol itu.

“Sudahlah Yixing, aku tidak apa-apa. Jangan memaksaku.” Chanyeol berjalan dengan langkah-langkah panjang meninggalkan ruangan Yixing setengah kesal.

“Aku harus memeriksa tetang psikologimu, Chanyeol. Ini adalah hari terakhir.” Susah payah Yixing menjajari langkah-langkah lebar Chanyeol, sedikit berlali kecil disampingnya.

“Apa kau pikir aku gila?”

“Bukan begitu. Tapi kau terlihat seperti kau mengalami trauma.”

Chanyeol menghentikan langkah, lantas menatap Yixing lurus-lurus. “Aku akan memenangkannya, oke?”serunya tegas, namun Yixing bisa melihat ketakutan besar di dalam matanya.

Yixing menghela napas panjang, menelusuri kata hati Chanyeol lewat mata besar sahabatnya itu. Dia tidak akan bisa berbohong. Matanya tidak akan bisa menyembunyikan itu.

“Chanyeol…”

BRUKK

Seseorang tanpa sengaja menabrak tubuh Chanyeol dan berikutnya hampir saja tumbang jika Chanyeol tidak menarik lengannya dengan cepat.

Dunianya seperti berhenti berputar. Ada sebuah rasa sakit hebat yang dirasakannya atas pukulan yang baru saja menghantam dadanya keras. Semua itu seperti menyumbat jalan pernapasannya, mematikan pita suaranya.

Dia hanya bisa terdiam, nyaris membeku saat pria yang di tolongnya itu tengah membungkuk dan mengucapkan kata maaf karena tidak sengaja menabraknya.

Chanyeol melihat kakinya diperban, dan dia berjalan tergopoh-gopoh meninggalkan dirinya dan Yixing. Terus tenggelam dalam punggung pria itu, kini Chanyeol menyadari jika dia memang benar-benar hilang, dia telah dilupakan dan pria itu bahkan tidak bisa mengingatnya dalam jarak yang sangat dekat.

“Chanyeol, dia Baekhyun!” Yixing mengatakannya penuh penekanan, kedua tangannya terulur mengguncang tubuh Chanyeol kuat-kuat. Maksudnya, dia ingin menyadarkan sahabatnya yang kehilangan kesadaran itu.

“Kakinya terluka, Chanyeol! Kita harus menolongnya!”

Yixing sudah hampir melangkah untuk mengejar Baekhyun namun Chanyeol justru menahan lengannya. Saat Yixing menoleh, dia menemukan kejatuhan hebat dan keterpurukan mendalam di diri sahabatnya itu. Matanya benar-benar terlihat sedih, dan dia terus menatap kosong ke lantai pijakan.

Tangannya yang menahan lengan Yixing meluruh, lantas bersatu dalam ketertundukan hebat, Ini adalah kali pertama, pada akhirnya waktu mempertemukan mereka. Ini adalah kali pertama, walauapun mereka sudah tidak diingat, rasa sakit itu masih tertinggal. Pekat dan dalam.

Byun Baekhyun, berbaliklah… hantu Chan ada disini…

***___***

Baekhyun tidak hadir keesokan harinya, memilih berdiam diri di rumah karena kakinya benar-benar terasa ngilu jika digunakan untuk berjalan. Dia membawa semua makanan matang dari dalam kulkasnya menuju kamar, meletakkannya di atas lemari kecil disamping rajangnya. Selimut tebal membalut kakinya, dia memperlakukan dirinya sendiri seperti orang sakit sambil membaca sebuah komik. Hanya tergeletak diatas ranjang sepanjang hari.

Ponselnya berbunyi, dia meraih benda kecil itu tanpa mengalihkan matanya dari komik. Juga tidak membaca siapa yang menelponnya.

“Halo?”

“Ya! Kau kemana saja?!”

Sontak, Baekhyun menjauhkan ponselnya dari telinganya karena suara cempreng Jongdae berhasil membuatnya mendengung.

