FF: Ghost Rider (Part 17)

Ghost Rider

Author : Oh Mi Ja

Genre : Horror. Mystery, Comedy, Friendship

cast : Byun Baekhyun, Park Chanyeol

Support Cast : Kim Myungsoo (Infinite), Kim Jongdae

Annyeong haseo, sebelumnya author minta maaf karena jarang banget update FF. Bener-bener sibuk karena selain kerja, harus nyiapin untuk lebaran. Mohon untuk sabar dan tetap jadi readers setia Koreadansaya *bow*. Satu lagi, author juga mau minta maaf karena jarang banget bisa balesin komen atau pesan yang masuk, banyak banget T.T

Jika ada yang mau ditanyakan, bisa menrion twitter WP @Koreadansaya atau twitter aythor langsung @ohmijass. Sekali lagi mohon maaf ^^

Happy reading

Terkadang, ada seseorang yang tidak bisa menerima atas kenyataan yang sedang terjadi. Seperti Jongdae yang saat ini masih tidak bisa menerima jika Baekhyun telah kehilangan ingatan dan melupakannya.

Sejak satu jam yang lalu, dua orang laki-laki duduk berhadapan di sudut kantin. Mereka tidak banyak bicara, sepanjang waktu berlalu, hanya menghabiskan waktu satu jam dengan menanyakan kabar masing-masing. Canggung.

Tidak seperti kemarin yang selalu menceritakan apapun yang dia alami, kini Jongdae lebih banyak diam. Bahkan tidak menyinggung apapun tentang amnesia Baekhyun. Terlalu sakit.

“Sepertinya aku akan selalu menyusahkanmu.” Baekhyun membuka suara. Ia tersenyum kikuk, memandang Jongdae. “Sejak dulu, dan sekarang… Aku akan selalu menyusahkanmu.”serunya.

Jongdae menelan ludah, “apa kau benar-benar tidak mengingatku?”tanyanya tercekat. “Sama sekali?”

“Aku mengingatmu.”jawab Baekhyun cepat. “Selama aku tidak tertidur.”sambungnya membuat Jongdae semakin merasa kecewa.

Jongdae terdiam. Tidak bergeming sama sekali menatapi Baekhyun yang kini menunduk dengan senyuman kecut. Sekarang, dia sama sekali tidak bisa membaca pikiran sahabatnya.

“Maafkan aku Jongdae. Maaf jika aku telah menyakitimu. Maaf jika aku telah membuatmu khawatir” Baekhyun masih menunduk dalam, enggan menatap Jongdae. “Aku benar-benar tidak tau bagaimana diriku sebelumnya dan bagaimana kita sebelumnya. Kejadian itu sangat tiba-tiba dan saat membuka mata, aku mendapati diriku telah kehilangan semuanya. Aku tidak bermaksud menghilang, aku tidak bermaksud membuatmu khawatir karena aku tidak menemukan ponselku sampai hari terakhir aku berada di Hongkong.”

“Kenapa kau tidak memberitahuku jika kau akan pulang? Aku bisa menjemputmu.”

“Awalnya, aku berniat untuk menyelesaikan semua urusanku sendiri. Tanpa merepotkanmu lagi. Dari semua cerita oema, sepertinya aku sangat merepotkanmu karena sifat kekanak-kanakkanku.”nada suaranya merendah. “Tapi, kau tetap menemukanku. Kau menemukanku bahkan tanpa aku memberitahumu. Pada akhirnya, aku menyadari jika kau memang sahabatku dan Byun Baekhyun sepertinya ditakdirkan untuk terus merepotkan Kim Jongdae…”

Baekhyun mengangkat kepalanya, kini memandang lurus Jongdae yang mana membuat Jongdae seketika terkejut karena mata Baekhyun terlihat berkaca-kaca.

“Saat ini, aku seperti orang asing ditempatku sendiri. Aku tidak mempunyai ingatan apapun tentang semuanya. Tapi sebenarnya aku tidak bermaksud begitu. Aku juga tidak tau kenapa ingatanku menjadi payah seperti ini. Tolong maafkan aku. Jika keesokan harinya aku melupakanmu, tolong jangan tinggalkan aku. Aku tidak pernah melupakanmu. Tidak pernah bermaksud begitu.”suara Baekhyun mulai bergetar hebat. “Jongdae, bisakah aku mempercayaimu? Aku benar-benar tidak mengetahui apapun. Aku mohon tolong aku.”

Tidak. Jongdae salah besar. Sahabatnya tidak pernah berubah. Sama sekali. Dan dia masih terlihat sama seperti terakhir dia melihatnya. Cengeng dan lugu. Mungkin hanya perasaan khawatirnya yang terlalu berlebihan sehingga menganggap Baekhyun telah berubah.

Kenyataannya, dia tetap sama. Seperti dulu. Tetap menjadi Byun Baekhyun yang selalu mengandalkannya dalam segala urusan. Byun Baekhyun yang bodoh.

