You Never Give Me a Chance Part 3

sesulli copy

Nama : @sehuhet
Judul Cerita : You Never Give Me a Chance
Tag : Oh Sehun, Choi Sulli, Kim Jongin, Jung Krystal, and other.
Genre : friendship, romance, sad (maybe)
Catatan Author : cerita ini murni buatan author sendiri, mohon jangan di copas. Dan author mohon maaf kalau ada yang tidak suka dengan castnya, sesungguhnya cerita ini hanya fiktif belaka. Ditunggu komennya juga yaa, makasihh🙂

Happy Reading~

***

Jongin yang berniat mengistirahatkan tubuhnya yang melemah, mengurungkan niatnya ketika tiba-tiba saja ia teringat pada Sulli. Entah perasaan apa yang membuatnya merasakan seperti ini, tapi hal itu menuntunnya untuk keluar dan mencari Sulli.

Dan benar saja, saat ia baru saja membuka pintu kamarnya, Sulli sudah berdiri disana dengan wajah murung, dan tanpa basa basi langsung memeluknya erat. Tanpa mengatakan apapun Jongin hanya bisa balas memeluk Sulli dan membawa gadis itu untuk duduk di kasur. Beruntung Taeyong, teman sekamarnya, sedang keluar mencari persediaan air mineral untuk kamar mereka.

Selama beberapa saat Jongin tidak mengatakan apapun sampai tangis Sulli, hal yang sangat jarang sekali terjadi, mulai mereda. Kalau sudah menangis seperti ini, pastilah ada hal serius yang terjadi. Sulli bukan tipe gadis yang mudah menangis karena alasan kecil.

“hey, ada apa?” tanya Jongin lembut masih tidak melepas pelukannya.

“Jongin-ah… aku lelah..” lirih Sulli. Jongin semakin mengeratkan pelukannya ketika dirasanya tangis Sulli justru semakin deras.

“apa yang membuatmu lelah Sulli-ya?” bisik Jongin lembut seraya mengecup puncak kepala Sulli.

“kapan…kapan hubunganku dengan Krystal bisa kembali seperti dulu. Aku menyayanginya Jongin-ah, aku tidak bisa terus-terusan hidup dengan saudaraku yang membenciku seperti itu”

“aku sudah mengatakan padanya, Taemin bukan lah pria yang baik untuknya. Seharusnya kalau memang sudah memiliki kekasih, Taemin tidak menggoda Krystal sampai membuatnya jatuh hati seperti itu…”

Jongin menghela nafas panjang, “kau tidak pernah mengatakan padaku alasan kenapa krystal tiba-tiba membenci mu Sulli-ya

“aku mengatakan pada Krystal kalau aku menyukai Taemin dan aku akan merebutnya dari Krystal”

“kenapa kau melakukan itu?” Jongin tahu Sulli memiliki alasan yang jelas untuk melakukan hal seperti itu. tidak mungkin Sulli akan tega untuk mengkhianati saudara yang sangat disayanginya itu. Walaupun mereka bukan saudara kandung seperti kakak adik, tapi hubungan mereka sudah sangat dekat sejak mereka masih kecil layaknya kakak adik kandung.

“seperti yang ku bilang tadi, Taemin memiliki kekasih bernama Song Naeun, awalnya saat aku tahu Krystal menyukai Taemin aku dengan suka rela ingin membantunya, tapi begitu aku mengetahui tentang informasi Taemin sudah memiliki kekasih, tentu saja sebagai saudara aku tidak mau kalau sampai Krystal disakiti.” Sulli menghela nafas panjang, perlahan ia melonggarkan pelukannya pada tubuh Jongin dan menyandarkan kepalanya pada bahu Jongin. “oleh sebab itu lah aku bertekad untuk menjauhkan Krystal dengan Taemin. Aku memikirkan cara apa yang akan berhasil, karena kalau aku hanya mengatakan Taemin sudah memiiliki kekasih, Krystal pasti tidak percaya, oleh karena itu aku mengatakan padanya kalau aku juga menyukai Taemin”

Mendengarkan penjelasan Sulli, Jongin hanya bisa mengelus punggung gadis itu. Ada rasa bangga Karena Sulli sudah berani melakukan hal seperti itu yang benar-benar sangat beresiko. Sebagai sahabat, sekarang tugas Jongin lah untuk membantu mengembalikan hubungan Krystal dan Sulli. Melihat Sulli yang bersedih dan menangis seperti ini membuat dada nya sesak. Ia tidak suka melihat adik sekaligus sahabat kesayangannya itu menangis.

gwenchana Sulli-ya, cepat atau lambat Krystal akan mengetahui kebenarannya. Aku janji akan membantumu. sekarang kau kembali ke kamarmu dan istirahat, arraso?

