Just Hug Me [Ficlet]

 Just Hug Me [Cover]

Author : Chanminmaa

Soundtrack: David Archuleta – A Little Too Not Over You

Main Cast: Taehyung [BTS], You [OC] ※ Genre: Fluff, Romance ※ Rating: G

Summary:

When I’m sad, please don’t ask me what’s wrong. Just hug me.

***

Semua orang pasti mengharapkan kisah yang sempurna.

Yeah.

Mendapatkan apapun yang kau inginkan, memiliki apapun yang kau butuhkan—bukankah hal semacam itu, adalah sesuatu yang tidak lepas dari takdir?

“Kau belum menjawab pertanyaanku.”

Terkekeh pelan, suara Taehyung yang tampak kesal sontak membuatku tersadar dari lamunan. Sejenak menolah ke arahnya, aku hanya mengangkat bahuku acuh. “Sudah kubilang, aku juga tidak tahu.”

Taehyung berdecak sebal selagi aku menggamit lengannya. “Itu bukan jawaban, bodoh.”

Oh, tentu saja.

Aku tahu itu memang bukan jawaban yang ingin Taehyung dengar. Namja itu menuntut penjelasanku, dia ingin mendengar segala keluh kesahku—seperti biasa. Tapi, untuk kali ini saja. Bisakah aku tidak membagi beban yang kumiliki padanya?

“Hei, kau hanya perlu menemaniku. Hanya itu, oke?”

“…….”

Tidak. Aku mengerti Taehyung tidak akan menyerah semudah itu, dia pasti masih memikirkan kalimat balasan yang tepat agar bisa membuatku mengatakan hal yang sebenarnya. Namja ini kan sangat keras kepala.

“Tapi, ini pukul 04:00 PM!” dengusnya seraya menghempaskan tanganku yang berada di lengannya, “Kau yang menyuruhku kemari tadi, ingat? Jadi, tidak mungkin jika tidak ada apapun yang terjadi.” tambahnya kemudian.

Lihat? Apa yang kukatakan benar, bukan?

Tidak ada gunanya berbohong pada Taehyung, karena cepat atau lambat namja ini pasti akan mengetahuinya. Mendesak dengan segala cara dan memaksaku agar bicara terus terang—khas yang Taehyung lakukan setiap aku berada dalam situasi seperti sekarang.

“Taehyung-ah, aku mengantuk. Pinjamkan aku bahumu sebentar, ya?”

Trik lama. Ya, berusaha mengalihkan pembicaraan sekaligus mengabaikan perkataan Taehyung. Kuharap dengan begini dia akan memahami apa yang kuinginkan.

“Baiklah.” desahnya pelan, menarik kepalaku agar bersandar di bahunya.

Lama kami terdiam dalam posisi ini, sejenak aku meraih satu tangan Taehyung—menggenggamnya erat.

“Boleh, ‘kan?” rajukku manja ketika namja itu beralih menatapku heran.

Taehyung hanya memutar bola matanya sembari tertawa, “Aku tidak tahu sejak kapan kekasihku berubah menjadi seagresif ini.”

Pft, menyebalkan.

“Semua laki-laki suka gadis yang agresif. Jangan kira aku tidak tahu kelemahanmu.” cibirku, sesaat mengulas senyum simpul ketika melihat air muka Taehyung yang tiba-tiba berubah sendu.

“Lebih tepatnya jika gadis itu adalah kau.” koreksinya dan aku mengangguk mengiyakan.

Well, asal tahu saja. Ini hanyalah satu dari sekian banyak alasan mengapa aku tidak bisa lepas dari namja bernama Kim Taehyung. Menggelikan, benar-benar terdengar cheesy. Tapi, itulah faktanya.

Karena…

Bagaimanapun keadaannya, Kim Taehyung akan selalu menjadi satu-satunya orang yang kupikirkan. Tidak peduli disaat bahagia maupun sedih—dia, ibarat sebuah rumah dimana aku terus kembali dan tinggal di dalamnya apapun yang terjadi, sebuah tempat yang tidak akan pernah sanggup kutinggalkan.

“Ada baiknya kita jalan-jalan pagi. Udaranya sangat segar.”

“Pagi? Kau tidak lihat bulan bahkan masih menggantung di atas langit?”

Ugh, benar juga sih.

Tidak ada orang yang mau jalan-jalan dan pergi ke taman pukul 04:00 dini hari, apalagi mengenakan piama tidur seperti ini. Mencari udara segar? Yang ada kami pasti dikira tidak waras.

“Anggap saja ini kencan.” ujarku lalu mengecup singkat pipi Taehyung, lagi-lagi membuat namja itu tercengang atas sikapku. Lucu sekali ekspresinya.

“Kau mulai membuatku takut.” lirih Taehyung, “Kau sudah menyerangku dua kali. Pertama lengan dan yang kedua pipi, jangan salahkan jika aku membalasnya dua kali lipat dari apa yang kau lakukan.”