Diketerdiamannya, Jongdae mengalihkan pandangannya dari Baekhyun yang kini menangis. Dia jarang menangis untuk hal apapun. Namun saat ini,dia hampir menjatuhkan air mata untuk kesedihan sahabatnya.

Persahabatan bukan tentang seberapa lama kau mengenalnya, tapi tentang seseorang yang tetap tinggal disaat yang lain mengalami kesulitan. Begitu kan? Masih, persahabatan itu sederhana.

***___***

Chanyeol kembali ke rumah Baekhyun setelah dia mengaku kalah atas kelemahan hati dan nyalinya untuk menemui Baekhyun. Melihat namja itu hanya membuat hatinya semakin terasa sakit karena dia adalah alasan kenapa Baekhyun menjadi seperti ini sekarang.

Dia terlalu menjadi pengecut, untuk sekedar menyapanya. Apalagi untuk menjalin persahabatan kembali. Mungkin ini menyakitkan, tapi persahabatan itdak normal itu mungkin lebih baik berakhir disini.

Baekhyun kehilangan ingatan dan dia tidak mengingat apapun tentangnya lagi. Apalagi tentang persahabatan mereka dulu. Baekhyun sudah terlalu banyak tersakiti, dan kini dia memutuskan untuk pergi. Lebih baik begitu. Dia ingin hidup Baekhyun kembali seperti dulu. Sebelum dia ada.

‘Kau harus makan sayur karena kau sangat menyukainya. Berhenti membaca komik dan cepat bereskan kamarmu. Jangan terlalu bermain dengan Byul dan jangan tertidur saat sedang mengerjakan tugas.’

 

Chanyeol menempel sebuah kertas di pintu kulkas sebagai ganti tulisan Baekhyun sebelumnya. Sepertinya dia harus pergi sekarang.

***___***

“Aku harus mengajar. Nanti malam aku akan datang mengunjungimu dan mengajakmu jalan-jalan.”seru Jongdae setelah ia mengantar Baekhyun pulang.

“Tidak apa-apa. Aku akan mengerjakan tugas.” Baekhyun keluar dari mobil Jongdae, menutup pintunya kemudian menunduk didepan kaca mobil yang terbuka. “Hey, bagaimana aku yang dulu? Apa aku mengatakan seperti itu?”

Jongdae tertawa lalu menggeleng, “dulu, kau seperti ‘jika terlalu banyak mengajar, kau akan jadi bodoh. Berhentilah. Ayo pergi ke arcade’ seperti itu.” Ia menirukan gaya bicara Baekhyun sambil tertawa kembali.

Baekhyun ikut tertawa, “sepertinya aku sangat menyebalkan dulu.”

“Seperti itulah, kau memang menyebalkan.”

“Tsk, kau tau aku adalah anak yang baik.” Baekhyun langsung menyambung ucapannya. “Sebenarnya begitu.”

Jongdae semakin tertawa geli, “Bodoh. Jangan tertidur saat sedang belajar, aku pergi dulu.”

“Jongdae annyeong.”

Baekhyun melambaikan tangannya, menatapi mobil Jongdae yang berputar dan perlahan menjauh. Saat mobil itu menghilang, barulah dia membuka pagar rumah dan langsung tersenyum lebar saat Byul menyambutnya sambil melompat-lompat mengitarinya.

“Aigooo, kau pasti merasa lapar kan?” Baekhyun berjongkok didepan Byul, lali menghusap kepalanya gemas. “Jika terlalu banyak makan, kau akan berubah menjadi babi.” Detik berikutnya, dia menepuk keningnya sendiri. “Bagaimana bisa anak anjing berubah jadi babi? Jika banyak makan, anak anjing akan menjadi anjing gendut. Akh, Byun Baekhyun pabo. Pabo Byun Baekhyun.” Dia merutuki dirinya sendiri sambil berjalan masuk ke dalam rumah, dibelakangnya, Byul mengikutinya. Namun, saat sampai didepan pintu, anak anjing itu tiba-tiba berhenti dan menggonggong ke belakang.

Dibelakang pintu pagar, Chanyeol tersenyum kecut menatap Byul. Dia melambaikan tangannya sambil berseru pelan, “Byul, annyeong.”

Dengan langkah gontai, berjalan keluar dan meninggalkan rumah Baekhyun dengan perasaan yang teramat sesak. Saat dia hanya bisa menatap Baekhyun dari jauh dan dalam diam, sementara hatinya terus menuntut untuk membalas semuanya.

“Byul-ah, kenapa kau tidak masuk?” Baekhyun kembali keluar, sesaat berikutnya keningnya berkerut karena Byul terus menggonggong kearah depan. Ia mengikuti arah pandangan Byul namun tidak menemukan siapapun. “Apa saat sedang lapar kau menjadi aneh?”

Baekhyun berdecak sambil geleng-geleng kepala, ia meletakkan mangkuk makanan Byul sambil membawa anak anjingnya kembali ke kandang.