Sulli menjauhkan tubuhnya dari pelukan Jongin dan tersenyum, “ne, gomawo Jongin-ah, saranghae” setelah mengatakan itu Sulli mengecup pipi Jongin dan berjalan keluar dari kamar Jongin.

 

***

 

Sulli membuka pintu kamarnya secara perlahan-lahan, sekarang sudah pukul 11 malam dan ia tidak mau mengganggu Suzy kalau gadis itu sudah tidur. Ia mengintip ke dalam kamar dan benar saja Suzy sudah berbaring dengan selimut menutupi tubuhnya.

“loh Sulli-ya, aku fikir kau akan tidur di kamar lain”

Sulli tersentak kaget ketika mendengar suara Suzy menyapanya. Ia membalikkan tubuhnya dan mendapati gadis itu sudah duduk di kasur dengan selimut turun menutupi pinggangnya.

“um.. ani, aku tidak memiliki tempat untuk tidur selain kamar ini Suzy-ah.” ucapnya tersenyum, “apa aku membangunkanmu?”

ani, aku belum tidur, sejak tadi hanya sibuk mendengarkan lagu” ucap Suzy tersenyum manis, “omong-omong tadi aku melihatmu di bawah bersama Sehun, apa kalian sudah mengenal satu sama lain sebelumnya?”

“oh.. itu. ne, Sehun memaksa untuk membuatkan makanan untukku karena Jongin yang memintanya, dan… tidak, aku baru hari ini bertemud dengannya. wae?” Sulli berjalan menuju kasur dan duduk di samping Suzy. Ia memiringkan kepalanya memperhatikan ekspresi Suzy yang kini terlihat bingung.

“aneh, Sehun bukan tipe pria yang mudah akrab apalagi sampai berbuat baik seperti itu. selama tinggal disini bersama Wu Yifan soesangnim dan anak-anak trainee, aku hanya pernah melihat ia berbicara akrab dengan soesangnim dan Jongin, selebihnya Sehun akan lebih banyak diam dan mengurung diri di kamar”

Sulli mengangkat bahu nya acuh, “mungkin karena aku bukan anak trainee disini? Atau mungkin karena aku sahabat Jongin?”

“entahlah, tapi Sehun sama sekali berbincang dengan seorang gadis dari salah satu trainee disini, untuk sekedar menyapapun tidak, dan kalaupun ada gadis trainee yang menyapa Sehun hanya akan menjawab singkat dengan menganggukkan kepala”

“cih, angkuh,” gumam Sulli tanpa sadar. Saat ia mendongakkan kepalanya menatap Suzy, mulut gadis itu menatapnya seperti tidak percaya. Apa yang salah?

            Dan tanpa disangka-sangka, Suzy justru tertawa keras. “Ya Tuhan! Ini pertama kali nya aku bertemu gadis yang sama sekali tidak tertarik dengan Sehun”

Sulli hanya tersenyum masam, “aku tidak tertarik dengannya,” dan juga calon-calon trainee disini. Lanjutnya dalam hati. Tidak mungkin ia mengatakannya di depan Suzy karena gadis itu akan sakit hati nantinya. Suzy gadis baik-baik, jadi ia tidak mau menyakitinya.

“hampir semua trainee disini ingin sekali bisa dekat dan berbincang dengan Sehun, termasuk aku dan juga saudaramu Krystal, tapi mengingat sifatnya yang sangat dingin dan tertutup itu membuat kami sulit untuk dekat dengannya”

“ah ya ampun, se popular itu Oh Sehun?” tanya Sulli sebisa mungkin tidak menunjukkan wajah tidak suka.

