You’re My Everything [2/2]

youre-my-everything-cover

Author : Minrin (http://everlastingfiction.wordpress.com)

 

Judul: You’re My Everything Chapter

 

Main Cast :

Choi Sulli (f(x))

Cho Kyuhyun (SJ)

Oh Sehun (EXO-K)

Byun Baekhyun (EXO-K)

 

Support Cast :

Xi LuHan (EXO-M)

Kim Jonghyun (SHINee)

Suzy (Miss A)

Seohyun (GG)

 

Genre : Romance, Sad, Friendship

 

Rating : PG 13

 

Length : Twoshoot

 

A.N : Annyeong Readers, Please Read, Like and Comment it!

Enjoy ^^

***

Chapter2

“Lalu kenapa oppa tidak mencoba menjelaskannya sejak awal kita bertemu kembali?” oppa? Kenapa aku kembali memanggilnya oppa?

 

Dia tersenyum. “Gomawo sudah memanggilku dengan panggilan itu lagi. Aku begitu merindukannya. Bagaimana aku mau menjelaskannya kalau kalian selalu menghindariku?”

 

“Kami tidak menghindarimu. Kau yang sibuk dengan geng-mu itu dan… berpacaran tentunya.”

 

Dia menatapku heran.

 

“Siapa yang kau maksud?”

 

“Tentu saja oppa.”

 

“Aku tidak punya yeojachingu.”

 

“Lalu tempo hari yang bermesraan dengan oppa siapa?”

 

“Suzy noona maksudmu? Dia yeojachingu Sehun.”

 

“Sehun sunbae?”

 

“Hmmm… Wae? Kau menyukai Sehun?”

 

Aku menunduk. Mukaku pasti memerah sekarang.

 

“Hahahaha… Lihatlah wajahmu sekarang. Kau benar-benar menyukainya?”

 

“Aniyo! Aku hanya mengidolakannya. Berhenti menertawakanku!”

 

Tiba-tiba tawa Baekhyun oppa berhenti dan ia melihat ke depan dimana seorang namja sedang berdiri di depan mobilnya. Kyuhyun.

 

Aku dan Baekhyun oppa langsung turun dari mobil. Kyuhyun menatap tajam kami berdua.

 

“Apa yang kalian bicarakan?” tanyanya.

 

“Masuklah ke rumahku. Kita bicarakan baik-baik.” Ucapku.

 

***

“Biar bagaimanapun kau salah hyung. Kenapa tidak menjelaskannya dari awal?” Kyuhyun mulai mengintrogasi Baekhyun oppa.

 

“Arraseo. Aku memang salah sejak awal. Tapi kalian tetap memaafkanku kan?”

 

“Hmmm. Mau bagaimana lagi? Baik-mmmpphhh!” kututup mulut Sehun sebelum ia menyelesaikan perkataanya.

 

“Ada syaratnya!” lanjutku.

 

“Mwoya?”

 

“Kenalkan aku dengan Sehun sunbae?”

 

DUGH.. DUGH…

 

“AAWWWW… APPO!!!” mereka berdua menjitakku di saat yang bersamaan. Sial! Mereka kembali bersatu setelah bertahun-tahun berpisah.

 

***

Kyuhyun POV

 

Kami kembali seperti semula. Aku, Sulli, dan Baekhyun hyung. Aku senang dengan keadaan ini. Tapi… aku merasa aneh dengan sikap Baekhyun hyung terhadap Sulli sekarang. Dia seperti tidak lagi menganggap Sulli sebagai sekedar dongsaeng. Dia memperlakukan Sulli seperti seorang yeoja. Maksudku bukan menganggap Sulli bukan yeoja selama ini, maksudku adalah sepertinya Baekhyun hyung menyukai Sulli.

 

Setiap hari Baekhyun hyung datang ke kelas kami lalu mengajak kami bergabung dengan geng Flower Boy-nya itu. Ya, sekarang kami cukup dekat dengan sunbae-deul yang di anggap elit ini. Sulli juga sekarang dengan leluasa memandang idolanya dengan jarak dekat.

 

“Kau mau makan apa Sulli-ah?” Tanya Baekhyun hyung. Sulli menggeleng.

 

“Kau bahkan tidak sarapan tadi pagi.” Lanjutku.