“Makan yang banyak, anjing gendut.”

Namja mungil itu bergerak ke dalam rumah. Sebelum naik ke kamarnya, memutuskan untuk membereskan kotak makanan Byul terlebih dulu. Tinggal sendiri dan dia harus menjaga kebersihan rumahnya sendiri.

Begitu berbalik menghadap kulkas, matanya menangkap sebuah kertas kuning yang tertempel disana. Keningnya berkerut namun tangannya terulur meraih kertas itu.

“Apa aku menulisnya tadi?”gumamnya, mencoba mengingat-ingat apa yang dia tulis tadi. “Kenapa aku memperingatkan diriku dengan peringatan bodoh seperti ini? Dan sejak kapan aku menyukai sayuran? tsk.” Ia tidak memperdulikannya, meremas kertas itu dan membuangnya kesegala arah lalu naik menuju lantai dua.

***___***

Chanyeol tetap tidak menjawab panggilan Jongdae setelah ia mencoba menghubunginya berkali-kali. Pada akhirnya hanya mengirim sebuah pesan untuk Yixing yang memberitahunya jika Baekhyun sudah kembali.

Namun, saat di perjalanan pulang menuju rumahnya, tanpa sengaja ia melihat mobil biru dengan angka 13 itu terparkir disebuah taman pinggir kota. Jongdae memutar setir untuk menepikan mobilnya. Tepat didepan mobil itu, dia melihat punggung seseorang.

“Chanyeol.”

Namja tinggi yang ternyata benar adalah Chanyeol itu menoleh, sesaat berikutnya terkejut saat mendapati Jongdae tengah berdiri dibelakangnya.

“Kau?”

“Aku terus menghubungimu. Tapi kau tidak menjawab panggilanku. Kenapa disini? Kau tidak pulang?” Jongdae memulai pembicaraannya, menjatuhkan diri disamping Chanyeol.

“Aku lupa meletakkan dimana ponselku. Mungkin terbawa Yixing..” jawab Chanyeol, kemudian ia menggeleng pelan. “Aku bahkan tidak mempunyai rumah. Kemana aku harus pulang?”

“Bukankah kau menempati rumah Baekyun beberapa hari ini? Besok lusa adalah pertandingannya, kau harus banyak istirahat,”

Tercipta jeda beberapa saat sebelum Chanyeol membalas ucapan Jongdae. Ada sesuatu yang bahkan bisa mengalahkan keletihannya dan rasa kantuk akibat sejak kemarin tidak terpejam.

Ditengah rasa bencinya terhadap musuh di masa lalu, ia mendapati kenyataan jika ia telah kehilangan sahabatnya. Semakin lama semakin terasa begitu jelas dan nyata. Dia pikir semua ini hanyalah mimpi, dan berharap saat dia terbangun, dia tidak terjerat atas semua kenangan dan hutang budi itu.

Namun, kenyataan dan rasa sakit ini begitu terasa jelas. Hingga dia sendiri tidak mengerti bagaimana harus menyelesaikannya. Hadapi atau berlari. Ada dua pilihan dan dia memilih untuk berlari.

Dia adalah semangatnya namun dia juga rasa sakit. Saat semua penyesalan itu tidak berarti apapun untuk mengembalikan ingatannya. Menemukan fakta bahwa dia juga melupakan Jongdae dan Jongdae terluka atas hal itu.

Banyak orang terluka, dia juga terluka.

Karena dia baru menyadari jika persahabatan jauh lebih berarti. Ada seseorang yang terbiasa ada namun kini menghilang. Dia kehilangan arah dan dia merindukan tepukan di pundak itu.

“Aku terlalu menjadi pengecut untuk menghadapinya.”ucapnya, suaranya terdengar serak. “Mereka berdua begitu menakutkan untukku sekarang.”

Kening Jongdae berkerut tak mengerti, “apa maksudmu?”

“Harusnya aku pergi kesana untuk melindunginya, tapi aku tidak melakukannya. Jika si pengecut itu saja berani melawan Myungsoo, kenapa aku tiba-tiba kehilangan keberanianku? Aku terlalu takut untuk sekedar membela apalagi melindungi karena aku tidak ingin menghilang lagi. Aku seperti orang bodoh, yang bahkan tidak bisa menghadapi musuh untuk melindungi semangatku. Mereka berdua sama. Adalah simbol rasa sakit terbesar ketika aku bangun.”

Mata Jongdae sontak membulat lebar. “jadi kau sudah tau Baekhyun kembali?! Dan kau sudah tau jika Myungsoo mendatanginya tadi pagi?!”

Dia mengangguk lemah, “aku mengetahuinya saat aku kembali ke rumah dan aku langsung mencarinya di universitas.”

Jongdae menghembuskan napas keras, “Dan bahkan kau mengetahui jika Baekhyun telah kehilangan ingatannya dan tidak mengetahui apapun! Bagaimana jika dia menyakiti Baekhyun?! Bagaimana jika sesuatu terjadi padanya?! Apa kau bodoh, hah?! Apa kau sama sekali tidak memiliki hati nurani?! Dia seperti ini karenamu dan kau hanya berdiri seperti seorang pengecut!”