“Kenapa kau tidak menjawab panggilanku?! Apa yang terjadi padamu?!”

“Ya! Siapa kau?!” Baekhyun balas berteriak.

Jongdae lupa jika dia sedang berbicara dengan penderita Amnesia Anterograde.

“Kau belum membaca catatanmu? Aku Jongdae.”

Masih kesal, Baekhyun membanting komiknya ke sisi kanannya lalu mengambil buku catatanya yang ada di bawah bantal tidur. Dia membuka halaman ketiga, dan menemukan nama Jongdae disana.

“Jongdae? Kim Jongdae? Kau adalah sahabatku.”

Disebrang panggilan Jongdae menghembuskan napas panjang. “harusnya kau membaca catatanmu setelah bangun tidur.” Ia menahan-nahan kesabaran. “Dimana kau? Kenapa tidak hadir di kelas?

“Tidak bisa.” Dia menggeleng walaupun Jongdae tidak melihat. “Aku tidak tau apa yag terjadi, tapi kakiku diperban. Sepertinya kemarin aku terjatuh.”

“HAH?!”

“Aiish, bisakah kau berhenti berteriak?”

“Tunggu di rumahmu! Aku akan segera kesana!”

Jongdae menutup panggilannya, sedangkan Baekhyun mulai membaca catatannya kembali tentang siapa Jongdae. Beberapa saat kemudian, Jongdae muncul dan dia sangat terkejut melihat kaki Baekhyun.

Detik itu juga memberondong Baekhyun dengan pertanyaan-pertanyaan. Namun, hal itu tidak membuahkan hasil sama sekali. Melihat catatannya kemarin, Baekhyun tidak menuliskan kejadiannya secara rinci. Dia hanya menyatakan jika dia tertabrak namun melupakan bagaimana kejadiannya.

Hal itu membuat Jongdae berpikir jika Myungsoo yang telah melakukan ini. Dia pasti masih mengira jika Baekhyun yang akan mengikuti pertandingan besok. Dia hanya menghela napas panjang, tidak bisa memberitahu Baekhyun.

Diatas segalanya, bodohnya Baekhyun lupa untuk menulis jika dia ingin bertanya pada Jongdae. Tentang mobil dan Chanyeol. Setelah membuka mata, dia melupakan segalanya.

***___***

“kami bertemu dengan Baekhyun kemarin sore.”jelas Yixing, dia duduk merapat pada dinding di kamar Kyungsoo.

“Dia tidak mengingat apapun?”selidik Kyungsoo.

“Tidak. Sama sekali.”desahnya putus asa.

“Lalu dimana Chanyeol sekarang?”

“Berlatih bersama Kris. Entah. Sejak pagi, mereka belum kembali.”

“Mungkin sambil mengumpulkan keberanian.”sela Kyungsoo, tersenyum tipis. “Atau mungkin menenangkan diri.”

Yixing mengendikkan bahu, lalu berdiri dan meraih jas putihnya. “Jam istirahatku sudah habis Aku harus kembali ke rumah sakit.”

“Hey, tunggu.” Kyungsoo menahan lengan Yixing. Pria berlesung pipi itu menatapnya dengan kening berkerut.

“Kenapa?”

“Bisakah kau menolongku? Aku punya sebuah rencana.”

***___***

“Kau yakin akan melakukannya?”tanya Yixing ragu, dia menatap Kyungsoo dengan ketakutan.

Namun, pria mungil itu mengangguk mantap, “kenapa tidak? Berdoa saja semoga polisi tidak mengetahuinya.”

Yixing berdecak, lalu geleng-geleng kepala, “ini namanya penculikan.”

“Penculikan apanya, dia bukan anak di bawah umur.”cibir Kyungsoo, kemudian ia membuka pagar rumah Baekhyun dan bergegas menuju pintu. Byul tidak melakukan apapun, karena dia telah mengenal mereka, Yixing mengajaknya bermain sedangkan Kyungsoo menekan bel.