 

“Ani. Aku masih kenyang oppa.”

 

“Kenapa tidak makan?” Tanya LuHan hyung.

 

“Nanti kau sakit.” Lanjut Sehun hyung.

 

“Ini. Aku bawakan sandwitch buatan chef Kim Jonghyun!” seru Jjong hyung.

 

Sulli sudah seperti bayi dengan 5 babysitter disekelilingnya sekarang.

 

***

Aku semakin tidak suka dengan keadaan ini. Sulli semakin jauh kujangkau sekarang. Jangankan berangkat bersama, tiap malam yang dilakukannya hanya bertelefon dengan Baekhyun hyung saja. Kami hanya bertemu di sekolah. Berangkat dan pulang sekolah, dia selalu bersama Baekhyun hyung. Aku memang tidak tahan melihat itu semua, tapi senyuman Sulli yang muncul saat ia bersama Baekhyun hyung selalu mengurungkan niatku untuk memisahkan mereka. Bagiku, senyumannya sangatlah berharga. Senyuman yang selama 8 tahun belakangan ini jarang ditunjukkannya.

 

***

“Aku menyukai Sulli.” Ucapnya datar.

 

 

 

 

Aku sudah tahu ini akan terjadi, tapi mengapa aku masih terkejut dengan pengakuan Baekhyun hyung barusan?

 

“Otthe?” tanyanya.

 

“Otthe mwo?” aku balik bertanya.

 

“Tanggapanmu. Bagaimana jika aku menyatakan perasaanku pada Sulli?”

 

“Itu terserah hyung.”

 

“Neo…gwaenchana?”

 

“Gwaenchana, hyung. Waeyo? Lakukan apa yang menurut hyung tepat.”

 

“Bukankah kau juga menyukainya?”

 

DEG. Dalam waktu 5 menit namja di depanku ini sudah membuat jantungku berhenti berdetak 2 kali.

 

“Mwo..Mwoya?” aku menggaruk leherku yang sama sekali tidak gatal untuk menutupi kegugupanku.

 

“Sulli sahabatku. Mana mungkin aku menyukainya? Terserah hyung mau menyatakan perasaanmu atau tidak.” Lanjutku.

 

“Jeongmalyo?” tanyanya dengan mata berbinar-binar. Dia terlihat begitu gembira.

 

Aku hanya mengangguk. “Aku harus pergi hyung. Annyeong.”

 

***

Sulli POV

 

Ini hanya perasaanku atau memang Kyuhyun sekarang menghindariku? Sekarang setiap hari aku berangkat dan pulang sekolah bersama Baekhyun oppa. Aku ingin sekali berangkat bersama Kyuhyun lagi tapi aku tidak enak harus menolak Baekhyun oppa yang setiap hari menjemputku, apalagi rumahnya yang sekarang cukup jauh dari rumahku.

 

Aku sedang duduk di depan kelas sambil mendengarkan lagu dari headphone yang bertengger di kepalaku. Tiba-tiba kurasakan ada yang melepas headphoneku. Aku mendongak dan disambut dengan senyum Baekhyun oppa. Dia menarikku untuk berdiri. Semua murid yang berada dilorong itu langsung menatap ke arah kami begitu Baekhyun oppa mulai berlutut di hadapanku.

 

“Choi Sulli. Bersediakah kau menjadi yeojachinguku?” Tanya Baekhyun oppa.

 

“MWO?” teriak para murid. Ini memang kejadian langka setelah Sehun oppa membawa yeojachingunya kemari. Seorang Ice Prince, Byun Baekhyun menyatakan cintanya di depan umum pada seorang yeoja. Dan yeoja itu, AKU!

 

“Mmmm.” Aku bingung harus menjawab apa. Tunggu! Bukankah ini yang kuinginkan? Kyuhyun. Kyuhyun! Kenapa dia tiba-tiba muncul di kepalaku? Dimana dia sekarang? Mataku berkeliling untuk mencarinya.

 

Dia di sana. Di depan pintu kelas, tepat di belakang Baekhyun oppa. Dia menatap kami berdua, atau lebih tepatnya tangan kami berdua yang masih saling berpegangan. Aku menatap mata Kyuhyun. Tersirat kesedihan di sana. Kenapa dia menatap kami dengan tatapan seperti itu?