Chanyeol menunduk dalam, “justru karena aku merasa sangat bersalah sehingga aku memutuskan untuk pergi. Hatiku benar-benar terasa sesak saat melihatnya karena dia seperti ini karena aku. Aku benar-benar menyesal.”

Rahang Jongdae semakin mengatup, “Lalu bagaimana dengan pengorbanannya selama ini?! Apa semua itu tidak berarti dimatamu?! Apa selama ini dia pernah meninggalkanmu?! Dia bahkan masih mengkhawatirkanmu di dalam perjalanannya menuju Hongkong!”

“Aku hanya takut dia terluka lagi karena aku, Myungsoo bukanlah orang yang baik dan—“

“Jika kau takut, harusnya kau melindunginya!!!”bentak Jongdae semakin geram. “Lalu apa gunanya kau bangun?! Apa gunanya kau kembali?!”

Jongdae berdiri, kedua tagannya terulur dan mendorong tubuh Chanyeol kuat hingga ia terjatuh dari kursi dan terjerembap ke tanah. Sorot matanya begitu berapi-api, menatap Chanyeol yang tidak melakukan pelawanan apapun dan menerima pasrah apa yang Jongdae lakukan padanya.

Dia memang bersalah dan dia berhak mendapatkan hal itu.

“Demi Tuhan aku sangat membencimu. Aku sangat menyesal karena telah membiarkan sahabatku terlibat dalam urusan kalian! Kalian senua adalah pengecut yang terlalu egois memikirkan ketakutan kalian dan keuntungan kalian sendiri. Kalian benar-benar brengsek!”

Setelah mengeluarkan semua kekesalannya, dia bergerak pergi, Meninggalkan semua dibelakang tanpa menoleh sedikitpun. Kini dia telah mengetahui jawaban jika bagi setiap orang, ikatan persahabatan itu adalah hal yang berbeda. Tidak sesederhana seperti pemikirannya dan tidak seberarti anggapannya.

Mungkin bagi orang-orang yang berbeda, persahabatan bukanlah hal yang berharga dan bisa ditinggalkan dengan mudah. Saat semua pengorbanan dan kenangan bahagia yang telah terjadi dimasa lalu, terkalahkan dengan mudah dengan ego.

Terkadang, satu kenangan buruk mampu menutupi seribu kenangan bahagia dan dengan mudah membuat mereka memilih pergi meninggalkan. Mereka tidak mengerti dan mungkin tidak akan mengerti jika lari bukanlah sebuah kebebasan. Semua yang terjadi dimasa lalu tidak akan bisa berubah dan tetap mengikutimu di masa depan. Tidak ada yang mengerti jika menghadapi jauh lebih baik daripada membiarkannya menggantung di tengah-tengah.

Jongdae terus berjalan ke depan, meninggalkan Chanyeol jauh di belakangnya dengan kekesalan hebat. Dia tidak mengetahui jika dibelakangnya, namja tinggi itu sedang menangis dalam penyesalan hebatnya.

***___***

“Kenapa kau melarangku untuk melerai mereka?” Yixing menatap Kris, meminta jawaban atas semua larangannya tadi. “Mereka bertengkar sangat hebat dan aku yakin setelah ini Jongdae tidak akan mengijinkan kita untuk bertemu dengan Baekhyun lagi.”

“Biarkan mereka berdua.”ia menjawab. “Biarkan saja.”

“Kris!” Yixing berseru penuh penekanan. “Baekhyun juga sahabat kita!”

“Chanyeol memiliki caranya sendiri untuk melindungi Baekhyun, Yixing. Aku yakin itu.”katanya. “Aku yakin dia tidak akan meninggalkan Baekhyun begitu saja. Semua ini hanya masalah waktu karena dia harus mengumpulkan keberanian untuk melawan ketakutannya. Sesuatu buruk telah terjadi dan membuatnya trauma akan hal itu. Sesuatu yang lain juga terjadi, membuatnya merasa bersalah atas apa yang menimpan pada Baekhyun kini. Belum lagi… dia harus menerima kenyataan jika sahabatnya telah melupakannya. Baginya semua ini pasti berat dan pertandingan akan berlangsung besok lusa. Harusnya kau mengerti.”

Yixing tidak mengatakan apapun lagi karena ucapannya kakaknya kelewat benar. Baru menyadari jika Chanyeol memiliki beban berat sekarang. Banyak tekanan yang mendorongnya untuk keluar secara paksa. Dan dia tidak memiliki sebuah pegangan hanya untuk sekedar menggenggam.

Pada akhirnya, Yixing tidak ingin egois lagi karena dia tidak ingin berdiri hanya di satu sisi. Tidak hanya Chanyeol, tapi Baekhyun juga sahabatnya. Tidak ada yang bersalah, Karena mereka sama-sama tersakiti.