Dari dalam, Baekhyun merutuk kesal karena dia harus kembali turun ke lantai satu untuk membuka pintu. Jika saja bisa, dia ingin berteriak dan mempersilakan tamunya masuk. Lagipula, siapa lagi yang datang selarut ini? Jongdae lagi?

Tergopoh-gopoh menuruni anak-anak tangga, Baekhyun berjalan dengan hati-hati. Menggunakan semua benda yang bisa ia jangkau sebagai pegangannya.

Saat dia membuka pintu, keningnya berkerut melihat dua orang pria asing berdiri dibalik pintunya. Dia pikir, dia tidak mengenal mereka berdua –walaupun kemarin Baekhyun bertemu dengan Yixing di rumah sakit –

“Maaf, kalian siapa?”

Kyungsoo tersenyum, “kami mempunyai urusan denganmu. Sebaiknya kau ikut kami.”

BLEP

Sekuat tenaga Kyungsoo membekap mulut Baekhyun dan menyeretnya keluar. Yixing membantunya, menahan kedua tangan Baekhyun yang terus berontak. Mulutnya terus berteriak namun Kyungsoo membekapnya dengan kuat. Hanya terdengar erangan samar, yang mereka jamin tidak akan didengar oleh tetangga.

Yixing mengambil alih kemudi dan Kyungsoo mendorong tubuh Baekhyun masuk di kursi belakang. Kakinya yang terluka membuatnya semakin tidak berdaya sama sekali, padahal dua orang yang menangkapnya tidak lebih besar darinya.

“Hey! Siapa kalian?!”teriaknya setelah mobil bergerak. “Kalian penculik?!”

“Kau pikir siapa dirimu hingga harus kami culik?”cibir Kyungsoo.

Didepan, Yixing melihar Baekhyun dari kaca, “maaf Baekhyun. Kami harus melakukannya.”Serunya menyesal. “Aku Yixing dan dia adalah Kyungsoo. Kami tidak akan menyakitimu.”

“Tidak menyakitiku kau bilang? Kalian membuat kakiku hampir patah!”

“Jangan berlebihan.”sela Kyungsoo, menatap Baekhyun malas. “Sudah ku bilang, aku punya urusan denganmu.”

“Urusan apa? Aku penderita amnesia Anterograde. Aku tidak bisa mengingat apapun.”ketus Baekhyun masih kesal.

“Kami adalah temanmu.”

“Bagaimana aku bisa tau? Aku tidak mengingat kalian. Lagipula, bagaimana bisa aku percaya kalian adalah temanku jika perlakuan kalian terhadapku seperti tadi?”

“Kami terpaksa melakukannya karena takut kau tidak mau ikut.”jelas Yixing. “Maafkan kami.”

Baekhyun hanya diam. Dongkol. Dia menatap keluar jendela tanpa memperdulikan permintaan maaf Yixing.

“Apa Chanyeol dan Kris sudah sampai?”

Yixing mengangguk, “Pertandingan akan di mulai sebentar lagi. Kita harus cepat.”

Baekhyun bereaksi, “pertandingan apa yang sedang kalian bicarakan? Kita mau pergi kemana?”

Yixing menoleh ke belakang bersama dengan helaan napasnya, mobilnya berhenti karena lampu lalu lintas sedang berada di warna merah. Dari dalam saku celananya, ia memberikan sebuah gumpalan kertas pada Baekhyun. Baekhyun membukanya, keningnya berkerut, menyadari itu adalah tulisannya sendiri.

“Kau tidak boleh melupakan Park Chanyeol.”

***___***

Keramaian terbentuk di sisi-sisi jalan, banyak orang berkumpul untuk mengikuti pertandingan atau hanya sekedar menyemangati. Myungsoo hadir, di sisi kanan, bersama teman-temannya namun dia terlihat tidak terlalu berbaur.

Dia hanya duduk diam di dalam mobilnya, memperhatikan sekitar. Seorang pria datang menghampirinya dan mengetuk kaca jendelanya. Pria tampan itu menurunkan kacanya dan menatap pria yang menghampirinya dengan wajah serius.