“Apa?”

Refleks menegakkan tubuhku, aku menatap tajam Taehyung yang kini justru terlihat menyeringai. Menyeramkan. Tidak ada yang bisa menebak apa yang sedang namja itu pikirkan. Awas saja jika dia berani macam-macam padaku.

“Apanya yang apa?” goda Taehyung, perlahan semakin mendekatkan kepalanya ke wajahku, “Kau…pasti mengerti yang kumaksud, ‘kan?”

“Menjauh dariku sebelum sandal ini mengotori wajahmu, Taetae.” kataku cepat, mengambil satu sandal di kaki—berjaga menampar namja itu jika dia melakukan sesuatu.

Tapi, Taehyung sama sekali tidak menghiraukan peringatanku. Dia masih tetap mendekat dan semakin mendekat. Sekejap membuat nafasku tercekat seiring hidung kami yang mulai bersentuhan. Memejamkan mataku erat, aku hampir saja akan memukul Taehyung dengan sandal yang kubawa sebelum satu tarikan kuat dari namja itu justru membuatku jatuh ke dalam pelukannya.

“Eh?”

Alih-alih menciumku, hal pertama yang kudapati begitu membuka mata hanyalah kedua tangan Taehyung yang dengan sigap merengkuhku ke dalam pelukan.

“Ternyata benar, kau tidak sepolos kelihatannya.” bisik Taehyung tepat di telingaku—tertawa meremehkan. “Berhenti berpikiran yang tidak-tidak.”

“Menyebalkan!” mendengus kesal, aku memukul dada Taehyung bertubi-tubi. Berniat melepaskan diri namun namja itu sudah terlebih dulu menahanku, semakin mempererat pelukannya.

“Biarkan seperti ini.” gumamnya tak jelas, “Biarkan seperti ini dan kau boleh menangis sepuasnya. Itu adil, bukan?”

Aku mengerti.

Ya, aku tidak butuh waktu untuk bisa mencerna perkataan Taehyung. Semua sudah cukup jelas tanpa Taehyung perlu menjelaskan maksud maupun arti di balik perkataannya. Namja ini memang selalu mengerti apa yang tengah kurasakan. Kim Taehyung tentu tahu apa yang seharusnya dia lakukan—memelukku?

Beringsut menyeruakkan kepalaku di antara lekukan lehernya, mati-matian aku menahan isakanku. “Taehyung-ah…”

Benar.

Karena bagiku…kisah yang sempurna adalah ketika sosok ini bersedia hadir dan senantiasa berada di sisiku kala aku memerlukannya, bersedia untuk menemaniku melewati hari yang sulit, bersedia menjadi pendengar atas segala keluh kesahku, serta bersedia membantuku bangkit saat aku tengah berada di titik terendah dalam hidup.

“Siap untuk menceritakannya padaku?” tanya Taehyung di sela-sela tangisku yang mulai berangsur reda, tapi aku langsung menggeleng cepat—tidak mau membuat Taehyung terbebani lagi karena masalah yang kumiliki.

“Tidak. Untuk saat ini, aku hanya ingin memelukmu.”

Yes, I like it when you hug me. It’s the best feeling in the world! It’s like time stop and everything bad in my life back to being well again.

※FIN※

8 thoughts on “Just Hug Me [Ficlet]

  1. JungRiYoung berkata:

    Taehyung-aaaah, kamu kyuut banget >.< *histeriss😀
    Siapa yang ngajarin? siapa? siapa?
    eomma Baek? Appa Daehyun? *Plaakk! effek hyun fam shipper :3
    good job author-nim. Jarang banget taetae punya cerita di blog ini. Bikin lagi, ya ya ya? *maksa, ditendang*

    • Chanminmaa berkata:

      Halooo halooo >.< Aduh kamu juga shipper-nya mereka ya? Aku jugaaa~ kekeke *tos
      buat lagi? dengan senang hati ^^ tapi…err, tunggu yaa😄 hahaha
      oh iya makasih udah baca + komen ^^ *bow

      • JungRiYoung berkata:

        Ah,, tosss~
        emang V itu imut overdose keturunan emak(?)nya, jadi pengin gigit masa :3
        boleh dong bikin cerita lagi mereka dibuat brothership, kayaknya seru, wkwk *apa sih ini reader rese*

  2. daebaektae berkata:

    keren thor ceritanya😀
    taehyung manis banget sih>< ehm, ditunggu ff author selanjutnya yak! fighting~~

  3. Helena A. berkata:

    Tumben kamu nak ga sedeng. Biasanya kalo ada cast nya taehyung pasti dia bocah ga bereas. Bangga sama kamu. Huhuhu *proud.
    Taehyung disini manis banget. Kriteria idaman deh pokoknya. Fic nya simple tapi manis kaya’ gulali. Jempol buat author~

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s