“hmm..” Suzy mengangguk, “aku yakin gadis-gadis trainee disini akan menatapmu iri, aku saja iri padamu bisa berbicara dengan Sehun”

“jangan berlebihan Suzy-ah” Sulli tertawa hambar, “kalau kau ingin tahu, aku dan Sehun sejak tadi hanya beradu argument saja” ia mengangkat bahunya, “Sehun pria yang menyebalkan dan pemaksa, juga cerewet. Aku sampai pusing mendengarnya mengomel terus”

Suzy tersenyum, “tentu saja masih di bilang beruntung karena Sehun sampai memasakkan mu makanan”

aisshh… sudahlah Suzy­-ah, lebih baik kita tidur daripada harus membicarakan Sehun. bisa besar kepalanya nantinya pria itu” ucap Sulli lalu berbaring di sebelah Suzy dan menarik selimut. “jaljayo Suzy-ah

 

***

 

“Sulli-ya, irrona… Sulli-ya”

            Sulli menggeliatkan tubuhnya sebelum berbalik memunggungi Suzy.

yak! Sulli-ya, irrona… kita sarapan bersama” Suzy masih mencoba membangunkan Sulli.

“eengghh…. Kau makan saja duluan Suzy-ah, aku akan sarapan di kampus” gumam Sulli yang masih memejamkan matanya.

mian Suzy-ah, aku harus memasuki kamarmu”

“ahh ne, gwenchana Jongin-ah

YAK! CHOI SULLI, IRRONA!” teriak Jongin. Dengan kasar ia menarik lengan Sulli dan memaksanya untuk duduk. “irrona Sulli-ya, kita sarapan bersama”

“aku bisa sarapan di kampus” gumam Sulli masih belum memejamkan matanya, ia sudah ingin membaringkan kembali tubuhnya kalau saja tangannya tidak di tarik untuk berdiri dan otomatis membuatnya terbangun.

Merasa kelas karena jam tidur nya di ganggu, Sulli memberenggut. “aku sudah bilang–”

“cuci muka dan sikat gigi sekarang, aku tunggu disini. palli!

Setengah sadar, Sulli menuruti ucapan Jongin untuk berjalan ke kamar mandi. 15 menit kemudian, ia kembali ke kamar dan mendapat Jongin masih disana sedang duduk di atas kasurnya menatapnya dengan tatapan tajam.

ne…ne… ayo kita sarapan.” Sahut Sulli malas dan berjalan mendahului Jongin keluar kamar.

Saat di ruang makan, ternyata sudah hampir semua anggota trainee duduk disana menunggu sarapan yang sedang di buatkan Sehun dan Wu Yifan. Melihat sepertinya tempat di meja makan sudah penuh, Sulli menggaruk kepalanya dan memilih untuk berdiri saja.

“Sulli-ya, kau duduk di tempatku saja”

Sulli mendongakkan kepalanya menatap Sehun yang sedang menaruh makanan di atas meja. Sebelah alisnya terangkat, “wae? Gwenchana, kau makan saja, aku akan kembali ke kamar dan bersiap-siap ke kampus.”

Baru saja Sulli akan membalikkan tubuhnya, lengannya sudah di tahan dan mau tidak mau ia menoleh untuk melihat siapa yang menahannya. Kedua matanya menyipit melihat Sehun yang juga sedang menatapnya.

“duduk.” Perintahnya

shireo!” Sulli bersikeras, “aku bisa sarapan di kampus, semalam aku sudah sangat merepotkan mu jadi–”

“duduk!”

“Sulli-ya, duduklah, Sehun bisa makan di bangku ku,”

Sulli menoleh menatap Wu Yifan, “tapi soesangnim, bagaimana denganmu?”

Wuyifan tersenyum, “gwenchana, aku tidak biasa sarapan. Biasanya, setelah menyiapkan makanan aku hanya akan duduk memperhatikan mereka makan”

Karena sudah Wu Yifan yang turun tangan untuk menyuruhnya ikut sarapan bersama. Mau tidak mau Sulli harus menurutinya karena sangat tidak sopan kalau ia membantah.

“makan ini,”

Sulli memejamkan matanya untuk menahan rasa kesalnya ketika Sehun meletakan sarapannya di depannya dengan seperti menggebrak. Dengan tatapan penuh kesal, ia mendongakkan kepalanya menatap Sehun.

wae?” tanya Sehun dengan wajah sok polos nya.

Susah payah menahan emosi nya, Sulli menganggukkan kepalanya dan menjawab, “ani” setelah itu mulai melahap sarapannya. Tenang saja Sulli-ah, ini hanya untuk satu hari ini. besok eumma pulang dan ia pun juga akan kembali kerumahnya….

            “Sulli-ya

Sulli menoleh dan melihat Jongin muncul dari arah tangga. sejak kapan Jongin menghilang?

            “hm?”