Menyerah, Yixing menginjak pedal gas sembari memutar setir mobil dan pergi meninggalkan taman kota itu.

***___***

Jongdae lelah, dia memutuskan untuk tidak mendatangi Baekhyun. Emosinya masih terus meluap-luap dan dia tidak ingin menunjukkannya didepan Baekhyun, Sekarang, sepertinya sudah tidak penting lagi jika Baekhyun mengetahui masa lalunya atau tidak.

Ini adalah kemauan Chanyeol dan biarkan dia memang menghilang diingatan Baekhyun. Kembali pada masa-masa awal lebih baik daripada mengingat semuanya namun menyakitkan.

Disisi lain, pria tinggi itu sedang bertaruh dengan ketakutannya, Namun merasa kekosongan itu juga mendominasi. Dalam keterdiamannya, dia melangkah ragu. Berdiri tepat didepan gerbang itu dengan kepala mengadah keatas.

Disana, dia menemukan seseorang yang ingin dilihatnya sedang berdiri di balkon kamar, membelakanginya. Dia juga sedang menatap keatas dan Chanyeol tau dia menatap kearah atap.

Beningan air mata menetes tepat saat dia mengerjap, hatinya semakin sesak, seperti dipukul dengan benda keras berkali-kali.

Dia sudah jatuh, namun entah mengapa dia menginginkan Baekhyun menolongnya lagi. Dia tidak bisa pergi.

Sedangkan Baekhyun, dibalik hilangnya ingatannya, tanpa sadar dia tetap menunggu. Walaupun dia sendiri tidak mengetahui apa yang sedang ditunggunya, namun dia terus berharap seseorang memberitahunya tentang atap itu.

Diatas semuanya… secara tidak langsung, sedikitpun dia tidak pernah melupakan Chanyeol.

***___***

Keesokan paginya, Jongdae meminta maaf pada Baekhyun karena tidak bisa menepati janji untuk menemaninya jalan-jalan semalam. Kepalanya sedikit pening saat dia terbangun, dengan pandangan kabur saat mengetik pesan untuk Baekhyun.

Lunglai. Ia menyeret langkahnya paksa menuju kamar mandi. Sebenarnya malas, tapi dia tidak mau Baekhyun menunggunya lagi.

Begitu selesai mandi dan memakai baju, juga merapikan penampilannya, Jongdae bergegas pergi kuliah dengan mencomot satu roti panggang dari meja makan. Menginjak pedal gas dan mengarahkan mobilnya menuju universitas.

Sesampainya, dugaannya benar jika Baekhyun sudah menunggunya di koridor utama. Jongdae hanya bisa berdecak sembari geleng-geleng kepala karena Baekhyun sedang duduk sambil membaca sebuah komik Naruto di tangannya. Dia benar-benar tidak berubah.

“Jika dosen mengetahuinya, kau pasti dihukum.”cibir Jongdae membuat Baekhyun langsung menurunkan komiknya.

“Ah, Jongdai.. kau sudah datang?”

“Namaku Jongdae.” Dia memperbaiki. “Sudah membaca catatanmu? Tidak melupakan apapun?”

Baekhyun mengangguk mantap, “sudah. Kemarin kau mengingkari janji.”

Jongdae mendesah malas, “apa hal itu harus dicatat juga?”

“Yeah, aku harus mengingat segala sesuatunya dengan teliti, Jongdai.”

“Jongdae!”

“Baiklah. Siapapun namamu. Ayo ke kelas.”

Baekhyun merangkul pundak Jongdae dan berjalan bersama menuju kelas mereka. Tidak ada kecanggungan lagi walaupun Baekhyun sudah melupakan kejadian-kejadian kemarin. Karena, satu hal yang membuatnya yakin. Dia menulis sesuatu di bukunya dengan tinta hitam tebal, ‘Cari Kim Jongdae, dia kepercayaanmu’ dan terdapat sebuah foto mereka berdua dibawahnya,

“Kau tidak lupa mengerjakan tugas Matematika?”

“Tentu saja tidak. Aku sudah memeriksanya tadi pagi.”

“Semua nomor?”

“Tentu saja.”seru Baekhyun lagi, kali ini disertai dengan nada keyakikan. “Apa kau pikir aku tidak bisa menyelesaikannya sendiri? Aku adalah si pintar Baekhyun.”

Jongdae mendengus, “Tsk, justru saat ini kau terlihat bodoh.”

“Ya!” Baekhyun mendorong tubuh Jongdae keras lalu menendang bokongnya. “Aku bisa mengalahkanmu, Jongdai.”

“Namaku Jongdae! Dan jangan tendang bokongku, ByunBaek!”

“Dasar Jongsaurus!”

Baekhyun tertawa keras lalu Jongdae balas menendang bokongnya kesal. Kemudian, keduanya berlari bersama menuju kelas.

