Love In Pain

1406017657822

Author: Jusooya (Julia Elqisty)

Genre : Romance, sad

Cast : Do Kyungsoo, Park Yoona (OC)

Length : One-shoot

Rating : PG-13

Note : Sebelumnya ff ini pernah aku publish di https://dokyungsoofanfictionindonesia.wordpress.com/

 

 

*********

Annyeong^^ aku lagi-lagi balik dengan ff oneshoot yang bergenre romance-_- dan aku juga mau izin hiatus untuk ff born to say goodbye, soalnya dikarenakan mau mudik dan aku belum kepikiran ide sama sekali karena concept ffnya ilang jd aku harus mikir ulang kelanjutannya maaf yaa tapi tetep ditunggu ya ffnya #maksa okedeh langsung aja baca dan jangan jadi siders please^^

Happy Reading^^

 

 

Ini adalah malam pertamaku di korea tepatnya di seoul, setelah 3tahun lamanya aku tinggal di jepang dimana ibuku dirawat dirumah sakit tersebut. Ibuku mengidap penyakit jantung stadium tinggi, sudah banyak rumah sakit di korea yang sudah ku kunjungi namun semuanya tidak ada yang bisa membantu menangani ibuku.

 

Akhirnya setelah aku selidiki lebih lanjut,jepang lah yang kupilih untuk bisa menangani penyakit ibuku, karena melalui informasi yang kudapatkan dari internet, bahwa disana ada rumah sakit yang sudah banyak yang berhasil menangani penyakit jantung.

 

Memang awalnya itu berhasil, namun setelah berhasil 1 tahun ibuku melalui masa kritisnya, cobaanpun datang lagi terhadap keluarga kami. Daya tahan ibuku sudah tidak bisa menahan berbagai alat yang terpasang di dalam organ tubuhnya agar ia tetap menikmati hidup, aku tidak bisa menyalahkan siapapun disituasi ini, mungkin memang ini sudah kehendak tuhan yang membiarkan ibuku tenang disana ketimbang ia harus tersiksa terus menerus.

 

Akhirnya akupun memutuskan untuk balik ke negara asalku dimana aku lahir, yaitu Korea Selatan, rasanya sudah lama sekali aku tidak menghirup udara segar di negaraku, aku memutuskan untuk pergi keBusan tempat kelahiranku dan mengunjungi makam ayah, setelah itu aku bergegas menuju rumahku yang tidak terlalu jauh dari pemakaman

 

*******

Sepi, ya itulah yang aku rasakan saat ini, aku hanya tinggal seorang diri sekarang, aku tidak tahu harus berbuat apa setelah ini, ingin rasanya aku ikut mengakhiri hidupku namun ayah dan ibu pasti akan kecewa, setelah aku pikir dengan matang, muncul ide bahwa sepertinya aku harus pergi ke kota Seoul, ya kota metropolitan dan sepertinya aku harus segera mencari pekerjaan disana, dan sekarang disini lah aku berada, kota Seoul tepatnya di Cheonggyecheon Stream, sebuah sungai panjang yang dimana di kedua sisinya terdapat tempat untuk berjalan menikmati pemandangan sekitar, juga di sini terdapat banyak airmancur dengan lampu hiasan yang mempercantik sekitarnya

 

Akupun memilih duduk disebuah kursi dimana aku bisa melihat aliran sungai mengalir dengan tenang dihadapanku, lelah rasanya setelah mencari pekerjaan di sana-sini namun akhirnya aku dapat diterima menjadi pelayan disebuah kedai ayam tidak jauh dari Cheonggyecheon ini

 

Di saat-saat aku sedang menikmati pemandangan ditempat ini, ada sesuatu hal yang menarik perhatianku,

ada seorang namja memakai jas rapih yang sepertinya sedang menarik-menarik lengan orang disampingnya secara kasar

 

“Kyungsoo! ayo cepat kita pulang!! kau sudah mengacaukan meetingku, sekarang apalagi ulahmu hah?!”