“Sooyoung eumma barusan menelfon, katanya ia tidak bisa pulang hari ini, eumma akan pulang sampai senin nanti, jadi tiga hari kedepan kau akan disini”

Semangat Sulli langsung runtuh saat itu juga. Berharap bisa menjauh dari Oh Sehun hari ini, justru ia harus menghabiskan waktu bertemu Oh Sehun selama tiga hari kedepan. Satu-satu nya harapan adalah ia berharap kalau Sehun mendapatkan job sehingga tidak perlu berada dirumah selama tiga hari.

“kenapa wajah mu terlihat tidak senang harus tinggal disini lebih lama?”

“karena aku harus bertemu dengan mu lagi” ketus Sulli pada Sehun.

wae? Kau harusnya senang karena bisa tinggal bersama calon ido–”

“Sulli-ya, cepat habiskan sarapanmu dan aku akan mengantarmu ke kampus” potong Jongin cepat. Sulli tahu maksud Jongin melakukan itu adalah supaya tidak membuat Sehun membahas tentang bagaimana sombongnya ia yang sebentar lagi akan menjadi idol.

Haha, tidak tahu saja pria itu kalau Sulli sangat membenci para idol.

Dan tanpa membantah atau mengatakan papun lagi, Sulli hanya melahap sarapannya dan meghabiskannya setelah itu berangkat ke kampus bersama Jongin.

 

***

 

“Sulli-ya, minahe, sepertinya hari ini kau harus berangkat ke kampus bersama Sehun. Kebetulan kalian satu kampus karena Sehun baru saja pindah”

Sulli yang sedang memeriksa penampilannya di kaca sontak menoleh pada Jongin yang kini berdiri diambang pintu kamarnya. “MWO?! Shireo! Kau kan sudah janji mau mengantarku!”

soesangnim memintaku untuk menggantikannya mengajar anak-anak murid yang les dengannya.”

Sulli masih cemberut, “yasudah kalau kau tidak bisa mengantarku, aku bisa naik bus atau taksi. gwenchana” ucapnya lalu kembali mematut dirinya di depan cermin.

yak! Sulli-ya, kau hanya perlu duduk di kursi penumpang sampai kampus apa itu sulit untukmu?” Jongin mulai geram.

Dari kaca Sulli melirik Jongin, ia bisa melihat sepertinya sahabatnya itu mulai emosi dilihat bagaimana wajah Jongin yang mulai menegang dan serius. Mencoba untuk tidak peduli, Sulli memeriksa riasan matanya, “kau tahu aku Jongin-ah

“hanya untuk hari ini, okey? Nanti aku saat pulang aku yang akan menjemputmu”

“aku tidak percaya, sekali nya aku ikut dengan Sehun, saat pulang nanti pria itu pasti akan memaksa ku untuk ikut pulang bersamanya”

“tidak akan, aku janji aku yang akan menjemputmu.”

Setelah merasa riasan di wajahnya sudah cukup memuaskan, Sulli memeriksa pakaiannya setelah itu berbalik dan berjalan keluar kamar melewati Jongin begitu saja.

“terserah kalau kau tidak mau mendengarkan ku, saat ke bawa nanti soesangnim yang akan membujukmu dan tentu saja kau tidak akan menolak”

Mendengar ucapan Jongin, Sulli langsung membalikkan tubuhnya, “Kau curang!” tudingnya.

Jongin hanya mengangkat kedua bahunya acuh, “karena aku tahu kau tidak akan mau menuruti ucapanku” ucanya lalu berbalik menuju kamarnya.

Setengah kesal, Sulli membalik tubuhnya dan kembali berjalan menuju lantai satu, dan benar saja, baru kakinya menginjak anak tangga terakhir suara Wu Yifan sudah menyapanya.

“Sulli-ya, mianhe, pagi ini aku membutuhkan Jongin untuk menggantikan ku sementara waktu, tidak apa-apa kan kalau kau berangkat ke kampus bersama Sehun? kebetulan kalian satu kampus karena Sehun baru saja pindah. Dan, mengingat sepertinya hari ini kelas ku akan berjalan sampai sore, saat pulang nanti kau akan di jemput Sehun juga”

Sulli memejamkan matanya untuk menahan kekesalannya. Benarkan? Jongin sudah berbohong padanya. Ia sudah berjanji akan menjemputnya, tapi nyatanya ia justru akan pulang dengan Sehun lagi. lihat saja, kau akan menyesali nya Kim Jongin. Ucap Sulli dalam hati.