***___***

Siang harinya, ketika makan bersama di kantin. Baekhyun mulai menanyakan hal-hal yang mengganjal pikirannya selama ini. Dia membuka buku catatannya dan membaca daftar pertanyaan yang ingin ia tanyakan padaJongdae.

“Jongdae.”

“Mwo?”balas Jongdae dengan mulut yang terisi penuh makanan.

“Apa aku pernah terjatuh sebelumnya? Atau aku pernah mengalami kecelakaan? Kata oema, aku tiba-tiba pingsan dan mengalami amnesia.”

Jongdae seketika berhenti mengunyah dan menatap Baekhyun dengan tatapan terkejut. Detik berikutnya, dia menarik napas dalam diam, mencoba menenangkan hatinya.

“Setauku tidak. Kau tidak pernah terjatuh” dia mengalihkan pandangannya, melanjutkan mengunyah makanan lagi.

“benarkah? Lalu kenapa aku bisa kehialangan ingatan secara tiba-tiba?”

“Mungkin kau pernah terjatuh saat aku tidak ada.”

“Ah, benar juga, Kita tidak bersama setiap saat kan?” Baekhyun mengangguk-angguk, ikut menyantap makanannya juga.

“Tentu saja. Kau pikir aku pengurusmu?”

Baekhyun meringis, “Hehehe… kau benar.”

Hening.Tidak ada lagi suara setelah itu. Hingga akhirnya Baekhyun mengeluarkan ponselnya dan menunjukkan sesuatu pada Jongdae membuat sebelah alisnya terangkat.

“Kau tau nomor siapa itu? Dia mengirimiku pesan aneh.”

Dan pertanyaan Baekhyun kali ini nyaris membuat jantung Jongdae hampir merosot. Bukankah ini adalah nomor Chanyeol?

“Ada sebuah kertas yang ku temukan, tapi aku lupa meletakkannya dimana. Pesan itu sepertinya adalah tulisanku.”jelasnya, sedangkan didepannya Jongdae sedang berusaha menahan rasa gugupnya. “Apa selain kau, aku mempunyai sahabat lain? Apa maksud dari ‘duduk diatap rumahku’?”

Tenggorokan Jongdae tercekat. Dia tidak tau apa yang harus dikatakannya. Apa yang harus dijelaskannya karena kemarin Chanyeol sudah memutuskan untuk pergi? Dia tidak mungkin bisa mengatakan jika yang dimaksud hantu adalah Chanyeol saat dia menjadi roh dan menjalin persahabatn dengannya. Sangat mustahil.

“Jongdae?”

TBC

 

 

42 thoughts on “FF: Ghost Rider (Part 17)

  1. winniejjkyu berkata:

    miris baca baekhyun yg lupa segalanya n terlihat bodoh. salut sm jongdae, ia bener2 sahabat. chanyeol knp jd pengecut? kpn dia akan berani menemui baekhyun?
    baekhyun punya feeling yg kuat tentang chanyeol tp tdk tentang jongdae yg sahabat sejak kecilnya.
    untung jongdae ga ngiri.

  2. JungRiYoung berkata:

    Jongdai,, geli bgt pas baca Baek manggil gitu ke Jongdae..wkw
    Chanyeol kenapa kamu pengecut sekali,, geram sumpah, dia amnesia juga gara-gara kalian woy! ah elah :3
    Untung masih ada Jongdae yang selalu setia sama Baek. Jongdae Jjang!😀

  3. nayoung berkata:

    wihhh. makin keren ceritanya.
    jongdai?? sumpah ngakak guling2. astaga, lg amnesia aja bisa ngelawak gitu si byul, ehh byun mksdnya kkk

  4. jesikai berkata:

    aduh nge feels bgt deh persahabatannya,nyesel kenapa gak ada persahabatan kayak gitu di dunia nyata,ayo dong yeol dibikin berani ketemu baekki,biar gak sedih sedih terus …lanjutttt

  5. Fitri MY berkata:

    Haduuuuuhhhhh kasian Baekhyun, tapi Baekhyun terlihat lucu dengan lupanya. Dia benar-benar seperti anak-anak.
    Siapa Yang manggil???? Berharap itu Chanyeol!!
    Ditunggu banget lanjutannya

  6. Hilma berkata:

    aigoo… kasihan chanyeol.. pasti bimbang banget itu…
    semoga baekhyun cpet inget semuanya…
    ditunggu kelanjutannya…

  7. Tiikaa berkata:

    Salut sma persahabatannya jongdae sma n byunbaek. Chapter ini bnyak bnget kata2 menyentuhnya 😖
    Itu chanyeol hrus brani dong nemuin baekhyun.. Spa tau aja ingatan baek bsa sdikit kmbali wktu ktmu chanyeol…
    Oke deh eon.. Klanjutannya saya tunggu yaa

  8. phalifa berkata:

    Kyaa jongdae kayaknya bingung bgt deh antara mau nyeritain apa ngk ??
    Yeol knapa kmu gk nyapa baek aja jgn jadi penakut dong ^^
    baek cepet dong ingatanmu balik lg ato ngk inget yeol lah😀
    Next part ditunggu thor ^^
    Jgn lama2 ya thor ^^

  9. nina berkata:

    krn itu kah chanyeol gg mau datang ke baekhyun kmrn? bersalah iia
    tp padahal baekhyun juga gg melupakan chanyeol😦
    chanyeol msh berperang sm hati iia :’) semoga dia gg melarikan diri
    hahaha jongdai
    well, tetep bisa ketawa lihat byunbaek sm jongsaurus😀
    aduuhh jongdae bakalan bilang apa tuh??