seru seseorang itu dengan lantang memarahi seseorang disampingnya yang kudengar dari pembicaraannya bernama kyungsoo itu

 

“air..air sangat tenang..hyung berisik” jawab yang dimarahi oleh  namja tadi dengan polos, ingin rasanya aku tertawa saat ini juga melihat responnya, tapi kuurungkan niatku itu

 

“apa katamu! aku berisik?? aku berteriak seperti ini karena ulahmu pabo!! ayo cepat kita pulang!” namja itu masih saja terus menarik-narik lengan pemuda bernama kyungsoo itu yang kurasa itu adalah adiknya , karena kalau kuperhatikan ada kemiripan diatara mereka walaupun tidak terlalu terlihat dengan jelas

 

namun pemuda itu tetap tidak memasang raut muka kekesalan sedikitpun, wajahnya tenang dan terlihat polos, sangat menggemaskan, aish apa-apaan aku ini, mengapa aku malah memujinya?

 

“aku ingin ice cream dingin,ayo beli!” jawab pemuda bernama kyungsoo itu bersorak riang

 

Sungguh, wajahku sudah seperti kepiting rebus saat ini juga, tenggorokanku sakit rasanya, pemuda itu sangat amat polos dan juga lucu,ingin rasanya kukeluarkan tawaku yang sudah meluap-luap diujung tenggorokan, mana ada ice cream hangat? semua ice cream pasti dingin kan? ah benar-benar pemuda itu sangat jago untuk bercanda, dan lagi-lagi aku memujinya? shh, ada apa denganmu yoorin-ah!

 

“berhentilah bersifat bodoh kyungsoo! aku lelah! sampai kapan kau begini!! kajaa! tidak ada alasan lagi kita harus pulang!”

 

aku hanya bisa diam membisu mengikuti pergerakan mereka berdua yang pergi menjauh, namja yang lebih tua dari kyungsoo ini sekarang menyeretnya dengan kasar tanpa peduli bahwa kyungsoo sudah menangis kesakitan akibat ia menyeret lengan kyungsoo begitu keras, “kakak macam apa dia” lenguhku pelan

 

 

**********

 

Suasana Cheonggyecheon Stream pagi ini sangat sejuk,kurasa tempat ini akan menjadi tempat favoritku, pemandangan yang indah, walaupun tidak ada satupun pegunungan atau lautan luas seperti Busan, namun tataan gedung-gedung yang rapih juga gemericik air sungai sepanjang jalan ini pun membuat tempat ini sangat mengagumkan bagiku

 

Aku mengitari sekitar Cheonggyecheon Stream, melirik kesana kemari, sesekali aku juga memotret pemandangan sekitar dengan handphone ku, tidak lama perjalananku mengitari tempat ini, aku melihat kedai ice cream, entah mengapa di benakku muncul kejadian 1minggu lalu tentang seorang namja kantoran yang dengan kasar memperlakukan adiknya itu yang namanya adalah.. ya, kyungsoo.. namun sebelum aku memikirkannya begitu lama aku segera melangkahkan kakiku menuju kedai ice cream itu dan membeli ice cream vannila bertoping oreo

 

Aku duduk di sebuah kursi panjang tidak jauh dari aku membeli kedai ice cream tadi, kulirik jam tanganku, ternyata masih pukul 8 pagi, aku masih punya waktu 1jam lagi untuk menikmati keindahan ini sebelum ku bekerja.

 

Dari kejauhan aku melihat seorang namja berseragam berlari lumayan kencang, awalnya aku tidak terlalu peduli, namun semakin lama, arah berlarinya seperti menuju kearahku dan sepertinya aku kenal dengan wajahnya, ia.. “Kyungsoo” pekikku, namun buru-buru aku menutup mulutku dengan kedua telapak tanganku, mengapa aku begitu senang dia kemari? yoorin-ah kendalikan tubuhmu, entah apa yang kurasakan jantungku berdebar kencang saat ia dengan sempurna duduk disampingku, dan dia sekarang melirikku dengan wajah polosnya itu, yatuhan ada apa denganku? apakah aku sudah jatuh cinta dengan lelaki yang jauh lebih muda? bahkan dia masih sekolah “aiishh” aku menggerutu sendiri didalam keterdiamanku yang masih menjilati ice cream ini berusaha untuk tetap bersikap tenang