Ia membuka matanya dan memaksakan sebuah senyuman. “gwenchana, soesangnim. Dimana Sehun?”

“Sehun sudah di mobil, kau susul saja. hati-hati di jalan Sulli-ya

Sulli kembali tersenyum, “ne.. khamsahamida soesangnim,” setelah itu ia berjalan keluar rumah.

Tanpa mengatakan apapun, Sulli langsung membuka pintu mobil dan duduk di kursi penumpang. Setelah memasang sabuk pengaman, ia melipat tangannya di depan dada dan menatap lurus kedepan.

“sepertinya mood mu sedang jelek, apa itu karena Jongin tidak bisa mengantarmu?”

“jangan banyak bicara, jalan saja.” ucap Sulli ketus.

Sehun mendesis, “cih, sombong nya” gumamnya dan mulai menjalankan mobilnya.

 

***

 

 

yak, Sulli-ya! tidak bisakah kau menungguku dulu!” Sehun berjalan menyusul Sulli dan mencengkram lengan gadis itu.

Saat Sehun bahkan baru mematikan mesin mobilnya, tanpa berkata apapun Sulli langsung keluar dari mobil. Sehun yang merasa kesal di perlakukan seperti itu jelas saja langsung mengejarnya.

“lepas kan tangan ku Oh Sehun” geram Sulli

Sehun melepaskan cengkramannya, “tidak bisakah kau setidaknya mengucapkan terimakasih dan tidak jalan begitu saja meninggalkanku?”

Sulli menatap Sehun dan memaksakan sebuah senyuman, “gomawo Oh Sehun-ssi” ucapnya sengaja melembutkan suaranya.

ne, sama-sama. Sebagai ganti kau sudah memperlakukanku seperti supir, kau haru menjadi tour guide ku untuk berkeliling kampus” ucap Sehun dan tanpa meminta izin langsung merangkul Sulli.

mwo?! I’m being your tour guide?! Shireo!” tolak Sulli mentah-mentah dan menepis kasar tangan Sehun dari pundaknya. Ia mundur beberapa langkah dan mendongakkan kepalanya untuk menatap Sehun. “seingatku, kalau ada mahasiswa baru yang masuk pasti akan mendapat tour guide sendiri yang diambil dari salah satu anak BEM, dan aku bukan salah satu dari orang-orang aktifis itu!”

Sehun mengangkat kedua bahunya, “aku bisa mengatakan pada kepala rector kalau ada seseorang yang aku kenal disini yang akan mengantarku berkeliling”

“oh, dan maaf Oh Sehun-ssi, kita tidak benar-benar saling kenal. Sekarang aku mau ke kelas.”

“ow, tunggu dulu,” Sehun kembali menahan lengan Sulli. “kau hanya perlu mengantarku berkeliling apa itu sulit?”

“lepaskan tanganmu!” ketus Sulli.

Sehun tidak mengindahkannya, ia justru sengaja merangkul Sulli dan menariknya untuk semakin dekat dengannya. “sekarang, tolong tunjukkan lokasi kampus ini”

yak! Aku kan sudah bilang tidak mau!” Sulli mencoba melepaskan diri.

“tapi kau harus mau.” Sehun bersikeras, ia mengencangkan cengkraman tangannya pada bahu Sulli. Karena sebagai pria kekuatan Sehun lebih kuat, tentu saja Sulli tidak bisa dengan mudah melepaskan diri.

“loh, Sulli-ssi?

Sehun mendongakkan kepalanya dan menyerngit melihat sosok pria dengan wajah cantik sedang tersenyum menatap Sulli. pria itu bahkan tidak meliriknya dan tatapannya hanya tertuju pada Sulli.

“ahh, Luhan-ssi” ucap Sulli.

Kini Sehun mengalihkan tatapannya menatap Sulli yang terlihat sedikit malu-malu di depan Luhan. Apa-apaan?! Di depannya Sullli benar-benar tidak jaim, sementara di depan Luhan gadis itu langsung bersikap sok manis?!

“oh? Kau bersama temanmu?” tanya Luhan, dan ketika pria itu mengalihkan tatapannya pada Sehun, terlihat jelas ekspresi shock pada wajah tampan setengah cantik Luhan. “Oh…. Sehun?”

ne, aku Oh Sehun”

“whoaa, aku tidak menyangka kau berteman dengan calon idol yang paling tenar belakangan ini” ucap Luhan kembali menatap Sulli.