 

“Oppa benar-benar mencintaiku?” tanyaku pada Baekhyun oppa dengan mata masih tertuju pada Kyuhyun. Tidak ada reaksi dengan wajah Kyuhyun. Dia tidak bergerak sama sekali.

 

“Tentu saja Sulli-ah.” Jawab Baekhyun oppa.

 

“Geurae. Aku bersedia.” Lanjutku lalu mengalihkan pandanganku ke mata Baekhyun oppa. Dia terlihat begitu senang dan langsung memelukku.

 

“WOOAAAHHH!!!” heboh para murid.

 

“Gomawo. Gomawo Sulli-ah.”

 

Kutatap tempat Kyuhyun berdiri tadi, dia sudah menghilang. Ada yang aneh dengannya akhir-akhir ini. Harusnya aku senang karena Baekhyun oppa memiliki perasaan yang sama denganku.Tapi tanpa sadar air mataku jatuh saat sadar Kyuhyun sudah menghilang dan air mataku menetes ke pundak Baekhyun oppa. Kurasa dia merasakannya dan langsung melepas pelukannya.

 

“Uljima.” Ucapnya sambil tersenyum lembut.

 

Dia pasti mengira ini air mata haru. Geundae… aku sendiri juga tidak tahu kenapa aku menangis.

 

***

1 bulan. 1 bulan sudah hubunganku dengan Baekhyun oppa. Sejauh ini semua berjalan lancar kecuali kalau Baekhyun oppa mulai berkomentar dengan penampilanku. Aku tahu yeoja idamannya adalah yeoja manis yang feminim, sedangkan aku? Ah, tidak usah dibahas. Aku selalu membenci Baekhyun oppa di saat seperti itu.

 

Tapi ada yang aneh denganku. Setiap kali keluar dengan Baekhyun oppa, kenapa otakku selalu memikirkan Kyuhyun?

 

Jinjja! Molla! Hari ini anniversary kami. Berlebihan ya? Memang. Aku sudah bilang pada Baekhyun oppa untuk tidak merayakannya. Tapi dia tetap ngotot untuk merayakannya. Dan di sinilah aku sekarang. Lotte World.

 

“Oppa kita mau kemana lagi?” tanyaku saat dia menarik tanganku.

 

“Kita harus naik wahana itu Chagi.”

 

“Tapi oppa aku…” kata-kataku berhenti saat mataku melihat sosok namja yang begitu kukenal. Kyuhyun. Dan wanita itu lagi?

 

Wanita itu sudah seminggu ini selalu ada dimana Kyuhyun berada. Apa dia yeojachingu Kyuhyun? Kenapa dia tidak menceritakannya padaku? Nado molla. Lihat saja gaya yeoja itu! Aish! Persis seperti anak kecil. Sepertinya dia sangat manja dan menyebalkan. Tidak cocok dengan Kyuhyun. Kulihat sekarang dia merengek sambil menarik lengan Kyuhyun. Mungkin Kyuhyun masih sibuk dengan yeoja itu sampai tidak menyadari aku dan Baekhyun oppa ada di depannya sebelum Baekhyun oppa memanggilnya.

 

“Kyuhyun!” sapa Baekhyun oppa.

 

Dia mulai mendongak dan tersenyum tipis.

 

“Oh hyung annyeong. Sulli-ah annyeong.” Dia benar-benar menyebalkan. Dia menyapaku tapi tidak melihat ke arahku. Apa sebegitu takutnya dia pada yeojachingunya?

 

“Hmmm.” Aku sedikit menarik ujung bibirku untuk tersenyum.

 

“Nugu? Neoui yeojachingu?” Tanya Baekhyun oppa pada Kyuhyun sambil melirik yeoja di sebelahnya.

 

“Apa dia yang op-mmmmppph.” yeoja itu menghadap Kyuhyun dan langsung dibekap mulutnya oleh Kyuhyun. Kyuhyun hanya tersenyum. Jadi benar dia yeojachingu Kyuhyun.

 

“Perkenalkan dia Seohyun.” Sambung Kyuhyun.

 

“Annyeong. Seohyun imnida.” Gadis itu menunduk.

 

“Byun Baekhyun imnida.”

 

“Choi Sulli imnida.”