 

“aku.. aku suka ice cream” tiba-tiba kyungsoo bersuara pelan, dan kembali jantungku berdebar-bedar, aku ingin menoleh kearahnya tapi aku masih takut untuk menatap wajah polosnya itu

 

“ice cream sangat enak” tiba-tiba ia bersuara lagi yang dapat menambah kecepatan detak jantungku ini, oh tuhan semoga jantung ini tidak keluar dari tempatnya, akhirnya dengan susah payah aku menoleh kearahnya, ia menatap ku dengan lekat, dari tempat aku duduk dapat terlihat jelas mata bulatnya yang bercahaya, dan juga pipi putih mulusnya yang sangat menggemaskan, juga bibirnya.. berbentuk hati yang sekarang mengukir seulas senyum, seulas senyum untukku

 

“hmm..mmm apa kau mau kubelikan ice cream?” tanyaku gugup, tentah apa yang kupikirkan tetapi kata-kata yang terucap dari ucapanku itu bukan yang kumaksud, tetapi mungkin ia akan senang jika ku belikan ice cream

 

aku melihat tanpa basa-basi iya mengangguk dengan mantap,membuat poni yang menutupi dahinya itu bergerak-gerak sangat lucu, akupun tersenyum selembut mungkin kearahnya “tunggu sebentar” kataku lalu sedikit berlari kecil menuju kedai ice cream yang kubeli tadi

 

.

.

.

 

“ini untukmu” aku menyodorkan ice cream vannila sama seperti punya ku kearahnya, lalu disambut dengan senyuman mengembang dari bibir berbentuk hati itu

 

“asalkan kau senang, aku bersedia memberikan ice cream ini setiap hari kyungsoo”batinku

 

aku masih melihatnya menyantap ice cream itu dengan lahap, sungguh sangat senang rasanya melihatnya bahagia seperti ini, setidaknya aku bisa menyenangkannya saat ini, entah mengapa hatiku terasa sakit mengingat kejadian 1minggu lalu,kekejaman kakaknya yang membuat ia menangis

 

“otte?” tanyaku memecahkan keheningan

 

kyungsoo menoleh kearahku lalu ia menunjukan jempolnya kearahku, “mashita! gomawo”

 

aku sedikit tetawa kecil melihat tingkahnya itu, melihat bercak ice cream yang menempel di atas mulutnya yang membuatnya mempunya kumis putih, “ne, cheonma” aku tersenyum seraya mengelap noda yang ada di atas mulutnya itu dengan tissue yang kupunya, entah ada keberanian dari mana aku melakukannya, namun tindakanku juga tidak salah bukan?

 

aku melihat semburat merah dipipinya, yang membuatku justru semakin menyukainya,

 

 

apa salah jika aku menyukai orang yang lebih muda dariku?

 

 

cinta tidak mengenal batasan umur kan?

 

.

.

.

 

“hmm namamu siapa? apa kau tidak sekolah?” tanyaku basa-basi kepadanya

“kyungsoo, noona?” aku sedikit kaget mendengar jawabannya, “apa? ia memanggilku noona? memang aku lebih tua darinya tetapi apa mukaku sudah terlihat tua sampai ia bisa memanggilku noona sebelum aku menjawab berapa umurku? aiiish terkadang ia juga menyebalkan”

 

“aku yoorin, senang bertemu denganmu kyungsoo-ssi, oh iya kau belum menjawab pertanyaanku, mengapa kau berada disini? memangnya kau tidak sekolah? ini masih sangat pagi” tanyaku bertubi-tubi, namun aku bisa melihat perubahan wajahnya seperti ada perasaan tidak suka

 