“uh? Maaf, tapi dia bukan temanku” sahut Sulli ketus.

“apa kau masih ada urusan dengannya?” Sehun memotong, karena kalau ia tidak segera mengalihkan pembicaraan, ia yakin Sulli akan mengambil kesempatan dengan mencoba pergi bersama Luhan, “karena kalau tidak ada, aku membutuhkan Sulli untuk menjadi tour guide ku. anyeong Luhan-ssi, senang bertemu denganmu”

Dan tanpa menunggu balasan dari Luhan atau memperbolehkan Sulli untuk berpamitan, yang ia yakini tidak akan terjadi, Sehun langsung menarik tubuh Sulli untuk ikut dengannya.

yak, Sehun-ssi! Kau sudah membuatku menjadi junior yang buruk, kau tahu?!” omel Sulli. sepertinya gadis itu mulai menyerah karena Sulli tidak lagi berontak dan hanya mengikuti kemana Oh Sehun membawanya dan karenanya Sehun mulai melonggarkan cengkraman tangannya pada pundak Sulli.

“ouh? So, he is your sunbae?

“ya, dan nantinya akan menjadi sunbae mu juga” sahut Sulli ketus

“a’aw, maaf saja Sulli-ya, aku satu tingkat di atasmu, yang berarti aku juga akan menjadi sunbae mu.” Ucap Sehun dan tersenyum sombong.

mwo? bukankah kau kelahiran 94 sama sepertiku?”

“aaahh, jadi kau mencari info tentangku juga, huh?” Sehun tersenyum menggoda. Ia menaik turun kan alis nya menggoda Sulli.

“jangan salah paham, aku melakukannya karena terpaksa.” Elak Sulli, “temanku meminta ku mewawancaraimu, ya setidaknya aku harus tau beberapa info tentangmu”

Sehun mengangguk anggukkan kepalanya. “gwenchana, setidaknya saat mencari profile ku, kau melihat fotoku yang tampan”

“cih,” Sulli mendesis, “kalau mau jujur, aku akui kau memang tampan Sehun-ssi, tapi bukan berarti kau bisa sombong seperti ini.”

Sehun menatap Sulli untuk mempelajari gadis itu. kalau saja bisa, ia rasanya ingin bisa membaca apa yang ada di kepala gadis itu. Entah karena alasan apa, sepertinya Sulli membencinya, bahkan sejak pertama mereka bertemu.

“kenapa kau membenciku Sulli-ya?” tanya Sehun pada akhirnya. Ia tidak suka kalau Sulli membencinya. Kalau memang tidak bisa, setidaknya ia ingin tahu apa yang membuat Sulli benci padanya.

Sulli mendongakkan kepalanya dan tersenyum sinis, “karena kau seorang idol”

Kedua mata Sehun membesar. Karena ia seorang idol?, “tapi Jongin juga seorang idol”

“belum,” sahut Sulli datar, “tapi setelah Jongin menjadi seorang idol, aku juga akan membencinya”

wae?

“karena aku benci seorang dari dunia entertainer” ucap Sulli dingin, lalu berjalan mendahului Sehun. Selama beberapa saat, Sehun tidak mengejarnya atau memanggilnya, ia hanya menatap punggung Sulli yang semakin lama semakin jauh dari pandangannya, sampai akhirnya menghilang.

“kenapa gadis itu membenci idol? Apa karena aku memiliki wajah tampan? Tapi itu bukan salahku!” Sehun menggerutu di sepanjang perjalanannya menuju ruang rector universitasnya.

Tidak peduli kalau baru saja ia bertengkar dengan Sulli dan mengetahui gadis itu membencinya. Sehun akan tetap bicara pada rector nya untuk meminta Sulli menjadi tour guide nya. Setidaknya ia bisa memiliki teman yang ia kenal disini, yah, biarpun Sulli membencinya. Disamping itu, kalau gadis itu tidak menyukainya, itu akan lebih mempermudahnya untuk tidak menghadapi gadis-gadis yang mencoba menggoda nya.

Memang sulit kalau terlahir memiliki wajah tampan.

4 thoughts on “You Never Give Me a Chance Part 3

  1. claudya han berkata:

    Cie sehun over pd…kasihan sulli pngn baikan sm kristal,tp kristal msh g mau maafin,dia kan saudaranya harusny dia tahu persis gmn sulli.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s