“Bagaimana?”

“Dia selamat, bos. Hanya terkilir.”

“Bodoh!”desisnya dingin, menaikkan kaca jendelanya.

“Baiklah, aku akan memanggil nama-nama peserta yang telah mendaftarkan diri untuk mengikuti pertandingan uji coba ini. Pemenangnya akan mengikuti pelatihan dan mewakili Korea dalam pertandingan F1 Internasional di Jepang tahun depan.” Laki-laki bertubuh kekar yang bertugas sebagai MC bersuara.

Dia mulai menyebutkan beberapa nama, dan meminta orang-orang yang ia panggil memarkirkan kendaraan mereka di arena.

“Byun Baekhyun.”

Myungsoo tersenyum sinis di dalam mobilnya saat mendengar nama Baekhyun disebut. Sejak tadi dia tidak melihat priaitu, walaupun hanya terkilir, dia yakin Baekhyun tidak akan datang. Bukankah dia adalah pengecut yang bahkan baru bisa menyetir mobilnya sendiri.

Namun beberapa saat kemudian, tepat dihadapannya, Myungsoo melihat sebuah mobil berwarna biru dengan angka 13 muncul dari balik kerumunan orang-orang. Myungsoo tidak menyangka jika Baekhyun cukup mempunyai nyali melawannya.

Beberapa saat kemudian setelah dia melihat baik-baik siapa yang duduk dibalik kursi kemudi, seketika tubuhnya membeku. Dia terperangah hebat.

Pria itu… dia bukan Baekhyun.

Seseorang yang sedang mengendarai mobil biru itu, tanpa gentar membalas tatapan mata Myungsoo yang tertancap lurus-lurus padanya. Dia keluar dari mobil dan membuat semua orang ikut terkejut melihat kemunculannya.

Chanyeol berdiri tegak, kepalanya tidak lagi tertunduk dan keberaniannya kini terkumpul.

“Lawanmu adalah aku… Kim Myungsoo.”

TBC

 

 

39 thoughts on “FF: Ghost Rider (Part 18)

  1. liu mei rin berkata:

    huaaaa…. tambah greget….
    gimana itu reaksi baekhyun pas liat pertandingan? apalagi reaksi myungsoo pas liat chanyeol wuihhh… makin seru…
    lanjut ya thor ditunggu!!! wkwkwk

  2. Amelia berkata:

    hwa.. myungsoo tandingnya sama chanyeol ..
    chan ayo menangin pertandingannya..
    ooo.. jadi yang nabrak baekhyun itu orang suruhannya myungsoo.. jahatnya..
    apa tujuan kyungsoo sama yixing mbawa baekhyun ???

  3. ElizElfishy berkata:

    Yixing dan Kyungsoo apa yg kau lakukan pada Baekhyun ha? Mungkin kalian ingin mengajak Baekhyun menonton pertandingan itu kan….🙂

  4. Fitri MY berkata:

    Huaaaaaa….. ga tahan pingin lanjutannya…..
    Haha Myungsoo pasti sock kalo lawannya Chanyeol, tp gimana kalo Chanyeol bertemu Baekhyun?? apa akan membuat semangat atau sebaliknya??? penasaran banget….
    Ditnggu lanjutannya

  5. Tiikaa berkata:

    Myungsoo jahat bnget sih. Dia to yg nyelakain baekhyun. Dia itu kok senengnya main curang..
    Itu kyungsoo sma yixing mau bwa baekhyun kmna? Ke pertandingan kah ?
    Ff nya makin bikin penasarannn

  6. GD berkata:

    Nahloh myungsoo lawanku chanyeol loh..
    Tapi baekhyun kok dibawa kesana? Mau diapain? Sekoga aja baek cepet inget semuanya ditunggu ya next
    Chanchan menangin pertandingannya!

  7. chanyeollove berkata:

    paraaaaaaahhhh serunya pecaaaahhhh wkwkwk gregetan ama si baekhyun tiap hari ilang ilangan ingatannya/? wakakak

    lanjut terus ya thor!!!