“sungai tenang, aku menyukai ketenangan” ia menunduk, menatapi sepatunya

 

tetapi ada yang sedikit aneh dengannya, ia sama sekali tidak merespon pertanyaanku, ah mungkin ia sedang ada masalah dengan sekolahnya, sebaiknya aku tidak mecampuri urusan pribadinya terlalu jauh, mengenalnya saja aku sudah senang

 

aku pun mengangguk kecil, “hmm kalau memang kau menyukai ketenangan, datanglah setiap hari kesini, aku selalu ada disini setiap pagi dan sore” jawabku melemparkan senyum kearahnya

 

kyungsoo mengangguk mengiyakan, “aku akan datang setiap hari mencari ketenangan”

 

aku sedikit mengkerutkan keningku, ia sempurna tetapi mengapa aku merasakan keganjalan disetiap ia berbicara denganku, cara bicaranya sedikit.. emm aneh, namun lagi-lagi aku menepis semua fikiran negativku, siapapun dia, bagaimanapun dia aku sudah terlanjur menyukainya, kuharap suatu saat ia juga mempunyai perasaan yang sama

 

 

**********

 

Sudah 3 bulan lamanya aku mengenal kyungsoo, pria itu sangat lucu, kekanak-kanakan dan juga ternyata pandai bernyanyi, ia pernah sekali bernyanyi untukku di Cheonggyecheon Stream pada sore hari, sungguh sangat merdu suaranya

 

 

Flasback

 

“kyungsoo! bagaimana pemandangan pada sore hari ini? kau menyukainya?” tanyaku memandang kearahnya yang sedang melihat matahari terbenam yang sedikit terhalang oleh gedung2 menjulang tinggi

 

ia masih tidak bergeming, aku sedikit berdecak sebal, terkadang ia suka tidak merespon ucapanku, tetapi ia selalu mengejutkanku dengan berbagai macam hal-hal yang membuatku semakin menyukainya

 

Kyungsoo tiba-tiba menoleh kearahku, dan menyunggingkan senyuman khasnya itu

 

“noona, apakau suka musik?”tanyanya seraya menoleh ke arahku dengan tatapan menggemaskan yang ia pancarkan melalui matanya yang bulat itu

 

akupun mengangguk dan tersenyum mantap “tentu aku sangat suka, apa kau suka?”

 

ia pun tersenyum malu-malu dan bisa kulihat semburat merah menghiasi pipi putihnya

 

belum aku menjawab ia pun membuka suaranya lagi “bolehkah ku bernyanyi untuk noona?”

 

akupun lagi-lagi tersenyum dan mengiyakannya “bernyanyilah, kyungsoo-ssi”

 

I lost my mind…. 

 

Noreul choeummannasseultte….

No hanappego modeungoseun Get in slow motion….

 

Nege marhejwo ige sarangiramyon….

 

song: (exo-k what is love)

 

pelan,namun terdengar jelas di telingaku, lantunan suara yang merdu dan menenengkan, juga mempunya arti yang bermakna didalamnya, akupun terdiam menikmati suaranya yang merdu walaupun ia sudah selesai bernyanyi, namun gemaan suaranya masih bisa ku ulang didalam telingan dan hatiku, kucoba meliriknya yang kini tengah menunduk

 

“hei-hei? kenapa kau menunduk seperti itu?” akupun mengibas-ngibaskan kedua telapak tangannku ke depan wajahnya yang tertunduk

 

“mm..noona tidak suka suaraku” jawabnya parau

 

“ani, suara mu sangat bagus kyungsoo-ssi, sungguh sangat merdu, aku menyukainya” ujarku sembari menopang dagunya agar tidak menunduk seperti tadi

 

“jinjja?”

 

akupun hanya mengangguk dan entah sudah berapakalinya aku tersenyum untuknya

 

Flashback end

 

namun sekarang, aku tidak pernah melihatnya lagi sampai saat ini, biasanya aku akan melihatnya dipagi hari dengan seragam sekolah yang selalu rapih dan pada sore hari dengan baju bebas yang santai, matanya yang bulat dan juga caranya tersenyum masih terpampang jelas dibenak yoorin

 

bodoh, mungkin julukan itu yang akan kudapat jika kuceritakan kisahku ini kepada orang lain, mencintai anak sekolahan yang terpaut umur sekitar 4tahun dan sampai sekarangpun aku tidak pernah tau dimana ia tinggal, ia bersekolah bahkan nomor telfonnya sekalipun, ya mungkin memang aku tidak tau, dan tidak akan pernah tau..