 

***

Kyuhyun POV

 

“Apa benar yeoja itu oppa?” Tanya Seohyun setelah aku membawanya menjauh dari Sulli dan Baekhyun hyung.

 

“Ne.”

 

“Cantik. Tapi apakah namja bernama Baekhyun itu namjachingunya?”

 

“Ne.”

 

“Tampan. Sangat serasi dengan Sulli eonni.” Anak kecil ini semakin menambah kekesalanku hari ini.

 

“Geundae… ekspresi Sulli eonni tadi tidak menunjukkan bahwa dia nyaman berada di samping namja itu.” Lanjutnya.

 

“Apa yang kau mengerti anak kecil? Kau sudah puas bemain. Kajja. Kita pulang.”

 

“Aish! Aku masih ingin bermain, oppa. Dan jangan memanggilku anak kecil!” aku tertawa melihat kelakuan yeoja di sampingku.

 

***

Baekhyun POV

 

Choi Sulli. Aku berhasil memilikinya. Akhirnya tercapai juga impianku selama ini untuk memilikinya. Tapi ada yang aneh dengan hubungan ini. Aku memang memilikinya tapi aku tidak bisa memiliki hatinya. Setiap kali pergi bersamaku yang dilakukannya hanya melamun saja. Bahkan itu sudah terjadi sejak hari pertama kami berpacaran.

 

Keadaannya semakin parah sejak kami bertemu dengan Kyuhyun di Lotte World tempo hari. Aku tahu apa yang dirasakannya. Dia tidak mencintaiku. Dia mencintai namja yang disebutnya sebagai ‘Malaikat tak Bersayap’ untuknya, Cho Kyuhyun.

 

Aku akan berusaha untuk menghilangkan perasaannya pada Kyuhyun itu dan mengajarinya untuk mencintaiku. Aku akan berusaha.

 

***

Sulli POV

 

2 bulan. Aku bisa bertahan dengan Baekhyun oppa selama 2 bulan. Bukankah itu hebat? Dan kali ini Baekhyun oppa kembali memaksaku untuk merayakannya. Kali ini benar-benar berlebihan. Dia mengirimiku sebuah gaun berwarna hitam yang menurutku lumayan cantik. Tapi aku benar-benar benci memakai gaun. Aku hanya akan memakai gaun di pernikahanku kelak!

 

Tapi sepertinya Baekhyun oppa sangat ingin melihatku memakai gaun hingga dia mengutus Suzy eonni untuk datang ke rumahku dan mendandaniku. Aku tidak bisa mengelak lagi jika sudah Suzy eonni yang memaksa.

 

“Ja. Selesai. Neomu yeppeuda.” Ucapnya sambil memutar-mutar badanku.

 

Tanganku baru saja akan mengambil sneakers kesayanganku kalau saja Suzy eonni tidak menyambarnya lebih dulu.

 

“Ani. Kau tidak boleh memakai ini. Kau harus pakai ini.” Katanya sambil mengangkat high heels hitam dan berkilauan dengan tangannya.

 

“Eonni! Sudah cukup aku memakai gaun ini dan berdandan. Aku tidak mau memakai itu!”

 

“Jangan meengecewakan namja yang mencintaimu Sulli-ah.” Ucapnya sambil menunduk dan memakaikan high heels itu.

 

“Perfect! Sekarang turunlah. Sudah ada mobil yang akan mengantarmu.”

 

***

Kyuhyun POV

 

“Yeoboseyo.” Siapa yang menelfonku di satnite seperti ini?

 

“Ne?” ucapku agar lawan bicaraku mengulangi perkataannya tadi. Apa aku tidak salah dengar?

 

“Eodiseo?”

 

“Arraseo.”kututup flip ponselku dan bergegas menyambar jaket serta kunci mobil appa.

 

Mwo? Sulli mabuk? Ini masih pukul 7 malam. Apa orang yang menelfonku tadi tidak sedang bercanda? Aku bahkan tidak menanyakan siapa penelfon tadi. Aku tidak akan bisa berfikir jika ada sesuatu yang menyangkut Sulli.

 

***

Aku segera berlari ke dalam restoran itu. Sepi. Tidak ada pengunjung satu orangpun. Mataku masih berkeliling mencari keberadaan Sulli. Kudengar suara langkah kaki di belakangku. Aku menoleh dan yang sekarang kulihat… Nuguya?