  8. winniejjkyu berkata:

    myungsoo pengen nyeburin dia ke laut aj. jahat bngt sich. licik dan pengen nyelakain baekhyu, hissss.
    baekhyun gmn reaksinya nanti setelah da dipertandingan.. n kelanjutan ff nich bener2 bikin galau n ga sabar…
    daebak buat author oh mi ja emang ffnya keren n selalu bikin penarasan tingkat dewa.

  9. briesies13 berkata:

    eon pertama2 aku mau minta maaf bru komen, aku bru pnya akun (*^^*) #shy
    salam kenal yaaa eonnie, ff mu emg daebaaaakk deh, ghost rider is one of my favorite. ff eonnie kereeeen semuuuua. next chap ditunggu yaaa

  10. baekyeol berkata:

    jadi jadi jadi, baekhyun mo liat pertandingan #AlayModeOn
    tambah special ff ini, emmuachh -3-
    lanjut terus yaa Oh Mi Ja Author-nim, semangat🙂

  11. nina berkata:

    entah kenapa pas baca chap ini kyk eonnie sedang terburu2, dan feel nya kurang😦

    bener dugaan jongdae, yg nyelakain byunbaek itu myungsoo
    uuhh sukanya main curang. sm kyk kejadian chanyeol dlu
    kyyaaaa chanyeol muncul
    dengan semangat pula😀

  12. JungRiYoung berkata:

    Myungsoo….sejahat apapun kamu, aku ga bisa membencimu.. wkwk
    penasaran sama reaksi Baek waktu liat pertandingan itu. Semoga hantu chan menang!

  13. Ade Zeni Anggraeni - Fanfiction Park Jiyeon ♥ EXO berkata:

    Kasian banget baekhyun bener2 lupa segalanya tiap bangun tidur😦

    aaaa~ itu pasti chanyeol, dan baekhyun menuju tempat itu.
    seruuu!
    lanjut ya thor, jangan lama-lama. SEMANGAT🙂

  14. littlecheonsasss berkata:

    TBC kau muncul di waktu yang tidak tepat -_-. Rasanya pengen banget tendang tanda TBC😀.

    Makin greget aja ceritanya, udah mau akhir belun unnie? Semoga ceritanya sebentar lagi tamat, biar gak melenceng dari jalan cerita kayak Tukang Bubur Naik Haji :3 *lha kok jadi nyambung ke sinetron?* biasa unnie, readers gila :3.

    Baekhyun gimana caranya biar bisa sembuh unnie? Pasti ada kan? Kasian banget duo BaekYeol terpisah gini😦.

    Semangat unnie, selesaikan FF ini dengan membuat para readers maupun siders puas!!

  15. ParkJudit berkata:

    Aaaaaaaa~~~~~ Next!!!!!!!!😄
    TBC? Huh, kau mengganggu !
    Gua ga tau eon mau komen apa.
    Daebbbbaaaaakkk!!!!!
    Hwaiting eon.

  16. CEAyoong berkata:

    Hhhhh.. kirain pas baekhyun ngejerewet eh_ teriak maksudnya :v pas lagi tleponan ma jongdae, itu baek sakit kpala trus ingetannya kmbali :v yah mirip kaya ff umumnya😄 wkwk. tapi.. Eh trnyata di serempet mobil =,= ck!
    TBC ngeselin bgt =,=*todong golok ke pala TBC/?* :v
    A-YO! LANJUT! YEAH! YEAH! /? :v

  17. Tridha Aristantia berkata:

    huaaa lagi tegang2 nya nih, myungsoo pasti kaget bukan kepalang ternyata yeol masih hidup….

    kereeeen bgt crita’a, neomu joa😀

  18. Tridha Aristantia berkata:

    huaaa lagi tegang2 nya nih, myungsoo pasti kaget bukan kepalang ternyata yeol masih hidup….

    kereeeen bgt crita’a, neomu joa😀.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s