  10. liu mei rin berkata:

    chanyeol kenapa kau jadi seorang pengecut? ayolah… bangun dan hampiri baekhyun dia menunggumu! ketakutan tidak akan ada jika persahabatan sejati yg akan menguatkanmu…

    baekhyun! salut sama kamu! walau tak tau siapa yg selalu menemanimu selain jongdae tapi kau tetap berusaha untuk mencari tau… kapan kau ingatnya baek!

    buakakak… jongdai? namanya jadi aneh… wkwk…

    keren thor… lanjutkan! aku tunggu! thor ff yg lain jan lupa dipublish ya! semangat!!!🙂

  11. ParkJudit berkata:

    Next eonnie.😥
    Chap ini miris beud ceritanya.😥
    Kasian ama Bacon, kasian jg ama Yeol suamiku, terus salut ama Jongdae. Dia kuat lalu setia kawan beud.
    Yeollie-ya kamu harus berani nemuin Bacon! Aku disini setia menyemangatimu! Fighting !
    Bacon! Kamu harus kuat yah! Jan mikir keras2 beud, ntar malah tambah parah amnesia-nya! Fighting!
    Jongdae kamu penengah dr semua-nya! Kamu jg harus kuat ya! Fighting!
    Dan buat eonnie Fighting! Keep writing! Next nya jan lama2!

    Lopyu author ohmija

  12. Ade Zeni Anggraeni - Fanfiction Park Jiyeon ♥ EXO berkata:

    Gak kebayang gimana rasanya jadi baekhyun kalau dia lupa semuanya. kasian banget dia pasti tersiksa, dan begitu sabarnya jongdae. dia mengagumkan sebagai seorang sahabat.

    authornim, eonni oh mija, daebakk! pesan positif setiap ff mu bener-bener sampai di hatiku.

    terus berkarya. jangan lama-lama yah semoga masih bisa publish ditengah kesibukan eonni.

    SEMANGAT🙂

  13. deomi berkata:

    jongdae gundah gulana sepertinya ahaha
    tapi sebagai sahabat yg baik harusnya jongdae beritahu aja
    apdet cepet eon! 파이팅

  14. JjongKai berkata:

    Daebak thor! Knp chanyeol jd kyk gtu. Trus gmn bwt nglahin si Myungsoo itu? Aah… Gk sbr bca chapter brktnya. Jgn lma2 ya thoorr…

  15. GD berkata:

    Nah loh baekhyun udh mulai nanya tentang chanyeol jongdae hayoo mau jawab apaan kkk~
    Kasian loh baekChenYeol ketiga”nya tersakiti apadah, trus si myungsoo nasibnya bebebku yg satu itu gimna nih nanti
    Udh lenasaran ditunggu next

  16. J Rose berkata:

    Eon ni critany tmbh kece aja ._.
    Bnyk kejadian yg buat ak sdih d sni eon,baekhyun yg kehilangan ingatanny,chanyeolny yg mnyerah untk mnghilang dr khdupan baekhyun,persahabtan antara Baek-Dae,atopun persahabatan antar BaekYeol yg kyakny mau brakhir tu /?/,dll itu buat hati ak nyesek-bgt- eon T^T mengingat persahabtan Baek-Dae yg kyak kakak bradik itu d lupain sm baekhyun😥
    Knp chanyeol mau mnyerah? Ak setuju sm prkataan Jongdae yg shrusny chanyeol ngelindunginy bkn mlh menjauhiny -_-
    Dan apkh ingatan baekhyun bklan balik? Klo iy kpn? Udh pnsran bgt ap yg trjadi selnjutny T.T
    Moga” aja semuany bklan blik k semula /aminn/🙂
    D tunggu-bgt- ya klnjutan dan tulisan” eonni lainny soalny hati ak udh nyesek krna d hinggapi rasa pnsran dr tulisan” eonni -_- /maafnggaknyambung/ ._.v
    Keep Writing and Fighting ya eon!! ^^9

  17. indahtentiana berkata:

    eonniiii . buat baekhyun gak sakkit lagi dooong . jebaaaal . aku ga suka banget liat dia kayak gini . chapter in8 benerbener menguras emosi abis dah . oh iya selamat hari raya lebaran ya eonni ^^