 

Gadis cantik bergaun hitam itu semakin mendekatiku. Wajahnya terasa familiar tapi siapa?

 

“Kyuhyun…” ucapnya. Dia tahu namaku?

 

“Nuguji?”

 

***

Baekhyun POV

 

“Kau teman yeoja bernama Choi Sulli ini? Dia mabuk sekarang. Bisakah kau menjemputnya?” kudengar Jjong berbicara lewat ponselnya.

 

“Aku serius. Dia mabuk berat sekarang.” Lanjutnya.

 

“Restoran La Sferna. Kuharap kau-” perkataanya terputus membuatku memandang ke arahnya.

 

“Wae?” tanyaku.

 

“Molla. Dia memutuskan sambungannya. Dia bahkan tidak menanyakan siapa aku.” Sahut Jjong.

 

“Kau yakin dengan keputusanmu Baekhyun-ah?” Tanya LuHan.

 

“Apalagi yang bisa kulakukan?” aku kembali bertanya.

 

“Bukankah ini malah menyakitkan untukmu?” lanjut Sehun.

 

“Ini yang terbaik untuknya dan… untukku.” Jawabku.

 

“Kau hebat Baekhyun.” Ucap Suzy noona.

 

“Gomawo sudah membantuku noona. Kalian juga, jeongmal gomawo.” Sambungku.

 

Aku menyerah. Tidak ada lagi yang bisa diharapkan dari hati seorang Choi Sulli. Aku benar-benar tidak bisa menjangkaunya. Dia sudah menutup rapat pintu hatinya untuk namja lain selain Kyuhyun. Kuharap ini keputusan terbaikku. Semoga kalian bahagia.

 

***

Sulli POV

 

Mobil yang kutumpangi berhenti di sebuah restoran Italy. Aku mulai memasuki restoran tersebut. Sepi. Pasti Baekhyun oppa yang menyiapkan semua ini.

 

Di sana berdiri seorang namja yang sepertinya sedang mencari seseorang. Kenapa Baekhyun oppa memakai pakaian sesantai itu? Lalu kenapa dia memberiku gaun? Aku berjalan mendekatinya. Dia berbalik.

 

“Kyuhyun…”

 

“Nuguji?” sahutnya.

 

Apa dia benar-benar sudah melupakan temannya yang satu ini?

 

“Kau tidak mengenaliku?”

 

“Sulli…”

 

“Kukira kau sudah melupakanku.”

 

“Gwaenchana?” tanyanya.

 

“Gwaenchana mwo?” aku balik bertanya.

 

Baru saja dia akan menyahut sebelum dia meraih ponselnya. Sepertinya dia baru saja mendapat pesan. Kurasakan ponselkupun bergetar. Sebuah pesan

 

From: Baekhyun oppa

 

Aku menyerah. Kejarlah cintamu Sulli-ah. Tapi ijinkan aku bersenang-senang sedikit. Biarkan aku yang mengatakan ini. Choi Sulli kita putus.

 

 

Pesan yang cukup mengagetkan untukku. Tapi anehnya kenapa aku tidak merasakan apa-apa? Belum sempat aku membalas pesan Baekhyun oppa, Kyuhyun sudah menarikku keluar restoran.

 

“Kyuhyun pelan-pelan. Aku memakai high heels.” Dia tidak menghiraukanku dan semakin menarikku menuju ke mobilnya.

 

***

Kyuhyun POV

 

Gomawo hyung. Jeongmal gomawo. Aku tidak akan menyia-nyiakan kesempatan ini. Aku membawa mobilku kearah pantai.

 

“Kita mau kemana?” tanyanya.

 

“Diamlah.”

 

Setelah sampai aku langsung keluar dan duduk di kap mobil. Dia mengikutiku dan duduk di sampingku.

 

“Kenapa membawaku kemari? Kau tidak lihat bagaimana pakaianku? Ini sangat tidak cocok.” Omelnya.

 

“Kau bukan Choi Sulli.” Ujarku sambil melepas high heels dari kakinya.

 

“Choi Sulli adalah gadis periang yang cuek bukan pemurung dan feminm seperti ini.” Lanjutku lalu memakaikannya sepatuku.