 

Karena terkadang sesuatu yang memisahkan kita, sesuatu yang sebenarnya kita ingin lalui namun tidak dapat ditemukan jalan keluarnya..

 

jalan yang buntu dan kita hanya bisa berbalik untuk mencari jalan yang baru yang sebenarnya sangat ingin melewati jalan buntu itu..

 

***

 

Seorang lelaki berkemeja rapih dengan dasi yang menggantung sempurna saat ini sudah duduk disamping Yoorin yang masih menangis sedari tadi, lelaki berkemeja rapih itu hanya bisa menghusap punggung yoorin menenangkan, walaupun itu sama sekali tidak akan mampu untuk mengurangi perasaannya yang saat ini bagai ditimpa bangunan sekejap,sangat sakit

 

Hati yoorin teriris melihat Kyungsoo duduk disudut koridor panjang yang ada dirumah sakit itu, duduk menyila dengan seragam putih khas rumah sakit itu, pandangannya tidak ada arah dan tujuan, hanya kekosongan yang bisa dilihat dari matanya yang belum lama yoorin masih bisa melihat mata polosnya yang kini menjadi tak berisi itu

 

“Baekhyun-ssi, aku tidak kuat melihatnya seperti ini” yoorin akhirnya memulai percakapannya di sela-sela tangisnya yang sudah mereda

 

“Berusaha untuk ikhlas yoorin-ah, aku sebagai kakak juga tidak bisa berbuat apa-apa, aku sama sekali tidak menyangka bahwa penyakitnya itu akan memburuk sampai seperti ini” lelaki berkemeja yang ternyata kakak kandung dari kyungsoo itu tertunduk,ikut larut dalam kesedihan seperti halnya yoorin

.

.

.

 

Mental Disorder, penyakit yang dialami oleh Kyungsoo, lelaki yang dulu awalnya polos dan ceria,

 

Trauma yang berlebihan akibat kematian kedua orang tuanya membuat mentalnya down dan tidak bisa terobati. Ia terlalu menyimpan perasaanya didalam hati tanpa ingin berbagi terhadap siapapun membuatnya harus berfikir secara berlebihan dan akhirnya iapun tidak sanggup menghadapi semua ini,

 

Sampai akhirnya keadaan mulai membaik setelah datangnya Yoorin dikehidupannya, mungkin ia belum bisa pulih seperti semula, jauh dilubuk hatinya ada perasaan ingin membuka diri, namun terlambat setelah kakanya Baekhyun mengira ia menjadi tidak benar dan selalu membolos sekolah akibat mengenal yoorin

 

tentu saja itu membuat kyungsoo larut dalam kesedihan terus menerus akibat dengan paksa yoorin harus menjauhinya, baekhyun sangat menyesal namun nasi sudah menjadi bubur, tidak ada lagi yang harus disesali

melainkan memikirkan kedepan dan terus berharap kyungsoo bisa menjadi kyungsoo yang sebenarnya

 

.

.

.

 

Mereka berdua sama sekali tidak menyadari bahwa sepasang mata kosong itu masih menatap mereka sedari tadi dengan tatapan tidak bisa di terka,

 

“Yoorin..”

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Huaah, maaf sebelumnya ini adalah ff terjelek yang pernah aku buat sepertinya:(:( , otakku ngeblank dan gatau harus gimana.. huhuhu maaf ya kalo feelnya gaada sama sekali T_T untuk ff kedepannya aku akan coba buat yang lebih baik lagi, mohon komentarnya dan jangan jadi siders😦 , karena komentar kalian sangat berarti untukku #ceilaah

 

tapi semoga suka yaa❤

 

 

 

 

 

 

 

 

3 thoughts on “Love In Pain

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s