  18. byun dilla berkata:

    ya elah TBC lagi, author emang jago bikin kekepoan ku kambuh nih.
    cepet sih apdet.nya jgn lama” ya
    saya tunggu next chap nya🙂

    fighting ^^

  19. sunaaoi berkata:

    sedih liat baekhyun apalagi chanyeol… meski chanyeol agak egois tapi saya ngerti kenapa dia seperti itu. huaaa unnie lanjutin lagi ya ini keren
    semangat…

  20. Azizah amatu zikrah berkata:

    Terharu bgt nih liat persahabtan baek ama jöngdai. Chanyeol ayo branikan dirimu jgn jdi pngecut. Nextnya jgn lama2 ya thor ^^

  21. littlecheonsasss berkata:

    Wkwkwk Jongdai :v Baekhyun, Baekhyun..
    BTW kenapa di chapter ini gak ada Kyungsoo oppa? T_T.
    Mereka benar benar sahabat sejati, aku aja persahabatannya gak serumit itu..

    Ini udah dekat tamat belum un?

  22. baekyeol berkata:

    kasiaan bgt liat baekhyun amnesia, ㅠ_ㅠ
    baca part nya jongdae bikin trharu, miris bgt bacanya. Jadi keinget temenku yg merantau jauh disana #Apasih pokoknya salut bgt sama jongdae
    sempet kesel jg ma chanyeol krn mau ninggalin baekhyun, tpi jadi kasian pas baca part nya kris. kris bijakaana tingkat akut, Chap ini bener2 menguras emosi #PadahalChapLainjuga …
    as good as always, makin kesini makin keren dan makin rumit -dan saya suka yang rumit2, wkwkwk-
    pokoknya Oh Mi Ja Author-nim keren badai, jjang #BowSamaJongdai😉

  23. Chanchan_Hwang berkata:

    jongdai? aku kira typo
    eh ternyata byunbaek salah sebut hahahaha lucu!!! mereka ngelawak jadi suasana gk tegang

    yeollie beranilah, bebanmu memang berat
    tapi ayolah beranilahhhh!!!
    tp kalo baek tau, apa dia percaya dia dulu berteman dgn roh?

    sahabat, memang orang orang memiliki pengertian beda beda
    tapi sahabat memang sahabat
    jongdae kau hebat!!! sahabat baik
    kris kau dewasa sekarang
    yeol yeol semoga kau dapat mengalahkan myungsoo
    wahh pengen liat yeol nyamperin baek!!

    jongdae kau berbohong

  24. inhan99 berkata:

    maaf thor tertinggal terlalu jauh dan akhirnya mentok di chapter ini dan akhirnya inilah yang terjadi

    ingin ngoment semuanya namun jaringan kurang asem ini membuat semua tulisan yang ingin dikirim kekomentar menjadi berantakan

    dan untuk ini saya koment langsung di chapter ini

    Baekhyun amnesianya terlalu parah , jongdae kayaknya jadi perantara antara baek dan yeol ya

    oke thor segitu dulu coment saya dan chap selanjutnya ditunggu

    ^^

    keep writing thor

  25. Jung Ha berkata:

    Huwaa akhirnya kau kembali thor hihi engga sia-sia nungguin nih. Makin seru aja ff nyaa >< semangat terus ya thor. Keep writting~ oh mija jjang^0^)9

  26. yuni rahma berkata:

    lagi seru uga, knapa tbc nya muncul coba..
    Kasian bgt sih chanyeol am baekhyun, sama* tersakiti
    Jongdae jwb jujur aja..

  27. Riiiiii_ berkata:

    jongdae jadi serba salah, pasti bingung kalo jadi jongdae, jujur salah bohong juga salah..
    chanyeol cepet kembalikan keberanianmu, baekhyun gak benci kamu dia malah kangen, makanya natap atap mulu..
    makasi ffnya.. smangat buat chapter brikudnya!

  28. xiadeer18 berkata:

    kenapa chanyeol jd pengecut kyk gitu? oh ayolah.. chanyeol jgn pergi dr kehidupan baek. jangan lari dan lindungi baek u,u
    huue banyak bgt kata2 menyentuhnya~ terharu sm jongdae, dia baik banget. bener2 sahabat sejati dan selalu ada buat baek
    jongdai?? kkk~ ngakak.. aku kira typo wkwk ternyata emang gitu
    keep writing eon^^

  29. Amelia berkata:

    beneran deh salut banget sama persahabatan baekhyun sama jongdae..
    tapi, walopun mereka sahabatan dari kecil feel baekhyun kayaknya lebih ke chanyeol..
    tapi beneran deh salut sama jongdae, dia bener” njagain baekhyun..
    ini ff nya bener” keren.. ^^ nextnya ditunggu kak ^^

  30. Tridha Aristantia berkata:

    hahahahaha baekhyun baekhyun lagi amnesia pun ttp aja ya bisa biki ktawa ngakak😀

    persabahatan’a kerasa bgtttt….
    daebak~~😀

    jongdai ayo kamu harus jujur ma baekhyun, baekhyun harus tau semua’a oke jongdai hehehe :p

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s