 

Aku meraih tangan kanannya dimana dia bisaa menggelangkan ikat rambutnya. Kuambil ikat rambut itu lalu mulai menali rambutnya yang digerai sejak tadi.

 

“Choi selalu menali rambutnya dan tidak akan membiarkannya tergerai.” Lanjutku.

 

Kuraih kedua bahunya supaya ia melihat ke arahku.

 

“Dan Choi Sulli tidak akan mengenakan gaun selain di pernikahannya kelak.” Ucapku.

 

Sungguh di luar dugaan. Dia memelukku.

 

“Bogoshipo Kyuhyun-ah.” Kurasakan kemejaku basah. Dia menagis?

 

Kubalas pelukannya. “Nado bogoshipo.”

 

Dia melepaskan pelukannya dan mulai memukul dadaku.

 

“Nappeun! Kau jahat Cho Kyuhyun! Kenapa kau menghindariku selama ini?”

 

Kuraih tangannya supaya ia berhenti memukulku lalu memeluknya lagi.

 

“Wae? Bukankah kau sudah cukup senang dengan Baekhyun hyung di sisimu?”

 

Dia menggeleng.

 

“Kenapa kau tidak senang?”

 

“Molla.” Dia menjawab dengan suara parau.

 

Aku melepas pelukanku tapi tanganku masih berada dipinggangnya.

 

“Kau mencintaiku, uh?” tanyaku.

 

Dia menunduk. “Siapa bilang?” elaknya.

 

“Jeongmalyo?” aku mulai menggelitiknya.

 

“Hahaha.. Hentikan Kyuhyun-ah. Haha…”

 

“Tidak sebelum kau mengakuinya.”

 

“Ya! Hentikan! Haha..”

 

“Ani.”

 

“Geurae! Joahae Cho Kyuhyun!” aku menghentikan aktivitasku.

 

“Hanya suka?”

 

“Eummm. Molla!”

 

“Kalau aku bilang aku mencintaimu apa kau juga akan mencintaiku?”

 

“Kau pikir semudah itu mencintai seseorang?”

 

Aku kembali meraih pinggangnya dengan tangan kiriku. Tanganku yang lain meraih dagunya. Kukecup lembut bibirnya. Hanya sebuah kecupan. Selang beberapa detik kulepas kecupan dan pelukanku. Kulihat dia menunduk.

 

“Apa yang kau rasakan?” tanyaku.

 

“My first kiss…”

 

“Itu juga ciuman pertamaku.”

 

Kami terdiam untuk beberapa saat.

 

“Saranghae.” Ucapku memecah keheningan. Akhirnya kata itu keluar juga dari mulutku.

 

“Kau pikir aku bodoh? Aku tidak akan mau diduakan oleh namja sepertimu.”

 

“Mwo?”

 

“Seohyun. Bukankah dia yeojachingumu?” tawaku meledak setelah ia berbicara lagi.

 

“Kenapa kau tertawa?”

 

“Kau salah paham Sulli-ah.” Lanjutku setelah menghentikan tawaku.

 

“Seohyun itu sepupuku. Dia baru pindah dari Daegu ke komplek sebelah komplek rumah kita. Dia belum hafal jalanan Seoul. Jadi Eomma menyuruhku menemaninya.”

 

Dia menunduk lagi. Sepertinya malu karena dia telah salah paham.

 

“Jadi bagaimana?” tanyaku.

 

“Aku tidak menerima penolakan.” Sambungku dan menariknya kembali ke pelukanku.

 

“Jangan pernah menjadi orang lain. Cukup menjadi Choi Sulli yang kucintai. Itu sudah cukup. Dan jangan pernah melirik namja lain. Apalagi Oh Sehun dan Byun Baekhyun.”

 

“Mwoya? Aturan macam apa itu?” dia mulai bersuara.

 

“Saranghae.” Ucapku mengalihkan perhatian.

 

Kurasakan dia semakin mengeratkan pelukan kami.

 

“Nado Saranghae.”

 

Yah begitulah kisahku. Bersama dengan yeoja yang kucintai. Aku tidak pernah peduli dengan siapa idolanya. Ataupun aku yang selama ini menjadi temannya. Yang terpenting sekarang aku akan tetap menjadi temannya. Teman hidupnya.

END

 

Iklan

One thought on “You’re My Everything [2/2]

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s